Hai Minna~
Flaesy datang kembali...
Gomennasai kalau Flaesy updatenya lama banget TAT .. Flaesy terjerat akan tugas-tugas yang mengerikan TTATT
Disini Kazune sangatlah OOC.. Gomennasai kalau chapter kali ini hancur abiiiiiisssss TTATT , Flaesy lagi pusing akan tugas , jadi buatnya apa adanya saja.. hehe XD. Gomennasai m(_ _)m
Okelah langsung saja, Chap 3 You are My Prince...
Disclaimer: Kamichama Karin © Koge Donbo
Story: You are My Prince © Flaesy Kujyou
Rated: T
Genre: Romance
Pairing: KazuRin
Peringatan : Ancur, Gaje, OOC, de es be.
~Selamat Membaca~
.
.
~ You are My Prince ~
Sedari tadi Kazune hanya diam termangu dimeja belajarnya. Pikirannya melayang ke masa lalu, ke masa kecilnya. Saat pertama kali bertemu dengan Karin. Karin yang menangis didekat taman.
Flashback
"Hiks.. hiks.. hiks.."suara isakan anak perempuan menyadarkan Kazune dari lamunannya karena menunggu Kazusa yang sedang bermain dengan sepupunya, Himeka.
Kazune beranjak dari tempat duduknya dan mencari asal suara isakan itu. dan dia menemukan seorang anak perempuan bersurai brunnet seumuran dengannya sedang menangis sendirian.
"Hei! Kau kenapa?"tanya Kazune sedikit dingin.
Isakan anak perempuan itu pun mereda dan anak perempuan itu mulai mendongak untuk menatap Kazune yang sedang berdiri disampingnya. "Aku... hiks.. orangtuaku.. ti-tidak i-ingat ulang tahunku.. hiks.."ucapnya tersedat-sedat.
Wajah Kazune sedikit merona saat melihat wajah anak perempuan itu, 'Manis'gumam Kazune.
"Hiks.. mereka ha-hanya i-ingat be-bekerja saja.. hiks"ucap anak permepuan itu lagi dan itu langsung menyadarkan Kazune dari lamunannya. "Ta-tak ada yang me-menemaniku.. hiks"
Kazune berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan anak perempuan itu yang sedang berjongkok. Kazune mengusap kepala anak perempuan itu dengan lembut, "Mulai sekarang aku akan menemanimu, jadi jangan menangis lagi"ucap Kazune dengan lembut sambil mengembangkan senyuman yang jarang dia perlihatkan.
Wajah anak perempuan itu langsung cerah saat mendengar perkataan Kazune, "Hontou?". Kazune mengangguk sebagai jawabannya.
"Kujyou Kazune"ucap Kazune sambil mengulurkan tangannya. Anak perempuan itu langsung menjabat tangan Kazune. "Karin. Hanazono Karin"
Flashback off
DRTTT ! DRRTTT! DRTTT! Ponsel Kazune yang berada disampingnya bergetar, membangunkan Kazune dari lamunannya di masa lalu.
Dengan malas Kazune mengambil ponselnya dan mengernyit saat melihat nomber tak dikenal sedang menelphonenya.
"Moshi-moshi.."ucap Kazune.
"hmn.. ano, Ka-Kazune-kun . aku Miyon, Yii Miyon"ucap orang disebrang yang tak lain adalah Miyon.
Kazune mengangkat sebelah alisnya bingung. "Ya, ada apa Yii-san? Dan dari mana kau tahu nombor ponselku?"
"Tidak penting dari mana aku tahu nomber ponselmu. Aku.. aku ingin bertemu denganmu,"ucap Miyon serius.
"Kenapa tidak disekolah saja?"
"Tidak! Ja-jangan disekolah.. ak-aku, aku ingin bertemu denganmu besok di taman jam 11"
"Ya terserahmu saja,"
"Ba-baiklah, sampai jumpa besok"ucap Miyon mengakhiri percakapan mereka.
Kazune mengernyit lagi, 'Apa yang akan dikatakan Yii-san?'pikir Kazune bingung.
Baru saja Kazune akan beranjak dari tempat duduknya, tapi dia urungkan saat ponselnya kembali bergetar dan kali ini yang menelphone adalah Karin.
"Mos—"
"Kyaaa! Kazune-kun!"pekik Karin disebrang sana dan itu membuat Kazune menjauhkan ponselnya dari telinganya.
"Ada apa?"tanya Kazune dingin.
"Ehmn.. begini tadi .. tadi.. KYAAA!"Karin kembali memekik dan itu membuat telinga Kazune berdengung.
"Bicara yang jelas!"teriak Kazune kesal.
"Hmn.. aku akan cerita besok, sekaligus aku akan mentraktirmu"ucap Karin di sebrang sana.
Baru saja Kazune akan meng'iya'kan tetapi dia urungkan karena dia sudah ada janji dengan Miyon yang terlebih dahulu menelphonenya. "Aku tidak bisa".
"Heeeeee? Kenapa?"
"Aku ada janji dengan Yii-san"
"Ha? Sudah seberapa jauh hubungan kalian? Sampai tak memberitahukanku?"ucap Karin polos.
"Jaga mulutmu itu Karin! Yii-san ingin membicarakan sesuatu denganku"ucap Kazune dengan nada meredam amarah.
"Oh.. hmn.. yasudahlah, terserah"ucap Karin dan langsung memutuskan pembicaraan mereka.
"Dasar tidak sopan"rutuk Kazune pada Karin yang seenaknya mematikan telphone. Tatapan Kazune langsung meredup saat mengingat suara Karin yang sangat senang, apakah tadi Karin ingin menceritakan kegiatannya tadi bersama Jin?.
.
.
.
Pukul 11.15
Kazune sudah berada ditaman, tetapi dia tidak melihat keberadaan Miyon. Apakah Miyon ada urusan lain?. Ini sudah lewat dari jam yang dijanjikan.
Kazune kembali mengedarkan pandangannya dan menemukan Miyon sedang berjalan ke tempatnya berada.
"Gomennasai Kazune-kun"ucap Miyon yang baru saja datang.
"Tak masalah, hal apa yang ingin kau katakan padaku?"tanya Kazune to the point.
Wajah Miyon tiba-tiba saja memerah, "Etto.."
"Apa?"
"Aku.. aku.. aku menyukai...
.
-Rumah Karin-
Karin terus menggenggam ponselnya, berharap Kazune menelphonenya dan mengatakan dia tidak jadi bertemu dengan Miyon.
Dengan gusar Karin terus mondar-mandir diruang tengah, menunggu setengah gelisah dan setengah cemburu?. Jangan-jangan Miyon selama ini menyukai Kazune dan sekarang dia ingin menyatakan cintanya?.
Pikiran-pikiran yang biasa dipikirkan seorang perempuan saat kekasihnya akan bertemu dengan perempuan lain terus datang ke pikiran Karin. "Aku kenapa sih?!"ucap Karin bingung.
"Kenapa? kenapa aku cemas sekali? Kenapa aku cemas jika Kazune-kun menjadi kekasih Miyon-chan?"tanya Karin pada dirinya sendiri.
"Ada apa denganku? Bukankah aku menyukai Jin-kun?"tanya Karin lagi.
"Ada apa?.. hiks.. hiks.."Karin mulai terisak, tidak mengerti akan perasaan takut kehilangan yang ada dihatinya.
.
-Taman-
"Ba-bagaimana? Apakah kau mau?"tanya Miyon dengan wajah menunduk karena malu.
Kazune terdiam, mencerna kata-kata yang dikatakan Miyon tadi. "Hmn.. baiklah"ucap Kazune.
Dengan semangat Miyon mengangkat wajahnya agar dapat melihat wajah Kazune yang serius akan kata-katanya. Dan Miyon melihat keseriusan disana. "Arigatou ne!"pekik Miyon sambil memeluk Kazune.
"Ya, dan hentikan pekikkan seperti itu. kenapa perempuan senang sekali memekik?"gerutu Kazune.
"Baik!"ucap Miyon semangat.
.
.
.
Dengan malas Karin berjalan ke sekolah. Ekspresinya galau, seperti sudah ditinggalkan kekasihnya. Dia terus berjalan sampai Jin memanggil namanya. "Karin!"
Karin pun menghentikan langkahnya. "Ada apa?"tanya Karin.
Jin diam, dia menatap wajah Karin yang suntuk itu. "Kau kenapa? sepertinya memikirkan hal yang tak pernah terpikirkan"ucap Jin seperti mengerti apa yang dipikirkan Karin.
Karin cemberut. "Apakah semudah itu kau menebaknya?"tanya Karin sebal. Entah kenapa dia tidak bersikap manis seperti kemarin.
Jin tertawa. "tentu saja! apa yang sedang kau pikirkan?"tanya Jin.
"Hmn.. itu." Karin sedikit ragu untuk menanyakannya. "A-Apa kau pernah merasakan kehilangan? Padahal dia hanya pergi sehari dengan seseorang"tanya Karin ingin tahu.
Jin terdiam, sepertinya dia sedang berfikir. "Hmn.. tentu saja! dia adalah orang yang kusayang. jika dekat, sehari serasa sejam. Tetapi saat dia jauh, sehari serasa 1 tahun"ucap Jin seperti sudah berpengalaman.
"Yang .. kau sayangi? Apa maksudmu seperti saudara?"tanya Karin masih belum mengerti.
"Tentu saja tidak, bodoh!" Karin langsung cemberut saat mendengar orang lain selain Kazune mengatainya bodoh. "Maksudku dari orang yang kusayangi adalah orang yang berarti dihatiku, atau lebih tepatnya seseorang yang kucintai"ucap Jin sambil tersenyum.
"Kau punya kekasih?"tanya Karin ingin tahu.
"Hmn.. bisa dibilang begitu,"ucap Jin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hee? Apa maksudmu?"Bukannya cemburu dan sakit hati karena Jin memiliki kekasih. Malahan Karin bersikap biasa seperti tak ada rasa suka lebih pada Jin.
"Yah, dia memiliki seorang kakak dan kakakknya itu overprotektif padanya, setiap kali bertemu laki-laki."ucap Jin dengan wajah murung.
"Lalu? Lalu?"Karin menjadi penasaran akan kisah Jin dan kekasihnya.
"Yah, aku dan dia punya rencana untuk membuat kakaknya memiliki kekasih agar kakaknya itu akan terfokus dengan kekasihnya"
"Lalu? Lalu? Lalu?"tanya Karin antusias.
"Awalnya kami ragu karena kakaknya sangatlah tertutup. Tetapi suatu hari kekasihku menemukan kakaknya sedang bergumam, wajahnya terlihat sedih dan kesal. Dan akhirnya kekasihku tahu siapa yang disukai kakaknya."ucap Jin panjang lebar.
"Berarti tinggal memberitahukan perempuan yang disukai kakaknya kan?"tanya Karin.
"Mungkin mengatakan bisa, tetapi perempuan yang disukai kakaknya adalah sahabat kakaknya sedari kecil. Aku dan dia takut jika sahabatnya tiba-tiba akan menjauhi kakaknya karena mengetahui perasaan kakaknya"ucap Jin panjang lebar lagi.
"Ternyata berat juga ya kasusmu itu"ucap Karin layaknya seorang detektif.
"Tinggal menyadarkan perasaan sahabat kakaknya saja sih sebenarnya. Yasudahlah, kulihat kau sudah tidak murung lagi. Berarti tugasku selesai"ucap Jin.
"Hihihi.. Arigatou ne, aku suka mendengar kisahmu itu. andai aku menjadi salah satu pemerannya. Yasudahlah, bye"ucap Karin sambil berlari-lari kecil menuju kelasnya.
Jin menatap punggung Karin dengan senyuman yang sulit diartikan, sampai punggung Karin tak dapat dilihat lagi olehnya.
Dan tak jauh dari tempat Jin berada, Kazune tengah menatap marah kepada Jin.
.
.
.
"Ohayou, Karin-chan"sapa Miyon dengan senyum bahagia di pagi hari ini.
Hati Karin sedikit sakit karena mengingat pikirannya yang memikirkan kalau Miyon sudah menjadi kekasih Kazune. "O-ohayou Miyon-chan"sapa Karin sedikit kaku.
"Kau kenapa?"tanya Miyon khawatir.
"Aku? aku tak apa, hehe"sahut Karin masih sedikit kaku.
"Yasudahlah kalau kau tak mau cerita padaku"ucap Miyon lagi. Baru saja Miyon akan duduk, tapi pandangannya teralihkan ke arah Kazune yang baru saja datang. "Ohayou Kazune-kun"sapa Miyon.
Kazune menatap Miyon. "Ohayou, Miyon"sahut Kazune.
Nyut! Hati Karin terasa sakit saat Kazune menyapa balik Miyon. 'Se-sejak kapan Kazune-kun terbiasa me-memanggil Miyon-chan dengan nama kecilnya?'pikir Karin.
.
.
TBC
Balasan Review :
Rika'i : Hehehe XD , Gomennasai kalau chap kemarin hancur dan mungkin yang ini makin hancur ... mohon reviewnya lagi ya ne~
dci : hmn... kasih tau nggak ya? hmn.. ikutin aja deh, hehehe XD . mohon reviewnya ne
Yukari Hanashita : no coment -_-' . review ne
Yumi Azura : Iya tuh.. si Kazune kasihan banget, Karin jahat nelantarin Kazune begitu aja -_- (Karin : Kan Flaesy yang buat skenario!) , hehehe XD . mohon reviewnya lagi ne
sofia. siquelle : Arigatou sudah mereview ne dan mohon review lagi ya~
Okelah, hanya segini saja untuk chap kali ini.
Gomennasai kalo chap ini hancccuuurr banget -_-
Dan mungkin Flaesy lagi lagi akan lama updatenya. jadi mohon maaf, kalo nggak bisa update kilat ne~
oke, Sampai jumpa di chap selanjutnya ^-^ dan mohon reviewnya ya, semakin banyak review yang datang. semakin semangat Flaesy buatnya ^-^
