Summary : Takdir tak bisa di tebak atau di kira , terkadang apa yang kita harapkan tak sesuai dengan takdir yang tercipta, garis hidup yang ironi tapi mengandung hikmah tersendiri.
Pairing :HAEHYUK
Rate :T
Gendre : romanc,angs
Warning : ,typos,mpreg
Enjoy
TYPOS BERSERAKAN ,TOO LAZY TO FIX IT,,, so donn't complaint , i warn you already..
"Akhir-akhir ini kau terlihat dekat dengan tamu itu hyuk" Ujar sungmin tiiba-tiba saat mereka sedang makan malam di apartemen Eunhyuk ,ya sejak Eunhyuk mengetahui hubungan Sungmin dan Hendri , Eunhyuk memutuskan untuk pindah dari rumah Sungmin dan membeli apartement kecil namun nyaman untuk hidup sediri , awalnya Sungmin sangat keberatan namun dengan dalih ingin mandiri sungmin tak bisa melakukan apa-apa selainmenyutujuinya .Setelah Eunhyuk hamil Sungmin sering megunjunginya dan kadang-kadang ia menginap- yang juga sering menjadi pemicu pertengkaran Sungmin dan kekasihnya-.
"Tamu?"ujarEunhyuk meletakkan garpunya menatap sungmin bingung.
"Kau jangan pura-pura bodoh hyuk, kau tau siapa yang ku maksud" tambah Sungmin agak kesal seraya menyodokkan garpunya pada pasta malang yang tak bersalah.
Eunhyuk tahu siapa yang hyungnya maksud , ia hanya mengulur waktu mencari alasan, ia sengaja menyembunyikankenyataan bahawa Donghae adalah ayah dari bayi yang di kandungnya , buakn tanpa alasan , ia hanya tak ingin merusak kehidupanDonghae dan kekasihnya , jika Hyungnya tau ia yakin hyungnya pasti akan meminta Donghae untuk menikahinya. Akan terlalu banyak orang yang terluka nantinya.
"Ah Donghae? Dia hanya butuh bantuan ku dan dia hanya membalasnya hyung , dia orang yang baik" ujar Eunhyuk kembali melanjutkan makanya dengan lahap , memikirkan donghae entah kenapa membuat nafsu makanya meningkat.
"Begitu baik sehingga kau menghabiskanwaktu lebih lama denganya ketimbang Hyung"Timpal Sungmin ketus.
"Omo! Kau terdengar seperti orang yang cemburu Hyung" Ujar Eunhyuk tertawa akan keimutan Hyung nya.
"bagaimana tidak! Dia merebut haru dari ku, membelikannya pakaian,membelikanya sepatu , tempat tidur yang bahkan tak akan muat jika di letakkan di apartemne kecil ini " Ujar Sungmin sebal pada eunhyuk yang bukanya prihatin malah tertawa keras.
"Astaga hyung! Kau mengingatkan ku kembali atas kebodohan orang kaya itu , kau ingat tampangnya saat aku memakinya karna membelikan tempat tidur bayi yang hampir sebesar ruang apartemen ini?" Ujar Eunhyuk terbahak , Si bodoh Donghae itu benar-benar berlebihan, untung saja tempat tidurnya bisa di kembalikan , eunhyuk tau Donghae hanya bersemangat dan ingin memberikan yang terbaik untuk bayinya tapi Eunhyuk tak mau mengajarkan bayinya ntuk bermewah-mewah tak berguna , ia suka kesederhanaan , untungnya Donghae mengerti dan memutuskan untuk bertanya pada Eunhyuk sebelum membelikan ini itu untuk bayinya.
"Hyuk! Aku ini sedang cemburu , bisa bisanya kau malah tertawa membicarakan orang itu" tambah Sungmin makin sebal pada adiknya .
"Jika hendri mendengarmu bicara seperti itu, ia akan menguliti ku hyung , kau terdengar seperti suami yang cemburu pada istrinya" kelakar Eunhyuk kembali tertawa.
"Aku tak keberatan jika kau menjadi istri ku" Ujar Sungmin menatap mata Eunhyuk yang mebuat Eunhyuk tertegun, jantungnya berdebar , tak sehebat biasanya –karna dia sudah kebal- namun debaran itu masih ada.
"a-apa?"
"Lihat- lihat malah kau yang terlihat seperti istri yang menginginkan suaminya "Ujar sungmin tertawa keras , ia memang tampak bercanda namun jika harus ia sungguh tak keberatan , apapun akan ia lakukan untuk adinya yang paling ia sayangi.
"hyung! Aku bisa mati jika Hendri mendengarnya Hyung!" Timpal Eunhyuk tak terima seraya memukul lengan Hyungnya geram , menutupi rasa kecewanya ia hanya tertawa mengikuti alur candaan hyungnya, begini saja setiap hari dia sudah bersyukur , ia takkanmeminta lebih.
"Ngomong-ngomong Hyuk , donghae ssi apa memiliki perasaan pada mu?" Ujar Sungmin sontak membuat tawa eunhyuk kembali pecah.
"Asataga Hyung , ia akan segera menikah dan kekasihnya sangat tampan seperti selebritis Hyung "Ujar Eunhyuk yang hanya di balas dengan anggukan Sungmin , sesungguhnya sungmin merasa ada yang aneh namununtuk saat ini ia hanya menerimanya saja.
"Arraseo , ah hyung tak menginap malam ini hyuk, kau tau hendri meminta ku menemaninya malam ini, kau tak apa? Aku bisa membatalkanya jika kau mau" Ujar Sungmin yang di balas gelengan Eunhyuk.
"Dan berakhir dengan aku di kuliti hendri? Tidak hyung terimakasih" Ujar Eunhyuk yang di balas kekehan Sungmin.
"Baiklah, aku akan pergi setelah mencuci piringnya ,kau sebaiknya istirahat" Ujar sungmin mengelus kepal Eunhyuk dan mengecupnya singkat.
"Ne, gumawo hyung" Ujarnya lembut dan segera menuju ke kamarnya.
...
Lima jam sejak kepergian Sungmin, Eunhyuk masih saja membelalakan matanya menatap langit-lagit , ia tak bisa tidur , tiba-tiba saja ia ingin makan bakso ikan tusuk , ia juga ingin tidur di peluk dari belakang seraya puncak perutnya di elus lembut, salahkan artikel kehamilan dan artikel makanan yang di bacanya di Twitter dan hormon hamil sialan! Kenapa tiba-tiba ia menjadi namja mellow begini?
Ping
Dering sms dari handphone Eunhyuk membuat namja yang tengah hamil itu berjengit kaget , tak menyangka ada yang mengirimkan pesan singkat semalam ini padanya, demi tuhani ni pukul 2 dini hari.
Orang hamil macam apa yang masih terjaga selarut ini?
Eunhyuk membaca pesannya bingung , dari mana Donghe tau ia masih terjaga?dengan malas ia membalas pesan Donghae.
Orang hamil yang sedang ngidam tapi tak bisa melakukan apa-apa. Tulis eunhyuk dan segera mengirimnya pada Donghae , tak sampai 10 menit ia langsung mendapat balasan pesan singkat dari donghae.
Aku di depan pintu apartement mu.
Eunhuk mencubit tangannya tak percaya , apa ia sedang bermimpi? Matanya bermasalah?Donghae di depan pintu apartemenya? Fikirnya kalut saat ia membaca pesan singkat yang baru saja di kirimkan donghae.
"Ah si bodh ini pasti bercanda" Ujar Eunhyuk tak percaya dan melempar asal handphonenya, malas membalas candaan tak bermutu Donghae.
Beeeep
Suara bell pintu apartement Eunhyuk membuat namja yang tengah hamil itu bangun dari tempat tidurnya ."Apa dia sudah gila?" Gumamnya pelan yakin seratus persen bahwa donghae tak berbohong , buru-buru ia membuaka pintu dan di sambut dengan cengiran donghae yang masih memakai piamanya seraya melambaikan kantong plastik beraroma khas yang membuat air liur Eunhyuk menetes.
...
"Waaahh, bakso ikan tusuk, mmmm enak sekali" Ujar Eunhyuk memakan makanan panas itu dengan lahap.
"hati-hati hyukk itu panas, kau bisa tersedak nanti" Ujar Donghae pelanseraya menyeruput susu vanilanya , senag sekali melihat Eunhyuk yang begitu bahagia memakan bakso ikan yang ia belikan.
Berkutat dengan kerjaan kantornya sebelum tidur tadi donghae iseng mengecek twitternya dan betapa kagetnya ia melihat Eunhyuk meretweet beberapa artikel tentang kehamilan dan makanan pada pukul 2 dini hari, karna itu ia langsung mengirimkan pesan singkat padanya dan memutuskan untuk membelikan keinginan Eunhyuk.
Entah rasa iba atau rasa peduli atau mungkin keduanya ,pria yang sudah akrab dengan Eunhyuk itu sering tersentuh tatkala ia mengetahui sejarah kehidupan Eunhyuk , yah mereka memang sudah akrab hingga mengetahui sejarah kehidupan mereka satu sama lain, bahkan Donghae sudah beberapa kali mampir ke apartemen Eunhyuk sekedar untuk membantunya memasang lampu yang rusak, dan hal remeh temeh lainnya.
Kasihan sekali Eunhyuk yang jatuh cinta pada hyung angkatnya , kehilangan orang tuanya ,dan bahakan mengandung tapi tak punya siapa-siapa untuk berkeluh kesah minta ini itu , Dari luar sih ia memang kelihatan kuat dan bisa melakukan apa-apa sendiri tapi Donghae bisa melihat bahwa sesungguhnya Eunhyuk butuh setidaknya teman untuk mendampingi kehamilanya.
Betapa sedinhya Donghae saat Eunhyuk membalas smsnya tadi , Eunhyuk sedang menginginkan sesuatu karna kehamilannya –yang lumrah di sebut ngidam- tapi tak bisa melakukan apa-apa karna tak ada yang bisa di mintai tolong. Sungmin? tentu saja sibuk dengan kekasihnya, pastinya Eunhyuk tak akan mau mengganggu Hyungnya itu. Tanpa fikir panjang Donghae langsung saja bergegas ke aprtement Eunhyuk ,tak lupa membelikan bakso ikan tusuk yang Eunhyuk retweet di twitternya barusan , tebakan Donghae tak pernah meleset , lihat saja , meskipun agak jaim tapi Eunhyuk lahap sekali memakanya , haru pasti senag sekali. Ia melakukanya untuk haru.
" Ah , kenyang sekali ,kau tau ? aku hampir saja mau memarahi mu karna malam-malam menggangu orang tidur ,berterimaksihlah pada bakso ikan tusuk ini" ujar eunhyuk mengacungkan bambu tusuk yang bakso ikanya telah tandas ia lahap ke wajah donghae.
"ne, terimakasih bakso ikan" ujar Donghae sinis dan di balas tawa renyah Eunhyuk yang moodnya telah berubah cerah.
"Mian, tapi terimaksih kau mau membawakan aku ini, aku sangat senang , bagaimana kau bisa tau?" Tanya Eunhyuk bingung
"Aku melihat retweet mu , lain kali jika kau menginginkan sesuatu kau beri tahu aku Hyuk, aku akan mencarikannya untuk mu , jangan salah paham ,aku melakukanya Untuk haru , kau tau jika orang hamil tak memenuhi keinginan ngidamnya konon bayinya saat lahir nanti bisa terus mengeluarkan air liurnya , aku tak mau haru seperti itu" Ujar Donghae bergidik seram.
"Ah, begitu. Kau ini hidup tahun kapan sih? Itu hanya mitos Donghae ah" ujar Eunhyuk terkekeh geli.
"Itu tidak , pokoknya kau harus bilang pada ku jika kau mau apa saja ,pukul berapaun aku siap" ujar Dongae kers kepala.
"Ne ne ne arrasseo" Ujar Eunhyuk mengalah malas berdebat dengan donghae, semalin di lawan semakin panjang saja ceritanya nanti.
"Kalau begitu kau pulang saja , aku mau tidur" ujar Eunhyuk pada donghae yang langsung memajukan bibirnya tak senang.
"kenapa malah mengusir ku? Aku juga mengantuk , tak bisa menyetir , kalau terjadi apa-ap pada ku bagaimana dengan haru?" Ujar Donghae yang membuat Eunhyuk memutar bola matanya jengah .Donghae sungguh berlebihan.
"terserah kau saja , aku mau tidur" ujar Eunhyuk langsung melenggang ke tempat tidurnya yang menggoda, ia sudah sangat lelah.
...
"Apa yang kau lakukan?"pekik Eunhyuk saat ia merasakan tempat tidurnya bergoyang dan seseorang yang menyusup ke dalam selimutnya tak tau malu.
"Tentu saja mau tidur" Ujar Donghae yang sudah berbaring sempurna berhadapan dengan Eunhyuk yang memasang muka tak percaya, hampir meledak saking kesalnya.
"K-kau! Ketempat lain saja! Kau orang asing , lagi pula apa kautidak malu tidur dengan orang yang tak begitu kau kenali?" Ujar Eunhyuk menjauhakan wahnya dari Donghae yang semakin mendekat.
"Oooh, wajah mu memerah Hyuk!"
"Ya! Berhenti mengataiku! Aku tidak"
"Jelas jelas iya, tapi kenapa orang asing? Aku bukan orang asing hyuk , aku ayah dari haru , dan apa?malu? buat apa malu? Aku bahkan sudah melihat semuanya dan kau juga sudah kan? kenapa harus malu?" ujar Donghae membuat mata Eunhyuk melotot tak percaya ,ia kehilangan kata-katanya , mukanya memerah , telinganya pun juga.
"Ah,aku bahkan masih mengingat secara detai semuanya, letak tahi lalat mu, jumlahnya , aku ingat! Ada satu di lengan mu, satu di punggung mu, satu di pinggang mu dan satu di bok-"
"Ya! Hentikan idiot! Kau diam atau ku usir!" Ujar Eunhyuk yang kesabaranya habis dan sukses membuat donghae bungkam ,dalam hati Donghae terkekeh , sungguh imut Eunhyuk jika marah-marah seperti ini , warna merah di wajahnya yang pucat sangat pas menggambarkan keimutan di mata membuat donghae selalu ingin mengoodanya.
"jangan memaki Hyuk , ingat ada haru , maafkan aku ne, hanya saja kau terlalu imut untuk di goda" Ujar Donghae yang di hadiahi tatapan tajam Eunhyuk.
"Aku akan menjaga kata-kata ku jika kau tak sevulgar itu di ranjang ku, aku mau tidur, lelah sekali Haeee"
Deg
Jantung Donghae berdesir kala ia dengar Eunhyuk memanggil nama kecilnya dengan nada lelah , tiba-tiba saja udara terasa mau berfikir yang macam-macam Donghae mengalihkan fikiranya ke hal-hal yang lebih lugu dan tak mengundang.
"baiklah , Selamat tidur kalu begitu" Ujarnya yang hanya di balas dengan gumaman tak jelas eunhyuk yang telah membelakangi donghae. Donghae hanya menatap punggung ramping Eunhyuk sendu, ia ingat akan retweet Eunhyuk tentang faktor kenyamanan kehamilan salah satunya adalah pelukan dan belayan lembut di perutnya.
"kau mau mati?" desis Eunhyuk saat dirasakanya tangan Donghae merangkul tubuhnya dari belakang dan mulai mengelus puncak perut buncitnya ,seketika hau langsung menendang senang.
"Shhh , kau tidur saja Hyuk , aku baca di buku hal ini baik bagi orang yang sedang hamil ,coba rasakan , bahkan haru menyukainya ,ia menendang-nendang kegirangan" Bisik Donghae pelan.
"Kau-"
"Shhhh,,,tidur saja ,kau menganggu haru" Dalih Donghae masih membelai perut Eunhyuk lembut. Entah kenapa tiba –tiba Eunhyuk merasa nyaman ,sangat nyaman malah atas perlakuan Donghae padanya , dia takut nantinya ia malah merasa terlalu nyaman dan melukai dirinya dan haru. Membuang fikiran macam-macamnya jauh jauh Eunhyuk memejamkan matanya menemui alam mimpi.
...
Terik sinar matahari yang menembus kaca jendela apartemen Eunhyuk tepat mengenai namja tampan Yang bernama Donghae ,menggeliat tak nyaman ia memasukkan kepalanya ke perpotonganleher namja yang tengah ia peluk untuk menghindari silau, aroma manis samar-samar strauberry pun terkuar di hidungnya ,begitu menggoda, begitu memabukkan.
"Mmmh Kibum ah , kau mengganti parfum mu sayang? Ini sangat manis" Ujar Donghae yang mencium perpotongan leher namja yang ia fikir adalah kekasihnya ,di cium dan di hisapnyya lembut hingga menimbulkan desahan yang membangkitkan gairah Donghae.
"Kau sexy sayang" ujar Donghae masih memejamkan matanya seraya melumat bibir namja yang dia sangka kekasinya itu. Ada yang berbeda , bibir kibum yang ia rasakan saat ini begitu manis dan begitu lembut , bahkan penuh ,sungguh menggairahkan saat dirasanya kekasihnya menunjukanpenolakan dengan mendorong badanya lembut, jual mahal ternyata.
"Bibir mu penuh sayang"Ujar Donghae dengan cengiran khasnya seraya membuka matanya dan hampir terkena serangan jantung saat ia melihat muka merah penuh marah namja hamil yang akan menelanya hidup-hidup.
"MATI KAU LEE DONGHAE!"
...
Pekikan murka Eunhyuk mengawali pagi Donghae yang bisa di bilang buruk itu ,well tidak sepenuhnya buruk karna ia tak sengaja mencium Eunhyuk yang di fikirnya adalah kekasihnya ,yang buruk itu sekarang pipi Donghae sebelah kiri masih memar akibat bogem mentah yang di layangkan eunhyuk padanya meskipun sudah lewat 3 hari sejak kejadian itu, well kekuatan orang hamil yang tersinggung sungguh mengerikan ternyata.
Untung saja Eunhyuk mau berbaik hati memberinya srapan terlebih dahulu sebelum Donghae pulang waktu itu, lain kali Donghae tak mau gegabah lagi padanya. Menyeramkan.
Ah , benar ia lupa hari ini ia ada janji dengan kekasihnya , menemaninya belanja keperluan bulanan kekasihnya itu, ia harus tepat waktu kali ini jika tak ingin kekasihnya uring-uringan, sekalian ia akan membelikan sesuatu untuk Eunhyuk agar ia tak lagi marah padanya. Bisa di bilang sogokan agar permintaanya maafnya di terima.
...
"Hyung aku tau kau menghabiskan waktu mu bersama namja hamil yang kau sebut teman baru mu itu akhir-akhir ini, tapi aku harap kau memperhatikan persiapan pernikahan kita hyung , hanya tinggal 4 bulan lagi" Ujar Kibum merajuk saat ia menjemput kekasihya itu.
Ia tak keberatan sih Donghae punya teman baru, yang di akuinya begitu baik dan selalu membantunya di tambah lagi teman barunya itu sedang hamil, bukan suatu ancaman bagi hubungan mereka, hanya saja Dongahe terlalu banyak menghabiskan waktu dengan namja itu ,apalagi Kibum baru tau jika ternyata namja itu tak mempunyai suami. Memangsih tak ungkin Donghae menyukai namja itu , hanya saja ia tak suka perhatian Donghae seakan beralih pada namja itu.
"Arra , berhentilah merajuk ,hyung akan membelikan mu apapun yang kau mau hari ini" Ujar Donghae tersenyum seraya membelai rambut Kibum sayang.
"Benarkah?" Ujar Kibum bersemangat yang di balas dengan anggukan oleh donghae, Ia menatap Donghae dan meyakinkan dirinya tak ada perubahan berarti , tetap sama dan tetap sayang padanya, mungkin pengaruh dari waktu pernikahan yang sudah dekat hingga ia terlalu cemas berlebihan.
"Waaah kau yang terbaik hyung, aku mencintai mu" ujar Kibum mengecup bibir Donghae sekilas.
"Mmm aku tau" balas Donghae menatapi Kibum yang bersenang hati masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian. Sekali pun tak pernah terucap "Aku juga mencintai mu"dari mulut Donghae , Donghae sadar itu , kata-kata itu begitu berat terasa , ia sangat menyayangi Kibum namun kalau soal cinta, ia bahkan tak tau apa itu cinta , ia teringat kata-kata kata Eunhyuk saat itu , saat itu ia tersadar ia belum pernah merasakan cinta yang sesungguhnya.
...
"Eunhyuk ah , boleh aku bertanya?
"Apa jika aku bilang Tidak kau akan berhenti bertanya?" Ujar Eunhyuk ketus seraya merajut baju hangat Untuk haru, Membuat Donghae memajukan bibirnya tak senang akan ketusnya Eunhyuk , demi tuhan ia adalah pria tampan yang di gilai banyak namja dan yeoja , tak ada satupun dari mereka yang pernah bersikapketus padanya , semua orang ramah padanya , kecuali ibunya dan Eunhyuk.
"Hyukkk, dengarkan aku , bagaimana kau bisa yakin kau mencintai Sungmin sebagai kekasih?bukankah kalian sudah sejak kecil bersama?atau kau bingung sajapada perasaan mu? Kau fikir itu adalah cinta sebagai kekasih namun ternyata itu adalah cinta sebagai saudara?" Tanya Donghae yang membuat Eunhyuk mengehntikan pekerjaanya , agak gugup saat Eunhyuk menatap matanya dalam ,seperti mencari-cari kenjanggalan yang di sembunyikan Donghae.
"Kau ada masalah dengan Kibum?" Tanya eunhyuk membuat jantungnya mencelos.
"Ap-apa? Tidak, tentu saja tidak"
"Aku tak akan menjawab jika kau berbohong" Tambah Eunhyuk kembali mengambil rajutanya dan melanjutkan kegiatanya yang tertunda.
"baikalh tapi kau jawab dulu" ujar donghae keras kepala membuat Eunhyuk menghela nafasnya mengalah.
"Hmm, Tentu saja aku yakin itu adalah cinta sebagai kekasih"
"bagaimana kau bisa yakin?"
"Kau tau, mm saat kau jatuh cinta kau rela mengorbankan apapun untuk orang yang kau cintai termasuk rasa cinta mu itu sendiri , jika kau bertatapn denganya jantungmu akan berdegup kenjang, jika kau menyentuhnya, tubuh mu akan merasakan sengatan, kau hanya melihat dia meskipun ada yang 1000 kali lebih baik darinya, kau akan merindukan nya meskipun baru semenit lalu bertemu, di fikiran mu hanya ada dia, dia, dia. Bukankah begitu yang kau rasakan pada Kibum?" ujar Eunhyuk pada Donghae yang kelihatan sedang berfikir.
"Aku rela berkorban untuknya, aku merindukanya tapi aku tak pernah merasakan debaran itu Hyuk ,sengatan itu , tapi aku tau aku menyayanginya Hyuk ,bahkan aku sangat peduli padanya" Ujar Donghae agak mulai ragu pada perasaanya.
"kau bercanda?kau akan menikah denganya bodoh! Hentikan fikiran anehmu , nanti lama-lama kau juga akan merasakanya , yang penting kau sayang padanya.. lagi pula saat kalian bercinta atau berciuman pasti kau merasakan getaran dan sengatan itu yang membuat jantung mu berdegup kencang kan?"
"Well , sebenarnya Kibum dan keluarganya sangat taat pada tata krama dan menjunjung tinggi kesucian mereka hingga menikah, jadi aku tak pernah well, tidur denganya" tambah Donghae malu.
"Benarkah? Kau beruntung mendapatkanya Hae, kau seharusnya memberikan cinta mu padanya ,kasihan sekali ia mendapatkan pria seperti mu, tak tahan godaan bahkan menghamili orang lain di belakang kekasihnya" ujar Eunhyuk mencibir Donghae
"Hei aku laki-laki sehat , siapa yang tak tergoda dengan tubuh molek dan paras ayu? Meskipun aku sedang mabuk tapi aku tak sembarangan tidur dengan orang, aku punya selera yang tinggi asal kau tau" Ujar Donghae lantang membuat eunhyuk mmbelalakan matanya menyadari perkataan donghae yang secara tidak langsung memuji dirinya , tiba-tiba saja pipinya memanas padahal cuaca hari ini sedang dingin.
"ehem! Mak-maksud ku ,kita sama sama mabuk, siapa yang tau?" tambah Donghae canggung sedikit malu setelah menyadari kata-katanya barusan yang memuji kemolekan Eunhyuk.
"Lupakan tentang malam itu , lalu bagaimana dengan bercuiman, kau pasti pernah kan denga kibum?pasti merasakan sengatan itu kan?yang membuat jantungmu berdebar kencang?" Tanya Eunhyuk mengalihakan pembicaraan mereka agar tak terfokus pada malam 10 oktober itu.
"tentu saja kami berciuman , well entahlah,, tapi aku merasakan sengatan sih" tanbah Donghae tak yakin.
"Benarkah?kau berdebar-debar?"
"Tepatnya berdenyut-denyut sih" ujar Donghae membuat Eunhyuk memiringkan kepalanya bingung.
"Huh?berdenyut?"
"Ia,berdenyut. kau tau?Kejantanan ku" Bisik Donghae pelan yang sontak membuat mata Eunhyuk membelalak tak percaya akan yan di dengarnya.
"MESUM SIALAN!AKU TAK MAU BICARA PADA MU LAGI!" Pekik Eunhyuk mengakhiri pembicaraan mereka saat itu.
...
"Lucu sekali dia" Gumam Donghae seraya terkekeh lembut saat teringat ledakan amarah namja yang tengah hamil ketika ia mengodanya saat itu , entah kenapa itu menjadi hobi barunya sekarang , hiburan tersendiri melihat ledakan amarah Eunhyuk, bukanya terlihat jelek malah terlihat imut.
"kenapa tertawa sendiri Hyung? Aku sudah siap ayo berangkat" Ujar Kibum mengamit tangan Donghae yang hanya di bals dengan anggukan kecil.
...
"Hyung aku suka baju yang ini apa ini cocok hyung?" Ujar Kibum yang semangatnya langsung turun saat melihat Donghae yang terlihat tak fokus.
"Hyung! Ada apa dengan mu? Akhir-akhir ini kau terlihat bukan diri mu" Ujar Kibum kesal ,lama-lama kesabaranya menipis juga.
"Ah, mian Bumie , Fikiran ku sedang kacau ,kau berbelanjalah sesuka mu dulu , ada yang ingin kubicarakan nanti" Uajr Donghae serius , membuat hati Kibum mencelos, ia bertanya-tany ada apa sebenarnya, namun ia menghilangkan fikiran buruknya dan hanya mengangguk patuh, jika Donghae seserius ini ia tak berani membantahnya ,menatapnya pun ia takut.
"Kibum ah, aku ke bagian kemeja di sana, ada yang ingin aku cari , kau carilah yang kau butuhkan dulu" Ujar Donghae meninggalkan Kibum yang hanya di bals anggukan Kibum. Menghela nafasnya dalam Donghae melirik kembali Kibum yang tengah asik memilih pakaiannya , ada terbesit rasa bersalah padanya ,tak mau menahan beban itu semakin lama ,Donghae memutuskan akan mengatakan yang sesungguhnya pada Kibum nanti setelah mreka selesai berbelanja.
Ya ,ia kan mengatakan tentang Eunhyuk pada Kibum, ia akan menerima apapun keputusan Kibum nantinya, ia juga akan memberi tahu keluarganya juga nanti, mereka berhak tau dan Eunhyuk juga berhak di kenalkan denga keluarga Donghae, bagaimanapun juga anak yang di kandungnya adalah darah daging , Donghae sudah memantapkan hatinya.
Mengangguk mantap Donghae menuju bagian kemeja dan melihat kemeja putih berukuran besar berbahan satin nyaman, ini pasti akan terlihat manis dan cocok untuk Eunhyuk yang tengah berbadan dua , tersenyum sekilas Donghae menarik baju itu dari gantunganya untuk diamati namun tarikan berlawanan dari sisi lainya membuat Donghae terkejut dan menatap orang yang berada di depanya dengan mata melebar.
"Eunhyuk?"
"Dongahe?"
Tanya mereka bersamaan seraya memegang masing-masing sisi kemeja yang sama.
"Apa yang kau lakukan di sini?"tanya Donghae dengan jantung berdegup kencang, saking kagetnya mungkin, tak menyangka orang yang baru ada di fikiranya langsung ada didepanya.
"Berbelanja tentu saja" Ujar Eunhyuk menarik kemeja yang mereka pegang ke arahnya, pertama kali lihat ia langsung suka pada kemeja itu.
"Maaf tapi aku yang mengambilnya duluan" Ujar Donghae menarik kemeja itu sambil tersenyum senang , suka sekali ia menjahili namja satu ini.
"kau! Apa kau serendah itu? Pada orang hamil saja tak mau mengalah!kau tak cocok ,memakainya, itu sangat kebesaran untuk mu, berikan pada ku" ujar Eunhyuk galak dan pipinya mulai memerah, tambah manis saja pikir Donghae.
"Hei ,setidaknya aku lebih tinggi dari mu, siapa bilang aku membeli kemeja ini untuk ku" Ujar Donghae tak mau kalah membuat Eunhyuk mengigit bibirnya malas marah-marah tak berguna pada lpria tampan kekanakan di depanya dan memutuskan untupergi saja dari sana dan mencari kemeja yang lain saja.
"kenapa kau mengikuti ku?" Timpal Eunhyuk melemparkan tatapantajam pada Donghae yang berhenti mendadak hampir saja menabrak perut Eunhyuk saat Eunhuuk membalikkan badanya.
"Aku tidak, Aku hanya mengikuti Haru, anyeong haru sayang" sapanya pada Perut Eunyuk seraya membungkuk dan membelainya sayang , Eunhyuk membelalakan matanya tak percaya, rasanya ia ingin menendang pria ini jika ia tak iangat mereka sedang berada di tempat umum.
"Sudah kan? Kalau begitu pergilah" Ujar Eunhyuk asal dan berbalik menuju rak kemeja yang lainya, ia meraih kemeja besar bewarna toska dan seperti dejavu Donghae kembali menngambil bahkan sebelum Eunhyuk sempat meraihnya.
"Wae? Aku suka warna ini" Ujar Donghae tak atu malu, dam kejadian ini terus berulang hingga Eunhyuk tak tahan lagi.
"Yah! Sebenarnya mau mu apasih? Kau sudah rindu kepalan tangan ku? Kau-"
"Awas Hyuk!" Potong Donghae menarik tubuh Eunhyuk ke pelukanya saat Eunhyuk hampir saja tertabrak manekin yang tak sengaja di senggol anak anak yang tengah berlarian.
"Kau tak apa Hyuk?" Ujar Donghae panik melihat tiap jengkal bagian tubuh Eunhyuk takut ada yang terluka. Untung saja manekiitu tak mengenai Eunhyuk tapi mengenai dirinya.
"Aku baik Hae, astaga lengan mu Hae! Itu berdarah" Ujar Eunhyuk panik, tiba-tiba saja ketakutan menyerangnya, ia teringat akan kecelakaan yang pernah ia alami, ceceran darah di mana-mana , keringat dingin bercucuran, nafasnya mulai tak teratur.
"Astaga Hyuk! aku mohon Hyuk, tenanglah, jangan panik aku mohon" Ujar Donghae menenangkan Eunhyuk yang matanya mulai berkaca-kaca, ia teringat cerita Eunhyukakan ketakutanya pada darah akibat trauma masalalu, segera ia tutup luka yang ada di lenganya dan kembali memeluk Eunhyuk lembut.
"Shhhh,, aku mohon, tenanglah Hyuk, aku tidak apa-apa" tambah Donghae seraya mengelus punggung Eunhyuk, ia tak tau entah kenapa malah merasa kesedihan Eunhyuk menjalar padanya dan itu sangat menyiksanya.
"Hyung?"
"Kibum ah, aku bisa menjelaskan semuanya "Ujar Donghae pada Kibum yang terlihat tak senang
"Kenapa kau memeluknya hyung! Lepaskan Dia!" teriak Kibum menghentakkan tangan Donghae hingga memnuat Eunhyuk terlepas dari pelukanya dan terduduk di lantai.
"EUNHYUK!" Jantung Donghae hampir saja berhenti berdetak saat di lihatnya Eunhyuk terlihat kesakitan sambil memeluk perutnya. Donghae menghampirinya dan segera membopong Eunhyuk untuk di bawa ke rumah sakit terdekat. Ia tak mau terjadi hal yang buruk pada Haru dan Eunhyuk.
"Hyung! Apa yang kau lakukan! Jangan pergi meninggalkan ku tanpa penjelasan!" Ujar Kibum menahan Donghae , Donghae menarik nafasnya pelan, ia tak ada waktu untuk berdebat dengan Kibum ,keselamatan Eunhyuk dan Haru lah yang penting untuk saat ini.
"Tidak kah kau melihatnya kesakitan?ia sedang hamil Kibum ah" Ujar Donghae sabar berharap Kibum mau mengerti.
"Aku tidak suka kau menaruh perhatian padanya,aku-"
"Kibum ah, bisakah kita bicarakan nanti? Dia kesakitan " Ujar Donghae berharap Kibum melepaskan nya.
"Hyung, kau membuat ku gugup. Kau mengalihkan perhatian mu pada nya hyung,kau-"
"Kibum ah, aku mohon"
"Ap-apa? Kau memohon? Hyung! Kau gila? Kau bertingkah seolah bayi yang di kandungnya milik mu!lepaskan dia Hyung! Turunkan dia! Aku membencinya!" Teriak kibum yang membuat darah donghae mendidih, tak bisa kah Kibum melihat situasi? Tak bisakah ia melihat orang lain tengah menahan kesakitan?
"Bayi yang ada di kandungannya adalah milikku! Jika kau tak keberatan jangan halangi jalan ku" Ujar Donghae Dingin membuat Kibum membelalakan matanya. Ia tak percaya dengan pendengaranya. Bayi itu miliknya? Milik Donghae?
Kibum melepaskan tangan Donghae dan membiarkan nya pergi menyelamatkan namja yang tengah hamil itu ,nafas Kibum terasa sesak ,matanya memanas , ia menangis pelan terduduk di lantai, kakinya lemas, dunianya terasa runtuh, ia tak percaya Donghae kekasihnya berhianat padanya.
...
"Hae ah, tak seharusnya kau ada di sini, pergilah temui dia, dia pasti sangat terluka" Ujar Eunhyuk seraya menahan rasa sakitnya. Eunhyuk sungguh merasa bersalah pada kekasih Donghae, tak hanya itu , Donghae pun terlihat sangat terluka dan itu membuat hati Eunhyuk sakit.
"Hanya diam dan bertahanlah, sebentar lagi kita akan sampai" Ujar Donghae pelan, fikiranya kalut, sesungguhnya ia tak tega meninggalkan Kibum begitu saja di sana ,ingin rasanya ia memeluk kekasihnya agar ia tak menangis namun ia sadar, tak mungkin ia meninggalkan Eunhyuk dan haru dalam keadaan nafasnya pelan Donghae memantapkan hatinya untuk hanya fokus pada keadaan Eunhyuk dan Haru saat ini, setelah yakin mereka baik-baik saja baru ia menemui Kibum dan menjelaskan semuanya.
Eunhyuk Tertegun atas Sikap Donghae,ia terlihat sangat bertanggung jawab dan begitu dewasa. tanpa bisa ia cegah jantungnya berdetak sangat kencang, ia tau perasaan apa itu, ia tidak bodoh , namun ia menyangkalnya dan menganggap itu hanyalah perasaan kagum karna seumur hidupnya tak ada yang pernah memperlakukanya seperti ia adalah sesuatu yang berharga dan harus di jaga, Untuk pertamakali dalam hidupnya Eunhyuk merasa iri pada orang lain. Ia merasa iri pada Kibum yang mendapatkan hati pria seperti Donghae.
Mianhae Kibum ah...
Sepertinya aku jatuh hati pada pria mu...
...TBC...
Enjoy^^.
Trims atas reviewnya, itu membuat saya tersenyum ^^
Jangan lupa Review jusseyo
