Hai Semua~ Tsu-chan Desu~
Apa kabar semuanya? Haha, udah lama nggak update gara-gara sibuk dan writer block. Ehm.. Males juga sih.. hehehe
Disclaimer:
Hetalia : Axis Power milik Hidekazu Himaruya seseorang
kalau punyaku, sudah pasti ada Indonesia dan anggota ASEAN lainnya, kufufufu.
Tanpa berlama-lama lagi, selamat membaca!
Girlfriend / Boyfriend
Setiap orang pasti mempunyai, atau pernah mempunyai seorang kekasih. Kalau tidak punya pun, minimal mereka mempunyai orang yang ditaksirnya. Tentu saja orang-orang itu mencakup keluarga Kirkland.
Kali ini, Matthew Williams, pengganti Gilbert Beilschmidt, harus mewawancarai satu per satu anggota keluarga Kirkland mengenai topik kekasih ini. Semuanya dimulai dari Peter.
"Peter, apakah kamu mempunyai kekasih atau orang yang ditaksir?"
"Tentu saja punya! Wendy Kirkland dari Wy! Dia itu tsundere loh!" ucap Peter bangga. Matthew hanya bisa ber-sweatdrop. Maklum, anak usia 12 tahun masih bisa dibilang innocent.
"Er… Bukannya Wendy itu sepupumu..?"
"Bukan! Dia itu.. ugh.. susah menjelaskannya! Yang pasti kami tidak ada hubungan darah!" Matthew mulai meragukan tentang hubungan darah. Kalau tidak ada hubungan darah, kenapa bisa mempunyai alis tebal yang merupakan signature dari keluarga Kirkland? Matthew sudah tidak mau memikirkannya lagi.
Selanjutnya, Matthew mewawancari Irene dan Ian. Ia terlalu malas kalau disuruh mewawancarai anak kembar secara terpisah.
"Jadi," ucap pemuda asal Kanada itu, "Siapa orang yang kalian taksir atau menjadi kekasih kalian?"
Kedua anak itu saling bertatapan, membuat Matthew menjadi agak penasaran. Mereka seperti merundingkan sesuatu, batinnya. Ia pun meminum teh yang telah disediakan Arthur sebelumnya.
"Kami itu… sebenarnya… berpacaran." Matthew menyemburkan tehnya, shock, menjatuhkan gelasnya (dan untungnya tidak pecah karena ada karpet). Sementara Ian dan Irene hanya blushing nggak jelas gitu.
"Jangan kasih tahu ke kakak atau siapa-siapa ya? Please? Nanti kita traktir pancake ala Irlandia."
Dan Matthew hanya mengiyakan. Jujur, pasti Kiku akan senang kalau ia beritahu kalau ada twincest diantara keluarga beralis tebal itu.
Selanjutnya, pemuda berkebangsaan Kanada itu mewawancarai sang kakak tertua, Allistor Kirkland. Mereka duduk di sebuah kafe yang menyediakan waffle terenak di Britania Raya (bagi Matthew, tentunya).
"Jadi, kak Allistor—"
"Jangan pakai embel-embel 'kak', nggak enak didengar."
Matthew, dengan tidak enak hati, mau tidak mau menurutinya. Ya bayangkan saja, anak baik dan pemalu mana yang sanggup memanggil orang yang lebih tua (atau derajatnya lebih tinggi, bagi Matthew) dengan nama depannya langsung, apalagi kalau nggak terlalu kenal.
"Ehm.. Baiklah, Allistor.. Siapa pacarmu?"
"Tidak ada," ucap Allistor sambil menyuapkan sepotong waffle yang telah dipotongnya. Matthew shock. Allistor, orang yang paling ganteng di keluarga Kirkland (menurutnya), tidak punya pacar? Astaga.
"Er.. Kalau orang yang ditaksir...?"
"... Tidak ada juga."
Matthew semakin shock. Dia tidak percaya dengan hal ini. Demi maple dan segala produknya yang begitu enak itu—
"Tapi kalau kau mau menjadi pacarku, aku mau." Ucap Allistor dengan kalem.
Reaksi Matthew? Jangan tanya. Dia pingsan mendadak, dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit terdekat.
5 hari kemudian, Matthew telah diizinkan keluar dari rumah sakit akibat 'pengakuan' dadakan dari Allistor. Namun, ia masih harus mewawancarai Dylan Kirkland dan Arthur Kirkland.
Dan sekarang, ia akan mewawancari Dylan Kirkland.
"Oke Dylan, apakah kau mempunyai kekasih atau orang yang disukai?"
"Ada," ujar anak ketiga Kirkland tersebut.
'Baiklah.. Sejauh ini dia yang cukup normal—' batin Matthew.
"Ehm.. Boleh saya tahu namanya? Kalau tidak keberatan."
"Ahaha.. Maaf, tapi itu rahasia. Saya tidak akan memberitahukan siapa dia, apalagi kepada pihak yang tidak bisa dipercaya—" ujar Dylan dengan senyuman, yang dijamin bakal bikin semua gadis meleleh.
'Pihak yang tidak bisa dipercaya...?' batin Matthew. Dia tidak percaya kalau dia dianggap pihak yang tidak dipercaya oleh orang yang sebaik Dylan.
"—contohnya Gilbert dan agen-agennya."
"... K-kok kamu bisa tahu kalau aku disuruh oleh Gilbert...?"
"Aku tahu saja, soalnya nggak mungkin seseorang seperti kamu mau nanya seperti itu kalau tidak diminta oleh Gilbert."
Matthew tercengang. Ia tidak menyangka akan ketahuan. Rasanya memalukan sekali, sampai-sampai ia menghilangkan aura keberadaannya(?).
"Tapi sebagai Dylan Anak Baik, akan kuberitahu deh siapa. Ehehe." Ucap Dylan sambil terkekeh. Kemudian, pemuda Wales tersebut pun mendekat ke pemuda Kanada tersebut, dan berbisik di telinganya.
"Orang yang kusuka adalah..."
Setelah selesai mewawancarai Dylan, kini Matthew akan mewawancarai Arthur. Sebenarnya, ia tak memiliki kesulitan apapun sih untuk berbicara dengan Arthur, yang pernah 'menjabat' sebagai orangtua asuhnya. Tapi yang menjadi masalah adalah...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Arthur itu susah dicari.
Yap. Arthur memang susah dicari. Apalagi tanpa ada janji temu dulu. Misalnya, janji ketemu di Liverpool Café, jam 4 sore, eh malah ada di dunia paralel sana. Bagaimana tidak gergetan.
Setelah beberapa hari mencari Arthur dengan susah payah, akhirnya ditemukan juga Arthur, yang katanya ia baru menjelajahi Neverland selama beberapa hari tersebut (memang susah ya punya mantan kakak angkat sepertinya).
"sorry, sorry. Saya minta maaf karena saya mengingkari janji saya, yang sama sekali bukanlah prilaku gentlemen yang baik."
"Tak apa-apa, Arthur. Aku juga minta maaf karena telah merepotkanmu," ujar Matthew. Pemuda yang lahir di Britania Raya bagian England pun menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu, namun entah kenapa terasa gatal.
Arthur berdeham, sebelum melanjutkan percakapan mereka, "Jadi, ada yang bisa dibantu? Katamu kau ada sesuatu yang mau ditanyakan kepadaku."
"A-ah, iya. Aku mau nanya. Apakah kau mempunyai kekasih atau seseorang yang kau sukai?"
"T-tentu saja ada. Normal untuk seseorang menyukai orang lain kan."
"Jadi, siapa orang tersebut?" Matthew mulai menyeruput tehnya. Bunyinya dirasa cukup membuat seseorang yang benar-benar menghormati table manner saat meminum teh seperti Arthur menegurnya, sama seperti saat sebelum Alfred meminta kemerdekaannya. Namun, kali ini Arthur tidak mengucapkan satu kata apapun mengenai itu.
"Er... Dia itu bodoh, gendut, dan terlalu sering berbicara yang tidak masuk akal. Terlalu childish, nggak peka, dan bisa dibilang, nggak guna. Egois pula. Tapi ada saatnya dia bisa menjadi 180 derajat berbeda. Menjadi jenius, tiba-tiba memberi saran yang sangat efektif, dan menjadi dewasa," kata Arthur. Tanpa Matthew sadari, pemuda Brittish menggumamkan sebuah kalimat, 'apalagi di atas ranjang—'.
"Hm.. Pasti Alfred ya."Matthew tersenyum-senyum bagaikan malaikat, membuat gadis-gadis yang ada di café tersebut menjadi salah tingkah. Sementara Arhur? Dia hampir tersedak dan warna wajahnya hampir sama dengan tomat milik Antonio.
"K-kok bisa tahu?!", "Karena deskripsimu tentangnya benar-benar sama dengan sifat Alfred, ya jadi pasti dia," jawab Matthew.
Arthur benar-benar dalam keadaan yang membuatnya speechless. Dan akhirnya, percakapan mereka dilanjutkan dengan keheningan diantara mereka.
Beberapa hari kemudian, telah terbit blog baru dari Gilbert, yang membuat gempar semua personifikasi negara di -kira, beginilah isinya :
Keluarga Kirkland dan Pasangan Mereka~! Kesesese
Wahai followersku yang awesome tapi tidak se-awesome diriku~!
Hari ini, dengan bantuan birdieku yang telah membantu dalam mencari informasi, akan kubocorkan orang-orang yang ditaksir atau menjadi pacar para anggota keluarga Kirkland! Kesesese
Baiklah! Mulai dari yang tertua!
Allistor Kirkland Matthew Williams, atau begitulah katanya.
Ian Kirkland Irene Kirkland
Irene Kirkland Ian Kirkland
Dylan Kirkland ?
Arthur Kirkland Alfred F . Jones. No offense loh, Alfred aka Alpret
Peter Kirkland Wendy Kirkland
Sekian~!
Seluruh personifikasi tercengang dengan berita heboh ini. Dan Mattew pun hanya bisa bertindak tidak tahu apapun, mumpung tidak ada yang ingat dia mengumpulkan materi untuk blog ini, kecuali Gilbert tentunya. Ufufufu~ Bahkan keluarga Kirkland pun lupa.
Terkadang ada enaknya juga menjadi sepertimu ya, Mattie—
Fuh~ Selesai juga. Maaf kali ini cuman 1 drabble (walaupun itu udah sampe 1,000 words lebih).
Readers-san kepo siapa orang yang disuka sama Dylan Kirkland aka Wales? Hehe, bayangin aja dia sama chara Hetalia yang kalian suka, OC kalian, atau sama kalian bahkan /nak
Dan yang terakhir dan tak kalah penting~ kalian boleh kok request prompt atau kasih headcanon, hitung-hitung pemberi inspirasi.
Jika ada salah kata, typo, atau yang lainnya, kritik yang membangun-saran diterima kok! (Yang penting bukan flame)
sekian dan terima kasih~!
