Author : Kwon Hee Je

Cast :

Bang Yongguk

Kim Himchan

And other , bisa nambah seiring waktu berjalan *cielah*

Warning : Boy X BOY , 21 NC ( Kalo ada ) , Please Don't Copy ! Don't like Don't Read! Jangan salahkan author kalo kalian kenapa-kenapa habis baca ini ea .. LOL

Genre : Romance / Friendship/ apa lagi yak *?*

Summary : Karena cuman 1 shoot jadi dibaca aja langsung yah . Judul sama cerita rada gag nyambung harap maklum …. ^_^V

Note : Kalo ada yang gag suka ama Couplenya jangan Bash author yah .. Namanya juga imajinasi untuk berkarya , tolong dihargai .. Gomawoo :*

.. Happy Reading …

….

" Pikirkan sekali lagi kata-kata ku eoh ?! Ingat , ini mungkin adalah kesempatan terakhir mu ! Kau masih bisa memperbaiki hubungan mu dengannya !" Ucap Jongup bijak . Namja itu menatap sosok Himchan tajam, sebelum akhirnya memutuskan untuk meninggalkan sosok Himchan yang mengusap bercak darah dari sudut bibirnya dengan punggung tangannya .

" Cih , jika kau yang berada diposisi ku , apa yang akan kau lakukan Jongup-shii ? Apakah kau akan memaafkan namja itu dan kembali berteman dengannya?" Tanya Himchan , entah pada siapa . Manic indahnya mengekor pada sosok Jongup yang sudah melangkah pergi dan menghilang dibalik pintu gedung, atap sekolah .

Himchan menengadahkan kembali kepalanya , menatap langit-langit biru indah diatasnya . Membiarkan sepoi angin sejuk menerpa kulit wajahnya dan mungkin dapat menyembuhkan luka di sudut bibir tipisnya .

_Chap 3 Finnal _

#Flasshhbackkk

" Gukkiee~~" Rengek Himchan saat pintu coklat dihadapannya itu terbuka lebar . Menampakkan sosok namja bersurai hitam pekat , dengan raut wajah terherannya .

" Chanie ? Apa yang kau lakukan malam-malam kemari ?" Tanya Yongguk menatap bingung sosok Himchan yang hanya tersenyum lebar kearahnya

" Kekekekeh , waeyo ? Apakah aku tidak boleh pergi kerumah sahabat ku eoh?"

" Anniya , tapi-"

" Shhtt .. Biarkan aku masuk dulu , diluar sangat dingin!"

" Arraseo , masuklah !" Ucap Yongguk mempersilakan namja manis bersurai coklat itu untuk masuk kedalam rumahnya .

Rumah yang terlihat sangat sepi tanpa kehidupan , mengingat orang tua Yongguk telah lama bercerai dan keduanya kini memilih untuk hidup dengan keluarga baru mereka . Dan tinggallah Yongguk , disini sendiri . Tinggal disebuah rumah besar yang sepi .

Himchan berlari kecil memasuki rumah besar tersebut , menghempaskan tubuhnya diatas sofa merah panjang milik Yongguk . Namja manis itu seolah sudah terbiasa dengan tata letak rumah Yongguk . Himchan memang sering datang kerumah Yongguk dan terkadang Himchan menginap dirumah besar itu untuk menemani sahabat kecilnya itu . Yah , Yongguk adalah sahabatnya semenjak kecil dan mereka terbilang sangat dekat hingga tak seorangpun yang dapat masuk kedalam persahabatan mereka berdua .

" Weyo ? Ada apa sebenarnya Chanie ?" Tanya Yongguk yang kini ikut duduk disamping sosok namja manis bersurai coklat tersebut

" Kekekh , anniya . Aku hanya ingin bertemu dengan sahabat kecil ku ini apa tidak boleh eoh?" jawab Himchan . Namja itu tersenyum manis sembari memeluk leher Yongguk yang hanya memasang raut wajah datarnya tanpa ekspresinya .

" Gukkie , kajja kita minum , eum?" Ajak Himchan mengerjapkan matanya lucu sebelum melepaskan pelukannya untuk mengambil beberapa kaleng botol bir dari kantong plastic yang entah semenjak kapan ada diatas meja, mungkin namja itu membelinya dalam perjalanan menuju rumah Yongguk .

" Jja , satu untuk mu dan satu untuk ku !" Ucap Himchan , menawarkan satu kaleng botol bir pada Yongguk . Ulasan senyum nampak setia menghiasi bibir tipis nan merah milik Himchan .

Yongguk diam , namja itu hanya menatap sepintas kaleng botol bir yang berada dalam genggaman Himchan yang ditawarkan padanya seolah enggan untuk mengambilnya .

" Apakah ini tentang Jieun lagi ?" Tanya Yongguk datar dengan dua manic mata tajamnya yang kini sukses beralih menatap sosok Himchan .

" Cih , sekarang apa lagi yang terjadi antara kau dan dia eoh?" Tanya Yongguk lagi

"Hufff" Menarik napasnya panjang , Himchan seperti mengumpulkan semua kekuatannya. "Sebenarnya aku baru saja ditolak olehnya . Hehehhe" Jawab Himchan , setelah sukses mengumpulkan semua keberaniannya .

Menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, Kim Himchan seolah menutupi kecanggungannya .

" Yah , kenapa kau melihat ku seperti itu eoh ? Apakah kau sekarang sedang mengejek ku ? Cih , ayolah Gukkie , aku benar-benar tidak apa-apa" Tegas Himchan saat melihat Yongguk yang hanya menatapnya dengan dua iris mata tajamnya.

" Hey , tenanglah ini bukan akhir . Aku akan mencoba untuk menyatakan perasaan ku padanya lagi" Sambung Himchan dengan seulas senyum manis dibibirnya . Sedangkan Yongguk ? Namja tampan itu dengan cekatan segera merampas kaleng bir yang semenjak tadi masih berada ditangan Himchan . Menegak minuman kaleng itu dengan sekali tegak .

" Yah , Gukkie !" Pekik Himchan membulatkan kedua manic matanya . Namja itu menatap tak percaya kearah sahabatnya

. Bagaimana bisa namja itu menghabiskan minuman beralkohol itu dengan sekali tegak ?

"…" Hening , Dua namja yang merupakan sahabat semenjak kecil itu kini nampak terdiam dengan aktivitas dan pemikiran mereka masing-masing .

Bang Yongguk , namja itu terlihat sibuk menatap lurus kedepan , menatap kearah televisi layar datarnya . Tak ada sebuah gambar yang nampak pada televise layar datarnya , tapi dua manic mata tajam Yongguk dengan setia menatap layar hitam tersebut dengan tangannya meremas kuat kaleng botol bir kosong dalam genggamannya . Sedangkan Kim Himchan , namja cantik itu lebih memilih untuk diam . Diam menunggu sebuah kata ataupun kalimat yang akan Yongguk lontarkan untuk mengusir keheningan yang dibuat oleh Yongguk sendiri .

" Bisakah kau berhenti membicarakannya Kim Himchan ?"

" Ne ?"

" Bisakah kau berhenti membicarakan yeoja itu ?!"

" W-waeyo ? Ada apa dengan mu eoh ? Apakah kau mabuk ?"

" Anniya , aku tidak mabuk ! Aku tidak mungkin mabuk dengan hanya menegak satu kaleng bir saja ! Kau tahu , aku hanya bosan mendengarkan mu membicarakan yeoja itu dihadapan ku ! Waeyo ? Karena aku menyukai mu!" Yongguk memalingkan wajahnya , menatap sosok Himchan yang membulatkan kedua matanya lebar.

" M-mwo?"

" Aku menyukai mu Kim Himchan ! Sudah sejak lama ! Geundae , aku memutuskan untuk menyimpan rapat rasa suka ku pada mu ! Waeyo ? Karena aku tahu kau adalah namja normal , dan aku tidak ingin mengacaukan persahabatan kita ! Tapi sepertinya aku tak dapat menahannya lagi ! Saat kau mulai membicarakan yeoja itu, saat kau mulai menatap yeoja itu dan saat kau bilang kau menyukainya , apakah kau tahu bagaimana perasaan ku ?! Aku benci kau membicarakannya !"

" CUKUP BBANG ! KAU PASTI MABUK !"

" AKU TIDAK MABUK KIM HIMCHAN !"

" sudahlah , anggap saja ini tidak pernah terjadi . Aku ingin pulang . Kalkae" Ucap Himchan bangkit dari duduknya , namun sebuah tangan kekar kembali menarik tubuhnya hingga terhempas kembali keatas sofa.

" Geurae ? kalau begitu anggap saja semua yang terjadi hari ini tidak pernah ada" Ucap Yongguk tepat dihadapan Himchan . Himchan bahkan dapat melihat jelas setiap inci wajah tegas Yongguk dan juga merasakan hembusan napas Yongguk yang menerpa kulit wajahnya , saat wajah namja itu kini hanya berjarak beberapa centi darinya .

"Bbang-mmhhppttt" Desah Himchan saat bibir kenyal Yongguk dengan tiba-tiba menyambar dan membungkam bibir tipisnya .

Manic mata Himchan membulatkan sempurna , dari manic mata indah itu pula Himchan dapat melihat jelas wajah Yongguk yang menatapnya dengan penuh napsu *?* usai membebaskannya dari ciuman ganas itu

" Yack! apakah kau gila eoh?!" bentak Himchan . Tangannya mengepal kuat memukul dada bidang Yongguk , namun sepertinya tak membuat namja itu menyerah .

Yongguk mencengkram erat tangan Himchan , membuat namja cantik itu berhenti menghujami dada bidang Yongguk dengan pukulannya dan juga membuat namja cantik itu harus meringis sedikit kesakitan karena perbuatan Yongguk .

" Bukankah kau bilang tidak akan menganggap semua yang terjadi hari ini ada , eoh ? Jadi bagaimana jika kau lupakan saja yang satu ini , eum? ! Anggap saja ini tidak pernah terjadi !" Ucap Yongguk sebelum kembali menyerang bibir tipis Himchan , mendorong Himchan kasar hingga kini posisinya tertidur sempurna diatas sofa .

" Bba-hmpptt.. " Sungguh , Himchan ingin melawan . Tangannya bergerak asal , namun cengkraman tangan Yongguk nampaknya jauh lebih kuat darinya hingga akhirnya namja cantik itu hanya bisa pasrah dalam balutan ciuman ganas Yongguk .

Tak beberapa lama , tangan Yongguk yang menganggur lainnya nampak bergerilya turun menyambangi dada bidang Himchan tanpa melepas ciuman ganasnya . Tak peduli bibir tipis merah itu telah membengkak dan napas yang terengah dari Himchan terdengar jelas ditelinganya .

Melepaskan satu persatu kancing kemeja Himchan dengan kasar , Yongguk melepas sejenak ciuman panasnya . Membiarkan sosok namja cantik dibawahnya itu untuk mengambil pasokan udara .

" Yack ! Ap-apa yang kau lakukan brengsek ! Kau mau mati eoh ?!" Pekik Himchan ditengah napasnya yang terengah-engah . Manic matanya menatap tajam penuh benci kearah Yongguk yang hanya diam dengan raut wajah datarnya . Yongguk Tak menjawab , namja itu malah menyerang langsung dua nipple Himchan yang entah sejak kapan terekspos sempurna , saat semua kancing kemejanya berhasil dilepas oleh Yongguk .

" Arrgghh ! S-shitt ! Apa yang k-kau .. Ahhhhahh" Desah Himchan saat merasa sesuatu yang menggelitik diarea nipllenya , yah , sebuah benda tak bertulang milik Yongguk tengah bermain disana dan meninggalkan jejak-jejak salivanya .

" Asshh , ahhh … Hen-hentikan … H-hentikan Bbang .." Desah Himchan lagi , tak tahan dengan perasaan aneh yang timbul dalam dirinya , apa lagi kini tangan Yongguk dengan cepat sudah bermain diarea rawan *?* miliknya . Daerah rawan yang berada dibalik celana jeans panjangnya .

" S-shit , S-singkirkah tangan mu itu Bbang Yongguk !" Gerutu Himchan mendelik tajam memperingati namja tampan yang berada diatas tubuhnya itu . Namun nampaknya Yongguk benar-benar tak mengindahkannya lagi , tangannya masih saja lincah bermain dengan little Himchan dibawah sana .

Dua iris coklat Himchan membulat seketika saat dirasakannya rongga hangat Yongguk meraup miliknya , entah sejak kapan Yongguk berhasil membebaskan little Himchan dari balik celana jeans yang dipakainya , hingga kini little Himchannya berada dalam rongga hangat mulut Yongguk . Bahkan Himchan tak sadar jika kini tangannya telah terbebas dari cengkraman tangan Yongguk .

"S-shit ! Ahhmmpptt …Ah" Desah Himchan memenuhi ruangan . Kini Himchan benar-benar tak tahan lagi dengan perasan aneh yang diciptakan oleh Yongguk pada dirinya . Suatu perasaan nikmat dan menggelitik bercampur menjadi satu hingga membuat kepalanya menjadi sedikit pusing dan otot-otot sarafnya melemah. Dia seperti tak mempunyai tenaga untuk melarikan diri ataupun sekedar memukul wajah tampan Yongguk.

Yongguk menghentikan sementara aktivitasnya sebelum menatap tubuh mulus dan sempurna milik Himchan. Menatap sosok yang kini terlihat sangat berantakan karena perbuatannya .

" A-apa yang kau lihat brengsek?!" Dengus Himchan menatap tajam sosok Yongguk yang menatap tubuh telanjangnya .

" .." Yongguk lagi-lagi tak peduli , namja itu enggan menjawab atapun menanggapi ucapan dari sosok dibawahnya itu , kini dia lebih memilih untuk membuka lebar kedua kaki Himchan . Sontak saja membuat sang empunya membulatkan matanya lebar .

" Yah ! Yah ! Apa yang akan kau lakukan eoh ? Jangan sekali-sekali kau melakukannya atau aku akan membenci mu !"

" Kalau begitu bencilah aku , karena kita memang tidak akan bisa kembali seperti semula lagi!" Ucap Yongguk datar dan nampak dingin .

"M-mwo?"

" Rileks kan tubuh mu" ucap Yongguk , sebelum dua iris milik Himchan mendelik menatap sosok namja diatasnya itu

" Acckk ! Apho!" Teriak Himchan, saat suatu benda menerobos masuk kedalam holenya . Membuat rasa perih, sesak dan penuh bercampur jadi satu .

" Aku bilang rileks kan tubuh mu" Ucap Yongguk lagi . Namja itu menjilat leher jenjang Himchan untuk mengalihkan perhatian sang namja .

" Se-sesaakkkhhh ahhh….." Ucap Himchan disela-sela rintihannya , sedangkan Yongguk masih saja sibuk menjilati leher jenjang namja itu .

" Ahhh ..Ahhhmmpptt ..ahhh ." Desah demi desahan itu kini sukses mewarnai ruangan yang sunyi tersebut . Sebuah desahan yang keluar dari bibir merah Himchan saat Yongguk kembali memaksakan masuk miliknya kedalam hole Himchan , mendorong hingga mengenai titik sensitive didalamnya .

Himchan mengigit kuat pergelangan tangannya , menahan agar desahan demi desahan itu tidak lolos dari bibirnya . Dia hanya tidak ingin Yongguk mengira bahwa dia juga menikmatinya , menikmati hubungan yang sangat menjijikkan baginya itu . Dari sudut mata segarisnya sebuah cairan bening mengalir , bersamaan dengan penglihatannya yang mulai nampak memudar , namun masih dapat dilihatnya samar-samar wajah Yongguk yang berada diatasnya tengah menampakkan raut wajah menahan kenikmatan , tak lupa dengan peluh deras yang bercucuran dari pelipis sang namja tampan.

Setidaknya itulah yang Himchan ingat sebelum kesadarannya hilang , dan terbangun dipagi hari saat matahari bersinar terang dan menembus kaca-kaca jendela rumah Yongguk yang sepi . Tak ada pemilik rumah disana , namja itu menghilang meninggalkan Himchan yang merintih kesakitan .

" Shit! " Setidaknya itulah ucapan yang keluar pertama kali dari bibir tipis Himchan , saat kejadian semalam terbayang kembali dipikirannya , saat dirinya merasakan kembali rasa sakit pada bagian bokongnya .

#FlashBackEnd

.

.

.

Suara ponsel yang berdering cukup lama terdengar memecah kesunyian rumah besar tersebut . Dering ponsel yang juga sukses membuat sang pemilik terbangun dari tidurnya .

Yongguk mengangkat malas ponselnya setelah tadinya melihat sekilas sang pemanggil .

" Ne , eommonim , waegeurae?" Tanya Yongguk pada sosok diseberang sana .

" Yongguk-ah , apakah urri Chanie berada disana eum ? Dia belum juga pulang sampai sekarang . Apakah dia tidak bersama mu?"

" Anniya eommonim , dia tidak bersama ku"

" benarkah ? Aisshh dimana sebenarnya anak itu . Kenapa sudah larut begini dia belum juga pulang" Ucap sosok yeoja disana , terdengar cemas .

" Kau tidak usah khawatir eommonim aku akan mencarinya , ne . Jika aku menemukan Himchan aku akan segera menghubungi mu"

" Geurae , gomawo Yongguk-ah . Jika urri Chanie bersama mu , maka eomma akan lebih tenang" ucap sosok yeoja yang sebenarnya merupakan eomma dari Himchan . Sosok yang sudah menganggap Yongguk juga sebagai anaknya . Semenjak orangtua Yongguk bercerai , eomma Himchan memang sudah menganggap Yongguk seperti anaknya sendiri .

.

.

Yongguk menghela napasnya sejenak , sesudah mematikan panggilan ponselnya . Diambilnya hoddie miliknya yang tergeletak disamping bed dan segera bangkit dari tidurnya . Melangkah pergi keluar, kmencari keberadaan Himchan .

" Himchan ?" Ucap Yongguk saat dua manicnya menangkap sosok namja yang semenjak tadi dia cari keberadaannya . Sosok namja yang kini tengah berdiri malas dengan menyenderkan tubuhnya pada pintu rumah Yongguk .

" Ternyata kau disini , eoh ? Eomma mu mencari mu" sambung Yongguk melangkahkan kakinya ,mendekati sosok Himchan

" …" Himchan hanya diam sebelum akhirnya namja itu mendongakkan kepalanya , menatap tajam sosok Yongguk yang berdiri tegap tepat dihadapannya .

" Aku dengar kau akan pindah?" Tanya Himchan datar dan nampak acuh . Mungkin saja dia senang dengan berita kepindahan Yongguk , bukankah dengan itu dia bisa melupakan semua masa pahitnya .Melupakan apa yang pernah Yongguk lakukan pada dirinya

" Ah , ne . Aku memutuskan untuk pindah ke China dan ikut bersama dengan appa dan keluarga barunya " Jawab Yongguk

" Wae ?" Tanya Himchan , kembali dengan nada dan raut wajah datarnya . Sementara Yongguk , namja itu memilih menghela napasnya sejenak

" Karena aku tidak ingin jika kau menunggu ku , Kim Himchan"

" Mwo ?"

" Aku tahu kau pasti akan menunggu ku . Aku tahu kau pasti akan berbuat sesuatu agar nantinya kau bisa tinggal kelas . Kau akan menunggu ku hingga satu tahun lagi , dan akhirnya kita akan berada kembali ditingkat dan kelas yang sama . Aku tidak apa-apa jika harus mengulang kelas , tapi kau? Aku tidak ingin kau mengulang kelas hanya untuk menunggu ku agar kau bisa kembali mendepakku dan membalas ku. Kau akan terus mengulang semuanya, hingga kita akan tersudut diruang yang sama dan mungkin kita tidak akan pernah dapat menyelesaikan masa tingkat sekolah menengah kita . "

" Cih , pede sekali kau eoh?" Dengus Himchan , mencibir dengan seringaiannya

" Geurae ? Baguslah kalau begitu . Aku harap semua ini memang benar hanyalah pikiran ku yang terlalu percaya diri . Aku hanya ingin kau menyelesaikan sekolah mu dengan baik Himchan. Sekarang pulanglah eoh , eomma mu mengkhawatirkan mu"Ucap Yongguk , melangkahkan kakinya meninggalkan sosok Himchan untuk masuk kedalam rumah , tubuhnya hanya sudah terlalu lelah setelah harus mencari sosok Himchan seharian tadi.

" Apakah kau ingin tahu kenapa aku melakukan ini semua ?" Tanya Himchan , mengepalkan erat tangannya . Rahangnya mengeras dengan raut wajah yang memerah menahan amarahnya.

Membalikkan tubuh mereka masing-masing , dua sosok itu saling melemparkan pandangan mereka . menatap manic mata sang lawan bicara.

" Kau tahu kenapa ? KARENA AKU MUAK MENDENGAR ORANG-ORANG MEMANGGIL MU DENGAN SEBUTAN MALAIKAT ! KARENA AKU MUAK MEREKA TIDAK PERNAH TAHU BETAPA MENYERAMKANNYA SEORANG BANG YONGGUK YANG MEREKA ANGGAP MALAIKAT ! DAN KARENA AKU SELALU MEMBAYANGKAN WAJAH MU SAAT KAU MELAKUKAN ITU PADAKU ! Itu benar-benar membuat ku ingin menghajar habis seseorang !"

" Wae ? Kenapa wajah mu yang penuh dengan keringat dan sedang mengerang menahan kenikmatan itu selalu terbayang eoh ?! " Teriak Himchan sembari menarik kasar kerah hoodie yang Yongguk kenakan

#Buughhh

Satu hantaman sukses Himchan daratkan pada wajah tampan Yongguk . Satu pukulan yang tepat mendarat didaerah pipi Yongguk , membuat sudut bibir itu sedikit robek .

" Hikzs … Kau benar-benar membuat ku menjadi seseorang yang tidak waras Bang Yongguk!" Lirih disela tangisannya . Yah , namja itu tiba-tiba saja menangis setelah sukses mendaratkan pukulannya pada sosok Yongguk . Sepertinya semua amarah yang selama ini dia tahan akhirnya meluap, menimbulkan perasan campur aduk disana .

" Kau membuat ku menjadi seorang yang tidak waras dan sekarang kau ingin meninggalkan ku eoh?" Tanya Himchan , menahan emosinya namun air mata itu terlanjur kembali jatuh membasahi pipinya .

"Lalu sekarang apa yang kau ingin kan, eoh?" tanya Yongguk datar , menatap Himchan sembari mengusap kasar sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.

Himchan terdiam , namja manis itu memilih menundukkan kepalanya dari pada menatap sosok dihadapannya . Tubuhnya bergetar menahan tangis, sedangkan kedua tangannya mengepal erat .

"Jangan tinggalkan aku ! Aku ingin malaikat ini selalu bersama ku ! Mengajari ku cara untuk mencintainya ! Aku menyukai malaikat brengsek ini !" Ucapan itu akhirnya lolos dari bibir Himchan , ucapan yang selama ini menghantui pikirannya hingga membuatnya menjadi hampir gila dan berakhir dengan melampiaskan kekesalannya pada orang lain .

Yongguk tersenyum simpul setelah mendengar jawaban dari namja dihadapannya itu , satu kalimat yang sejak lama Yongguk tunggu , satu kalimat yang selalu ia mimpikan akhirnya menjadi kenyataan walau harus terancam mengorbankan hubungan persahabatannya dengan Himchan .

" Arraseo , Mulai sekarang malaikat brengsek ini akan mengajarkan mu bagaimana mencintainya , Kim Himchan" Ucap Yongguk menarik tubuh ringkih Himchan untuk mendekat kearahnya .

Menghapus jaraknya dengan namja bersurai kecoklatan itu dengan mencium lembut bibir tipis nan merah itu . Melingkarkan dua tangan kekarnya pada pinggang ramping Himchan , Bang Yongguk akhirnya memeluk erat tubuh sosok namja cantik itu , seolah enggan untuk melepaskannya lagi . Sedangkan Himchan , namja itu kini terlihat mengembangkan senyum manisnya didalam dekapan hangat Yongguk , namja yang kini tidak lagi berstatus sebagai sahabatnya .

Seperti yang mereka pernah katakan , bahwa mereka tidak akan pernah bisa kembali seperti sebelumnya –Menjadi sepasang sahabat- , namun mereka kini akhirnya menjadi sepasang kekasih . Mereka akhirnya belajar bagaimana cara membuka hati dan bagaimana cara mencintai seseorang , tanpa mengenal gender seseorang tersebut .

Dan juga tak ada malaikat didunia ini , yang ada hanyalah sosok Devil yang bersembunyi dibalik sosok malaikat.

-The End _

Epep kacau balau , amburadul , gag nyambung , banyak typo ..

Lol …

Buat Yang baca author nunggu sepatah commentnya ne …

Gomawoo *BOW*