Mulai chapter ini adalah cerita dalam cerita.
Author pov
Menunggu dalam diam adalah hal yang sangat menyakitkan dalam hidupku. Apalagi sesuatu yg gk pasti ~ Baek's Quotes 1
Terlihat seorang namja cantik tengah membolak-balikkan ponsel sejak 2 jam yang lalu. Byun Baekhyun namja yang baru saja lulus dari SMU dan satu bulan yang lalu menjalani tes wawancara masuk Universitas. Semenjak kelulusan ada saja tingkah lakunya yang membuat orang di dekatnya ngelus dada. Hem..
Ottokae.. Kenapa pertanyaan mereka sulit
Eomma.. Aku ingin masuk Universitas Dongeui.
Appa.. Mereka belum menelponku..
Eomma..
Ya.. Begitulah setiap hari rengekan baekhyun yang gundah gulana menyusahkan orang sekitar karena pihak universitas belum menelponnya untuk di terima. Harapan baekhyun sih begitu..
Drrttt.. Drrtt..
Baekhyun yang sedang menenggelamkan wajah di bantalnya tersentak karena handphonenya bergetar. Tanpa melihat siapa yang menelpon.. Ia langsung mengangkat kegirangan..
"yeobseoyo.. Universitas Dongeui? "
"yak!! Aku Luhan byun. "
"eoh? Ada apa lu..? " ucap baekhyun mendadak lesu
"jangan lesu seperti itu baek.. Padahal aku pengen ngasih kabar baik. "
"eoh? "
"aku... DITERIMA DI UNIVERSITAS DONGEUI. HUWAAA.. "
"aiissshh.. Lu.. Jangan berteriak juga kali!! "
"hehehe.. Mian.. Bagaimana denganmu baek? "
"mereka belum menelponku.. " ucap baekhyun semakin lesu.
"mian baek.. Sepertinya hanya aku yang diterima. Kau cari saja universitas lain.. " luhan terkekeh karena berhasil mengerjai baekhyun.
"yak!!! Bukannya menghibur malah..."
"hehe.. Mian.. Sabar saja baek.. Aku yakin kita bakal satu sekolah lagi.. Mungkin saja signalmu jelek, jadi telepon mereka tidak bisa masuk. Coba saja nunggu di atap baek. Hehe"
"kau benar lu.. Okey.. Aku ke atap sekarang. "
"yak! Aku cuma bercan.. "
Tut
Baekhyun memutuskan telepon luhan dan segera berlari ke atap.
Baekhyun pov
Aku segera berlari ke atap setelah memutus telepon luhan. Asal kalian tahu.. Aku menunggu telepon dari universitas dongeui sejak seminggu yang lalu. Temanku kyungsoo sudah di telepon sejak minggu lalu, luhan baru saja.. Aku? Padahal lusa sudah waktunya masuk universitas. Jangan tanya lagi gimana perasaanku.. Antara sedih, cemas, gelisah, takut campur aduk.
"waahh.. Indahnya..."
Aku takjub dengan keindahan busan malam ketika dilihat dari atap. Lampu gemerlap, ditambah langit hari ini tidak mendung. Rasi scorpion bersama venus di timurnya menambah keindahan langit malam. Jika tahu dari dulu disini sangat indah, setiap suntuk aku pasti akan menjadikan atap ini sebagai markasku. Hehehe.
Aku melentangkan tubuhku di atap. Tak peduli mungkin saja atap rumahku kotor, dan juga cuaca dinginnya. Aku memejamkan mata sejenak menikmati suasana yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.
Jika kalian bertanya kenapa aku gak memilih Universitas di seoul, padahal universitas disana terbaik. Itu karena hatiku berada di busan. Aku lahir dan tumbuh di busan. Appa dan eomma pun tak pernah meninggalkan busan. Keluarga kecil ini terbentuk dari kerja keras mereka. Mereka bilang sekeras apapun hidup mereka sebelum aku lahir. Keringat mereka yang menetes terganti oleh lahirnya aku yang melengkapi kebahagiaan mereka. Terkadang aku menyesal jika menyakiti hati mereka..
Drrtt.. Drrtt.. Drrtt..
"yeobseoyo.. "
"ne.. Saya sendiri. "
"mwo? Tunggu... Ini dari universitas Dongeui?"
Tik
Tok
Tik
Tok
"HUWAAAA.. EOMMA APPA.. AKU DITERIMA DI UNIVERSITAS DONGEUI... "
Tbc
