Precious Person

- A Megami Tensei Fanfiction-

Summary :

NaoMina Fanfiction Series : Minato always wondered why did their apartment complex filled with male couples? Maybe the owner of this apartment complex is a Fujoshi? Either way, a new neighbor moves in next to Naoya's and Minato's door. The 'wife' seems to know Naoya well. Wait, why is Minato feeling weird? He couldn't possibly be pregnant... Right?

Warning :

YAOI, malexmale relationship. Cameos and other couples from various games / animes. MPREG. You have been warned. Last name-First name context.

Disclaimer :

Devil Survivor and Persona 3 belongs to ATLUS.

###

Episode 3 :

"Our Family is Complete."

###

- Apartment. Early Morning.

Minato memakai earphone tercintanya dan menuruni tangga menuju lobi. Lagu OLDCODEX berjudul Catal Rhythm menggema di telinganya. Ia melirik sekelilingnya, banyak perempuan... Tunggu, mereka semua laki-laki. Namun berwajah mirip perempuan. Minato takkan mengakui dirinya mirip perempuan walau penampilannya berkata demikian. Pagi ini ia memakai jeans biru dan Raglan T-shirt (1). Salah satu pintu terbuka, menampakkan seorang laki-laki berparas cantik berambut pirang dan bermata biru terang. Ia lebih pendek dan lebih muda dari Minato.

"Pagi, Ayase." Sapa Minato pada pemuda itu. Laki-laki bernama Yukiya Ayase ini menoleh dan tersenyum manis pada orang yang menyapanya.

"Ah, pagi Minato-kun. Mau kemana?" Ayase bergegas berjalan bersama Minato. Ditangannya ada dompet dan tas belanjaan. Ah, Minato lupa. Tas belanja-nya tertinggal di kursi.

"Sama sepertimu, mau belanja pagi. Sayangnya tas belanjaku tertinggal. Yasudahlah pakai plastik saja." Minato mendesah sedikit kesal. Ayase tertawa kecil dan tiba-tiba raut wajahnya berubah.

"Kudengar dari pemilik apartemen, akan ada tetangga baru! Ia akan tinggal disebelahmu Minato-kun. Kamar 30!" Eh? Ini berita baru. Ia menempati kamar 29 bersama Naoya jadi... Wah. Mereka akan dapat tetangga baru.

"... Laki-laki semua?"

"Begitulah. Sejujurnya selama aku tinggal disini bersama Kanou-san, aku belum pernah melihat wanita selain pemilik apartemen..."

"Hmph, berarti pemilik apartemen kita itu Fujoshi?" Minato dan Ayase tertawa mendengar jawaban Minato. Beberapa saat kemudian mereka bertemu dengan beberapa 'istri-istri' lain seperti Kazunari Midorima, Murasakibara Tatsuya, dan Aomine Ryota. Lalu dikejutkan dengan kemunculan Kagami Tetsuya yang entah darimana datangnya. Sumeragi Kamui dan sepupu Naoya, Minegishi Kazuya ikut bergabung dengan Minato dan Ayase. Mereka ber-8 berjalan bersama menuju supermarket dekat apartemen untuk berbelanja bahan makanan. Sungguh istri-istri yang baik.

Sekembalinya Minato, ia kaget melihat Naoya tengah berbicara dengan seorang pria berambut putih salju, dan bermata silver keunguan. Pria itu memakai sebuah overcoat hitam berkerah dengan garis keemasan, di dada kirinya ada beberapa lambang militer. Didalam overcoat hitam itu ada kemeja hitam dengan dasi hitam panjang. Beberapa tali keemasan menggantung di overcoat itu. Sebuah celana hitam dan boots hitam menutupi kaki pemuda berkulit sangat pucat itu. Apa ia albino?! Minato tak pernah melihat orang sepucat itu di Jepang. Rambutnya... Pendek sebahu, namun kenapa bagian belakang rambut pria itu seperti salah potong?

Merasa diperhatikan, laki-laki itu menoleh. Naoya juga ikut menoleh.

"Ahh.. Minato. Kukira kemana kau menghilang begitu saja saat aku bangun." Naoya menggerakkan tangannya, menyuruh Minato mendekat.

"Kenalkan, dia Hotsuin Yamato. Kenalanku saat Tokyo Lockdown dulu. Ia pemimpin JP's, organisasi yang bergerak dibawah pemerintah. Yamato, ini Minato. Istriku." Naoya memperkenalkan Minato pada pemuda yang kelihatannya masih berusia 18 tahun ini.

"Salam kenal, aku sudah banyak mendengar tentangmu, Arisato Minato. Persona user field leader S.E.E.S tahun 2009-2010. Aku Hotsuin Yamato, demon tamer seperti suamimu." Yamato menjabat tangan Minato. Walau lebih muda dari pasangan Minegishi, tapi Yamato memiliki aura kepemimpinan yang kuat. Senyum di wajahnya juga mirip seperti Naoya.

"YAMATOOOO! Bantu aku! Malah ngobrol diluar." Seorang laki-laki lain, memakai t-shirt garis-garis biru putih dan celana jeans biru. Sebuah jaket putih bertudung telinga kelinci terikat di pinggangnya. Laki-laki yang ini terlihat lebih tua dari Yamato, berambut hitam bergelombang dan bermata biru terang. Jelas sekali ia terlihat kesal. Minato melirik beberapa tumpukan kardus disamping pintu.

"Hiro, aku sedang sibuk." Yamato melirik 'pasangannya'. "Lagipula itu tinggal kardusmu. Barang-barangku sudah dimasukkan semua."

"Itu kan kardus berisi scanner, printer dan beberapa kertas kerjamu. Berarti tanggung jawabmu dong. Kardusku juga sudah masuk semua kok." Pria yang dipanggil Hiro itu menunjuk kardus bertuliskan 'Printer', 'Scanner', dan 'Kertas Kerja'.

"Kertas kerja memang milikku, tapi printer dan scanner kan punyamu. Tidak lihat aku sedang berbicara dengan tetangga baru kita? Bahkan yang tinggi ini dulu pernah bekerja sama dengan JP's."

"Ah! Maaf aku belum memperkenalkan diri. Aku Kageyama Hiro, mahasiswa Tokyo Daigaku semester tiga! Umurku 19 tahun! Salam kenal tetangga!" Hiro tersenyum ramah pada Minato dan Naoya. Tampaknya dia orang yang ceria dan mudah diajak bicara. Dia juga memiliki aura yang mirip dengan Kazuya, sepupu dan adik-secara-tidak-langsung Naoya.

"Minegishi Naoya, programmer." Naoya menjawab dengan nada datar.

"Arisato Minato, sekarang Minegishi Minato sih. 'Ibu' rumah tangga." Minato menjabat tangan Hiro. Hiro memperhatikan Minato dari atas sampai bawah. Kemudian tersenyum-senyum sendiri.

"Kau tak terlihat seperti Demon Tamer. Kau apa dong?" Minato melirik bahunya. Rupanya Hiro bisa melihat peri Titania yang bertengger di bahu Minato. Minato memang suka membiarkan beberapa persona-nya untuk bermain dirumah. Sementara Naoya mengeluarkan Silky dan Kikimora untuk membantu Minato mengurus pekerjaan rumah tangga.

"Aku Persona-user. Ah, mari kubantu membawa printer dan scanner." Minato mengangkat sebuah kardus berisi printer namun ia tidak kuat. Sebelum ia jatuh, Naoya sudah mengambil printer itu dengan mudah dan memberi printer itu pada Yamato.

"Kau itu, bantu pacarmu. Masa istriku sih?"

"Iya-iya. Oh, ini barang yang kau pesan dari Fumi. Ia bilang benda ini sangat sulit dibuat dan hanya ada satu di bumi. Aku bahkan tidak tahu apa ini. Fumi hanya bilang untuk menyerahkannya padamu." Yamato merogoh sakunya dan memberikan sebuah tabung berisi cairan bening. Apapun itu, Naoya terlihat sangat senang saat menerimanya. Naoya langsung berpamitan dan menyeret Minato pulang. Hiro tersenyum misterius, ia diberitahu Fumi apa isi tabung itu. Yamato yang melihat Hiro senyum-senyum seperti itu hanya bisa menghela nafas dan membawa printer itu masuk ke dalam.

.

.

.

"Jadi, apa isi tabung itu Naoya?" Minato yang tengah menyetrika pakaian sambil menonton FTV membuka pembicaraan. Naoya yang tengah asyik mengetik di laptopnya, hanya tersenyum dan berkata, "Rahasia."

"Oh, mainannya rahasia-rahasiaan sekarang?" Minato melipat baju-baju dan menaruhnya di keranjang pakaian. Kemudian ia duduk di samping suaminya. Naoya mengelus pipi Minato perlahan.

"Aku hanya akan mengabulkan keinginanmu kok."

"Keinginan yang mana?"

"Ada deh, kenapa kau tidak menyimpan baju-baju itu di lemari? Biar kubuatkan Caramel Milk Tea yang sangat kau sukai itu." Naoya menutup laptopnya dan beranjak dari sofa. Minato mengangguk pelan lalu mengangkat tumpukan baju yang telah disetrika itu kekamar. Saat Minato telah lenyap dari pandangan, Naoya menuangkan isi tabung itu kedalam cangkir dan mencampurnya dengan air, setelah beberapa saat secangkir Caramel Milk Tea telah tersedia. Wangi khas caramel dan teh bercampur dan membuat siapapun yang menciumnya menelan ludah.

"Ah, Naoya. Sudah selesai?" Minato muncul dari balik dinding. Ia menghampiri suaminya dan tersenyum senang ketika mencium wangi teh yang sangat ia sukai.

"Tentu, ini tehmu. Habiskan lalu kita... 'Bermain'." Naoya tersenyum licik sambil duduk di sofa. Wajah Minato memerah sampai ke telinga dan ia menyisip tehnya perlahan. Tidak tahu akan apa yang dimasukkan Naoya kedalam tehnya. Begitu tehnya habis, Naoya tidak banyak bicara, langsung saja menggendong Minato bridal style dan membawanya kekamar.

.

.

.

~ 3 weeks later.

Sejak pagi, Minato berkutat di toilet. Terus-terusan memuntahkan isi perutnya. Kepalanya pening, perutnya mual, dan ia benar-benar ingin membanting seseorang. Moodnya kacau, dan dari semalam ia marah-marah pada Naoya tanpa alasan yang jelas.

"Minato? Minato kau didalam?" Naoya mengetuk pintu. Rupanya sang programmer telah bangun dari tidur panjangnya. Minato menjawab 'ya' dengan nada lirih.

"Naaoyaaa... Belikan aku takoyaki sana." Entah demon macam apa yang merasuki Minato beberapa minggu ini. Ia kerap minta dibelikan macam-macam makanan. Mulai dari ramen sampai steak. Bahkan dua hari yang lalu ia meminta sake. Padahal Minato sendiri tak kuat minum-minum.

"Minato, ini masih jam 6 pagi. Mana ada yang jualan Takoyaki?" Naoya membuka pintu toilet dan menemukan Minato yang berwajah pucat dan terlihat habis menangis. Laki-laki bermata biru-silver itu masih saja membuang makanan yang ia makan semalam.

"Kau tidak apa-apa? Apa kau sakit?" Naoya mengusap-usap punggung Minato pelan. Bermaksud menenangkan istrinya. Setelah beberapa saat, Minato akhirnya tenang dan menempel pada dada Naoya.

"Mmmngh, Naoya gendong aku." Hah? Oke ini sudah kelewatan. Minato TIDAK pernah bermanja padanya. Apalagi sampai minta digendong dengan wajah seimut itu.

"... Jangan-jangan kau hamil." Ucap Naoya spontan. Toh semua gejalanya sudah terlihat. Minato yang mendengarnya dengan cepat memukul perut Naoya dengan semua tenaganya yang tersisa.

"Mana ada laki-laki hamil Naoya?! Kau itu aneh-aneh saja sih! Mana semalam pulangnya terlambat! Selingkuh dengan Kazuya? Iya? Yasudah sana tidak usah pulang!" Minato marah-marah tidak jelas. Ia memang tidak terlalu suka Naoya terlalu dekat dengan sepupunya, Kazuya. Tapi Naoya semalam hanya terlambat setengah jam karena macet.

"Minato, kita semalam sudah membahas ini. Aku terlambat karena macet! Bukan aku main ketempat adikku atau apa, toh kudengar dia sedang study tour!"

"TUH TAHU! Pasti sering sms-an kan? Lalu teleponan kan? Dasar playboy."

"Astaga, aku tahu karena Atsuro yang memberitahuku! Lagipula anak itu sudah besar, tak perlu diawasi lagi!" Naoya memegangi pundak kecil Minato dan menatapnya tajam.

"Bagiku, hanya kau satu-satunya untukku. Aku menikahimu, bukan karena kau mirip dengan Abel- maksudku mirip dengan Kazuya. Tapi karena kau adalah kau dan aku mencintaimu apa adanya. Mengerti?"

Minato tercengang akan perkataan Naoya, dan tanpa disadarinya, ia menangis dan langsung memeluk suaminya.

"Minato?"

"Huweeee... Maaf Naoya jangan maraah." Tangis Minato tiba-tiba sambil memeluk Naoya spontan. Sang suami hanya geleng-geleng melihat kelakuan aneh istrinya.

"Aku tidak marah. Kau itu kenapa sih aneh sekali."

"Tidak tahu, dari beberapa minggu lalu aku mulai mual dan sering muntah-muntah. Aku jadi sering marah-marah. Aku juga bingung, Naoya."

'Hmm... Rupanya efek cairan itu benar-benar bekerja ya?' Pikir Naoya setengah khawatir akan keadaan istrinya, setengah senang akan kemungkinan kehamilan Minato.

"Kau coba saja testpack yang ada di kotak P3K. Apa salahnya mencoba kan?" Usul Naoya pada Minato. Walau enggan, ia tetap menuruti sugesti Naoya akan alat tes kehamilan itu.

.

.

.

"AAAHHH NAOYAAAAAAAA!" Minato bergegas keluar dari kamar mandi setelah nyaris setengah jam berada didalamnya. Naoya yang tengah mengetik pekerjaan kantornya langsung berhenti dan menoleh.

"Ya, Minato?"

"... A-aku hamil." Ucapnya terbata-bata. Ia menyodorkan lima alat tes kehamilan ketangan Naoya. Semuanya positif.

"... Ini benar? Ini sungguh-sungguh kenyataan?" Naoya menatap alat tes kehamilan itu dengan tatapan kosong. Masih percaya-tidak-percaya akan kabar bahagia yang baru saja diutarakan istrinya.

"Ini sungguhan! Untuk apa aku berbohong soal ini?" Minato menunduk dan mengacak-acak rambutnya frustasi. Bukan dia tidak senang akan berita bahwa ia akan memiliki anak bersama Naoya, tapi KENAPA DIA BISA HAMIL? DIA INI 100% LAKI-LAKI DAN IA PUNYA –PIIIP- DAN –PIIP-.

Begitu Minato mendongak untuk menatap Naoya, ia tercengang.

Naoya tersenyum bahagia, ini pertama kalinya Minato melihat suaminya tersenyum sesenang itu. Biasanya suaminya itu akan menyeringai licik apapun situasinya. Namun kali ini berbeda, Naoya sungguh-sungguh tersenyum.

Naoya menggendong Minato dan menciumi pemuda berambut biru itu. Euphoria yang melanda Naoya benar-benar tampak di wajahnya. Minato ikut tersenyum senang.

"Akhirnya kau berhasil hamil juga, Minato." Naoya mengelus perut Minato dengan sayang.

"Yah begitulah. Kau harus bertanggung jawab menjagaku, Naoya." Minato memeluk suaminya. Mereka berdua bagaikan orang paling bahagia di muka bumi sekarang ini.

"Ah! Aku akan memberi tahu teman-temanku dan Minako." Minato cepat-cepat meraih telepon dan meneleponi semua orang yang ia tahu. Naoya ikut memberitahu Kazuya dan beberapa Yamato. Sesaat setelah ia selesai sms Kazuya, tiba-tiba HP-nya berdering.

"Ya?"

"ONII-CHAN APA YANG KAU LAKUKAN PADA MINATO-SAN SEHINGGA IA BISA HAMIL BEGITU?!" Suara Kazuya terdengar sampai ke telinga Minato. Pemuda 17 tahun yang wajahnya 11:12 dengan Minato itu terdengar begitu kaget. Belum sempat Naoya menjawab suara lain terdengar dari speaker telepon.

"BERITAHU KAMI CARANYA NAOYA! AKU JUGA MAU KAZUYA HAMIL- OW OW SAKIT KAZUYA."

"KAU SAJA YANG HAMIL OTAKURO, MEMANG KAU KIRA HAMIL ENAK APA."

"Kalian berdua bisa tenang?" Naoya yang tampaknya kesal menjawab Atsuro dan Kazuya.

"... Maaf."

"Bagus. Pertama, aku tidak akan memberi tahu kenapa Minato bisa hamil. Itu rahasia perusahaan-."

"TIDAK ADIL!"

"Kalau kalian ingin salah satu dari kalian hamil, usaha sendiri." Dan dengan itu Naoya menutup teleponnya.

"Iya aku sungguh-sungguh Junpei, tidak aku tidak bohong. Aku masih laki-laki. Berhenti berteriak di telingaku Junpei. Awas kau sampai coba-coba memberitahu Kenji atau Kazushi. Hm? Oh biar mereka tahu sendiri. Iya, nanti kukabarkan lagi. Oke bye." Minato menutup teleponnya, nampaknya reaksi Junpei mirip dengan reaksi Kazuya dan Atsuro barusan.

"Nyaris semua anggota S.E.E.S tidak percaya aku hamil. Hanya Aigis dan... Oh, Anti-Shadow generasi kelima Labrys yang percaya padaku." Minato terduduk di sofa sambil mengelus perutnya.

"Labrys?"

"Ah, itu seperti android yang dibuat sebelum Aigis. Ceritanya panjang dan aku tidak mood untuk menjelaskannya padamu." Naoya menghampiri istrinya dan duduk disebelahnya. Ia memangku istrinya. Mendekatkan telinganya pada perut yang belum membesar itu.

"Ini belum menjadi janin Naoya, masih embrio... Atau Zigot? Ah aku lupa. Aku IPS." Minato menepuk-nepuk kepala pria berambut silver itu. Setelah beberapa saat, ia terdiam.

"Ada apa Minato?"

"Bayi itu... Setidaknya harus diberi ASI eksklusif selama 6 bulan kan? Tapi aku... Tak berdada." Minato menyentuh dadanya sendiri dengan perasaan sedih.

"... Sepertinya kita perlu membuat dadamu membesar ya?" Jawab Naoya sambil tersenyum licik. Minato yang sudah hafal betul apa arti senyuman itu, langsung mundur dan memegangi perutnya.

"Tidak tidak tidak, aku hamil anakmu. Dan aku dengar, orang hamil tidak boleh melakukan seks."

"Hmmm... Tapi kita harus membuatmu berhasil mengeluarkan ASI, benar? Dan kudengar dari Hiro, payudara akan membesar jika... Disentuh." Naoya kembali menggendong istrinya dan membawanya kekamar.

Hiro sukses masuk kedalam daftar 'Orang paling menyebalkan' milik Minato.

"Lihat saja setelah ini aku akan mencekikmu, Kageyama." Desis Minato kesal sembari memberontak dari Naoya yang mencoba melucuti pakaiannya.

.

.

.

"HATCHI!" Di suatu hutan lebat, Kageyama Hiro, Hotsuin Yamato, Sako Makoto, Yanagiya Otome dan Kanno Fumi tengah bertarung dengan demon yang lepas dari segelnya.

"Kau flu, Hiro?" Tanya Otome yang sibuk meng-cast Mediarahan pada Hiro, Yamato, Makoto dan Fumi.

"Hmmm... Sepertinya aku akan dicekik saat pulang." Hiro mengusap hidungnya yang merah.

"Sebelum pulang, kau akan dicekik oleh Samael. Fokus, Hiro!" Yamato menyerang naga merah bersayap banyak itu dengan Holy Dance disusul oleh Ice Dance dari Fumi dan Holy Strike dari Makoto.

"Baiklaaah... Megidolaon!"

.

.

.

- Our Family is Complete, To be Continued –

Author Notes :

HIYA GUYS! Maaf saya lama karena internet saya rusak! Orz

Fic ini hadiah untuk Shounato! HAPPY BIRTHDAY KAKEK *Hugs*

(1) Raglan T-shirt adalah summer outfit Minato, armor di P3P! :3

Terima kasih buat yang sudah membaca! Ciao!

- Velvet Roses -