hai hai berjumpa lagi...
akhirnya bisa update untuk chapter ke 3 ini
tanpa basa-basi lagi kita langsung saja membaca Fic ini.
Maklum saia lagi males untuk menulis warning , pair dkk.
NARUTO
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Maniak ? milik Harumi Arishima
SUMMARY: Ino siswi SMA di Konoha yang sedang mencari buku, tiba-tiba saja ia di tembak oleh seorang cowok yang gak dikenal. Siapakah cowok itu? apa jawaban Ino... dan akankah ia jatuh cinta?
"Kamu pasti kecewa kan?" tanya Ino yang menarik napasnya panjang-panjang.
Tersentak saja Shikamaru terhenti langkahnya mendengar ucapan pacarnya. Shika terdiam sebentar, Ino yang terus berjalan merasa tubuhnya basah ia pun mundur dan berdiri sejajar dengan Shikamaru.
Terdengar suara Shikamaru "Aku tidak kecewa kok.."
Ino langsung menatap Shika "Eehh". "Kenapa harus kecewa padahal sudah bisa bersama dengan orang yang disukai" Shika mempertegas suaranya dan memegang pundak Ino.
"Mungkin Ino-chan sudah tidak ingat..."
==== flashback ====
"Neji, apa yang sudah kamu lakukan?" suara dari ibu Neji.
Shikamaru yang sedang duduk sambil membaca buku kesukaanya. Matanya beralih melihat arah suara tersebut. Innernya "Uwaa.. parah. Pasti dia akan marah".
"Maaf kan anak ini..." ucap ibu Neji.
"Aaa, gak apa-apa kok" ucap seorang cewek dengan rambut pirangnya.
Mendengar perkataan cewek tersebut, Shikamaru kaget ia terus saja menatap tanpa berkedip. Shika salah sangka, ia kira cewek tersebut akan marah kepada anak kecil itu.
Cewek tersebut adalah Ino Yamanaka "Oh.. lagi pula yang basah cuma di rok dan bagian luar buku ini saja. Bagian dalamnya masih bisa terbaca kok". Ino memperlihatkan bukunya dengan senyuman manisnya. Ino pun tertawa bersama Neji dan ibu Neji.
=== kembali ke awal ===
"Saat itu aku berpikir kalau Ino-chan sangat dewasa" ucap Shikamaru yang menoleh ke arah Ino. "Bisa pacaran dengan orang yang kukagumi, bukankah aku orang yang sangat beruntung?"
Ino hanya bisa menatap pacarnya. Mendengar ucapan Shikamaru, mata aquamarine milik Ino mulai berkaca-kaca. Sepertinya Ino tidak dapat menahan butiran air yang tertahan di matanya. Ia pun menangis.
Telapak tangannya mengepal, "Maaf.. selama ini aku selalu membohongimu'' ucap Ino, suaranya sangat pelan Shikamaru pun tidak bisa mendengar ucapan Ino. Dan juga suara Ino disaingi oleh bunyi hujan yang sangat deras.
Semangat yang menggelora di jiwa Ino, ia pun bertanya "Shika-kun, apa yang sedang kamu inginkan sekarang?"
"Eh.."
"Apa? tiba-tiba saat ini aku sedang ingin memberikan hadiah kepada Shika!" kedua telapak tangan Ino menyatu berharap Shikamaru akan memberitahunya.
"Lagipula sebentar lagi valentine..."
"I... Iya," jawab Shikamaru. "Kalau begitu... aku ingin syal. Aku mau syal buatan tangan Ino-chan!" kata Shika sambil menggaruk kepalanya.
Ino yang tadinya semangat bertanya malah sekarang jadi nge-drop. ia bingung harus membuat syal dengan tangannya sendiri.
"kesannya seperti 'pacar' banget. Baik aku akan membuat yang super keren buat Shika-kun" tangan kanannya diangkat menyatakan bahwa ia setuju dengan permintaan Shikamaru. Shikamaru hanya tersenyum melihat tingkah pacarnya.
Beberapa hari kemudian
Tunggu saja shikamaru. Sebagai seorang pacar, akan ku buatkan syal yang paling keren di dunia.
Selama beberapa hari ini ino belajar membuat syal. Tapi ia selalu gagal, hasil syal buatannya jelek. Maka ia berjanji pada dirinya sendiri kalau ia tidak akan bertemu Shikamaru sebelum syal yang dibuatnya bagus.
Pip..pip...pip...
From : Shikamaru
Ino-chan kenapa akhir-akhir ini selalu menghindar dariku?
For : Shikamaru
Maaf Shika-kun,, bukannya aku tidak mau bertemu denganmu. Tappiiiii,,,,
From : Shikamaru
Tapii.. kenapa? Bagaimana kalau aku yang ke rumahmu?
For : Shikamaru
Jangan... aku sekarang sedang sibuk. Banyak sekali tugas sekolah yang harus aku selesaikan. Jika semua tugas ini selesai, aku yang akan menghubungi shika-kun duluan .
From : Shikamaru
Baik jika itu mau mu. Aku tidak ingin mengganggu pacarku yang sedang mengerjakan tugas.
"Huft...maaf kan aku Shika, aku tidak mau kamu tahu kalau aku belum berhasil membuat syal yang bagus untukmu."
Ino terus berlatih membuat syal, sampai tengah malam pun tetap ia kerjakan. Betapa ino semangatnya. Di sekolah pun ia terus membuat syal.
"hei.. Sakura lihat! Ino sampai tertidur begitu. Kasian sekali dia." "Hnn, aku tahu biarkan saja. Aku ingin melihat bagaimana hasil buatannya" ucap Sakura yang memandangi Ino terlelap tidur.
Akhirnya Ino berhasil membuat syal dari jerih payahnya selama ini. "Selesai! Memang belum valentine tapi kuberikan saja sekarang." Ino memamerkan syal itu ke teman-teman sekelasnya. "Hei lihat ini.. bagaimana? Bagus tidak, ini adalah buatan tanganku lho!"
Betapa senangnya Ino saat itu. Dengan tingkahnya yang lucu menatap langit yang cerah "Shikamaru akan berkomentar apa ya setelah melihat syal ini."
Di Imajinasinya...=====
"wah Ino-chan, benar ini buatan tanganmu?" tampang shikamaru yang sangat cool.
"benar sekali, bagaimana? Apa pendapatmu?"
"Ini adalah hadiah yang paling bagus yang pernah aku terima. Kamu memang berbakat Ino-chan"
"hahaha... ini tidak masalah kok. Ini hal biasa"
"Sungguh... aku ingin kau juga membuat kan syal juga buat teman-temanku. Bagaimana?"
"A-aaapppaaaa"
Kembali lagi====
"ah tidak..tidak..tidak, hilangkan pikiran itu semua. Kalau aku membuatkan syal untuk temannya. Bagaimana ya... membuat ini saja aku butuh waktu 2 minggu. Ah semoga saja shika tidak minta yang macem-macem" gerutu Ino, menggeleng-gelengkan kepalanya.
Pip...pip...pip... "Ini sms dari shikamaru. Ekh sudah waktunya."
Ino beranjak dari tempat duduknya dan "Aku harus segera pergi.." teriak Ino hingga temannya heran melihat tingkah ino. Ino segera mengambil tasnya dan berlari keluar kelas.
"Inooo... kau belum menyelesaikan tugas piket mu" seru sakura, ia segara mengambil penghapus papan tulis dan dilemparkannya ke arah Ino.
Pllaaakkk,, "kena sasaran" gerutu Sakura.
"aduh..duh... sakit tauuuu... lihat neh sampe benjol kepalaku," sambil mengelus kepalanya yang sakit. "Kau sih, asal kabur saja tugasnya masih banyak" ucap Sakura.
"Please... untuk kali ini saja... minggu depan aku deh yang bakal bersihkan seluruhnya. Aku janji" menggenggam tangan Sakura yang masih memegang sapu.
"Baik untuk kali ini saja aku mengizinkanmu. cepat sana pergi sebelum aku berubah pikiran"
"Iya..iya.." jawab Ino. Ino pun berlari tanpa menghiraukan banyak orang yang menghalanginya.
"Shika-kun... Ma-maaf telat" Ino berlari, di tangan kanannya sebuah hadiah syal yang ia buat dan di tangan kiri tas sekolah.
Shikamaru merasa heran, "Lho? Hari ini gak pilek karena alergi lagi?"
Deg,, "I...iya! Tadi sudah minum obat."
Setidaknya untuk hari ini. Aku ingin menjadi diriku sendiri. "Ini syalnya, sudah selesai" Ino memberikan hadiahnya kepada Shikamaru. Shikamaru hanya memegang syal itu tanpa komentar. "Gak sesuai selera? Maaf karena baru pertama kali jadi..." tanya Ino dengan tingkahnya yang aneh.
"Wah..." terdengar suara Shikamaru. "Aku senang sekali.." dipakainya syal itu dengan wajah gembiranya. "Ayo pergi Ino!" ajak Shikamaru yang langsung menarik tangan Ino. "Aku ingin jalan-jalan pakai syal ini."
"Senang sekali. Akhirnya kencan pertama kami" batin Ino.
Setelah mereka jalan-jalan, tiba-tiba mereka berhenti karena mendengar...
"Apa yang kamu lakukan ditempat seperti ini?" sapa seorang cewek ke arah Ino dan Shikamaru.
Kyyyaaaa,,, "Ah, anu..." Ino membuka mulutnya, mukanya yang sudah pucat seperti mayat hidup gelagapan bingung apa yang harus dilakukannya. Saat temannya yaitu Hinata dan Sakura memergoki Ino dan Shikamaru kencan.
Hinata pun mulai bertanya, "Jangan-jangan cowok ini pacar yang selalu kamu bangga-banggakan?"
"Lho! Dia masih SMP ya?" tanya Sakura. Ino hanya bisa tertunduk, yang gak diduga adalah Ino melepaskan genggaman tangan Shikamaru. Shikamaru menatap Ino dengan penuh pertanyaan.
"Ternyata bukan pacarnya ya..."
"Pacar Ino kan anak SMA kan?" tanya Sakura lagi.
"Apa yang harus aku lakukan. Ketahuan... kalau selama ini aku berbohong kepada Shikamaru" batin Ino. Bibirnya mulai digigitnya, mata aquamarinenya hanya menatap ke bawah Ino gak kuat untuk menatap Sakura, Hinata dan pacarnya sendiri.
"Sepupu... aku sepupu Ino" suara itu berasal dari mulut shikamaru, ia pun mulai tersenyum kepada Hinata dan Sakura.
"Heeeeh,,, sepupu! Ucap Hinata dan Sakura berbarengan. Mereka terpesona dengan ketampanan Shikamaru. "Hari ini aku memintanya untuk menemaniku memilih buku referensi" jawab shikamaru dan ia langsung menarik tangan Ino "Ayo cepat pergi."
Ino diam seribu bahasa selama diperjalanan. Ia ingin bertanya tapi mulutnya tidak dapat membuka. Ino pun memberhentikan langkahnya dan, "Tunggu..."akhirnya Ino mengeluarkan suaranya. Shikamaru berhenti tanpa menoleh ke arah Ino.
"Shika yang tadi... Kenapa kamu yang..." belum selesai Ino bertanya.
"Habis Ino terlihat kebingungan. Sebenarnya selama ini aku tahu... Ino mempermasalahkan umurku" ucap shika yang mulai berbalik arah dan menatap mata Ino dengan tajam.
Shikamaru mulai melepaskan lilitan syal yang ada di lehernya. "Pada hal.. tadi kupikir kita bisa terus bersama biarpun seperti ini. Ternyata memang tak mungkin. Maaf karena aku lebih muda. Selamat tinggal Ino.." kemudian memberikan syal itu ke tangan Ino.
Ino merasa syok mendengar perkataan Shikamaru yang gak pernah ia bayangkan. Shika pun meninggalkan Ino sendirian dan terus berjalan sampai ia tidak terlihat lagi oleh mata Ino. Ino hanya diam terpaku, seluruh badannya gemetar.
"Ja—jangan ... tunggu..." hanya itu yang dapat Ino ucapkan. Dipipinya mulai mengalir air mata yang tak tertampung lagi. Ino pun menangis sekuat-kuatnya sampai ia terduduk dipinggir jalan tanpa menghiraukan orang-orang yang menatapnya.
2 hari kemudian di sekolah
aku benar-benar dibenci oleh Shikamaru...
Ino seperti mayat hidup yang tergeletak di mejanya. "PUTUS?" teriak Hinata dan Sakura. "Padahal hari ini valentine..." kata Hinata yang dari tadi tidak bisa menutup mulutnya dan membayangkan orang-orang yang lagi memberikan hadiah kepada kekasihnya.
Ino hanya bisa bersedih, "Fufufu... tidak apa-apa memang ini salahku."
"Karena kamu selingkuh?" tanya Sakura dengan santainya, ia tidak terlihat prihatin dengan keadaan sahabatnya itu.
Mulai pikiran yang muncul di kepalanya, "Valentine ya,,, Pasti saat ini Shikamaru sudah mendapatkan segunung coklat.."
"Oh,, ya! Gimana kalau kita bikin acara perkenalan dengan cowok sekolah lain" muncul ide gila dari Sakura. Hinata pun ikut berkomentar "Sepupumu lumayan ganteng juga! Dia punya saudara tidak?"
Ino bangkit dari kursinya. "Seberapa kerennya pun, tetap saja tak bisa dijadikan pacar karena masih SMP" Hinata dan Sakura mulai tertawa. "Haha... masih kekanak-kanakan" ucap hinata.
"Setelah ini, gimana kalau Ino cari pacar yang lebih tua?" tanya Sakura. Jawab Hinata "Benar juga. Ide yang bagus.''
Inner ino "Bukankah selama ini aku memang ingin putus dari Shikamaru. Kalau seperti ini aku juga tidak perlu melakukan kebohongan lagi. Pacaran dengan anak SMP memang..."
Ino memukul meja dengan tangannya sendiri, "Tidak mau,,, aku tidak mau pacaran selain sama Shikamaru.." ino menangis tersedu-sedu. Hinata dan Sakura bingung melihat Ino.
"Ino?"
Ino berlari keluar kelas dan terus berlari tanpa menghiraukan panggilan senpai. Dan setelah itu...
Brrraaakkkk... "Ada Shikamaru Nara?" suara keras dari Ino. Ternyata ia sekarang ada di sekolahan Shika dengan membawa syal yang ia rajut sendiri.
Seorang cewek yang lagi memberikan hadiah coklat kepada Shika terbengong, tiba-tiba ada anak perempuan dari sekolah lain datang. Shika pun menoleh, ia hanya menatap Ino.
"A-ada apa? Kenapa ke sekolahku..." tanya shika mulai mendekati Ino. Kemudian Ino melihat sekelilingnya banyak sekali hadiah buat Shikamaru, "Ternyata dia memang sudah menerima banyak coklat" gerutunya.
"Hei, siapa orang itu?" tanya seseorang. "Lho kamu gak tahu? Dia adalah mantan Shikamaru" jawab Temari, mendekat ke arah Shikamaru. "Masa sih sama tante-tante" ucap 2 orang cewek. "Ngapain sih dia sampai ke sini?"
Semua teman-teman Shikamaru tertawa sambil meledekinya. "Aku ingin cepat pergi dari sini... Tapi" inner Ino. Shikamaru berkata "cepatlah kembali ke sekolahmu. Kalau tidak nanti kamu akan dikatai yang bukan-bukan."
Langsung saja Ino meletakkan Syal ke leher Shika dan menarik shika kepelukannya. "biarin! Dikatai apa juga. Aku tak peduli dikatai maniak. Kali ini aku ingin memperlihatkan kesiapan hatiku. Karena rasa suka ini tidak akan berubah. Makanya, maukah sekali lagi kamu menjadikanku pacarmu?" ucap Ino, bibirnya mulai gemetar dan menunduk tanpa melihat Shika.
"kamu bodoh ya" ucap Shika yang keluar dari mulutnya.
Ino pun shock mendengar jawaban shika, matanya melotot ke arah Shika.
"Aku tidak akan peduli lagi biarpun kamu menangis..."
Shika meletakkan syal yang ada dilehernya ke leher Ino dan Shika menarik syal itu kemudian mendekapkan bibirnya ke bibir Ino. Ino dan Shikamaru akhirnya berciuman. Semua yang melihat termasuk Temari kaget dengan apa yang dilakukan Shika terhadap Ino.
"Aku juga menyukaimu Ino-chan. Aku tidak akan melepaskan mu sampai kapan pun" ucap Shika yang menatap mata aquamarine milik Ino sangat dekat.
Teriak cewek-cewek "KYYaaaaaaa."
"Uwaaa" Ino menangis dengan menutup matanya.
"Tuh kan nangis" ucap Shikamaru. Shika membelai kepala Ino dan mengusap air mata Ino yang jatuh dipipi.
Kali ini benar-benar dimulailah musim semi dalam kehidupannya.
Maniak? Selesai...
Yeahhhh akhirnya selesai juga. Maaf disini menceritakan tentang hari valentine tapi hari valentine dah lewat, gpp ya..
Terima kasih yang sudah membaca fic ini.
Mohon untuk riviewnya terlebih dahulu sebelum meninggalkan halaman ini. Oke!
R
I
V
I
E
w
