Gods of 12 Zodiack
Cast : Yesung Kyuhyun and member SJ lainnya
Pairing : Kyusung dan official pairing
Rating : T
Genre : Fantasy Romance
Lenght : Chaptered
Warning : Yaoi, BL, Boy x Boy
Summary :
Jongwoon pemuda urakan namun memiliki wajah yang menawan, bergaya bak preman tapi hati pahlawan. Suatu hari di atap sekolah dia bertemu dengan seorang yang mengaku pangeran negeri dongeng. Dan dia dipaksa untuk bertarung melawan musuh kerajaan pangeran dengan alasan dia pandai berkelahi. Seseorang yang tidak pernah mendapatkan cinta dari siapapun, merasakan cinta dari penduduk negeri dongeng tersebut termasuk pangeran itu. Berhasilkah Yesung memusnahkan musuh kerajaan dan mendapatkan pangeran?
Enjoy ~~
Chapter 3
Setelah 'penculikan' Jongwoon, Siwon dengan memegangi perutnya yang masih terasa sakit melapor pada Kyuhyun. Sang pangeran tengah berdiskusi dengan pemilik bintang lainnya minus Jongwoon dan Siwon tentunya.
"Pangeran..." Kyuhyun menoleh dan berlari begitu melihat kondisi Siwon. Kyuhyun memapah nya dan bertanya, " Apa yang terjadi Siwon-ah? Kenapa kau sendirian? Mana Jongwoon?"
"Maafkan aku Pangeran, Ki-kibum dia membawa Jongwoon setelah mengalahkanku.." Siwon memejamkan matanya menahan rasa sakit di perutnya. Kekuatan Kibum memang luar biasa. Hanya dengan matanya saja dia bisa mengalahkan Siwon yang notabene adalah wakil panglima di kerajaan Gods.
"Apa? Bagaimana bisa kau—arrgh!" Kyuhyun memukul pilar istana dan membuat pilar itu retak.
"Dia ingin Anda datang sendirian, Yang Mulia" Kyuhyun memejamkan matanya dan menghembuskan nafas. "Heechul, obati dia" Kyuhyun berjalan melewati mereka semua menuju tempat penyimpanan senjata.
"Anda yakin ingin sendirian ke sana? Kami akan menemani Anda, Pangeran" ujar Donghae cemas
"Tidak perlu. Jongwoon adalah tanggung jawabku. Aku akan membawanya kembali kesini" Kyuhyun menutup pintu ruangan itu. Matanya dia edarkan ke setiap sudut tempat gelap itu. Dirinya berjalan ke salah sudut itu dan mengambil pedang yang dulu digunakan kakeknya untuk bertarung. Mirip dengan pedang Zucha, hanya tidak ada kekuatan sihir di dalam pedang itu. Walau sudah bertahun-tahun tidak digunakan tapi ketajaman pedang itu masih sama dengan yang dulu karena sering dirawat oleh ayahnya.
"Kakek, beri aku kekuatanmu untuk mengalahkan bangsa Orz dan membebaskan Jongwoon" Kyuhyun memandang pedang yang berkilau tajam itu dan memasukan nya dalam sarung di pinggangnya. Setelah itu dia mengambil jubah di dekat pintu. Tidak lupa dengan ikat kepala warna putih berlambang Aquarius di dahinya. Diikatnya kencang ikat kepala itu dan matanya memandang lurus ke depan.
"Tunggu aku, Jongwoon.."
.
.
.
Di suatu kamar yang luas dan mewah terdapat seorang pemuda manis yang tengah tertidur. Jendela di kamar terbuka lebar, menghantarkan angin sejuk ke kamar dengan aksen Eropa itu. Pemuda itu-Jongwoon perlahan membuka matanya, onyx hitam itu begitu indah, membuat siapapun yang memandangnya seakan tersedot ke dalamnya.
Jongwoon berusaha bangun dan bersandar dengan siku kanannya. Tangan kirinya ia gunakan untuk memegang kepalanya yang terasa sakit.
"Dimana ini?" Jongwoon memandang sekelilingnya, menyadari dia ada di kamar seseorang.
Cklekk
"Sudah bangun, hmm?"
Jongwoon menoleh dan memasang sikap waspada saat melihat siapa yang masuk. "Kau.."
"Selamat datang di Kerajaan Orz, Kim Jongwoon~" Kibum bersmirk dan menrentangkan tangannya seolah-olah menyambut kedatangan Jongwoon.
Mata Jongwoon membulat dan meloncat dari kasur. Dia berlari ke jendela dan berhenti. Suaranya tercekat dan tubuhnya bergetar.
"A-apa i-itu?" Dilihatnya halaman istana yang penuh dengan makhluk troll dan sebangsa monster berbentuk aneh dan mengerikan. Kibum mendekat dan berdiri di samping Jongwoon, ikut melihat ke bawah.
"Itu adalah rakyatku. Mereka indah bukan?" Jongwoon dengan cepat menatap wajah Kibum dan mendesis. "Kau gila"
Kibum tersenyum miring dan memajukan wajahnya mendekat ke Jongwoon. "Dan kau akan kujadikan ratuku" Kibum mengangkat dagu Jongwoon dengan satu jarinya.
Jongwoon menepis jari Kibum dan mundur satu langkah. "Dalam mimpimu!"
Kibum memasang raut pura-pura sedih. "Kau kejam sekali. Padahal banyak wanita dan laki-laki yang ingin sekali mendekatiku. Tapi itu yang membuatku tertarik padamu" dia menyeringai lagi dan menutup jendela itu.
"Ma-mau apa kau?!" Jongwoon melangkah mundur saat Kibum mendekatinya dengan masih berhiaskan seringai di bibirnya. Punggung Jongwoon menabrak tembok kamar. "Kali ini aku tidak akan segan-segan membunuhmu" geram Jongwoon.
"Coba saja kalau kau bisa" dengan satu kilatan Jongwoon tiba-tiba sudah ada di belakangnya dengan menghunuskan pisau buah di leher Kibum. "Aku tidak akan main-main kali ini" ujar Jongwoon.
"Aku juga tidak akan main-main sekarang" dalam satu tarikan di tangan Jongwoon yang memegang pisau, dilemparkannya Jongwoon ke atas kasur dan Kibum langsung menindihnya. Jongwoon memberontak dan menendang perut Kibum.
Kibum mundur beberapa langkah dan mengusap darah di bibirnnya. "Kau kuat juga untuk uke sepertimu"
Jongwoon hendak memukul Kibum kembali sebelum suara ketukan pintu menghentikan keduanya.
"Pangeran Kyuhyun sudah tiba, Yang Mulia" ujar Troll itu tidak terlalu jelas bagi Jongwoon namun dia masih bisa menangkap maksud nya.
"Kyuhyun?"
"Hmm.. baiklah. Aku akan menemuinya. Tapi sebelum itu.." Kibum membalikan badannya dan matanya kembali berubah menjadi merah. Jongwoon membulatkan matanya dan pandangannya mulai mengabur.
.
.
.
Kyuhyun memandang datar Kibum yang ada sekitar 10 meter di depannya. Mereka tengah ada di dalam padang rumput dengan danau yang ada di sekeliling mereka. Angin berhembus membuat suasana menjadi tentram. Namun tidak dengan Kyuhyun. Dia benar-benar marah saat ini.
"Mana Jongwoon?" ucapnya dingin.
"Kau benar-benar tidak sabaran, Yang Mulia Pangeran" Kibum menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Cepat katakan atau kubunuh kau!" Kyuhyun sudah mengeluarkan pedang Kakeknya.
"Hmm.. dia dimana ya? Sebentar.. biar ku pikir dulu.." Kibum memasang pose berpikir dengan mengetuk-ngetuk kan jarinya ke dagunya.
Kyuhyun sudah habis kesabarannya. Dia berlari dan menghunuskan pedangnya ke arah Kibum.
TRANGG
"Ah, disini rupanya kau Jongwoon" Kibum tersenyum licik melihat Jongwoon sudah di depannya, menangkis serangan Kyuhyun.
"Jo-jongwoon? Kenapa kau membelanya?!" Kyuhyun mundur ke belakang dan memandang geram kedua nya.
Jongwoon menegakkan tubuhnya dan berdiri di samping kiri Kibum. "Kyu, coba kau lihat matanya"
"Kau..." Kyuhyun bertambah marah. Jongwoon sudah dihipnotis Kibum. Mata yang tadinya hitam sekarang tampak abu-abu.
"Dia akan menuruti segala perintahku. Termasuk menghabisimu" Kibum semakin senang melihat Kyuhyun berteriak marah. "Habisi dia, Jongwoon" ujarnya dingin. "Baik, Yang Mulia" Jongwoon berlari dengan cepat dan menyerang Kyuhyun.
Kyuhyun menggerakan tangannya mengambil air dari danau di sekitarnya dan mengarahkannya pada Jongwoon membentuk kristal es. Jongwoon melompat menghindarinya dan kembali berlari.
Kyuhyun menangkis pedang Jongwoon dengan pedang miliknya. Terus seperti itu hingga keduanya terengah-engah.
"Sadarlah Kim Jongwoon!" Namun Jongwoon hanya diam saja.
Kyuhyun kembali membentuk bola air di tangannya dan merubahnya menjadi jarum-jarum. Namun jarum-jarum itu berhasil ditangkis Jongwoon dengan pedangnya. Kyuhyun tidak menyerah, dia kembali membuat jarum-jarum itu dan mengarahkannya pada Jongwoon, namun meleset. Kibum tersenyum mengejek. Namun dia berteriak menyadari jarum itu berbalik dan menusuk Jongwoon dari belakang.
Jongwoon memuntahkan darah dan ambruk. "Sekarang giliranmu Kibum" Kyuhyun berlari di atas air dan membentuk naga air yang sangat besar dan langsung menghanyutkan Kibum. Kyuhyun keluar dari danau dan mendekati Jongwoon yang pingsan. Digendongnya Jongwoon ala bridal style dan menghilang dari sana.
Kibum yang basah kuyup menggeram kesal. "Tunggu pembalasanku Kyuhyun.."
.
.
.
Kesepuluh pemilik bintang lainnya menunggu dengan cemas. Harusnya mereka mengikuti sang pangeran dan menolongnya menyelamatkan Jongwoon.
"Heechul, cepat kau obati Jongwoon" suara Kyuhyun yang seperti ketakutan itu mengagetkan orang-orang disana minus KyuWoon tentunya.
"Ba-baik" Kyuhyun meletakan Jongwoon di atas kasur di kamar Jongwoon diikuti Heechul. Heechul meletakkan kedua tangannya di atas luka Jongwoon dan mengalirkan cahaya penyembuhnya.
Kyuhyun keluar dari kamar itu untuk memberikan ruang bagi Heechul dan bertemu dengan teman-teman bintangnya.
"Apa yang terjadi?" tanya Ryeowook khawatir yang diikuti anggukan dari teman-temannya.
"Ceritanya panjang. Aku akan ceritakan kalau Jongwoon sudah sadar. Atau kau bisa bertanya pada Sungmin. Dia bisa membaca pikiran, kan?" Kyuhyun dengan wajah yang datar melewati mereka. Namun jika kau melihat matanya maka akan kau temukan rasa takut, lelah dan khwatir yang sangat jelas.
Sungmin memandang punggung Kyuhyun yang semakin jauh dan hilang di belokan koridor. "Ya, benar-benar cerita yang panjang.."
.
.
.
Heechul telah selesai mengobati luka yang tidak terlalu parah itu. Dipakaikannya perban ke perut Jongwoon. Setelah itu dia memakaikan selimut untuk Jongwoon. Lalu dia keluar menyusul kawan-kawannya. Dia juga ingin tahu apa yang terjadi dengan teman yang sama dengan golongan darahnya itu.
Sementara itu Kyuhyun sedang berdiri di taman bunga lavender yang waktu itu dia dan Jongwoon pernah kesini sebelumnya. Dia terus merasa bersalah telah melukai Jongwoon. Namun hanya cara itu yang bisa dia lakukan. Dia tidak bisa membayangkan kalau dia akan bertarung dengan sesama pemilik bintang dan juga orang yang dia su—
"Pangeran, Jongwoon sudah sadar" Hangeng menepuk pundak Kyuhyun yang membuahkan teriakan kaget Kyuhyun. Ckckck OOC sekali kau Kyuhyun -_-
"Hangeng! Jangan menggunakan kekuatan teleport mu untuk mengagetkanku!" Kyuhyun mendengus. Hangeng hanya bisa sweatdrop.
"Benarkah dia sudah sadar? Terima kasih, aku akan kesana" Kyuhyun langsung menghilang meninggalkan Hangeng terbengong-bengong. 'Dia sendiri pakai teleport' pikirnya heran
.
.
.
Kesepuluh pemilik bintang yang sudah diberitahu yang sebenarnya oleh Sungmin kini sudah tahu apa yang terjadi pada KyuWoon. Kini mereka sadar bahwa kekuatan bangsa Orz terlebih Kibum memang luar biasa. 'Apa kami bisa mengalahkan mereka?' pikir mereka semua.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Henry putus asa. Tidak ada yang menjawab karena memang itu merupakan pertanyaan dari mereka masing-masing.
"Sungmin, bukankah kekuatanmu itu ahli strategi? Pikirkan cara untuk menyerang mereka dong" ketus Shindong
"Aku tidak bisa membuat strategi kalau tidak disetujui oleh Pangeran" ujar nya santai.
"Haahhh" semua orang disana menghela nafas. Sementara itu Kyuhyun yang ada di kamar Jongwoon hanya bisa diam sambil memandangi Jongwoon yang sudah sadar. Posisi nya masih berbaring karena luka di punggung hingga perutnya.
"Maafkan aku" lirih Kyuhyun.
"Tidak, ini bukan salahmu. Aku saja yang terlalu lemah, tidak bisa melawannya" Jongwoon berusaha tersenyum menghibur Kyuhyun.
"Woonie.."
DEGG
Jongwoon berblushing mendengar Kyuhyun memanggil nama kecilnya. "A-apa?"
"Apa yang kau lihat dan alami di sana?" tanya Kyuhyun serius
"Tidak ada" Jongwoon menghindari tatapan Kyuhyun. Tidak mungkin kan dia bercerita kalau Kibum menginginkan dirinya menjadi ratunya?
"Kim Jongwoon.." Kyuhyun menatap tajam Jongwoon. Mengintimidasi nya. Jongwoon menggigit bibirnya resah. "Janji kau tidak akan marah"
"Hn" Jongwoon meneguk ludahnya dan berucap lirih. "Dia mengurungku di kamarnya dan menginginkanku menjadi ratu nya"
"Apa?" Kyuhyun menggeram marah. Tidak, dia tidak akan menyerahkan Jongwoon begitu saja. Ya, karena dia menyukai pemuda manis namun kuat di depannya ini. Meskipun belum sampai ke tahap cinta.
"Kau kan sudah janji tidak marah" Jongwoon merengut lucu. Kyuhyun tidak tega terus marah padanya. Kyuhyun tersenyum dan mengusap surai nya lembut.
"Istirahatlah, lukamu masih sakit kan" Jongwoon mengangguk pelan dan menidurkan dirinya.
Kyuhyun menyelimuti nya dan berbalik menuju pintu. Sebelum itu Jongwoon mengentikannya.
"Bolehkan aku memanggilmu Kyu? Atau Kyunnie?" ucap Jongwoon dengan wajah memerah.
Kyuhyun menahan tawanya dan tersenyum sangat lembut. "Boleh saja. Aku lebih senang kau memanggilku 'sayang' kkkk" Kyuhyun menutup pintu cepat sebelum Jongwoon melemparnya dengan pedang.
.
.
.
Besoknya, kedua belas pemilik bintang telah berkumpul di ruang rapat kerajaan. Meja berbentuk persegi panjang dengan kursi yang mengelilinginya menghiasi ruang itu.
"Aku mengajak kalian rapat disini untuk membahas penyerangan ke kerajaan Orz. Setelah kejadian kemarin, kita harus lebih berhati-hati sekarang. Karena Kibum sudah memulai penyerangan. Sungmin, apa rencanamu?"
"Sebelum aku memberitahu rencanaku, aku ingin bertanya sesuatu terlebih dahulu pada Jongwoon. Bagaimana keadaan istana dan orang-orang disana. Mengingat kemarin kau bertemu dengan mereka"
Jongwoon terdiam sebentar. Dia mengingat monster dan troll yang sangat mengerikan di sana. "Bangsa Orz, di tinggali oleh para troll yang besar dan monster-monster yang mengerikan. Banyak hutan dan ruang penyimpanan senjata disana. Juga semacam pabrik pembuatan berbagai macam senjata. Dan satu lagi ruangan yang tertutup dan ada penjaga di depannya"
"Trol dan monster? Aku kira hanya prajurit biasa" Donghae berucap tidak percaya
"Itulah kekuatan bangsa Orz. Mereka sangat kuat melebihi manusia berbadan besar sekalipun" terang Kyuhyun. "Lalu Sungmin, bagaimana menurutmu tentang ruangan tertutup yang dijaga itu?" tanya Kyuhyun lagi.
"Ya, seperti perkiraan Anda dan aku Pangeran. Menurutku itu adalah ruang tempat pedang Zucha disimpan"
Jongwoon menatap Sungmin dan Kyuhyun bergantian. "Jadi aku harus mengambilnya disana?"
"Ya. Lalu apa di istana itu ada pintu rahasia?" Kyuhyun menyatukan jarinya dan menaruh di bawah dagu.
"Aku rasa tidak ada. Hanya gerbang utama dan pintu belakang. Juga pintu dapur istana" Jongwoon menjelaskan sedetail-detailnya kondisi istana itu. Setelah dihipnotis, dia mengikuti Kibum keseluruh istana. Jadi dia masih ingat apa saja di dalam istana itu.
"Baik. Kalau begitu akan kujelaskan rencana nya. Ryeowook, kau harus membuat bom yang berkekuatan 20 kali lipat. Bom itu akan menghancurkan penjagaan di gerbang istana. Setelah itu Eunhyuk, Shindong dan Donghae maju memimpin penyerangan dari depan. Zhoumi kau menyerang dari atas dengan panah mu itu. Bakar istana itu sampai ke ruang penyimpanan pedang Zucha. Hangeng dan Henry kau lindungi Jongwoon sampai ke dalam ruang pedang itu disimpan. Lalu Pangeran dan Siwon yang membimbing Jongwoon keluar melalui pintu belakang istana. Disana akan ada hutan yang menjadi perbatasan Gods dan Orz. Setelah kuberi sinyal atau tanda kalian harus cepat-cepat pergi darisana. Heechul bersiap menunggu di sungai perbatasan itu untuk berjaga-jaga jika ada yang terluka. Bagaimana? Ada yang masih tidak mengerti?"
"Siapa yang akan menghadapi Kibum?" tanya Eunhyuk. Semua orang disana merasa was-was jika ditunjuk untuk menghadapi raja Orz itu.
"Biar aku saja. Setelah mengambil pedang Zucha aku yang akan mengalahkannya" Jongwoon berdiri dan mengangkat tangannya, mengajukan diri.
"Woonie, kau sudah dua kali terkena hipnotis Kibum! Aku saja yang mengalahkannya" Kyuhyun ikut berdiri.
"Tidak Kyunnie. Aku saja" Jongwoon menolak.
Kesepuluh pemilik bintang lainnya cengo, sejak kapan mereka akrab saling memanggil nama dengan aksen manis begitu?
"Aku!"
"Aku!"
"Aku!"
"A-"
"Sudah! Diam! Kalian berdua hadapi Kibum!" Sungmin menggebrak meja dan Kyuhyun Jongwoon kembali duduk dan berdehem canggung.
"Besok kita akan berlatih untuk penyerangan seminggu lagi. Istirahatlah. Kita berkumpul besok jam 8 di perbatasan. Selamat pagi" Kyuhyun berdiri dan meninggalkan ruang rapat diikuti yang lainnya.
"Rencanamu bagus sekali Sungmin" puji Donghae sambil menepuk-nepuk pundak Sungmin keras. Hidungnya membuka tutup bangga -_-
"Terima kasih Hae. Yang penting adalah kerjasama kita semua"
Jongwoon menghiraukan teman-temannya yang bersenda gurau. Dia berjalan ke arah taman bunga lavender untuk menenangkan pikirannya.
'Ini bukan perang biasa. Ini perang melawan makhluk mengerikan. Mereka belum bertemu dengan makhluk-makhluk itu jadi mereka tidak terlalu takut dan khawatir. Tapi aku sudah melihatnya...aku tidak tahu apa kami akan bisa mengalahkan mereka. Aku takut sekali..' pikir Jongwoon kalut. Kalau saja ini adalah tawuran seperti di sekolahnya dia tidak akan takut. Namun ini berbeda. Perang melawan hidup dan mati.
"Apa yang harus aku lakukan?" lirihnya.
TBC ^^
Maaf lagi-lagi updatenya lama. Saya usahakan update sebulan sekali. Walau ini udah lebih dari 1 bulan #plakkk Entah kenapa ff ini malah mirip sama naruto dan lord of the ring -_-
Untuk my dog is my boyfriend sepertinya harus saya discontinued. Alesannya salah pairing. Harusnya Haesung malah Yehae -_- atau harus diedit dengan beda pair?
Saya ada ide ff lagi. Kyusung juga ^^ Yesung jadi bos geng dan jadi incaran seme2 mesum termasuk kyuhyun. Tipe uke cantik manis tapi galak dan kuat xD ada yang tertarik?
Saatnya balas review :
GaemGyu92
Di atas sudah dijelaskan kan hehehe . gomawo udah review ^^
jeremy kim84
makasi udah bilang daebak hehehe iya udh lama banget authornya males sih #plakk
gomawo udah review ^^
Shinkwangyun
gomawo udah review ^^
ollla
iya yesung udh dibawa kyuhyun lagi noh kkkk
gomawo udah review ^^
YeShaSparkClouds
Iya authornya lagi keedanan sama naruto apalagi sasunaru #kyaaaa
gomawo udah review ^^
CloudSparkyuLove
Ini udah lanjut
gomawo udah review ^^
cassandraelf
iya nih ganteng2 bego #ditamparkibum
kyu udah nyelamatin yeye nih
gomawo udah review ^^
gomawo udah review ^^
deraelf
hahaha authornya bingung njelasin lewat kata2 #brukkk
nanti dijelasin chap2 selanjutnya hehee
gomawo udah review ^^
yesung ukeku
yesung hampir dirape kibum hahaaa #dideathglarekyu
gomawo udah review ^^
kyutiesung
kisung jadi pair kedua disini wkwkwk
keren? Makasi ya bilang keren :**
gomawo udah review ^^
Harpaairiry
Ini udah lanjut gomawo udah review ^^
Kim YeHyun
Typo tuh wkkwkwkk
gomawo udah review ^^
Mylovelyyeye
Diusahain gak terlalu lama ya hehhee
gomawo udah review ^^
suka yesunguke
udah dijelasin di atas ya hehee gomawo udah review ^^
satu bulan kilat gak ya #plakkkk
gomawo udah review ^^
Guest
Ini udah lanjut ya. Gomawo udah review ^^
Yosh, terima kasih bagi readers yang sudah baca, review, favorite, dan follow ff ini dan saya. Kecup satu-satu :** Readers pada muntah XDD
Review please ~
