"Last Memories,Last Chance Chapter 3"
Pair:HunHan
Other cast: KaiSoo as Hunhan Parent, Etc
Genre:Romantic,fluff, Family Life,Marriage Life,etc,
Rate:T
Length:3 from 4
Author:Xiayuwe Liu
Note:Annyeong xia is back: ) semoga pada ga bosen ya heheh don't copy paste.. don't forget for RCL ^_^
***Xia's Present***
Summary: pada dasarnya rasa cinta tumbuh karena suatu kebiasaan yang ada, dapat disabotase ataupun disengaja,cinta datang dan pergi karena ada suatu alasan yang tak pernah dapat diungkap dalam hati,karena cinta adalah sesuatu yang tak dapat disentuh namun dapat dirasakan kehadirannya.
**Last Memories , Last Chance Chapter 3**
.
.
.
Sehun kembali pulang ke rumah tengah malam, namun ternyata luhan masih menunggu sehun diruang tamu.
"kau belum tidur hyung?".tanya sehun seperti tanpa ada masalah.
"kau dari mana saja?".tanya luhan balik tanpa menghiraukan pertanyaan dari sehun.
"aku..aku ada urusan..".jawab sehun .
"tadi eomma menelponku..mereka menanyakan kabar rumah tangga kita, eomma juga menanyakan kapan kita akan berkunjung kerumah".ucap luhan datar.
"eumm.. begitukah?baiklah minggu depan saja kita akan berkunjung kerumah ..apa yang kau jawab tentang rumah tangga kita?"
"aku menjawab bahwa rumah tangga kita baik-baik saja, aku tidak ingin mengatakan hal yang buruk tentang apa yang kita alami, aku tidak tega untuk menyakiti hati orang yang telah membesarkan aku dengan kasih sayang".jawab luhan seolah menyindir sehun.
Sehun nampak salah tingkah dengan kata-kata luhan yang begitu tenang namun tajam.
"dan yang harus kau tau kim sehun..bahwa aku tidak akan pernah mau bercerai dengan mu apapun yang terjadi, kecuali karena itu adalah permintaan dari appa dan eomma.. kau tau kan aku tidak pernah mau melanggar segala keputusan dari eomma dan appa.. jadi sebelum mereka yang memintaku bercerai,jangan harap kau bisa menceraikan aku kim sehun.. ".lanjut luhan dengan dingin dan meninggalkan sehun seorang diri.
.
.
.
.
Luhan menutup pintu kamarnya rapat-rapat nya, luhan jatuh tersungkur didepan pintunya dengan bergemetaran, bagaimana tidak?luhan baru saja mengatakan kata-kata yang begitu menusuk untuk sehun,luhan tidak tau dari mana datangnya kekuatannya untuk berbicara seperti itu.
"apa yang kulakukan?".ucap luhan dengan terus menangis sambil menggenggam bajunya kuat-kuat sampai baju yang dipakainya kotor oleh keringatnya.
"maafkan aku kim sehun..".lirih luhan.
.
.
.
sehun nampak memikirkan kata-kata lay hyung sahabatnya tadi pagi dikampus, dalam hati sehun membenarkan kata-kata lay hyung yang bijak tersebut.
#flashback#
"aku tidak tau apa yang aku harus lakukan terhadapnya hyung..semuanya benar-benar terasa berbeda sejak eomma dan appa mengumumkannya sebagai orang yang dijodohkan dengan ku..aku yakin sekali luhan hyung juga sangat kaget dan pasti ingin menolak keputusan itu,tapi aku tau luhan hyung adalah type yang sangat penurut dengan eomma dan appa,apapun yang diminta eomma dan appa pasti luhan hyung turuti sekalipun hati kecilnya menolak,aku sangat tau bagaimana luhan hyung sejak kecil..dirinya benar-benar menyatu denganku". Curhat Sehun kepada Lay dengan rasa gundah.
"humm..aku tau betul bagaimana rasanya harus menerima sesuatu yang begitu mendadak seperti ini,apalagi sebuah pernikahan.. itu hal sakral yang tak bisa dimain-mainkan begitu saja, maka dari itu harusnya kau seperti luhan yang akan mencoba bertahan dalam hubungan ini.. jangan biarkan luhan menahan bebannya sendiri untuk mempertahankan pernikahan kalian, kau kan tau bagaimana rasanya luhan baru mengetahui fakta orang tuanya meninggal saat usianya masih sangat kecil dan tiba-tiba harus menikah dengan seseorang yang selama ini seperti adik kandungnya,luhan tak memiliki pilihan lain dan kau harus membantunya bukan menambah bebannya dengan mengacuhkannya, membuatnya tidak nyaman dan seperti tidak dianggap.. pasti luhan sangat sakit hatinya kau perlakukan seperti itu,kau tidak boleh egois.. cinta akan tumbuh seiring kebersamaan..yakini hal itu dalam hatimu".ucap Lay menasehati sahabat yang lebih muda darinya itu.
#Flashback END#
Sehun mengusak rambutnya dengan kasar, sepanjang malam ia habiskan untuk berfikir.. ,namun sehun merasa cukup puas dengan hasil berfikirnya tersebut untuk kehidupannya yang mendatang.
Sehun pergi keluar kamar, diperhatikannya lampu dapur yang masih menyala dan terdengar suara sedikit berisik dan wangi masakan.
"Luhan Hyung?Apa yang sedang kau lakukan?".tanya Sehun yang baru mengetahui orang yang menyebabkan kebisingan didapur.
"eoh?Sehunna?kau sudah bangun?tumben sekali.. aku sedang membuat sarapan, apa kau mau juga?".tanya luhan dengan ramah,begitu berbeda dengan luhan yang semalam.
"humm...boleh juga,aku memang agak lapar hyung".jawab sehun sambil mendekati luhan.
"apa yang kau masak hyung?".tanya sehun lagi.
"humm..aku sedang memasak sup kacang merah dan daging asap".jawab luhan.
"wuah...pasti enak sekali, masakan hyung kan sangaaaattt enak lebih dari masakan eomma".ucap sehun sambil terkekeh.
Luhan tersenyum melihat Sehun yang seperti ini, seperti sehun adiknya yang dulu sebelum semua ini terjadi, luhan sedikit lega..mungkin kata-kata pedasnya semalam membuahkan hasil sehingga sehun mau untuk lebih perduli dengan pernikahan mereka.
"hyung?kau mau susu atau kopi?biar aku yang buatkan".tawar sehun .
"humm...boleh juga, aku ingin susu saja".jawab luhan sambil mengaduk sup nya yang sudah terlihat matang.
Setelah semua makanan dan minuman selesai dibuat, keduanya menyusun dengan rapi di meja makan layaknya keluarga kecil yang harmonis dan bahagia.
"humm sup buatanmu memang benar-benar luar biasa hyung".puji sehun yang tengah mencicipi supnya.
Luhan tampak sumringah mendengarnya, keduanya benar-benar telah melupakan kejadian semalam yang begitu menyayat hati.
.
.
.
"hyung".panggil sehun.
"ya?"
"ada yang ingin aku bicarakan..ini agak serius".ucap sehun.
Luhan menahan nafasnya,jantung nya kembali berdegup dengan kencang memikirkan apa yang ingin dibicarakan sehun, apakah ini menyangkut pertengkaran mereka semalam?
"ya..kau silahkan saja sehun".jawab luhan sedikit gugup.
"begini hyung..."
Sehun menjeda ucapannya dan menghela nafasnya.
"aku sudah berfikir sejak semalam tentang hubungan ini hyung...".lanjut sehun.
Gotcha!benar sekali!inilah yang akan dibicarakan sehun.
"aku terus saja memikirkan nasihat dari lay hyung, mengesampingkan keegoisan dan pemikiranku.. mencoba menelaah apa yang terjadi pada kita, dan semua hal yang berhubungan dengan ini".ucap sehun sambil menghela nafasnya lagi.
"ya?lalu?".tanya luhan.
"dari hasil berfikirku semalam penuh, aku memutuskan untuk tetap menjaga hubungan ini terus sampai akhir, aku ingin memulainya dari awal,dari pertama bertemu,saling mengenal,saling jatuh cinta,berpacaran kemudian menikah.. aku yakin cinta diantara kita akan tumbuh dengan sendirinya.. mari kita saling berusaha untuk mendapatkannya".jelas sehun sambil mengulurkan tangannya.
Luhan memperhatikan tangan sehun,didalam hati luhan yang terdalam luhan benar-benar tak menyangka bahwa sehun akan berkata sedemikian rupa,menyetujui apa yang telah ditentukan appa dan eomma bahkan ingin memulai untuk saling mencintai, tentu luhan tidak perlu dibagian itu toh luhan memang sudah mencintai sehun sejak lama..itu artinya luhan yang akan membantu sehun untuk mencintainya.
"sehun..apa kau yakin dengan ucapanmu?".tanya luhan.
Sehun mengangguk pasti.
"ayo kita mulai dari awal.. perkenalkan namaku kim sehun, siapa namamu cantik?".tanya sehun sambil tersenyum dan tetap mengulurkan tangannya.
Luhan menatap sehun dengan canggung.
"ayolah cantik..mari kita berkenalan".ajak sehun dengan gemas menarik tangan luhan.
Luhan terkekeh pelan.
"baiklah tuan tampan...namaku kim luhan..senang berkenalan denganmu".balas luhan.
"ah..marga kita sama?itu pertanda bagus..pasti kita adalah jodoh".ujar sehun menggombali luhan.
"yaa!yaa!sudah aku tidak mau mulai digombali mu albino!dasar playboy huh!".omel luhan sambil melepas tangannya dengan paksa.
Sehun terkekeh geli melihat tingkah hyungnya-ralat-tingkah calon kekasihnya yang begitu lucu menurutnya.
"baiklah..baik.. kim luhan,apa kau sudah memiliki kekasih?".tanya sehun.
Luhan menggelengkan kepalanya.
"bagus kalau begitu...maukah kau menjadi kekasihku?".tanya sehun to the point.
Tak ayal lagi tanpa fikir panjang luhan mengangguk dengan imutnya.
"terima kasih luhan-ah.. sekarang kita adalah sepasang kekasih yang harus saling mencintai dan menyayangi".ucap sehun sambil memeluk luhan.
"tuhan..aku ingin sehun benar-benar bisa mencintaiku, bukan karena sebuah keterpaksaan..aku ingin sehun bisa mencintaiku dari hatinya dan abadi..walau secara perlahan tapi akan ku nanti sampai waktunya".batin luhan sambil meneteskan air matanya dalam pelukan sehun.
.
.
.
TBC
Okayyy gimana kelanjutannya?jelek kah? Xia sedikit kena writer blocker jadi rada pundung /? Buat nerusin ff ini atau ga - , next chapter is last chapter ^-^ harap menunggu ya :D jangan lupa untuk RCL nya.. thanksseeuuu :*
-XiaYuWe Liu-
