CHAPTER 3 : OTHER SIDE OF JONGIN
Annyeong, readers! Author kecewa nih melihat antusiasme kalian. Tanpa review bikin author berniat buat end/delete story ini. Kritik dan saran kalian membantu loh! DITUNGGU REVIEW-NYA!
LET'S READ..
FAR/RSH
tepat hari ini kim jongin memasuki umurnya yang ke-17 tahun, dimana dengan bertambah umurnya tersebut semua harapan akan kebahagiaan baginya selalu tercurahkan. Tetapi, semua hal itu seakan berat bagi kyungsoo. Namja satu ini merasa sulit hanya untuk sebatas mengucapkan selamat kepada jongin, seolah dirinya begitu rendah terhadap pesona kim jongin, dan ia merasa begitu bodoh akan perasaannya selama ini, dan hal itu membuatnya tidak memiliki keberanian untuk berhadapan dengannya.
"kyungsoo… umpan bolanya kepadaku, palliii.." sehun meneriaki kyungsoo yang sedang membawa bola. tanpa memperhatikan lawan yang sedang menghadang didepannya membuat kyungsoo harus jatuh terjungkal.
"aigooo, kyungsoo ya, kau bisa bermain tidak huh? Jelas-jelas didepanmu ada tiang listrik itu, kau tidak melihatnya eoh?". Omel suho yang merupakan sunbaenya, sementara sosok yang disebut tiang listrik hanya berdiri bingung dengan wajah innocentnya.
"mwo?! Siapa yang kau sebut tiang listrik? Aishh, jinjja.." kris mengumpat rendah karena ucapannya seperti angin berhembus, dikarenakan semua orang sudah kembali fokus kepada posisi permainan.
Kyungsoo kembali ke posisi semula, dan matanya tepat menangkap sosok jongin yang menjadi rivalnya. Namja itu sedang membawa bola, dan sesekali mengoper kepada teman setimnya. Lagi-lagi kyungsoo terjatuh pada pesona kim jongin, sosok itu terlihat seolah bercahaya ditengah lapangan. Namun, bukankah yang seperti ini hanya selayaknya sebatas kagum?..
" kyungsoo, tahan jongin dan lay sunbae jangan sampai dia membobol gawang kita". Tao berlari mundur mencoba membantu kyungsoo yang berada di posisi defense, sementara itu kyungsoo berusaha untuk menjaga pertahanan daerah gawangnya. Kini dirinya tengah menghadang jongin yang sedang membawa bola, sebisa mungkin ia akan menjaga daerahnya dan tidak membiarkan jongin mencetak skor. Ekor matanya menatap lekat bola yang sedang digerakan jongin, dan…
'dduuaaagghhh…
Entah mengapa tiba-tiba saja bola itu membentur tepat dikepala kyungsoo dengan sangat keras, membuat tubuhnya terhuyung dan menciptakan pening yang luar biasa..
"omoo, mian.. Ya! Kyungsoo ya, gwaenchana? Kyungsoo". Jongin menahan tubuh kyungsoo yang limbung hampir menyentuh aspal lapangan, diguncangnya tubuh yang sedang ditahannya berusaha untuk membuat sosok itu tetap tersadar. Semua pemain mengerubungi kyungsoo dan jongin, terdengar keributan panic yang sayup-sayup tertangkap oleh telinga kyungsoo, namun semuanya terasa berputar dan kepalanya seolah terantuk baja yang keras. Dirasanya kesadaran akan dirinya sudah tidak dapat ditahan lagi, dan semuanya menjadi gelap dan tenang.
FAR/RSH
"kyungsoo, ireona!" suho bersandar pada tembok ruang kesehatan, didekatnya terlihat luhan dan jongin yang terduduk dikursi depan ranjang kyungsoo. Kyungsoo mencoba mengerjapkan matanya perlahan, cahaya mulai memasuki retina matanya dan dirasanya kepalanya masih terasa sedikit pusing.
"kyungiee, kau sudah sadar ne? minumlah the hangat ini". Luhan menyodorkan secangkir teh hangat kepada kyungsoo. Namja itu membantu kyungsoo bersandar pada kepala ranjangnya.
"kau sudah merasa baikkan? Masih pusing?" suho bertanya kepada kyungsoo, takut-takut dongsaengnya ini mengalami cedera yang serius atau hal lainnya. Dan hal itu hanya dijawab dengan gelengan kepala kyungsoo. Manic mata kyungsoo menangkap sosok jongin yang bangkit berdiri dari duduknya, terlihat sekilas ekspresi lega pada wajahnya.
"kyungsoo mian.. tadi aku tidak sengaja mengenai bola kekepalamu, jeongmal mianhae". Jongin hanya menunjukan ekpresi wajah datarnya saat berucap maaf kepada kyungsoo. Apakah kyungsoo sudah salah menduga melihat ekpresi wajah jongin tadi. Dan itu membuat kyungsoo semakin sadar,dan menambah sesak pada dadanya.
"gwaenchana jongin.. gomawo sunbae, luhan kalian sudah mengkhawatirkanku. " kyungsoo mencoba bangkit dari ranjang, dan melihat jam dinding yang menggantung didepannya.
"aishh, sudah malam rupanya. Aku harus cepat pulang, eomma pasti mengkhawatirkanku." Kyungsoo meraih tasnya yang tergeletak dibangku, dan bergegas keluar ruang kesehatan.
" chankaman kyung, kau meninggalkanku huh?" luhan juga ikut beranjak mencoba mengejar kyungsoo yang lebih dulu pergi.
" jongin, kau antar kyungsoo pulang. Kau harus bertanggung jawab mengantarnya sampai rumah, kasihan dia jika harus menaiki bus dengan keadaannya yang seperti itu." Suho mengajak jongin keluar dari ruangan tersebut, dan mencoba menyusul luhan dan kyungsoo yang terlihat didepan mereka.
"tapi hyung, bagaimana dengan luhan? Kau sajalah yang mengantar kyungsoo, biar luhan denganku." Jongin menolak halus perintah sunbaenya, dia merasa awkward jika harus bersama kyungsoo yang dirasanya namja itu terlalu pendiam diibanding luhan.
"tidak! Kau yang membuatnya pingsan bodoh.. pastikan ia sampai dirumah dengan baik-baik saja. Luhan denganku". Jongin berdiri membeku dengan berlalunya suho menuju parkiran sekolah.
"hei rusa, kajja naik.. biarku antar". Suho muncul dengan motornya tepat disamping luhan dan kyungsoo yang berjalan beriringan.
"hmm, terimakasih suho hyung. Tapi aku harus bareng dengan kyungsoo, kasihan dia jika pulang sendirian". Luhan menolak dengan halus tawaran suho, dirasanya kyungsoo membutuhkan teman pulang.
"aniyo, lu.. gwaenchana kau naik saja sana. Aku sudah tidak mengapa pulang sendiri" kyungsoo mendorong pelan tubuh luhan agar mendekat pada motor suho. Sementara itu, luhan menahan tubuhnya yang didorong kyungsoo.
" aishh, rusa.. kyungsoo akan diantar jongin. See?! Kkamjong itu tepat berada dibelakangku". Suho menunjuk arah belakangnya, dan membuat luhan dan kyungsoo melihat sosok jongin dengan motor sport hitamnya.
"YA! Apa-apaan kau hyung.. kajja, naik". Jongin menyuruh kyungsoo untuk naik kemotornya, hal itu membuat kyungsoo cukup terkejut dan terpaku ditempatnya.
"kyungiee, naiklah.." luhan sudah naik tepat dibelakang suho, namja rusa itu tengah memakai helm yang diberikan sunbaenya itu. Akhirnya kyungsoo tersadar dari keterkagetannya dan beranjak naik dibelakang jongin.
"pakai ini.." jongin menyerahkan helm berwarna merah kepada kyungsoo, namja itu mengeratkan jaket yang dikenakannya dan mulai melajukan motornya.
"annyeong kyungsoo jongin.. paiii paiii". Luhan melambai meninggalkan kedua namja dibelakangnya.
FAR/RSH
"apa tidak apa-apa kau mengantarku jong?" kyungsoo bertanya pelan dari balik punggung jongin, suara motor jongin yang melaju kencang menutup pertanyaan kyungsoo.
"mwo? Kau bicara apa?" jongin mencoba menengokkan kepalanya kebelakang, mencoba menagkap omongan kyungsoo yang terdengar pelan.
"aniii,..hmmmm, jongin". Kyungsoo menggantungkan kata-katanya, dirinya merasa ragu dan rapuh untuk sekedar melanjutkannya. Namun ia harus mengucapkannya.
" wae?". Kali ini jongin dapat mendengar suara kyungsoo dibelakangnya. Ia membelokkan laju motornya menuju ggyonggi
"hmmm, aniyoo.. tidak jadi. YA! Kau mau kemana eoh? Ini sudah terlalu jauh dari rumahku, jongin!". Kyungsoo terkejut menyadari kemana arah motor jongin membawanya, dan itu membuatnya khawatir karena sudah terlalu jauh dari arah rumahnya.
"diamlah, temani aku sebentar. Lagipula ini semua karena suho hyung yang menyuruhku mengantarmu, jadi terpaksa kau ku ajak". Kyungsoo terdiam mendengar ucapan jongin, dan lagi-lagi membuatnya sadar akan sosok itu. Udara dingin jalan ggyonggi mulai merasuki tubuh kyungsoo dan namja itu mulai menggigigil, sesekali kyungsoo memeluk tubuhnya yang tidak terbalut jaket ataupun mantel hangat. Jongin melirik sekilas melalui spion motornya, dan didapatinya namja dibelakangnya menggigil dengan wajah pucat. Dirasanya perjalanan cukup jauh, dan kini mulai jauh dari keramaian jalan raya. Motor jongin tepat berhenti disebuah bukit yang tenang dan sepi, hanya terlihat beberapa rumah perdesaan yang terlihat asri.
"turunlah, kita sudah sampai". Jongin melepas helmnya, dan meletakkannya diatas motor, namja itu meninggalkan kyungsoo yang masih berkutat dengan helmnya.
Kyungsoo berjalan pelan menghampiri jongin yang terduduk damai dibawah pohon maple, matanya terpejam dengan tubuh bersandar pada batang pohon. Uap dingin terlihat keluar dari mulutnya. Kyungsoo menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya, mencoba mencari kehangatan dari kegiatannya itu. Namun hal itu belum tidak menghangatkannya. Ia mengambil tempat disamping jongin, dan ikut menyandarkan tubuhnya. Kyungsoo mencoba memejamkan matanya seperti jongin, dan ia merasa kehangatan menyelimuti tubuhnya. Matanya terbuka dan melihat jongin yang memakaikan jaket ketubuhnya. Namja itu melepas jaket yang dikenakannya dan memberikannya pada kyungsoo.
"andwae.. tidak perlu jong. Nanti kau kedinginan." Kyungsoo mencoba melepas jaket yang melekat ditubuhnya, tapi segera ditahan jongin.
"pakailah, kau lebih kedinginan daripadaku. Tunggulah sebentar, aku hanya ingin menikmati ketenangan ini. 15 menit saja". Kyungsoo tertegun mendengar kata-kata jongin, suara itu terdengar lembut dan damai.
"jongin.."
"hmmm?"
"mmmm, saengil chukkaeyo..mian"
"gomawo kyung.."
Kyungsoo menatap tubuh disampingnya yang memejamkan mata, dan ia menangkap setetes air mata jatuh dari mata itu.
"jongin, gwaenchana?" kyungsoo bertanya lembut, hatinya seolah mencoba memahami perasaan jongin.
"nan gwaenchana.." jongin menjawab parau pertanyaan kyungoo tadi, matanya terbuka menatap namja disampingnya.
"kajja,kita pulang.." dan ia beranjak menuju motornya, meninggalkan kyungsoo yang diliputi kebingungan.
TBC/END
REVIEW PLEASE, Min.20 ya chingu.. kurang berarti harus END.. miannn..
Thanks! Don't be silent readers..
