You're My Reason
Title : You're My Reason
Writer : MrsDoubleV / Vie
Rated : T+ menuju M
Genre : Romance, Drama
Main Cast : Kim Taehyung aka V, Jeon
Jungkook
Other Cast : (lihat di dalam cerita)
Semua Cast disini milik diri mereka
masing-masing, orang tua dan Tuhan.
Bernaung di bawah entertainment
mereka masing-masing. Di pakai
hanya untuk mengisi Cast di FF abal-
abal ini.
Warning : GS, OC, Typo(s), bahasa
non baku, alur yang cepat, setting
kurang jelas, bahasa yang maksa,
cerita pasaran, rated dapat berubah
sewaktu-waktu
This is REAL from MY IDEA! Jika ada
kesamaan tokoh, kejadian ataupun
alur mungkin hanya ketidak sengajaan
saja. Tapi selebihnya murni dari ide
aku sendiri! So no plagiat-plagiat!
Don't like, Don't read!
.
.
.
.
MrsDoubleV
.
.
.
.
Jungkook berlari tak tentu arah. Air mata masih terus mengalir dari kedua matanya, membasahi pipi chubbynya. Jungkook sangat sangat merasakan sakit hati dan kecewa. Melihat tunangan yang selama ini di percayanya bersama bahkan bermesraan dengan yeoja lain di depan matanya benar-benar sangat menyakiti hatinya. Rasa percayanya selama ini pun langsung runtuh begitu saja ketika sudah mengetahui tentang kenyataan yang ada.
Jungkook mendudukkan dirinya begitu saja di atas pasir di tepi pantai yang sepi. Langit sudah berubah warna menjadi kemerahaan saat itu namun ia sama sekali tidak ingin kembali ke tempat lokasi pemotretan ataupun penginapan. Ia benar-benar sedang membutuhkan waktu sendirian dan mencari ketenangannya disana.
FLASHBACK ON
Jung Hoseok nama pemuda itu. Dia adalah tunangan dari Jungkook. Ia merupakan seorang model asal Busan, tempat kelahirannya dan Jungkook namun mulai berkarier di Seoul sejak menginjak usia 20 tahun. Ia dan Jungkook merupakan sahabat sejak kecil hingga sampai timbul perasaan cinta di antara keduanya dan memutuskam untuk saling mengikat dalam tali pertunangan terlebih karena usia mereka yang saat itu masih sangat muda.
Dan suatu kebetulan jika ia bisa bertemu dengan Jungkook di Jeju seperti saat ini. Namun sayangnya pertemuan itu tidak berjalan dengan baik. Dan karena pertemuan yang tidak disengaja itu pula Jungkook jadi mengetahui apa yang di lakukan Hoseok, tunangannya selama ini yang tidak pernah di ketahuinya.
"Jungkookie! Tunggu!" Teriak Hoseok untuk mencoba mencegah kepergian Jungkook.
Grebb
Jungkook merasakan pergelangan tangan kirinya di tarik kuat oleh seseorang. Dan orang itu adalah Hoseok, tunangannya. Jungkook mencoba memberontak untuk melepaskan genggaman tangan Hoseok yang mencengkram kuat tangannya.
"Lepaskan! Lepaskan!" Berontak Jungkook.
"Jungkookie, dengarkan oppa dulu..."
"Apalagi yang harus aku dengar? Dengan melihatnya saja aku sudah tahu, oppa. Jadi cukup lepaskan aku dan biarkan aku untuk pergi!" Balas Jungkook dengan nada kesal dan sarat akan emosi.
Hoseok pun tak bisa berkata banyak. Melihat betapa kacaunya Jungkook saat ini seperti sebuah tamparan keras di wajahnya. Dulu ia sudah berjanji kepada kedua orang tua Jungkook untuk tidak akan pernah membuatnya menangis. Namun sepertinya ia sudah melanggar janjinya sendiri. Dan hanya sebuah penyesalan yang dirasakannya.
"Mianhae, Jungkookie.. Maafkan oppa..."
"Kau jahat oppa.. Kau jahat.." lirih Jungkook dengan air mata yang terus mengalir dari kedua matanya.
"Mianhae.. Oppa tahu oppa memang brengsek. Tapi.. Oppa juga mencintainya. Oppa mencintai Jaeryn, Kook..." ujar Hoseok penuh kejujuran.
Sesungguhnya Hoseok tidak ingin berkata jujur akan hal yang sudah ia sembunyikan setahun belakangan ini. Namun ia juga tidak mampu untuk menyembunyikan hal ini lebih lama dan semakin menyakitkan Jungkook. Ia sadar mungkin ia memang namja paling brengsek yang tega menyakiti hati yeoja sepolos dan sebaik Jungkook. Dan karena itu pula ia semakin merasa tak pantas jika harus di sandingkan dengan Jungkook.
"Mianhae, Kook.. Mian.."
FLASHBACK OFF
"Hikss.." satu isakan pun kembali keluar dari bibirnya. Air mata pun masih saja berlomba-lomba keluar dari pelupuk matanya. Berkali-kali ia mencoba untuk menghapus air matanya dengan punggung tangannya. Namun tetap saja pipinya basah karena air mata itu tidak berhenti berproduksi. Perkataan Hoseok begitu menusuk hatinya.
"Ya!" Jungkook mendengar ada sebuah teriakan seseorang yang terdengar tidak jauh dari tempatnya duduk saat ini. Namun karena ia merasa orang itu tidak memanggilnya, ia sama sekali tidak menghiraukannya. Lagipula suasana hatinya saat ini sangat tidak enak. Semuanya berkecamuk membuat dirinya sendiri pusing.
"Ya! Apa kau tidak punya telinga! Sedari tadi aku memanggilmu dan kau ma-" seketika perkataan namja itu terpotong di kala menyadari keadaan Jungkook saat ini.
"Ya! Wae?" Tanyanya namun Jungkook hanya diam tidak menanggapinya.
"Ya! Kau punya mulut kan untuk berbicara. Dan jika aku bertanya, jawablah!" Ujar Taehyung ketus. Ia tidak peduli kondisi Jungkook yang sekarang terlihat seperti apa karena ia paling benci jika diacuhkan oleh orang lain.
"Hiks.. Hiks.. Huaaaa..." Tangis Jungkook pun kembali pecah membuat Taehyung panik. Ia sama sekali tidak bermaksud untuk membuat Jungkook menangis seperti ini.
"Y-ya! Ja-jangan menangis! Ya!" Ujar Taehyung panik. Ia pun menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri waspada jika ada orang lain yang lewat. Bisa-bisa ia terkena scandal dan di tuduh ingin berbuat macam-macam.
"Huaaaaa..." Jungkook masih saja terus menangis membuat Taehyung menjadi semakin pusing. Ia tidak tahu bagaimana cara untuk membuat Jungkook berhenti menangis.
"Apa yang harus aku lakukan?" Gumam Taehyung sambil menggaruk-garuk kepalanya kebingungan.
...
Pada akhirnya tangis Jungkook pun kini sudah reda bersamaan dengan tenggelamnya matahari. Masih terdengar sedikit isakan-isakan kecil di bibirnya namun tidak dengan air matanya. Matanya sudah berhenti memproduksi air mata dan mata bulat ini kini terlihat terpejam. Sepertinya Jungkook tertidur setelah lelah menangis. Taehyung hanya memperhatikan wajah damai Jungkook yang tertidur bersandar pada bahunya. Dan entah mengapa, saat melihatnya, ia merasakan ada sesuatu yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.
"Hahhh ada apa denganmu, Taehyung?" Ujarnya pada dirinya sendiri. Hanya dengan melihat wajah damai Jungkook ia sudah merasa gila.
"Ya! Ireona!" Taehyung mencoba membangunkan Jungkook.
Hari sudah semakin gelap dan mereka harus segera kembali ke penginapan. Yoongi pasti sudah menunggu mereka disana. Setelah menyelesaikan urusannya, Yoongi memang langsung kembali ke penginapan dan sudah mengabarkan Taehyung terlebih dulu. Dan karenanya Taehyung merasa kesal karena hanya di tinggal berdua saja dengan Jungkook, asisten yang tidak berguna -menurutnya-.
Taehyung terus mencoba membangunkan Jungkook dan mengguncang-guncang tubuh Jungkook namun sepertinya Jungkook sudah terlalu pulas di dalam tidurnya.
"Ya! Palli ireona!" Teriak Taehyung akhirnya membuat Jungkook sedikit terkejut di dalam tidurnya hingga ia pun terbangun.
"Palli! Kita harus segera kembali!" Ujar Taehyung acuh lalu segera bangkit dan berjalan mendahului Jungkook yang masih mencoba mengumpulkan nyawanya.
Perlahan, Jungkook bangkit dari posisi tubuhnya tadi dan mencoba menyusul Taehyung yang sudah berjalan terlebih dahulu. Namun, baru saja berdiri, ia sudah merasa pusing di kepalanya. Mungkin ini semua efek karena ia terlalu banyak menangis. Ia pun menumpukan satu tangannya ke batang sebuah pohon yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
Dari kejauhan, Taehyung kembali menolehkan kepalanya ke belakang dan ia dapat melihat jika Jungkook yang sedang menahan tubuhnya pada sebatang pohon dengan sebelah tangan memegangi kepalanya. Dengan satu helaan nafas, ia pun berbalik dan berjalan menghampiri Jungkook.
"Menyusahkan! Naiklah! Palli!" Taehyung sudah menjongkokkan dirinya di hadapan Jungkook bermaksud untuk menggendong tubuh Jungkook di punggungnya. Jungkook yang tidak mengerti pun hanya diam di tempatnya.
"Ya! Palli naiklah!" Ujar Taehyung lagi.
Pada akhirnya Jungkook pun naik ke atas punggung Taehyung. Meski ia sedikit bingung dengan perbuatan 'Tuan' nya ini. Tak apa kan Jungkook menganggap Taehyung adalah 'Tuan'nya mengingat ia memang bekerja untuk Taehyung.
Tak ada pembicaraan apapun antara Taehyung dan Jungkook di dalam gendongannya. Mereka sama-sama terdiam dengan pikiran mereka masing-masing hingga Taehyung dapat mendengar dengkuran halus dari Jungkook. Sepertinya Jungkook jatuh tertidur kembali.
...
Taehyung segera membaringkan tubuh Jungkook di atas tempat tidur berukuran king di salah satu kamar di penginapan mereka. Kamar itu pada awalnya adalah kamar Yoongi. Namun mengingat jika di dalam penginapan itu hanya tersedia 2 buah kamar, dan mengingat jika Jungkook adalah seorang yeoja diantara mereka, pada akhirnya Yoongi pun pindah ke kamar Taehyung.
"Oppa..." igau Jungkook di dalam tidurnya dan sebuah isakan pun kembali terdengar. Di perjalanan pulang, Taehyung memang sempat mendengar igauan dan isakan dari Jungkook. Namun ia tidak tahu apa yang di tangisi oleh Jungkook mengingat di pantai tadi Jungkook memang tidak menceritakan apapun padanya.
"Oppa... Kenapa oppa begitu jahat padaku?" Igau Jungkook di dalam tidurnya. Taehyung masih saja diam mendengarkannya.
"Jahat? Apa yang di maksud adalah sikapku?" Gumam Taehyung sambil menunjuk dirinya. Ia pun kembali mengingat sikapnya kepada Jungkook belakangan ini. Ia pun sadar sikapnya dan ucapannya pada Jungkook memang sedikit keterlaluan.
"Apa kau tidak tahu bagaimana perasaanku? Hikss.." dan satu isakan pun kembali terdengar dari bibir Jungkook. Taehyung pun membulatkan matanya.
"Apa aku memang sudah benar-benar keterlaluan padanya? Ahhh aniya! Aniya! Itu karena dianya saja yang terlalu cengeng! Hanya karena aku sering membentaknya ia jadi... Ahh molla! Molla!" Pada akhirnya Taehyung pun segera keluar dari kamar Jungkook.
...
Pagi pun menjelang. Matahari pun sudah tidak malu-malu lagi menunjukkan sinarnya. Suara deburan halus ombak di pantai pun terdengar hingga ke dalam sebuah kamar yang di tempati oleh seorang yeoja. Tidurnya semalam tidak begitu nyenyak terlebih dengan mimpi buruk yang di terimanya.
"Ughh..." erangnya sambil mengucek matanya.
"Sudah pagi." Ujarnya sambil mengerjap-ngerjapkan matanya begitu melihat ke arah jendela kaca tanpa tirai yang membuat sinar matahari tak terhalang untuk masuk ke dalam kamar yang di tempatinya.
"Kenapa mimpi semalam terasa begitu nyata?" Gumamnya saat mengingat mimpinya semalam yang ia nilai adalah sebuah mimpi yang sangat buruk.
Tok Tok Tok
Sebuah ketukan di pintu menyadarkan Jungkook akan lamunannya pada minpi buruknya itu.
"Kook? Apa aku boleh masuk?" Ujar Yoongi dari balik pintu.
"Ne, oppa. Masuk saja." Balas Jungkook.
CKLEK
Pada akhirnya Yoongi pun masuk ke dalam kamar yang di tempati Jungkook dengan membawa sebuah nampan yang berisikan sepiring roti isi dan juga secangkir teh hangat. Jungkook yang melihatnya pun mengerjap bingung.
"Oppa?"
"Bagaimana keadaanmu? Apa sudah lebih baik sekarang?" Tanya Yoongi dengan raut penuh kekhawatirannya.
"Ne. Aku baik-baik saja."
"Syukurlah. Karena Tae bilang semalam kau demam makanya ia menggendongmu hingga pu-"
"Jadi Taehyung-ssi benar menggendongku? Itu bukan mimpi?" Tanya Jungkook dengan raut terkejut. Ia mengira itu adalah mimpi. Karena, jika di pikir, namja seangkuh Taehyung tidak mungkin akan melakukan hal begitu.
"Ne. Ia yang menggendongmu sampai kemari. Wae? Apa kau tidak ingat? Apa karena semalam kau demam kau jadi tidak menyadarinya?" Yoongi pun balik bertanya kepada Jungkook.
"Jika kejadian semalam bukanlah mimpi, berarti kejadian itu.. juga bukanlah mimpi?" Gumam Jungkook dengan suara kecil yang hampir tak dapat di dengar oleh Yoongi.
"Wae? Apa ada yang salah? Atau kau merasa pusing? Mau oppa ambilkan obat untukmu?" Tanya Yoongi menyadarkan Jungkook dari lamunannya.
"Aniya, oppa. Tidak perlu repot-repot. Aku tidak apa-apa." Balas Jungkook lalu segera memasang senyum manis pada wajahnya.
"Geurae.. Ahh ya sarapanlah. Dan hari ini kau istirahat saja disini." Ujar Yoongi dan memberikan sepiring roti isi untuk Jungkook.
"Aniya. Aku tidak apa-apa, oppa. Biarkan aku bekerja. Aku tidak ingin terasa di istimewakan." Tolak Jungkook.
"Tapi kau kan baru saja..."
"Gwenchana, oppa. Bagaimana pun juga aku kan juga bekerja disini."
"Hahh geurae.. Tapi jangan terlalu memaksakan diri. Jika kau lelah, langsung istirahat. Arra?"
"Arraseo.. Gomawo oppa.."
...
Suasana pemotretan hari ini tak berbeda jauh dengan suasana pemotretan kemarin hanya saja lokasi nya yang berbeda. Pemotretan kali ini berada di sebuah tebing tinggi yang cukup mengerikan namun juga sangat indah. Dari tebing itu, kita bisa melihat betapa indahnya Pulau Jeju. Pantai berpasir putih serta birunya laut yang begitu memanjakan mata.
Taehyung sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sudah di siapkan untuk pemotretan. Hanya sebuah pakaian casual khas untuk musim panas. Karena tema pemotretan kali ini memang masih berbau summer atau musim panas.
Jungkook duduk di dalam sebuah tenda yang memang selalu di sediakan di saat ada pemotretan outdoor. Tujuan penyediaan tenda itu adalah untuk tempat istirahat sang model juga sebagai tempat make up sang model. Jungkook mendudukkan dirinya di sebuah kursi yang ada bersama beberapa kru yang lain. Yoongi juga terlihat sedang sibuk dengan ponselnya di luar hingga meninggalkan ia sendirian dengan beberapa kru pemotretan yang lain.
Klik
Klik
Taehyung sudah memulai pemotretannya. Beberapa kali ia juga sudah berganti pose mengikuti arahan sang fotografer, Kim Namjoon. Tak bisa di pungkiri Jungkook nampak terpesona dengan Taehyung. Meski menurutnya Taehyung orang yang angkuh dan cuek, namun profesionalitas yang ia tunjukan di dalam pekerjaannya itulah yang membuatnya jadi terjatuh dalam pesona seorang Kim Taehyung atau yang orang lain lebih kenal dengan nama V.
Klik
Klik
"Ya pertahankan posisimu seperti itu, V." Ujar Namjoon tanpa mengalihkan lensa kameranya dari Taehyung.
Klik
Klik
"Ahh annyeonghasaeyo.." ujar beberapa kru saat melihat kedatangan orang lain, atau mungkin lebih tepatnya seorang model lain bersama managernya. Karena Jungkook masih terlalu fokus memperhatikan Taehyung, ia jadi tidak menyadari kedatangan orang itu.
Orang itu-namja- yang baru saja datang, tak sengaja menyadari kehadiran Jungkook di dalam tenda itu. Dan ia pun merasa tak asing dengannya. Seperti pernah bertemu namun tidak tahu pernah bertemu dimana.
"Jimin-ah palli! Kau harus cepat bersiap!" Ujar namja tinggi berkacamata lainnya yang tidak kalah tampan.
"Ne, Jin hyung."
...
Yoongi baru saja masuk ke dalam tenda. Setelah urusannya dengan seseorang di ujung telepon tadi selesai, Yoongi langsung menghampiri Jungkook yang masih duduk diam memperhatikan pemotretan Taehyung yang sudah memasuki sesi ketiga.
"Eoh... Yoongi hyung!" Ujar seorang namja bertubuh atletis dengan ramahnya.
"Annyeong Jimin-ah. Baru datang?"
"Hmm. Tadi pesawatku sempat delay sebentar untung saja tidak terlambat." Balas Jimin lengkap dengan senyum ramahnya.
Park Jimin adalah seorang aktor dan juga seorang model sama seperti V aka Kim Taehyung. Namun yang membedakan mereka adalah dari sikap keduanya. Jika Taehyung di kenal dengan sikap angkuh dan semena-menanya, Jimin terkenal dengan sikap ramah dan baik hatinya. Maka tak heran banyak orang yang lebih menyukai Jimin ketimbang Taehyung. Meski begitu, keprofesionalitas kerja merekalah yang membawa mereka tetap bersaing di dalam dunia modelling itu.
"Ahhh kau... Hmm apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Ujar Jimin kepada Jungkook yang duduk di samping Yoongi. Merasa ada orang yang berbicara dengannya, Jungkook pun segera menolehkan kepalanya.
"Ne?" Jungkook mengerjapkan matanya bingung. Ia tidak ingat apakah ia pernah bertemu atau tidak dengan namja di hadapannya ini yang di ketahui bernama Jimin.
"Jimin-ah kau harus se- Neo?!" Perkataan Jin yang awalnya mengarah ke Jimin jadi mengarah ke Jungkook membuat Jungkook semakin membulatkan matanya saat satu telunjuk Jin mengarah padanya.
"Ya! Kau lagi!" Ujar Jin dengan nada kesal yang kentara.
"Apa kalian saling mengenal?" Tanya Yoongi kebingungan melihat ekspresi Jin dan Jimin yang nampak mengenal Jungkook.
"Tentu aku mengingatnya! Kemarin itu ia yang sudah membuat Jimin terjatuh saat di bandara!" Ujar Jin dengan mata berkilat marah. Seketika Jungkook pun jadi mengingat kejadian di bandara yang cukup memalukan itu.
"Calm down, hyung.." Jimin mencoba menenangkan Jin, managernya.
"Apa aku bisa tenang saat tiba sorenya di Seoul kau minta aku untuk membawamu ke dokter untuk memeriksa lengan dan punggungmu?" Jelas Jin penuh penekanan membuat Jungkook kembali merasa bersalah.
"Separah itukah?" Lirih Jungkook namun masih bisa terdengar oleh Jimin.
"Aniya.. Itu bukan salahmu. Itu karena efekku terjatuh saat syuting bukan karena kejadian di bandara itu. Jin hyung memang sedikit berlebihan." Balas Jimin sedikit berbisik agar tidak di dengar oleh Jin.
"Ya! Aku mendengarnya Park Jimin!" Teriak Jin dan hanya di balas cengiran dari Jimin saja.
"Sudahlah hyung.. Jangan memperpanjang masalah. Lebih baik hyung lanjutkan pekerjaan hyung ya-"
"Ya! Ya! Aku tahu Park Jimin! Jangan mencoba untuk mengajariku!" Kesal Jin lalu berlalu dari hadapan Jimin, Jungkook dan juga Yoongi yang nampak kembali sibuk dengan gadgetnya hingga tak menyadari kepergian Jin.
"Come on Park Jimin! Sekarang giliranmu!" Teriak Namjoon bermaksud untuk memanggil Jimin karena sudah giliran untuknya pemotretan.
"Baiklah saatnya aku kerja. Nanti kita mengobrol lagi ya hmm..."
"Jungkook." Balas Jungkook dengan seulas senyum.
"Ah ne, Jungkook.." lalu Jimin berjalan menuju ke set pemotretan.
Jimin dan Taehyung pun berpapasan di jalan. Dan mereka saling menatap satu sama lain. Jimin mencoba ramah dengan memasang senyum ke arah Taehyung meski hanya di balas tatapan tajam dari Taehyung. Meski mereka sering bekerjasama dalam berbagai pemotretan, namun hubungan antara Taehyung dan Jimin tak bisa di katakan baik. Atau lebih tepatnya Taehyung selalu bersikap angkuh pada Jimin yang terus mencoba bersikap ramah padanya.
-Tak usah berlagak sok ramah, bodoh.- batin Taehyung saat berjalan melewati Jimin.
"Ya! Jung- ahh siapapunlah namamu! Ambilkan aku air!" Perintah Taehyung seenaknya pada Jungkook.
"Ah, ne.." balas Jungkook sekenanya dan berjalan untuk mengambil sebotol air untuk Taehyung.
"Tae-ah.." panggil Yoongi membuat Taehyung segera menolehkan kepalanya menghadap Yoongi.
"Ne. Wae hyung?"
"Sepertinya aku harus segera kembali ke Seoul. Ada beberapa berkas yang harus aku bereskan di perusahaan. Tak apa kan jika aku tinggal kau dan Jungkook disini?"
"Kau tidak mengajak Jungkook ju- auu appo hyung! Kenapa memukul kepalaku!" Ringis Taehyung sambil mengusap kepalanya yang sempat di pukul dengan segulung kertas oleh Yoongi.
"Memang kau pikir kau bisa mengerjakan semuanya sendirian?" Sindir Yoongi dan di balas decihan saja oleh Taehyung.
"Masih 2 hari lagi kalian disini. Dan kau! Jangan macam-macam dengan Jungkook saat aku tidak ada, mengerti?" Ancam Yoongi.
"Ya hyung! Memang kau pikir aku om-om mesum? Memang kau berpikir aku akan macam-macami yeoja itu seperti apa, hah? Aishh jinjja!" Kesal Taehyung tak terima di tuduh yang bukan-bukan.
"Geurae. Aku percaya padamu. Ahh aku harus segera ke penginapan untuk mengambil barangku dan aku harus segera kembali ke Seoul setelahnya." Yoongi baru saja ingin beranjak namun kehadiran Jungkook menghentikan niatnya sebentar.
"Ahh Kook-ah. Oppa harus kembali ke Seoul sekarang. Tak apa kan jika kau harus menggantikan tugas oppa sementara?" Ujar Yoongi membuat Jungkook sedikit bingung.
"Ne?"
"Oppa akan mengemailmu nanti apa tugas yang harus kau lakukan untuk menggantikanku sementara. Aku harus kembali sekarang. Annyeong." Ujar Yoongi lalu berlalu meninggalkan Taehyung dan Jungkook yang masih membulatkan matanya karena bingung dan terkejut.
"Ehemm jadi, mana minumku?" Interupsi Taehyung membuat Jungkook tersadar dari lamunannya.
"Ahh ne.. Ini, Taehyung-ssi..."
...
Jadwal pemotretan masih saja berlangsung bahkan hingga hari sudah sore seperti ini. Dan mereka semua pun mau tak mau melewati jam makan siang mereka di sana. Beruntung semua sudah di siapkan oleh para kru hingga tidak menyebabkan para kru bahkan model sendiri jadi kelaparan.
Semakin sore, angin yang berhembus pun menjadi semakin kencang. Meski begitu, pemotretan yang berlangsung pun tetap berjalan lancar terlihat tak terganggu sedikitpun.
"Hatchii..." Jungkook pun bersin. Mungkin ia sudah kedinginan berlama-lama disana. Dan salahkan dengan pakaian yang di kenakannya saat ini. Hanya sebuah kaos tipis yang membalut tubuhnya yang dipastikan tidak dapat menahan hawa angin dingin yang berhembus kencang.
"Aigoo.. Pakailah jaketku." Ujar sebuah suara tak asing dari belakang tubuh Jungkook.
"Ahh tak perlu, Jimin-ssi.." tolak Jungkook dengan lembut takut menyinggung perasaan Jimin.
"Tak apa. Pakailah. Kau sedang sangat membutuhkannya. Setidaknya ini bisa mengurangi rasa dingin sampai menunggu pemotretan selesai. Dan jangan panggil aku dengan embel-embel ssi. Panggil saja aku Jimin." Ujar Jimin sedikit memaksa Jungkook menerima pinjaman jaketnya.
"N-ne, gomawo.." balas Jungkook akhirnya dan menerima jaket pemberian dari Jimin.
Setelahnya keduanya pun kembali hening. Jungkook masih memfokuskan pandangannya ke arah depan, tempat Taehyung berpose dan Namjoon yang kembali memotretnya. Tak jauh berbeda dengan Jimkn yang duduk di sebelahnya saat ini. Ia baru saja mengganti pakaiannya menjadi pakaian yang sejak awal datang di pakainya. Sesi pemotretannya sudah selesai sejak 30 menit yang lalu.
"Jadi kau bekerja pada Tae- ahh V?" Tanya Jimin.
"Hmm. Aku adalah asisten barunya." Balas Jungkook singkat tanpa mengalihkan perhatiannya pada Taehyung yang masih terus berpose.
"Lalu apa Tae- ahh V suka bersikap semena-mena padamu?"
"Ne?"
"A-ahh a-ani.. Mak-maksudku hmm ya kau tahu? Aku banyak mendengar jika dia itu suka bersikap semena-mena kepada orang lain. Lalu apa dia juga bersikap seperti itu padamu?" Jelas Jimin membuat Jungkook ber-oh ria.
"Aku juga banyak mendengar tentang hal itu."
"Lalu? Apa benar jika di-"
"Kalian berbicara seperti itu karena kalian hanya sebatas melihatnya dari luar. Tapi jika kalian mengenalnya, sebenarnya ia tidak begitu." Bela Jungkook dan membuat Jimin terdiam.
"Sebenarnya ia baik. Tapi terkadang cara penyampaian dan perkataannya saja yang salah dan malah terkesan sedikit kasar. Tapi over all dia baik." Sambung Jungkook yang membuat Jimin semakin terdiam.
"O-oh.. Jadi begitu.. Ya kau benar. Aku memang tidak mengenalnya secara dekat. Karena yah kau tahu sendiri. Ia sedikit dingin dengan orang lain." Balas Jimin sedikit berbisik.
"Jimin-ah! Kajja kita kembali ke penginapan!" Teriak Jin menginterupsi pembicaraan antara Jimin dengan Jungkook.
"Sebentar lagi hyu-"
"Cepatlah! Kita kembali sekarang!" Balas Jin penuh penegasan dan Jimin pun hanya bisa menghela nafasnya.
"Arraseo.. Jungkook-ah aku duluan ya! Jangan lupa makan malam dan minum obat! Annyeong!" Ujar Jimin dan beranjak pergi mengikuti Jin.
Dan dari kejauhan nampak ada raut dan tatapan tidak suka yang terpancar dari mata tajamnya saat melihat kedekatan antara Jimin dan Jungkook. Namun sedetik kemudian orang itu pun langsung kembali fokus pada pekerjaannya yang masih belum terselesaikan. Dan orang yang dimaksud itu, adalah Kim Taehyung.
...
Hari pun sudah menjelang malam. Pemotretan pun sudah selesai. Jungkook dan Taehyung kini sudah kembali ke penginapan mereka. Setelah mandi dan menyantap makan malam yang disiapkan oleh Jungkook, mereka pun kembali dengan aktifitas masing-masing. Taehyung yang segera masuk ke kamarnya dan Jungkook yang memilih duduk-duduk di tepi kolam yang ada di belakang cottage.
Splashh
Jungkook menggoyangkan kakinya yang ia masukkan setengah ke dalam kolam. Udara malam itu memang sedikit dingin. Namun Jungkook sama sekali tidak berniat mengangkat kedua kakinya dari dalam kolam. Karena ia memang suka bermain air. Sedari kecil hidup di Busan yang notabennya di kelilingi pantai, membuat siapapun yang hidup disana akan serasa familiar dengan semua yang berhubungan dengan pantai apalagi air. Begitupula dengan Jungkook.
"Ahh aku lupa memulangkan jaket ini.." gumam Jungkook saat menyadari jaket hitam yang sedang di pakainya yang nampak terlihat sangat kebesaran di tubuhnya.
"Untung besok kita bertemu lagi. Aku berniat memulangkan jaket ini padanya." Ujar Jungkook lagi dan lagi-lagi kembali menggoyangkan kedua kakinya di dalam air kolam.
Di saat keheningan yang melanda, ekor matanya menatap benda yang terasa tak asing pada jari manis tangan kanannya. Sebuah cincin perak bertahta sebuah permata. Itu adalah cincin tunangannya yang selalu ia kenakan setiap saat dan enggan untuk ia lepas.
Namun kini saat ia melihat cincin itu kembali, bayangan Hoseok dan yeoja yang bersamanya kembali memenuhi kepalanya. Dan hatinya kembali sakit saat mengingatnya terlebih mengingat perkataan jujur Hoseok akan perasaannya kepada yeoja itu. Dan air mata kembali menetes dari mata kirinya. Tak mau terus menerus mengingatnya, ia pun segera melepas cincin perak yang sudah selama 2 tahun ini tersemat di jari manisnya.
Taehyung baru saja keluar dari dalam kamarnya. Ia berencana untuk mengambil segelas air dari dalam dapur. Ia merasa haus setelah terbangun dari tidurnya beberapa jam yang lalu setelah habis makan malam. Namun saat ia berencana ingin ke dapur, matanya menangkap sosok seorang yeoja berambut hitam yang sedang duduk sendirian di tepi kolam. Dan ia sangat yakin jika itu adalah Jungkook. Niat jahil pun langsung muncul di dalam otaknya.
Taehyung dengan perlahan berjalan mendekati Jungkook yang nampak sedang melamun karena ia sama sekali tidak menyadari kehadiran Taehyung. Taehyung berjinjit agar tidak menimbulkan suara yang dapat menyadarkan Jungkook dan membuat rencananya gagal. Saat ia sudah tepat berada di belakang Jungkook...
"Doorrrrr!" Teriak Taehyung dengan kuatnya di sebelah telinga Jungkook membuat Jungkook terlonjak kaget seketika hingga hampir terjatuh ke dalam kolam. Dan melihatnya, Taehyung pun tertawa puas.
"Hahahaha bodoh!" Ujar Taehyung lalu berjalan kembali ke dalam untuk mengambil segelas air sesuai niatnya semula.
"Aigoo! Cincinku!" Teriak Jungkook saat menyadari cincinnya sudah tidak berada di tangannya. Dan kemungkinan besar cincin itu sudah berada di dasar kolam.
"Aigoo.. Bagaimana aku harus mengambilnya!" Ujar Jungkook panik.
Jungkook nampak berjalan mondar-mandir di tepi kolam. Ia memikirkan cincin itu yang pasti sudah berada di dasar kolam. Ia menimbang-nimbang apakah ia akan masuk ke dalam kolam dan mencari cincin itu atau tidak. Baru saja ia akan menyemplungkan dirinya masuk ke dalam kolam, dan sedetik kemudian ia langsung segera mengurungkan niatnya kembali.
"Aku harus mengambilnya!" Putus Jungkook akhirnya.
Dengan perlahan, ia pun segera menuruni tangga besi yang ada di tepi kolam. Sejujurnya, Jungkook tidak bisa berenang. Meski ia sangat senang bermain air, namun untuk berenang, Jungkook sangat membencinya. Ia memiliki trauma sendiri dengan yang namanya berenang. Dan karena cincin itu ia mau tidak mau harus mencoba memberanikan dirinya masuk ke dalam kolam yang terlihat cukup dangkal.
Jungkook sudah berada di tangga terakhir paling bawah kolam. Namun sayangnya ia tidak bisa merasakan dasar kolam. Ia mengumpat kebodohan dirinya. Ternyata kolam yang di lihatnya ini tidak sedangkal yang ia kira.
"Lalu aku harus bagaimana?" Tanya Jungkook dengan raut panik. Jika ia naik, lalu siapa yang akan mengambil cincin itu?
"Baiklah aku akan mencoba menyelam dan tetap berpegangan pada tangga ini. Ya, begitu lebih baik." Putus Jungkook akhirnya.
"Jungkook fighting!" Ujar Jungkook menyemangati dirinya sendiri.
Blup blup blup
Jungkook kini sudah berada di dalam air. Ia sedang mencoba mencari benda kecil miliknya itu. Ia sedikit kesulitan karena dasar kolam yang cukup terlihat masih jauh di bawah kakinya sehingga ia tidak bisa melihat dengan jelas cincin miliknya.
"Hahhh hahhh hahhh.." Jungkook kembali mengangkat kepalanya ke permukaan untuk mengambil nafas sedalam-dalamnya.
"Jungkook kau pasti bisa! Fighting!" Dan seketika Jungkook pun kembali masuk ke dalam air tanpa melepaskan sebelah tangannya dari tangga besi yang menempel di pinggir kolam.
Jungkook menyelam semakin dalam agar ia bisa mencapai dasar kolam. Sebelah tangannya yang bebas pun ia gunakan untuk meraba-raba dasar kolam. Dan dapat. Ia merasakan cincin itu. Namun karena sedikit jauh, Jungkook terus menyelam semakin dalam. Ia mencoba meraih cincin itu sekuat tenanganya.
-Sedikit lagi, Kook.- batinnya.
Namun karena licin, sebelah tangan yang tadinya memegang tangga besi pun terlepas. Jungkook pun langsung panik seketika. Ia mencoba kembali meraih pegangan tangga ataupun itu namun sayang semua terasa jauh. Dan Jungkook tidak tahu harus berbuat apa sekarang.
Suara kecipakan dari kolam sedikit menggangu ketengangan seorang Taehyung yang sedang duduk di meja bar mini di dapur. Ia baru saja membuat secangkir teh dan suara berisik yang berasal dari kolam membuatnya kesal.
"Sebenarnya apa yang di lakukan yeoja bodoh itu?" Ujarnya dan segera berjalan menuju ke kolam.
"Ya! Apa yang kau lakukan?" Tanya Taehyung saat melihat Jungkook di dalam kolam.
Splashh splashh
"To- blup blup long blup blup blup"
"Ya! Kalau tidak bisa berenang, kenapa malah masuk ke kolam? Aishh jinjja!" Ujar Taehyung dan segera menceburkan dirinya ke dalam kolam berniat untuk menolong Jungkook.
"Uhukk uhukk uhukk.." Jungkook terbatuk tepat saat Taehyung berhasil menolongnya dan mengangkatnya hingga ke tepi kolam.
"Bodoh! Sudah tahu tidak bisa berenang! Kenapa malah nekad masuk ke kolam? Menyusahkan!" Ujar Taehyung dengan nada kesal yang kentara.
"Uhukk uhukk goma uhukk wo uhukk uhukk" balas Jungkook mencoba untuk berterima kasih.
"Bodoh!" Umpat Taehyung dan segera masuk ke dalam untuk segera berganti pakaiannya yang basah.
...
Taehyung kini sudah mengganti pakaiannya yang basah tadi dengan pakaiannya yang kering. Ia merasa cukup kedinginan terlebih air di dalam kolam itu memang dingin. Ia berniat untuk kembali ke dapur untuk mengambil kembali secangkir teh hangatnya tadi untuk mengurangi rasa dingin di tubuhnya. Dengan handuk yang masij bertengger di atas rambutnya yang basah, Taehyung pun berjalan kembali menuju ke mini bar di dekat dapur.
"Ya! Apa yang di lakukan yeoja bodoh itu? Aishh jinjja!" Ujar Taehyung saat melihat Jungkook yang masih terduduk di tepi kolam dengan pakaiannya yang masih basah.
Dengan beragam umpatan, Taehyung pun kembali menghampiri Jungkook. Handuknya yang masih berada di atas kepalanya pun segera ia lemparkan ke arah Jungkook. Dan lemparan itu pun tepat mengenai kepala Jungkook.
"Ya!" Seketika Taehyung langsung menarik tubuh Jungkook agar tak kembali jatuh ke dalam kolam. Matanya terpejam dan kemungkinan sepertinya ia sudah tidak sadarkan diri.
"Aishh jinjja! Yeoja ini benar-benar menyusahkan!" Ujar Taehyung dan segera menggendong Jungkook masuk ke dalam kamar Jungkook.
Taehyung sudah membaringkan tubuh Jungkook di atas tempat tidur berukuran king size. Dan ia kembali mengamati bajunya yang lagi-lagi basah terkena air dari baju yang di kenakan oleh Jung- mengingat baju yang basah, mata Taehyung langsung beralih mendapati tubuh Jungkook yang benar-benar terlihat basah. Jaket hitam yang di kenakan Jungkook terlihat basah total.
"Hahh.. Apa yang harus aku lakukan? Ck"
"Ya! Bangunlah! Ya!" Taehyung mencoba mengguncang-guncang tubuh Jungkook untuk membangunkan Jungkook.
"Ya! Cepat bangunlah!" Lagi Taehyung mengguncang tubuh Jungkook namun tak mendapat respon apapun dari Jungkook.
"Ck! Apa yang harus aku lakukan? Jika ia tidak mengganti pakaiannya, ia bisa saja sakit! Ck!" Ujar Taehyung panik.
Taehyung melirik ke arah jaket hitam yang di kenakan Jungkook. Dan sedetik kemudian ia pun segera menurunkan resleting jaket itu dan melepaskan jaket itu dari tubuh Jungkook.
"Mianhae.. Tapi jika kau terus memakai baju basah begini, kau bisa sakit." Gumam Taehyung sambil melepaskan jaket itu perlahan dari tubuh Jungkook.
Dan Taehyung lagi-lagi menyadari bahwa tak hanya jaket Jungkook saja yang basah tapi juga seluruh kaus dan celana yang di kenakan Jungkook basah. Dan Taehyung semakin tidak tahu harus berbuat apa.
"Otteokhae?"
.
.
.
TBC
.
.
.
Hohoho finally update again yeyy.. Mian ya readersdul kalau update nya terlalu lama. Karena ada berbagai macam gangguan yang aku alami dalam menulis FF. Semua doc FF hilang dan membuat aku harus menulis ulang yang jadi memakan banyak waktu. Dan untuk cerita Complicated Relationship itu aku sedikit ragu untuk melanjutkan. Karena well semua FF aku belum rampung di tambah lanjutan FF itu doc nya semua hilang dan yehh ide ceritanya pun jadi berhamburan kemana-mana fiuhhh..
Ohh dan aku mau bilang terima kasih untuk readersdul yang udah memberikan saran web atau cara apa yang bisa aku gunain untuk buka web ini yang well biasanya langsung masuk internet positif. Dan karena sarannya, sekarang aku bisa akses web ini tanpa hambatan apapun uhhh jeongmal gomawoyo readersdul hehehe
Oh ya mian chap ini aku belum kasih adegan NC nya yahh.. well masih sedikit bingung gimana buat Taehyung yang angkuh dan cuek begitu bisa membuat Jungkook klepek-klepek sama dia. Apalagi disini Jungkook baru patah hati dan adanya Jimin disini menambah sedikit err ya begitulah gamau kasih bocoran dulu hehehe so review again yah readersdul^^
