Verus Pink Nathania
Setelah mendapat kabar itu Akashi segera membawa kuroko pergi ke rumah sakit. Tanpa mengatakan apapun.
"Akashi-kun kenapa kita ke rumah sakit?" Ucap Kuroko mengikuti Akashi yang sudah berjalan di depannya dengan cepat.
"Tetsuya dengarkan aku baik baik dan jangan panik" Ucap Akashi mulai membalikkan tubuh dan menatap Kuroko serius.
"Emp"
"Kakak sepupumu dan sepupuku terlibat kecelakaan, kurasa cukup parah"
Kaki Kuroko menjadi tak bertenaga dan tumbang seketika, Akashi yang melihat reaksi langsung mengetahui betapa syoknya pria mungil di depannya itu. Akashi langsung menopang tubuh Kuroko.
Setelah bertanya pada suster, Nijimura Shuzo sudah di pindahkan ke ruang ICU sedang Mayuzumi masih menjalani operasi di ruang IGD. Janin Mayuzumi harus di angkat karena cukup membahawakan keselamatan Mayuzumi yang kini masih dalam keadaan kritis.
3 Hari setelah kecelakaan Nijimurapun siuman, setelahnya 7 hari cukup untuk mengembalikan tubuh fit sang pemiliki Nijimura Corp itu, berbeda dengan Chihiro yang membutuhkan waktu 2 minggu untuk benar benar pulih.
Begitu, Nijimura sudah di yakin bisa kembali beraktivitas, Midorima pun memanggil Nijimura, Kuroko dan juga Akashi di panggil ke ruangannya.
"Oi, Midorima ada apa kau memanggil kami ke mari, aku harus buru-buru, aku khawatir dengan keadaan Chihiro" Ucap Nijimura duduk dengan gelisah.
"Justru karena keadaan Mayuzumi-san aku memanggil kalian nanodayo" Ucap Midorima serius, layaknya seorang dokter pada pasiennya sambil menggenggam lucky itemnya hari ini.
"Eh?" Ucap Kuroko terkejut dan khawatir secara bersamaan sedang Akashi hanya diam saja di sisi Kuroko.
"Seperti yang diketahui, Mayuzuma-san sedang mengandung 8 minggu nanodayo"
"Me-ngandung? Chihiro-nii?" Ucap Kuroko memandang Nijimura serius seolah tak percaya dan Nijimura pun hanya bisa mengangguk.
"Aku dan Chihiro pun baru mengetahuinya tepat sebelum kecelakaan terjadi malam harinya" Ucap Nijimura terdengar begitu menyedihkan.
"Untuk menyelamatkan nyawa Mayuzumi-san, terpaksa janinnya harus di angkat nanodayo" Mengucapkannya sambil membenarkan kacamatanya.
"MIDORIMA APA YANG TADI KAU KATAKAN!" Tiba-tiba Nijimura menggebrak meja dan meninggikan suaranya, Midorima yang sepertinya mengetahui akan seperti ini dengan tenang menjelaskan.
"Shuzo tenanglah" Ucap Akashi kini bersuara.
"Nijimura-san, dengarkan dulu. Bila janin Mayuzumi-san di pertahankan maka kemungkinan besar akan terlahir dengan cacat atau malah Mayuzumi-san yang tidak akan selamat. Bila Nijimura-san di posisi dokter mana yang akan kau selamatkan?"
"..." Dan Nijimura hanya terduduk dalam diam, walau dirinya tahu Midorima telah melakukan usaha terbaiknya tapi amarah dan kekesalan dirinya tak juga mau mereda.
"Bila, aku menyelamatkan janinnya kemungkinan besar Mayuzumi-san tak akan selamat maka yang akan mengandung janin itu siapa sedangkan yang mengandung sudah tak selamat nanodayo? Karena itu aku menyelamatkan Mayuzumi-san karena kemungkinan besar Mayuzumi-san masih bisa mengandung nanodayo, tapi-" Henti Midorima.
"Tapi?" Ucap Akashi.
"Berdasarkan kasus pasien yang mengalami kecelakaan seperti ini hampir 90% akan mengalami, Claustrophobia nanodayo" Ucap Midorima.
"Claustrophobia?" Tanya Kuroko singkat.
"Phobia pada ruang sempit dan gelap" Jelas Akashi singkat.
"Benar, Claustrophobia adalah ketakutan tidak beralasan pada ruang tertutup atau ruang sempit nanodayo. Beberapa orang yang memiliki claustrophobia mengalami kecemasan ringan bila berada di ruang tertutup nanodayo, sementara yang lain memiliki kecemasan yang parah bahkan serangan panik nanodayo" Jelas Midorima.
Setelah mendengar penjelasan itu, Nijimura Shozu langsung berdiri dengan perlahan menghilang di balik pintu berjalan mencari ruangan tempat sang kekasih di rawat.
.
.
.
Di ruangan Mayuzumi Chihiro. Nijimura memegangi tangan sang kekasih dengan sangat lembut, seolah itu adalah benda yang mudah hancur bila di genggam lebih keras lagi.
"Chihiro apa sebaiknya kita berpisah dulu?
A-Aku tak bisa memaafkan diriki?(ucapnya lirih)
Aku telah melukaimu?
Dan calon anak kita?
Aku merasa benar benar tak pantas" Ucap Nijimura menyentuh tangan sang kekasih dengan keningnya dengan sangat lembut.
Setelah itu di saat Nijimura pergi Setetes air mata jatuh di pelupuk mata Chihiro, seakan tahu apa yang tengah di katakan Nijimura pada saat dirinya tengah terlelap.
.
.
.
2 Bulan kemudian.
Semenjak kecelakaan itu, Mayuzumi Chihiro dan Nijimura Shuzo hampir tak pernah memberi kabar satu sama lain. Hanya diam tanpa melaju selangkah, hanya di tempat mereka masing-masing, Chihiro menyibukkan diri dengan rumah sakit kecilnya sedang Nijimura menenggelamkan diri pada urusan perusahaan yang semakin membukit.
.
.
Di saat Akashi Seijuuro sedang sibuk bergelut dengan berkas berkas yang menumpuk, tiba-tiba ada telpon di ruangannya berbunyi.
"Ada apa Reo katakan cepat, aku sedang sibuk" mengangkat telepon ternyata dari saluran no 2 yang merupakan Mibuchi Reo sekertarisnya setelah Momoi Satsuki.
"Sei-chan kan kemarin suruh memantau Kuroko-chan, Kuroko Tetsuya sudah sebulan lebih setelah pulang kerja pergi ke rumah Ogiwara Shigehiro dan pulang selalu lebih dari jam 9an"
"Sudah lebih dari sebulanan? Dan mengapa kau baru memberi tahuku sekarang?!" Akashi langsung menutup teleponnya dan pergi keluar dengan aura hitam yang seakan ingin membunuh seseorang.
"Anak itu benar-benar perlu di beri hukuman!" Geram Akashi menggerutu dalam mobil yang melaju dengan kecepatan penuh.
TBC
a/N
Terimakashi yang sudah Follow, Favorite terutama Review terimakasih banyak (_ _)
Ngomong-ngomong author mau nanya nih ^^
Seandainya kalian semua ditanya bagaimana kelanjutan hubungan Akakuro dan Nijimayu?
Mau kalian kelanjutan ceritanya bagaimana?^^
