Malam semua.. balik lagi dengan Yoyot,

Sebelumnya saya minta maaf karena telah saya selalu dan selalu mengedit fic setiap saya apdet. Sekali lagi saya minta maaf pada readers dan senpai yang saya hormati

Summary: -CHAP 3- Tentang cinta.. keluarga.. pertengkaran.. Terdapat banyak perbedaan diantara kami. Perbedaan agama.. perbedaan usia yang rentan jauh.. Aku dan kamu sangat berbeda. Namun cinta ini? Inilah kisahku #Inspired from my life. Untuk Chooteisha Yori, Nourehawa20 dan semua pembaca.

Naruto punya Masashi Kishimoto

Sulit Untuk Bersamamu

Chapter 3 Saling Menghargai

By Sambel Terasi ABC alias Yoyot

Pair: Itachi and Sakura

Genrenya Romance/Friendship

Rated masih T

Tidak bermaksud untuk sara, tetapi lebih ke saling menghargai

.

Aku hanya diam terpaku saat berada di depan pintu besar gereja ini, takut-takut aku melakukan suatu hal yang salah jika masuk. Terlihatlah Itachi sedang berbicara dengan seorang pastur, tentu saja ada Jenny di sebelahnya. Tak lama kemudian, Itachi menyadari keberadaanku dan tersenyum simpul padaku. Sementara aku baru sadar jika Jenny sudah menggandeng tanganku,

'cepat sekali anak ini berjalan' pikirku. Dilanjutkan dengan Itachi yang keluar dari gereja itu.

Perlahan tapi pasti, kami berjalan menjauhi gereja itu. Kulihat pastur itu tersenyum pada kami bertiga, sehingga kami pun membalas senyuman tersebut.

"So? Whats your agenda today?" tanyaku pada Itachi dan masih tersenyum.

"Just wanna hang out. I miss Surabaya." Ia menjawab dengan nada tenang.

Inilah yang kusukai darinya, ia suka mengajakku dan Jenny jalan-jalan. Mungkin bagi sebagian orang merasa terganggu jika membawa anak kecil dalam kencan mereka, namun tidak bagi kami.

"Itachi?" panggilku padanya. Kulihat sepertinya ia sedang tak sehat.

"Hm?" jawabnya sambil tersenyum padaku. Sepertinya ada yang mengganjal dari senyumannya.

Sepertinya ia berbohong. Ia tak kelihatan baik. Baru saja kemarin ia pulang dari Florida. Sepertinya ia kelelahan karena butuh waktu kurang lebih 15 jam untuk sampai di Indonesia.

"Why are you look so tired? Are you ok? I see a dark circles in your eyes"

"Yeah, im ok." Ia menjawabnya dengan simple.

Kurasakan ia mengamit tangan kananku, lalu menggenggamnya. Inilah kebiasaan aneh kami saat di mobil. Ia menggenggam tanganku(menindih tangan Sakura, sehingga tangan Sakura berada dibawahnya) sambil menggerak-gerakkan tungkai yang berada di tengah-tengah tempat duduk kami. Dan jika Jenny bertanya, Itachi hanya menjawab ia yang mengajariku untuk memaju mundurkan mobil. Alasan yang tepat untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan.

Saling Menghargai

"Dady! Aku ingin web cam dengan Mom." Ucap gadis itu ceria yang disambut dengan senyuman oleh Itachi. Dengan cepat jemari kecil itu menekan-nekan tombol yang sama sekali tak kumengerti,

"Hi, Mom!" aku sedikit terkejut dengan suara teriakan Jenny.

Sebenarnya aku ingin tahu seperti apa web cam itu. Jenny tak henti-hentinya berbicara dengan bahasa Thailand yang sama sekali aku tak tahu artinya.

"Eh, Saku-chan ingin berbicara dengan Mom juga?" aku pun menggeleng sambil tersenyum. Akukan malu kalau dikatain katrok nantinya.

Mobil kami pun berhenti di tepi jalan, seraya Jenny memberikan laptop nya pada Itachi. Karena aku duduk di depan bersama dengan Itachi, aku pun tahu tadi Jenny berbicara pada seorang wanita cantik berambut hitam.

"Her name is Kikyo." Kata Itachi, seperti memperkenalkan padaku.

Memperkenalkan ku pada seorang mantan istrinya.

Akupun menanggapinya dengan mengangguk. Kulihat gambar bergerak dari monitor laptop itu tersenyum padaku. Kembaliku dilema karena tak mengerti apa yang Itachi dan Kikyo bicarakan. Yang jelas dari tadi gambar Kikyo yang bergerak-gerak dan curi-curi pandang ke arahku sambil tersenyum. Apa yang mereka bicarakan?

"Say, *Sawadde Krab* to her." Bisik Itachi padaku yang membuatku mengangguk.

"Halo. *Sawadde Krab*." Sapaku sambil tersenyum dan melambaikan tangan ke arah web camera. Wanita berdarah Thailand itu pun membalas senyumku dan berbicara lagi dengan Itachi.

Sepertinya mereka akrab sekali.

Saling Menghargai

Allahu Akbar, Allahu Akbar

Telingaku menangkap suara adzan yang berkumandang dengan indahnya. Itachi tersenyum padaku.

"Time for you," kata Itachi mengingatkanku dan memperlihatkan jam tangan Alexandre Christie-nya yang sudah menunjukkan pukul 12.05 WIB. Akupun mengangguk seraya membebaskan tangan kananku yang ditimpa tangan kiri Itachi tepat pada tungkai pengatur arah mobil yang berada di tengah kami berdua, lalu keluar dari mobil yang sudah berhenti tepat di Masjid Tanwir.

Sulit Untuk Bersamamu

Setiap kami keluar pun, Itachi selalu mengajak Jenny bersama kami berdua. Itachi pun sangat menghormati wanita, bahkan ia sama sekali tak pernah mengajakku untuk making love atau one stay nigt seperti kebanyakan pria barat lainnya. Ia pun sangat menghormati keyakinanku dan aku pun juga sangat menghormati keyakinannya. Kami selalu saling mengingatkan jika waktu ibadah kami sudah tiba. Inilah hubangan yang kami jalani, kami saling menghargai satu sama lain.

Bersambung

Sawadde Krab: merupakan sapaan bagi orang Thailand seperti kata Halo, namun lebih sopan.

Oke gimana guys? Saya minta maaf jika masih ada yang merasa kepanjangan, tapi saya mau buat cerita ini senatural mungkin karena ini bener-bener inspired from my life.

Jujur saja berat nulis fic ini. Jadi mohon mengertilah keadaan saya (mungkin ada yang pernah ngerasain dan bisa mengerti)

Reviews? Lanjut ato hapus?