'I want you sunshine'

GS || Male!Jongin, Fem!Kyungsoo, Baekhyun || friendship, romance, sad ||
Disclaimer: the casts belongs to themselves, I just borrow EXO member's name. The story based on a Japanese film but I forgot the title. But the story is made by me. no plagiat or copas!

Author sempat sedih termehek mehek karena reviewer yang sangat sangat sangat sedikit. Sampe hiatus satu tahun nih ceritanya. Hiks hiks.. Tapi author harap di chapter ini makin banyak yang review ya? *amin*

Previous part

"Maaf. Kau tak apa? Apa ada yang terluka?" Jelas terdengar kekhawatiran dalam suara Kyungsoo dan yang tertimpa hanya menggeleng sebagai jawaban.

"Apa kau ingin mengatakan sesuatu padaku?" Tanya sosok itu karena mereka terlalu lama diam di tempat sementara Kyungsoo hanya menunduk.

"Perkenalkan. Aku Kyungsoo, Do Kyungsoo. Umur 18 tahun. Warna favorit ku adalah biru dan makanan kesukaan ku adalah mi kacang hitam. Aku suka mendengarkan lagu dan menulis beberapa lirik dengan gitarku. Senang berkenalan denganmu" Kyungsoo membungkukkan badan diakhir pengenalan dirinya yang sangat bersemangat. Sosok dihadapannya terkejut dan mundur selangkah.

"Apa kau mengenalku?" Tanyanya.

"Aku sering melihatmu melewati taman" Kyungsoo tersenyum malu sambil menunjuk ke arah belakang. Sang pria mengangguk.

"Hmm.. Aku Jongin. Kim Jongin"

.
Chapter 3

Sekarang Kyungsoo bisa melihat lawan jenisnya itu dengan jelas. Meski hanya diterangi lampu jalan yang tepat berada diatas mereka, Kyungsoo semakin yakin akan ketampanan namja di depannya.
"A.. Aku Kyungsoo.. Do Kyungsoo" mereka saling berjabat tangan. Cukup lama. Bukan. Karena Jongin tapi Kyungsoo yang enggan melepas jabatan tangannya.

"Eh.." Kyungsoo tersadar dan melepaskan tangannya. Mereka saling menunduk dalam hening. Sesekali Kyungsoo mencuri melihat namja di depannya. 'Sempurna. Jauh lebih tampan bertemu langsung seperti ini.

"KYUNGSOO-YA!" Teriakkan nyaring Baekhyun serta derap kaki mungilnya memecah heningnya malam.
Baik Kyungsoo ataupun Jongin membulatkan mata melihat Baekhyun yang berlari menghampiri mereka. Nafasnya masih tersengal-sengal saat meraih pundak Kyungsoo.

"Gwenchana?" Kyungsoo menepuk-nepuk pelan punggung Baekhyun. Yang ditanya hanya menggeleng.

Butuh beberapa menit untuk Baekhyun agar kembali bernafas normal. Dan selama itu Jongin dan Kyungsoo hanya diam dalam canggung.

"Kenapa kau meninggalkanku?" Semprot Baekhyun. "Ku kira kau marah padaku, pabbo" Kyungsoo membantah. "Aku ada urusan"

"Dengan namja ini?" dengan polos tak berotaknya Baekhyun menunjuk Jongin satu satunya namja disana. Kyungsoo mengangguk pelan. Jongin salah tingkah.

"Ehem.." Jongin bersuara. " Sebaiknya aku pergi. Temanmu sudah jauh lebih baik" Mereka melirik Baekhyun bersamaan.

"Bye~"
Kyungsoo membungkuk dalam dan membalas lambaian tangan Jongin. Baekhyun? Dia tampak heran. Sangat jelas. Wajahnya sangat menyiratkan beribu pertanyaan.

"Kau?" Baekhyun menunjuk Kyungsoo dan Jongin -yang sudah menjauh- secara bergantian.

"Kajja!" Baekhyun mengekori Kyungsoo yang berjalan cepat kembali ke taman. Gitar dan sepeda mereka masih tertinggal disana. Meski sudah bertahun-tahun lamanya berteman namun ini harus diakui Baekhyun. Dia tidak mengenal Kyungsoo! Seseorang yang sedang berjalan di depannya sekarang ini bukanlah sahabatnya. Bukan sahabatnya yang ia kenal hingga 10 menit yang lalu. Bukan sahabatnya yang mudah marah, pesimis, dan pelit senyum. Yang sedang ditatapnya saat ini adalah seorang Kyungsoo yang tenang, terlihat optimis, dan tersenyum dengan manisnya. Bahkan Baekhyun sendiri bisa jamin kalau orangtua Kyungsoo jarang meliihat putri tunggal kesayangan mereka ini tersenyum begitu indahnya.

"Apa kau tadi sudah minum obatmu?" Kyungsoo mengangguk dan mulai membereskan gitarnya. Diraihnya sepeda yang bersandar pada pohon dan menuntunya ke luar taman. Baekhyun ada disana. Di hadapan Kyungsoo, menghentikan langkahnya dan hanya menatapnya misterius.

"Ayo pulang. Aku sudah lelah" Kyungsoo menggeser pelan tubuh Baekhyun untuk mendapatkan jalannya kembali. Baekyun melangkahkan kakinya pelan mengikuti Kyungsoo yang sedang menuntun sepeda. Dia tidak mungkin lelah. Bagaimana seorang gadis yang lelah bisa berjalan riang dan tersenyum dengan semangat seperti itu? Apa yang terjadi padanya? Apa hubungannya dengan lelaki itu? Dan sepertinya aku pernah melihat lelaki tadi, tapi dimana ya? Baekyun menepuk nepuk pelipisnya. Pikirannya masih penuh dengan pertanyaan hingga ia menabrak punggung Kyungsoo yang sudah berhenti.

"Aku akan cerita saat waktunya tepat" ujar Kyungsoo tanpa menatap lawan bicaranya, lalu kembali berjalan.

.

Malam kembali datang bersama dengan kehadiran Kyungsoo di taman tanpa seorang Baekhyun. Ia tampak bersemangat. Kejadian dua hari lalu masih mampu membuatnya senyam senyum sendiri. Pertemuan pertama secara langsung dengan Jongin bagaikan obat doping yang tak habis habisnya memberi semangat. Bahkan kini ia bersenandung riang sambil mempersiapkan 'konser kecil'nya.

Apa aku bisa bertemu dengannya lagi malam ini?

Diluar taman berhenti sebuah mobil polisi yang sedang berpatroli malam itu. "Sedang apa gadis itu disana? Apa ia tidak bersekolah besok? Harusnya ia dirumah sedang mengerjakan tugasnya.." Sang polisi sudah bersiap turun dari mobil dan hendak membentak namun di tahan oleh polisi yang satunya.

"Biarkan saja dia disana" sahut polisi lain yang duduk di sebelahnya.

"Wae?" Tanyanya heran. "Kau mengenalnya?"

Polisi lain itu mengangguk. "Orangtuanya memintaku untuk mengawasi gadis itu di saat malam seperti ini"

"Tapi kenapa dia harus bermain di taman saat malam? Apa ia tidak sekolah?"

"Anni. Dia sakit"

"..."

"Sebaiknya kau tidak perlu tahu dan bantu aku untuk mengawasinya dari jauh"

"Arraseo"

Lagu pertama telah selesai. Kyungsoo istirahat sejenak menatap langit hitam diatasnya.

Apa aku bisa bertemu dengannya lagi malam ini?

Ia memalingkan wajahnya ke arah jalan diluar taman. Gotcha! Dia disana. Namja tan itu sedang melintasi taman dengan langkah panjangnya.

"Chogi.." Kyungsoo mengekori namja tan itu hingga nyaris bertubrukan saat namja itu berbalik menatapnya.
"Kau.. Kau yang menimpaku tempo hari kan?"

"Ne, Jongin-ssi" namja yang disebutkan namanya terbelak kaget. Tak menyangka gadis imut dihadapannya ini mengingat namanya.

"Ada yang bisa ku bantu ehm..." Suara Jongin terhenti. Ia tidak ingat nama gadis dihadapannya itu. Pabbo!

"Kyungsoo.. Do Kyungsoo" ia mengucapkannya dengan tersenyum manis hingga namja tan itu salah tingkah.

"Maukah kau mendengar laguku sebentar.. Jika kau tak keberatan" ia mengucapkan kalimat terakhir dengan sangat pelan. Hampir seperti memohon.

Kim Jongin, namja jangkung itu bahkan harus membungkukkan dirinya sedikit untuk bisa mendengar dengan jelas kalimat terakhir Kyungsoo. Ia juga bingung kenapa gadis dihadapannya itu mengucapkannya sambil memainkan tanah dengan kakinya. Jongin tersenyum. Ia merasa tingkah gadis itu sangat menarik.

"Kenapa tidak" Kyungsoo mengangkat kepalanya tinggi agar bisa melihat namja itu dengan jelas. Tidak tersirat ragu dalam senyum namja itu.

DEG

"T..te..terima ka..kasih" Kyungsoo merutuki dirinya yang terbata. Kenapa pula ia harus gugup saat melihat namja itu tersenyum. Tenangkan dirimu Do Kyungsoo.

Kyungsoo berjalan kembali ke gitarnya dengan Jongin yang mengekor dibelakang. Tanpa saling menyadari mereka sama sama tersenyum dan sibuk dengan memikirkan satu sama lain. Masih ditemani rembulan yang bergantung di langit berhias bintang bintang, namja tan itu sudah duduk bersila dihadapan Kyungsoo yang merangkul gitar. Sang namja tak sedetik pun meluputkan pandangannya dari gadis mungil itu seolah-olah gadis itu sangat menarik. Detik berlalu namun gadis bergitar itu tak juga menetik gitarnya. Jarinya terasa dingin dan kelu, detak jantungnya tak terkendali, pandangannya tak fokus terarah pada lilin aromaterapi.

"Aku tak akan menghina nyanyianmu ataupun permainan gitarmu. Jadi.. Lakukanlah" Kyungsoo mengangkat dagunya dilihatnya namja tan itu dengan seksama. Bukan untuk menggagumi ketampanannya melainkan untuk mencari penghinaan atau kemarahan di mata namja itu. Tapi dia tidak menemukannya! Tidak secuil pun terlihat penghinaan dari tatapan namja itu. Ia hanya melihat ketenangan dan rasa penasaran yang teramat tinggi dalam tatapan mata itu. Bahkan senyumnya terlihat sangat membius...

'Apa yang kau pikirkan Do Kyungsoo?' Dia menggeleng-geleng pelan. 'Dia hanya menenangkanmu bukan memujamu. Tenanglah Kyungsoo, tenang..'

Kyungsoo menghirup udara memenuhi rongga paru-parunya kemudian menghempuskannya pelan. Begitu hinggga dia merasa tenang.

"Baiklah" dia bernyanyi.

Niga inneun gose nado hamkke halke..
Niga ganeun gose nado hamkke kalke..

Neol wiihaeseo maeil utko
neol wiihaeseo gidohago..
Ni saenggage jamdeulko
neol bureumyeo nuneul tteo..
Nae yeopeseo jikyeojugo
nae yeopeseo kamssajuneun..
Neon naye cheonkuginkeol..

You're my only one way..
Ojing neoreul wonhae naega
ni gyeote isseume kamsahae..
You're the only one babe..
Himdeun sesang soge sarangeuralke
haejun neo hanaro naneun haengbokhae..

Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven
Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven
Uri hamkkeramyeon
we will never cry never never cry..
Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven
Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven
Yeongwonhi duriseo
never gonna be alone..

Ni pumeseo sumeul shwiigo
ni pumeseo immajchugo..
Ni moksoril deureumyeon
kkum kkuneun geot man gata..
Ni nuneseo al su isseo
ni sarangeural su isseo..
Neon naye cheonkuginkeol..

You're my only one way..
Ojing neoreul wonhae naega
ni gyeote isseume kamsahae..
You're the only one babe..
Himdeun sesang soge sarangeuralke
haejun neo hanaro naneun haengbokhae..
Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven
Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven
Uri hamkkeramyeon
we will never cry never never cry..
Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven
Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven
Yeongwonhi duriseo
never gonna be alone..
Oh, so alone..

Jongin menatap lekat Kyungsoo yang sudah selesai bernyanyi. Pendengarannya masih mengingat jelas tiap lirik lagu dan bagaimana gadis mungil dihadapannya ini bisa sangat menghayatinya. "Kau yang membuat lagu ini?" Kyungsoo tersentak.

"Ne.." Dia mengangguk.

Tatapan Jongin terlihat kosong membuat Kyungsoo menarik kesimpulan bahwa lagunya sama sekali tidak menarik bagi namja itu.

'Kau hanya ingin dia mendengar lagumu bukan untuk menyukainya, Kyungsoo pabbo!' Kyungsoo memaki dirinya sendiri.

"Kau..." Kyungsoo menunduk semakin dalam. Tangannya menggenggam gitar dengan kuat. Kepercayaan dirinya benar-benar sudah hilang tak berbekas.

"jinja daebak!" Kim Jongin berdiri dan mulai bertepuk tangan. Kyungsoo terkejut dan mendongak. Jongin mengulurkan tangannya meminta Kyungsoo ikut berdiri. Jongin kembali bertepuk tangan dan membungkuk singkat kepada Kyungsoo membuat gadis mungil itu lagi-lagi terkejut mendapati reaksi Jongin. Senyum merekah di bibir heartshape milik Kyungsoo takkala melihat Jongin tersenyum lebar dan menatapnya dengan mata berbinar seolah-olah sinar bintang diatas sana pindah ke dalam kedua mata hitam milik Jongin.

Kyungsoo masih tersenyum seolah dia merasakan harapan kembali ada dengan senyuman Jongin.

Jadi..bolehkan Kyungsoo berharap?

.

.

Tbc

Gimana? Gimana? Dapat gak feelnya *enggak* *timpuk author* hehehe mian kalo gak dapat atau belum dapat feelnya. Trus alurnya gimana? Kecepatan atau terlalu lama? Rain sangat sangat sangat sangat mengharapkan review dari readers-nim supaya Rain bisa semakin baik lagi nulisnya. Okey? ;)

Annyeong,
BlueRain94