Chapter 3 (Habis)
Love in Hawaii, seriously Jae?
Disclaimer:
NCT milik SM Entertainment
Cuma pinjam nama dan delusi wajah kikiikii
Taeyong , Jaehyun
Yuta, Ten, Doyoung, Taeil,
Winwin, Mark, Haechan
NCT 127 + NCT U
JaeYong main pair and other
Friendship
Warning : YAOI (BoyXBoy)
Rated K+/DLDR
Three Shoot!
Hope you like it ^^/
Enjoy..
.
.
Saat para member lain tengah sibuk dan bersemangat mengambil menu makan malamnya 'hidangan khas hawaii', seharusnya Jaehyun merasakan hal yang serupa. Tapi apa yang malah ia lakukan disini, berdiam diri disamping Taeil, menatap hampa masakan lezat didepannya. Jaehyun benar-benar tak berselera.
"Jae ayo cepat ambil yang mana, kenapa diam saja si? Lihat dibelakangmu!" seruan Taeil menyadarkannya. Ahh dia pasti mirip alien sekarang. Dibelakangnya, member lain sibuk mengantri menunggu giliran, dia malah seenaknya bengong begini.
Jaehyun tersenyum kikuk pada member dibelakangnya –Mark, Haechan, Winwin, Dooyoung- yang menatapnya sambil menggeleng-gelengkan kepala –heran-.
"Hyung kau ini sudah kemari telat, sekarang malah aneh begini?"-Mark mengambil alih tugas Jaehyun, menyendokkan udang dan nasi kepiring hyung dimplenya itu, "...kau kesambet angin malam?"
"Enak saja..."-Jaehyun tak terima, "..aku cuma.."
.
"Loh Jae, kenapa disini?"-Jaehyun mengenal suara itu, ya itu Yuta. Member dari Jepang itu berjalan berdampingan dengan Ten, menyelonong masuk ke barisan antrian. Mereka ini dari mana sedari tadi, kenapa juga baru sampai disini. Ehh tunggu, apa kata Yuta tadi?
"Haii hyung."-Jaehyun menyapa balik, ia melihat raut bingung diwajah Yuta dan Ten, Jaehyun jadi ikut bingung kan.
"Jae kok sudah disini?"-Ten celingukan, seperti mencari seseorang, "...katanya menunggu Taeyong hyung dipantai, upss..yakk..sakit."-Ten mengelus kaki kanannya melas, uhh kakinya jadi korban injakan si pria gunung, Yuta, dan itu sakit sekali. Teganya.
Ten ini benar-benar, Yuta sebal sendiri jadinya. Itukan privasi Taeyong dan Jaehyun, eh malah diumbar begitu. Kan member lain jadi tau, lihat, mereka menatap Jaehyun dengan wajah kebingungan dan penuh pertanyaan. Sebentar lagi pasti ribut tuh.
.
Jaehyun tidak tuli kan. Atau ia memang salah dengar. Apa kata Ten tadi, bagaimana ia bisa tau soal itu. Dan apa maksudnya tadi, "Lalu Taeyong hyung mana, aku tak melihatnya kok." ia melemparkan pertanyaan itu. Jaehyun curiga juga, bukannya terakhir kali ia melihat Taeyong tengah bersama Yuta dan Ten, tapi ia tak melihatnya sekarang.
Ten mendekati Jaehyun, bocah ini benar-benar belagak pilon atau bagaimana sih, ia berbisik pelan, "Ya menemuimu dipantai, diakan memafkanmu. Bagaimana si.." tersenyum ke member lain yang menatapnya curiga,"..tapi kenapa kau malah disini, bukannya ngedate disana." tutupnya.
Benar kan dugaan Jaehyun, maka ia menyeret Ten, menjauhi rombongan, "Hyung serius, aku tadi sudah menunggunya satu jam lebih, tapi ia tak kunjung datang, makannya aku juga telat kemari. Kupikir ia tak memaafkanku, makannya ia tak mau menemuiku." jelasnya dengan wajah cemas.
"Kau serius?"
"Yee, aku menunggunya lama, kuulangi, satu jam lebih hyung, lalu Mark tiba-tiba memanggilku karena gala dinner akan dimulai. Dan aku sama sekali tak bertemu dengannya, bahkan disini pun tidak hyung."
"Be-benarkah, bahkan ia langsung menemuimu dari jam lima tadi Jae." ucap Ten masih tak percaya. Tapi melihat ekpresi Jaehyun, ia yakin, bocah Jung ini tak mungkin berbohong. "La-lalu, dimana Taeyong hyung."-Ten mulai cemas. Ia celingak celinguk kesana kemari, mencari sosok Lee Taeyong, kali saja Taeyong nyempil diantara member snsd atau exo kan, dia itukan sukanya nyempil nyempil.
Ekspresi Ten mengundang perhatian para member lain, Taeil dan pasukan ayamnya mendekati Ten dan Jaehyun, mereka mulai curiga.
"Ada apa ini? Apa yang kalian bicarakan?"-Taeil benar-benar penasaran. Ia member tertua dan selalu tak tau apa-apa. Ia ingin menangis sekarang.
"Yaa hyung, kalian kenapa si? Ada apa sebenarnya?" dan pertanyaan Haechan semakin membuat Ten bingung. Satu kesimpulannya adalah...
.
"Taeyong hyung hilang.."
"Mwoo.."
.
.
Taeyong hanya berjalan menunduk tanpa alas kaki sedari tadi, menikmati halus dan mulusnya pasir pantai. Tapi saat ia kembali pada situasi normalnya, ia baru tersadar jika ia sudah berada disini, International Market. Taeyong berdiri terbengong didepan deretan toko-toko souvenir yang mulai ramai di senja ini. Iya saja tak sadar ini dimana, ia sedang apa dan kenapa disini. Kalau begitu ia tersesatkah? Dipantai sepanjang 2 mil yang mulai ramai ini.
.
Splashh...
.
Taeyong menutupi matanya yang silau, terkena cahaya terang entah dari mana. Ia masih terus menyembunyikan wajahnya dibalik kedua telapak tangannya, sampai kemudian ia mendengar suara riuh tiba-tiba mengelilinginya, berisik sekali.
.
"Eh itu artis Korea juga?"
"Lihat celana jeansnya, itu brand mahal, pasti dia artis!
"Lohh bukannya dia member NCT?"
"Itu artis SM, Taeyong.."
"Omoo Taeyong nct.."
"Taeyongie oppaa.."
"Kyaa Lee Taeyong, kawaii.."
"Kyeoptaa..."
.
Benar Taeyong mendengarnya, ia yakin mereka siapa. Maka ia menurunkan tangan yang menutupi wajahnya, tersenyum kikuk menatap sekelilingnya, puluhan orang terlihat mengelilinginya. Inginnya ia menyapa balik mereka. Tapi silau cahaya semakin menyakitkan matanya. Taeyong kembali pada posisi semula, menutupi wajahnya.
.
"Kyaaa tampannyaaa..."
"Oppa jangan begitu, aku ingin melihatmu.."
"Oppa yaa.."
"Kenapa dia disini?"
"Ya Tuhan Ya Tuhan dia benar-benar nyata.."
"Aku tidak bisa melihat wajahnya lagi.."
"Oppa oppa kyaaa.."
.
Ya, itu suara para pengunjung yang mengenalinya, atau fans yang mengikuti mereka. Suara mereka benar-benar memekakkan telinganya. Taeyong kini benar-benar merasa bodoh, ia bahkan pergi kesini, ditempat yang ramai, jauh dari staff hyung disana. Sendirian dan mulai dikerubungi manusia ganas. Hawa disekitarnya mulai memanas. Ia juga merasakannya, saat puluhan blitz kamera menerpa wajahnya, Taeyong semakin menutupi wajahnya erat, membungkuk, mulai takut dengan keadaan.
.
Splashh
Jeprett..
Splashh..
.
Bukannya ia mau sombong tak mau menunjukkan wajahnya lagi, tapi akan jadi hal buruk baginya nanti jika ia melakukannya. Ditengah keramaian seperti ini, sendirian, tanpa pengawasan.
.
Sreeett
"Jja ikut denganku!"-Taeyong berjengit kaget saat seseorang tiba-tiba menarik lengannya kuat, mengajaknya berlari cepat. Dalam pelarian, ia membuka matanya, pandangannya buram tapi samar-samar ia melihatnya. Sosok yang menarik tangannya itu. Membawanya berlari diiringi riuhnya pekikan tak rela dibelakangnya. Mereka benar-benar seperti berada dalam film train to Busan.
Taeyong masih berlari, kebingungan dan memandang heran sosok didepannya ini. Sosok ini –pria- ini sangat tinggi, memakai jaket dan topi hitam serta celana jeans pendek, membawanya terus berlari, kearah gedung modern yang ia tak tau namanya. Bersembunyi disisi gedung yang ternyata sebuah resort.
.
.
"Hah..ha..haahh..apa yang kau lakukan hah Lee Taeyong.."
"Hahh..hahh..Hyung?"-Taeyong dan sosok didepannya berhenti disebuah balai resort yang menghadap langsung kelaut. Ia masih mengatur nafasnya yang masih ngos-ngosan efek berlari tadi. Pria didepannya ini benar-benar, mentang mentang kakinya panjang larinya cepat begitu. Diakan tidak pakai alas kaki, uhh sekarang baru terasa sakitnya.
Tug
.
"Ya aww appo.."-Taeyong mengelus kepala tampannya yang menjadi korban jitakan, "Yaa Chanyeol hyung teganya." mencebilkan bibirnya kepada pria didepannya.
"Kau itu, habis bengong terus daritadi. Disana bengong disini bengong, kenapa juga bisa sampai disana hah. Sudah tau banyak fans mengikuti kita disini. Malah nyasar tak jelas begitu. Mana tak pakai sepatu lagi. Tak bisa menjaga diri sekali."-Taeyong melongo mendengarkan ocehan sosok didepannya ini, Park Chanyeol. Heol, sunbaenya yang terkenal dengan postur jerapah ini cerewet sekali kalau sudah bicara. Ahh ia jadi paham dari mana asalnya nama happy virus itu.
"Hehe.."-Taeyong tersadar, terkekeh tak berdosa menatap Chanyeol yang sedang menatapnya galak, "..gomawo nee hyung, kau menyelamatkanku tadi. Habis aku bingung harus bagaimana. Ternyata ada kau, hehe.." masih nyengir pada Chanyeol.
Chanyeol yang tadinya mau marah –lagi- jadi tak tega melihat Taeyong berkedip kedip begitu, bocah ini selalu tak sadar beragyeo laknat, "Hahh...kau sedang ada masalah kan?" tebaknya kemudian.
Taeyong tersentak, darimana sunbaenya ini tau, lalu bagaimana dia harus menjawabnya ya, "Ania..euhm aku cuma cari suasana lain saja. Ya begitu."
"Tanpa persiapan begitu? Mana topi, kacamata dan maskermu bocah? Lihat, kakimu lecet tidak?"
"Eoh..bu-bukan, maksudku, aku tak sengaja kesini. Jadi aku tak membawanya. Aku juga baik-baik saja" nyengir memberi pembelaan, ia mengangkat kakinya, menunjukkan telapak kakinya pada Chanyeol bahwa ia baik-baik saja, dia saja yang berlebihan.
"Bukannya tujuanmu ketepi pantai. Tapi kau malah melihat mereka.."-Chanyeol menunjukkan ponselnya kepada Taeyong,"..lalu kau tanpa tujuan berjalan sampai ditempat itu. Begitukan?"
Taeyong berjengit kaget melihat foto diponsel itu. Apalagi tebakan Chanyeol tepat sasaran –lagi-, "Bagaimana kau bisa tau hyung?"
"Aku mengikutimu dari hotel bocah. Melihatmu berdiri bengong diteras hotel. Lalu, yahh berjalan lesu seperti itu. Siapa sunbae yang tak akan iba melihatmu begitu. Bahkan jika itu Heechul sunbae sekalipun."
Taeyong meringis mendengar ucapan Chanyeol. Ya dia benar juga. Ia lalu menggigit bibirnya, menundukkan kepalanya, soal foto tadi, ia bahkan baru tau foto itu tersebar ke para sunbae. Itukan foto saat kemarin mereka berfoto bersama dipantai. Taeyong melihatnya, Jaehyun dan Yeri berdampingan, berpose dan gadis itu merangkul pundak Jaehyun. Mereka terlihat mesra sekali, dan serasi, pantas saja fotonya jadi menyebar begitu. Bahkan sampai dicorp oleh para editor foto kemarin.
Tanpa melihat foto itu, Taeyong sudah tau kok kalau Jaehyun dan Yeri tengah menjadi perbincangan seru dibelakangnya. Dan kenapa juga ia harus marah soal couple mak comblang Seulgi itu. Ia jadi merasa aneh kalau membayangkan kenyataan itu, ia dan Jaehyun yang bukan siapa-siapa. Mereka pria, member disatu grup, dan jangan lupakan, mereka idol. Lalu kenapa dia harus marah soal itu semua. Yakin dia benar-benar marah karena ucapan kelewatan Jaehyun waktu itu, atau karena hal lain.
.
"Kau cemburu kan?" dan Chanyeol benar-benar selalu tepat sasaran. Taeyong seharusnya tau itu, Chanyeol selalu bisa membaca pikirannya.
Ia mendongak menatap Chanyeol, dan menggeleng pelan, "Kenapa juga aku harus cemburu?"-Taeyong merutuki mulut pendustanya. Ia juga bilang begini kan waktu itu pada Jaehyun, sampai-sampai itu memicu ucapan jahat Jaehyun.
.
Chanyeol tersenyum mendengarnya, si bocah tsundere ini benar-benar. Ia tau betul apa yang tengah Taeyong rasakan, karena ia pernah merasakan hal yang sama, "Kau tau Tae, ini pasti sangat sulit bagimu. Bagi kita seorang pria dan terlebih kita ini publik figure. "-Chanyeol merangkul Taeyong, mengelus pundaknya pelan, "Aneh memang jika kita cemburu karena orang yang kita sukai tengah dekat dengan orang lain, padahal kita bukan siapa-siapa baginya. Ini menjadi aneh karena bukan hal yang wajar."
Taeyong menatap Chanyeol, dia sangat bijak dimata Taeyong saat ini, "Kau tau hyung, aku bahkan tak tau kenapa aku begini. Aku merasa benar-benar 'tak normal'."
"Kau cemburu bukan karena suka pada Yeri kan, tapi sebaliknya, itu karena Jaehyun." tebak Chanyeol tepat sasaran lagi, mengelus pundak dongsaengnya dengan lembut, Chanyeol benar-benar mengayominya sekarang, "..ceritalah padaku Tae!"
Taeyong mengangguk lemah, "Ya, kau benar. Awalnya aku hanya marah dan kecewa karena Jaehyun mengabaikan janjinya. Aku juga marah karena dia mengejekku waktu itu."-Taeyong menimang nimang, haruskah ia ceritakan semua pada Chanyeol. Ia menarik nafasnya pelan dan tersenyum kepada Chanyeol, mulai percaya, "...tapi aku tau sekarang. Aku begini bukan hanya karena itu. Aku merasa...cemburu. Aku merasa benar-benar membenci Jaehyun sekarang." ia menunduk lagi, meremas ujung kausnya.
Chanyeol tersenyum lucu mendengarnya, "Tae, kau tau. Jika kau tak pernah terbuka dan selalu mengelak akan perasaanmu. Lantas marah jika Jaehyun berbuat hal yang menurutmu menyebalkan, kapan kalian akan menjadi lebih baik?"
Taeyong menatap Chanyeol, ia tak paham, "Tae, bagaimanapun kau itu pria dan kau bukan anak-anak lagi yang akan cemburu pada ibunya karena ibunya lebih perhatian pada adiknya, bukan Tae. Marahmu ini, sebalmu ini, kecewamu ini, semua yang kau rasakan ini, semua pasti bisa kau lawan dengan baik, dengan pemikiran dewasa. Jangan selalu membuat spekulasi sendiri tanpa tau apa yang tengah Jaehyun rasakan."-Taeyong mencerna semua nasihat Chanyeol, ia menarik sudut bibirnya tersenyum, "Lalu aku harus bagaimana hyung?"
"Kau pasti tau apa yang harus kau lakukan."-Chanyeol mengalihkan pandangannya dari Taeyong, melihat bulan diatas laut yang memantulkan bayangan indahnya.
.
"Hyung , ngomong-ngomong kenapa kau bisa bertemu denganku tadi?"
"Hehe, aku main pokemon go tadi, hehe. Astaga aku jadi ingat kan.."
"Haha, dasar.."
.
.
Jaehyun terus berjalan dengan wajah panik melewati sepanjang pesisir pantai, tak menghiraukan teriakan-teriakan dibelakangnya. Kepalanya sesekali menoleh kesana kemari mencari sosok berperawakan kurus, Lee Taeyong. Setengah mati ia khawatir pada pemuda itu.
Jaehyun terus berjalan menyusuri pantai, meneriakkan nama pemuda itu. Ia bahkan tak menghiraukan para homeless people yang sesekali menggerutu, menabraknya. Kini ia bahkan hampir serupa dengan mereka.
"Jae, hahh..hahh..tunggu."-Doyoung mensejajarkan langkahnya disamping Jaehyun, meraih pundak dongsaengnya itu, "..kurasa lebih baik kita menunggunya saja. Aku yakin Taeyong hyung baik-baik saja. Jae, kau lihat disana!" menunjuk para staff yang memperhatikan mereka dari teras hotel, "..lalu disana!" kali ini menunjuk area bay poin, wilayah berjemur para wisatawan tak jauh dari mereka berdiri saat ini. Disana, banyak fans yang tengah berkumpul, bersantai dan kini memandang mereka sembari mulai menfoto dari jarak jauh.
"Ini sangat berisiko Jae." lanjut Doyoung
"Doyoung benar Jae hahh..hahh.."-Ten menimpali. Bergabung disamping Jaehyun. Para member lain berlari kecil dibelakang Ten.
"Ini hampir jam 9 malam. Para staff dan manajer hyung pasti akan curiga melihat kita disini."
Jaehyun menatap Ten. Hyungnya itu benar juga, jika mereka semakin jauh melangkah, Jaehyun berani bersumpah esok akan muncul artikel-artikel unik tentang mereka.
.
"Aku hanya khawatir soal badai madeleine." demi Tuhan, para member merutuki celetukan Winwin itu. Mereka sudah susah payah membujuk Jaehyun, bocah itu malah menabur garam lagi.
"Ehh kenapa?"-Winwin menatap para hyung dan dongsaengnya bingung, "...mi-mian aku tak bermaksud." ia menyadari kesalahannya.
"Sudahlah, aku yakin Taeyong akan segera kembali. Aku sudah menelfonnya tadi, aku juga mengiriminya pesan. Handphone-nya aktif, tapi ia tak mengangkatnya. Jadi dia pasti sedang sibuk sekarang." yang lain mengangguk mendengar perkataan Yuta.
" Jja hyungdeul, kita tunggu disana saja!"-Mark menunjuk kedai kecil disamping jalan setapak. Mereka akhirnya mengikuti saran Mark, tak ada pilihan lain bukan.
.
.
1 jam kemudian
Jaehyun menghentikan langkahnya tiba-tiba. Hal serupa dilakukan member lain disampingnya. Bahu Jaehyun menegang, badannya kaku tiba-tiba, dadanya juga sesak, wajahnya terlihat gusar menatap sosok didepannya. Ini sudah hampir jam 10 malam. Mereka bahkan melewatkan makan malamnya dan rela menggantinya dengan camilan dikedai sana tadi. Dikerubungi para fans yang diam diam mengambil foto mereka, melawan angin malam dengan kaos tipis agency ditubuh mereka.
Tapi apa yang ia lihat sekarang. Sosok yang mati-matian ia cari, kini berdiri dihadapannya, cekikikan bahagia dengan sunbaenya. Lalu tanpa dosa menyapanya. Tak lupa tersenyum manis pada sunbae yang merangkulnya mesra tadi sebelum ia beranjak pergi.
Jika Jaehyun ingin marah, ia akan lakukan itu sekarang. Berteriak didepan wajah orang itu, lantas menyeretnya kekamar. Minta penjelasan lalu menghukumnya. Tapi Jaehyun bahkan tak tau harus berkata apa saat sosok itu, Lee Taeyong mendekatinya, tersenyum lebar padanya, juga pada para member lainnya. Kemudian memasang wajah bersalah, meminta maaf.
"Aku baru saja membaca pesan Yuta. Sungguh, aku benar-benar minta maaf sudah merepotkan dan membuat kalian khawatir. Maafkan aku."-Taeyong membungkuk kepada delapan member yang tengah menatapnya lega –minus Jaehyun-.
Tak ada suara, Taeyong menegakkan tubuhnya kembali, menatap para member yang terlihat kacau, ia tau harus bagaimana, "Ahh karena aku sudah mengacaukan dinner kalian, aku akan menggantinya." ucapan Taeyong membuat suara ricuh para member. Tanpa diminta, mereka mendekatinya, mengomelinya dan beberapa –Winwin, Ten dan Haechan- terlihat merangkul Taeyong, rindu sepertinya. Sedang Taeyong hanya tersenyum manis menatap hyung dan dongsaeng-dongsaengnya.
"Yee yee aku janji akan memasakkan kalian sekarang. Aku akan pinjam dapur dan kalian tinggal duduk manis menikmatinya. Kalian mau makan apa heum, apapun akan kumasakkan, hehe.."-Taeyong terkekeh membujuk para membernya. Sedang yang lain tertawa riang, merasa usahanya terbayarkan.
.
"Kau pikir itu semua bisa membayar semuanya." seruan Jaehyun menghentikan aksi Taeyong. Menghasilkan wajah terkejut pada Taeyong dan member lainnya.
"Jae kau kenapa?"
"Cihh..kau pikir apa yang kau lakukan itu akan merubah semuanya hah?"
"Apa maksudmu Jae."-Taeyong melepas pelukan member lainnya, melangkah maju menghadap Jaehyun, wajah manisnya berubah dingin, "..kau marah padaku?"
"Kau kira aku sedang apa sekarang hah?"-Jaehyun meninggikan suaranya. Wajahnya terlihat tegang.
"Jae apa-apaan ini, sudahlah, kau itu keterlaluan."
"Diamlah hyung!"-Jaehyun masih menatap Taeyong tajam, membungkam paksa seruan Taeil, membuat hyungnya itu diam seketika, shock. Kali ini mood Jaehyun benar-benar buruk, "..kau pergi begitu saja tanpa kabar. Membuat kami khawatir mencarimu kesana kemari. Cemas setengah mati, lalu kembali dengan wajah seperti itu, kau bercanda hahh, kau fikir ini lucu. Hidup tak selucu itu asal kau tau!"
Taeyong tersentak, Jaehyun membentakknya. Tepat didepan wajahnya. Air muka Taeyong berubah sendu, ini pertama kalinya Jaehyun berteriak seperti ini padanya. Didepan para member lainnya. Bahkan mulai menjadi tontonan umum, lihatlah para tamu hotel mulai berkumpul mengerumuni mereka. Seolah-olah tengah menyaksikan panggung musikal.
"Kenapa kau diam hah?"
"Jae kau.."-Taeil tak melanjutkan ucapannya, Ten mencegahnya, menggelengkan kepalanya. Ia tau, ini akan menjadi lebih sulit karena keegoisan mereka.
Taeyong menahan sesak didadanya, menarik nafas dan mengulum senyum kecil, "Lalu apa maumu Jae? Aku tau aku salah. Aku sungguh-sunguh minta maaf padamu dan yang lainnya, sungguh aku tak bermaksud lain. Aku-aku tadi hanya ingin sendiri."
"Katakan dari awal kalau kau memang tak mau memaafkanku, tak usah bertele-tele seperti ini. Tak usah mengorbankan orang lain hanya untuk kesenangan belakamu."-Jaehyun masih berkata dingin, menatap Taeyong remeh, "Kau egois hyung."
Apa kata Jaehyun tadi, ia egois. Bahkan pria didepannya ini egois tak mau memaafkan dan memahami alasannya sekarang, padahal ia sudah berniat memberikan maaf padanya. Taeyong menatap sekelilingnya. Pengunjung yang tadi mengelilingi mereka sudah mulai berpergian. Semua karena usaha para member lain meminta mereka untuk tak berkerumun, demi keamanan.
Dari arah sana, arah hotel, para staff SM menghampiri mereka. Turut membubarkan penonton. Taeyong mendengar manajer hyung yang sudah berdiri disampingnya, meminta penjelasan atas keributan yang mereka ciptakan ini. Tapi jangankan untuk menjelaskan, hanya sekedar menyapa saja lidahnya terasa kelu.
"Hyung, aku kecewa padamu." dan setelah mengatakan itu Jaehyun berlalu dari hadapannya. Berbalik menuju hotel dan tak melihat lagi kearahnya. Ia merasakan genggaman erat pada tangan kanannya. Ia hafal betul itu siapa, Winwin, dongsaeng kesayangannya. Pria China itu bahkan sudah merangkulnya, mengatakan bahwa ia harus sabar.
Taeyong masih menatap kaku punggung Jaehyun yang semakin menjauhinya. Dadanya benar-benar sesak. Matanya juga panas. Kenapa semua menjadi rumit begini. Padahal ia sudah mulai membuka hatinya, menerima semua keadaannya. Hubungan terlarang yang tak seharusnya terjadi. Serius, Taeyong sudah merelakan semuanya. Tapi kenapa sekarang jadi begini. Apa ia salah akan tindakan yang ia ambil. Bukankah ia pihak yang disakiti oleh Jaehyun, lalu kenapa malah pria itu yang marah sekarang?
.
.
Ini sudah hampir pagi dan Jaehyun benar-benar tak mampu memejamkan matanya. Ia membolak balikkan badannya seperti cacing kepanasan. Ia tidur sendirian, karena Ten mengungsi dikasur Mark. Ia rupanya marah pada Jaehyun. Pasti karena kelakuan jahatnya tadi.
Jaehyun merutuki dirinya sendiri. Kenapa penyesalan selalu saja datang terlambat padanya. Kenapa ia selalu bertindak gegabah, tanpa perhitungan dan nekat begitu.
Jaehyun ingin menenggelamkan dirinya kelaut saja kalau mengingat wajah sedih Taeyong tadi. Ya Tuhan, ia ingin memutar waktu, sungguh jika ia punya mesin kemana saja, ia ingin kembali kewaktu itu, saat ia lega menemukan, anii lebih tepatnya bertemu dengan Lee Taeyong.
Semua ucapannya tadi, bentakannya tadi, kemarahannya, semata-mata hanya berdasarkan rasa...cemburu saja. Ia jadi gelap mata begitu. Saat melihat Taeyong berjalan disamping Chanyeol, tertawa riang dirangkulan pria jangkung itu, ia benar-benar merasa..marah. Semua bukan soal ia yang kehilangan waktunya untuk mencari Taeyong, kehilangan hidangan makan malam istimewanya, sungguh bukan itu, toh member lain juga ada di posisi yang sama dengannya. Tapi ini semua adalah tentang kecemburuannya semata. Ia cemburu karena Taeyong lebih memilih memberikan waktunya pada Chanyeol daripada benar-benar menemuinya. Ia cemburu melihat Taeyong yang terlihat bahagia bersama Chanyeol. Dan kini ia sadar kecemburuannya tak berdasar, konyol dan tak wajar.
Memangnya siapa juga dia, kenapa cemburu begitu pada hyungnya itu. Pacar bukan, kekasih bukan, statusnya saja tak jelas. Tapi kenapa ia jadi begini. Aishh ia mengacak rambutnya frustasi.
Tadi setelah meluapkan amarah dan kekecewaannya pada Taeyong, ia kembali kekamarnya, sendirian. Tapi ia harus menghentikan langkahnya saat di lobby ia bertemu dengan Chanyeol. Sunbaenya itu ternyata telah menunggunya disana. Lantas menariknya untuk bicara empat mata dikamar Jaehyun. Ia jadi curiga, apa sunbaenya ini mendengar dan melihat kejadian itu, lalu kenapa juga dia perduli sekali.
Jaehyun awalnya tak mau perduli dan menerima ajakan ngobrol face to face itu. Kalaupun ia, ia hanya akan menganggapnya sebagai basa basi belaka saja. Tapi kemudian penjelasan Chanyeol meruntuhkan egonya.
.
.
"Taeyong hanya tak tau harus bersikap bagaimana Jae."
"Maksud hyung?"
"Dengarkan. Taeyong sudah menceritakan semuanya padaku. Ia jujur padaku, dan aku tau itu karena sedari awal aku sudah mengikutinya."-Chanyeol berkata serius, menatap hobae didepannya dengan tatapan lembut.
"Dia sudah akan menemuimu saat itu, tapi mengurungkan niatnya saat melihatmu bersama Yeri ah dipantai."-Jaehyun tersentak, menatap Chanyeol, menelisik wajah tampan itu, mencari kebohongan disana, tapi ia sama sekali tak menemukannya.
"Dia sebenarnya memaafkanmu, dan penasaran dengan kejutan yang akan kau berikan. Tapi ia malah melihatmu dengan orang yang tengah ia cemburui. Maka Taeyong pergi darisana. Berjalan tanpa arah dan kebingungan lalu terjebak ditengah para pengunjung dan fans yang mengerubutinya. Beruntung aku datang menolongnya, kau tau apa yang akan terjadi jika tidak."-Jaehyun ternganga mendengar penjelasan Chanyeol. Ya Tuhan Taeyong sampai tersesat begitu.
"Ia lalu menceritakan semuanya, soal perasaannya yang tak wajar. Cemburu pada Yeri karena dekat denganmu akhir-akhir ini. Kau tau apa jawabannya saat kutanya kenapa ia cemburu."-Jaehyun menggeleng, dadanya mulai berdebar-debar sekarang.
"Karena ia menyukaimu." kedua kalinya Jaehyun tersentak, tanpa ia sadari menarik sudut bibirnya. Jadi, ucapan cinta disuratnya terbalaskan eoh.
"Tapi ia mengambil keputusan yang sulit. Ia pasti ingin membicarakannya denganmu, tapi kemarahanmu merusak rencananya."
"Apa maksudmu hyung?"
"Yang kutau, ia ingin menjalani semuanya denganmu, hubungan lebih jauh lagi, tapi tetap harus menjaga image dan privasi kalian. Bagaimanapun kalian ini pria dan idol. Apalagi kalian baru saja debut. Ini adalah hal yang sulit. Bisa kau bayangkan bagaimana nantinya karier yang tengah kalian bangun dan masih dini ini, jika sampai publik mengendus hubungan kalian."
Ya Chanyeol benar. Jadi sebenarnya Taeyong memberikan kesempatan padanya dan bahkan berusaha menjalani semuanya dengan lebih baik. Tapi apa yang ia lakukan tadi.
"Aku tau tadi kau cemburu padaku makannya sampai begini kan. Ya itulah yang juga Taeyong rasakan pada Yeri, Jae"
"Jadi tadi kau melihat semuanya hyung." ucap Jaehyun masih terkejut, "Sungguh hyung, aku benar-benar malu sekarang. Aku tak akan mampu menatap wajah para member, apalagi Taeyong hyung. Aku tak tau harus bagaimana hyung." menundukkan kepalanya, Jaehyun benar-benar blank. Ia merasa bodoh dan jahat sekarang, ia tak tau harus bagaimana lagi setelah ini. Apakah Taeyong dan member lainnya mau menatapnya lagi. Ia tak yakin itu.
"Jika Taeyong berani membuat keputusan dan bertindak sejauh ini, kenapa kau tidak. Jae, perbaikilah semua. Kau dan teman-temanmu sudah saling lama mengenal, aku yakin mereka memaafkanmu, begitu juga Taeyong."
Ya, Jaehyun tersenyum mendengar ucapan Chanyeol. Sunbaenya ini benar. Ia tak boleh jadi pengecut, ia harus mengembalikan semuanya.
.
.
Ini adalah hari ketiga SM Town Workshop di Hawaii. Jaehyun tak mau menyebut ini sebagai liburan, toh sampai detik ini mereka masih disibukkan dengan seabrek event agency. Pagi ini mereka semua, peserta Workshop harus bangun lebih awal. Setelah acara breakfast, mereka semua wajib mengikuti serangkaian SM Town event, berkumpul dipantai yang tengah disulap menjadi arena games, sebelum mengikuti SM Party malam harinya.
Karena mini olympic akan digelar hari ini. Maka dengan memakai nematage, mereka harus was was menunggu pembagian team. Kabarnya, team hijau akan memakai kaos putih bercorak hijau, sedang team pink akan memakai kaos putih bercorak pink. Mereka tinggal menunggu pembagian team sembari menikmati sarapan di ballrome hotel.
Jaehyun menatap sosok diseberang mejanya. Duduk disamping Winwin dan Ten, menikmati hidangan breakfastnya, terlihat tak berselera. Matanya yang salah atau memang ini benar, ia melihat mata Taeyong bengkak, apa dia menangis semalam. Jaehyun ingin menampar mulut jahatnya saja kalau memang itu benar terjadi. Terlalu asyik dengan objek diseberang sana, ia bahkan tak menyadari sosok lain yang sudah duduk disampingnya.
"Ada cinta eohh di Hawaii, lumayan kan kalau dibikin film. Membantu comeback kita nanti."-Yuta menoel pipi gembil Jaehyun yang langsung tersadar dari mode bengongnya ini.
"Yaa hyung, kau ini mengagetkanku saja." mencebilkan bibirnya, Jaehyun jadi salting, sok sibuk dengan piringnya yang masih penuh. Ehh tapi tunggu, apa kata hyungnya tadi?
"Cihh, salting nih yee, kau itu kalau sedang jatuh cinta kelihatan sekali Jae."-Yuta masih terus saja meledeknya. Untung mood Jaehyun sedang baik sekarang. Ia lantas tersenyum simpul menatap Yuta. Diantara para member lainnya, hanya hyungnya ini yang mau menyapanya tulus, menemaninya makan lalu mengajaknya bercanda. Ahh jangan lupakan Doyoung hyung juga. Namja bermarga Kim itu bahkan bersusah payah membangunkannya tadi. Bersyukurlah Jaehyun mempunyai Yuta dan Doyoung.
"Jatuh cinta yeye, Jaehyun cemburuan yeye, ayo minta maaf yeye." yel yel Yuta benar-benar.
"Hyung, hustt apa-apaan sih."-Jaehyun celingukan melihat sekelilingnya, lalu menatap Yuta sebal, "...diamlah, nanti ada yang dengar hyung. Nanti jadi gosip aneh lagi lo, kan tambah runyam hidupku hyung."
"Ya itu si deritamu, salah sendiri playboy." jawab Yuta cuek.
"Siapa yang playboy? Aku bahkan belum pernah pacaran."
"Ya sekalinya pacaran pacarnya dua auww."-Yuta mengaduh, mengelus kakinya yang diinjak Jaehyun tiba-tiba, " Kau ini dongsaeng nakal."
"Hyung si bicara aneh aneh, siapa juga kan yang pacaran. Dua lagi pacarnya."
"Ya kau itu." berbisik ditelinga Jaehyun, "..Lee Taeyong dan Kim Yerim."
"Husst apa-apaan sih.." dan Jaehyun beranjak dengan kasar dari kursinya, membawa piring dan gelasnya, menghampiri meja Taeyong tanpa memperdulikan racauan Yuta.
.
.
"Hyung aku ingin bicara denganmu!"
Taeyong menghentikan acara makannya saat sosok yang tak ingin ia jumpai sudah duduk manis dihadapannnya. Ia menatapnya sebentar lalu kembali sibuk dengan acara makannya. Tak menghiraukan Jaehyun diseberang sana.
Jaehyun sabar menghadapi Taeyong yang nampak masih marah seperti ini. Ia tersenyum manis dan mengangguk kecil pada member lain yang duduk disekitar Taeyong. Seakan mengerti suasana, mereka beranjak dari posisinya tanpa suara sedikitpun, meninggalkan Jaehyun dan Taeyong disana.
Jaehyun memasang wajah serius, menatap sosok yang tengah tertunduk didepannya, sibuk mengaduk-aduk isi piringnya. Posisi keduanya menciptakan tatapan heran manusia manusia lain yang tengah sibuk dengan aktifitas disekitarnya. Jaehyun sadar itu, mereka berdua tengah diperhatikan banyak pasang mata dan menatap mereka seolah olah keduanya itu pasangan suami istri yang tengah gencatan senjata.
"Hyung, aku ingin bicara denganmu. Tapi tidak disini. Aku menunggumu dikolam renang." dan dengan itu, Jaehyun beranjak meninggalkan Taeyong, meninggalkan piringnya yang bahkan belum ia sentuh sama sekali.
.
.
Taeyong merasakan hawa aneh disekitarnya, tatapan menyelidik dari pasang mata manusia yang melihatnya dengan sejuta pertanyaan. Ia tau, Jaehyun pasti juga tak nyaman berada disini. Maka ia ingin mengajaknya bicara diluar sana, empat mata. Tapi apa katanya tadi? Di kolam renang. Yang benar saja, memangnya dia pikir disana sepi apa. Dan seenaknya saja mengajaknya sok keren begitu. Memangnya dia yakin ia mau dengan ajakannya itu.
Taeyong tadinya ingin egois, enggan menuruti kata-kata Jaehyun. Ia hanya takut kecewa lagi. Siapa tau kan, Jaehyun ternyata tak sendirian di kolam sana. Siapa tau kan ada Yeri disana, asyik mengobrol dengan Jaehyun dan tak tau tempat. Siapa tau setelah itu nantinya mereka akan berci..
Aishhh..dia ini kenapa si, selalu sensitif dan cemburuan seperti gadis. Benar, dia itu selalu berspekulasi sendiri. Dia kan laki-laki yang tak seharusnya takut akan kenyataan. Ya benar, dia bisa memberi kesempatan kedua pada Jaehyun, ani, ketiga malah, meski ia tau, Jaehyun bahkan tak akan pernah mengerti perasaannya.
.
.
"Syukurlah kau benar-benar kemari hyung."-Jaehyun tersenyum lebar saat sosok yang tengah dinantinya berjalan pelan dengan wajah datar –sok- dinginnya itu. Jaehyun jadi geli sendiri, hyungnya ini selalu berusaha bersikap dingin didepan publik, padahal aslinya dia itu sensitif sekali, jangan lupakan, suka tak sadar beragyeo ria. Uhh dia kangen hyungnya yang seperti itu.
Taeyong berjalan santai dengan kedua tangan disakunya. Ia mendecih melihat sosok menyebalkan dimatanya itu saat ini. Apa-apaan dia itu, bicara kok ditempat terbuka seperti ini. Ehh tunggu, tapi kok tempat ini sepi sekali, hanya ada ia dan Jaehyun disini.
"Hyung.."-Taeyong tersentak saat Jaehyun tiba tiba menggenggam kedua tangannya, menariknya dari saku celananya, lalu menatapnya lembut, mana ia tahan kan,"..aku minta maaf padamu. Aku benar-benar merasa buruk padamu. Hyung, kumohon maafkan aku."
Taeyong masih tak mengerti, tunggu, bukankah semalam Jaehyun bahkan tak mau memaafkannya. Ia bahkan membentak dan menyalahkannya. Tapi sekarang kenapa bocah Jung ini jadi begini.
"Hyung, aku sudah tau semuanya."-Jaehyun semakin erat menggenggam tangan Taeyong, "Kau tau, aku merasa bodoh dan jahat setelahnya."
Taeyong menghempaskan tangan Jaehyun, apa-apaan dia ini, kalau ada yang lihat, apalagi para masternim fans kan gawat. Tapi ia lantas menyesali perbuatannya itu saat melihat wajah terkejut Jaehyun. Omona, dia pasti berpikiran buruk soal perlakuannya ini.
Jaehyun menghela nafasnya berat, ia tau ini konsekuensi baginya, "Aku tau aku sangat keterlaluan padamu. Aku tau tak sepantasnya aku seperti itu, aku sangat jahat hyung. Aku memang pengecut, selalu bertindak tanpa perhitungan, ceroboh dan pemarah. Aku bahkan mengutuk diriku sendiri. Tapi kumohon hyung, maafkan aku."-Taeyong meringis mendengar permintaan maaf itu lagi. Sudah berapa kali coba bocah ini bilang itu terus.
"Jae kau tau, aku sangat kecewa padamu."-Taeyong akhirnya membuka suara, menatap sebal Jaehyun.
"Ya aku tau itu, aku minta maaf padamu. Aku juga tau soal kecemburuanmu."-Jaehyun tersenyum nakal saat mengatakannya. Ia bisa melihat ekspresi terkejut Taeyong, "Hyung aku tau kau cemburu pada Yeri. Kau bahkan pergi meninggalkanku karena cemburu melihatku dengannya kan."
"Ya kau itu geer sekali."
"Yaa hyung appoyo.."-Jaehyun mengusap usap lengannya yang tiba-tiba dicubit Taeyong keras. Beralih memegang pundak hyungnya, memaksa hyungnya untuk tetap menatapnya.
"Hyung kau tau, kau hanya salah paham." menarik nafas lalu memulai lagi, "..aku dan Yeri tak ada hubungan apa-apa, sungguh. Dia sudah kuanggap sebagai adikku sendiri. Saat dipantai itu, saat aku menunggumu lama, ia tiba-tiba datang menghampiriku."-Taeyong mulai tertarik mendengarkan ocehan Jaehyun, "..kalau kau tau kenyataannya kau pasti geli."
"Apa?"
"Jadi adik sepupu Yeri itu mengidolakanku hyung, kau tau itu hahaa..aku punya fanboy."
Taeyong mengerutkan keningnya mendengar tawa Jaehyun, apa-apaan dia ini, narsis begitu, "Lalu?"
"Ya karena aku dan Yeri bersahabat, ia selalu minta fotoku, melalui Yeri-ah. Saat foto pemotretan itu, yang lalu jadi target sasaran mak comblang Seulgi nonna. Ya itu awal dari semuanya."-oke Taeyong mulai paham sekarang.
"Dan saat aku menunggumu yang tak kunjung datang. Yeri menghampiriku, mengajakku berfoto, semua itu untuk adiknya. Ya..Yeri memang narsis juga si. Tapi kau kan tau sendiri dia itu seperti apa narsisnya hyung."ehh begitukah, Taeyong geli sendiri mendengarnya, jadi selama ini ia cemburu pada si-narsis Yeri, duhh malunya.
"Aku mengejekmu waktu itu sengaja hyung. Itu karena aku ingin membuatmu cemburu hyung." ucap Jaehyun tanpa dosa.
"Yaa kau ini."-Taeyong menjewer Jaehyun, ishh jahil sekali bocah ini.
"Uhh ampun hyung, ini KDRT namanya. Tolong aku."-Jaehyun dan sikap berlebihannya, Taeyong memutar bola matanya, ia sebal tapi merindukan ini.
.
"Kau tau Jae, aku benar-benar sebal padamu waktu itu."-Taeyong berucap serius, menatap Jaehyun dengan lembut.
Jaehyun kembali serius, "Aku juga sebal padamu semalam. Hyung, aku mau minta maaf soal itu, jadi semalam ehhm begini semalam itu aku marah padamu karena, ehm begini hyung karena aku semalam.."
"Kau itu mau bicara apa si, berputar putar terus, bicara yang jelas Jae!."
"Aku cemburu padamu. Puas?"
"Ehh.."-Taeyong bermimpikah. Jaehyun cemburu padanya semalam, makannya dia marah. Memangnya dia kenapa, duh dia ini sama saja tak peka seperti Jaehyun.
Jaehyun jadi gugup begini kan. Dia itu padahal sok jaim, sok keren, tapi mau tak mau ya harus begini. Daripada kesalahpahaman ini terus berlanjut. Harus ada yang mengalah dan menjadi badut, maka ia menarik nafasnya, "Aku cemburu karena kau malah jalan dengan Chanyeol sunbae, padahal kata Yuta hyung kau pergi menemuiku, aku fikir kau berbohong hanya karena ingin pergi dengan Chanyeol hyung. Makannya aku bilang kecewa padamu hyung. Ta-tapi aku sudah tau semuanya kok. Kenapa hyung pergi bersama sunbae. Makannya sekarang aku merasa bersalah" jelas Jaehyun panjang lebar. Kegugupan nampak jelas terlihat diwajah tampannya.
Tersenyum kecil, Taeyong merasa lucu mendengarnya, cemburu, memangnya kenapa juga Jaehyun harus cemburu begitu, "Memangnya kenapa kau sampai cemburu begitu karena aku pergi dengan Chanyeol hyung?" dan Taeyong hanya ingin menguji Jaehyun.
Tuh kan, Jaehyun harus memantapkan hati. Tatapan nakal didepannya ini, benar-benar membuatnya hampir khilaf. Ia lantas menyeringai menatap tajam Taeyong, "Memangnya kau pikir kenapa hyung? Sama saja kan seperti kau cemburu pada Yeri?"
Skakk..Taeyong melotot sebal menatap Jaehyun, "Jadi maksudnya,kau.."
"Yapp seperti yang aku katakan disurat itu hyung." berbisik pelan ditelinga Taeyong, "..sa-rang-hae." terkekeh setelah mengucapkannya.
Blushh..
Ughh Taeyong merasakannya, wajahnya tiba-tiba memanas, ia pasti memerah sekarang. Duh ia malu.
"Hyung hahaha..kau kenapa seperti pakai blush on dadakan hahaa..."-Jaehyun menunjuk nunjuk Taeyong yang salting didepannya.
"Yaa kau ini..ya awas kauu.."-Taeyong tak terima, ia mencubiti perut Jaehyun brutal.
"Yaa appo hyung, ampun ampun. Oke oke.."
.
.
.
"Hyung kita sudah boleh berenang belum nih?"
JaeYong terkejut lantas menatap sumber suara itu –Winwin- yang sudah berdiri diujung kolam sana sambil memakai pelampung bebeknya, menatap mereka dengan wajah polos. Ehh, dia ternyata tak sendiri, tapi para member lain juga tengah disana, menatap mereka dengan wajah ehhm jengah, sebal, lucu, tak sabaran. Jangan lupakan beberapa sunbae, ehh ada Heechul sunbae, Chanyeol dan Sehun sunbae, juga Irene dan Seulgi sunbae. Huwee jangan-jangan mereka sudah ada disana daritadi –inner Jaehyun.
"Apa aku melewatkan sesuatu?" itu suara Heechul, terlihat geli menatap Jaehyun dan Taeyong.
"Hyung sudahlah, ini urusan anak muda."celetuk Sehun santai.
"Kau fikir aku sudah tua, bocah sialan."
"Hahaahaa.." mereka tertawa.
"Ya gagal sudah rencana mak comblangku."-Seulgi memasang wajah pura-pura sedihnya.
"Aku saja sunbae yang kau comblangkan."-Mark menimpali, menaik turunkan alisnya, benar-benar calon cassanova.
"Yaa kau itu anak kecil.."
.
.
Jaehyun tersenyum melihat pemandangan didepannya. Ia mengalihkan atensinya, kembali kepada Taeyong yang tengah tertawa, ahh ia rindu senyum bahagia itu.
"Jadi bagaimana hyung, kau belum menjawabku tadi."-Taeyong menghentikan tawanya, menatap horror Jaehyun.
Jahyun jadi salting dibuatnya, menggaruk tengkuknya, pasti hyungnya salah paham, "Maksudku, ehm kau memaafkanku kan hyung?"
Ahh Taeyong baru paham maksud Jaehyun, padahal ia sudah berharap hal lain, hehe, "Tidak semudah itu, enak saja. Memangnya aku tak sakit hati apa."
Jaehyun meringis mendengarnya, ahh benar juga, orang mulutnya pedas sekali waktu itu, menangkupkan kedua tangannya, memulai aksi melasnya lagi, "Lalu aku harus bagaimana hyung?Aku akan melakukan semuanya untukmu, sungguh."
Taeyong tersenyum jahil mendengar itu, ini saat yang tepat untuknya balas dendam, "Kau.." menunjuk Jaehyun, "...cium aku didepan mereka, para sunbae, sekarang!"
"Mwoo.."-dan Jaehyun ingin menenggelamkan tubuhnya kekolam saja.
.
.
"Hey anak kecil tak boleh melihat!"
"Aye ayee, ngintip boleh kan.."
.
.
END
ehh
.
.
Akhir apa ini wkwkwk absurd...
Apakah ada yang mau sekuel..
Rencananya sekuel seru-seruan, liburan liburan gt si, tapi berhubung mereka nggak kaya liburan sepenuhnya, ya paling nggak panjang hoho..
Miaan kalo kepanjangan nee, sepanjang itunya Jaehyun -uhukk- kaki maksudnya...
Makasih buat yang udah baca, review, fav dan follow fanfic gaje ini nee. Jangan dibaperin nee. Nggak ada niat nistain siapapun kok.
See you again..
