Alis Kiku berkerut, percaya? Apa yang harus di percayai? Percaya pada apa dan siapa? Saat ia hendak bertanya, Feliciano sudah menghilang dari pandangannya. Saat ini ia terpaku, menatap langit biru. Ada suara yang terus menanyakan dari dalam dirinya siapa itu Feliciano, dia adalah laki-laki yang sangat misterius, namun juga baik hati dan hangat. Dan juga, tatapan mata itu sangat tidak asing baginya, namun yang pasti, dia adalah pemuda yang baik. Kiku tersenyum tipis, ia menggedong kucing itu diantara kedua tangannya. "Kau pasti lapar, aku akan menyiapkan makanan untukmu."
.
.
.
Disclaimer: Hetalia make by Himaruya Hidekazu /PAPA HIMA! *dilempar* and not mine!
Warning: Contain yaoi/yuri hints, full of OOCness, typo, and kinda gory
(I hope you okay with that, LOL.)
.
.
.
Feliciano duduk tenang di hutan apel yang ada di dekat kerajaan. Jarang ada orang yang ingin berkunjung disana, entah apa alasannya. Feliciano duduk termenung, memerhatikan langit dengan wajah datar yang jarang ia keluarkan, matanya terbuka, memerlihatkan mata keemasannya. Entah apa yang ia pikirkan. "Hei, apa yang kau lakukan disini?"
Feliciano berbalik, lalu tersenyum. "Aah, kau Antonio bukan? Ada apa?" Tanya Feliciano, Antonio hanya diam sambil berwajah datar. "Tidak ada." Feliciano hanya tersenyum, "Begitu ..." Tiba-tiba saja, Antonio duduk di sampingnya, "Kau ini sebetulnya siapa? Tiba-tiba saja berkata bahwa kau itu keturunan keluarga Vargas." Ucap Antonio terang terangan, Feliciano terkikik, "Aku tahu, pasti banyak yang tidak percaya padaku, aku sudah memikirkan itu sebelumnya, Antonio." Sahut Feliciano, "Lalu, kenapa kau bisa seyakin itu untuk memunculkan dirimu disini?" tanya Antonio, Feliciano tersenyum, "Itu karena aku sudah berjanji."
"Janji? Pada siapa?" tanya Antonio, Feliciano menggeleng, "Aku tidak bisa memberi tahumu, maaf." Balas Feliciano, ia berbalik, hendak pergi menjauh dari Antonio. "Tunggu sebentar!" teriak Antonio, Feliciano berbalik. "Sebelumnya ... ijinkan aku mengatakan ini padamu, tapi rasanya kau ini tidak asing ... dan aku rasa aku bisa berteman denganmu." Ucap Antonio, Feliciano tersenyum manis, "Percayalah, kita akan menjadi teman, Antonio."
Antonio termenung, memang, rasanya Feliciano memang sangatlah misterius, namun ia merasa pernah mengenalnya disaat bersamaan. Ia merasakan hal yang sangat aneh berkecamuk dalam dirinya, dadanya terasa seperti diremas, mata emeraldnya tiba-tiba saja mengeluarkan air mata, "Sial, kenapa aku menangis bodoh!" ucapnya kesal, ia mengusap kedua matanya keras-keras. Ia berjalan pergi, mencoba mencari Lovino atau kakaknya untuk menghilangkan kesedihannya ini.
xXTheHeartSaviorXx
Dalam sebuah ruangan yang terkunci sangat rapat dan di jaga sangat ketat. Kristal ruby berbentuk hati bersinar dengan sangat terang. Energi sihir yang kuat memenuhi kristal tersebut. Sesaat kemudian, cahaya dalam kristal itu sedikit meredup, namun tetap bersinar terang, disekelilingnya, muncul energi magis yang berguna untuk melindungi kristal tersebut. Hanya orang yang memiliki sihir khusus yang dapat melihat ini, dan tak ada seorangpun yang tahu, kecuali satu, sang Joker dari dunia tersebut.
Pria bersurai silver dengan mata merah crimson membelalak, tubuhnya menggigil, ia merasakan sesuatu, minumannya jatuh ke lantai, di belakangnya, seorang anak laki-laki berambut pirang menatapnya kebingungan. "Ada apa, Gilbert?" tanyanya, Gilbert, pria bersurai silver itu menggeleng perlahan, "Tidak Peter, hanya saja aku merasakan sesuatu yang aneh." Jawab Gilbert, Peter menatap Gilbert polos, "Sungguh? Apa itu?" Gilbert menutup satu matanya, "Kerajaan 'kosong' itu telah terisi kekuatannya, setelah sekian lama ..." ucapnya sambil tersenyum, mata Peter membelalak, "Sungguh!?" teriaknya, Gilbert mengusap rambutnya, "Yep. Mungkin sebentar lagi kita akan bekerja, Peter. Persiapkan dirimu."
.
.
.
Di kerajaan Spades, semua tenang dan damai. Raja Alfred, Ratu Arthur, dan Jack Yao bekerja sama dengan sangat teratur dan rapi, rakyat hidup dengan bahagia. Namun, itu karena kerja keras Ratu Arthur, hingga ia tidak tidur berhari-hari. Ditambah dengan sang Raja yang hanya suka main-main, berteriak, atau makan. Sang Jack, Yao, sesekali membantu ratunya tersebut, namun yang bisa ia lakukan itu tidak banyak, karena tugas yang Arthur kerjakan adalah tugas yang hanya bisa dikerjakan oleh keluarga kerajaan semata. "Hey, Alfred, bantu aku kenapa sih!?" teriak Arthur kesal, "Tidak mau, di kantor sangat membosankan tahu! Aku ini pemuja kebebasan Artie, kau tidak bisa mengekangku!" teriak Alfred dengan suara khasnya, Arthur terus mengomel, sementara Yao hanya bisa sweatdrop ditempat. "Kalian itu sangat kekanakan-aru!" ucap Yao, namun tidak digubris oleh kedua Raja dan Ratu. Yao mendesah lelah. Kenapa ia dipilih menjadi Jack yang harus mengurusi kedua orang kekanakan ini, sementara ia harus terpisah oleh adiknya karena ia berdarah separuh Spade dan separuh Hearts.
Mungkin itu karena takdir.
"Ayolah-aru! KEMBALI KE RUANG KERJA KALIAN, SE KA RANG!"
.
.
.
Lain di kerajaan Spade, lain di kerajaan Clubs. Kerajaan itu sangatlah tenang, luar maupun dalam, rakyatnya hidup sejahtera karena penghasilannya menciptakan persenjataan. Ivan Braginsky, sang raja dari kerajaan Clubs, duduk manis di balkon ruangannya, ditemani dengan sang adik, Natalia Braginskaya. "Kak, kau sedang senang ya?" ucap Natalia, Ivan tersenyum tipis, "Da. Kau mengetahuinya, hm?" sahut Ivan, mereka adalah kakak adik yang akur, walaupun terkadang Natalia sering mengejarnya untuk menikahinya, ia tetap menyayangi adiknya. Tiba-tiba pintunya terbuka, menampakan tiga orang yang berdiri disana. "Ah, Ivan, apa yang sedang kau lakukan?" tanya sang kakak, Yekaterina Braginskaya, di belakangnya, ada seorang wanita bersurai coklat bergelombang, Elizabeta Hedervary, ditemani oleh sang Jack, Roderich Edelstein.
"Da. Kemarilah, kita minum teh bersama, bukankah kalian lelah?" tawar Ivan, ketiga orang itu mengangguk dengan senang hati, "Kalau begitu, biar aku yang menyediakan teh ya?" ucap Yekaterina, "Tunggu, biarkan aku juga!" sahut Elizabeta, kedua wanita tersebut segera berjalan keluar untuk membuat teh tambahan. "Ah, sungguh nyaman cuaca hari ini kan, Roderich? Bau harum bunga dan angin yang terus berhembus menyamankan keadaan." ucap Ivan, "Aku setuju, Yang Mulia. Oh iya, biarkan aku memainkan lagu untukmu." ucap Roderich sopan, Ivan mengangguk kecil, ia memainkan lagu berjudulkan 'Tchaikovky', lagu yang pas untuk dimainkan saat musim gugur, Ivan bersenandung kecil, menikmati lagu.
"Andai setiap saat keadaannya seperti ini, ya?"
.
.
.
"Hoi, jangan dekati adikku brengsek!"
"K-kak!"
Kerajaan Diamonds saat ini cukup ricuh, karena adanya perdebatan antara Vash Zwingli dengan sang Raja, Francis Bonnefoy. Francis hanya tertawa melihat wajah Vash yang tampak lucu saat marah, "Vash, ayolah! Adikmu itu sudah menjadi seorang wanita, sudah sepatutnya ia bersanding dengan seorang pria bukan? Apalagi dengan 'Raja'-nya!" ucap Francis. "Diam kau dasar kutu jenggot! Walau kau dan adikku bergelar raja dan ratu, kalian tidak menikah kau tahu! Jadi, menjauhlah darinya!" Teriak Vash kesal, di belakangnya, Lili Zwingli, sang adik sekaligus ratu dari kerajaan Diamonds berusaha menghentikan perlawanan sang kakak, "Kakak, cukup! Berhenti! Tuan Francis hanya mengajakku makan siang!"
Dari jauh, Willem (Aph Netherland), Bella (Aph Belgium), dan Henri (Aph Luxembourg) hanya bisa menatap dalam diam. Bella dan Henri sweatdrop, sementara sang kakak hanya diam seperti batu, "Ah, itu sudah biasa." gumam Willem, Bella mengangguk lemah. "Yah ... itu benar, aku ingin membuat waffle, ada yang mau?" tawar Bella, Willem dan Henri mengangguk bersamaan, "Ya, kak Bella. Aku akan membuat tehnya." ucap Henri sambil tersenyum.
.
.
.
Hehe, jadi ini sudah di kenalkan beberapa karakter yang ada di setiap kerajaan ya :)) Author yakin, sebagian besar dari kalian mungkin sudah tahu, apalagi Hetalian yang veteran, beuh ...
Tapi, ingat aja ya. Ff ini aneh dan beda, soal human namenya itu ... yah, yang sering atau yang author suka aja namanya, soalnya ada beberapa karakter yang belum punya official human name, kan?
Author harap kalian suka ini cerita gaje -_-''
See ya!
