Always In My Heart (REMAKE)

Baekhyun Baekhyun (GS)

Park Chanyeol

OCs

School Life. Romance, Hurt/Comfort

Summary: ''apakah aku bisa bertemu kembali dengan pemilikmu?'' Tanya Baekhyun pada benda berkilauan di genggamannya. Tentu saja yang didapatnya hanyalah kesunyian tanpa ada jawaban.

DON'T LIKE DON'T READ

Chapter 3

3 years later

Pagi ini adalah hari pertama masuk sekolah pada tahun ajaran baru di SM High School. Hal ini disambut oleh para siswa/i dengan bebagai tanggapan. Ada yang merasa malas, ada yang biasa-biasa saja, ada pula yang sangat antusias dengan semangat yang menggebu-gebu. Contohnya seperti seorang yeoja cantik bernama Byun Baekhyun.

Baekhyun sangat bersemangat untuk memulai hari pertamanya di sekolahnya yang baru. Ya, ini adalah hari pertamanya sebagai siswi baru di SM High School. Saking semangatnya, hari ini ia bangun pagi-pagi sekali untuk memastikan kembali bahwa tidak ada yang terlupakan olehnya dalam menyiapkan keperluan sekolah.

Baekhyun berangkat ke sekolah pada pukul 6 pagi dengan menggunakan bus. Setengah jam kemudian ia sudah sampai di halte depan sekolah barunya yakni SM High School, salah satu sekolah favorit dan terkenal di Korea Selatan karena prestasi para siswanya di berbagai bidang. Baik itu akademik maupun nonakademik. Tes masuk ke sekolah ini pun sangat ketat, sehingga hanya mereka yang cukup pintar yang bisa diterima di sekolah ini, atau mereka yang terlahir dengan sendok emas di mulutnya yang rela mengeluarkan puLuhan lembar Won untuk bersekolah di sini dengan jalur 'istimewa'.

Saat Baekhyun melangkahkan kakinya melewati gerbang, Baekhyun mendengar seseorang memanggilnya dengan sedikit berteriak.

''Baekhyun-ah..!''

''Kyungsoo-ya..!''

Mereka pun berpelukan untuk menyalurkan rasa rindu setelah tidak bertemu selama kurang lebih 2 bulan, karena begitu selesai kelulusan JHS Kyungsoo harus terbang ke Jepang untuk mengurus ibunya yang sakit.

Kyungsoo adalah sahabat Baekhyun dari bangku JHS. Masih ingat dengan seorang ahjuma yang pindah ke rumah namja pemilik kalung yang Baekhyun pakai? Ahjuma itu pernah bilang bahwa ia mempunyai dua orang putri, dan Kyungsoo lah putri sulungnya. Ketika Kyungsoo menginjak kelas 3 JHS, ibunya harus kembali ke keluarganya di Jepang karena penyakit jantungnya semakin parah dan harus mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Karena Kyungsoo masih kecil dan sibuk sekolah, maka keluarganya di Jepang memutuskan untuk merawat ibu Kyungsoo agar Kyungsoo bersekolah dengan tenang. Adik Kyungsoo yaitu Hyera memutuskan untuk meneruskan pendidikannya di Jepang, sedang Kyungsoo memilih tetap tinggal di Korea bersama salah satu adik dari mendiang ayahnya yang kini pindah ke rumah yang Kyungsoo tempati.

''bagaimana kabar umma-mu, Kyungie?'' Tanya Baekhyun setelah mereka melepas pelukan.

''sudah lebih baik, Baekkie. Umma hanya kelelahan. Dia keras kepala karena selalu ingin membantu imo di toko. Padahal keluargaku sudah melarangnya, aigoo'' ucap Kyungsoo teringat kekeras kepalaan ummanya.

''haha.. kau seperti tidak tahu umma-mu saja'' Baekhyun terkekeh. ''oh iya, sudah lihat pembagian kelas di mading?'' tanya Baekhyun.

''belum. Aku baru datang Baekkie..''

''kalau begitu ayo kita ke mading. Aku juga belum.''

Baekhyun menarik tangan Kyungsoo untuk mendekati mading. Sedikit penuh, tapi bersyukur karena tubuh mereka yang mungil bisa menyelinap ke kerumunan di depan mading itu sehingga mereka bisa sampai di barisan paling depan.

''Baek, kau carikan namaku sekalian ya, biar aku yang sedikit menahan mereka agar tidak terlalu mendesak kita. Lagi pula kau lebih tinggi, sedikit sih'' ucap Kyungsoo dengan sedikit nada tak ikhlas di akhir.

''ahaha.. oke oke'' jawab Baekhyun sebelum kemudian memfokuskan atensinya untuk mecari nama mereka berdua.

''Byun Baekhyun.. Byun Baekhyun.. Byun Baekhyun.. ah ketemu!'' seru Baekhyun setelah menemukan namanya dengan keterangan kelas X-2.

''namaku Baek?'' tanya Kyungsoo.

''sebentar,'' Baekhyun kembali memokuskan netranya ke mading sambil menggumamkan nama Kyungsoo. ''ah! Kita sekelas, Kyung!'' serunya ceria.

''jinjja? Waahhh'' seru Kyungsoo tak kalah senang.

Mereka pun keluar dari kerumunan dan mulai mencari kelas dengan senyum yang terkembang di bibir masing-masing.

. . .

''Baek, aku tiba-tiba sakit perut. Aku mau mencari kamar mandi. Kau bisa mencari kelas sendirian? Kalau sudah ketemu nanti sms aku. Ya?'' tanya Kyungsoo sambil memegang perutnya.

''aigoo.. makan apa sih Kyung sampai sakit perut di hari pertama sekolah. Ya sudah sana'' jawab Baekhyun dan Kyungsoo langsung melesat mencari kamar mandi tanpa menyahuti Baekhyun lagi.

''dasar pororo'' Baekhyun terkekeh sendiri.

Baekhyun kembali menyusuri lorong kelas yang mulai ramai. Sama seperti Baekhyun, beberapa siswa tampak sibuk mencari kelas masing-masing. Karena terlalu fokus melihat tulisan yang tergantung di tiap pintu kelas yang dilewatinya, Baekhyun tidak sengaja bertabrakan dengan seorang namja yang berjalan berlawanan arah dengannya.

Brukk

''aww..!'' Baekhyun terjatuh dengan tidak elitnya. Ia sedikit meringis sebelum kemudian mendongakkan kepalanya untuk melihat sang namja.

Baekhyun terpaku. Namja di hadapannya ini sangat tinggi, memiliki telinga lebar yang unik, hidung mancung, bibir kissable, dengan rambut hitam acak-acakan yang membuatnya terlihat tampan dan seksi secara bersamaan. Baekhyun pun terpesona.

''lain kali perhatikan jalanmu'' ucap si namja datar sedatar ekspresinya, kemudian kembali berjalan meninggalkan Baekhyun yang masih terduduk di lantai.

''heol..'' dengus Baekhyun setelah tercengang beberapa saat. Wajah terpesonanya telah berubah menjadi ekspresi kesal. Baekhyun bangkit sambil menepuk-nepuk roknya yang sedikit kotor sambil merengut menatap punggung sang namja yang berjalan menjauh.

''gwaenchanha?'' tanya seorang yeoja tinggi sambil memegang bahu Baekhyun.

Baekhyun sedikit terlonjak kaget, lalu tersenyum sebelum menjawab yeoja yang bertanya tentang keadaannya.

''ah ne, gwaenchanha''

''dasar, tampan tampan tapi sombong'' gerutu si yeoja membuat Baekhyun terkikik. Aku yang jadi korban, dia yang kesal batin Baekhyun.

''ah, perkenalkan, namaku Huang ZiTao'' si yeoja mengulurkan tangan dan wajahnya tersenyum kembali.

''Byun Baekhyun. Senang bertemu denganmu, ZiTao-ssi'' Baekhyun balas menggenggam tangan yang terulur ke arahnya.

''panggil Tao saja, Baekhyunie..'' ujar Tao sambil tersenyum manis. Baekhyun agak terkejut dengan sikap Tao yang mudah akrab. ''boleh kan aku memanggilmu seperti itu?'' tanya Tao menyadari ekpresi Baekhyun.

''ah.. tentu saja Tao-ya'' akhirnya Baekhyun balas tersenyum.

''oh iya, dimana kelasmu?'' Tanya Tao.

''aku X-2. Kau?'' Baekhyun balik bertanya.

''wah kita bertetangga. Aku X-3. Ayo kuantar ke kelas. Sepertinya kau masih mencari kelasmu. Iya, kan?''

''ne. gomawo Tao-ya'' ucap Baekhyun yang dibalas anggukkan dan senyuman oleh Tao.

Setelah mengantar Baekhyun ke kelas, Tao berpamitan untuk kembali ke kelasnya karena bel masuk akan berbunyi 5 menit lagi. Lalu Baekhyun mengirim sms kepada Kyungsoo untuk memberi tahukan letak kelas mereka.

Baekhyun mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kelas untuk mencari bangku yang masih kosong. Ternyata baris 1 dan 2 telah terisi penuh. Tinggal baris 4 dan 5 yang sudah terisi beberapa dan satu bangku di baris ketiga yang masih kosong. Akhirnya Baekhyun memilih satu-satunya bangku kosong yang ada di baris ketiga tersebut yang berada persis di dekat jendela yang mengarah ke lapang basket.

''Kyungie lama sekali sih. Padahal sebentar lagi bel'' gumam Baekhyun.

''sms-ku juga tidak dibalas. Apa dia baik-baik saja?'' tanyanya pada diri sendiri. Baekhyun terus bergumam sampai sebuah suara di belakangnya menginterupsi kebiasaannya yang suka berbicara sendiri.

''yak! Apa kau gila?'' tanya seorang namja di belakang Baekhyun dengan nada datar sambil bersedekap. Baekhyun membalikkan badannya dan terkejut melihat wajah si namja yang ternyata adalah namja yang bertabrakan dengannya di koridor kelas tadi.

''kau bertanya.. padaku?'' tanya Baekhyun agak ragu. Tentu saja ragu, mereka tidak saling mengenal.

''tentu saja. Siapa lagi yang ada di sekitarku?'' Baekhyun baru sadar bahwa bangku di samping dan di belakang namja tersebut memang masih kosong yang berarti bahwa Baekhyun-lah satu-satunya orang yang ada di dekat namja itu. ''dan aku bukanlah orang gila yang akan bertanya pada angin atau berbicara sendirian'' lanjut si namja membuat Baekhyun merasa tersindir.

''kau menyindirku?'' tanya Baekhyun kesal.

''kau merasa tersindir?'' si namja malah balik bertanya masih dengan nada datarnya.

''yakk!'' teriak Baekhyun kesal. Tapi kemudian dia menyesalinya karena teman-teman sekelasnya kini memandangnya dengan tatapan aneh yang membuat Baekhyun merasa malu. Padahal baru hari pertama batin Baekhyun. Si namja hanya mengangkat sebelah alisnya.

''aish'' akhirnya Baekhyun memilih membalikan badan kembali menghadap ke depan kelas sambil merutuk sendirian dengan wajah yang memerah sampai ke telinga tanpa tahu bahwa namja di belakangnya tengah menunduk dan tersenyum sangat tipis.

. . .

Dua menit setelah bel tanda masuk berbunyi, setiap kelas X didatangi oleh 3 orang senior yang akan membimbing mereka dalam kegiatan OSPEK yang akan dilaksanakan selama lima hari.

''selamat pagi'' sapa seorang namja senior ber-jas panitia OSPEK yang masuk ke kelas Baekhyun diikuti dua orang yeoja yang berpakaian serupa dengan namja tadi.

''pagi'' balas siswa-siswi yang ada di kelas tersebut.

''perkenalkan nama saya Kim Junmyeon, atau biasa dipanggil Suho. Saya adalah ketua kelompok dari panitia yang akan membimbing kelas kalian. Dan ini dua rekan saya, Xi Luhan dan Kim Minseok. Kami akan menjadi pembimbing kalian dalam kegiatan OSPEK selama lima hari ke depan. Apabila mengalami kesulitan atau ada yang perlu ditanyakan, silakan menghubungi kami dan jangan merasa sungkan. Arrasso?''

''neee'' jawab para siswa.

''bagus. 30 menit lagi kita harus berkumpul di aula untuk acara pembukaan resmi dimulainya kegiatan OSPEK, pengumuman agenda kegiatan, dan beberapa arahan tentang apa yang harus kalian persiapkan esok hari'' terang Suho. Lalu sorang senior yang bernama Luhan mengambil alih perhatian kelas.

''karena kelas OSPEK akan berlanjut menjadi kelas tetap, sambil menunggu pengumuman untuk berkumpul di aula bagaimana jika kita membentuk struktur organisasi kelas. Setuju?'' ucap Luhan.

''setuju!''

Akhirnya setelah terjadi beberapa perdebatan kecil saat menentukan calon ketua kelas dan selesai melakukan voting, terpilihlah namja bernama Kim Jongdae sebagai ketua dan Song Mino sebagai wakilnya.

Lalu terdengar pengumuman yang mengintruksikan para peserta OSPEK untuk segera memasuki aula sekolah.

''baiklah, pemimpin kelas dan wakilnya telah ditentukan, saya harap kalian bisa bekerja sama dengan baik dalam mengoordinir kelas ini Jongdae-ssi, Mino-ssi'' ucap Suho.

''algaeseumnida, sunbae-nim'' jawab Jongdae dan Mino hampir bersamaan.

''untuk struktur organisasi yang lainnya seperti seksi-seksi dan semacamnya silakan nanti kalian diskusikan dengan wali kelas kalian setelah kegiatan OSPEK ini berakhir'' ucap Luhan yang dijawab anggukkan oleh Jongdae dan Mino.

''nah sekarang silakan kalian masuk ke aula'' ucap Minseok mengakhiri bimbingan hari ini.

.

.

.

Setelah bimbingan OSPEK yang berakhir sekitar pukul 2 siang, Baekhyun dan Kyungsoo memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing karena kepala mereka sudah merasa pusing akibat mendengar berbagai sambutan dan pengarahan di aula tadi. Mereka berjanji untuk bertemu kembali nanti sore sekitar pukul 5 untuk mempersiapkan persyaratan untuk kegiatan OSPEK hari pertama besok. Mereka pulang menggunakan bus dan turun di halte depan rumah Kyungsoo bersama beberapa penumpang lain. Mereka pun berpisah karena Baekhyun masih harus berjalan beberapa ratus meter lagi.

Saat sedang berjalan, Baekhyun merasa ada seseorang yang mengikutinya, dan itu membuat Baekhyun merasa takut dan gelisah. Dia tidak berani untuk menengok ke belakang.

''apa aku akan diculik?'' tanyanya kepada diri sendiri. ''oh bagaimana ini? Nanti eomma tidak punya lagi putri secantik aku.. aduh.. eottokhae..'' Baekhyun panik sendiri. Ia merutuki jarak rumahnya yang tiba-tiba terasa jauh.

''gwaenchana Baekhyun-ah.. gogjeongma.. gogjeongma..'' Baekhyun terus bergumam menenangkan diri sendiri membuat seseorang yang berjalan di belakangnya mengangkat sebelah alis merasa aneh dengan tingkah gadis tersebut.

''ya!'' panggil seseorang tersebut dengan suara beratnya yang membuat Baekhyun refleks berjongkok memeluk diri sendiri dan menjerit. Beruntung keadaan sekitar cukup sepi sehingga seseorang itu tidak takut dipandang aneh oleh orang-orang akibat tingkah si gadis.

''AAA.. ampun.. ampun.. jangan sakiti saya.. nanti eomma saya sedih tidak mempunyai putri secantik saya lagi..'' ucap Baekhyun mengatupkan kedua tangan di depan -tanda memohon- tanpa memandang seseorang yang kini berdiri di hadapannya. Sementara seseorang di hadapannya hanya memandang Baekhyun datar.

Merasa tidak ada jawaban, Baekhyun pun memberanikan diri untuk mengangkat wajahnya perlahan dan memandang seseorang dihadapannya yang memandangnya dengan tatapan datar.

''K-kau?'' ucap Baekhyun terbata. Lalu dia cepat-cepat berdiri dan menunjuk seseorang tersebut menggunakan jari lentiknya tepat di depan wajahnya.

''yak! Kau membuatku jantungan!'' maki Baekhyun. Tapi seseorang di hadapannya ini hanya mengangkat sebelah alisnya.

''kenapa kau ada di sini? Oh aku tahu. Kau mengikutiku iya, kan?'' pernyataann Baekhyun membuat dahi seseorang itu mengernyit.

''mau apa kau? Mau meminta maaf? Oh akhirnya kau sadar juga'' cibir Baekhyun.

''kenapa pula aku harus minta maaf?'' tanya seseorang itu acuh. Baekhyun tercengang.

''yak! Kau yang membuatku jatuh tadi pagi dan pergi begitu saja'' ucap Baekhyun kesal. Ya, seseorang di hadapan Baekhyun ini adalah namja yang bertabrakan dengannya tadi pagi, namja jangkung yang sialnya sangat tampan.

''itu salahmu yang tidak memperhatikan jalan. Kenapa pula aku harus merasa bersalah'' ucap si namja kelewat santai.

''heol..'' Baekhyun mendengus kemudian mengibaskan rambut panjangnya ke belakang dan mengipasi wajahnya karena suasana tiba-tiba terasa panas akibat perasaan kesalnya kepada si namja. Saat itulah kalung yang menggantung di leher jenjang Baekhyun terlihat jelas (sebelumnya kalung itu sedikit tertutupi oleh rambutnya), dan itu membuat si namja tertegun beberapa saat sebelum suara si gadis mengembalikan kesadarannya. ''tapi 'kan aku yang jatuh.. ishh'' ucap si gadis kesal. Si namja masih diam selama beberapa saat.

''aku tak peduli'' ucap si namja akhirnya lalu membalikan badan dan berjalan menjauh.

''yak! Dasar menyebalkan!'' teriak Baekhyun pada si namja yang dibalas lambaian tangan acuh oleh si namja tanpa berbalik melihat Baekhyun yang menahan kekesalannya. Yang Baekhyun tidak tahu (karena Baekhyun tidak melihatnya) adalah namja tersebut kini tengah terkekeh sendiri antara merasa lucu dan bahagia.

. . .

''aku pulang..'' ucap Baekhyun lemah sambil membuka pintu depan rumahnya.

''eoh? Sudah pulang?'' tanya eomma Baekhyun yang muncul dari dapur.

''eomma...'' rengek Baekhyun menghampiri ibunya dan memeluk wanita paruh baya itu.

''lelah, nak?'' tanya sang eomma sambil mengelus surai putri satu-satunya ini.

''lelah..'' ucap Baekhyun lemah. ''juga kesal'' lanjutnya. Ekpresi lemahnya berganti dengan wajah merengut dan bibir mengerucut. Lucu.

Eomma Baekhyun melepas pelukannya lalu menangkup wajah Baekhyun dengan kedua tangannya dan mengelus pipi Baekhyun dengan ibu jarinya.

''ada apa? Malhae..!'' tanya eomma Baekhyun lembut.

''tadi pagi aku jatuh karena bertabrakan dengan seseorang. Dan eomma tahu? Orang itu hanya bilang begini..'' Baekhyun sedikit menjauhkan diri dari ibunya, lalu membuat gestur seperti namja yang bertabrakan dengannya tadi pagi (tangan kiri di saku celana, tas punggung disampirkan di bahu sebelah kanan dengan tangan kanan memegang tali tas tersebut, wajah datar yang angkuh /kebayang kan?), ''lain kali perhatikan jalanmu'' peraga Baekhyun dengan nada dibuat sedatar mungkin dan suara yang diberat-beratkan berusaha meniru si namja, dan itu membuat ibunya terkekeh geli. ''lalu dia pergi begitu saja eomma..'' lanjut Baekhyun kembali menjadi dirinya dan kembali memeluk ibunya.

''tapi putri eomma ini baik-baik saja 'kan?'' tanya eomma Baekhyun.

''eung.. tapi karena itu aku jadi punya teman baru. Namanya Huang Zitao. Dia yang langsung menanyakan keadaanku setelah aku terjatuh dan dia juga yang membantuku menemukan kelas'' jawab Baekhyun.

''selalu ada hikmah di setiap kejadian. Jadi kenapa putri eomma ini masih kesal?'' tanya Heechul lagi.

''karena aku sekelas dengan orang itu.. dan barusan aku bertemu lagi dengannya ketika berjalan dari halte.. yang membuat kesal itu ucapannya dengan wajah datar sok kerennya itu loh.. ish dasar menyebalkan'' adu Baekhyun menggebu-gebu.

''wah.. jinjja?'' tanya Heechul yang dijawab anggukkan oleh Baekhyun. '' apakah seorang namja?'' tanyanya lagi.

''ne'' jawab Baekhyun.

''apakah dia tampan?'' tanya Heechul.

''ne, tampan dan tinggi'' jawab Baekhyun tanpa sadar. Setelahnya dia merutuku mulutnya yang malah memuji si namja. Heechul tertawa.

''mungkin kalian berjodoh?'' goda Heechul.

''ish.. eomma...'' rengek Baekhyun sambil menghentak-hentakkan kaki membuat Heechul gemas dan mencubit pipi Baekhyun pelan.

''haha.. ya sudah jangan dipikirkan. Sekarang cepat ganti baju, eomma tunggu di meja makan. Arasso?''

''ne'' jawab Baekhyun pelan dan melangkah tidak bersemangat ke arah kamarnya.

''dasar anak muda'' kekeh Heechul sambil berjalan menuju dapur.

. . .

Other side

Seorang namja yang masih memakai seragam SHS tengah berdiri di depan sebuah pusara yang menjadi tempat peristirahatan terakhir seseorang yang amat dicintainya. Pusara tersebut tetap terawat meski telah ditinggalkannya selama beberapa waktu karena orang kepercayaannya rutin membersihkan pusara tersebut sesuai perintahnya. Namja ber-name tag Park Chanyeol itu perlahan berjongkok dan mengusap nisan yang ada di depannya.

''eomma.. na watta'' ucapnya lirih.

''maaf karena pergi terlalu lama..

Eomma baik-baik saja 'kan di sana..?

Aku di sini baik. Jadi eomma tak perlu khawatir..'' ia tersenyum sendu.

Setelahnya ia hanya diam menatap nisan di depannya. Merasakan lembutnya angin yang membelai wajahnya. Ia anggap itu jawaban dari eomma tercintanya bahwa sang eomma baik-baik saja di tempatnya sekarang. Ia mengusap nama yang terukir disana.

R. I. P

Ju Hyun Seo

14th, April of 1963

22nd, May of 2013

''eomma...

aku menemukannya..'' namja bernama Chanyeol itu tersenyum lembut.

''terpasang indah di leher seorang malaikat..'' lanjutnya. Senyumnya semakin cerah mengingat seseorang yang ia jumpai hari ini.

''ia sangat cantik. Meski tetap eomma-lah yang paling cantik'' kekehnya pelan. Merasa lucu dengan ucapannya sendiri.

Kembali hening untuk beberapa saat. Chanyeol menghela nafas pelan, lalu kembali berucap,

''suatu saat, aku akan membawanya..

memperkenalkannya pada eomma..

Do'akan aku.. hm..''

Kemudian Chanyeol menutup mata dan mengatupkan kedua tangannya. Berdo'a untuk sang eomma yang ia rindukan. Setelah beberapa menit ia pun bangkit berdiri.

''aku pulang eomma..

...Annyeong..'' ia tersenyum kepada pusara ibunya, kemudian berbalik dan berjalan keluar dari tempat pemakaman itu.

.

.

.

TBC

.

.

.

Hai…. Ada yang masih ingat sama ff ini?

Udah 2 minggu lebih ya ini.. maaf ya.. kegiatan real life udah mulai lagi, jadi emang udah mulai sibuk.. jadi aku gak bisa mastiin jadwal update.. aku bakal tetep usahain update tiap chapter gak lebih dari sebulan.. sekarang juga kan lagi banyak project.. kalo sesama EXO-L pasti tau.. jadi ya cuma bisa curi2 waktu disela-sela kegiatan real life sama nyuksesin project EXO-L..

Yang minta CHANBAEK moment mana suaranyaaaa? Banyak noh CHANBAEK moment betebaran di comeback kali ini.. apalagi yang di 'nature R' sama di 'ask us anything'.. kobam dah CBHS..

Udah gak bertanya2 lagi kan soal pemilik kalungnya? Hihi..

Sebenernya chapter ini kebanyakan ide aku.. ide dari novelnya cuma sedikit.. dan di novel aslinya tuh kisah mereka terjadi di dunia perkuliahan (kalo gak salah). tapi aku pribadi lebih suka dunia SMA, karena masa SMA itu menurut aku adalah masa yang tak terlupakan.. ciyeee

Jadi aku mau tanya sama reader-nim, ini mending udah gini aja? Atau perlu aku ubah ke masa kuliah? Please tell me your opinion..

Maaf kalo ada typo bertebaran.. anggap aja itu aksesoris yang memperindah ff ini hehe..

Makasih buat yang udah follow/favorite, apalagi yang nyempetin waktunya buat review..

Buat silent reader juga makasih ya udah mau nyempetin baca ff abal-abal ini..

Yeorobun Jeongmal gamsahamnida...#bow

So, how about this chapter? RnR juseyooo..

Follow my IG: baekhill_byun

Saranghanda, 260717

_Hill_