Kastil tua dibalik hutan gelap itu nampak suram. Hanya ada beberapa titik bercahaya dari balik jendelanya. Dari luar, petir menyambar dengan gananya—seakan membelah Bumi. Awan hitam yang menyatu dengan langit malam nampak bergumul dengan pekatnya—seperti akan menelan apapun dibawah langit.

Didalam kastil, lantai marmer dingin itu sunyi. Diam tanpa suara. Sesaat terdengar suara pintu terbuka, lalu tertutup. Sayup-sayup terdengar suara pembicaraan dari dalam pintu yang baru tertutup.

"Seijuuro-kun jatuh cinta pada manusia?" Seorang wanita berdada besar duduk diatas sebuah kursi antik. Tangannya ia silangkan didepan dada dan memasang wajah berpikir. Sementara sosok lain bersamanya, berkulit agak kehitaman dengan kemeja navy blue membungkus tubuhnya tengah duduk pada kusen jendela besar. Ia edarkan matanya memandang langit malam yang kelas.

"Aku dengar dari Shintarou." Balas sang pemuda pendek, wanita tadi ber'ooh' ria lalu kembali berpikir, "Kurasa itu normal saja, Dai-chan, karena dulu ibunya manusia, pasti darah manusia mengalir padanya…" Tutur sang wanita, namun nampaknya diacuhkan oleh sang pemuda.

"Dai-chan kau dengar tidak?!" Sayang yang dipanggil tidak menyahut. Wanta itu menggembungkan pipi kesal.

"Mungkin…" Terdengar seperti racauan, keluar dari mulut pemuda tersebut, "Kau mengatakan sesuatu, Dai-chan?" Tanya wanita yang kini tengah menyeduh sesuatu dalam cangkir elegannya.

"Tidak, " Pemuda itu lantas bangkit dan pergi berlalu dari sang wanita, "Dai-chan kau mau kemana?!" Hardik wanita berambut pink tersebut.

"Pergi keluar sebentar, Satsuki, " Kemudian pria itu menghilang seketika.

"Mou, Dai-chan sebenarnya kenapa?"

.

.

SEIJUURO: WHEN DEMON LEARNS ABOUT LIFE

Genre : Supernatural/romance

Rate : T…?

Pair : Demon!AkashixHuman!Furihata

Setting : AU, Demon!Akashi, (maybe) Demon!GoM [setting akan berubah seiring alur]

Warnings : Typo(s) , alur kecepetan, EYD gamasuk hitungan, fluffless, OOC pake BANGET, bahasa ancur, amburegul, emeseyu, de-el-el

.

.

#HappyReading!

.

.

Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi

FanFiction © Ameru Sawada

.

DISH 003: WHEN DEMON BEING ATTACKED

.

Entah apa, rasanya aku ingin memilikinya. Hanya untukku seorang.

.

[Furihata's House; Tokyo—01:37 a.m]

"Huaah…" Furihata perlahan membuka kedua matanya. Ia pandang sekeliling, lalu manik kucingnya menatap jam digital diatas meja kecil disebelahnya.

Masih jam 1 pagi, tap Furihata tidak bisa konsentrasi untuk tidur. Padahal nanti pagi ia harus sekolah.

"Ambil minum dulu, deh.." Setelahnya, Furihata menyingkap selimutnya, turun menuju dapur. Sakelar lampu ia nyalakan, cukup menyilaukan bagi Furihata. Ia lalu membuka kulkas, dan mencari botol air minum.

"Hei." Tiba-tiba sebuah suara menggema pelan. Furihata membeku. Ia tahu ia pengecut, apalagi terhadap cerita hantu. Kini tangannya mulai gemetar, berusaha untuk tetap diam dan tenang, namun hatinya sudah sangat tidak tenang.

"S—s—s—s—siapa i—i—itu…?" Furihata mengedarkan mata kucingnya dengan liar ke seluruh penjuru dapur yang terang. Tidak ada siapa-siapa disana.

"Ini aku." Furihata berjengit—menjerit tertahan. Hembusan napas hangat menerpa kulit lehernya dari belakang. Furihata panjat doa, berharap keluarganya tabah tanpanya.

"S—s—siapa—"

"Jangan takut, " Hembusan itu makin nyata terasa, "Ikutlah denganku bermain."

Eh?

Dengan polosnya Furihata berbalik. Seketika mata kucingnya terkunci oleh sepasang keping navy blue yang menatapnya sensual.

"Ikutlah denganku, " Perlahan kabut gelap mengambil alih mata Furihata, gelap, perlahan Furihata merasa tubuhnya ringan.

"Bermain."

.

Sosok tu kemudian menghilang, menyisakan Furihata seorang yang terpekur ditempat dan menunduk. Kemudian terdengar kikik mengerikan keluar dari mulut Furihata.

"Kita lihat, " Perlahan Furihata mengangkat kepalanya,

"Apakah Seijuuro mampu melawannya." Dan keping navy blue terlihat.


Walau hanya sebentar, mengapa rindu ini menjalar…?


Seijuuro terkesiap. Segera ia bangkit dan memposisikan tubuhnya duduk diatas ranjang tempat tidur. Terdiam sebentar, berusaha mengatur napas yang menderu liar. Keringat mengucur begitu deras.

Seijuuro mencoba mengingat. Ia menggali seluk beluk ingatan mimpinya. Ia memimpikan Furihata. Tapi—

"Kouki.."

.

Perlahan matahari fana terbit dan menyinari sisi teratas neraka, walau nyatanya masih terasa gelap. Para iblis kelas A mulai berbenah, pergi ke ruang makan untuk sarapan. Beberapa dari mereka ada yang sudah pergi menuai tugas.

Seijuuro—dengan mengenakan kemeja merah berbalut jas hitam dan jeans hitam—berjalan pelan menyusur koridor yang terasa dingin. Pandangannya nanar, kurang tidur. Hampir selama 10 menit ia tidak bisa tidur, dan itu mengganggu.

'Apa sesuatu memang terjadi pada Kouki…' Seijuuro mencoba berpikir jernih, sayangnya segala baying alam mimpi mengenai Furihata tidak bisa membuatnya tenang. Ada yang salah, pasti ada sesuatu yang terjadi pada Furihata.

Tapi apa?

"Ah, Seijuuro-kun!" Seijuuro berbalik kala namanya terpanggil, seorang wanita berambut pink panjang melambai padanya, "Pagi, " Ia tersenyum, taring panjangnya terlihat.

"Pagi Satsuki, " Satsuki namanya, "Ada apa, Seijuuro-kun? Kau nampak lelah.." Seijuuro menggeleng—meyakinkan.

"Terimakasih sudah mengkhawatrkanku, Satsuki…, aku tidak apa-apa.." Seijuuro terpaksa berbohong. Satsuki mengangguk mengerti.

"Kemana Daiki?" Satsuki melebarkan mata sebentar, sebelum menggeleng lemah.

"Aku tidak tahu, sejak semalam, Dai-chan belum kembali.." Tutur Satsuki. Seijuuro berpikir sejenak.

Seijuuro tidak tahu, yang ia tahu, Daiki adalah iblis arogan. Ia yang paling malas diantara semua iblis kelas A. Tapi berkat tipu muslihatnya, ia menjadi sama hebatnya dengan iblis kelas A.

"Sepertinya, " Seijuuro kembali tersadar, kala Satsuki kembali buka mulut, "Dai-chan tertarik dengan manusia…yang kau dekati belakangan ini, Seijuuro-kun…" Tuturnya.

Hetero Seijuuro membulat sempurna.

Kouki!

"Seijuuro-kun! Mau kemana?!" Teriak Satsuki ketika Seijuuro melompat keluar melalui jendela besar disamping. Sayang, Seijuuro tidak sempat menjawab.

'Jadi begitu, ' Batin Seijuuro, 'Mimpi semalam…memang ada hubungannya dengan Kouki…'

Kouki…dalam bahaya…

Hetero emas Seijuuro semakin mengkilap.


Tidak akan kubiarkan kau menyentuh milikku…


Seijuuro melesat terbang. Ia tahu, Furihata pasti akan kesana. Ia melesat secepat mungkin, dan sampailah ia ditempat yang dimaksud.

Lapangan basket.

Ternyata benar. Helaian rambut solid Bumi berkibar pelan dibawah angin pelan, sosoknya tengah memegang bundaran orange yang Seijuuro tahu sebagai bola basket. Menyadari kehadiran Seijuuro, Furihata tersenyum kearahnya.

Tapi senyum itu—

"Ah, Akashi-san, ayo kita—"

"Kau bukan Kouki." Ucap Seijuuro gamblang. Furihata—atau bukan—masih mematri senyumannya.

"Ehehehe, " Sosok Furihata itu tertawa, "Kau bicara apa, Akashi-san, ini aku, Furihata Kouki…" Katanya lagi. Seijuuro masih tidak menjawab.

"Kau—"

Seijuuro terkaget kala menemukan Furihata sudah menepis jarak diantara mereka. Selisih beberapa senti lagi.

'Apa bagaimana—' Batin Seijuuro kaget.

"Akashi-san~" Seijuuro terkesiap, mengapa Furihata beratensi menjadi sensual?

"Kouki?" Seijuuro memastikan. Furihata masih menggeliat manja pada Seijuuro, "Ngghh~~ Akashi-saan~~" Dan lenguhan-lenguhan lemah meluncur mulus dari mulut Furihata.

'Apa—'

BUAAK

BRUUK

"Ugh…" Seijuuro merasakan perutnya berdenyut sakit.

Furihata baru saja menendang perutnya.

Kini Seijuuro berusaha bangkit dari posisi tersungkurnya, namun punggungnya ditekan oleh sesuatu—lebih tepatnya kaki seseorang.

"Kau.., " Seijuuro merutuk. Sosok Furihata masih diam membisu kala kakinya menginjak punggung Seijuuro.

"Bukankah kau merasa berada dalam titik terlemahmu sekarang, Seijuuro?" Mata Seijuuro terbelalak. Ia tahu suara itu.

BUUK

"GUAH!"

Seijuuro merasakan sakit amat sangat ketika Furihata mulai menginjak punggungnya sekuat tenaga. Rasanya tulang belakangnya akan remuk.

"Tidakkah kau merasa menjadi orang lemah karen seorang manusia, hah, Seijuuro?" Sosok Furihata dengan intens menginjak punggung Seijuuro dengan kejam, membuat Seijuuro berteriak kesakitan, "Tidak ku sangka kau menjadi lemah oleh sosok seperti ini!" Diinjaknya lagi punggung itu tanpa belas kasihan.

"Ugh…" Disudut bibir Seijuuro, mulai turun darah. Lalu ia terbatuk sebentar, "Kau, mau apakan Kouki.."

"Daiki."

"Hem~?" Kilat mata Furihata yang kosong berubah menjadi gelap, "Kira-kira mau aku apakan manusia ini, hm, Seijuuro?" Seijuuro hanya diam dan menunggu.

Sesaat sekelabat kabut hitam mengeliling tubuh Furihata, kemudian ditangan kanan Furihata, muncul sebilah pisau hitam.

Pisau iblis. Pisau gaib yang bisa merobek tubuh manusia secara perlahan.

"Tidak, " Seijuuro menyeret dirinya mendekati tubuh Furihata, "Daiki, kau.."

"Hem, kau mau menyelamatkannya, " Pisau itu melayang mendekati lengan kiri Furihata, "Tapi sebelum itu—"

SRAASSH

Pisau itu lalu mengiris lengan kiri Furihata—lebar. Darah segar mengalir keluar. Mata Seijuuro terbelalak.

"Kouki.." Seijuuro buntu akal. Menghadapi seperti ini, apa yang bisa ia lakukan?

Kouki…

Kau bisa mendengarku…

Jawab Kouki…

SRAAASSHH

Seijuuro menutup mata. Ia tidak mau melihatnya dulu. Ia harus konsentrasi membangunkan jiwa Furihata.

Dari keping ingatan, Seijuuro ingat. Dulu, ayahnya sewaktu masih hidup pernah menceritakannya sewaktu usianya masih seumur jagung,

.


"Seijuuro, ketika manusia dikuasai oleh jiwa iblis…, ada kalanya mereka mempunyai dua kemungkinan…" Seiishirou berujar sambil membaca sebuah buku tebal bersampul tua. Seijuuro kecil hanya diam mendengarkan.

"Pertama, ia pasrah karena telah terbuai sepenuhnya oleh sang iblis, kedua, ia bisa terlepas karena iblis tidak mampu membuai sang manusia.." Ucapan sang ayah membuat Seijuuro tertarik.

Seijuuro kecil angkat bicara, "Mengapa bisa begitu, ayah?"

Seiishrou tersenyum dibalik bayangan, "Karena manusia mempunyai suatu benang putih yang sangat kuat, sanga kuat hingga iblis tidak bisa memotongnya…" Jelasnya lagi. Seijuuro kecil semakin tertarik.

"Benang apa itu, ayah?"

.

"Yaitu benang yang disebut ikatan."

.

.

"Kouki."

Perlahan, mata kucing itu membuka sayu, "A—Akashi-san..?"

"Kouki, kau harus sadar." Pinta suara itu, bergaung lemah. Mata kucing itu menatap nanar sinar putih didepannya.

"A…pa..?"

"Kau harus mengambil alih kembali tubuhmu. Kau harus melakukannya karena perintahku bsolute."

.

'Ikatan…aku dan Kouki punya ikatan…, bertahanlah, Kouki..'

.


"UGH!"

Seijuuro memaksakan diri membuka mata. Didepannya, tubuh Furihata terlihat olehnya. Berguncang, sepertinya ada perang batin didalamnya.

"Ugh…berisik, diam kau, manusia—" Daiki meronta—berusaha kembali memonopoli tubuh itu.

Kembalikan tubuhku, dasar iblis!

"Terus…Kouki.." Seijuuro merasakan napasnya memberat. Terimakasih karena hantaman tadi, sekarang Seijuuro sulit bernapas.

"GAAH!"

BRUK

Akhirnya Daiki berhasil keluar dari tubuh Furihata. Miris, tubuh Furihata kekurangan darah, hingga akhirnya ia limbung dan terjatuh ke beton lapangan yang keras. Seijuuro dengan susah payah bangun dan membopoh tubuh Furihata yang lebih kecil sedikit darinya ke bench.

"Kouki?" Seijuuro berpindah ke urat nadi sebelah kiri—mengecheck nadi. Sang emperor menghela napas lega karena denyut nadinya masih terasa.

"…" Entah, rasa bersalah menjalar dalam diri Seijuuro. Karena ia, Furihata diincar oleh Daiki, dan berakibat seperti ini. Tidak seharusnya Furihata ada didekat Seijuuro.

Apakah ini artinya perpisahan..?

"Maaf, Kouki, " Seijuuro perlahan menghapus jarak diantara mereka, mendekati bibir ranum Furihata, terus dan terus mendekat—

CUP

Angin sore membelai pelan. Menghantarkan ciuman pelan namun menyakitkan itu.

.

"Setidaknya ada yang bisa kuberikan padamu, Kouki."


Mengapa rasanya sesakit ini…?


Nijimura memperhatikannya sejak tadi. Melalui bola kristal besar diruangan Shintarou, ia melihat konflik pelik yang terjadi tadi. Semuanya.

"Daiki yang notabene orang kuat bisa dihempaskan keluar, " Dari jauh, Haizaki duduk dan menyirengai, "Bukan manusia biasa."

Nijimura—dengan segala kerelaan—mengangguk setuju, "Untuk ukuran manusia, dia termasuk kuat. Hatinya tidak mudah kotor oleh iblis, ini menarik." Sudut bibir Nijimura tertarik.

"Ah, " Namun tarikannya kendur ketika melihat kearah kristal, "Itu—"

.


Seijuuro terdiam kala merasa tidak hanya ia dan Furihata saja yang ada.

"Iblis kelas A, Seijuuro, " Seijuuro berbalik, menatap dingin pada sosok baru yang muncul disana. Sosok berbaju putih bersih dan wajah tanpa dosa.

"Suatu kebetulan bisa bertemu denganmu, " Seijuuro menyapa—tetap dengan irama dingin, "Apa urusanmu kesini, "

"Malaikat atas, Tetsuya." Sosok berambut blue aqua dan bermata sama menatap datar Seijuuro. Ia membungkuk hormat sebentar.

"Doumo, Seijuuro-kun." Sambut Tetsuya.

"Jadi, Tetsuya?" Seijuuro mengangkat sebelah alis dengan tampang dingin, menuntut jawaban. Tetsuya—masih dengan tampang datar—menatap balik hetero Seijuuro.

"Seijuuro-kun, " Kalimat yang diucapkan Tetsuya sukses membungkam Seijuuro.

"Tolong pergi dari hadapan Furihata-kun."

==TBC==


INI KENAPA JADI AOFURI (pair menggelegar dalam 5 menit) KENAPA JADI NIJIHAI, KENAPA JADI AOMOMO, AKAMOMO, AKAKURO DAN KUROFURI GAAAHH PAIRNYA ANEH2! MAAF AKU MENISTAKAN KALIAN SEMUA— (eh tpi ga nistain juga, sih /kena gebuk 1 RT/)

Duuh, banyak yg bilang chapter 002 kurang bnyk TwT skrng aku tambahin deh wordsnya, lumayan, ga? Tapi malah terkesan bnyk space-nya, yak…, smoga kalian tetep suka~~ ngomong2 critanya aneh, kah? Aku merasa ini super aneh, kuharap ada yg bisa beri saran utk chapter depan…

Nah, yg nungguin Kuroko muncul, skrng dia udh muncul! /tepuk tangan/ tapi Ameru masih sedikit bingung mo menentukan posisi Kuroko –w- saran dari kalian akan sangat membantu OwO

Nah, sekian dlu~! Salam lemper!

.

.


CHAPTER 004—!

"Apa maksudmu, Tetsuya?"

"Furihata-kun tidak akan aman bila ada didekatmu, Seijuuro-kun.."

Ingin rasanya Seijuuro meninju wajah polos itu

"Kau jadi gila hanya karena manusia, nodayo."

"Mereka hanyalah mangsa. Selamanya kau dan dia tidak akan bisa bersama.."

"Maafkan aku, Kouki.."

"Akashi-san?"

.

SEIJUURO: WHEN DEMON LEARNS ABOUT LIFE

DISH 004!

WHEN THE ANGEL FORCES THE DEMON