Author : Kim Hye Sung / EXOSTics
Main Cast :
Oh Se Hun
Byun Baek Hyun
Other Cast :
Kim Jong In.
Kris
Pair: HunBaek, Kai Baek, … Baek
Other : KrisBaek
Rated : M
Disclaimer : story and plot is mine! Cast belongs to god! .
Genre : Romance, feeling by you're self.
Warning : YAOI, OOC banget ,DLDR, Typho's.
.
.
.
[Chapter 3]
.
.
.
Author POV
"Ahh~ Se Hunnie.. appo.." Eluh Baek Hyun, saat Se Hun menerobos masukkan kedua jarinya kedalam Hole Baek Hyun, sungguh melihat Baek Hyun yang dibanjiri keringat seperti itu menggangu akal Se Hun untuk segera menyerang namja cantik yang kini pasrah berada dibawahanya.
"Tahanlah Baek Hyunnieeh.." Baek Hyun memejamkan matanya kuat-kuat sambil mengangguk lemah, Se Hun menyatukan kembali bibirnya dengan Baek Hyun, tapi dia diam, membiarkan Baek Hyun mengendalikan ciuman kali ini, membiarkan Baek Hyun melampiaskan rasa sakitnya.
"Ahhh~" Lenguhan nikmat mengalun merdu dari kedua belah bibir merah Baek Hyun, Se Hun mulai memasukkan satu lagi jarinya, namun dia tidak melihat raut kesakitan Baek Hyun seperti tadi. Kali ini Se Hun membalas lumatan Baek Hyun, giliran Baek Hyun yang berkonsentrasi menerima benda asing itu menyobek dirinya dari bawah, Se Hun melepaskan bibirnya dan menatap Baek Hyun lembut, Baek Hyun membalas tatapan Se Hun dengan mata sayunya.
"Aku datang.." Se Hun mengarahkan miliknya yang sudah sangat keras dari tadi, Baek Hyun memeluk kuat leher Se Hun, Se Hun begitu hati-hati, dia tidak mau menyakiti Baek Hyun.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Se Hun member jeda, saat miliknya sudah setengah masuk, dan menggodanya untuk segera menyentaknya masuk kedalam sepenuhnya, tapi Se Hun tidak akan menggunakan ego nya, sekali lagi Se Hun sangat mencintai Baek Hyun, tulus, dan jika dia membuat namja yang sangat dia cintai kesakitan maka dia akan mengutuk dirinya sendiri.
"Neehh.. lanjutkan sa-jahh.. " Pinta Baek Hyun mencoba meyakinkan Se Hun yang tak henti-hentinya bersikap sangat perhatian, berbeda dengan Kris, sangat berbeda jauh, dia bisa merasakan ketulusan Se Hun, ini cinta, ya Se Hun melakukan ini karena cinta, bukan hanya sekedar nafsu belaka, dan itu membuat Baek Hyun menyunggingkan senyum penuh arti.
"Euunn.. ahhnn.." Se Hun maupun Baek Hyun menghela nafas lega, saat kedua tubuh mereka bisa menyatu dengan sempurna. Se Hun tersenyum lembut, dia menunduk dan mengecup kening Baek Hyun yang sudah basah oleh keringat.
"Bergerak.. lah.." Se Hun mengangguk dan kembali mencium bibir Baek Hyun lembut, menghisapnya dan terus memegutnya seolah tidak mau terpisah, sedangkan pinggulnya mulai mendorong masuk dan keluar dengan irama yang teratur. Se Hun menumpukan kedua tangannya diantara tubuh Baek Hyun agar tidak menindih namja cantik itu. Se Hun meraih Junior Baek Hyun, dan mengurutnya, Baek Hyun terus mengeluh nikmat kerena permainan Se Hun yang sungguh memabukkan, dia tidak mengerti bersama Se Hun terasa lebih nikmat, dan dia merasakan hal itu berkali-kali lipat dari pada saat dia bermain dengan Kris, memang ukuran milik Kris sedikit lebih besar, hanya saja Se Hun membuat tubuhnya jauh lebih panas dan terbakar saat bermain dengannya.
"Akkh.. akk… ahhh.."
"Baek-hyunnie.. ahh.."
"Neehh.. Se Hunni.. Lebihhh.. akh.. ahh.. emphh.. cepattthh.." Se Hun menurut dia mempercepat hentakannya, kedua bibir Baek Hyun masih setia terbuka, membuat Se Hun langsung memasukkan lidahnya, bermain-main sebentar dan mendongakkan wajahnya saat dia merasa permainan nya semakin nikmat, Baek Hyun menggeleng lemah, dengan rakus dia meraih tengkuk Se Hun dan kembali melumat bibir Se Hun hingga tak kalah bengkak dengannya.
"Errmmhh… AKH!" Baek Hyun terbaring lelah setelah dirinya Klimaks lebih dulu, membiarkan Se Hun menyelesaikan permainannya sendiri. Se Hun memompa lebih keras, dan sekali hentakan keras Se Hun mengeluarkan benihnya didalam tubuh Baek Hyun, Baek Hyun merasa perutnya sangat hangat, dia memejamkan matanya dengan nafas terengah-engah, tapi Se Hun masih ingin mencium Baek Hyun untuk yang kesekian kalinya.
"Ahmphh.." Se Hun menjilat seluruh peluh yang berada disekitar wajah Baek Hyun, dia menurunkan ciumannya hingga kedada Baek Hyun dan meraup kembali kedua nipple Baek Hyun, Baek Hyun yang sudah kelelahan terpaksa mendesah lebih keras lagi, dia menjambak kasar rambut Se Hun,
"Ahh~ morehhh.." Se Hun memelintir , menjilat dan menghisap dengan rakus nipple Baek Hyun secara bergantian.
"Ahh.. eunghh.." Se Hun kembali menggerakkan pinggulnya pelan.
"Lagiihh.. ahh~ Se Hunniiehhh.."
"Akh.. Baby.. kau sangat nikmatthh…" Se Hun menghentakkan juniornya lebih cepat, dia benar-benar ketagihan, dan tidak mau berakhir begitu saja, ini sebuah kesempatan yang mungkin tidak akan ada kedua kalinya.
"Kau juga.. akh,,, akhh.. milikmu sangat nikmatthh.. ahh… shh.. akh.. akh!" *o_O
Se Hun tersenyum puas dengan pujian Baek Hyun tadi, Dengan semangat(?) dia terus memompa miliknya dengan sangat dalam membuat Baek Hyun menggerang, Se Hun mengusap junior Baek Hyun yang kembali menegang, Se Hun menarik pinggang Baek Hyun naik turun berlawan arah dengannya, Seolah belum cukup dalam dia memasuki namja cantik ini, Baek Hyun tidak kuasa untuk berucap dia hnaya bisa mendesah dengan keras, Se Hun kembali member tanda disekitar leher Baek Hyun, tidak khawatir Kris akan tahu, karena setelah ini akan ada sesuatu yang akan mereka lakukan pada..
Kris.
"Baek Hyunni..ahh.." Se Hun meraup cairan putih yang kembali keluar dari junior imut(?) milik namja cantik itu, menghisapnya dan merangkak menaruh cairan putih itu disekita nipple Baek Hyun dan kembali mengulum benda kecoklatan itu, mengihisapnya dengancairan Baek Hyun yang masih berada di dalam mulutnya, bau sperma memenuhi tubuh Baek Hyun karena ulah Se Hun yang menoleskan sperma Baek Hyun keseluruh tubuh mungil itu. *SeHunPervert*
"Kau sangat cantik.." Puji Se Hun, dia mendekatkan wajahnya dan memberi Baek Hyun sedikit dari sisa cairan Baek Hyun, Baek Hyun menyambutnya dengan senang hati, dia menghisap lidah Se Hun seolah menghisap sisa-sisa cairannya yang ada dilidah Se Hun.
"Ssss.." Baek Hyun mendesis Saat Se Hun memainkan juniornya dengan pelan, Se Hun tahu jika perbuatannya akan sangat menyiksa bagi Baek Hyun.
"See-hun.. saakkiittt…" Se Hun tersenyum, ah tepatnya menyeringai.
"Baekkhh… aku ingin kau yang memimpinhh.. sekarang..Baby" Pinta Se Hun, Baek Hyun terdiam menatap Se Hun dengan mata sayunya.
Se Hun melepaskan juniornya dan tidur berbaring di sebelah Baek Hyun. Dia menarik tangan Baek Hyun agar menindih tubuhnya. Baek Hyun yang terlalu lelah menenggelamkan wajahnya dileher Se Hun. Se Hun mengerti dia akan membantu Baek Hyun. Se Hun meraih juniornya, menggesekkan nya disekitar Hole Baek Hyun.
"Ahhnn~"
JLebb
"AKH!" Dan setelah masuk, Se Hun sedikit menghentaknya agar lebih dalam lagi. Setelah cukup dalam, Se Hun mendekatkan bibirnya pada telinga Baek Hyun. "Babyyhh.." Baek Hyun mengerti, dia mengangkat wajahnya dan duduk, membuat junior Se Hun masuk lebih dalam lagi, dan otomatis langsung menyentuh titik terdalam Baek Hyun. Baek Hyun mengangkat pinggulnya dan kembali turun,
"Ahh.. sayangghh..God" Lenguh Se Hun, Dia meraup bibir Baek Hyun yang sudah bengkak, tangannya meraih pinggang Baek Hyun membantu gerakan Baek Hyun agar lebih cepat.
"Hun.. ah.. akh.." Se Hun meraih lemari Baek Hyun dan menggenggamnya erat.
"Ahhh.." Lagi, Se Hun maupun Baek Hyun mencapai klimaks mereka, Baek Hyun terhempas kedada Se Hun yang sudah dibanjiri banyak Keringat.
"Hun~"
"Hm?" Se Hun memutar kembali posisi dengan selayaknya, dia kembali menindih Baek Hyun, menunduk dan mengusap peluh yang menetes dari pelipis namja cantik itu. SeHun tersenyum, ini bukan mimpi, dirinya sedang bercinta dengan namja yang sangat dia kagumi dan sekaligus sangat cintai, Se Hun menundukkan dirinya makin mendekat dengan perlahan dia memutus kontak mata dengan mata sayu Baek Hyun, memiringkan kepalanya dan menggapai bibir merah agak bengkak itu perlahan. Baek Hyun kembali mencengkram lengan Se Hun , saat namja tampan berkulit putih itu kembali menggerakkan pinggulnya. "Akh.. akh.. Hunn~" Baek Hyun melepaskan tautan bibir nya hanya untuk mendesah, Se Hun pun kali ini memusatkan hisapan nya pada kedua nipple Baek Hyun.
"Ahh.. akh.." Se Hun menaikkan intensitas dorongan nya pada Hole Baek Hyun, membuat namja cantik itu mendesah keras saat junior panjang Se Hun berhasil menyentuh dan terus menumbuk tempat yang sama, sangat dalam dan keras.
"Akhh… ahhhh.. Hun, Ak..shhh.. –ku lelasshhh.." Se Hun menghentikan gerakannya membuat Baek Hyun menggunakan kesempatan itu untuk mengendalikan deru nafasnya yang terengah-engah.
Se Hun mendekat pada telinga Baek Hyun meniupnya pelan membuat Baek Hyun melenguh lemah. "Wait.. sebentar lagihh.. bertahanlah.." Ucap Se Hun seduktif tanpa diketahui namja tampan ini menyeringai lebar, tidak ingin secepat itu berakhir, kebersamaan seperti ini tidak akan datang lagi dengan mudah. Se Hun kembali menyapukan bibirnya, menggesek-gesekkan hidung nya dengan Baek Hyun, dan kali ini melumat bibir bengkak itu agak kasar, agar tidak dilepas lagi.
"Aumphh.. hhh..mmmp.." Se Hun tidak membiarkan desahan Baek Hyun keluar, dia terus melumat bibir merah itu dengan ganas, karena dia akan segera menghentikan permainan ini, maka dia akan mengambil kendali penuh.
"AKHHH.. Baek Hyunniehh.. hhh.." Se Hun memejamkan matanya menikmati masa-masa klimaksnya, perlahan dia mengelurkan juniornya bersamaan itu pula sperma nya yang memenuhi Hole Baek Hyun ikut mengalir keluar membuat bau sex menyeruak memenuhi kamar, juga dengan perutnya dan seluruh tubuh Baek Hyun yang dibanjiri cairan lengket putih kental itu.
"Hahh..hahh.. kau gila.." Igau Baek Hyun dengan mata setengah tertutup karena kelelahan. Se Hun tersenyum tipis. "Kau mau mandi?" Tanya Se Hun tidur menyamping dengan menumpukan kepalanya pada tangannya. Baek Hyun menoleh dengan lemah, "Ahni.. aku mengantuk."
"Geure.." Se Hun menarik tubuh Baek Hyun dan mendekap Baek Hyun dengan erat.
"Bau ini.. sungguh membuat ku ingin muntah.." Se Hun tersenyum jahil dia meraba-raba tubuh mungil itu dan menapatkan sedikit sperma yang masih tersisa ditubuh mungil Baek Hyun kemudian mencolekkannya pada hidung mancung Baek Hyun, membuat namja cantik itu membelalakkan mata sayunya, Se Hun menahan tawanya melihat ekspresi itu, sungguh menggemaskan.
"Hya!" Baek Hyun membersihkan cairan itu dengan tangannya. Baek Hyun memandang heran Se Hun yang kembali duduk.
"Eh? Apa yang kau lakukan?" Tanya Baek Hyun.
"Assh… ahh.. Baek Hyuuuunn!" Baek Hyun melongo ditempatnya, melihat Se Hun mengocok juniornya sendiri, dan Klimaks. Se Hun menoleh pada Baek Hyun yang masih bingung dengan tingkah aneh Se Hun.
"Kau harus terbiasa.. dan aku akan membantu mu.." Se Hun menyeringai, membuat Baek Hyun menatapnya horror, dia sedikit memundurkan tubuhnya. Tapi Se Hun tidak membiarkan hal itu dia meraih tengkuk Baek Hyun dan menggigit bibir Bawah Baek Hyun, Baek Hyun tersentak dengan tidak rela dia membuka mulutnya,
GLEK
"Ummmphh…" Se Hun ternyata memasukkan spermanya dan memaksa Baek Hyun menelannya. Baek Hyun dengan seluruh perasaan jijiknya tidak bisa berhenti mengutuk Se Hun sekaligus tidak bisa menolak, terpaksa dia menelannya. Se Hun tersenyum penuh kemenangan. Dia melepaskan ciuamnnya.
"Bagaimana? Enak? Lumayan, itu membuatmu tidak cepat mengantuk, dan kita.. bisa—"Tanya Se Hun dengan wajah mesumnya.
"K-Kau! Eumph… " Baek Hyun langsung membekap mulutnya, dan mata membulat, dengan terburu-buru dia berlari kekamar mandi. Se Hun terkekeh pelan melihat itu, dengan santai dia mengikuti Baek Hyun kekamar mandi.
"Uhukk.. hoeekkk… uhukk.." Se Hun menggeleng-geleng pelan melihat penderitaan Baek Hyun yang sedang berlangsung, setelah puas muntah Baek Hyun terduduk didekat bath up, menatap kesal Se Hun yang masih naked berdiri didepannya, Se Hun berjongkok.
"Baek Hyun.. jangan salahkan aku, kau yang menggodaku duluan.." Baru kali ini Baek Hyun merasa seluruh bulu nya terangkat, dia benar-benar merinding terlebih wajah mesum Se Hun yang sungguh..
"Buka pahamu.." Baek Hyun membelalak, Se Hun tersenyum senang melihat itu, entah mungkin dia tidak waras. "Yak!" Se Hun duduk diantara paha Baek Hyun, menahan namja mungil itu untuk memberontak, Baek Hyun akhirnya diam, "Hun.. kau tidak—"
"AKHHH… HUUUNN! APA YANG KAU LAKUKAN!" Teriak Baek Hyun membahana, ingin mencakar wajah Se Hun yang demi tuhan tampan itu, hanya saja kedua tangannya berada dalam kukungan tangan Se Hun. Baek Hyun bergerak-gerak tidak nyaman merasakan bagian tubuhnya kembali dibelah dengan paksa oleh Se Hun. "Diamlah.."
"Ahkk.. akhh.. akhhh.. ahhhh.. Hunn.. ahhhh." Se Hun menyeringai, namja cantik ini mudah sekali larut dalam permainan. Sungguh menyenangkan, bagi Se Hun. Tapi tidak untuk Baek Hyun.
"So.. tight… ahh.."
.
.
.
*Tarik nafass… Buang.. -_-
.
.
.
Okey, lanjut.
.
.
.
Kris mengancing kembali kemejanya, dia menoleh pelan saat merasa ada yang memeluknya dari belakang.
"Kau sudah akan pergi?" Tanya namja bermata panda itu dengan manja. Kris membalikkan badannya dan mengankat sudut bibirnya. "Aku akan mengunjungi mu lain waktu.." Ucap Kris mengecup dahi Tao yang sangat lengket dengan keringat bahkan helain rambutnya melekat disana.
"Geure.. datanglah ke apartemen ku.. maka akan banyak benda berkilauan itu berada ditanganmu.." Ucapnya kemudian mengalungkan lengannya dileher Kris, menatap Kris lapar.
"Apa yang tadi kurang?" Tanya Kris, Tao menyeringai. "Benar.." Kris dan Tao kembali berciuman panas, dan Kris segera melepas tautan bibirnya, membuat Tao kecewa teramat sangat, Kris meraih ponsel yang bergetar disakunya.
"Ne?" Kris berdehem sejenak, menormalkan kembali suaranya.
".."
"Benarkah?" Tanya Kris dengan nada dingin yang sangat menusuk, membuat Tao pun takut untuk menanyakan siapa yang menghubungi Kris, dan ada apa.
"…"
Kris segera meremas ponselnya kasar, "Dimana?"
".."
CTARRRR..
Kris membanting ponselnya ke tembok dengan keras, demi tuhan Tao baru tahu jika kris yang biasa tenang bisa meluap begitu saja emosinya. Kris tanpa menoleh meniggalkan Tao, dan menutup pintu itu kasar, Tao masih diam, dan sedetiknya air mata itu lolos begitu saja, Kris mengabaikannya itu perih, Kris hanya ingin benda-benda berkilauan itu, bukan dirinya, dia yang menginginkan Kris, dan Kris tau itu, Kris bisa mendapatkan kepuasan dan materi, tapi Tao tidak mendapatkan apapun, Karena Kris tidak memberinya apapun, meski itu hanya sebuah perasaan suka pun.. tidak ada, semuanya hanya demi kepuasannya saja. Tao tahu jika.. Kris sudah memiliki seseorang yang tidak akan bisa dia geser sama-sekali, tadi saja Tao bisa melihat pantulan bayangan orang itu pada mata tajam Kris yang tengah menatapnya saat dia mendesahkan keras nama Kris. Kris tetap tidak bisa memandangnya sebagai Tao, tapi sebagai orang lain. Namja itu.. Byun Baek Hyun.
.
.
.
"Kau tidak mau?" Tanya Baek Hyun, Se Hun membantu memakaikan kaos untuk Baek Hyun. Kemudian menarik Baek Hyun kepangkuannya. Kemudian memeluk pinggang Baek Hyun, Baek Hyun diam, dia menyandarkan kepalanya didada Se Hun, lama mereka terdiam hingga salah satu diantara mereka berbicara. "Apa kau yakin?"
"Hmm.." Gumam Baek Hyun, Se Hun menutup matanya dan menyandarkan pipinya dipuncak kepala Baek Hyun.
"Membunuh nya itu gampang" Gumam Se Hun, Baek Hyun masih mendengarkan alunan detakan jantung Se Hun. Se Hun memindahkan tangannya dan mengusap pelan rambut halus Baek Hyun.
"Tapi.. aku tidak mempunyai alasan.. untuk apa aku membawa mu pergi, dan membunuh orang yang sudah merawatku selama ini.." Ucap Se Hun, Baek Hyun membuka matanya yang sedari tadi tertutup, telapak tangannya terangkat dan mengusap pelan dada Se Hun, membuat namja itu terpesona dan hanya diam, tunduk pada senyuman indah Baek Hyun yang kini tengah mengadah menghadapnya.
"Gunakan ini.." Ucap Baek Hyun, Se Hun mengangkat alisnya bingung, apa? Menggunakan dadanya?
"Aku tidak bisa.. menggunakan ini.." Balas Se Hun ragu, Baek Hyun tersenyum tipis.
"Maksudku.. gunakan hatimu, biar dia yang menuntunmu.." Se Hun tercekat sebentar, dia masih terpaku menatap wajah Baek Hyun, seulas senyum bermain-main dibibir Se Hun.
"Meski kau bicara seperti itu.. tetap saja.. aku tidak bisa menggunakan ini untuk membunuh orang, dan bersikap egois," Baek Hyun diam.
"Karena.. ini cinta.. aku tidak mungkin membunuh orang dengan cinta?"
"Eh?"
"Kau tahu apa yang sedang aku rasakan? Kau tahu apa yang ada dibalik dadaku?"
"Ahni.. hati?"
"Hm, dan ada cinta disana…"
DEG
"Ci-cinta?" Se Hun tersenyum, perlahan dia mendekat dan mencium kening Baek Hyun penuh perasaan. Turun dan menggapai bibir Baek Hyun, Baek Hyun larut dalam ciuman manis itu, kedua tangannya terangkat dan mengalung pada leher Se Hun. Se Hun mengarahkan telapak tangannya pada dada Baek Hyun.
Tidak ada,
Detakan jantung Baek Hyun normal, tidak sepertinya. Memang bagi Baek Hyun akan terlalu cepat merasakan apa yang Se Hun rasakan selama beberpa tahun ini padanya. Se Hun sedikit miris, menyedihkan sekali dia, dia sadar jika Baek Hyun hanya ingin bebas dari Kris, tidak sepenuhnya karena dia ingin hidup dengan Se Hun, Se Hun melepaskan ciumannya, menangkup kedua pipi halus Baek Hyun.
"Aku.. mencintaimu.."
Deg
Deg
deg
"A-apa? Cinta? A-aku?" Se Hun tersenyum, membuat Baek Hyun membuang pandangannya kearah samping, tapi tak lama, Se Hun kembali meraih dagu Baek Hyun, memaksa mata indah itu untuk menatap nya.
"Ne.."
"Hun.. ak-aku.." Baek Hyun tidak tahu harus menjawab apa, semua juga tahu jika Baek Hyun hanya ingin bebas dari Kris. Tapi dia juga tidak bisa menampik jika 'Cinta' memang mulai dia pelajari dari Se Hun.
"Tidak apa.. masih terlalu cepat untuk mu.." Ucap Se Hun berusaha maklum, dengan senyuman tulusnya. Baek Hyun benar-benar merasa bersalah, dia sudah egois, dia ingin memanfaatkan Se Hun, ya, pada awalnya memang seperti itu.. tapi,
"Bukankah.. juga terlalu awal bagimu? Ki-kita baru saja saling kenal dan… ng.."
"Kau hanya tidak tahu.. mata ini dari dulu.. sudah menatapmu,"
Deg
"Maksud.. mu?"
"Lama.. dan sangat panjang.." Baek Hyun diam, menatap lurus kedua manic mata tajam dihadapannya.
"Hun.. jebal, aku tidak mengerti."
.
.
.
KLEK
"Tidak ada yang perlu kau mengerti .. hanya, aku mencintaimu, mengertilah hal itu, hanya itu."
"Hun.."
"SSSttt.. aku berjanji akan membawa mu bersama ku, menjadi milikku, dan selamanya terus bersama ku..dan diantara kita hanya ada kebahagiaan."
"Karena itu.. harus.. ada yang pergi.."
"Ini tidak akan mudah.. akan banyak orang yang akan mencoba membunuh kita, karena itu.. tetap bersama ku.. kau mengerti?"
'Aku percaya pada mu Hun.. maka lakukan apapun.. buktikan pada ku jika cinta.. bisa membuat ku tahu apa itu kebahagiaan..'
"Baek Hyun.." Baek Hyun membuka matanya, mendengar derap langkah kaki mendekatinya, Baek Hyun berusaha tetap tenang, meski kenyataannya tidak seperti itu. Baek Hyun menatap lurus kedepan, kejendela balkon, merasakan terpaan angin menyapa wajahnya.
"Jangan mendekat.." Lirih Baek Hyun, tapi namja yang baru masuk tadi, Kris yang sudah berada tepat dibelakangnya dia mendengarnya dan berhenti sesuai yang Baek Hyun inginkan, Baek Hyun menghembuskan nafasnya lepas.. sangat lepas. Kemudian dia berbalik menatap tajam Kris, Kris sedikit tersentak karena tidak biasanya Baek Hyun menatapnya begitu, tapi sedikit tahu, apa hal yang membuat Baek Hyun seperti itu membuat Kris diam.
"Dari mana Kris?" Tanya Baek Hyun masih diam ditempatnya. Angin berhembus melewati Baek Hyun dan sampai pada Kris.
"Sejak kapan kau mencampuri urusan ku?" Baek Hyun tersenyum miris, sejak kapan? Benar, sejak kapan, dia bukan siapa-siapa, Kris datang padanya karena Kris ingin, Karena Kris menginginkan nya. Tidak lebih, dia hanya dipandang sebagai namja pemuas nafsunya saja.
"Kau benar.." Baek Hyun menunduk tersenyum miris pada dirinya sendiri, Kris mengangkat alisnya, mendekat tapi, Baek Hyun segera mengangkat kembali wajahnya, membuat gerakan Kris terhenti.
"Siapa aku bagimu.." Kris merasa ada sesuatu yang memukul ulu hatinya, rasanya cukup sakit.
"Kau.. milikku.." Baek Hyun mundur satu langkah.. "Begitukah?" Gumam Baek Hyun.
"Apa yang kau fikirkan?" Tanya Kris, Baek Hyun menggeleng.
"Lalu .. kau sendiri apa yang kau lakukan selama aku tidak ada?" Tanya Kris, Baek Hyun tersenyum, tepatnya menyeringai tipis. "Sejak kapan.. kau mencampuri urusanku?" Kris membelalakkan matanya, dia mendekat tapi lagi-lagi, Baek Hyun mengangkat tangannya dan menyuruh Kris untuk tidak beranjak dari tempatnya.
"Asal kau tahu.. kau itu milikku.." Baek Hyun menggeleng.
" Kenapa?" Kris melangkah satu langkah, Baek Hyun pun mundur satu langkah.
" Chan Yeol? Kau merindukan namja mu itu? kau tahu? Dia menjadi.. pengawal pribadi Kai dijepang.." Baek Hyun membelalakkan matanya.
Deg
"K-kau.."
"Wae?" Kris menyeringai penuh kemenangan, dia mendekat, Baek Hyun bahkan tidak sanggup mundur, bibirnya terkatup rapat, dengan mata membulat besar, tak lupa kakinya yang bergetar hebat. Kekasihnya, Park Chan Yeol, bukankah Kris bilang dia telah membunuhnya? Karena waktu itu dia menolak Kris.
"K-kau.. licik.." Ucap Baek Hyun dengan bibir nya bergetar, dia memandang Kris nanar, berjam-jam dia menyiapkan mentalnya, semuanya sia-sia saat dia mendapat kabar .. Kekasihnya yang selama ini dia kira sudah meninggak, dia masih hidup. Kris meremas bahu Baek Hyun kasar. Baek Hyun menjatuhkan beberapa butir air mata tepat saat matanya kembali menatap Kris.
"Haha.. terlambat, lagi pula, dia tidak akan kesini,"
DEG
"Ke-Kenapa?" Kris mendekatkan wajahnya. "Hm? Kenapa ya? Aku juga tidak tahu.." Ucapnya berdusta.
" Tapi kau bisa bertemu dengannya.."
Deg
Baek Hyun terpengaruh, dia menatap Kris dalam, penuh harap. Kris mendecih dalam hati.
" Dia akan.. datang kekorea lagi, tapi aku tidak akan pernah melepaskanmu, jadi jangan berharap lebih Byun Baek." Kris mendekatkan wajahnya, mengangkat tangannya untuk mengusap air mata yang tak kunjung berhenti mengalir itu. Kenapa, kenapa takdir mempermainkannya? Harus dengan wajah seperti apa dia menghadapi Chan Yeol nanti.
"Kau.. hanya milikku Baek Hyun.."
"Tidak.." Kris segera menoleh ke arah belakang, matanya membelalak lebar melihat seseorang yang tengah berdiri diambang pintu dengan pistol ditangannya. Mengarah tepat padanya.
"Maaf Kris, Baek Hyun sekarang.. menjadi milikku," Kris dengan tergesa-gesa, melepaskan Baek Hyun , merogoh saku celananya, dan mengambil pistolnya.
Tapi..
Dorrr
..Terlambat.
"B-Brengsek.. kau .. AKH! OH SEHUN TERKUTUK KAU!"
DORR
DORR
"Aku tahu.."
.
.
.
Kai menarik betis Lu Han, membuat namja itu tersentak, seketika melemparkan ponselnya kesembarang arah, dia langsung berdiri dari kasurnya.
"Ya.. Tuan?" Kai berdecak jengkel. Pasti Xiumin.
"Antar aku.." Lu Han mengerutkan keningnya. "Eodi? Chan Yeol mana?" Tanya Lu Han, membuat Kai bukannya membertahu malah menarik lengan Lu Han.
"lihatlah.." Kai membawa Lu Han keruang tengah, dan disana ada Chan Yeol yang terkapar kelelahan.
"Ti-tidur? Bangunkan saja.." Ucap Lu Han santai. Kai menarik kembali tangan Lu Han tidak peduli protes yang Lu Han lontarkan padanya. "Lihatlah.."
"Eh? Dia.. menangis?" Tanya Lu Han ragu, Kai menggaruk tengkuknya, dan mengangguk. "Kenapa?" Kai menggeleng.
"Eh?" Lu Han melihat ada sesuatu yang jatuh dari pelukan Chan Yeol. Dia meraih benda persegi itu, seketika matanya berubah sayu, menatap Chan Yeol.
"Wae?"
"Namja cantik itu.." Kai diam masih menatap Lu Han yang menatap Chan Yeol sendu. "Baek Hyun.. kekasih Chan Yeol.. namja yang sangat cantik, Chan Yeol.. kawan, maafkan aku, tidak ada yang bisa aku lakukan, meski melihat keadaan mu seperti sekarang.." Lu Han menekuk lututnya dan tanpa Kai ketahui namja tampan itu menitikkan air mata. Kai baru tahu jika Chan Yeol yang baru beberapa tahun dia kenal, ternyata bisa menjadi serapuh ini, oleh cinta, dia berdecak, Chan Yeol dengan sok nya memarahi Kai karena menangisi Kyung Soo, tapi dia sendiri, sok sekali menangis diam-diam, dia kira akan ada yang kasian begitu? Pikir Kai. Tapi Kai penasaran seperti apa namja itu, sampai membuat Chan Yeol yang dimatanya sangat dingin itu bisa seperti ini.
"siapa yang kau maksud cantik? Dia biasa—" Kai menarik figura yang awalnya akan Lu Han taruh kembali kedalam pelukan Chan Yeol, mata Kai membulat lebar, jujur, dalam hidupnya dijepang dia tidak tahu ada makhluk seindah ini, namja cantik yang tengah tersenyum dengan Chan Yeol disampingnya, sangat indah tambut lurus, kulit yang sangat putih, senyum yang sangat manis, bayangan Kyung Soo tiba-tiba lenyap dari fikirannya.
"Si-siapa dia? Neomu.. yeoppo.."
.
.
.
.
TBC
Ayolah.. jangan salahkan saya, kenapa FF nya makin aneh, dan saya lagi gak mood buat Nc, jadinya mian kalau jelek. -_- salahkan KrisBaek moment yang membuat feel HunBaek Hye Sung buyar … yar… yar.. =.= ampek nangis Hye Sung liat moment OTP saya itu -_- senengnya kelewatan. Serius ._.
Kai juga.. haduhh, gak ada satu hari tanpa KaiBaek -_-
Tapi dari hati yang terdalem guwe girang wkwkw, ditambah comebacknya CHANBAEK ! itu juga selca sama Foto LAYBAEK bertebaran akhir-akhir ini. Hum.. uri maknae eodigaaaa?
-Live's Boring
-All about my romance
-This Is My Family
-Y
Yang mana yang mau dilanjut?
Hye Sung.
