"Sakuraaa bergegaslah, bukankah kau punya janji pagi ini !?" Teriakan nyaring sang ibu rumah tangga sontak membuat sakura terduduk dari tidurnya.
"Memang sekarang jam berapa sih ?" Dengan mata yg masih setengah membuka sakura melirik jam yg berada di laci samping kasurnya.
"Jam 9 !? Hyaaaaa aku telaaaaat"
"Saku-chan masih sama seperti dulu ya suka telat" komentar pria berambut duren yg sedari tadi memperhatikan tingkah majikannya.
"Hn kau pikir kau selalu tepat waktu dobe ?" Pria barbie berhelaian raven tiba tiba muncul disampingnya.
"Eh hehe tidak juga sih" naruto yg merasa tertohok dengan pertanyaan yg dilontarkan sahabatnya hanya bisa nyengir.
"Hn dasar dobe"
.
.
.
"Saku-chan bagaimana dengan acara reuni mu ?" Sakura memandang barbie pirang yg tengah menyambutnya di depan pintu kamarnya.
"Ah ya cukup menyenangkan, temanku akan berkunjung besok" gadis bernama sakura itu mendudukan dirinya di pinggir ranjangnya lalu menatap satu persatu barbie barbie hidupnya.
"Benarkah ? Waah pasti menyenangkan ya bisa bertemu teman lama ?" Temari membuka suaranya mengemukakan pendapatnya.
"Haha ya begitulah" sakura tersenyum namun nampak dipaksakan, membuat wajahnya terlihat aneh.
"Hn ada apa ?" Tatapan heran sakura tujukan pada barbie yg tengah bersender di pinggir rumah barbie berwarna biru "hm ?"
Barbie itu menatap tajam sakura "jangan berbohong, ada yg kau sembunyikan kan ?" Suara bariton yg membuatnya merasa terintimidasi itu terdengar lagi. Sakura sedikit terkejut dengan pertanyaan yg dilemparkan sasuke.
"Temanku Karin uuhh dia menyebalkan, dia mengejekku dan menanyakan hal hal yg memojokanku saat reuni tadi. Itu membuatku kesal dan err sedikit malu di depan teman temanku yg lain. Dan parahnya besok dia akan ikut pesta piyama di sini." Sakura menggembungkan pipinya kesal dan mengepalkan tangannya menahan amarah.
"Benarkah ? Wah dia mencari gara gara dengan saku-chan, bagaimana kalau besok kita kerjai wanita bernama Karin itu ?" Sesosok barbie pirang bermata aquamarine itu menggeram kesal karna majikan tersayangnya telah di ejek.
"Ta.. tapi itu tidak ba.. baik ino-chan" hinata menyampaikan pendapatnya terbata.
"Tentu tidak apa hinata-chan, aku setuju dengan Ino. Ayo kita kerjai si Karin itu besok" pemuda berambut spike mengamini usulan Ino.
"Na.. naruto-kun.. aku ikut denganmu saja" dengan pasrah hinata menuruti sang kekasih.
"Ah ah tidak perlu seperti itu haha itu hanya masalah sepele" gadis yg sedari tadi hanya memandangi barbie barbie-nya itupun tertawa garing dengan tangan yg dikibas kibaskan.
"Itu benar, kalian harusnya bersikap baik disini. Kenapa kalian menjadi barbie yg nakal ? Ingin menjadi seperti chucky hah ?" Barbie bermasker pun mengangguk mendengar pernyataan sang majikan.
"Pfft chucky katanya ? Aku rindu dengannya" tenten terlihat seperti menahan tawanya dan nengingat kejadian dulu saat mereka bersama si boneka jail chucky.
"Tu.. tunggu ! Chucky si boneka jail itu ? Dia memang benar hidup seperti kalian ?" Emerald sakura memandang takut takut kearah tenten dan kakashi yg tadi membicarakan chucky.
"Ah iya saku-chan dia benar benar hidup dan yaah dia membunuh majikannya sendiri. Tapi itu tak sengaja, dia memang jail tapi yaa tak semengerikan di film film." gadis bercepol itu menjelaskan pada majikannya hal yg menurutnya lucu tapi tidak untuk sakura.
"Apa.. dia masih berkeliaran sampai sekarang ? Dan.. dan apa annabelle juga boneka yg bisa hidup !?" Tubuh sakura gemetar dan merinding diwaktu yg bersamaan.
"Hei kenapa membahas itu sekarang" shikamaru yg sedari tadi diam ternyata mulai jengah mendengar percakapan bodoh antara temannya dan majikannya.
"Tenang saku-chan ! Aku akan melindungimu dengan semangat masa mudaku. Yeeeaaaahhhh" barbie berpakaian hijau hijau yg berdiri paling depan tiba tiba berteriak semangat dengan api yg keluar dari seluruh tubuhnya. Barbie lainpun menjaga jarak dari barbie hijau itu, mungkin takut terbakar.
"Haha benar juga ya.. aku sedikit takut tentang hantu hantu" sakura tersenyum canggung menyadari mereka telah out of topic.
"Begini saja, besok kalau si Karin itu berbuat macam macam pada saku kita, kita baru bertindak. Tapi kalau besok dia tidak mencari masalah, hm kita biarkan dia. Bagaimana ?" Barbie berkuncir empat melerai perdebatan yg melelahkan itu dengan sebuah ide yg cukup baik.
"Huh ya kurasa itu bagus juga, awas saja kalau dia macam macam pada saku kita. Akan ku kerjai dia habis habisan uuh" ino mengacungkan kepalannya ke atas dengan muka kesal.
"Aku akan membantumu membersihkan sisanya ino-chan" barbie berambut klimis mencoba memeluk gadisnya yg dipanggil ino itu.
"Hehe terima kasih sai-kun" tangan mungil ino membalas memeluk barbie sai.
"Hehe terima kasih kalian mau membantuku ya" sakura tersenyum haru memiliki barbie barbie yg akan melindunginya.
"Itu bukan masalah besar saku-chan. Hehe iyakan teme ?" Naruto menyenggol barbie yg disampingnya.
"Hn. Tentu itu sudah kewajiban ku.. ma.. maksudku kami sakura" sasuke merutuki kesalahannya saat bicara tadi yg pasti jadi bahan ejekan oleh barbie bermata sapphire yg tadi menyenggolnya.
"Haha jadi kau hanya ingin melindungi saku-chan teme ? Hahaaaa." Benar kan ? Pasti itu dijadikan bahan ejekan.
"Eh ? Te.. terima kasih sasuke-chan" sakura menatap sasuke dan melemparkan senyumnya. Sementara sasuke berusaha mati matian menahan semburat merah di pipinya mendengar dirinya dipanggil sasuke-chan ileh majikannya.
"Hahaaaa sasuke-chan ! Lihat saku-chan berterima kasih padamu !" Dengan tak sadar naruto memukul mukul punggung sasuke sambil tertawa tawa. Itu tentu membuat sasuke kesal setengah mati pasa si sialan dobe.
"Heeh berhenti memanggilku seperti itu sakura." Sasuke menghela nafasnya berusaha bersabar dan menjelaskan baik baik pada majikan polosnya ini. "Dan berhenti memukul punggungku dobe !" Suara yg sarat akan kekesalan itu membuat naruto berhenti tertawa dan tentu berhenti memukul punggung sahabatnya, dengan segera naruto bersembunyi dibelakang hinata.
"Eh ? Memang kenapa sasu-chan ?" Sakura memiringkan kepalanya sedikit membuatnya terlihat imut. Sasuke yg melihat sakura bertingkah imut seperti itu menbuatnya kehilangan kata katanya.
"Itu.. argh terserah lah." Sasuke segera beranjak menuju rumah barbie birunya dengan pipi semerah tomat.
.
.
"Sakuu~ teman temanmu sudah datang." Mebuki haruno mengetuk pintu kamar anaknya perlahan.
"Iya kaa-san saku segera turun." Sahut anaknya dari dalam kamar.
Suara langkah kaki terdengar dari atas tangga, membuat 3 pasang mata yg berada dilantai bawah pun menatap ke sumber suara.
"Maaf membuat lama menunggu hehe." Sakura muncul dengan dress baby dollnya yg berwarna pink.
"Tidak apa sakura." Sahut salah satu dari mereka yg bernama matsuri.
Sakura memandangi teman temannya senang, matsuri sahabatnya memakai baju piyama putih bergambar beruang, shion memakai piyama tanpa lengan berwarna biru, dan karin memakai err dress tipis berwarna merah menyala atau itu seperti lingerie ? Entahlah sakura juga enggan mempermasalahkannya.
"Sakura kami pergi ke rumah nenek dulu ne, besok kaa-san dan tou-san pulang malam." mebuki menghampiri anaknya dan mengelus rambut anaknya perlahan sementara kizashi telah menunggu di mobil.
"Ah ya kaa-san hati-hati." Sakura melemparkan senyumnya pada sang kaa-san membuat kaa-sannya ikut tersenyum.
"Ah dan para gadis, silahkan nikmati pesta piyama kalian, anggap saja rumah sendiri yaa. Bibi pergi dulu, cemilannya ada di kulkas." Mebuki menatap teman teman sakura yg ditanggapi dengan anggukan ketiganya, mebuki segera beranjak menghampiri sang suami yg sedang menunggunya.
"Baik sakura, sekarang dimana kamarmu ? Ku harap kita bisa bersenang senang disini" dengan raut sinisnya karin mengangkat tas yg berisi peralatan menginapnya.
"Ah ya aku hampir lupa, ayo kita ke kamarku dilantai 2. Ah pelayan tolong antarkan tas tas temanku ke kamar ya." gadis haruno tersebut memerintahkan salah satu pelayannya lalu berjalan keatas di ikuti teman temannya.
"Woaah kamarmu besar sakura." Shion memandang takjub kamar sakura yg luas dan lengkap fasilitasnya, yeah shion dan matsuri tidak sekaya sakura orang tuanya hanyalah karyawan kantoran biasa. Sementara karin, ayahnya adalah mentri walau tak sekaya sakura tapi karin lebih kaya dibandingkan matasuri dan shion dan itu membuatnya makin sombong.
"Cih biasa saja, kalau kalian melihat kamarku pasti kalian lebih terperangah" ketus karin sambil berjalan mendahului yg lainnya untuk masuk ke kamar.
"Menurutku kamarmu tidak seluas dan secantik kamar sakura, karin" shion mengutarakan pendapatnya karna ia memang sempat berkunjung ke kediaman karin.
"Berisik shion, kau fikir kau memiliki kamar lebih bagus dari kamarku hah !?" Suara karin meninggi saat mendengar penuturan gadis berambut pirang tersebut.
"Hei sudah jangan bertengkar, kita disini untuk bersenang senang bukan ?" Sakura berusaha melerai perdebatan kedua temannya tersebut.
"Psst psst jadi itu yg namanya karin ? Dia terlihat seperti penyihir." tanpa disadari ke empat gadis yg kini tengah mengobrol sambil memakan camilan itu ternyada ada banyak pasang mata mini yg tengah memperhatikan mereka.
"Tapi dia cukup sexy kan ?" Kakashi yg paling dewasa dan mesum tersebut memandang tubuh karin yg hanya memakai lingerie tipis, otomatis pakaian dalamnya pun menerawang. Ucapan kakashi membuat seluruh pasang mata barbie wanita menatapnya tajam, sementara barbie laki laki memandang tubuh karin lalu menganggukan kepalanya bersamaan, bahkan sasuke yg dingin itupun terlihat memikir sebentar lalu menganggukan kepalanya perlahan.
"Dasar orang tua mesum !" Ino menatap jengkel barbie berambut perak tersebut.
"Ta.. tapi karin itu benar benar menyebalkan ya ? Di.. dia baru datang su.. sudah cari ribut." Hinata menggeram kesal mengingat tingkah karin yg menyebalkan.
Benar, awas saja kalau dia berani membuat saku-chan sedih lagi." Naruto mengamini perkataan kekasihnya dan mengerucutkan bibirnya menatap gadis berkaca mata.Ke-empat gadis yg tengah melakukan pesta piyama itu masih sibuk mengobrol sambil sesekali tertawa jika ada hal yg lucu. Sampai mata gadis bernama matsuri menatap pojok ruangan yg terdapat 3 rumah barbie yg berbeda beda warna.
"Sakura ? Apa itu rumah barbie mu ?" Pertanyaan matsuri sontak membuat gadis yg lainnya menatap arah yg di tunjuk matsuri.
"Ah ? Hehe iya ? Itu barbie lamaku." Sakura tersenyum canggung berharap rumah barbie itu tidak menarik perhatian teman temannya.
"Aku ingin melihatnya boleh ? Sudah lama tidak bermain barbie?" Matsuri berdiri lalu menghampiri rumah barbie tersebut.
"Ya aku juga ingin lihat ya saku ?" Shion ikut berdiri dan berjalan beriringan dengan matsuri.
"Kurasa itu satu satunya hal menarik dikamarmu sakura." Karin pun melakukan hal yg sama dan itu membuat sakura menggigit kuku jarinya gusar.
Sementara itu di dalam rumah barbie berwarna kuning, para barbie tengah berkumpul sambil bercakap cakap membicarakan rencana untuk mengerjai karin dan sama sekali tidak menyadari ada yg mendekatinya saking asiknya mengobrol.
Langkah kaki ketiga gadis itu terus mendekat menatap rumah rumah barbie besar yg lucu tersebut.
TBC
Ketauan ga ya kalau sakura punya barbie hidup ? Hoho maaf update lama, tiba tiba kemaren ga mood nulis gitu maaf ya.
SHL7810
Oke makasih sarannya yaa ^^ hoho semoga disini rada bener yaw
c2Yagami
Done ^^
c2de-chan
Haha ga kok, ada lee juga, sengaja biar kakashi ga jones sendirian wkks. Haha sasuke jadi manusia atau ga ? Itu masih jadi rahasia hoho :3 nanti di akhir cerita ketauan kok gimana wkks.
c2phanie
Oke diuasahain ya ^^
c2ZAA 30301y
Haha gitu ya ? Kalo gitu semoga ini ga jelek jelek amat ya ceritanya :') jadi ga malu maluin fandom ini juga :3
Sabila Foster
Done yaaa. ^^
FiaaATiasrizqi
Amin, makasih sarannya sangat membangun :') oke semoga disini udah bener yaa
Manda Vvidenarint
Maaf ga kilat, udah usaha dipanjangin nih tapi kayanya gagal :'v
BlackCherry712
Udah lanjut ya ^^
