"hei cobalah untuk mencari cinta baru. Jangan hanya kehilangan satu gadis saja kau jadi sangat kacau seperti ini. Di luar masih banyak gadis cantik dan dapat mencintaimu dengan tulus. Chapter 3 Update"

.

. Diclaimer : Naruto belong to Masashi Kishimoto

Warning : Typo, Ooc, Abal, romance, friendship

.

.

New Love

.

.

Naruto Cs : 17 tahun

Sakura : 16 tahun

Ino : 16 Tahun

Shion Cs : 17 tahun

Chapter 3

.

"hah… meningan aku bersihkan dulu semua ini, siapa tahu ada jejak dari si pelaku" kata Naruto sambil membereskan lemari, lantai, dan lain-lain yang membuat Sakura menahan suaranya agar tidak ketahuan.

Tap tap tap

Langkah kaki Naruto semakin mendekat kearah tempat Sakura berada saat ini. Sekarang Naruto sudah berada di depan meja belajar Kiba, dan hendak membersihkannya. "siapa sih yang be-" belum sempat Naruto menyelesaikan kata-katanya matanya terbelalak dengan sesuatu 'Pink' –rambut- yang langsung saja membuatnya ingat pada gadis yang sedang berjalan di halaman sekolah waktu itu.

"e-eh?" Tanya Naruto bingung dengan pemilik rambut itu

"BAKA BAKA BAKA!" maki Sakura buat dirinya sendiri dalam hati. 'tuh ketahuan kan? Siapa suruh mengikuti perintah Shion dan teman-temannya?' inner Sakura ikut-ikutan

"diam kau!" teriak Sakura dalam hati

Perlahan Naruto mulai menurunkan badannya sedikit demi sedikit berharap sang pelaku dapat di mintai penjelasan atas semua ini dan yang paling seru adalah dapat memberi pelajaran pada siapapun orang itu.

Yap… badan Naruto tinggal beberapa centi lagi hingga…

Naruto membulatkan mata ketika melihat siapa gadis yang ada di depannya, Sakura juga menampakan ekspresi cemas sambil menggigit bibir bawahnya. Sekarang ketahuan sudah kalau dia yang masuk kedalam kamar pemuda pirang yang ada di hadapannya.

Masih dalam posisi yang sama "hei.. kamu kenapa masuk kesini?" Tanya Naruto memulai pembicaraan sambil menyerngitkan dahinya bingung.

"e-eh? A-ano.." Sakura merasakan geli di bagian bawah kakinya namun tak di perdulikannya "itu.. um" masih dalam posisi begitu Sakura merasakan sesuatu yang menggelitiknya makin naik hingga ke betisnya, 'apa itu?' batin Sakura sambil melihat apa yang membuatnya geli begitu.

"Kyaaaa…. KECOOAAAKKK!" teriak Sakura sambil melompat dari tempat persembunyiannya tadi

'BUGGH'

Sakura yang melompat, kehilangan keseimbangannya dan menubruk pemuda pirang di hadapannya ini? Ups! Mata Sakura dan Naruto sama-sama terbelalak. Bagaimana tidak? Wajah mereka sangatlah dekat tinggal beberapa centi lagi mereka bisa di bilang –berciuman- hingga mereka dapat merasakan deruhan nafas dari mereka sendiri.

'Cantik, ternyata kalau di lihat lebih dekat, dia sangatlah cantik. Apalagi matanya' batin Naruto

'BLUSH'

Wajah Sakura memerah bak kepiting rebus, begitu juga Naruto tak kalah merahnya. Keduanya masih dalam posisi yang sama namun Naruto segera menampakan seringaian liciknya yang membuat Sakura bingung.

'Bug'

Naruto memutar posisi mereka. Yang tadinya Sakura yang menindihnya, sekarang sebaliknya ia yang menindih Sakura. Hah lagi-lagi sifat mesum kakeknya (Jiraya) tertular padanya.

"a-apa yang a-akan kau lakukan?" Tanya Sakura bingung masih dengan wajah yang memerah.

"sepertinya aku tahu hukuman yang tepat untukmu!" kata Naruto tanpa menjawab pertanyaan Sakura, yang membuat Sakura menelan ludahnya dengan susah payah..

"he-hei lepaskan aku!" suruh Sakura gelagapan, baru kali ini dia sedekat ini dengan pria kecuali ayahnya. Jelas saja dia malu, apalagi posisi mereka sekarang…

"tidak akan!" kata Naruto masih dengan seringaiannya.

Sakura makin menyerngitkan dahinya "kalau begitu a-aku akan melapormu ke T-Tsunade-Sensei!" tantang Sakura

"oh ya? Kau yakin? Aku bisa melaporkanmu loh! Kalau kau masuk ke asrama putra!" kata Naruto sengit, seolah balik menantang gadis di depannya ini

Sakura mulai kesal dengan lelaki pirang di hadapannya ini, tapi ia memang akui kalau dia tampan. 'blush' wajah Sakura lagi-lagi memerah, apa sih yang dipikirkannya? Segera di tepis perasaan gila itu.

Aduh bagaimana ini? Aku kan tidak teralu tahu cara melawan orang sepertinya apalagi dia laki-laki. Dulu sih aku pernah nonton siaran Tv yang sering di nonton ayahku di desa kelahiranku suna, SmacDown tapi aku kan tidak tahu, mungkin sebuah tonjokan, pukulan, tinju, yap itu saja…

"mau berse-" belum sempat Naruto melanjutkannya,

"SHANAROO" sebuah bogem mentah mendarat mulus di wajah Tampan Naruto, yang berhasil membuatnya mundur dan membuat Sakura mendapat kesempatan untuk berdiri.

"Ugh.. kau ini perempuan! Tapi tenagamu kayak monster sama kayak laki-laki" dengus Naruto kesal sambil mengelus pipi kirinya, yang tadi sempat menjadi tempat gadis Bublegum menonjoknya.

'wow. Aku kuat juga yah? Kyyaaaa aku bisa memukulnya sampai mundur! Sakura memang hebat!' batin Sakura semangat karena bisa membuat Naruto mundur beberapa langkah

"Ck. Habisnya kau HENTAI…" kali ini Sakura benar-benar marah pada orang tampan gila(?) di hadapannya ini.

"hhehe… habisnya kau cantik sekali!" puji Naruto sambil menyeimbangkan posisinya dan menampakan cengiran khasnya yang lagi-lagi berhasil membuat Sakura Blushing namun Sakura segera mengelengkan kepalanya agar semburat merah tersebut dapat menghilang dari pipinya.

"eeh… tapi ngomong-ngomong kau datang kemari karena apa? Sakura?"

"ehh? Dari mana kau tahu namaku?"

"tidak penting. Yang penting sekarang kau itu kenapa datang kemari? Di Bully gank Princcess lagi?" Tanya Naruto yang lagi-lagi membuat Sakura bingung kenapa ia tahu semuanya? Perasaan dia adalah anak yang kurang di perhatikan murid-murid lain tapi yah mungkin saja pemuda ini tahu karena sering melihat Sakura di Bully, ditambah baru kali ini dia melihat Naruto. Apa kurang Update banget yah Sakura sampai dia tidak terlalu tahu murid di sini?

"dari mana kau tahu? Huh? Atau kau…mata-mata?" Tanya Sakura sambil menyepitkan matanya

"hah.. sudah ku bilang itu tidak penting! Yang penting itu kenapa kau berada di sini?"

"a-aku…" kata Sakura sambil memalingkan wajahnya ke arah kiri dan matanya membulat ketika melihat..

Di sana sebuah gelang berbentuk bulat berwarna keemasan dengan berlian di sampingnya, di bawah rak buku kecil.

"jadi..?" Tanya Naruto sekali lagi sambil melangkah maju selangkah kearah Sakura, yang reflex membuatnya mundur selangkah juga ke arah gelang itu berada.

Tap Tap Tap

Beberapa langkah Naruto ambil, begitu pula dengan Sakura yang mundur. Hingga sekarang Sakura berada bersandar di rak buku tersebut.

Tap Tap

Naruto maju beberapa langkah dengan tanda Tanya besar masih ada di kepalanya tentang gadis di depannya ini.

aku harus cepat mengambil gelang ini! Tidak boleh kalau sampai dia mengunci pergerakanku, untung saja dia tadi melangkah maju membuatku ada ala an sampai mundur. Ck, dia pikir bisa mengalahkan kecerdasanku? Tidak mungkin!

"jadi, kau ke-"

"Sekaraang!"

Belum sempat Naruto menyelesaikan kalimatnnya, sakura segera menunduk dan mengambil gelang itu dengan gerakan cepat kemudian berlari keluar kamar tersebut.

'aku harus cepat' batin Sakura sabil terus melangkahkan kakinya

Sementara Sakura yang berada di luar kamar, Naruto segera berdecih kesal karena bisa terkecoh. Tapi tadi tidak sengaja ia melihat gadis itu mengambil 'gelang' di bawah rak buku Kiba. Apa jangan-jangan memang benar kalau dia di perintah gank Princcess lagi?

"ck. Ya sudah itu juga bukan urusanku! Tapi aku harus bertemu lagi dengan gadis itu besok!" kata Naruto lalu berjalan kea rah kasur Kiba yang berwarna agak kecoklatan itu.

'Aku harus berterimah kasih pada Kiba'

^_^BlueCherry^_^

Tap Tap Tap

Langkah kaki gadis bersurai pink tersebut terdengar di sepanjang koridor utama. Ya sekarang ia sudah keluar dari Asrama Putra, dan juga ia sudah keluar dari Cowok Pirang itu. Siswi kelas 2 itu segera melangkahkan kakinya menuju ruang music di mana ia dan Gank Princess sempat bertemu tadi siang.

Segera ia belokan kaki jenjangnya ke arah kanan tempat ruang music itu berada. Sepertinya ia harus demo kepada yang merancang bentuk sekolah ini, karena terlalu banyak liku liku.

Tap Tap

Suara langkah kaki Sakura semakin pelan kerika dirinya sudah dekat dengan ruang music tersebut. Sepertinya di sana gank Princcess ada karena terdengar music yang Sakura tahu berasal dari handphone. Mana mungkin mereka mau memainkan salah satu dari alat music di situ? Yang ada mereka pasti akan di hukum karena keluar dari Asrama.

CLEK

Pintu berhasill Sakura buka, dan terlihatlah tiga orang –ralat. Dua orang sedang duduk santai di kursi yang berkapasitas untuk tiga orang sambil memegang handphone mereka masing-masing.

Konan dan Karin masih belum menyadari jika kini sosok Sakura telah berdiri di depan mereka, hingga Konan yang sedang menunduk melihat sepatu Kets Putih bercampur Hijau tepat di hadapannya segera mendonggakan kepala menatap wajah –Konan memang mengakui kalau Sakura itu Cantik- Sakura.

"Sudah datang ya?" Tanya Konan dingin membuat Karin segera melepas earphone yang bertengger di telinganya dan menatap Sakura.

"tak ku sangka kau berhasil, padahal itu kamar Kiba loh.. jarang sekali ada orang apalagi gadis yang di beri masuk kedalamnya.." kata Karin

Sakura POV

Eh Kiba? Bukannya tadi itu cowok pirang? Kan Kiba berambut cokelat dan tato segitiga panjang merah di kedua pipinya. Kalau yang tadi kan punya tanda lahir seperti kucing. Atau dia penyusup? Atau memang gank Princcess yang salah memberi nomor kamar, tapi tak mungkin kan gelangnya ada di situ.

"Ehem.. jadi mana gelangnya?" Tanya Karin yang sukses membuatku tersentak dan meninggalkan sejumlah pertanyaan yang ada di benakku.

"ini.." kataku sambil mengambil gelang yang ada di saku sweater putihku.

Dengan cepat si merah di hadapanku inii mengambil gelang tersebut lalu memakainya, kemudian menyeringai.

"bagus.. ini dia gelangku! Selamat yah.. kau sudah bebas sekarang dari kami.." katanya sambil berlalu pergi melewatiku dengan gaya centilnya di susul Konan.

Melihat mereka pergi dari ruangan music, aku pun segera melangkahkan kakiku kearah yang sama dengan tempat mereka pergi tadi.

"Hahh.. akhirnya selesai juga,, walaupun harus ketemu dengan pemuda pirang mesum tadi, yang penting aku bisa bernafas lega karena gank Princcess tidak akan menggangguku lagi. Hahh" dengusku pelan..

Normal POV

"Ck. Kamar Kiba bau anjing!" gerutu Naruto kesal, karena tidurnya terganggu oleh bau tak sedap milik anjing Kiba.

'ngomongin Kiba, tuh anak ada di mana yah sekarang? Aaarrgghh ga usah di pusingingin,, yang penting sekarang itu tidur!'

.

.

Konoha Academy High Schooll 06.45

"aduh.. aku tidur kemalaman lagi, jadinya bangun telat! Aerrgghh jam segini lagi.." gerutu Sakura kesal karena baru bangun, sepertinya ia harus igat baik-baik pesan Ibunya di desa Suna. Jangan tidur kemaleman!

Segera Sakura melangkahkan kakinya menuju ke dalam kamar mandi yang sudah tersedia di kamar tersebut, lalu membasuh wajahnya di teruskan dengan membersihkan badan "yah sekali-kali tak mandi tak apalah.. hhehe' pikirnya. Lalu segera mengambil baju seragam Khusus K. academy Hig Schooll, yaitu baju sailor moon berwarna biru.

Setelah merasa bahwa penampilannya kini sudah baik, Sakura segera mengambil tas dan buku-buku pelajarannya, dan segera berlari keluar kelas. Yah, karena sekarang sudah 06.58. berarti tinggal tersisa tiga menit.

'waduh.. aku harus cepat-cepat!' gumam Sakura sambil terus berlari melangkah kea rah gedung Utama.

^_^BlueCherry^_^

Konoha academy High Schooll, 07.09 kelas 2A

Tup Tup

Terdengar suara ketukan jari tangan seorang Anko-Sensei di atas meja gurunya menanti sang murid menjawab pertanyaaannya.

"jadi, Haruno?" Tanya sang Sensei

Bagaimana Sakura tidak kebingungan coba? Masa dia di beri soal yang susah, bahkan belum ia pelajari? Ya, ia akui memang kalau ia salah! Tapi masa di beri soal di papan tulis dan yang lebih parahnya lagi, ia belum mempelajarinya.

"aduh… bagaimana ini?" gumam Sakura pelan dan dapat di pastikan tidak ada seorangpun yang dapat mendengarnya.

"A-ano sensei.. saya ti-tidak tahu ja-jawabannya.." kata Sakura jujur. Yang langsung membuat seisi kelas tertawa terbahak-bahak

"GGYAHAH-"

"DIAAMM!" serentak, semua muridpun terdiam akibat bentakan sang guru killer tersebut.

"keluar dari kelas, angkat kakimu sebelah, dan jangan lupa. Jewer telingamu!" Suruh Anko sambil duduk kembali ke meja guru.

Mendengarbhal itu Sakura meneguk ludah. Memang dasar guru Killer! Umpatnya kesal. Sudah berapa banyak murid yang kesal pada guru yang satu ini? Ow.. hampir semua murid.

"Eh? Kenapa masih diam di situ? Cepat pergi atau ku tam-" belum sempat Anko menyelesaikan kalimatnya, Sakura segera memotongnya dan bersiap pergi.

"Ha'I Anko-sensei.." katanya lalu pergi ke luar kelas dan melakukan apa yang di perintah Anko tadi.

^_^BlueCherry^_^

Kita tak akan pernah tahu kapan Cinta datang di antara kita. Kadang Cinta berakhir indah dan ada juga yang berakhir dengan apa yang tak kita inginkan. Itulah Cinta. Semuanya sulit di tebak. Saling mengerti, peduli, kasih sayang, dan Cinta yang berakhir indah yang kita harapkan. Namun apa jadinya jika itu tidak terjadi, dan malah sebaliknya?

. . .Tzuzuku. . .

.

Yeah akhirnya chapter ini selesai juga, walaupun Chapter kali ini, mungkin lebih pendek dari yang sebelumnya karena Poppi juga masih kelas 1 SMP yang masih terputus-putus imajinasi dan idenya, hhehhe ^_^. Poppi agak telat yah Updatenya? Huh.. ini semua gara-gara tugas yang menumpuk. Tapi mudah-mudahan minna suka yah dengan fanfic abalku ini? Beri saran, kitrik dan juga pendapat yah?! Biar Poppi dapet inspirasi lagi ^_^ (lewat REVIEW atau Inbox)

Balasan REVIEW

Uzumaki Satoshi : ia, hehe boleh kok. Yap Poppi bakalan ngeusahain agar ga salah2 ketik. Gomen Poppi ngetiknya malem-malem, mata jadi buram hehehe. Arigatou yah, sering-sering REVIEW^_^

Gray Areader : ia, ini udah Poppi usahain kok buat ngejelasinnya. Eh gak kok, kamu gak terkesan ngatur2 aku, justru dengan begini aku jadi dapet inspirasi buat Fic kedepannya. Arigatou yah, sering-sering REVIEW ^_^

Samsulae29 : yah ini udah di lanjutin, Arigatou yah, sering-sering REVIEW ^_^

Guest 1 : yah, hehe Poppi tentu saja akan membuat Fic ini penuh dengan semangat masa mudah dan boleh gak kalau ngereview di tulis namanya? Biar gak bingung gitu manggil apa? (aduh,, Poppi udah terlalu ngatur-ngatur yah? Gomen-ne) Arigatou yah, sering-sering REVIEW

Guest 2 : yap, ini udah Poppi lanjutin. Sering-sering Review yah? ^_^ dan kalau bisa Poppi saranin, tulis nama nya yah? Arigatou..

Arigatou yang udah ngeREVIEW

Arigatou yang udah ngeFOLLOW

Arigatou yang udah ngeFave

Dan juga makasih buat yang udah ngebaca Fic kedua Poppi ^_^

Dan Chapter kali ini Popppi akhiri dengan kata…

R
E
V
I
E
W