Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto

Inspiride by : OreImo

Summary : Punya adik perempuan yang sangat manis dan imut, hebat dan berbakat menjadi ninja, serta menjadi idola banyak orang tentu menjadi kebanggaan buat seorang kakak. Tapi itu tidak berlaku untuk Bolt, apa yang bisa dibanggakan dari adik perempuan yang sombong, egois, suka seenaknya, pemarah, dan ceroboh seperti Himawari? Tentu saja, TIDAK ADA. Disinilah kesabaran seorang kakak di uji. Simak saja ceritanya. . .

Genre : Family, Sci-fi, Adventure, Drama, & Romance

Rate : T

Setting : Canon, Dunia Shinobi Modern, Konoha Metropolitan

Warning : Teen Naruto New Generation, Typo, OOC, Humor garing, Gaje, Menistakan banyak chara dll.

Senin, 28 September 2015

Happy reading . . . . .

My Cute Sister? Nonsense

By Si Hitam

Chapter 3. Misi Penyelamatan Seorang Profesor Part I.

Oni no Kuni, negara iblis. Sebuah negara kecil yang sangat makmur. Sejak perang dunia shinobi ke empat berakhir, negara kecil ini juga tidak luput dari era modernisasi. Sejak dahulu, penghasilan utama negara ini berasal dari sektor agraris dan hingga sekarang pun sektor ini memang masih menjadi sumber pendapatan terbesar bahkan berkembang pesat karena terjadi modernisasi dalam cara bercocok tanam.

Gandum sebagai komoditas utama dikelola dengan teknologi canggih, dari mesin-mesin pertanian, saluran irigasi, pabrik pengolahan biji gandum, hingga laboratorium penelitian bibit unggul dan penanganan hama, semua fasilitas lengkap dimiliki oleh negara ini.

Oni no Kuni dipimpin oleh seorang wanita, lebih tepatnya seorang miko atau pendeta wanita bernama Shion. Wanita cantik berambut pirang berkulit putih dengan bentuk tubuh ideal yang menjadi dambaan banyak pria. Konon katanya, pemimpin negara ini pernah dekat dengan Hokage Ketujuh Konoha saat ini sewaktu mereka masih muda.

Kedua pemimpin tersebut pernah terlibat skandal, yang mengatakan bahwa Shion pernah mengajukan lamaran untuk menjadikan Naruto suaminya dan naruto telah bersedia menerima lamaran itu. Tapi dengan tegas, sang hokage membantah dan menyebut itu hanyalah skandal yang dibuat oleh orang iseng. Akibat isu ini, Naruto harus sendirian mengurus rumah karena Hinata pulang ke Mansion Hyuga selama dua minggu lebih dengan membawa serta kedua anak mereka.

Sekarang beralih kepinggiran wilayah Oni no Kuni karena cerita ini tidak membahas skandal kedua pemimpin negara tersebut. Tepatnya sebuah fasilitas pembangkit sumber energi baru. Fasilitas ini adalah hasil kerjasama Oni no Kuni dengan Hi no Kuni (Konoha) atas usulan Oni no Kuni untuk memenuhi kebutuhan energi rakyatnya.

Tidak jauh dari fasilitas ini tengah terjadi sebuah pertempuran. Pertempuran memperebutkan seorang peneliti yang bekerja difasilitas itu. Kenapa diperebutkan? Karena peneliti itu sangat penting perannya bagi kedua negara, dan kepalanya dapat ditebus dengan harga yang cukup mahal.

Pertempuran ini dialami tim 7 dari konoha, yang misi awalnya hanya untuk menjemput terpaksa berubah ranking misinya karena bentrok dengan sekelompok penjahat yang menyandera peneliti itu. Penjahat itu berniat ingin minta tebusan. Oleh karena itulah tim 7 terpaksa bentrok dengan mereka. Namun sepertinya sekarang tim 7 dalam keadaan terdesak.

Pertarungan tim 7 yang beranggotakan 3 orang gadis muda, melawan sekelompok penjahat berjumlah 12 orang. Ditengah pertempuran, terlihat seorang gadis muda berambut panjang berwarna indigo gelap tengah dikeroyok 4 orang pria dewasa. Walaupun bergitu pertarungan terlihat seimbang.

Sementara anggota lain masing-masing kubu masih ditempatnya saling berhadapan. Mereka bukannya membiarkan pertarungan hanya dilakukan oleh 5 orang didepan mereka. Bagi tim 7 ini merupakan bentuk formasi awal mereka menghadapi musuh yang baru pertama kali mereka hadapi.

Himawari melakukan serangkaian uji coba serangan kepada lawan, karena dalam hal bertarung maupun ketahanan tubuh, Himawari adalah yang paling unggul dalam tim. Sedangkan Ryuzetsu, gadis langsing dengan tinggi semampai berambut putih sedang duduk jongkok menumpukan lutut kirinya memasang pose berpikir (seperti posisi berpikir Shikamaru). Tugasnya adalah mengamati pertarungan dan menganalisis situasi kemudian membuat strategi jitu. Tim 7 adalah tim kuat yang profesional, mereka tidak pernah meremehkan lawan yang mereka hadapi apalagi bermain-main dengan lawan mereka.

Sementara Amaru, gadis dengan badan mungil berambut merah dengan kulit yang berwarna agak kecoklatan, berperan sebagai ninja medis dalam tim 7. Dia selalu siap memberikan backup kepada Himawari jika mendapat luka atau stamina Himawari mulai menurun. Didalam tim ini, mereka bukannya mengandalkan Himawari saja untuk bertarung. Jika mereka sudah mendapatkan strategi jitu yang tepat, mereka semua akan maju untuk memberikan serangan efektif mematikan yang mampu melumpuhkan gerakan musuh dengan cepat.

"Kalian, tangkap gadis berambut gelap panjang yang tengah bertarung paling depan itu hidup-hidup. Dia merupakan aset yang lebih berharga daripada sandera kita karena dia adalah putri hokage" kata seseorang dari kelompok penjahat itu yang berada cukup jauh dari tempat pertarungan. Dia terlihat sangat tenang bersama 3 orang anggota lain didekatnya.

"Roger" sahut anggota kelompok penjahat yang lain bersamaan.

Himawari sudah beberapa menit beradu taijutsu dengan 4 orang yang mengeroyoknya. Saling pukul dan tendang dengan lawan. Walaupun Himawari dikeroyok, dia masih mampu mengimbanginya karena dengan Byakugan dia dapat melihat semua posisi musuh berkat penglihatan dengan sudut pandang 3600.

Namun beradu taijutsu dengan 4 orang sekaligus tidak mudah bagi Himawari, karena dua diantara orang yang mengeroyoknya menggunakan senjata. Hal ini tentu kurang menguntungkan karena Himawari mengandalkan taijutsu khas klan hyuga yang tidak menggunakan senjata apapun untuk pertarungan jarak dekat seperti ini.

Kagebunshin no Jutsu

Terbentuk seorang klon disamping Hima yang asli. Dengan dua Himawari, mereka membuat sebuah satu putaran bola angin besar di telapak tangan yang mereka satukan.

Oodama Rasengan

Kedua tubuh Himawari melesat maju mengarahkan rasengan bola besar di tangan mereka untuk menyerang keempat musuh yang dilawannya tadi. Walaupun jutsu ini hanya efektif untuk menyerang musuh satu lawan satu, tapi setidaknya dengan jutsu ini Himawari bisa membuat serangan berdaya hancur besar untuk mengacaukan formasi keempat musuh yang dihadapinya tadi.

Namun ternyata para musuh juga memiliki strategi, 4 orang yang tadi beradu taijutsu dengan Himawari mundur sedikit dan melakukan swicth, pergantian posisi dengan 3 orang yang berada tidak jauh dibelakangnya.

Doton : Doryuheki

Ketiga orang yang tadi maju mengeluarkan jutsu yang sama untuk membentuk tiga lapis dinding tanah. Dengan dinding tanah ini jutsu kuat milik Himawari dapat ditahan walaupun ketiga lapis dinding tanah mereka harus hancur. Himawari mundur beberapa meter kebelakang untuk menjaga jarak aman dari musuh.

Masih terdapat kepulan asap karena adu jutsu tadi. Setelah asap hilang, terlihat semua anggota penjahat masih berdiri tegak. Himawari tidak mau lagi mengambil resiko bertarung jarak dekat dengan musuh, karena merasa kurang diuntungkan.

Menggunakan jutsu legendaris andalan paman Neji 'Jyukenho Hakke Rokujuuyonsho' (64 pukulan suci) yang hebat pun dirasa kurang tepat karena jutsu itu hanya mampu mematikan gerakan satu sampai tiga orang musuh saja. Dengan jumlah musuh yang banyak, Himawari tentu akan jadi bulan-bulanan saja setelah menyelesaikan jutsu itu sebab setelah melakukan 64 pukulan beruntun dengan sangat cepat, dirinya perlu waktu untuk mengambil nafas dan tidak mungkin seorang ninja mengambil nafas di teritori musuh saat bertarung. Oleh karena itu, Himawari memutuskan untuk menggunakan ninjutsu jarak menengah.

Himawari memusatkan chakranya ditelapak tangan, dengan begitu dia memebentuk ruang udara bertekanan tinggi ditelapak tangannya.

Hakke Kuusho

Himawari melesatkan tiga pukulan tenaga dalam itu secara berurutan ke udara dihadapannya dan diarahkan langsung pada musuh. Ini merupakan salah jutsu jarak menengah yang dimiliki Klan Hyuga. Dengan mengirimkan gelombang kejut diudara yang berasal dari pukulan tenaga dalam, jutsu ini efektif untuk menghancurkan benda apapun yang dilaluinya.

Pihak musuh yang mengetahui dirinya diserang tentu tidak tinggal diam.

Doton : Ryuusei Shotto

Tiga orang yang sebelumnya menggunakan jutsu pelindung tanah, segera menghentakkan kaki mereka sehingga sebongkah besar tanah terangkat keudara. Kemudia bongkahan tanah itu ditendang, sehingga tanah itu terlempar kuat ke arah Himawari. Kedua jutsu itu beradu, dan ternyata hasilnya seimbang.

"Hima-chan, awas ada jutsu yang menyerangmu lagi" Amaru yang berada tidak jauh dari Himawari berteriak memperingatkan agar berhati-hati.

Ternyata ada tiga bola api yang cukup besar mengarah ke Himawari, pelakunya tidak lain adalah anggota musuh yang berada sekitar 50 meter dari tempat pertarungan. Menggunakan ninjutsu jarak jauh yang dengan daya hancur cukup besar, mereka menunggu momen yang tepat dimana pertahanan Himawari lengah untuk melancarkan serangan mereka.

Hakkesho Kaiten

Himawari melepaskan chakra keseluruh titik chakra ditubuhnya, lalu berputar dengan kecepatan tinggi, sehingga membentuk kubah chakra untuk melindungi dirinya dari serangan jutsu tadi. Tiga bola api berukuran sedang terpental tak beraturan arah setelah mengenai kubah chakra yang dibentuk Himawari dengan putaran berkecepatan tinggi. Setelah menyelesaikan jutsu pertahanan ini, Himawari terengah-engah karena kelelahan akibat menahan serangan dari 3 bola api sekaligus.

Amaru langsung menghampiri Himawari, dia memberi pil pemulih stamina. "Hima-chan, telan pil ini untuk memulihkan tenagamu" perintah Amaru. Himawari menurut dan segera menelan pil itu.

"Sebaiknya kita mundur dulu, aku sudah mengirim pesan ke konoha untuk meminta bantuan. Aku sudah memperoleh cukup banyak data pertarungan kali ini jadi lebih baik kita mundur untuk membuat strategi. Aku yakin para penjahat itu juga tidak akan pergi jauh karena mereka minta tebusan untuk orang yang mereka sandera dan sekarang mereka juga mengincar Himawari" perintah Ryuzetsu pada kedua rekannya yang juga telah berada didekat Himawari.

Himawari lalu memegang tangan Amaru dan Ryuzetsu, kemudian mereka bertiga menghilang dalam sekejap.

Setelah karena tim 7 kabur, kelompok penjahat itupun berkumpul.

"Cih, mereka kabur. Padahal jika kita berhasil menangkap gadis yang tadi bertarung dengan kita, kita akan kaya raya. Dia adalah putri hokage, Uzumaki Himawari yang terkenal itu. Aku yakin kita pasti akan dapat uang tebusan yang sangat banyak" kata pemimpin mereka, seorang lelaki berbadan tegap dengan tinggi sedang serta berambut hitam pendek.

"Dari cara mereka kabur tadi, aku yakin itu adalah teknik hiraishin yang terkenal sangat hebat" kata salah seorang anggota kelompok itu.

"Aku tahu, tapi melihat dia menggunakan hiraishin hanya untuk kabur dan tidak digunakannya dalam bertarung, aku yakin hiraishin yang dia gunakan memiliki kelemahan. Tidak seperti hiraishin milik kakeknya, hokage keempat yang menurut cerita dengan hiraishin itu dia mampu membantai habis ratusan pasukan iwa dalam sekejap mata saat perang dunia ketiga" jawab pemimpin mereka.

Para anggota kelompok penjahat terkesima mendengar penuturan pemimpin mereka.

"Sudahlah, aku cukup tau bagaimana sifat keluarga uzumaki. Dari cerita yang kudengar, mereka memiliki semangat tinggi, pantang mundur dan pasti akan menyelesaikan masalah yang dihadapinya sampai tuntas. Jadi kita tunggu saja, mereka bertiga pasti akan menyerang kita kembali. Yang perlu kita lakukan hanyalah menunggu dengan waspada, mengerti?" lanjut pemimpin mereka lagi.

"Baik kapten." jawab semua anggota kelompok itu serempak.

.

"Haaaah,, aku haus. Boleh aku minta air minum Amaru-chan?"

"Ini, minumlah. Kau sudah berjuang keras Hima-chan" Amaru segera memberi botol berisi air minum kepada Himawari.

"Kita beristirahat disini saja dulu, tempat ini sepertinya cukup aman" sambung Ryuzetsu.

Mereka bertiga sedang berada di dalam hutan yang tidak terlalu lebat, pohon-pohon disini jaraknya tidak terlalu berdekatan. Tempat ini cukup jauh jaraknya dengan tempat bertarung tadi. Mereka berhasil kabur dari para penjahat menggunakan hiraishin milik Himawari, setelah bertarung cukup sengit ditanah lapang di pinggir hutan tadi.

Memang, semenjak Himawari menguasai hiraishin, mereka segera memanfaatkan jutsu ini. Karena Himawari baru bisa menggunakan hiraishin dan ada delay atau jeda waktu 30 detik setiap berteleport, hiraishin tidak mereka gunakan dalam pertarungan, karena kelemahan ini cukup merepotkan.

Jadi atas saran Ryuzetsu, hiraishin ini walaupun belum sempurna, tapi masih bisa digunakan sebagai sarana untuk kabur. Setiap mereka menjalankan misi, mereka selalu memikirkan resiko. Himawari selalu menanam satu segel hiraishin disuatu tempat aman untuk berjaga-jaga ketika mereka terdesak. Jadi mereka dapat kabur dengan cepat sehingga musuh tidak mungkin mengejar mereka.

Cara ini sangat efektif ketika mereka menjalankan misi tanpa jounin pembimbing mereka Mirai Sarutobi, karena hiraishin yang dikuasai Himawari hanya mampu membawa maksimal dua orang untuk berteleport. Sungguh, tim 7 adalah tim kuat yang selalu penuh dengan persiapan.

"Amaru, kau periksa keadaan Himawari, siapa tau dia ada terluka setelah pertarungan tadi" perintah Ryuzetsu pada rekan setimnya. Ryuzetsu memang seperti ini, ketika mejalankan misi, dia menjadi seorang pemimpin tim yang tegas dan selalu mempedulikan rekannya. Dia selalu mebuat keputusan cepat dan tepat ditengah misi yang dijalankannya.

Ryuzetsu terbilang cukup jenius sehingga sejajar jika disandingkan dengan ninja-ninja dari Klan Nara. Nama Ryuzetsu cukup terkenal ditelinga para petinggi konoha, salah satunya Shikamaru. Tapi karena Shikamaru pemalas, dia tidak mau menjadi guru dari Ryuzetsu. Namun walau begitu, Ryuzetsu cukup dekat dengan senpainya diakademi, Shikadai Nara anak dari Shikamaru, bahkan mereka berdua tidak jarang terlihat main shogi bersama. Tapi kalau tidak dalam misi, Ryuzetsu beda jauh. Dia cenderung cuek dengan keadaan sekitar, tidak banyak bicara namun sangat perhatian pada temannya.

"Ok" jawab Amaru dengan semangat.

Amaru segera memeriksa keadaan Himawari. Sebagai ninja medis dalam tim, memang sudah pekerjaannya seperti ini. Amaru merupakan ninja medis muda yang hebat jika dibandingkan dengan ninja medis lain seumurannya. Karena bakatnya inilah, ninja medis terkenal sekelas Tsunade dan Sakura mau memberikan pelatihan khusus untuknya. Sekarang Amaru masih melanjutkan kelas medis dengan Shizune-sensei, seorang wanita paruh baya yang dulunya adalah asisten Nona Tsunade.

Himawari sepertinya telah tertidur, padahal baru beristirahat sejenak. Himawari tidur dengan menyandarkan punggungnya pada sebuah pohon. Ryuzetsu dan Amaru tidak bisa melarang, karena Himawari telah berusaha keras bertarung sendirian untuk mecari titik lemah lawan. Jadi wajar saja Himawari kelelahan.

"Eh, kenapa bisa begini?" Amaru terkejut karena ada sesuatu yang tidak wajar saat memeriksa keadaan Himawari

"Ada apa Amaru?" tanya Ryuzetsu karena penasaran dengan suara terkejut dari Amaru. Diapun mendekati Amaru.

"Ini, tidak mungkin. Hima-chan memiliki cedera yang cukup parah ditangannya."

"Hah? bagaimana bisa. Coba periksa sekali lagi Amaru."

Amaru memeriksa lagi dengan teliti kondisi tangan Himawari. Cukup lama Amaru memeriksanya agar tidak ada bagian yang terlewat.

"Bagaimana?" tanya Ryuzetsu karena semenjak tadi Amaru masih diam.

"Ini bohong kan?" Amaru terlihat tidak percaya dengan hasil yang ia peroleh.

"Kenapa memangnya?"

"Tangannya kalau dilihat saja memang terlihat tidak terluka, tapi ketika ku periksa dengan lebih teliti hasilnya sangat berbeda. Bagian dalam tangan kanan Hima-chan mengalami cedera parah, banyak sel-sel saraf dan sel otot ditangannya yang mati membeku, bahkan struktur tulang pergelangan tangannya juga lebih rapuh dari tulang manusia normal"

"Ini aneh. Ketika kita tadi bentrok dengan kelompok musuh, Himawari tidak menerima serangan fatal. Bahkan ketika beradu taijutsu dengan musuh, Himawari dapat mengimbangi mereka. Apa dia terkena racun?"

"Tidak. Racun tidak akan membuat cedera seperti ini. Kalaupun memang benar kena racun, pasti akan segera menjalar kebagian tubuh lainnya. Cedera Hima-chan hanya ditangannya saja"

"Oh iya, aku ingat Amaru. Saat aku mengamati pertarungan Himawari tadi, dia lebih sering menggunakan tangan kirinya untuk menyerang lawan. Dia juga tampak kesakitan ketika menahan pukulan musuh dengan tangan kanannya. Berarti cedera ini bukan dari pertarungan tadi, tapi sudah ada sebelum kita bertarung"

"Kau benar Ryu-chan, aku akan memberikan perawatan pada tangan kanannya dulu. Walau tidak bisa segera menyembuhkannya, paling tidak rasa sakitnya akan berkurang"

"Kita tanyakan saja ketika dia bangun nanti Amaru. Sepertinya dia sengaja merahasiakan ini dari kita. Aku tau Klan Hyuga memiliki obat salep khusus yang dapat menyembuhkan luka luar dengan cepat, makanya tangan Himawari tampak tidak apa-apa jika dilihat sekilas"

"um" Amaru mengangguk menyetujui pernyataan Ryuzetsu.

.

.

.

Ditempat lain, jauh dari tempat pertarungan yang baru saja terjadi, lebih tepatnya diruang kerja hokage. Setelah sepasang muda-mudi keluar dari ruangan itu, tersisa tiga pria paruh baya disana.

"Kau yakin hanya mengirimkan mereka berdua saja hokage-sama?" tanya seorang pria yang sejak tadi duduk disofa ruangan itu.

Dia adalah salah satu anggota parlemen. Dia kesini setelah mendapat berita bahwa seorang peneliti yang menjadi target misi tim 7 sedang disandera. Parlemen menginginkan peneliti itu untuk dibawa ke Kohona karena Divisi IPTEK membutuhkan bantuan dari ilmuan seperti orang itu untuk membantu pengembangan teknologi sumber energi baru.

Selain sebagai anggota parlemen, Dia juga seorang pengusaha kaya raya pemilik saham terbesar Soui , perusahaan penyedia layanan komunikasi dan transportasi terbesar di dunia shinobi. Perusahaan ini berdiri sejak 15 tahun lalu dan terus berkembang hingga sebesar sekarang, karena kebutuhan manusia akan sarana komunikasi dan transportasi terus meningkat akibat pertumbuhan populasi penduduk yang tinggi beberapa tahun terkahir ini.

"Kau tenang saja Souichirou-san, aku yakin dengan kemampuan Mirai Sarutobi. Walaupun dia masih sangat muda, tapi dia adalah jounin hebat yang memiliki banyak prestasi. Dia juga pembimbing tim 7, jadi aku yakin dengan mengirimkannya sebagai bantuan adalah hal yang sangat tepat" kata Naruto.

"Iya, aku percaya saja dengan kemampuan Mirai Sarutobi, tapi kenapa kau juga mengirimkan bocah pemalas berambut pirang itu untuk membantunya? Kenapa tidak orang lain yang lebih kompeten saja?"

"Maaf Souichirou-san, dia itu putra ku. Aku tau dia memang pemalas dan kurang kompeten jika bertarung, tapi kau jangan meremehkannya. Biarpun begitu, putraku itu berhasil membuktikan dirinya dengan mengambil peran penting ketika tragedi serangan besar yang dilakukan oleh dua orang keturunan terakhir Klan Ootsusuki saat ujian chuunin 5 tahun lalu" Naruto mencoba untuk tidak emosi menghadapi pria dihadapannya, dia sebenarnya agak kesal juga putranya diremehkan seperti tadi.

"Baiklah, aku percaya padamu Hokage-sama. Tapi kau harus ingat, yang terlibat pertarungan disana adalah putrimu sendiri, apa kau tidak khawatir padanya?"

"Eh" Naruto sepertinya baru menyadari sesuatu.

"Shikamaru, kau panggil seorang kapten ANBU yang sedang tidak bertugas. Perintahkan dia mempersiapkan satu pleton pasukan ANBU sekarang, setelah itu suruh dia menghadap padaku untuk menerima tugas penting" kata Naruto tegas memerintahkan penasehatnya sendiri.

"Che, merepotkan" gumam Shikamaru. Dia sebenarnya bukan bawahan Naruto, posisinya sebagai penasehat hokage jelas bukan untuk disuruh-suruh. Tapi karena melihat sikap sahabatnya sendiri seperti orang panik, terpaksa dia menuruti saja. Daripada nanti Naruto jadi bawel dan urusan menjadi panjang, maka itu tentu akan lebih merepotkan lagi bagi Shikamaru.

"Baik lah, kalau begitu saya permisi dulu hokage-sama" kata Pria yang tadi berdebat dengan Naruto. Dia kemudian keluar dari ruangan kerja hokage.

'Hahahahaaa. Dengan begini aku bisa tenang. Dasar hokage bodoh. Setelah mendapatkan ilmuan itu, rencana besarku terhadap dunia shinobi akan segera dimulai' orang itu menyeringai sadis, setelah menutup pintu ruangan hokage.

.

.

.

To be Continued. . . .

Note :

Nah, udah muncul tuh tokoh antagonis utama cerita ini. Pada Chap ini sudah kelihatan batang hidungnya, tapi dia belum menunjukkan taringnya, masih cukup lama mungkin.

Semua chara Naruto New Generation sudah remaja, berikut daftar umur mereka.

Uzumaki Himawari – 14 tahun

Uzumaki Buroto/Bolt – 17 tahun

Uchiha Sarada – 17 Tahun

Naruto – 37 tahun

Sarutobi Mirai – 20 tahun

Dan chara-cara lainnya, umurnya menyesuaikan canon, seperti teman seangkatan Bolt yang seumuran dengan Bolt, teman setim Himawari yang seumuran dengannya juga, serta bapak-bapak dan ibu-ibu mantan rokie 12 yang pasti seumuran dengan Naruto.

Pertama kali bikin adegan battle, gimana menurut kalian? Kurang terasa hidup ya pertarungannya? Ya, wajar sih. Aku baru pertama kali bikin, dan perlu banyak masukan dari para pembaca sekalian.

Saya Newbie, jadi mohon bantuannya baik itu kritik atau saran agar lanjutan fic ini lebih bagus kedepannya.