Dream High
By : Saita Hyuuga Sabaku
Disclaimer : Naruto Masashi Kishimoto
Pairing : SasuSaku slight Naruto, Kakashi, Ino
Genre : Hurt/Comfort, Friendship, Romance
Rate : T
Warning : Semi Canon, OOC, gaje, typo bertebaran, alur berantakan, cerita semau mood, dll
.
.
.
Don't Like, Don't Read
.
.
.
***Happy Reading***
Chapter 3
.
.
.
Keesokan harinya.
Dari arah jalan yang berbeda, terlihat 3 orang anak yang menuju satu tempat yang sama. Arah barat ada gadis berhelai soft pink dengan iris emerald, yaitu Sakura. Dari arah timur pemuda bermata onyx dengan helai raven mencuat kebelakang, yaitu Sasuke. Dan dari arah utara pemuda dengan rambut kuning seperti duren dan mata sapphire, yaitu Naruto. Mereka akan bertemu di satu titik yang sama. Satu titik yang akan membawa mereka menuju impiannya.
Di bangku taman yang terletak dekat Akademi Ninja Konoha, terlihat pria bermasker dengan helaian putih perak melawan gravitasi sedang duduk menunggu, sambil membaca buku kesayangannya Icha-Icha Paradise. Saat dirasa, orang yang sedang ditunggu akan segera datang, ia menghentikan aktivitasnya membaca.
"Sedikit lagi mereka datang," gumamnya entah pada siapa. Ia berhenti dari aktivitasnya membaca buku kemudian memasukkan bukunya ke dalam kantung serbaguna yang terletak di bagian belakang celananya.
Tidak lama kemudian, muncullah 3 sosok yang dari tadi ditunggu oleh Kakashi. Sakura, Sasuke dan Naruto kini sudah ada di hadapannya. Kakashi langsung berdiri dari posisi duduknya. Ia tengadahkan telapak tangannya, meminta kertas yang kemarin ia berikan kepada ketiga anak itu.
"Jadi mana formulir kalian," ucap Kakashi to the point.
Sakura, Sasuke dan Naruto langsung mengeluarkan kertas formulir pemberian Kakashi kemarin dan menyerahkannya pada Kakashi. Kakashi mengedarkan pandangannya kepada ketiga anak dihadapannya. Mereka semua terlihat kaku dan kikuk satu sama lain.
"Apa kalian bertiga tidak saling mengenal satu sama lain?" kata Kakashi sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Kenapa kalian sangat kaku, heh?" lanjutnya kemudian.
"I-itu, ka-kami ...," ucap Sakura menggantung karena Naruto memotongnya.
"Kami memang saling mengenal, tapi kami tidak dekat," potong Naruto.
"Kalau begitu, mulai sekarang kalian harus lebih dekat lagi. Karena kalian akan menjadi tim nantinya," ucap Kakashi.
"Baiklah. Sekarang ikuti aku!" perintah Kakashi. Ia mulai berjalan menuju bangunan yang terletak beberapa meter dari tempatnya berada. Mereka akan masuk ke gedung Akademi Ninja Konoha.
Sakura, Sasuke dan Naruto berjalan dibelakang Kakashi. Mereka melewati lorong-lorong kelas dan berhenti ketika tiba di salah satu kelas yang akan menjadi tempat mereka dalam menimba ilmu. Kakashi pun langsung membuka pintu dengan cara menggesernya.
'Sreeekk'
Bunyi pintu dibuka mengalihkan perhatian Iruka, guru yang sedang mengajar di akademi. Saat melihat Kakashi yang berdiri di depan pintu, Iruka langsung menuju pintu untuk menemuinya.
"Mereka murid pilihan Tsunade-sama," kata Kakashi begitu Iruka sudah ada dihadapannya.
"Aku mengerti. Apa anda yang akan menjadi guru pembimbing mereka nanti?" tanya Iruka.
"Begitulah," ucap Kakashi sambil tersenyum dibalik masker.
"Kalau begitu aku titip mereka. Aku akan menemui Tsunade-sama untuk memberi laporan," ucap kakashi lalu pergi meninggalkan mereka.
Kakashi berjalan menjauhi ketiga anak itu dengan Iruka, kemudian dia menghilang dalam kepulan asap. Kemudian Iruka langsung mempersilahkan ketiga murid baru itu untuk masuk ke kelasnya.
"Nah anak-anak, mari masuk!" kata Iruka sambil membawa mereka masuk kelas.
"Anak-anak kita ada tambahan murid baru," ucapnya pada seluruh murid dikelasnya.
"Nah, sekarang perkenalkan diri kalian satu persatu," lanjut Iruka memberi perintah.
Perkenalan dimulai dari Sasuke, kemudian Sakura dan terakhir Naruto.
"Aku Uchiha Sasuke," ucap Sasuke dingin dan datar.
"Aku Haruno Sakura, salam kenal. Mohon bantuannya," ucapnya sambil membungkukkan badan.
"Aku Uzumaki Naruto," ucap Naruto singkat.
"Baiklah sekarang kalian duduk di bangku kosong sebelah sana," titah Iruka sambil menunjuk satu-satunya bangku kosong yang ada di kelas tersebut. Bangku yang cukup panjang sehingga bisa diduduki untuk 3 orang.
Mereka bertiga melangkah menuju bangku yang di maksud. Sasuke yang lebih dulu duduk kemudian diikuti oleh Sakura dan Naruto. Sehingga posisi duduk mereka, Sakura berada di tengah. Naruto dan Sasuke di sebelah kanan dan kiri Sakura.
Setelah mereka duduk, Iruka pun melanjutkan pembelajaran yang tadi sempat tertunda.
Sekilas Sakura menatap ke arah Ino yang duduk di bangku seberang. Dalam hatinya ia berkata, 'Lihat aku Ino, aku pasti akan melampauimu.' Meski ia tak menyimpan dendam pada Ino yang telah mengkhianatinya, tapi raut wajah tak suka terlihat jelas di wajah Sakura.
Ino yang secara kebetulan bertatap muka juga dengan Sakura, hanya tersenyum sinis, seolah berkata, 'Apa kau mampu?' Tapi sebenarnya dalam hatinya ia merasa senang karena Sakura juga bisa masuk akademi, meski ia tidak tahu alasannya, mengapa Sakura bisa masuk akademi. Senyum sinisnya yang ia tujukan kepada Sakura, semata-mata untuk membuat Sakura membencinya agar gadis itu bisa berkembang melampaui kemampuannya.
.
.
.
Di ruang Hokage.
'Poooofffft'
Kakashi tiba-tiba sudah berada di depan pintu ruang kerja Hokage. Ia mengetuk pintu dan tak lama kemudian ia di persilahkan masuk.
"Bagaimana Kakashi?" tanya Tsunade begitu Kakashi memasuki ruangan Hokage. Tsunade harap, ia mendengar berita bagus.
"Yah, mereka semua sudah memutuskan untuk masuk akademi," balas Kakashi sambil tersenyum di balik maskernya. Ia mengeluarkan kertas formulir yang tadi diberikan oleh ketiga calon muridnya, dan menyerahkannya pada Tsunade.
"Bagus. Latih mereka dengan baik. Karena aku melihat potensi yang luar biasa pada diri mereka," perintah Tsunade.
"Ha'i. Kalau begitu saya permisi dulu," pamit Kakashi.
"Baiklah," ucap Tsunade memberi ijin.
Kakashi pun berjalan menuju pintu keluar kemudian menghilang dalam kepulan asap.
.
.
.
Keesokan paginya, beberapa Jounin sudah terlihat di akademi. Mereka adalah para Jounin terpilih yang akan membantu membimbing para murid akademi. Mereka kemudian berjalan menuju salah satu ruang kelas. Yaitu ruang kelas tempat Iruka mengajar.
Begitu sampai di depan ruang kelas yang dimaksud, satu-satunya wanita yang ada dalam kelompok Jounin tersebut membuka pintu.
'Sreeek'
Iruka yang sedang mengajar pun mengalihkan perhatiannya dan melihat ke arah pintu. Ketika yang dilihat adalah para Jounin yang sudah ia tunggu, ia mempersilahkan mereka semua untuk masuk. Para Jounin kini berdiri di depan kelas, menunggu murid-murid yang akan tergabung bersama mereka dalam sebuah kelompok.
"Nah, anak-anak tolong perhatiannya sebentar!" ucap Iruka menginterupsi para murid yang tengah berbisik-bisik dengan kedatangan para Jounin Konoha.
Para murid akademi pun mulai tenang dan memperhatikan ke depan.
"Di depan kalian sudah ada para Jounin pilihan yang akan membina kalian. Hokage sudah memerintahkanku untuk memilih beberapa anak, yang namanya sudah tertera di gulungan ini," ucap Iruka seraya menunjukkan sebuah gulungan pada anak-anak murid akademi.
"Bagi mereka yang terpilih, akan dilatih dan dibina langsung oleh mereka. Kalian sepenuhnya menjadi tanggung jawab mereka. Mereka akan menjadi pembimbing sekaligus ketua kelompok di tim kalian. Jadi kalian harus menghormati mereka," lanjutnya panjang lebar, menjelaskan kepada para murid.
Para murid akademi hanya ber'oh'ria dan mengangguk-angguk tanda mengerti.
"Sebelumnya aku akan memperkenalkan para Jounin yang akan menjadi guru pembimbing bagi mereka yang terpilih," lanjutnya.
Kemudian Iruka mulai memperkenalkan para Jounin dimulai dari yang sebelah kanan.
"Yang ini adalah Kurenai Yuhi," ucapnya sambil mendekati satu-satunya wanita cantik dalam kelompok Jounin tersebut, dan mempersilahkan wanita itu maju ke depan satu langkah. Wanita dengan helaian hitam dan iris mata berwarna merah yang menawan.
"Kemudian yang ini Asuma Sarutobi." Pria berhelai hitam dan mempunyai perawakan yang sedikit seram karena jambang dan jenggotnya itu maju menyamai posisi dengan Kurenai.
"Kemudian Kakashi Hatake." Pria berhelai perak melawan gravitasi dan bermasker serta memiliki mata hitam yang sayu itupun maju menyamai posisinya dengan Kurenai dan Asuma.
"Dan yang terakhir adalah Maito Guy." Pria yang paling mencolok dalam kelompok Jounin tersebut menyamai posisi dengan ketiga rekannya. Pria yang mempunyai model rambut seperti mangkok, alis tebal dan model baju ketat yang sangat 'aneh'.
"Baiklah, kalian sudah tau masing-masing nama dari para Jounin di depan. Selanjutnya bagi yang namanya kupanggil harap maju dan berdiri di depan guru pembimbing kalian masing-masing. Mulai besok, kalian sepenuhnya akan berada di bawah pengawasan mereka dan menjalani sesi latihan dengan mereka," lanjut Iruka panjang lebar.
Setelah selesai dengan penjelasannya, Iruka langsung membuka surat gulungan yang ada di tangannya. Surat gulungan khusus pemberian Hokage. Surat gulungan yang berisi nama-nama murid terpilih yang akan dibimbing dan dilatih khusus oleh para Jounin hebat Konoha.
"Kelompok 7 terdiri dari Uzumaki Naruto, Haruno Sakura dan Uchiha Sasuke. Kalian akan tergabung di Tim Kakashi." Mereka bertiga maju dan berdiri di depan Kakashi.
Kakashi memang sudah tau sebelumnya kalau dia diberi tanggung jawab untuk memegang tim ini. Karena dia yang diperintah langsung oleh Hokage untuk membawa anak-anak tersebut agar masuk ke akademi. Tim yang terdiri Uzumaki Naruto yang merupakan anak dari Yondaime Kage. Uchiha Sasuke keturunan terakhir dan satu-satunya yang tersisa di desa dari klan ternama di Konoha. Dan Haruno Sakura shinobi biasa dari klan biasa.
"Kelompok 8 terdiri dari Inuzuka Kiba, Hyuuga Hinata dan Aburame Shino. Kalian akan tergabung di Tim Kurenai." Mereka bertiga maju dan berdiri di depan Kurenai.
"Kelompok 9 terdiri dari Rock Lee, Tenten dan Hyuuga Neji. Kalian akan tergabung dalam Tim Guy." Mereka bertiga maju dan berdiri di depan Guy.
"Dan yang terakhir, kelompok 10 terdiri dari Akimichi Chouji, Yamanaka Ino dan Nara Shikamaru. Kalian akan tergabung di Tim Asuma." Mereka maju dan berdiri di depan Asuma. Satu-satunya Jounin yang tersisa dan menunggu kelompoknya.
"Bagi kalian yang belum terpilih, jangan berkecil hati. Masih banyak kesempatan bagi kalian di lain waktu," ucapnya memberi semangat.
Iruka pun menutup gulungan itu, dan berkata kepada para Jounin, "Tolong latih dan jaga mereka dengan baik."
"Tentu saja," ucap Kurenai sambil tersenyum. Sedangkan yang lainnya hanya mengangguk.
"Kalau begitu kami permisi," ucap Kakashi sambil membungkukkan badan.
"Kalian bertiga, ayo ikuti aku!" lanjutnya pada timnya yang baru terbentuk.
"Kami juga," ucap Asuma, Kurenai dan Guy bersamaan. Mereka pun membawa kelompoknya bersamanya.
.
.
.
Kakashi membawa mereka ke tempat latihan. Sebelum memulai sesi latihan, Kakashi memerintahkan ketiga muridnya itu untuk memperkenalkan diri, menyebutkan kesukaan, hobi dan cita-cita mereka.
"Baiklah, seperti yang telah kalian ketahui, namaku Kakashi Hatake. Aku bertanggung jawab dalam kelompok 7 untuk meningkatkan kemampuan kalian, sehingga kalian bisa menjadi shinobi yang dapat diandalkan untuk desa. Sekarang aku ingin kalian memperkenalkan diri, menyebut hobi dan kesukaan, yang tidak kalian sukai, serta yang paling penting impian atau cita-cita kalian," ucapnya panjang lebar.
"Dimulai dari kau Naruto," lanjutnya kemudian.
"Aku ya? Namaku Uzumaki Naruto, hobiku makan ramen dan yang paling kusukai tentu saja ramen di kedai Ichiraku. Yang paling tidak kusukai adalah menunggu mie ramen instan matang selama 3 menit. Cita-citaku ...," ucapan Naruto terpotong.
"Kau itu, dari tadi hanya ramen saja yang kau bicarakan," potong Kakashi.
"Aku, suatu saat nanti pasti akan menjadi Hokage. Aku akan melampaui Hokage-Hokage sebelumnya. Setelah itu aku akan membuat penduduk desa mengakui keberadaanku," lanjut Naruto antusias dan penuh semangat.
"Hmm, impian yang bagus, selanjutnya kau Sasuke," ucapnya seraya menatap ke arah Sasuke.
"Keinginanku hanya satu, yaitu membunuh pria itu," ucapnya datar.
Kakashi hanya diam, dan berkata dalam hati, 'Ternyata benar.'
Sedangkan Naruto dan Sakura menatap Sasuke shock.
"Selanjutnya kau Sakura," lanjut Kakashi memecah keheningan yang beberapa saat terjadi karena perkataan Sasuke tadi.
"Aku, aku hanya ingin tumbuh menjadi ninja yang hebat, yang bisa melindungi semua orang yang berharga bagiku. Aku tau akan sulit bagiku berdiri berdampingan dengan Naruto dan Sasuke. Karena itu aku mohon bimbinganmu sensei," ucapnya seraya menundukkan kepala.
"Aku percaya kau bisa Sakura," ucap Kakashi seraya memberi senyum dibalik maskernya.
"Baiklah kurasa sudah cukup sesi perkenalannya. Hari ini cukup sampai disini. Besok kita akan mulai berlatih. Persiapkan diri kalian dan senjata yang diperlukan bagi seorang ninja. Berkumpullah disini jam 7 pagi," ucapnya panjang lebar memberi penjelasan.
"Apa kalian mengerti?" lanjutnya.
"Ya kami mengerti," ucap Naruto dan Sakura bersemangat.
Sedangkan Sasuke hanya menjawab dengan satu kata datar yaitu, "Mengerti."
"Kalau begitu, kalian boleh pulang sekarang. Jangan lupa persiapkan senjata kalian. Aku pergi duluan," ucap Kakashi lalu menghilang dalam kepulan asap.
'Pooofftt'
Setelah Kakashi pergi, Naruto merasa malas untuk pulang ke rumah, apalagi hari masih siang. Karena ia akan sendirian lagi dan kesepian lagi. Ia senang bisa merasakan saat-saat seperti ini. Saat-saat bisa berkumpul dengan teman-temannya, tanpa harus dipandang sebelah mata dan dengan tatapan kebencian. Ia pun berinisiatif mengajak Sakura dan Sasuke untuk makan siang bersama di kedai Ichiraku.
"Hei Sakura, Sasuke, kalian lapar tidak?" tanya Naruto pada kedua rekannya.
"Lebih baik kita makan siang dulu di kedai ramen Ichiraku, bagaimana?" bujuk Naruto pada kedua teman kelompoknya.
"Ide bagus Naruto," ucap Sakura sambil tersenyum ke arah Naruto. Sakura juga merasa malas untuk kembali ke rumah siang-siang begini. Semenjak kematian kedua orang tuanya, ia begitu kesepian. Selama ini selalu ada Ino bersamanya sehingga bisa sedikit mengobati rasa kesepiannya. Tapi semenjak kejadian itu, ia kembali merasakan kesepian itu lagi.
Naruto merona melihat senyum Sakura. Baginya, ini pertama kalinya ada seorang gadis yang tersenyum tulus padanya.
"Hn," ucap Sasuke singkat.
"Jawabanmu tidak jelas Sasuke," kata Naruto, seraya mendelik tak suka pada bocah pantat ayam itu. Dan Sasuke hanya membuang muka menanggapinya.
"Kami anggap iya," ucap Sakura.
Naruto kemudian menarik tangan Sakura agar mengikutinya dan Sakura pun refleks menarik tangan Sasuke. Mereka setengah berlari menuju kedai Ichiraku dengan tangan saling menarik rekannya satu sama lain. Ikatan di antara mereka sudah dimulai.
Sasuke POV on
Entah mengapa aku menuruti ajakan mereka. Padahal aku bisa saja berkata tidak. Otakku ingin menjawab tidak, tapi kenapa yang keluar justru jawaban ambiguku? Dan, perasaan apa ini? Rasanya hangat ketika berada di tengah mereka. Rasa yang sama saat keluargaku masih utuh. Aku pandangi Naruto yang sedang menarik tangan Sakura, kemudian aku pandangi gadis manis yang sedang menarikku. Hangat dan lembut, persis seperti tangan Kaa-san.
Sasuke POV off
.
.
.
Nasib yang sama yang dimiliki oleh ketiga anak itu, mungkin itulah yang membuat Tsunade menjadikan mereka satu kelompok. Ia mempunyai harapan, agar mereka mampu memahami satu sama lain. Mampu merasakan penderitaan satu sama lain. Mampu menguatkan satu sama lain. Dan menjadi kuat bersama-sama.
.
.
.
TBC
Yooo,,,lanjutan fic gaje yang makin gaje akhirnya update juga.
Mind to review?
Arigatou
With Love,
Saita
