Fanfic
Pair:SasuNaru
Rating:M
Genre:Romace/Supernatural
Warning:OOC/YAOI/BL/EYD hancur/Masih pemula/masih harus banyak belajar/
note:
Vampire & Werewolf
Alpha & Omega
LET ME HEAR chapter 3
Hembusan salju kembali menderu kota dengan panorama gedung-gedung tinggi pagi itu. Meninggalkan beberapa orang tanpa urusan untuk tetap mendekam dalam kamar mereka yang terkunci ataupun duduk di depan perpian hangat saat kedua telapang tangan mereka menggenggam segelas teh hangat untuk menambah kenyamanan mereka.
Itu untuk ukurang orang tanpa urusan, mungkin semua itu akan berbeda dengan beberapa bocah kuning berusia kepala dua untuk ukuran sejenis manusia yang kini lebih memilih melangkahkan cepat kakinya menuju gedung falkutas hukum yang menjadi tempatnya menuntut ilmu.
Langkah mantap tanpa menhiraukan beberapa kali tatapan mahasiswi yang mencoba berkelit untuk mencoba melihat ketampanan dari sang pemuda.
"Mendapat jam pagi, Naruto?"Ino. Perempuan bersurai kuning dengan baju tebal ungun menyamakan dengan lingkungan sekitar menyapa sang pemuda. Tersenyum super manis dengan mendekap buku berukuran besar.
"Seperti itulah, kenapa kau disini? Aku baru tahu falkutas kedokteran pindah disini"Naruto berucap. Membiarkan Ino mensejajarkan langkah dengannya.
"Aku ada urusan sedikit dengan Sai"Ino celingukan di ambang pintu sesampai mereka di ruang kelas sang pemuda. "Dimana bocah itu? Belum datang? Sial"Melanjutkan ucapannya dengan mendumel tak jelas, Naruto memutar matanya bosan, lebih memilih melangkahkan kakinya memasuki kelas saat pandangannya menangkap sosok gadis bersurai panjang yang kini tengah berkutat dengan buku dan polpen di tangannya.
"Berhenti menatap seseorang dengan bola mata hampir keluar, Bachan"Ino terlonjak dari tempatnya. Terkejut. Langsung memutar badannya kebelakang untuk mendapati pemuda yang sedari tadi dicarinya.
"Sai, kau hampir membuatku mati muda"Ino merengut.
"Seingatku umurmu hampir seumur buku tua temanku"Sai mengernyit"Apa yang kau lihat dari tadi, matamu hampir keluar"Lanjutnya. Mencoba mengalihkan pembicaraan dari masalah umur. Topik sensitif untuk wanita di depannya.
"Oh, itu, mereka"Ino tak menjawab lengkap, lebih memilih menolehkan pandangannya pada kedua objek yang dilihatnya. Naruto dengan seorang gadis bersurai indigo. Polos untuk ukuran mahasiswa falkutas hukum di kelas ini. Mereka tampak begitu akrab.
Sai mengikuti pandangan sahabatnya. Mengernyit. "Hinata, anak jenius kebanggaan dosen"Sai angkat bahu acuh "Mereka sudah lama akrab, mungkin lebih dari kata kenalan atau teman, yah.. Semacam itu"
"Eh? Benarkah?"Ino memicingkan matanya. Memperhatikan lebih seksama sosok gadis disana. Dari bawah ke atas, dari atas ke bawah. "Manusia? Aku tidak salahkan?"Lanjutnya setelah cukup memperhatikan.
"Seratus persen manusia"Sai berucap sambil mengotak atik handphone di tangannya.
"Wow"
.
"Tugasmu belum selesai?"Naruto berucap, langsung mendudukan diri di samping sang gadis.
"Na.. Naruto-kun"Berucap malu-malu, gadis dengan nama Hinata Hyuuga itu tersenyum manis. Mengangguk dengan berlahan kemudian kembali melanjutkan menulis beberapa hal di bukunya.
"Mau ku bantu?"Naruto berucap disambut dengan anggukan sang gadis di sampingnya.
.
"Hei, bertemu lagi, baru pulang? Kuliah seharian? Rajin sekali"Naruto menghentikan langkahnya. Menolehkan pandangan shaphirenya pada sosok gadis yang dilihatnya pagi tadi.
"Aku pulang, masuk malam lagi, sial sekali ini baru pulang"Naruto menyahut. Sedikit mendumel tidak jelas. "Kau juga?"
"Tidak, cuma kegiatan organisasi"Ino berucap, menenteng bola basket besar pada kantongan di tasnya. Tersenyum bangga.
"Jagoan sekali"
Memasukan tangannya pada kantung jaket tebalnya. Naruto kembali melangkahkan kakinya untuk melangkah pulang dengan gadis bersurai pirang yang masih betah mengotak atik atik handphone di tangannya.
Sungguh, dinilai dari segi manapun Naruto akui, Ino adalah gadis yang sangat menakjubkan. Bahkan kata cantik tak cukup menggambarkan sosok gadis tersebut. Tapi tetap saja ketertarikan Naruto pada gadis itu tak lebih dari sekedar sahabat walaupun pada kenyataannya gadis itu pernah mengatakan suka kepadanya. Ah, masa-masa yang sangat suram untuk persahabatan mereka saat itu.
Penolakan yang dikatakannya dengan senyum bersamaan usapan sayang kepada surai pirang tergerai indah itu membuat gadis itu hanya menunduk. Menjawab anggukan dari gerak gerik penolakan darinya. Naruto masih mengingatnya, sangat. Bahkan Kiba selalu berceloteh dengan kenapa kecanggungan selalu datang antara dirinya dan Ino. Naruto tertawa.
"Naruto"
"Hm?"
"Apa benar kau memiliki hubungan dengan gadis tanpa pupil itu?"
"Maksudmu Hinata?"
"Terserahlah kau namanya apa"
"Enta-
"Kau harus ingat, apa kita sebenarnya"
"Aku tahu.. "Tersenyum hangat. Ino menghela nafas menanggapi sang pemuda di sampingnya.
"Motormu masih rusak?"Ino mencari topik lain.
"Ya, heh... Kau sendiri, dimana mobil kesayanganmu?"
"Ya.. Hm, sebentar lagi datang"Sehabis berucap itu, tepat di depan mereka tampak mobil bewarna metalik berhenti dengan tiba-tiba bersamaan dengan suara decicat ban mobil menghantam aspal di bawahnya.
"Maaf menu- Naruto"Sai, pemuda yang baru menyembulkan kepalanya dari cendela mobil nampak langsung menatap Naruto yang berada di samping Ino.
"Yo"Naruto mengangkat bahu acuh.
"Mau ikut?, kami mau cari makan"Ino berucap setelah memasuki mobil. Tepat duduk di samping Sai.
"Wow, cari makan atau berkencan?"Sadar atau tidak, Naruto dapat melihat semburat merah muda pada kedua pipi sang gadis. Ah, apa kedua musuh bebuyutan ini? Naruto tersenyum dalam hati. "Aku tidak ikut, masih kenyang"Lanjutnya tanpa menunggu candaannya terbalas dan di jawab anggukan dari kedua sahabatnya.
Diakhiri dengan deru mobil menyahut jalanan. Naruto kembali menghela nafas. Melanjutkan langkahnya. Ini gila, sungguh. Jika diketahui apartamentnya sebenarnya memiliki jarak yang cukup jauh dari kampusnya. Lumayan pegal hanya untuk memilih berjalan dari pada memilih menaiki bus untuk mengantarkannya di halte terdekat daerah apartementnya tetapi inilah Naruto. Jalan kaki lebih menjadi pilihan favoritnya. Melatih otot, begitu dirinya menjawab tawa Kiba ataupun kernyitan dahi Shikamaru saat mendengar jawabannya tidak menaiki bus. Bahkan bila dilihat memang pemuda bersurai pirang itu lebih memilih berjaln kaki daripada menaiki motor besarnya walaupun kenyataannya motor itu tidak rusak seperti sekarang. Tapi hasilnya memang memuaskan, saat menjadi werewolf dirinyalah yang tercepat di antara kawanannya. Melatih otot dan tenaga perlu bukan? Walaupun hal itu tak begitu di perlukan disaat bangsa werewolf dan vampire yang kini mencoba berdamai. Tidak adu mulut atau adu tangkas hingga mati jika perlu, seperti dulu.
Bruk
Suara benda jatuh dari salah satu gang terdengar. Membuat pemuda bersurai pirang itu sedikit menolehkan pandangannya walaupun niatnya tidak peduli tetapi mungkin sebaiknya dirinya peduli saat pandangannya mendapati seseorang yang bahkan dia yakini ketemui. Seseorang yang hampir Kiba tabrak.
"Ka.. "Tak menyelesaikan ucapannya, Naruto mengalihkan pandangannya pada dua tubuh yang diyakini sudah tidak bernyawa lagi tergeletak begitu saja di dekat sang pemuda yang kini berdiri, sedikit membungkuk di hadapannya. Menatap dirinya dengan kedua bola mata memerah sempurna. Tajam tapi cukup membuat Naruto terpaku ditempat. Bukan takut, lebih merasa tersedot oleh pandangan orang itu sampai dirinya tak menyadari sosok itu mendekat kearahnya. Menangkup kedua pipinya dengan kedua tangan belumuran darah segar.
"Ng.. Hng"Sosok itu mendengung pelan. Menatap datar tanpa ekspresi berlebih.
Membiarkan tubuhnya di cengkram kuat oleh sang pemuda yang baru diyakini Naruto memiliki tinggi badan melebihi dirinya. Ditarik tubuhnya kearah lebih dalam menuju gang sempit tersebut. Melupakan tergeletaknya tubuh tak bernyawa dengan beberapa sayatan terdapat pada tubuh mereka.
Alunan sunyi terdengar begitu saja. Tapi entah kenapa Naruto mengindahkan suara-suara tersebut. Pandangan yang masih tersedot dalam sosok pemuda yang kini tengah mencium dirinya. Menumbruk tubuhnya untuk bersandar pada dinding gedung tua dengan sosok itu sebagai penjara kokoh yang tak membiarkannya bergerak sedikitpun dari tempatnya.
"hng.. Mm.. "desahan lolos seketika saat pemuda bersurai pirang tersebut merasakan alunan lidah yang baru dirasakannya menerobor masuk kedalam mulutnya. Ciuman basah yang bahkan baru Naruto sadari seperti ini rasanya.
"NARUTO!"
BRAK
"Shi.. Kamaru?"Terkejut. Naruto mengerjapkan matanya, menyadari sosok sahabatnya berkepala nanas kini ada di depannya dengan sosok yang sangat-sangat disadarinya yang bersamanya sekarang nampak mencoba berdiri dari tumpukan tong sampah yang berjatuhan akibat tertabrak tubuhnya yang terjungkal cukup jauh akibat pukulan sahabat nanasnya.
"Apa yang kau lakukan dengan vampire itu?!"Shikamaru berucap penuh emosi. Keluar dari kebiasaan tenangnya. Naruto membelalakan matanya sebelum mengalihkan pandangannya kearah dataran tanah. Selain menatap kedua mata kuaci sahabatnya.
"A.. Aku tidak ta.. Hu"Ucapan linglung Naruto membuat Shikamaru membelalakan matanya.
"SASUKE!"Suara lain mengitrupsi ketegangan diantara Naruto dan Shikamaru.
"Kau tidak apa-apa?"Sosok baru itu melangkah cepat menghampiri sosok pemuda yang masih kepayahan walaupun hanya untuk sekedar berdiri dari tumpukan tong sampah, Sasuke.
"Itachi"
Sosok yang kini memapah Sasuke mendongakan pandangannya. Menatap siapa yang memanggil namanya "Shikamaru?"
"Kalian?"Naruto mengernyit. Siapa laki-laki dengan surai panjang itu?
"Itachi, satu falkutas di Universitasku"Jawaban tersebut disambut anggukan dari Naruto. Naruto dan Shikamaru memang kuliah dengan memasuki Universitas yang berbeda.
"Apa adikku membuat ulah kepada kalian? Aku minta maaf, sungguh, aku baru berpaling sebentar dan dia langsung menghilang"Itachi menjelaskan saat kedua tangannya membenahi pakaian Sasuke yang tampak kotor.
"Aku bingung harus memaafkannya atau tidak, dia hampir membunuh sahabatku kalau kau ingin tahu"Shikamaru berucap menghasilkan kedua mata Itachi terbelalak dengan Naruto yang mengernyitkan dahinya.
"Benarkah? Sungguh, padahal aku sudah menjaga ketat. tolong jangan marah dengan adikku, akulah yang lalai menjaganya, dan kau juga memukulnya hingga begini, bukankah itu setimpal? Ku lihat temanmu belum sepenuhnya di energi-
"Dan kau tentu tahu maksudku, Itachi"Ucapan Itachi terpotong. "Rantai kalau perlu, ayo pergi Naruto"Shikamaru berucap. Langsung memalingkan tubuhnya dengan tangannya yang menarik kuat pergelangan Naruto yang masih belum mengerti sepenuhnya.
.
"Apa maksudmu? Bahkan adiknya tidak-
"Mereka Uchiha"Naruto membelalakan mtanya mendengarkan kata yang keluar dari Shikamaru. Dan sekarang Naruto tahu arti kemarahan besar dari sahabatnya.
.
Merebahkan tubuhnya pada bantalan kasur empuk di apartementnya bahkan tak mampu membuat pemuda dengan surai pirang bertanda tiga tanda lahir di kedua pipinya untuk terlelap malam ini. Sungguh, ini melelahkan.
Uchiha. Salah satu keluarga utama golongan vampire. Itu yang Naruto ketahui selama dirinya hidup beratus-ratus tahun lamanya.
Berbeda dengan werewolf seperti dirinya. Sulit diakui tetapi vampire memiliki keistimewaan berbeda disetiap keluarga utama atau bisa disebut vampire berdarah murni dan salah satunya adalah keluarga Uchiha.
Disaat vampire lain hanya menghisap darah ataupun makan layaknya manusia itupun jika mereka bisa kenyang tanpa meminum darah, Uchiha adalah keluarga vampire yang mampu menghisap energi dari mangsanya.
Tapi pada kenyataannya mangsa yang dimaksud adalah pasangan hidup mereka. Ya, benar, mereka memakan energi kehidupan dari pasangan mereka. Menghasilkan kekuatan lebih kuat dari golongan vampire diantara mereka. Maka dari itu mereka selalu berusaha keras menahan nafsu mereka disaat datang dimana hari mereka sangat haus akan energi itu. Menahan untuk tidak rakus melahap energi kehidupan pasangannya supaya pasangan mereka tetap hidup, begitu juga diri mereka sendiri. Bisa dikatakan jika pasangan mereka mati karena kehabisan energi kehidupan, mereka yang hanya dapat melahap energi kehidupan pada satu orang yaitu pasangan abadi mereka tidak dapat bertahan lebih lama karena tak ada pemasok makanan mereka saat hari itu tiba, hari yang sama dengan hari dimana musim kawin para kaum vampire.
Jika tadi adalah hal itu, pantas tubuhnya benar-benar terasa lemas saat pemuda itu terus. Ah sungguh. Ini memalukan.
Naruto menangkup sebagian wajahnya dengan tangan besarnya. Memerah tanpa sadar. Ciuman yang diingatnya. Konyol dia alpha, benarkah? Dan kenapa? Brengsek, kenapa dirinya nampak lemah saat itu. Seharusnya dia memukul atau menendang saat vampire idiot, oke Naruto tahu pemuda itu idiot dari dengungan aneh yang selalu keluar dari sang pemuda itu. Dan lagi kenapa Alpha itu mendekat pada dirinya yang alpha? Dia tidak memiliki hormon omegakan?
Tunggu, jika pemuda itu melakukan itu kepada dirinya bukankah?
.
Itachi terdiam di tempatnya. Pandangannya masih lurus menatap adiknya yang kini terlelap di tempat tidur. Hasil dari suntikan penenang yang dilakukannya. Pandangan sendu memancar begitu saja dari sang pemuda.
"Apa dia pilihanmu Sasuke?"Itachi berucap pelan. Sadar betul apa yang dikatakannya.
Keluarga Uchiha. Semua vampire, werewolf mengetahui mereka seperti apa. Dan hal ini cukup membuat sang pemuda dengan kedua garis melintang di hidungnya itu menatap kecewa. Emosi entah kenapa datang begitu saja saat dirinya harus mengatakan hal itu tak sepantasnya ada untuk saat ini. Kecewa mungkin sudah seharusnya, tetapi rasa kecewa yang dimiliki Itachi tak sewajarnya bukan untuk dimana takdir yang menentukan sang adik bersanding dengan seorang bangsa werewolf, Aib besar para vampire yang memiki takdir akan sebuah pasangan tetapi melainkan kecewa dalam hal lain.
"Bahkan aku lebih menjijikan daripada vampire yang bersanding dengan werewolf"Mengusap berlahan lengkungan wajah rupawan sang adik. Itachi terdiam. Meresapi setiap detail sosok yang selalu dijaganya. "mencintai saudara kandungnya sendiri"
.
.
.
TBC
thansk for review
gici love sasunaru, lisabluebeery544, habibah794, ziziMRA28, yista.
aaa, tentu, vampire dan werewolf bisa mati. Seperti pakai perak atau karna pertarungan.
Disini sasu dibuat idiot supaya lebih greget huehehehe,
oke thanks untuk semuanya yang sudah baca, mampir ff shiro ini, arigatooo neeeeeee,
sampai ketemu di chap depaaaaan 3
HIDUP SASUNARU!
BEAUTIFUL HANGOVER-Big Bang
