Terlalu lelah akan kesibukannya yang segudang karena baru saja comeback mereka menyebabkan melupakan satu hari yang sangat penting bagi namjachingunya. hanya satu hari yang bisa digantikan dengan hari yang lainnya dan tidak bisa diulang karena memang hanya terjadi satu tahun satu kali. Apa yang akan dilakukan oleh Jonghyun untuk kembali merebut perhatian dan rasa sayang Jino untuknya? Bagaimana Jonghyun melakukannya?
A LITTLE LATE SPESIAL GIFT FOR MY PRINCESS
twoshoot or threeshoot?
author : geelovekorea
pairing : JongNo (main), Onkey dan 2Min (slight)
Rated : K
Warning : boys x boys, yaoi
Grep
Belum jauh Jonghyun melangkah tiba-tiba dirasakannya sepasang tangan mungil melingkar dipinggangnya dengan erat. Jino memeluknya dari belakang. Dilesakkan kepala Jino di punggung Jonghyun. Membenamkan wajah yang masih penuh air matanya di punggung kekar Jonghyun. Dapat dirasakan oleh Jonghyun kemeja bagian belakangnya sudah basah karena air mata Jino yang masih tak kunjung berhenti. Tertegun sesaat, terkejut dengan apa yang dilakukan Jino. Memegang lembut lengan mungil yang merengkuhnya, berusaha melepaskannya namun ditolak oleh Jino. Jino semakin mengeratkan tangannya dan menggelengkan kepalanya yang dapat dirasakan oleh Jonghyun.
"Kajima,,hiks,,kajima,,hikss,,"
"…."
"A-aku,,hiks,,hanya,,hiks,,terlalu senang,,hiks.. Jangan pergi,,jeongmal bogoshippoyo..hiks,,hikss,," ucap Jino disela-sela tangisnya. Jino benar-benar tak dapat menahan tangisnya. Dia sangat bahagia, sangat senang, terlampau merindukan namjanya dan semuanya melebur dalam tangisnya. Jonghyun menghembuskan nafas lega mendengarnya. Ketakutan yang sedari melingkupi hatinya seolah terbang menghilang entah kemana, ketakutan akan kehilangan namja manisnya.
"Anniya baby,,aku tak akan pergi kemana-mana. Aku pikir kau masih marah padaku dan tak mau keberadaanku disini jadi ku putuskan untuk pergi. Aku tak mau melihatmu yang semakin membenciku. Berharap kau takkan lama marah padaku. Mianhe baby,, jeongmal mianheyo.." Jonghyun kembali berusaha melepaskan lengan yang masih melingkar dperutnya dan kali ini tak ada penolakan dari Jino. Jonghyun langsung membalikkan tubuhnya menghadap Jino yang masih menunduk terisak, merengkuh tubuh mungil itu dalam pelukannya. Hangat. Rasa hangat yang langsung menjalar diseluruh tubuh kedua insan itu. Menyalurkan rasa rindu mereka rasakan.
Perlahan Jonghyun membimbing Jino yang masih setia dalam pelukannya untuk kembali duduk di pondok yang tadi sempat mereka tinggalkan saat menyadari Jino sudah berhenti terisak. Didudukkannya namja manis itu kembali. Jonghyun berlutut di hadapan Jino untuk mensejajarkan wajah mereka. Nampak Jino yang masih meneteskan air matanya meski sudah berhenti terisak. Tersenyum lembut pada Jino dan dibalas senyuman tulus oleh Jino. Setelah dipastikan Jino sudah benar-benar menghentikan air matanya, Jonghyun segera beranjak menuju kursinya.
"Baby,,tahukah kau kalau aku sangat merindukanmu? Aku benar-benar menyesal telah melupakan hari bahagiamu. Aku benar-benar minta maaf." Nampak raut wajah Jonghyun yang sangat menyesal sembari mengusap lembut jemari Jino yang berada di atas meja.
"Nado hyung,,jeongmal bogoshippoyo.. Kemarin aku memang kesal karena kau tak ingat hari itu tapi waktu aku datang ke mubank dimana SHINee akan mengisi acara dapat kulihat wajahmu yang terlihat sangat lelah, aku langsung mengerti kalau pasti tak sengaja melupakannya karena kau memang sedang sibuk-sibuknya. Aku justru khawatir kesehatanmu. Saat itu aku sangat ingin menghampirimu tapi aku takut mengganggumu karena kalian nampak sibuk sekali apalagi setelah itu masih ada jadwal lagi"
"Kenapa kau tak menemuiku? Aku justru tau itu dari Taemin dan Minho? Taukah kau, baby? Aku sangat menyesal karena tak tau kau ada disana. Kau itu semangatku, kau itu sumber energiku, jika aku tau kau disana juga, pasti semua lelah hilang. Kau tau kan kalau kau tak pernah menggangguku jadi jangan pernah ucapkan hal itu lagi. Jangan pernah karena aku hanya untukmu. Arraso?"
"Ne hyungie,,,,"
Jonghyun tersenyum lembut sambil terus memandangi wajah manis Jino yang sudah lama tak berjumpa yang juga sedang menatapnya. Memandang bola matanya yang indah, pipinya yang sedikit chubby, hidungnya yang mancung dan bibir mungil plumnnya yang selalu mengundangnya untuk datang menyapanya dan menyapu lembut. Benar-benar rindu akan semua yang ada pada namja manisnya. Tangannya tak lepas, terus menggenggam lembut jemari Jino, mengusap lembut punggung tangan Jino dengan ibu jarinya, berusaha untuk menyampaikan semua rasa rindu dan sayangnya.
Keduanya terdiam beberapa menit, sangat menikmati situasi ini sampai akhirnya Jonghyun teringat akan tujuannya yang belum tersampaikan semuanya. Hyung dan dongsaengdeulnya masih setian menunggunya untuk melanjutkan kejutan kecil ini.
"Baby,,kau tau? Ada lagi yang mau kusampaikan padamu..Bisakah aku mulai sekarang?" Jonghyun beranjak dari tempat duduknya mengambil sebuah gitar yang letaknya tak jauh dari tempatnya. "Lagu ini aku untukmu baby sebagai rasa terima kasihku padamu. Terima karena kau selalu ada untukku, kau mau menerimaku yang seperti ini, kau yang selalu menyemangatiku, kau yang selalu mencintaiku dan aku pun sangat mencintaimu, rasa cintaku jauh lebih besar dari apa yang bisa kau rasakan. Anggap ini kado ulang tahunku untukmu. Jeongmal sarangheyo."
(SHINee – Honesy)
I wake up and open my sleepy eyes
It'll be tomorrow in a little bit
I feel bad for letting the day pass by so fast
I swallow sand
Time passes by hectically
Will we get so used to our fluttering feelings
That we'll feel them as a definite thing?
I'm sad over pointless worries
Infrequent greetings
Actions that scarred softly
I didn't mean to hurt you
I'm always sorry
Because you've always been there to protect me
Because you've taken the criticism that I should receive
You have shielded me without a word and now
I will reflect you like a mirror
Rewind the film of our memories
To the day we first met
My heart pounded, I couldn't hide my tears
They overflowed as much as I was grateful
You understood me better than myself
When I was on the verge of breaking down
Seeing you having a harder time than I did
Made me cry like a child
There's a connection in our relationship
A huge one that I can't explain in words
Our conversations, piled with memories
Continue on today
Because you've always been there to protect me
Because you've taken the criticism that I should receive
You have shielded me without a word and now
I will reflect you like a mirror
Because you've always been there to protect me
Because you've taken the criticism that I should receive
You have shielded me without a word and now
I will hold you
When it becomes tiring and I want to give up
When I am weak and I want to run away
Your small hand becomes my biggest strength
For the rest of my life, I'll sing a song for you
You have always been there
Believing in me and protecting me
I'll convey this song of appreciation
At the end of this very long connection
At the end of this train stop, unaware of where it'll reach
We learn as we go on and feel many things
I'm always late at expressing my emotions
You won't be forgotten in my heart, right?
You'll remain in my eyes as you smile, right?
If my joy can become your happiness
I'll be thankful
Nampak sebuah video yang diputar di layar belakang Jonghyun melatarbelakangi lagu yang dinyanyikan Jonghyun untuk Jino. Video yang sengaja dibuat oleh Jonghyun untuk diputar dan untuk itu dia meminta bantuan Onew dan Minho untuk memutarkannya disaat ia menyanyikan lagu. Video yang berisikan kumpulan foto-foto dan kumpulan potongan-potongan video pendek mereka. Jino sangat terharu, terlihat yang menatap Jonghyun yang sedang menyanyi dan layar dibelakangnya sambil tersenyum dengan rona merah di pipinya dan jangan lupa air mata yang kembali mengalir. Sangat kontras, disaat bibirnya terlihat tersenyum namun pipinya basah. Jonghyun sangat yakin kalau itu bukan airmata kesedihan tap air mata haru atau bahagia yang itu menandakan usahanya tak sia-sia. Mata Jonghyun melihat ekspresi yang dihasilkan Jino. Itu membuatnya sangat bahagia.
Setelah selesai menyanyikan lagu itu, Jonghyun langsung beranjak ke tempat Jino dan bersimpuh di atas salah satu lututnya sambil tangannya mengulurkan sebuah kotak kecil yang didalamnya terdapat sepasang cincin perak, cincin couple yang dipesannya kemaren yang bertuliskan "JongNo". Sayup-sayup terdengar lagu No Other Super Junior melatarbelakangi. Jino masih terdiam, masih sangat terkejut dan menyadari keadaannya. Semuanya terlalu indah baginya, membuatnya shock.
"Tidak ada seorangpun yang sepertimu, meskipun berusaha untuk menemukan seseorang yang sangat sempurna sepertimu namun aku tak bisa menemukannya. Orang sempurna sepertimu adalah sebuah sebuah hadiah yang sangat berharga. Sangat beruntung bagi siapapun yang bisa mendapatkanmu dan bisa melindungimu, seperti aku. Akulah orang yang paling beruntung, akulah orang yang paling bahagia di dunia ini karena hanya aku yang mendapatkanmu, karena tak ada orang lain sepertimu. Hanya kamu yang paling sempurna di hariku, dihidupku, di hatiku,,,,,"
.
.
"…."
.
.
"Cho Jino,, maukah kau menerima namja buruk yang sangat tidak pengertian dan payah ini untuk mendapatkan hal yang paling berharga di dunia ini, untuk bisa menjagamu disisa hidupku? Maukah kau membantuku untuk menjadi namja yang paling beruntung dan bahagia? Maukah kau menjadi namjachinguku selamanya?"
Jino terbelalak mendengar semua ucapan Jonghyun. Sungguh dia sangat terharu dengan semua yang didapatkannya hari ini. Meskipun hari ulang tahunnya terlewatkan begitu saja tapi dia tak menyesalinya, justru hanya perasaan bahagialah yang dia rasakan sekarang. Sangat sangat bahagia. Tak pernah terbayangkan olehnya sebelumnya. Meski sudah terlalu sering melihat Jonghyunnya merayu, baik itu padanya ataupun pada namja atau yeoja lainnya tapi tak pernah sekalipun Jino merasakan tulusnya perasaan Jonghyun seperti kali ini. Perasaannya membuncah, sangat bahagia. Airmata yang sedari tadi sudah banyak dikeluarkan sepertinya memang tak ditakdirkan untuk berhenti di hari ini. dia tak perduli jika stok airmatanya akan habis, dia tak perduli. Dia terharu.
Tak bisa berkata banyak, hanya mengangguk-angguk berulang kali dengan semangat. Tangannya masih setia di depan mulutnya, menahan untuk tidak terisak dan isak tangisnya itu bisa merusak momen bahagia ini. Dia sangat tak ingin merusaknya. Merekam baik-baik apa yang terjadi hari ini dalam benaknya.
"aku mau hyung,,sungguh aku mau,,,,,,," ucapnya setelah dia bisa sedikit menstabilkan emosinya. Jonghyun yang mendengarnya tersenyum, berdiri dan meletakkan kotak cincin di meja. Mengambil sebuah cincin yang lebih mungil kemudian meraih tangan Jino untuk menyematkan di jari manisnya. Mengecup lembut jemari yang sudah melingkar dengan manis cincin perak itu. Jino sudah menjadi miliknya, hanya miliknya. Setelah itu, Jino meraih cincin yang tertinggal dan memasangkannya di jemari Jonghyun kemudian mengecupnya. Sama seperti apa yang dilakukan oleh Jonghyun padanya.
"Gomawo baby,,,sarangheyo,,jeongmal sarangheyyo…."
"Nado hyung…"
Jonghyun langsung meraih Jino kedalam pelukannya. Jino melingkarkan lengan mungilnya di pinggang Jonghyun, mengeratkan pelukannya. Perlahan Jonghyun melonggarkan pelukannya untuk memandang Jino. Jino yang mengetahui itu juga mengangkat wajahnya. Terlihat jarak antara wajahnya dengan Jonghyun yang sangat dekat, sehingga bisa merasakan deru nafas masing-masing. Jonghyun semakin merundukkan wajahnya, mendekati wajah Jino. Jino merasakan wajah Jonghyun yang sudah semakin dekat, tanpa sadar menutup matanya. Semakin dekat hingga akhirnya bibir tebal namja tampan itu membentur bibir plum namja manis.
Hanya menempel, berusaha menyalurkan perasaan bahagia mereka. Tak lama Jonghyun mulai menyapu lembut bibir plum itu dengan lidahnya kemudian mengulum bibir bawah Jino yang terasa sangat manis menurut Jonghyun, rasa manis yang membuatnya merasa ketagihan dan ingin terus menerus merasakannya. Terus mengulum bibir bawahnya dan Jino juga terbawa ikut mengulum bibir atas Jonghyun. Ingin merasakan manis yang lebih, Jonghyun sedikit menggigit bibir bawah Jino yang membuat terkejut dan tanpa sadar sedikit membuka celah bibirnya. Kesempatan ini tak disia-siakan Jonghyun, langsung melesakkan lidahnya ke dalam mulut Jino. Menyusuri seluruh rongga mulut Jino, mengabsen semua gigi putih Jino, mencari benda lembut milik Jino. Setelah menemukannya, menyapu lembut permukaan lidah Jino dan mengajaknya bergelut. Jino menyambut ajakan Jonghyun sehingga nampak sepasang namja yang tengah asyik, tidak perduli dengan saliva yang saling tertukar dan menetes keluar disalah satu sisi bibir Jino.
Jonghyun terus mengulum bibir Jino dan berusaha mendominasi pertarungan mereka. Tak pedulikan kebutuhan akan oksigen yang semakin menipis. Masih tak ingin melepaskan rasa manis yang diberikan pasangannya. Lengan Jino yang sudah bertengger manis di leher Jonghyun. Mengacak lembut rambut hitam Jonghyun, berusaha menyalurkan rasa yang semakin membuncah didadanya. Jonghyun menanggapinya, menahan tengkuk Jino dengan salah satu lengannya dan lengan lainnya semakin mengeratkan pelukannya di pinggang mungil Jino.
"Eerrrghhh,,,,,," Jonghyun gemas menggigit pelan lidah Jino yang menghasilkan erangan lembut dari Jino yang membuat libido Jonghyun meningkat. Tanpa sadar tangan Jonghyun sudah merambat naik, perlahan tapi pasti tangannya sudah masuk kedalam baju yang dikenakan Jino. Mengelus lembut punggung Jino membuatnya semakin ingin merasakan lebih. Jino yang menerima itu hanya bisa bergidik geli namun tak melepaskan pelukannya. Terus berlanjut hingga….
PLAK
"Hyaaa,,dino pabo.. Kau mau membunuh uri Jino hah? Tak lihatkah wajahnya sudah merah padam karena kehabisan nafas? Kau tak sayang padanya, eoh? Dan lagi, apa yang dilakukan tanganmu? Jangan macam-macam", terdengar suara cempreng dibelakang Jino, membuat kedua sejoli yang sedang asyik tadi terlonjak kaget dan sontak melepaskan kontak keduanya. Jonghyun yang merasa tadi kepalanya mendapatkan 'usapan' lembut dari dongsaengnya hanya bisa merengut dan mengusap menghilangkan sedikit nyeri. Nampak hyung dan dongsaengdeulnya yang berdiri didekat mereka sambil tertawa pelan.
Sedangkan apa yang terjadi dengan Jino? Jangan ditanya bagaimana rupa Jino sekarang. Mukanya merah padam, antara kehabisan nafas dan malu karena ternyata member lainnya masih ada disana dan menyaksikan semuanya. Betapa malunya dia. Jino kembali melesakkan kepalanya di dada Jonghyun untuk menyembunyikan wajahnya yang tak beda jauh dengan warna tomat. Jonghyun hanya terkekeh melihat ini. Tak merasa bersalah sedikitpun karena dia menikmati semuanya. Mengusap lembut kepala Jino dan megecup pucuk kepalanya.
"Ya Key… Tak bisakah kau tak mengganggu momen indahku? Kau mengganggu saja.."
"Mengganggu? Uuh,,seenaknya saja kau bilang mengganggu.. Kita itu masih disini, menunggumu disni tap kau malah asyik sendiri.. Lihat uri Taeminnie, dia sangat lelah karena tadi sudah menemaniku mengantar Jino dan sekarang dia sudah digigit nyamuk dari tadi, kau mau menyiksanya lebih dari ini?" nampak Onew yang memeluk pinggang Key untuk sedikit meredakan emosi sang diva. Yah, Key memang tidak akan bisa diredam emosinya dengan mudah jika itu sudah berkaitan dengan maknae mereka. Dia sangat menyayangi baby-nya. Sedangkan Taemin tampak sedang mengusap lembut tangannya dan hanya meringis kecil saat dilihat Jonghyun. Berusaha menunjukkan bahwa dia baik-baik saja meski nampak di lengannya sudah banyak bintik merah karena benar apa yang dikatakan Key tadi, dia sedari tadi di gigit nyamuk. Berbeda dengan semua hyungnya yang akan kebal, kulit Taemin lebih sensitive jadi jika gatal sedikit akan langsung berbercak kemarahan yang terlihat sangat kontras di kulit putihnya. Dibelakangnya nampak Minho yang menatap tajam kearah Jonghyun, sambil ikut mengusap lembut lengan Taeminnya, berusaha mengurangi rasa gatalnya.
Iya, Jonghyun lupa jika disana masih ada hyung dan dongsaengdeulnya. Dia juga lupa jika saat ini sudah larut malam. Pasti mereka sangat lelah dan melihat maknaenya, dia merasa bersalah karena telah membuatnya susah. "Mianhe,,mianhe Minnie,,jeongmal mianhe.. Aku terlalu terbawa suasana. Hehe.." Jonghyun tersenyum canggung.
"Gwenchana hyung, aku iktu senang usahamu tak sia-sia. Nampaknya Jino hyung juga menyukainya dan ikut menikmatinya. Iya kan Jino hyung?" Taemin tersenyum lembut memperhatikan Jino yang masih enggan menampakkan wajahnya.
"Eum,,,,mianhe Minnie.. Maaf sudah merepotkanmu dan Key hyung.. Gomawo,,jeongmal gomawo.." Jino sudah melepaskan pelukannya dari Jonghyun dan berbalik dan menunduk kepada yang lainnya.
"Aigoo,,tak usah minta maaf Jino.. Bukan kau yang salah tapi dino hyung pabo itu yang salah, tak tau waktu dan tak tau tempat. Beruntung sekali dia bisa mendapatkanmu yang terlalu baik dan manis untuknya." Key beranjak mendekati Jino dan memeluknya. Taemin yang melihatnya juga tak mau ketinggalan, dia juga ikut memeluk Jino dan Key.
Onew, Minho, terutama Jonghyun hanya tersenyum melihat itu dan merangkul Onew dan Minho. "Gomawo" bisiknya pada mereka. Onew dan Minho hanya menganggukkan kepalanya dan ikut merangkul Jonghyun.
"Ish,,lihat apa yang sudah dilakukan Jonghyun padamu? Dia masih meninggalkan jejaknya di bibirmu? Takut ada yang merebutmu kah?" goda key saat melihat di sudut bibir Jino masih ada sedikit sisa saliva dari ciuman panas mereka.
Jino yang mengetahui hal itu langsung merah padam dan menundukkan malu. Sontak tangannya terangkat mendekati sudut bibirnya untuk menghapus jejak itu tapi belum sempat Jino menyentuhnya sudah ditahan oleh sebuah lengan kekar milik Jonghyun. Perlahan, Jonghyun meraih dagu Jino untuk kembali menatapnya dan mendekatkan wajahnya ke Jino kemudian dengan lembut menghapus jejak saliva mereka dengan lidahnya. Membuat Jino kembali merona merah.
"Kau tak boleh menghapusnya baby, biar aku saja." ucap Jonghyun sambil mengusap bekas jejak salivanya dengan ibu jarinya. Kembali mendekatkan wajahnya dan menempelkan bibirnya di bibir plum Jino. Hanya menempel saja.
"Manis sekaliiiii,,,,hyungie,,bukankah mereka manis sekali?"
"Kau juga mau baby?" Minho yang sudah memeluk Taeminnya dari belakang hanya terkekeh melihat namjanya menangkupkan wajahnya, seolah sedang menonton film beradegan rated. Tampak rona merah diwajahnya. Kenapa Taemin ikut merona? Membuat Minho tak tahan untuk ikut mengecup kekasihnya. Minho meraih dagu Taemin dan menolehkannya kebelakang. Minho menempelkan bibirnya ke bibir mungil Taeminnya.
"Kau juga mau yeobo?" goda Onew pada Key yang sudah melingkarkan lengannya dipinggang ramping milik Key. Mendengarnya, membuat Key tersenyum malu dan memejamkan matanya menanti kedatangan bibir apel milik Onew.
Nampak ketiga sejoli yang nampak menikmati suasana romantis yang ada. Kecupan singkat dibibir masing-masing pasangannya, yang menggambarkan seberapa besar rasa cinta yang mereka miliki. Rasa cinta yang seperti sebuah pohon yang harus dirawat dengan baik, terus dipupuk dan disiram agar pohon itu bisa tumbuh dengan subur. Begitu juga dengan cinta harus dirawat agar bisa tumbuh.
"Baiklah,,sudah malam..Sudah saatnya kita pulang. Kalian pasti sudah lelah" Onew memutuskan untuk mengakhirinya. Meski Onew juga ikut menikmati semuanya namun tak bisa dipungkiri bahwa rasa lelah juga menghampirinya dan dapat dipastikan itu juga dirasakan oleh membernya yang lain.
"Hyung, Jino boleh ikut kedorm kita? Aku ingin bersamanya. Kau mau kan baby? Aku masih merindukanmu.." Jino menganggukkan kepalanya.
"Aku sih tidak masalah tapi bagaimana dengan yang lain? Apa yang lain setuju?"
"Ne,,,," jawab yang lain serempak. Mereka seolah tak ingin menghilangkan mood baik yang sedang dirasakan oleh semuanya dan ingin mempertahankan rasa itu sedikit lebih lama.
"Baiklah, kajja kita pulang. Nanti Jino bisa tidur di kamar tamu, kau rapikan dulu kamar itu."
"Tapi kau jangan macam-macam dengannya yah dino pervert.. awas kalau kau berani.." ancam Key sambil bertolak pinggang dan menatap Jonghyun dengan tajam.
"Sudahlah yeobo,,biarkan saja mereka dengan urusan mereka dan biarkan kita nanti dengan urusan kita. Biarkan Jonghyun dengan Jino dan nanti biarkan Taemin dengan Minho. Dan nanti kau bertukar dengan Minho, tidur di tempatku, aku juga ingin berdua denganmu. Okey yeobo?"
Nampak Key yang akan protes dengan saran Onew tadi. Dia memang masih ingin bersama dengan Onewnya karena dia juga terbawa suasan romantis tadi. Namun bagaimanapun juga dia masih tidak akan rela jika membiarkan aegyanya dan Jino, yang juga merupakan dongsaeng kesayangannya, harus dilepas berduaan saja dengan namja seperti Jonghyun dan Minho yang tak usah dipertanyakan lagi seberapa pervert mereka berdua. Dirasakan Taemin yang menarik-narik ujung baju Key. Taemin memperlihatkan puppy eyesnya, merajuk 'umma' Key untuk menyetujui saran 'appa'nya, dia juga masih ingin dengan Minho. Jino juga menatapnya dengan tatapan merajuk kepada Key. Key yang sudah pasti tidak akan pernah bisa menolak permintaan mereka, terutama Taemin hanya bisa menghela nafas berat dan menganggukkan kepalanya.
"Arraso..Kali ini aku mengalah karena mereka berdua, bukan karena kalian. Dan kau, chagiy, jangan harap aku akan diam saja. Kau harus memastikan bahwa mereka tidak akan macam-macam. Kalau sampai mereka macam-macam, aku tidak akan memasak untuk kalian bertiga."
"Arraso umma…"
"Kajja kita pulang" Onew menarik Key lembut untuk berjalan ke mobil mereka. Diikuti Taemin yang merangkul Taemin dan juga Jonghyun juga merangkul Jino. Mereka berjalan beriringan.
F I N
hyaaaaaaaa,,,,akhirnya tamat juga..
setelah sekian lama selesai juga..
mianhe kalo baru sempet update..
awalnya ragu wat ngelanjutin fanfic ini karena rasanya malu and gagal banget waktu buat fanfict ini..
tapi ternyata ada juga yang mau baca bahkan mau ninggalin jejaknya...
kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,,,,
*guling-guling bareng baby taemin dan baby jino* #ditendang minkeyjong
thanks banget yang udah mau baca dan mau komen di part sebelumnya,,
spesial thanks to Aegyo lee, Park Seung Ri, Oryzasativa, AIrzanti, Key's Wife
pesanku masih sama kaya part sebelumnya,,
ini fanfict kedua aku jadi jeongmal mianheyo kalau fanfictnya masih sangat berantakan dan sangat abal juga absurd ini.
belum lagi banyak banget typo(s) karena aku malas baca ulang setelah ngetiknya.
jeongmal gomawoyo yang udah berkenan mampir dan membuang waktunya untuk membaca fanfict abal ini.
new author sangat mengharapkan review dari para pembaca sekalian untuk bisa memperbaiki cerita yang dibuatnya.
thank you very much.
love you all.
*big hug and kissu*
