Brother
Naruto © Masashi Kishimoto Χ One Piece © Eiichiro Oda
Warning : Naruto XOver One Piece, DF User!Naruto, Strong!Naruto, AU, Alternate-Canon, Dimensional Travel, Younger!Naruto, etc.
Rate : M (Biar Aman.)
Summary : Naruto Uzumaki. Seorang Ninja dari Konohagakure yang mendapatkan kesempatan kedua dari Kaguya Ootsusuki. Dipindahkan ke dimensi One Piece, mampukah Naruto yang kini bernama Namikaze D. Naruto beserta ketiga adiknya menggapai impian mereka?
.
.
"Naruto!" Manusia berbicara.
'Daging?' Manusia membatin.
"Mokuton!" Jurus.
BUAKHHH! SFX.
[Sebulan Kemudian.] , [Pulau Misterius, Grand Line.] Skip time, Nama tempat.
BAJAK LAUT CANDY DITANGKAP CP9 Judul Koran.
.
Terimakasih Buat Kalian Semua Yang Telah Berbaik Hati Untuk Mereview Di Chapter 2! : Ailfrid, .58, , altadinata, romijuniawan, .1, Yogi.35912, Kirisaki Shin, fbalinz, egindz, uchiha drac, Rinnegan, maulana59, , Ndah D. Amay, Ae Hatake, , ahmadbima27, YamiNo Kurama Akatsuki, sakuranatsu90, Red devils, Rizky, uzumakiseptian, yuichi, D 007, Neko Twins Kagamine, OrtogeniX Esper, petrabreaker, love kyuuuu, Naminamifrid, ferianda, lemonade, Namikaze Hendrix Ngawi, Aldho, rantocherbond, Hiruka, Rasenjogato007, Uzumaki Deichi, Jasmine DaisynoYuki, Guest, Al-Faraoh, Sky, Anjlok, dan punk.
[Mohon maaf apabila ada yang namanya tidak tertulis atau ada kesalahan penulisan nama. Karena saya mengetik namanya satu-persatu. Karena, apabila saya pakai metode CoPast, ntar ada beberapa nama yang kaga muncul atau jadi 19. Dan sebagainya.]
Q/A :
Naruto Akan Jadi Marine Atau Bajak Laut?
Untuk Sementara Bakalan Jadi Pelaut Biasa Saja. Yang Jelas, Naruto Gak Bakalan Jadi Marine. Kalo Jadi Bajak Laut, Itu Masih Suatu Kemungkinan.
Sasuke Gimana?
Cukup Banyak Yang Nanya Soal Kabar Sasuke. Nah, Sasuke Masih 'Ngambang' Dan Tidak Akan Muncul Lagi Sampai Fic Ini Selesai. Saya Belum Menentukan Kemana Dia Akan Dilempar(?) Kaguya. Jadi, Saya Masih Membuka Poll Buat Para Readers Soal Nasib Sasuke. Kalo Ada Saran Dunia Yang Lain (Yang Ga Masuk Daftar) Juga Boleh! ^^
Naruto Punya Haki Raja Ga?
Haoshoku? Mou, Tebak Sendiri… Hahahahaha! ^^
Apakah Ace Akan Mati?
Nah, Ini Saya Juga Bingung.. Menurut Readers, Ace Dibunuh(?) Apa Enggak?
.
Nah, Itulah Pertanyaan Dari Para Reviewer Non Login. Buat Para Reviewer Login Yang Merasa Mengajukan Pertanyaan, Coba Cek PM Kalian! ^^
.
Chapter 3 : Meet The First Nakama! Naruto vs Kizaru!
Sebuah kapal dengan ukuran besar berjalan pelan melewati tenangnya lautan east blue. Kapal tersebut memiliki warna biru kehijauan, kepala anjing dibagian depan kapal, dan layar putih yang bertuliskan 'MARINE'. Ya! Kapal tersebut merupakan kapal dari salah satu Vice-Admiral Marine paling kuat, Marine Hero, Monkey D. Garp.
Hari ini, Garp memang berniat mengunjungi East Blue untuk melihat cucu-cucunya, Ace, Naruto, Luffy, dan Sabo. Naruto dan Sabo? Kenapa Garp mengenal mereka? 5 bulan yang lalu, saat kunjungan terakhir Garp ke East Blue, Ace dan Luffy memperkenalkan 2 saudara baru mereka Naruto dan Sabo. Setelah itu, Garp mengangkat Naruto dan Sabo sebagai cucunya. Walaupun pertemuan pertama mereka kurang menyenangkan karena Garp, lagi-lagi harus menyiksa Ace, Luffy, dan Sabo karena impian mereka menjadi bajak laut. Tapi, Garp tetap menyayangi semua cucunya dengan kasih sayang yang sama. Tak perduli walaupun kenyataannya Ace, Naruto, dan Sabo adalah cucu angkatnya.
"GARP-SAN!"
Lamunan Garp tentang masa lalunya harus pecah gara-gara anak buahnya, "Ada apa?" Tanyanya.
"Ada sebuah kapal yang mendekat kemari!" Lapor anak buahnya itu.
"Hm?" Garp menggunakan teropong untuk melihat kearah lautan didepannya. Ternyata memang ada sebuah kapal yang mendekat kemari. Garp memicingkan matanya untuk melihat dengan lebih fokus. Dia melihat kapal ukuran sedang, mempunyai kepala kapal berbentuk rubah, memiliki layar dengan pola spiral dan tulisan 'NARUTO' dibawahnya. Garp membelalakkan matanya sampai menembus teropong yang dipakainya saat membaca tulisan 'NARUTO' di layar kapal tadi, "EHHHH! NARUTO!?"
Salah satu awaknya merasa kebingungan, "Naruto? Apa yang salah dengan kata Naruto di layar itu? Garp-san." Tanyanya yang diikuti anak buah Garp yang lain.
"SEMUANYA! KITA AKAN MENDEKATI KAPAL ITU!" bukannya menjawab, Garp malah memerintah anak buahnya.
"Ha-Ha'i Garp-san!" Anak buahnya member hormat dan melaksanakan perintah.
Tak butuh waktu lama, akhirnya kapal Garp berhenti disebelah kapal berkepala rubah tadi. Anehnya, kapal tersebut sangatlah sepi. Yang ada hanya seorang pemuda yang tidur dibagian kepala rubah itu dengan ingus yang menggelembung.
"Kalian tunggu disini! Aku akan pergi kekapal itu!" Perintah Garp.
"Tapi, Garp-san. Tampaknya kapal tersebut hanya dihuni oleh orang yang tidur itu. Apakah kita akan menyerangnya?" Tanya anak buah Garp.
"DIAM! IKUTI SAJA PERINTAHKU!" Garp berteriak marah.
"Ha- Ha- Ha'i!"
Garp melompat masuk kedalam kapal rubah itu dan kemudian berjalan kearah pemuda yang tidur tadi, "BANGUN! ANAK BODOHHH!" Garp menjitak kepala anak itu dengan sangat keras.
BLETAKKK! BRESKHHH!
Anehnya, tangan Garp malah keterusan melewati kepala pemuda tadi dan malah membelahnya jadi 2.
"GKYAAAAAAAAAAA! GA-GA-GA-GARP-SAN! KAU MEMBUNUHNYA!" Teriak seluruh anak buahnya histeris.
"GKYAAAAAAA! MAAFKAN AKU!" Garp ikut-ikutan histeris.
Tanpa mereka sadari, kepala Naruto kembali menyatu dan kemudian dia terbangun, "Kalian berisik sekali!" Ucap Naruto.
"GKYAAAAAAAAAAAA! KEPALANYA NYATU LAGI!" Anak buah Garp semakin histeris.
"Eh? Ada apa?" Naruto malah bingung sendiri.
"DI-DI-DIA BISA BICARAAAAAAAA!"
[Beberapa Saat Kemudian…]
"Sokka. Jadi kau sekarang adalah buah iblis. Dan tipenya adalah logia." Garp menggumam.
"Benar. Ngomong-ngomong, kakek ngapain kemari?" Tanya Naruto.
"Hahahaha!" Garp tertawa, "Niatnya, aku ingin menjenguk kalian berempat ke tempat Dadan. Tak kusangka aku bertemu dengan mu ditempat ini." Garp melanjutkan.
"Dan, Naruto! Bagaimana kabar adik-adikmu?" Tanya Garp.
"Etto.. mereka tetap ingin menjadi bajak laut." Naruto menjawab dengan gugup.
Garp tampak terkejut. Kemudian aura hitam menguar-uar dari tubuhnya. Naruto dan para anak buah Garp hanya mampu Sweatdropped masal saat Garp berulang kali menggumamkan sesuatu seperti, 'Anak-anak itu…. Aku akan benar-benar menghajar mereka.'
Berusaha mencairkan suasana yang terkesan awkward, Naruto menepuk bahu Garp "Sudahlah. Jika kau mengamuk disini, bisa-bisa kapalku ini hancur. Nanti, kau bebas menghancurkan gunung corvo sesukamu." Ucapnya.
Garp mengangguk dan menenangkan dirinya, "Lalu, apa yang akan kau lakukan? Naruto." Tanya Garp.
"Tentu saja untuk mencapai impianku untuk mendapatkan nakama dan menemukan All Blue!" Ucap Naruto semangat.
"Apa kau berniat menjadi bajak laut?" Garp bertanya.
"Tidak." Naruto menyanggah pertanyaan Garp, "Tapi, aku tidak akan segan-segan menghancurkan Tenryuubito atau menyerang Marine apabila mereka mengganggu ketiga adikku."
"Heh!" Garp tersenyum, "Tak salah mereka memilihmu sebagai kakak. Kau sangat perhatian pada mereka walaupun mereka bukanlah saudara kandungmu." Ucap Garp yang dibalas cengiran oleh Naruto.
"Yasudah.." Garp memeluk Naruto kemudian berjalan kearah kapalnya, "Kita berpisah disini, Cucuku. Raihlah cita-citamu itu! Jangan lupa untuk melindungi teman-temanmu walaupun yang harus kau korbankan itu nyawamu." Garp memberikan nasehat kepada Naruto.
Naruto menyengir, "Tentu saja, Jiji! Titip salam pada mereka ya!"
Garp hanya mengangkat tangan nya.
Mereka pun dipisahkan oleh tenangnya lautan East Blue.
.
.
.
[Sebulan Kemudian.]
Sudah sebulan lamanya Naruto mengarungi lautan dan akhirnya berhasil memasuki Grand Line. Reverse Mountain yang merupakan jalan masuk Grand Line, bukanlah masalah untuknya, walaupun 'Kurama' hampir hancur karena perhitungan Naruto yang sedikit miss, Naruto dapat melewatinya dengan membuat gapura-gapura kayu di sepanjang jalur pelayaran Reverse Mountain untuk menahan kapalnya.
Naruto membelalakkan matanya saat melihat sebuah pulau dari teropong, "Akhirnya! Setelah seminggu lamanya, aku menemukan pulau pertamaku di Grand Line!" Naruto tersenyum senang.
[Pulau Misterius, Grand Line.]
Naruto berjalan menyusuri pulau aneh tersebut. Setelah melewati hutan yang berada dipinggir pulau, Naruto akhirnya disuguhkan pemandangan indah. Sepasang batu raksasa yang menghimpit sebuah kota ditengahnya. Naruto mengalihkan pandangannya dan melihat kearah gapura di pulau itu dan membaca tulisan yang ada disana.
"Liberty Island. Sepertinya ini pulau yang menarik." Naruto menggumam sendiri.
Naruto berjalan menyusuri kota itu. Bangunan-bangunan disini mempunyai bentuk yang aneh. Memiliki desain seperti rumah siput dan memiliki warna yang beraneka ragam. Penduduk disini juga memakai pakaian yang aneh-aneh. Mayoritas wanita hanya memakai dress panjang dan para pria memakai baju kaos yang terlihat santai.
"Jangan lari!"
Naruto dikejutkan dengan sebuah teriakan. Mengalihkan pandangannya kebelakang, Naruto melihat seseorang yang dikejar-kejar oleh beberapa orang berpakaian seragam Marine. Orang berjubah tudung itu berlari dan akhirnya melewati Naruto.
"Tunggu! Iblis!" Teriak para Marine.
'Iblis? Kelihatannya menarik. Aku ikutin ah!' Batin Naruto.
Orang tadi berbelok kearah kanan dan memasuki sebuah gang sempit. Setelah cukup jauh, ternyata gang yang dimasukinya buntu. Orang itu berhenti berlari dan melihat kebelakang dimana para Marine sudah semakin mendekatinya.
"Hei! Dia terpojok!"
"Yosh! Ikuti perintah Admiral untuk mengeksekusinya ditempat!"
Tubuh orang tadi bergetar. Kelihatan sekali dia sangat ketakutan saat ketiga Marine tadi hendak menarik pelatuk mereka.
"Mati kau!"
"Mokuton : Sashiki! (Wood Release : Cutting!)"
JLEB! JLEB! JLEB!
Tiba-tiba saja tubuh ketiga Marine tadi ambruk setelah kepala mereka bolong akibat tertusuk kayu-kayu berukuran sedang. Orang tadi memandang kedepan dan melihat orang yang menyelamatkannya tadi. Ternyata, seorang pemuda pirang dengan pakaian Tuxedo, Naruto.
"Si.. Siapa kau?" Tanya orang tadi.
"Hm? Namaku Namikaze D. Naruto! Siapa namamu tuan?" Tanya Naruto.
"Robin, Nico Robin. Dan lagi, aku perempuan. Dan, kenapa kau menyelamatkanku? Apa kau menginginkan harga kepalaku?" Tanya perempuan yang diketahui bernama Robin itu.
"Tidak! Aku bukanlah Bounty Hunter jadi kau tidak usah khawatir." Naruto kemudian membalikkan badannya dan berjalan pergi, "Yasudah. Jaa!" Naruto melambaikan tangannya.
Robin terdiam. Dia kini tengah bingung. Posisinya sekarang sangatlah tidak aman. Dia tengah diburu oleh Marine yang sedang 'berkunjung' kepulau ini. Haruskah dia mengikuti pria blonde itu? Disatu sisi, Robin menganggap kalau dirinya harus percaya dan berlindung pada pria tadi. Tapi, dia tidak mungkin mempercayai pria tadi begitu saja. Namun, entah mengapa Robin merasa kalau dia mengenal baik pria itu. Entah kenapa dia merasa seperti senang setelah bertemu dengan pria itu.
Bukankah Robin belum pernah bertemu dengannya? Jadi, perasaan apa ini? Robin mengabaikan semua itu. Dia harus mempercayai pria ini. Hanya itu pilihannya.
"Matte!"
Naruto menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya untuk melihat wanita tadi, "Apa lagi? Sudah kubilang aku tidak menginginkan Bountymu!"
"Apa kau punya kapal?" Tanya Robin mengabaikan pernyataan Naruto.
"Tentu! Kurama adalah kapar terhebat yang pernah kumiliki!" Naruto berkata bangga.
"Aku ikut denganmu!" Robin kemudian menyeret Naruto kehutan, "Dimana kapalmu?" Tanyanya.
"Disisi utara pulau!" Jawab Naruto, "Hei! Kenapa kau menyeretku!?" Tanyanya.
"Sudahlah! Bawa aku ke kapalmu! Nanti akan kuberitahu dikapal!" Ucap Robin.
.
.
[Kemudian…]
'Kurama' kini berjalan pelan melewati lautan Grand Line. Dibagian dek, Naruto tengah duduk disebelah Robin, menunggu penjelasan dari gadis berambut hitam itu.
"Jadi, darimana aku harus mulai?" Tanya Robin.
"Soal angkatan laut itu?"
"Baiklah. Pertama, aku akan menceritakan masa laluku terlebih dahulu." Sebenarnya Robin tidak mau menceritakan pengalaman pahitnya pada orang lain, apalagi orang yang baru dikenalnya. Tapi Robin berusaha memercayainya.
Menarik nafas, Robin memulai ceritanya. "Aku berasal dari West Blue, tepatnya dari pulau Ohara, pulau para ilmuan."
"Beberapa orang di pulau Ohara memiliki kemampuan khusus untuk membaca Poneglyph. Salah satunya adalah aku. Kemampuan kami dapat membokar rahasia bertahun-tahun yang lalu. Marine mengincar kemampuan langka kami ini. Mereka berusaha membasmi kami semua. Berusaha melenyapkan kami dari muka bumi." Robin menatap langit jauh.
"Puncaknya, Marine melakukan sebuah tindakkan penghancuran terbesar…"
"Buster Call…" Naruto menebak arah pembicaraan Robin.
"Ya. Mereka melakukan Buster Call pada pulau Ohara. Salah satu anggota Marine, Jaguar D. Saulo, memenuhi permintaan ibuku dan pergi menyelamatkanku. Akhirnya, Ohara hancur. Bahkan ibuku… Hiks… tewas pada tragedi itu." Robin meneteskan air matanya.
"Awalnya, Marine mengira mereka berhasil membasmi semua pembaca Poneglyph. Tapi, setelah mendengar ada satu orang yang selamat, mereka langsung memberiku Bounty dan melakukan pencarian besar-besaran. Aku dibenci. Terkadang, aku berfikir, 'pantaskah aku dilahirkan'. Hiks.. Hikss…." Robin menyelesaikan ceritanya kemudian menangis dalam diam.
Naruto memandang Robin dengan pandangan nanar. Dia kemudian memeluk Robin, membiarkan gadis itu menangis didadanya.
"Menangislah.."
.
.
[Kemudian…]
"Maaf kalau aku membuka masa lalumu.." Naruto merasa bersalah.
"Tak apa. Nah, sekarang, giliranmu untuk menceritakan masa lalumu." Ucap Robin yang sudah berhenti menangis.
"Baiklah.. aku tinggal di East Blue. Aku mempunyai 3 orang adik angkat, mereka menemukanku terkapar dihutan setahun yang lalu. Tepatnya saat aku berusia 13 tahun. Saat itu, tubuhku penuh luka dan tidak mengingat apapun selain namaku." Naruto memulai ceritanya.
"Aku menjalani hidup yang keras bersama ketiga adikku. Kami berempat hidup dihutan dengan memakan berbagai hal yang bisa kami temukan dan bisa kami makan. Tak perduli itu jamur beracun, buaya, daun, yang penting kami bisa makan."
"Beberapa bulan kemudian, aku menemukan sebuah Akuma no Mi. Akupun memakannya dan mendapatkan kekuatan. Dengan kekuatan itu, aku akan melindungi semua orang dekatku dan menggapai impianku! Menemukan All Blue!" Naruto menyelesaikan ceritanya.
"Dan Robin. Kau tidak perlu khawatir! Perempuan sepertimu tidak boleh hidup dalam dunia keras sepertiku. Jadi, aku akan melindungimu! Ini adalah janjiku!" Naruto mendeklarasikan janjinya.
Robin sempat terpana melihat Naruto kemudian dia tersenyum manis, "Baiklah. Mari kita mulai dari awal. Namaku Nico Robin, seorang peneliti. Siap melayanimu!" Ucapnya.
"Yosh! Namaku Namikaze D. Naruto! Siap melindungimu!" Naruto menyengir.
Narutopun menemukan Nakama pertamanya.
.
.
[Sebulan Kemudian.]
Robin keluar dari kamarnya dan berjalan kearah dek. Wanita itu baru saja menyelesaikan ritual rutinnya -mandi-. Kini, dia menguncir rambut hitamnya, memakai baju kemeja putih standar dan celana jeans biru. Dia melihat di bagian depan kapal, Naruto tengah duduk di bagian kepala Kurama.
Robin berjalan menemui Naruto dan menyapanya, "Ohayo, Naruto-kun."
"Oh, Robin? Ohayo.." Naruto membalas sapaan Robin.
KOAK! KOAK! KOAK!
Robin dan Naruto dikejutkan dengan suara para burung pengantar koran. Naruto melihat sebuah koran dijatuhkan burung itu. Mengambilnya lalu membuka tali pengikatnya dan membaca headline koran itu.
KUNJUNGAN PERTAMA TENRYUUBITO KE GOA KINGDOM, EAST BLUE MENEWASKAN SEORANG BAJAK LAUT.
"Goa Kingdom?" Naruto menggumam.
"Ada apa Naruto-kun?" Tanya Robin.
"Itu adalah tempat asal salah satu adikku." Jawab Naruto.
Dia melihat foto dibawah tulisan headline tadi. Dibagian kiri, terlihat penduduk Goa Kingdom sujud saat Tenryuubito melewati mereka. Dibagian sebelah kiri, Naruto melihat foto puing-puing kapal bajak laut yang hancur dengan bendera bertuliskan 'S'. Di sekitar puing-puing kapal Naruto melihat sebuah topi.
Naruto meremas koran yang dipegangnya. Tentu saja dia tahu siapa pemilik topi tinggi ber-google itu. Sabo, adik Naruto selain Ace dan Luffy. Dan Tenryuubito telah membunuh adiknya.
"TENRYUUBITOOOOO! AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN SEMUA!" Naruto berteriak.
"Tenanglah, Naruto-kun! Ada apa?" Tanya Robin.
Bukannya menjawab, Naruto malah semakin mengamuk dan menghancurkan segala properti disekitar mereka. Mulai dari bangku, meja, drum, dan lainnya. Merasa tidak berhasil menenangkan Naruto, Robin terpaksa menggunakan Hana Hana no Mi-nya dan menumbuhkan tangan-tangan yang menahan amukan Naruto.
"GGGHHHHHH….." Naruto berusaha melepaskan diri dari genggaman tangan-tangan Robin.
PLAKKK!
Ternyata Robin menumbuhkan satu tangan dan kemudian menggunakan tangan baru itu untuk menampar Naruto. Dan cara itu efektif. Naruto berhenti mengamuk. Merasa sudah selesai, Robin melepas Hana-Hana-nya. Naruto jatuh terduduk, tampak bahunya bergetar. Robin tahu kalau Naruto menangis.
Robin memegang kedua bahu Naruto, "Ada apa?" tanyanya.
"Hiks.. Hiks… Tenryuubito, mereka membunuh adikku. Sabo." Jawab Naruto.
Robin membelalakkan matanya, "Tenanglah Naruto-kun. Mengamuk tidak ada gunanya. Ikhlaskan saja. Suatu saat, balaskan dendam adikmu itu. Berusaha menjadi kuat dan hancurkan semua musuhmu." Nasehat Robin.
Naruto memeluk Robin, dia masih menangis, "Arigato, Robin."
.
.
Beberapa saat kemudian, Naruto dan Robin telah sampai di sebuah pulau. Pulau tersebut memiliki ukuran kecil. Ditengah pulau, ada sebuah kota yang dikelilingi sebuah hutan tropis. Anehnya, hutan tersebut dikelilingi padang pasir yang menutupi 90% bagian pulau.
Naruto dan Robin kini telah sampai di kota pulau Sahara.
"UWOOOHHHH! ROBIN! KITA KESANA!" Naruto teriak dengan mata berbinar sambil menunjuk sebuah toko.
Robin melihat toko yang ditunjuk Naruto. Dia melihat tulisan didepan toko dan membacanya. JACK'S MEAT RESTAURANT. Toko daging. Robin hanya memijit keningnya. Berteman selama sebulan dengan Naruto membuatnya tau sifat buruk pria blonde itu. Penggila daging. Menganggap daging adalah segalanya. Dan kata Naruto, adik-adiknya juga merupakan penggila daging seperti dirinya.
"Heh… Baiklah."
.
.
"Pesanan sudah datang!"
Naruto dan Robin melihat seorang pria membawa sebuah kereta dorong dengan beberapa tutup makanan.
"Pesanan kalian.. Tuan, Nona.."
"Untuk makanan pembuka, silahkan nikmati. Coke Sauce Shrimp, dan Sea King's Tequila!"
"UOOHHHH!" Naruto meneteskan luirnya.
"Dan sebagai menu utama, kami menyajikan. Jack's Meat Ramen! Menu paling enak dan paling digemari seantero pulau sahara. Dan kami menyajikannya dengan versi biasa untuk nona dan versi super untuk tuan." Ucap pelayan itu.
"AHHH!" Liur Naruto semakin mengalir deras.
"Dan untuk dessert, nikmatilah! Chocolate Ice Cream with Frozen Sake! Oke! Saya permisi dulu." Pelayan itupun pergi.
"ITADAKIMASU!"
Tak butuh waktu lama, Naruto langsung menyergap semua makanan yang ada disitu. Mengabaikan fakta kalau dessert dimakan terakhir, makanan pembuka dimakan duluan, yang mana makanan paling dekat, itu yang disambarnya.
Robin? Dia sudah menghabiskan hidangan pembuka dan kini sedang menikmati ramen ukuran biasa miliknya dengan tenang dan pelan. Sungguh kontras dengan Naruto yang memakan tanpa pandang bulu dan terkesan brutal dan buru-buru.
Beberapa saat kemudian, Naruto sudah menghabiskan semua makanan. Dia mengelus perutnya yang membesar. Sementara Robin sedang memakan es krimnya dengan pelan. Dia memandang Naruto yang tengah menusuk giginya, berusaha mengeluarkan daging-daging yang menyangkut di giginya.
Robin berfikir, Naruto adalah pemuda yang sangat baik. Dia tampan, Robin mengakui itu. Dan dia memegang teguh janjinya untuk melindungi Robin. Terbukti saat Naruto hampir terbunuh hanya untuk menyelamatkan Robin yang diserang Sea King. Setiap bersama Naruto, Robin merasa aneh. Robin tidaklah bodoh untuk menyadari perasaannya pada Naruto. Tapi, apa Naruto mau menerimanya yang merupakan anak iblis yang merupakan buronan internasional? Tentu saja itu akan mengganggu impian Naruto untuk menemukan All Blue. Robin memutuskan untuk memendam perasaan ini dan membiarkan dirinya menampungnya sendiri.
.
.
Naruto dan Robin sudah selesai berbelanja kebutuhan mereka. Dan kini, mereka sudah tiba dipantai dan bersiap-siap naik kapal dan melanjutkan perjalanan.
"Wah, wah… Mesra sekali…"
Naruto dan Robin mengalihkan pandangan mereka kebelakang. Mereka melihat seorang pria tua dengan postur tubuh yang tinggi. Dia memakai setelan bergaris-garis kuning dan celana panjang dengan motif yang sama, dan dilengkapi dengan jubah khas angkatan laut yang menggantung diatas pundak. Ia memakai sepatu putih polos, kacamata kuning emas dan kemeja hijau gelap dan dasi ungu muda. Pria yang memiliki wajah tua itu memandang Naruto dan Robin dengan senyum menjijikkannya.
"Sepertinya Sakazuki kesal sekalai karena gagal membunuh satu ilmuan Ohara…" Ujar pria itu.
"Kizaru!" Tebak Robin.
"Kizaru?" Naruto bingung.
"Ya! Salah satu Admiral Marine, Borsalino dengan julukan Kizaru!" Jelas Robin.
"ADMIRALLL!"
Kizaru tersenyum menjijikkan, "Blonde-san, apakah kau mau menyerahkan gadis penjahat disebelahmu itu?" Tanyanya dengan nada anehnya.
Naruto langsung berdiri didepan Robin dan memasang kuda-kuda bertarung, "Heh! Jangan harap, bedebah!" Ucap Naruto.
"Sayang sekali…" Kizaru tiba-tiba terpecah menjadi butiran cahaya, "Tapi Akuma no Ko tetap harus ikut denganku…" Ucap Kizaru yang tiba-tiba muncul dibelakang Robin.
Saat Kizaru hendak membawa Robin, tiba-tiba saja dia dililit oleh kayu-kayu yang muncul entah darimana.
"Mokuton : Daijuurin! (Wood Release : Great Forest!)"
Kayu-kayu tersebut mengangkat Kizaru keatas, menjauhkannya dari Robin. Kayu-kayu tersebut terus memampat dan menekan tubuh Kizaru. Ternyata, Naruto telah melapisi Moku-Moku-nya dengan Bushohoku no Haki agar bisa menyentuh Kizaru. Tak mau mati konyol, Kizaru menggunakan Pika-Pika-nya untuk berubah menjadi cahaya dan melepaskan diri dari Daijuurin milik Naruto.
"Huhh… Merepotkan.. Pengguna Akuma no Mi yah…." Kizaru menggumam.
"Robin! Larilah!" Ucap Naruto.
"Tapi.. bagaimana denganmu?" Tanya Robin khawatir.
"Aku akan menahannya. Tenanglah, aku ini kuat! Gunakan mesin uap dengan tenaga penuh dibagian bawah kapal. Aku kan sudah janji akan melindungimu." Naruto tersenyum.
Robin merasa berat untuk meninggalkan Naruto. Tapi, dia sudah diperintah oleh Naruto. Jadi, dia harus mengikutinya. Robin segera berlari kearah Kurama. Kizaru, tentu saja dia tidak membiarkan Robin untuk lolos.
"Ama no Murakumo! (Sword of the Gathering Clouds of Heaven!)" Kizaru menciptakan sebuah pedang cahaya di tangannya dan melesat kearah Robin untuk menebasnya.
DRAKKKK!
Serangan Kizaru terhenti saat Naruto menahan serangannya dengan sebuah pedang kayu ditanggannya.
"Mokuton : Mokujin no Bokken. (Wood Release : Wood Golem Sword.) Sudah kubilang, aku yang menjadi lawanmu."
"Cih!"
Kizaru memutar badannya kekanan dan berusaha membelah tubuh Naruto. Tak tinggal diam, Naruto memutar kedua tangannya dan menahan Ama no Murakumo-nya Kizaru. Ternyata, Mokujin no Bokken Naruto tidak hancur walaupun di duel dengan Ama no Murakumo Kizaru yang terkenal dengan nama Kusanagi no Tsurugi. Kenapa? Naruto ternyata membuat Bokkennya dari kayu adam yang dilapisi dengan Bushohoku no Haki yang membuat Bokkennya berwarna hitam.
"HEAHHHH!"
Naruto mendorong Bokkennya sekuat tenaga yang membuat Kizaru melayang kebelakang. Kizaru terbang keatas dengan Pika-Pikanya. Tak mau tertinggal, Naruto membuat pijakan Kayu yang naik keatas dan mengejar Kizaru.
DRAKKK! DRAKKK! DRAKKKK!
Pertarungan pedang udara terjadi. Kizaru terus terbang kesana kemari dengan Pika-Pika-nya. Naruto juga mengejar dengan kayu tumpuan yang terus tumbuh mengejar Kizaru. Naruto menggunakan Bokkennya dan menyerang Kizaru dari berbagai sisi. Walaupun serangan Naruto sangat cepat, namun efek dari Pika-Pika yang membuat sang pengguna mendapat kecepatan super membuat Kizaru dapat menangkis dan menahan semua tebasan Bokken Naruto.
Terbang sedikit jauh, Kizaru merentangkan dua telunjukknya kearah Naruto dan menembakkan ratusan laser cahaya kearah Naruto. Dengan Bokkennya yang dilapisi Haki, Naruto menebas semua laser cahaya yang mengarah kepadanya dan membiarkan sisa-sisa cahaya berpendar disekitar tubuhnya.
Kizaru membelalakkan matanya saat menyadari Naruto sudah tidak ada didepannya. Dengan reflek seorang Admiral, Kizaru segera mendongak keatas dan melihat Naruto sudah siap menghajarnya. Kizaru membelalakkan matanya saat dengan jelasnya dia melihat Naruto mengepalkan tangannya, merubah tangannya jadi kayu, dan melapisinya dengan Haki. Kizaru hendak menghindar melesat menghindar saat menyadari Naruto telah memegang tangannya dengan Haki. Dengan cepat, Naruto langsung saja menghajar jatuh Kizaru.
Kizaru tidak dapat kabur.
'Sialan…'
DUAKKKHHH! DRAKHHH!
Mendarat dengan manis, Naruto memandang abu hasil hantaman tubuh Kizaru. Dia memandang kearah laut dan melihat 'Kurama' dan Robin yang sudah berada cukup jauh dari pantai. Naruto kembali mengalihkan pandangan kearah lobang raksasa didepannya saat menyadari adanya pergerakan. Naruto dengan jelas melihat Kizaru tertatih berjalan keluar dari lobang tadi.
"Hehhh.. Aku meremehkanmu. Baiklah! Aku akan serius sekarang!" Ucap Kizaru.
"Kalau begitu, aku juga! Mokuton : Daijuurin! (Wood Release : Great Forest!)"
Naruto merentangkan tangannya. Tangannya tiba-tiba memanjang dan berubah menjadi puluhan kayu-kayu tajam dan melesat dengan cepat kearah Kizaru. Kizaru tentu saja tidak mau mati konyol. Tubuh bagian bawahnya kemudian berubah menjadi partikel cahaya dan kemudian melesat menghindar.
Kayu-kayu tersebut masih melesat mengikuti gerakan Kizaru. Tak tinggal diam, Kizaru menembakkan laser-laser cahaya danberhasil menghancurkan kayu-kayu tadi. Namun, kayu-kayu tadi kembali tumbuh dan mengejar Kizaru lagi. Naruto tiba-tiba menghentikan serangannya saat tahu kayunya sudah sampai pada titik terjauhnya.
"Giliranku! Yasakani no Magatama! (Eight Shaku Curved Jewel!)" Ucap Kizaru sambil menyilangkan tangannya.
Kemudian muncullah ribuan laser cahaya kearah Naruto. Tak mau mengalah, Naruto menapakkan kedua tangannya ketanah. "Mokuton : Dai Mokujoheki! (Wood Release : Great Wood Wall!)"
Sesaat setelah Naruto mengucapkan nama jurusnya, kayu-kayu muncul dari dalam tanah dan kemudian berubah menjadi kubah yang terdiri dari beberapa lapisan kayu. Kubah-kubah kayu itu melindungi Naruto dari serangan Kizaru. Setelah serangan Kizaru berhenti, Naruto menghilangkan kubah kayunya yang tinggal memiliki 2 lapisan.
Naruto sedikit kebingungan saat dia tidak lagi melihat Kizaru di langit.
"Yata no Kagami. (Sacred Yata Mirror.)"
Naruto tersentak saat tiba-tiba beberapa lingkaran cahaya muncul mengelilinginya.
DUAKHH!
Sebuah pukulan mendarat dipipi Naruto.
DUAKH! BUKGHH! BAGHHH!
Berbagai serangan mendarat ditubuh Naruto. Ternyata, Kizaru menggunakan refleksi cermin dan berpindah-pindah antar cermin sambil menyerang Naruto (A/N : Seperti Haku Saat Melawan Sasuke.) Serangan berhenti sesaat. Memanfaatkan situasi, Naruto mengaktifkan Kenbunshoku no Haki. Saat menyadari Kizaru melesat kearahnya, Naruto langsung menciptakan Mokujin no Bokken dan memukul Kizaru jatuh.
BUAKHHH!
Naruto menyeringai saatYata no Kagami milik Kizaru menghilang. Dia terkejut saat menyadari Kizaru sudah tidak ada dibawahnya. Dia segera melihat keatas dan melihat Kizaru terbang dengan partikel-partikel cahaya dibawahnya.
"Ama no Iwato! (Heavenly Rock Cave!)"
Sebuah berkas cahaya muncul dan menjadi sebuah laser besar dengan siluet kepala monyet. Laser tersebut melesat dengan kecepatan cahaya membuat Naruto tidak bisa menghindarinya.
DAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRR!
Asap tinggi mengepul. Kizaru mendarat ketanah. Saat asap sudah hilang, Kizaru dapat melihat tanah-tanah yang hancur berserakan dan Naruto yang terkapar dengan tubuh dan baju yang terbakar.
Kizaru mengalihkan pandangannya kearah laut dan melihat sebuah kapal. Kapal itu adalah 'Kurama' kapal milik Naruto yang dinaikki Robin, sang Akuma no Ko.
Kizaru lalu menjulurkan jari telunjuknya dan kemudian mengumpulkan partikel cahaya dan membentuk sebuah bola cahaya. Bola cahaya itu kemudian menjadi laser dan kemudian melesat kearah kapal Naruto. Sesaat kemudian, Kizaru dapat melihat sebuah ledakkan besar dari kejauhan dan kemudian menjadi asap hitam yang mengepul tinggi.
"Kizaru-san!"
Kizaru melihat kearah belakang dan melihat beberapa Marine menghampirinya.
"Katakan pada Sakazuki, misi selesai. Akuma no Ko, dieksekusi ditempat." Ucapnya.
"Ha'i! Ngomong-ngomong, kau habis bertarung dengan siapa?" Tanya salah satu Marine saat melihat area didepan mereka yang sudah hancur lebur.
"Aku melawan anak muda itu." Kizaru menunjuk Naruto yang terkapar. "Aku meremehkannya. Dia berhasil memukulku 2 kali. Tapi, tetap saja dia bukanlah tandinganku dan aku sudah membunuhnya." Ucap Kizaru.
Anak buahnya tadi mengangguk tanda mengerti, "Jadi, mayatnya kita apakan?" Tanyanya lagi.
"Musnahkan." Perintah Kizaru.
"Ha'i!"
Saat para Marine membawa tubuh Naruto, tiba-tiba saja muncul sebuah hembusan angin kuat yang menerpa mereka. "Apa-apaan ini!?"
"Hei! Mayatnya hilang!"
"Kizaru-san! Apa yang sebenarnya terjadi!?" Tanya salah satu Marine.
Bukannya menjawab, Kizaru malah menggumam tak jelas, "Heehhhh… Dia mengambilnya…"
.
.
To Be Continiue…
.
A/N : Halo! Hahahaha! Jangan Nanya Nasib Naruto Dan Robin… Mereka Berdua Dinyatakan Tewas. Dan Fic Ini Tamat. #Ditabok. Hehehe Becanda.. Kalo Naruto, Dia Masih Hidup. Kalo Robin? Rahasia. Hehehehehe…
Nah, Setelah Ini, Chapter 4 Akan Langsung Lompat Ke Masa Dimana Luffy Sudah Memulai Kariernya Sebagai Bajak Laut…
.
Trivia :
~ Soal Gapura-Gapura Di Reverse Mountain, Itu Memang Ada! Kalo Ga Percaya, Coba Lihat Saat SHP Melewati Arus Reverse Mountain (Lupa Chapter Berapa.) Ada Gapura Di Sepanjang Arus. Kan Belom Tahu Siapa Yang Buat Gapura Itu. Nah, Disini Saya Buat Narutolah Yang Membuat Gapura Itu.
.
Info Jutsu :
Naruto :
Mokuton : Sashiki. (Wood Release : Cutting.)
Naruto Menjulurkan Tangannya Dan Menembakkan Kayu-Kayu Runcing Kearah Musuh.
Jarak Jurus : Sempit-Luas, Kelas : Menengah-Atas.
Mokuton : Daijuurin. (Wood Release : Great Forest.)
Naruto Mengubah Tangannya Menjadi Puluhan Kayu-Kayu Yang Memanjang. Dapat Dipakai Untuk Menahan Pergerakan Musuh Dengan Cara Melilit, Atau Menyerang Musuh Dengan Mengubah Ujung Kayu Menjadi Tajam.
Jarak Jurus : Sempit-Luas, Kelas : Menengah-Atas.
Mokuton : Mokujin no Bokken. (Wood Release : Wood Golem Sword.)
Naruto Menciptakan Sebuah Bokken Dari Kayu Pohon Adam Dan Melapisinya Dengan Bushohoku no Haki. Dapat Beradu Dengan Pedang Kitetsu Sekalipun.
Jarak Jurus : - , Kelas : Atas.
Mokuton : Dai Mokujoheki. (Wood Release : Great Wood Wall.)
Naruto Memunculkan Puluhan Kayu Dan Membentuk Sebuah Kubah Kayu Dengan 25 Lapisan.
Jarak Jurus : - , Kelas : Atas.
.
Kizaru :
Ama no Murakumo. (Swords of the Gathering Clouds of Heaven.)
Dengan Cahaya Dari Pika-Pika no Mi miliknya, Kizaru membentuk pedang panjang yang sangat tajam.
Jarak Jurus : - , Kelas : Atas.
Yasakani no Magatama. (Eight Shaku Curved Jewel.)
Kizaru menggunakan kedua tangan untuk menembakkan partikel cahaya yang mematikan menyebabkan kerusakan ekstrim pada apapun yang mereka hantam.
Jarak Jurus : Luas, Kelas : Atas.
Yata no Kagami. (Sacred Yata Mirror.)
Kizaru Membentuk Lingkaran-Lingkaran Cahaya Sebagai Media Untuknya Berteleportasi. Bisa Digunakan Juga Sebagai Alat Transportasi.
Jarak Jurus : Sempit-Luas, Kelas : Atas.
Ama no Iwato. (Heavenly Rock Cave.)
Kizaru menembakkan sinar laser kuat besar dari kakinya dalam bentuk kepala monyet.
Jarak Jurus : Luas, Kelas : Atas.
Oke Itu Aja! Buat Yang Ada Saran Atau Pertanyaan, Silahkan Saja Tulis Di Kolom Review. Hargai Kerja Keras Saya Dengan Menggunakan Waktu Kalian Sekitar 5 Menitan Untuk Memberi Kritik, Saran, ataupun Pertanyaan Pada Saya.
Fic Akan Di Update Setelah 180 Review!
Jadi, Buat Yang Pengin Fic Ini Lanjut, Mohon Reviewnya!
Review
