.
The 21st of September
Baejun13 storyline
Kim Jongdae | Oh Sehun
.
Don't Like, Don't Read
Happy Reading
Chapter 2: My New Dark School
" Chennie, bangun.. " seorang wanita cantik tengah mengguncang pelan tubuh namja manis yang tengah tertidur
" enggghh, lima menit lagi.. " Chen mengucek matanya, lalu tertidur kembali
" kau lupa? Sekarang kita akan ke sekolah " perkataan Yuri sonrak membuat Chen bangun dan duduk
" sekolah? Kapan? "
Yuri mendecak, " kemarin sudah ku bilang kan? Sekarang kau cepat mandi dan sarapan "
Yuri berjalan pergi dari kamar Chen, " oh ya, bajumu sudah kusiapkan "
baru saja Chen ingin melemparkan protesnya, namun Yuri sudah pergi dari kamarnya terlebih dahulu
" aishh " geramnya, tapi pada akhirnya pun dia berjalan juga kekamar mandi
.
" CHENNIE, CEPAT SARAPAN! "
Chen yang sedang memakai seragam barunya, mendesah pelan
" CHENN! "
" SEBENTAR " balas Chen dengan teriak juga, dia pikir pasti ahjumma-nya tidak akan berteriak lagi, namun perkiraanya salah-
" Chen.. "
ahjumma-nya malah mendatangi kamarnya
" haishh, noona! aku akan kesana " kata Chen kesal
" lagi kau lama sekali, jadi mending noona mendatangimu " Chen memutar bola matanya malas
" baik, ayo kita kesana noona.. "
" nah, itu bagus " kata Yuri lalu berjalan pergi diikuti Chen dibelakangnya
dua hal yang bisa Chen dapatkan ahjumma-nya, pertama ahjumma-nya itu tidak sabaran dan juga sedikit pemaksa
Chen melihat dua piring kimchi dan juga dua gelas teh hangat, sarapan yang sangat biasa bagi Chen, biasanya di rumahnya dia selalu sarapan yang lebih dari pada ini
oke, satu hal yang perlu Chen ketahui kalau ini di desa bukan kota
" cepat makan, oh ya perlu kau ketahui, tas mu sudah ku siapkan, jadi kau bisa tenang " Yuri berkata santai, tanpa melihat Chen yang sudah menganga kaget
bahkan Chen tidak memintanya. Chen menambahkan bahwa ahjumma-nya sangat pemaksa!
.
" noona kau yakin? "
" apa? "
Chen melihat keatas, disana terlihat tulisan hangul yang tertata rapi
목보 고등학교
(Mokpo kodeunghakkyo*)
mereka berada di depan gerbang sekolah, menurut Chen ini tak pantas disebut sekolah
gelap
bahkan gerbangnya saja sudah sangat berkarat
" ayo masuk "
Yuri menarik lengan Chen agar masuk kedalam
Chen menggeleng keras
Yuri menatapnya lembut, " tenang.."
.
Chen berjalan cepat mengikuti Yuri yang berada di depannya
Mereka sedang melewati lorong sempit yang cahayanya sangat langka, hanya ada pencerahan lampu yang sangat redup
Chen melihat beberapa foto yang dipanjang di dinding koridor itu. Tampaknya di foto itu adalah siswa siswa yang bersekolah disitu
Sebenarnya Chen tidak keberatan dengan foto-foto itu, tapi ada suatu masalah
Orang-orang yang ada di foto itu menampakkan wajah datar,tanpa ekspresi sama sekali
Membuat bulu kuduk Chen merinding saja
Chen baru sadar kalau dirinya sudah tertinggal jauh oleh Yuri
.
" annyeong haseyo Kim Jongdae imnida, kalian bisa memanggilku Chen " seorang namja yang cukup manis membungkukkan badannya, melihat seluruh teman barunya
" baik, kau bisa duduk disamping Joonmyeon, Chen " Taeyeon sang guru, menunjuk tempat Joonmyeon agar Chen duduk disana
" ne, gomawo seonsaengnim " Chen tersenyum manis
jujur saja Chen merasa takut disini, bahkan tak ada yang menyambutnya sebagai siswa baru, berbeda sekali di sekolahnya dulu. Disini semua orang hanya menatapnya datar
" baik kita bisa lanjutkan pelajarannya " suara Taeyeon kembali terdengar, mau tak mau semua murid harus memperhatikannya
.
" hahh.. " seorang namja tampan mendudukkan dirinya di kursi taman sekolahnya
oke, dia sudah berhasil membolos rupanya
Oh Sehun..
Nama yang tertampang jelas di jas sekolah yang dia pakai asal-asalan
Sehun memejamkan matanya, berniat tidur di pagi yang masih cerah ini
biar lah, dia hanya tidak ingin mendengar suara gurunya yang membuat pusing saja
.
Chen memperhatikan teman sebangkunya-Joonmyun, yang hanya menatap datar papan tulis
Taeyeon sedang menjelaskan tentang sejarah yang menurut Chen sangat tidak penting itu
Dia memperhatikan semua teman barunya yang sedang menatap papan tulis sama seperti tatapan Joonmyeon
Chen semakin bingung dengan kelas ini, kenapa mereka hanya memasang muka datar? Bahkan sejak dia memperkenalkan dirinya di kelas ini, tidak ada yang bertepuk tangan atau setidaknya senyum
Chen menghela napasnya
Atau jangan-jangan mereka ini sebenarnya zombie? Mereka berpura pura menjadi manusia dan akan memakannya
Chen menggelengkan kepalanya keras, tidak mungkin seperti itu kan?
.
Bel pulang sudah berbunyi sejak tadi, tetapi namja manis ini tak mau beranjak dari duduknya. Padahal dia tahu pasti ahjumma-nya sudah menjemput dari tadi
Brak~
Chen melihat pintu kelas dibuka secara paksa
Terlihat namja tampan berambut pirang memasuki kelas
Oh ya, jangan lupakan kalau wajahnya memasang wajah datar juga
Chen menatap namja itu dan namja itu menatapnya juga-dengan wajah datar tentunya
Deg deg deg~
Chen memegang dadanya yang berdetak sangat kencang itu. Begitu pun namja itu, dia juga memegang dadanya
Beberapa detik kemudian namja itu mengambil tasnya dan pergi
.
" yah! Kau dari mana saja? Bisa bisa aku jamuran menunggumu! " Chen menutup telinganya, dia tahu pasti ahjumma-nya akan mengomel kepadanya
" aku malas turun noona " Yuri menghela napasnya dan berjalan pergi dari sekolah itu
" aishh, noona jangan marah " Chen mengejar Yuri yang berjalan lebih dulu dibandingnya
" yasudahlah, bagaimana sekolah mu? " Yuri merangkul pundak Chen yang sedikit lebih tinggi dibandingnya
Chen cemberut, " buruk, buruk sekali "
" kenapa? "
" aku ingin pindah sekolah "
Yuri mengangkat sebelah alisnya, " apa maksudmu? "
" sekolah itu menyeramkan! Semua orang hanya berekspresi datar! Pokoknya aku ingin pindah! "
Yuri menatap Chen tajam, " percuma kalau kau pindah, itu satu satunya sekolah yang berada disini "
" memang di kota tak ada sekolah? "
" sekolah di kota perlu memakan waktu dua jam dari sini, terserah kau sih "
Chen membesarkan matanya, menggigit bibir bawahnya bingung
Yuri menatap Chen sayang, " sudahlah nanti kau juga terbiasa "
.
Dukk~
Seorang namja tampan menendang kerikil di hadapannya dengan brutal
" ada apa dengan ku? "
" dia siapa? Kenapa sepertinya aku pernah melihatnya? "
" kenapa jantungku berdetak keras ketika melihatnya? "
" kenapa dia sangat manis? "
Mata namja itu terbelak, dia menjambak rambutnya frustasi
" aisshh, sadarlah kau Oh Sehun! "
.
.
.
.
*Mokpo kodeunghakkyo: SMA Mokpo
.
.
.
.
TBC..
