Sekolahannya Bangtan

.

.

BTS all mem

Boys Love

.

.

Kadang-kadang Bahasa baku, kadang tidak baku- maafkan.

.

.

Pagi datang, penghuni asrama sibuk dengan persiapan sekolahnya. Ada yang bangunnya cepat, ada juga yang masih molor. Sebagian semangat menyambut hari pertama semester baru, namun sebagian lagi juga terlihat malas, mengingat mereka kurang puas atas liburan singkat yang berjalan dengan cepat.

*kamar JinKook

Semua sudah bangun kecuali si Jungkook, keingat masa-masa libur dia nya. Tapi Jin khawatir ini orang mati kali yah, pikirnya. Jin mencoba membangunkan Jungkook dengan sifatnya yang keibu-ibuan, dengan lembut menepuk-nepuk bahu Jungkook.

"Hei, kau tidak bangun. Tidak lama lagi kelas dimulai kau harus bersiap. Dan—," didepan pintu asrama terdengar,

"Jinie, kau tidak kekelas cepatlah ada yang ingin kudiskusikan." Benar saja Namjoon menunggu Jin diluar, dan menyuruh siJin untuk cepat berangkat.

"Tapi anak ini?" *Jin perhatian amat yak, ditatapnya lagi wajah Jungkook 'menggemaskan, mungkin aku bisa nambah anak, buat jadi adeknya uri Yuuungii.' gumamnya, siJin nih hobinya nyebut temen sendiri jadi anaknya. Anak pertamanya siYoongi, Yoongi yang sedikit tsundere, kadang kesal karna tingkah Jin yang seakan benar-benar ibunya.

"Jeon Jungkook, ya bangun lah kau bisa terlambat, jika tidak bangun sekarang."

"YA! Kim Soek Jin, cepatlah!" teriak Namjoon lagi.

"Kau duluan saja, atau jemput Yoongi." Mendengar itu Namjoon sedikit kesal lalu beranjak langsung kekelas sendiri *cie kesel-cie kesel. Emang lu siapa? pacarnya Jin apah *author jahat*

*kamar NamVHose

Tersisa Taehyung sama Hoseok nih didalem, si Taehyung ternyata masih suka nampilin malu-malu singanya, maklum lah siHoseok perhatian nih sama Tae.

"Taehyung, setelah pulang keatap yah, ada yang mau kubicarakan." siTae malah ngangguk-ngangguk lalu menunduk.

"Aku duluan!"

"Oh' silahkan." Setelah siHoseok keluar siTae jingkrak-jingkrak gak karuan,

"Akkkkk, itu orang apa malaikat yah, kok lembut gituh. Kira-kira diatap ngapain? Nyatain perasaan? Semoga YaTuhaaan semogaaaaaaaaa." Berharapnya tinggi nih siTae, setelah selesai dangan acara jingkrak dan berharapnya Taehyung lekas menelpon sahabatnya siJimin.

"Chim, kamu dimana?"

"Dikamar, lagi nungguin istri mandi!"

"Istri? YAK! Ini orang terlalu banyak ngayal yah, cinta aja gak tau apaan. Mau bilang-bilang anak orang istri lagi."

"Dia keluar, dia keluar. Kututup!",

"Aishh, byuntae sialan."

*kamar MinYoon

Yoongi keluar dengan handuk dikepalanya, siJimin mandanginya terwah-wah banget. Belum lagi siYoongi masih memakai baju warna putih tipis, celana hitam diatas lutut, lah makin bikin ngiler tuh tampilan bagi Jimin. Yoongi berjalan dengan angkuhnya melewati Jimin,

"Ya! Yoongi! Kau mencuci spreimu, kita baru pindah kemarin. Dan pastinya itu masih baru, kenapa dicuci?"

"Bukan urusanmu!"

"Ahhh, jangan seperti itu. Aku bisa saja berpikiran yang tidak-tidak. O' ATAU MUNGKIN KAU—" tangan Yoongi nyambar mulut siChim, pinginnya nyumpalin handuknya tapi ntu handuk jatuh entah dimana,

"YA BYUNTAE! Berhentilah berpikir, pikiranmu tidak pernah lurus!"

"Emmhp-emmph." Ternyata tangannya Yoongi repleks aja tadi tapi pas sadar

"Iieyyyyyy, eommaaaa. Amit-amit jabang bayi!" langsung ngelap-lap tangannya seakan itu mulut haram untuk disentuh. Jimin hanya terkekeh senang melihat tingkah manis siuke whehehe.

Yoongi telah siap dengan balutan seragamnya yang rapi, sedangkan Jimin baru selesai dari acara membersihkan dirinya. Jimin keluar dengan telanjang dada memperlihatkan pahatan rapi pada tubuh bagian perutnya itu. Yoongi yang tadi sibuk didepan lemari mereka berdua langsung berbalik dan repleks melempar sepatu yang belum ia pakai. Belum lagi ia tampak malu, dan menutupi wajah dengan kedua tangannya.

"YAK BYUNTAE! Bisakah kau memakai pakaianmu setelah keluar dari kamar mandi!"

Jimin mengkerutkan dahinya lalu tertawa termehek-mehek? Bukan terbahak-bahak. Lalu berjalan menghampiri Yoongi. Yoongi yang telah menurunkan tangannya namun masih bertenger menutupi mulut. Jimin semakin mendekat, lalu berjinjit dihadapan Yoongi mengambil kaosnya yang terletak cukup tinggi dilemari. Yoongi membelalakkan matanya kala tangannya yang sedari tadi menutupi mulutnya tergesek dada dan perut Jimin.

Setelah mendapat kaosnya Jimin kembali pada posisi, serta memakainya dihadapan Yoongi yang masih terdiam diposisinya. Jimin tersenyum, matanya hampir tertutup sempurna memandang wajah Yoongi,

"Kau bersikeras mengatakan bahwa dirimu seorang seme, tapi aku mulai ragu. Mana ada seorang seme menutup wajahnya saat melihat lelaki lain tidak memakai baju?"

Yoongi terbangun dan mulai mengeleng-gelengkan kepalanya. Mendorong dada Jimin agar menjauh, lalu mengambil tasnya dan berlari keluar.

"Aiish, dia tambah imut saat sedang malu."

.

.

.

Jam telah menunjukkan berakhirnya pembelajaran hari ini, siswa berlarian senang tapi masih ada yang diam dikelas untuk belajar. Jungkook, siswa yang hobi bermain game ini sedang sibuk mencoret-coret kertasnya, ternyata siJungkook lagi belajar fisika. Kedua sahabatnya pun datang menghampiri Jungkook.

"Kook-ah, kau tidak balik? Oh' fisika? Bhakhakhakhak." Jimin tertawa diikuti Taehyung menggoda Jungkook.

"Ya! Memang apa salahnya huh?"

"Tidak lucu saja, melihat kau belajar fisika dengan husyuk." Taehyung kembali menggodai sahabatnya.

"Kook-ah, hari ini kolam berenang kosong. Nyok kita cuuus kesana. Lumayan mendinginkan diri."

"Ahh, kalian saja aku sedang serius sekarang, pergilaaaaah!" Jungkook sambil mendorong Taehyung dan Jimin.

"Yahhh, sayang sekali. Tae kita aja nyok yang cuuuus."

"Ahh, maaf chim. Aku ada urusan sekarang. Dahhhhhhh." Tae berlari sambil melambaikan tangan meninggalkan Jimin.

"Aiihs, apa hanya aku yang tidak mempunyai acara?" poor Chimchim

.

.

.

Taehyung berlari menaiki tangga keatap sekolahannya, mulai pelajaran pertama sampai berakhir ia selalu teringat kata-kata Hoseok yang mengajaknya keatap. Taehyung tercengang macam drama picisan yang dimana sicewe tiba-tiba dilamar kekasihnya, mendapati Hoseok yang sedang duduk manis beralaskan Koran dan dua mangkuk makanan serta minuman tentunya.

"Hey, kau datang." Hoseok mulai mengawai dan mempersilahkan Taehyung untuk duduk dihadapannya.

"Apa ini?"

"Hal yang kau inginkan tadi malam."

"Naengmyeon? Aku? Tadi malam?"

"Emh, kau berteriak-teriak meminta ini pada Jimin, padahal Jimin tidak ada disampingmu." Hoseok membukakan plastik yang menutupi mangkuk milik Taehyung.

"Nah, makanlah!" Tae menatap mie itu lalu bertanya lagi kayak tukang sensus,

"Bagaimana kau mendapatkannya, bukankah sekolah kita melarang membeli atau memesan makanan diluar." Hoseok tersenyum, menampilkan lesung pipi manisnya.

"Jangan dipikirkan, makan saja. Ahh, jika sewaktu-waktu kau ingin memesan makanan diluar, kau bisa memberitahuku, aku akan membantumu!"

"Oh, baiklah." Mereka pun makan bersama, bahkan sesekali tertawa menanggapi candaan Hoseok oke baiklah jangan ganggu mereka yang sedang dilanda falling fallingan *jatuh jatuhan?.

.

.

.

Matahati *ralat matahari mulai menyembunyikan dirinya, memberi kesempatan pada bulan agar menggantikannya menyinari kota seoul. Jimin sedang sibuk dengan prnya, tapi sesekali berbalik hanya untuk memperhatikan Yoongi yang juga belajar. Meja belajar mereka saling menunggingi salah lu kira bebek nungging, memunggungi maksud saya, memudahkan bagi Jimin untuk memperhatikan Yoongi yang sedang serius dengan entah apa yang ia kerjakan dan itu sudah terpaut lama.

"Ahhhh, akhirnya selesai jugaaa!" dengan nada yang sedikit tinggi, lalu melirik lagi kearah Yoongi, namun Yoongi tidak merasa terganggu. Tidak kehabisan akal Jimin bahkan memukul-mukul meja tapi tidak ada respon sedikitpun dari Yoongi maklum lah kita semua kan tau sendiri kalo ada orang jatuh cinta biasanya suka ngegodain dan gangguin sidoi sama nih macam Jimin.

Jimin mendekat, ia lirik Yoongi dengan menjinjit-jinjit entah kenapa, ternyata eh ternyata siYoongi make earphone dan kayaknya volumenya full.

"Heol!" belum berapa detik Jimin sudah menemukan ide supaya bisa ngajak Yoongi ngobrol nih ceritanya.

"Yoongi ah!" Yoongi melirik dan melepas earphonenya dengan malas dan memberi pertanyaan hanya dengan tatapan matanya,

"Aku ingin kebawah membeli minuman dingin kau mau."

Yoongi mengalihkan pandangnnya kelangit-langit asrama, karna hanya matanya yang melirik keatas serta bibir tipisnya yang berkerut sedang berpikir sukses membuat Jimin ingin melompati gedung melihat tingkah Yoongi yang kelewatan imut. Lalu menurunkan pandangannya kearah Jimin yang berjongkok macem pembantu minta sesuatu sama majikan,

"Emmh, kopi?—"

"—Ya, byuntae! Apa yang kau pikirkan." Jimin tersadar, langsung menutup mulutnya yang hampir saja menjadi sarang lalat bertelur.

"Ahh, apa tadi?"

"Kopi! Kubilang kopi, kalo gak berniat tidak perlu membelikanku." *yungi lagi pms nih kayanya.

"Baiklah." Jimin langsung berlari kalau berlama-lama didekat Yoongi bisa jadi dendeng dianya.

Jimin tersenyum melihat kulkas minuman dingin yang sangat terang itu, kemudian dengan cepat memassukan dua uang koin kedalamnya, memencet kopi dan cola. Hal yang diinginkan pun keluar dengan senyuman Jimin mengambilnya, tiba-tiba terdengar suara alarm kebakaran sangat kencang menembus telinga Jimin.

Ia masih bingung, ada apa yang terjadi, pikirnya. Sampai banyak siswa yang berkeliaran keluar gedung asrama,

"Yak, Park Jimin. Apa yang kau lakukan cepat keluar kau tidak mendengar ada alarm kebakaran?"

Kaleng cola dan botol kopi terjatuh, Jimin baru ingat Yoongi pasti tidak akan mendengar ini, ia masih setia memakai earphone. Dengan cepat Jimin berlari kembali kekamarnya, teman-temannya bingung kenapa Jimin malah lari berbalik arah.

"Min Yoongi, Min Yoongi." Gumamnya selama berlari.

Akhirnya Jimin sampai dikamarnya yang tidak terkunci, benar saja Yoongi dengan santainya mengerjakan sesuatu dengan earphone ditelinganya. Tanpa berpikir banyak Jimin langsung melepas paksa earphone dari telinga Yoongi, sang empu pun mengeluarkan seringai seakan ingin membunuh orang yang telah mengganggunya kini.

"YAK BYUNTAE! AKKH, YAK—" persetan dengan umpatan Yoongi, Jimin berlari dengan mencengram tangan Yoongi keluar kamar. Yoongi bingung dan sedikit khawatir 'kenapa orang berlarian, kenapa sibyuntae ini menarikku?' gumamnya singkat.

"Ak'." Yoongi meringis hampir tanpa suara, diliriknya lengan yang dicengkram erat oleh Jimin.

Lengan putihnya mulai memerah, sakit memang, tapi entah kenapa Yoongi tengah bertarung dikepalanya mencoba mengartikan cengkraman itu. Ia mulai diam pandangannya hanya tertuju pada lengannya. 'apa byuntae mencoba melindungiku?' *oh ayolah Yoongi tidak bisa memanggil Jimin dengan nama aslinya. Pandangannya beralih lagi wajah berkeringat Jimin, tampak kekhawatiran ada didalamnya.

Tanpa Yoongi sadari mereka tlah sampai dilapangan terbuka, mereka tidak sendiri melainkan dengan seluruh penghuni asrama lainnya. Jimin menghela nafas kasar, ia tampak kelelahan. Terlihat Taehyung dan Jungkook menghampirinya,

"Chim-ah, kenapa kau sangat kelelahan."

"Oh' Tae-ya. Hahhh, sebentar.—, tadi aku berlari dua kali."

"Hey, bernafaslah pelan-pelan." Seru Jungkook. Namjoon, Jin, dan Hoseok menghampiri Yoongi dan yang lain.

"Aku berlari dua kali. Karna menjemput dia, *nunjukYoongisetelahitukaget*— OH' kau baik-baik saja."

"Yak, kau menggenggamnya terlalu erat Jim, lihatlah." Tunjuk Jungkook,

"Astaga, uri Yoongi kenapa harus ditarik." Emak Jin angkat bicara,

"Itu salahku, Jin-ah. Aku tidak tau apa-apa telingaku tersumpal earphone tadi."

"Tapi kau tidak apa-apakan, lenganmu sangat merah karnaku." Jimin lagi,

"Emh, aku baik." Lalu terdiam, namun wajahnya menampaakkan tengah berpikir.

"Perhatian, saya petugas Choi, selaku ketua petugas asrama, mengucapkan minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin *eh, atas ketidak nyamanan kalian karna kejadian ini. Diasrama yang kita cintai ini sama sekali tidak ada kebakaran, hanya seseorang siswa yang usil yang saya sendiri tidak tau siapa, mencoba bermain-main dengan saya. Siapa pun itu awas! Jika saya menemukanmu jadi sop buntut lu entar. Sekian terimakasih."

"Yaaaaaahhhhh…"

Suara kesal siswa menggema ditengah lapangan indoor itu, terkecuali Taehyung

"Pak, kalo ketemu makan bareng yahh!" Yang lain tertawa mendengar itu, dan cepat kembali kekaram asrama masing-masing karna ini hampir tengah malam.

.

.

.

Entah apa yang terjadi lagi setelah sampai dikamar masing-masing, tiba-tiba mati lampu. Apa yang terjadi dikamar mereka?

*kamar JinKook

Jin sedang mencuci muka dikamar mandi sedangkan Jungkook bersiap untuk tidur. Setelah selesai Jin beranjak keluar tiba-tiba 'TIK', siemak kaget lalu keinjik sikat gigi Jungkook yang jatuh dilantai

'BUKH' "Akkkkkkkk!" sontak Jungkook bergegas mencari ponselnya dan menyalakan senter lalu langsung berlari kearah kamar mandi.

"YA, Kim Soek Jin, ASTAGA! Kau baik-baik saja?"

"Tidak, awww pantatkuuuuuu. Sikat gigimu patah maaf, aku menginjaknya."

"Astaga, itu yang kau khawatirkan sekarang? Sini kugendong keranjang. Pegang ini!" sambil ngasih ponsel yang senternya masih nyala.

Si Jin pasrah aja dikira digendong dibahu, ternyata Jungkook ngegendong ala bridal lah makin kaget lah, siemak.

*Kamar NamVHose

Pas mati lampu ternyata Namjoon dan Hoseok masih diluar, si Taehyung udah lama sampai dikamar. Namjoon, Hoseok bergegas masuk tiba-tiba

"Akkkkkkkkk, biarkan aku hiduuuupppp, jangan bunuh akuuuuuu!" Yang itu Namjoon teriak,

"Eommmaaaaaaaaaa!" yang satu ini Hoseok sambil meluk Namjoon, Namjoon pun balik meluk juga.

Ternyata mereka ngeliat sesuatu menyeramkan. Sebelum mereka masuk siTae udah nyalain senter sambil main-main ia angkat keatas otomatis wajahnya aja yang kena senter. Pas NamHose masuk Taehyung masih dengan senternya, malah nunjukin senyum kotaknya, belum lagi dia nya make baju putih yang lengannya kepanjangan, siapa yang gak kaget coba.

*kamar MinYoon

Jimin udah siap untuk tidur, lain dengan Yoongi yang masih sibuk dengan belajarnya. Lampu tiba-tiba mati, dan parahnya Yoongi takut akan hal itu.

"Eeeeee, byuntaeee…. Apa lagi ini?" Yoongi berdiri, Jimin berjalan tanpa suara pingin nyelamatin siYungi nih katanya.

Namun, pikiran itu buyar, ngilang karna kecerobohan keduanya. Ini bener-bener gak ada cahaya sedikit pun loh, siJimin juga susah nyari ponselnya. Karna berkali-kali nambrak apa gak tau, ia milih diam berdiri. Dan terjadilah, Yoongi yang sudah tidak tahan dengan takutnya berjalan tepat kearah Jimin berdiri,

"Byuntae, kau dim—hmmnp. "

Disini tidak ada yang tau siapa yang salah, entah salah Jimin yang diam berdiri, atau siYoongi yang tiba-tiba datang dan itu terjadi. Yang bisa dilakukan keduanya hanya tegang, mata merem melek kayak iklan kopi kapal air. 'TING' lampu nyala oyy, nyala. Yoongi mundur nutup mulut, Jimin pun melakukan hal yang sama.

"AKKKKKKKKKK…." Jimin berteriak dan berlari keluar dari kamar. Jangan pikir Yoongi gak teriak, teriakan Yoongi malah lebih kencang bahkan teman yang kamarnya disamping mendengar

"EOMMAAAAAAAAA." Kenapa mereka sama-sama teriak, mari kita pikirkan. Ternyata itu ciuman pertamanya Yoongi dan Jimin.

.

.

.

Ini pagi tapi masih gelap, ada sebagian sudah bersiap-siap, sebagian lagi masih berjelajah didunia mimpi.

*kamar NamVHose

Tidak perlu ditengok lah, semua masih molor cuman terlihat Taehyung yang ngigo gak jelas, suara ngoroknya Namjoon, dan siHoseok yang nyentuh dirinya sendiri.

*kamar JinKook

Jungkook sudah siap berangkat, Jin terbangun karna mendengar suara buku Jungkook yang terjatuh,

"Kau sudah siap, ini masih gelap."

"Oh, maaf mengganggumu. Bagaimana pantatmu? Aku berangkat lebih pagi, ada tes pagi ini."

"Sudah baikan, tes? Kau mengikutinya? Kudengar olimpiadenya siang ini juga."

"Emh, mereka melaksanankan tes pun secara ,mendadak."

"Begitukah, semoga berhasil uri Jungkookiie, eomma akan terus mendoakanmu." Sambil mengelus halus kepala Jungkook,

"Eomma? Hahahaks astaga terserahlah, aku berangkat eommaa." Ternyata siJungkook nerima aja.

*kamar MinYoongi

Setelah kejadian semalam, mereka saling mendiamkan diri. Canggung dan malu mungkin. Saat Jimin bagun, ranjang Yoongi sudah rapi sepertinya Yoongi sudah berangkat pikirnya.

.

.

Skip

.

.

Bel istirahat berbunyi, Yoongi cs maupun Jimin cs, berkumpul dikantin namun dengan tempat duduk berbeda.

"Perhatian, perwakilan olimpiade fisika dan kimia sudah ditentukan. Perwakilan mapel fisika adalah Jeon Jungkook dan perwakilan mapel kimia adalah Min Yoongi. Yang namanya disebutkan dimohon mempersiapkan diri karna, sebentar lagi kita akan berangkat ke Busan art senior high school, bersama perwakilan sekolah lain."

Mendengar itu Jimin dan Taehyung saling bertatapan, lalu beralih memandang Jungkook yang dengan santai makan didepan mereka.

"Tae-ya, apa aku tidak salah dengar?"

"Pantas saja kemarin kau, tinggal dikelas dan belajar fisika."

"Aku hanya mencoba, Tae-ya. Aku akan bersiap kalian doakan aku, oh!" keduanya hanya mengangguk.

Dimeja makan paling ujung tampak heboh,

"Min Yoongi, Min Yoongi, Min Yoongi" teriakan Namjoon dan Hoseok.

"Ahhhh, uri yungii jadi perwakilan sekolah." Emak Jin tampak senang.

"Aiiish, hentikan malu-maluin aja. Aku besiap yah, goodbye baeiiibehh….." diujung sana Jimin tersenyum melihat Yoongi yang tengah bersemangat.

.

.

.

Jungkook dan Yoongi berangkat menggunakan bis yang sudah disiapkan oleh pemerintah Seoul, bersama perwakilan dari sekolah diseoul lainnya. Namun sayang saat perjalanan pulang bis yang membawa mereka terguling disebuah jurang.

.

.

.

Tbc

Holaaa! Semakin kesini semakin aneh ini ff belum lagi alurnya kecepetan kayaknya, haha tolong maafkan. Ch selanjutnya udah siap yah, tinggal dipublish kapan saja jadi review please! Kenapa udah siap? Karna ch selanjutnya ada kiss scene, secara besok udah puasa ngetiknya rada dicepetin *oke berhenti curhat.

Buat:

Minyoonlovers: iiiiih, kamu juga terbaikk chu chu chu~~, sama aku juga hihi. Iya cuman mimpi kok, udah next yah. Maksih udah selalu nunggu~~~

KahoriKen: hihi maaflah kalo begitu, emm liat aja nanti yah. Udah lanjut yah, makasiiih

Reniependi07: aku juga senaaang syekaliiihhh, udah lanjut yahhh, makasihhhh

07: maklum lah siyungi masih polos belum perah pacaran jadinya bingung statusnya sebagai apa. Baguslah kalo terhibur, makasiiih.

GithaAC: makasiiiih.

FanFan19: hhaha,

TyawuryWK: uke banget pokonya.

SugaRin2109: yuhuuuu, makasih. Mungkin, si Namjoon takut ditolak hahaks, makasih. Saya usahakan yahhh.

Asaaya15: udah next yahh.

Yang ngefollow tapi gak pernah ngeriview, tampilin dirimu dong biar kita lebih deket gitu. Hihi makasiiiiiih, ikutin terus eaakkk.