[Arc I: Romance Dawn]


Chapter 3

"Orang Yang Akan Menjadi Raja Bajak Laut!"


Coby, bocah berambut merah muda itu terlihat sedang membawa tong besar. Entah apa isinya. Tapi yang pasti tong berat, terlihat di wajah Coby keringat mengucur di mana-mana. Saat mendekati pintu di depannya, muncul 3 orang bajak laut yang langsung memasang tampang sangar pada Coby.

"Hei, kau bocah pengecut! Apakah kau mencoba bersembunyi dan tak melakukan apapun lagi?" tanya salah satu dari 3 bajak laut itu yang berbadan besar.

"I-itu tidak benar," Coby terlihat ketakutan. "Aku sedang mencoba mengeluarkan tong besar berisi wine ini."

"Hehehe, kami akan membantu meringankan pekerjaanmu."

"Dan kami juga sedang kehausan." Timpal bajak laut yang memiliki tubuh paling tinggi.

"Jangan lakukan! Jika Alvida-sama mengetahuinya kalian akan dibunuh!" cegah Coby.

"Semuanya akan baik-baik saja jika kau menutup mulutmu, benarkan Coby?" ancam bajak laut lain yang memiliki tato di mata kanannya.

"Y-ya … itu benar sekali."

Bajak laut yang memiliki tubuh paling besar mengangkat tong itu agar posisinya jadi berdiri. "Berat juga tong ini," komentarnya.

"Aku sudah tak sabar lagi."

"Tak perlu terburu-buru. Aku akan mencoba membuka paksa tong ini."

Bajak laut berbadan besar itu melemaskan jari-jemarinya, bersiap untuk meninju tong di depannya. Dia berteriak lantang, tinjunya sudah hampir mengenai target. Kejadian tak terduga terjadi, seseorang keluar dari tong itu. Tangannya direntangkan ke atas sehingga mengenai dagu bajak laut yang tadi hendak menghancurkan tong.

"HUAA! TIDUR YANG NYENYAK!" teriak orang yang keluar dari tong itu. Seorang laki-laki.

Laki-laki itu tiba-tiba menatap heran orang yang tergeletak di lantai. "Hm … ada apa dengannya?" bingungnya. Dia lalu menatap 2 orang bajak laut lainnya yang menatap dirinya dengan kaget. "Kalian siapa?" tanya laki-laki itu polos.

"KAU SENDIRI SIAPA?"

"Dia bisa sakit jika tiduran di lantai seperti itu." Sarannya yang tak sadar itu karena ulahnya sendiri. Laki-laki itu berjalan keluar dari tong.

"ITU KARENA ULAHMU!"

Bajak laut bertato di matanya sudah kesal, dia mengacungkan pedang tepat di hadapan wajah laki-laki yang telah menumbangkan rekannya. Laki-laki yang ditodong oleh pedang hanya menatap benda tajam di depannya dengan bingung. Tak ada rasa takut yang terpancar di kedua matanya.

"Kurang ajar kau! Apa kau tak tahu sekarang kau sedang berhadapan dengan bajak laut?!" kesal bajak laut yang menodong laki-laki itu.

"Haa~ aku lapar-"

"DENGARKAN SAAT ORANG SEDANG BERBICARA!"

"Bocah kurang ajar! Matilah kau!"

Laki-laki yang memakai topi jerami itu menatap 2 orang bajak laut yang sedang melayangkan pedang ke arahnya dengan pandangan bingung. Entah apa yang terjadi, pedang kedua bajak laut itu patah. Sepertinya sebuah pedang masih tak mampu mengalahkan laki-laki topi jerami misterius itu.

Coby hanya menutup mata ketakutan. Dia berusaha mengumpulkan kekuatan untuk sekedar melihat apa yang terjadi. Coby melihat laki-laki misterius itu masih berdiri tegap, sedangkan kedua bajak laut sudah berlutut ketakutan dengan tangan gemetaran memegang pedang yang telah patah.

"Apa yang barusan kalian lakukan?" bingung laki-laki topi jerami.

"Si-siapa kau?" tanya ketakutan bajak laut itu.

"Aku? Aku adalah Monkey D. Luffy, salam kenal." Laki-laki misterius itu memperkenalkan dirinya dengan cengiran.

"Huaaa!"

Kedua bajak laut hanya lari terbirit-birit sambil menyeret rekannya yang telah pingsan. Luffy hanya melihat itu dengan kebingungan. Sedangkan dengan Coby masih terdiam takjub. Dia tidak bisa mencerna apa yang terjadi.

"Apa yang barusan terjadi?" gumamnya gemetaran.

"Ada apa dengan mereka?" kali ini Luffy yang menggumam kebingungan.

Coby yang baru sadar akan situasi sekarang langsung mendekati Luffy dengan terburu-buru, seperti sedang dikejar oleh monster. Wajahnya menunjukkan ketakutan. "Cepat larilah! Jika mereka kembali lagi, kau akan dibunuh oleh kapten mereka!" Coby memperingati Luffy.

Luffy hanya tertawa renyah. Dia sama sekali tidak takut dengan perkataan anak kecil di belakangnya. "Yang lebih penting sekarang aku lapar." Katanya mengungkapkan isi pikirannya.

"Kenapa kau bisa setenang itu?" tanya Coby heran dengan sifat yang dimiliki Luffy. "Mereka memiliki banyak bajak laut di dek kapal."

Luffy menghiraukan perkataan Coby. Samar-samar ia mencium bau makanan. Luffy mengikuti arah bau itu. Coby bersusah payah mencegah remaja bertopi jerami yang sudah unjuk kekuatan tadi –menurutnya. Dia menyeret tangan Luffy dengan kuat. Namun sekuat-kuatnya tenaga Coby masih kalah oleh kekuatan Luffy. Yang akhirnya terjadi adalah Luffy yang terlihat menyeret Coby menuju suatu ruangan seperti gudang.

"Jangan pergi ke sana!" kata Coby.

"Wohoaaa! Ada banyak makanan!" kata Luffy semangat yang sudah masuk ke gudang tempat menyimpan bahan makanan. Dia sangat senang, terlihat jelas di raut wajahnya. Luffy mencari makanan yang dapat ia makan langsung.

"Mereka mungkin tak akan menemukan kita di sini." Gumam Coby sambil menutup pintu gudang. Setelah dirasa aman, Coby memandang Luffy yang terlihat masih kegirangan karena menemukan makanan.

"Mana yang harus kumakan duluan? Yang di kotak ini, kah? Oh, tentu saja! Sepertinya enak~." Luffy berbicara sendiri sambil mengambil 2 buah apel lalu dimakan. "Hmm … apel ini enak. Apakah ini kapal bajak laut?" tanya Luffy disela-sela makannya.

"Tidak, ini bukan kapal bajak laut. Sekarang kapal ini diserang oleh Alvida-sama." Jawab Coby yang berdiri tepat di belakang Luffy.

"Itu tidak masalah. Apa di kapal ini ada sekoci? Atau perahu?"

"Seharusnya ada, tapi …,"

"Kapalku terjebak oleh pusaran air laut."

"A-apa!? Seharusnya Luffy-san mati. Ngomong-ngomong, kenapa Luffy-san masuk ke tong itu dan mengapung di laut?" tanya Coby yang penasaran.

Luffy menatap Coby sambil tersenyum cerah. "Aku akan menjadi Raja Bajak Laut!"

"Ra-Ra-Raja Bajak Laut?!" kata Coby dengan wajah yang sudah dibanjiri keringat dingin. Kedua matanya membulat tanda Coby terkaget.

"Ya."

"Apa kau serius?"

"Tentu saja."

"Jadi Luffy-san adalah seorang bajak laut?"

"Ya."

"Di mana teman-temanmu?"

"Belum punya, aku akan segera mencarinya mulai sekarang."

Perkataan Luffy yang terlewat tenang dan biasa saja membuat Coby semakin kaget. Tubuhnya membeku entah kenapa. Luffy yang melihat anak kecil berambut pink itu mulai heran karena sejak tadi dia tidak bergerak. Luffy menggerakkan tangannya di depan wajah Coby. Tapi tak mendapatkan hasil.

"Raja Bajak Laut adalah seseorang yang memiliki segalanya di dunia ini! kekayaan, ketenaran, dan kekuatan menyatu dalam tubuh satu orang. Itu artinya kau akan mencari ONE PIECE!" teriak Coby seperti seseorang yang kesabarannya habis.

"Ya."

Dan Luffy hanya membalas Coby dengan biasa saja.


Di kapal sebelah, tepatnya di dalam dek kapal bajak laut Alvida, Naruto terlihat bertarung dengan beberapa bajak laut. Cukup mudah untuk melumpuhkan mereka semua. Naruto dapat menghabisi 5 bajak laut tanpa menguras banyak tenaga. Sebenarnya Naruto ke sini bukan tanpa alasan, niat pertamanya ingin menjarah kapal digantikan dengan niat melumpuhkan 1 armada bajak laut.

"Dasar kumpulan orang bodoh," gumam Naruto yang melihat 5 tubuh tergeletak tak berdaya di depannya.

"Si-siapa kau sebenarnya?" rupanya ada 1 bajak laut yang masih sanggup mengeluarkan suara.

"Aku? Bukan siapa-siapa. Aku hanya Malaikat Maut bagi bajak laut Gada Besi." Jawab Naruto dingin lalu menendang wajah bajak laut itu sampai pingsan.

Naruto melihat ke sekelilingnya. Tak ada apapun yang dinilai berharga. Dia sudah menduga itu, mana mungkin bajak laut kecil seperti mereka memiliki sesuatu yang berharga di dalam kapal selain beberapa harta karun yang telah dikumpulkan. "Cih, aku buang-buang waktu di sini."

5 menit berlalu tanpa terasa, samar-samar Naruto mendengar keributan di atas kapal. Sepertinya ada sesuatu yang sedang terjadi, dan Naruto yakin sesuatu itu adalah pertempuran. Naruto menarik sedikit sudut bibirnya, "Sepertinya menarik. Mungkin aku akan ikut serta dengan mereka."

Saat Naruto hendak pergi, sesuatu membuatnya berhenti. Naruto melihat seseorang masuk ke dalam dek kapal. Orang itu memiliki wajah sangar yang menakutkan. Cukup untuk membuat anak kecil menangis hanya dengan melihat wajahnya saja.

"Siapa kau? Apa yang kau lakukan terhadap anak buahku?" katanya yang melihat tubuh anak buahnya tergeletak tak berdaya.

"Kau sendiri siapa?" tanya balik Naruto dengan pandangan dingin.

"Aku adalah Wakil Kapten bajak laut Gada Besi. Kau tak perlu tahu namaku, karena kau sebentar lagi akan mati!" kata orang itu yang merupakan wakil kapten. Dia menyerang Naruto dengan pedang di tangannya.

Naruto menghilang, lalu muncul tiba-tiba di depan musuhnya dengan jari telunjuk kanan teracung pada dada kiri musuh, tempat jantung berada.

Shigan

Jleeb!

Sebuah serangan sederhana namun mematikan. Hanya butuh 1 jari untuk mencabut nyawa. Shigan, adalah teknik yang Naruto kuasai sebagai senjata untuk membunuh paling efektif. Shigan memiliki kekuatan rusak yang hampir sama seperti sebuah pistol. Singkatnya, shigan adalah pistol tangan.

"Kau benar. Aku tak perlu mengetahui namamu karena percuma, ingatan orang rendahan sepertimu tak akan bertahan lama di otakku."

Setelah perkataannya, Naruto menghilang bagaikan angin yang bertiup.

To Be Continued


Well, chapter ini pendek! Maaf karena aku kehabisan ide. Nikmati saja apa yang ada.

Mungkin kalian sudah bosan membaca kalimat ini tapi … akan selalu saya katakan, 'Jangan lupa review yang banyak ya!'

Indra Kusuma