Chapter 3 To Vanquish Evil Organization

Disclaimer: Masashi Kishimoto, Etc

Genre: Humor, Adventure, Fantasy, Action

Rating: M

Warning: Alternate Canon, Out of Character, Alternate Manga Universe [The Gamer]

Summary: Namikaze Naruto (18) seorang Siscon, mendapatkan kemampuan [New Player]. Ketika dia berlibur ke Korea bersama dua adiknya, dia bertemu dengan Han Jee-han (The Gamer). Bertemu organisasi Abbys, dan seterusnya. Fic ini memakai setting Gaia di dunia Han Jee-han. (Real RPG-Type?) Genre: Adventure, Humor, Fantasy, AU (The Gamer Universe)

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

# The Gamer, Han Jee han #

# Besok harinya, setelah terjadi peledakan dungeon oleh Naruto #

Karena baru-baru ini terjadi penculikan pada ketua kelas Kim Yoo-jin, maka Jee-han juga memutuskan ikut bermalam dirumah sahabat karibnya Sun-il.

Kenapa harus di rumah sahabatnya? Karena keluarga Sun-il adalah guild/clan [Chunbumoon] yang baru-baru ini dimasukinya secara resmi sebagai anggota. (begitu juga halnya dengan ketua kelas)

Lalu, pagi-pagi sekali, pembawa berita dari clan utama [Danueimoon] menyampaikan berita pada ketua klan [Chunbumoon] tentang kejadian aneh, yaitu menghilangnya masalah besar yang akhir-akhir ini mengganggu kota, The Mysterious Labyrinth aka The Great Labyrinth.

Menanggapi hal ini, Klan Chunbumoon, Klan Yunhonmoon dan klan-klan Korea lainya tidak terlalu mempermasalahkanya. Karena dengan menghilangnya Dungeon Labyrinth yang merupakan sumber masalah, wilayah yang dilindungi mereka menjadi semakin damai. Paling-paling mereka cuma penasaran akan penyebab menghilangnya Dungeon.

Mungkin hanya terdapat terdapat sekelompok kecil yang tidak suka dengan menghilangnya dungeon ini. Terutama organisasi [Company] dan organisasi jahat Abbys lainya yang telah bersusah payah bekerjasama merencanakan pembuatan Dungeon selama beberapa tahun ini.

Sudah pasti mereka tidak suka dengan kegagalan rencana mereka.

.

Setelah sarapan pagi, ketua kelas yang sangat rajin seperti biasa pergi menuju sekolah terlebih dulu (karena pagi hari senin ada rapat OSIS di sekolah).

Sedangkan Jee-han dan sahabatnya Shin sun-il berangkat menuju sekolah dengan berjalan santai seperti biasanya sambil bercakap-cakap.

"Kabar yang pagi ini dibawa oleh agen dari clan utama [Danueimoon] benar-benar mengejutkan, Um.. siapa nama agen itu? Bora Jin? Kalau tidak salah?" ucap Jee-han berjalan santai sambil memasukkan kedua tanganya pada saku celana.

"Itu benar, wanita itu adalah agen klan [Danueimoon] yang sudah sering mengunjungi kakek. Dan tidak hanya dari clan utama, sebelum berangkat tadi, kakek juga mendapat telpon dari klan cabang lainya yang berhubungan dengan dunia abbys. Mereka memberikan informasi yang kesimpulanya hampir sama, yaitu bukan hanya server game [The Age of Great Labyrinth] yang menghilang tadi malam, bahkan gerbang labyrinth yang ada ditengah kota juga menghilang." ucap Sun-il yang berjalan santai disamping Jee-han

"Ughh..., rasanya menghilangnya Dungeon Great Labyrinth secara tiba-tiba terasa sangat aneh. Apakah orang atau organisasi yang membuat dungeon itu membatalkan rencana mereka sendiri? Atau mereka sengaja menghilangkan dungeon itu sebagai pengalih perhatian untuk menjalankan rencana jahat mereka yang sesungguhnya? Atau... ada organisasi lain yang membatalkanya? Akh... aku benar-benar tidak mengerti"

"Hmm... kalau ada organisasi Korea lain yang membatalkanya, tentu mereka akan melaporkanya pada klan utama [Danueimoon]. Kalau Organisasi luar negri...? Haha... mana mungkin ada organisasi luar yang bisa masuk tanpa sepengetahuan klan Utama. Sudahlah, yang paling penting, untuk sementara kita harus tetap bersiaga, kalau-kalau permasalahan ini masih berlanjut."

"Baiklah, apa katamu saja wakil guild yang terhormat. Hahh~~" jawab Jee-han dengan helaan nafas.

"Selain itu..., bagaimana dengan dirimu Jee-han? Bagaimana perasaanmu setelah menghilangnya Dungeon Great Labyrinth? Kulihat kau tidak terlalu bersemangat?"

"Entalah Sun-il, aku hanya merasa sedikit aneh akan semua ini. Meskipun disatu sisi aku merasa bahagia karena ketua kelas tidak lagi terlibat dengan Dungeon Labyrinth. Hanya saja, aku juga merasa sedikit tidak suka dengan menghilangnya tempat mudah untuk grinding Level up serta mengumpulkan item. Hahh~.. aku kan baru menyelesaikan lantai 7! Aku belum siap untuk kehilangan tambang Grinding EXP yang mudah!" ucap Jee-han dengan nada tidak ikhlas.

"Yaa..., aku sedikit mengerti bagaimana perasaanmu. Ketika melakukan [Party] bersamamu; kekuatanku memang berkembang dengan sangat pesat karena mudahnya level up. Bahkan aku juga sampai terkejut mendapati usahaku berlatih selama bertahun-tahun, bisa dengan mudahnya dilampaui hanya dengan waktu singkat. Kemampuanmu benar-benar cheat didunia ini. Tapi, hei lihatlah sisi positifnya, kali ini kita tidak terlibat akan sesuatu yang berbahaya seperti biasanya bukan?"

"Yah, kau benar Sun-il. Aku juga lega karena masalah kali ini tidak harus berakhir dengan melawan musuh super kuat seperti prisident [Company], [Arc Demon], [Penyihir Maniac], [Mystical Beast], [Demi god], atau semacamnya. Selama beberapa bulan terakhir ini, aku hampir berfikir setiap kejadian yang terjadi disekitarku pasti berujung dengan melawan musuh sejenis Field Boss atau Final Boss. Hah~..."ucap Jee-han dengan nada memelas.

"Haha.. benar juga. Ok, lebih baik kita lanjutkan pembicaraan tentang masalah ini ketika istirahat atau sepulang sekolah nanti. Kalau kita terus berbicara santai, nanti kita bisa terlambat sampai kesekolah." ucap Sun-il berusaha menyemangati temanya.

"Baiklah, selain itu memulai hari dengan mood suram seperti ini bukan gayaku. Yosh! Kalau dungeon memang benar-benar menghilang. Ayo kita cari tempat lain yang bisa digunakan untuk Grinding dan Level Up!" ucap Jee-han yang jiwanya kembali bersemangat seraya berlari menuju sekolah, sementara Sun-il juga tidak jauh ikut berlari disampingnya.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Lalu sore harinya, sepulang dari sekolah Han Jee-han bersama sahabatnya Shin sun-il, ketua kelas Kim Yoo-jin dan seorang gadis tsundere Kwon Shi-yun memutuskan untuk memeriksa kembali tempat gerbang labyrinth yang sebelumnya pernah mereka masuki.

Tujuan mereka berempat hanyalah untuk memastikan kebenaran dengan mata mereka sendiri tentang informasi yang diterima dari masing-masing clan.

Dalam perjalan, mereka bertemu dengan gadis manis berambut coklat yang mengelus kucing kecil, Hwan sung-ah. Sepertinya dia berencana jalan-jalan bersama kucing piaraanya sambil menunggu dijemput oleh ayahnya, guru Hwan Sung-gon yang sepertinya masih ada kesibukan menulis laporan di sekolah.

Karena Jee-han takut terjadi hal yang tidak diinginkan jika meninggalkan Sung-ah berjalan sendirian, maka Jee-han mengajaknya bergabung bersama mereka. (yang niatnya, Jee-han nanti akan mengantarkanya pulang kerumah atau hingga dijemput ayahnya, Hwan Sung-gon)

Begitu mereka memasuki Instant Dungeon yang dibuat Jee-han, mereka pun langsung memeriksa keadaan wilayah sekitar bersama-sama.

Sekitar 15 menit kemudian, mereka memutuskan untuk keluar dari medan ilusi, karena tidak menemukan bekas atau tanda-tanda keberadaan Labyrinth.

Dengan begini, akhirnya mereka bisa yakin bahwa Korea sudah aman dari teror Labyrinth yang menarik pikiran/jiwa penduduknya. Terutama ketua kelas Kim yoo-jin yang sebelumnya pernah menjadi korban labyrinth bisa bernafas dengan lega sekarang ini.

.

Karena hari semakin sore dan mendekati malam hari, maka mereka memutuskan untuk pulang kerumah.

Namun, setelah beberapa langkah mereka keluar dari Instant Dungeon milik Jee-han, kali ini mereka semua ditarik paksa, kembali masuk kedalam Instant dungeon berbeda.

.

Ping!
[Kau telah dipaksa masuk kedalam Instant Dungeon, Rank High+]

.

"Ugh.., apa yang terjadi kali ini?" tanya Sun-il.

"Tiba-tiba saja kita ditarik ke dalam medan ilusi lainya" ucap Shi-yun

"Jee-han?" tanya Sung-ah dengan suara imutnya, sementara kucing yang digendongnya mengeong pada Jee-han.

"Sung-ah, jangan khawatir, aku akan melindungimu."

"Je-jee-han... a-apa yang terjadi kali ini? A-apakah terdapat dungeon lainya?" ucap ketua kelas, Yoo-jin dengan nada takut sambil menggenggam erat bagian bawah kemeja milik Jee-han.

"Ketua kelas, jangan panik. Sepertinya ini bukan dungeon, melainkan hanya Instant Dungeon yang memaksa orang-orang tertentu memasukinya, terutama mereka yang memiliki banyak energi sihir." ucap Jee-han berusaha menenangkan Yoo-jin yang panik.

Jee-han bisa langsung mengenalinya, karena dulu dia juga pernah sendirian memasuki dungeon jenis ini satu kali ketika melawan Golem raksasa. Yaitu, jenis Instant Dungeon level S (High Plus), yang mana sekali masuk mereka tidak akan bisa keluar untuk waktu tertentu (minimal 1 jam, menurut chapter 57).

Menurut Lolikiano Mistream (guru sihir Jee-han), selama didalam Instant Dungeon level S ini, semua orang yang memasukinya (kecuali mereka yang membuatnya) tidak bisa meregenerasi Mana/Energi sihir mereka dengan normal (alami), dan Dungeon ini sangat sulit untuk dihancurkan (kecuali dengan mengalahkan mereka yang membuatnya)

Dulu dia memang kesusahan karena seorang diri dan masih level rendah.

Tapi kali ini, dia yang sudah bertambah kuat. Dan dia juga bersama dua orang pemilik level tinggi lainya (Sun-Il dan Shi-yun), jadi, kali ini siapa pun yang menjadi musuh mereka bukanlah masalah. Bahkan Sung-ah (yang sekarang sudah sehat dan diajarkan ayahnya cara mengendalikan kekuatan sihirnya) dan ketua kelas juga sudah cukup kuat?

Asalkan mereka semua bekerja sama, tentu tidak akan terjadi hal yang buruk, bukan?

"Hei, ketua kelas nakal, apa yang kau lakukan? Kenapa berdempet-dempet dengan Jee-han! Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan dalam keadaan seperti ini!" ucap Shi-yun yang mengeluarkan aura api membara.

"A-ah? Ma-maaf!" ketua kelas langsung melepas tanganya dari baju Jee-han. "A-aku tidak bermaksud seperti itu! I-itu tidak sengaja!" Lanjutnya dengan malu-malu.

"Hei, sudahlah. Ini bukan waktunya untuk kalian beruda bertengkar" Ucap Sun-il menengahi.

'Ada apa dengan mood yang selalu berubah-rubah ini? Aku benar-benar tidak mengerti pikiran wanita. Cobalah kalian bersikap tenang seperti Sung-ah.' pikir jee-han layaknya [Dense Protagonist] kebanyakan lainya.

Adapun penyebab Sung-ah masih bersikap cukup tenang, karena dia sangat yakin ayahnya, Hwan Sung-Gon (yang overprotective terhadap anaknya) akan segera menjemputnya pulang dari apapun yang membuat masalah kali ini. Dan dia juga tahu, bahwa Jee-han akan melindunginya selama Ayahnya belum datang.

Setelah Sun-il menengahi Cat Fight yang hampir dimulai antara ketua kelas dan gadis tsundere, Jee han pun mengamati keadaan sekitarnya.

'Hnn... kalau ini adalah Instant Dungeon bertipe sama seperti yang pernah kukunjungi ketika bertemu dengan Golem Raksasa, itu artinya kami harus menunggu waktu berlalu atau mengalahkan pembuatnya untuk keluar dari-Deg!' Han Jee-han yang mengedarkan pandanganya untuk memeriksa sekitar dikejutkan dengan apa yang baru saja dilihatnya.

"Bu-bukankah dia?" ucap Jee-han kaget, sehingga teman-teman yang lainya pun juga mengalihkan pandangan pada apa yang Jee-han lihat.

""P-president [Company]!"" ucap Sun-il dan Shi-yun kaget ketika kembali mendapati orang yang sebelumnya pernah mencoba menculik Hwan Sung-ah beberapa bulan yang lalu.

"Ku ku ku..., tidak kusangka kita bertemu lagi The Gamer, Han Jee-han?" ucap seorang yang berpenampilan mirip badut/joker yang memakai setelan jas rapi serba hitam.

Pria bertopeng putih yang awalnya berdiri diatas salah satu atap toko secara perlahan turun dan mulai mendarat di depan Jee-han.

"Apa yang kau lakukan disini? Apakah kau akan menargetkan Sung-ah lagi? Aku tidak akan membiarkanya!" ucap Jee han, sementara dirinya dan Shi-yun bersiap untuk melindungi Sung-ah dengan beridiri didepannya.

"Siapa itu Jee han?" Sementara itu ketua kelas Kim Yoo jin yang menyadari adanya orang berbahaya, memilih bersembunyi di belakang Jee-han bersana Sung-ah.

"Ah, betapa tidak sopanya aku karena belum memperkenalkan diri pada kalian. Aku adalah President organisasi [Company]. Akulah yang mengundang kalian semua masuk ke Barrier Ilusi ini." ucap orang bertopeng itu dengan nada nyaring menggunakan sihir pengeras suara. Sehingga tidak hanya kelompok Jee-han, tapi semua penghuni abbys lainya yang tersebar dan terseret masuk kedalam Instant dungeon ini bisa mendengarnya.

"Kalian tidak perlu takut. Aku tidak berniat mencelakai kalian. Dan tentu aku akan melepaskan kalian dari dunia ilusi barrier ciptaanku tidak lama setelah ini"

"Tapi untuk sekarang, aku ingin kerja sama dari kalian untuk memenuhi rencana balas dendamku. Tujuanku dan Organisasiku kali ini adalah menemukan orang yang telah menggagalkan rencana besar kami! Orang yang bertanggung jawab atas kehancuran Dungeon yang telah kami buat dengan susah payah serta kehancuran markas tempat tersimpanya Core Dungeon!"

'Menghancurkan Dungeon dan Core Dungeon? Jadi, yang selama ini membuat dungeon Labyrinth adalah organisasi [Company]? Dan sekarang mereka menuntut balas?' pikir Jee-han, Sun-il, dan semua orang yang terperangkap didalam barrier Ilusi.

"Hari ini beberapa bawahanku yang memiliki kemampuan untuk meramal masa depan, akhirnya mendapatkan penglihatan bahwa orang itu akan muncul jika aku memasang barrier di tempat asal gerbang dungeon buatanku tepat pada jam 17.40 sampai 19.40 sore ini. Karena itulah, walaupun sementara, aku ingin kalian bekerja sama dengan kami, organisasi [Company] untuk menemukan bajingan itu! Untuk balas dendam!"

Mencari Naruto dengan sihir atau skill pelacak normal tidaklah memungkinkan, itu dikarenakan terdapat puluhan skill Passif dan Aktif miliknya yang berhubungan dengan bersembunyi, kamuflase, dan semacamnya. Jadi karena itulah organisasi [Company] hanya bisa menemukanya dengan perkiraan ramalan kapan dan dimana kemungkinan Naruto berada. Itupun tergantung tepat atau tidaknya ramalam seseorang.

"Aku berjanji akan memberikan kalian hadiah yang menjanjikan jika-"

Dhuak!

Tiba-tiba saja, Presiden [Company] mendapat pukulan kuat diwajah sehingga dirinya terlempar dan terseret beberapa kali di jalan aspal yang rusak karena benturan keras. [STRength milik Naru yg sekarang: 752]

"Geez..., apa-apaan ini!" ucap pemuda berambut pirang sambil mengacak-acak rambut miliknya "Kalau kau memang penjahat, bersikap profesional lah sedikit! Kau tidak perlu membeberkan semua rahasia jahatmu, bodoh! Kalau kau memang jahat, buat apa menghabiskan waktu dengan berbicara panjang lebar tentang rencana jahat atau semacamnya! Arggh... aku benar-benar tidak mengerti cara berfikir karakter jahat seperti kalian!" ucap pemuda yang tiba-tiba muncul dan berjalan menuju president Company yang topengnya telah retak.

Saat ini Naruto bisa dilihat, karena dia baru saja menon-aktifkan beberapa skill set bersembunyi miliknya. [Hiding] [Stealth] [Sneak] [Infiltrate], dan lainya.

"Grrrr... siapa kau! Berani-beraninya-" karena menerima pukulan Naruto, kali ini president [Company] tidak berbicara menggunakan sihir pengeras suara lagi.

"Diam! Kau sudah mengganggu dan menyita waktu berharga untuk jalan-jalan santai di sore hari dengan dua adikku! Itu adalah kejahatan terbesar yang telah kau lakukan hari ini! Jangan harap aku akan memaafkanmu hanya dengan satu pukulan!" ucap Naruto seraya menggeretakkan tanganya bersiap untuk menghajar penjahat.

Beberapa saat sebelumnya, Naruto bersama dua adiknya, Naruko dan Karin sedang menikmati sore hari sambil jalan-jalan santai didekat taman ria dengan menikmati es krim. Lalu tiba-tiba saja mereka dipaksa masuk oleh Instant Dungeon sama seperti Jee-han dan lainya.

Setelah mengamankan kedua adiknya di salah satu cafe es krim terdekat, Naruto memutuskan untuk pergi mencari tahu apa yang menyebabkan mereka terjebak didalam sini. Lalu beberapa saat kemudian, Naruto pun bertemu dengan president [Company] yang sedang berbicara panjang lebar tentang rencana jahatnya melalui sihir pengeras suara.

"GRRRRR... Kau telah membuatku marah! Aku tidak tahu siapa kau, tapi sebelum mememukan orang yang bertanggung jawab atas kerusakan dungeon ciptaanku, akan kumusnahkan kau terlebih dulu!" ucap sang president [Company] geram.

Sedangkan Naruto hanya menatap pria bertopeng dengan tatapan datar, lagipula dia tidak memiliki kewajiban untuk memberi tahu bahwa dirinya lah yang satu hari sebelumnya telah meledakkan dungeon.

Lalu, sang Preseiden Company memanggil banyak lingkaran sihir yang dari sana muncul seluruh pasukanya, dia pun kemudian memerintahkan para pengendali api, petir, angin, tanah, es, dan lainya untuk menyerang Naruto. Dari serangan mereka membentuk banyak pusaran angin puyuh, hujan petir, es yang menhancurkan bangunan pencakar langit disekitar dan terdapat pula beberapa golem-golem raksasa yang mendekat kearah Naruto. Tapi-

BRAKK!

Tiba-tiba semuanya tidak bisa medekat kearah Naruto dalam jarak 1 meter karena sebuah medan padat tak terlihat melindunginya. Ini adalah Skill Telekinesis yang juga sangat sering digunakan Naruto [Kinetik Fotress Lv85].

Setelahnya, Naruto menggunakan Skill lainya [Kinetik Press Lv98] yang membuat Gravitasi di area tertentu menjadi terasa berkali-kali lebih berat. Dan hal ini membuat semua monster serta anggota dari organisasi [Company] tidak bisa bergerak sama sekali. Bahkan sebagian dari mereka tertanam kedalam tanah, karena daya tekan yang sangat kuat.

Sebelumnya pada level 9, Naruto tidak bisa menggunakan skill [Kinetik Fotress Lv85] dan [Kinetik Press Lv98]nya untuk serangan atau pertahanan dahsyat seperti ini. Karena dulu INT miliknya yang sangat rendah, hanya 130 point. Saat itu dia hanya bisa menahan tembakan peluru dari senjata api, menahan mobil truk atau bus untuk tidak bergerak, dan juga membuat latihan menambah berat badan tubuh dalam sehari-harinya. (mirip Fubuki-Swaaan~ Hero class B rank 1 dari One-punch man)

Tapi, saat ini Naruto yang sudah mencapi Level 519, dengan [INT: 1036] dia mampu menggunakan Telekinesis untuk hal yang lebih hebat, seperti: melipat tank, kereta api, jembatan besi, menara pencakar langit atau kapal induk dan memadatkan semuanya menjadi gumpalan besi. (mirip Tatsumaki-chan Hero class S rank 2 dari One-punch man)

Jadi, kalau Naruto bersungguh-sungguh, dia bisa membuat semua yang ada disekitarnya tergencet menjadi datar dalam hitungan detik.

Naruto melawan musuh dengan cara baru seperti ini karena sekarang dia cukup kuat, sehingga bisa mengurangi sedikit damage terhadap lingkungan sekitar.

Berbeda dengan Naruto versi lama yang masih Level 9. Jika dia dihadapkan pada musuh dengan jumlah sebanyak ini. Mungkin mereka langsung mati karena korban beberapa Missil, Torpedo atau Bom Nuklir milik Naru yang damagenya sudah ditambah beberapa kali lipat dengan skill combo miliknya.

"Hei! Siapa kalian? Dan apa yang kalian lakukan? Kenapa tiba-tiba menyerangku? Aku bahkan belum melakukan apa-apa!" ucap Naruto datar dengan pura-pura tidak tahu, karena dengan skill [Analysis] yang merupakan evolusi skill [Observe], dia sudah mengetahui siapa semua orang berpakaian hitam dihadapanya.

'Oi! Bukankah kau baru saja memukul wajah seseorang?' pikir Jee-han Sweatdrop, karena dia memiliki skill [Gamer Mind], dia tidak terlalu kaget akan hal yang dilihatnya.

Sementara itu Sun-il, 3 gadis lainya dan beberapa manusia lain yang ada didekat area pertarungan masih terheran-heran menyaksikan kehancuran kota akibat bermacam badai element seperti: petir, tanah, api, es, angin dan elemen lainya. sementara semua serangan itu bisa ditahan oleh seorang pemuda dengan begitu mudahnya (bahkan tidak bergerak sedikitpun dari tadi).

Lalu, dengan menggunakan kemampuan Telekinesisnya, Naruto mengangkat president yang masih tidak bisa bergerak karena seluruh tubuhnya di tahan dengan telekinesis Naruto. Anggota Company yang lain juga tidak ada yang bisa bergerak atau mendekat pada Naruto yang masih tanpa henti memberikan tekanan telekinesis kesekitar.

"Oi, Aku tidak ingin ikut campur dengan masalahmu, entah itu balas dendam tentang rusaknya goa, bangunan, dungeon atau semacamnya. Yang jelas, Aku ingin kau segera membatalkan barrier penghalang ini dengan segera! Jangan sampai, kau memaksaku menggunakan kekerasan lebih dari ini" ucap Naruto yang kali ini mengambil satu handgun [Dessert Eagle] dari balik bajunya a.k.a [Inventory], lalu mengarahkanya pada badut bertopeng aneh mirip tambalan jelek.

"Kughh... terkutuk kau! Heh, pistol? Kau pikir bisa melukai kami para penyihir dengan senjata api buatan manusia rendahan. Haha-"

DOR! DHUAR!

Dalam satu tembakan pistol biasa, seluruh topeng aneh dan kepala president meledak bersamaan dengan berlobangnya sebuah bangunan pencakar langit yang ada dibelakang tubuhnya.

Tentu hal ini seharusnya sangat mustahil bagi pistol yang ditembakkan tanpa bantuan sihir. Seharusnya, peluru biasa tidak mungkin bisa melukai seorang pengguna sihir didunia Abbys. Karena tubuh mereka dilindungi oleh bermacam sihir perlindungan.

Namun, bagi Naruto yang memiliki Title [Terrorist] [Vicious Terrorist] [Nature Enemy of Monster] dan [Calamity Bringer], dengan peluru biasa diabisa menghasilkan efek ledak sebanyak 700% terhadap president [Company] yang aslinya bukanlah seorang manusia.

Lalu, ditambah dengan efek skill Pasif dan Aktif seperti: [Gun Mastery] [Advanced Gun Mastery] [Expert Gun Mastery] [Chemical Mastery] [Advanced Chemical Mastery] [Bomb Mastery] [Advanced Bomb Mastery] [Shooting] [Aiming] [Accuracy] [Precise] [Sniping] dan puluhan skill lainya yang tidak berkaitan dengan sihir. Maka total damage peluru adalah 2975% dari original damage.

Kalau seandainya Naruto menambahnya dengan Skill [Psychokinesis] [Telekinesis] [Magic Enhance] [Mana Infuse] [Mana Compress] [Solid Mana] dan beberapa skill yang berkaitan dengan sihir lainya, maka damage yang dihasilkan bisa mencapai 6000% lebih dari original damage pistol. Hanya saja, dengan begini tentu orang lain akan sadar bahwa terdapat mana atau energi dalam jumlah besar yang terkumpul didalam pistol dan siap ditembakkan. Hal ini akan susah kalau digunakan terhadap mereka yang bisa mengetahui sihir.

(karena itulah Naruto memilih tidak menambahkan efek skill yang menggunakan MP, supaya musuhnya terkecoh dengan meremehkan pistol biasa).

.

"Ba-bagaimana bisa? Bagaimana mungkin dia bisa melukai penyihir kelas atas hanya dengan pistol biasa! Apakah pistol itu sejenis artefak?" ucap Sun-il.

"I-ini benar-benar gawat! Ki-kita semua harus lari dari sini! Pemuda berambut pirang itu sangat berbahaya!" ucap Jee-han seraya menarik tangan Sung-ah dan ketua kelas, Yoo Jin.

"Jee-han! Ada apa? Kau mengetahui siapa pemuda berambut merah yang memegang pistol itu?" tanya ketua kelas?

"Merah? Pemuda? Bukankah dia om-om berkumis berseragam tentara berambut hitam cepak?" tanya Sun-il.

"Bukan! Dia pemuda berambut biru ikal dengan jas abu-abu! Apa kau salah melihatnya?" tanya Shi-yun.

"U-umm.. kulihat ada seorang gorila memakai kaos kuning bertuliskan 'Author Gintama' yang baru saja menembak dengan pisang laser?" ucap Hwang Sung-ah, sementara itu empat pemuda lainya sweatdrop dan berkata dalam hati 'Mana mungkin!'

"Ini aneh. Jelas-jelas aku melihat pemuda pirang bertopeng rubah (mirip topeng ANBU) yang memakai set pakaian olah raga. Ah, kita membahas perbedaan ini nanti saja. yang jelas kita harus menjauh secepatnya! Instingku mengatakan bahwa dia orang yang sangat berbahaya. Aku tidak bisa melihat statusnya dengan [Observe]. Dan kemungkinan Levelnya lebih dari 100!" ucap Jee-han dengan serius, seraya kembali menarik teman-temanya menjauh dari tempat perkara.

Apa yang Jee-han lihat dari status Naruto melalui Observe hanyalah layar merah darah yang bertuliskan [ U2%&4k! N 8t$ N3w 9L5Y3r Lv ? ? ? ]

Setelah mendengarkan Jee-han, teman-temanya pun setuju dan segera menjauh dari sana.

Dalam perjalanan singkat itu, mereka kembali berdebat tentang pelaku yang menembak president company tanpa ampun.

Alasan mereka berlima melihat sesuatu yang berbeda karena Title Naruto [Covert] dan Skill naruto [Disguise], [Camouflage] dan beberapa skill penyamaran lainya yang masih aktif. Sehingga membuat siapapun yang melihat Naruto tidak akan menyadarinya (kecuali mereka yang satu tim/party dengan Naruto).

Penyebab Jee-han bisa melihat rupa asli Naruto karena skill [Gamer Mind] miliknya. Meskipun saat ini dia masih meragukanya, karena menurut teman-temanya rupa pemuda yang memegang pistol itu berbeda-beda.

.

.

Sementara itu Naruto masih menahan tubuh president Company di udara dengan Telekinesis miliknya.

"Oi, kau masih pura-pura mati? Jangan harap aku bisa terkecoh dan melepaskanmu begitu saja! Cepat, non aktifkan barrier ini kalau kau tidak ingin kutembak"

". . . . ."

DOR! DOR!

Kali ini Naruto menembak atau lebih tepatnya melubangi bagian jantung dan perut milik president.

"Aku tidak peduli seberapa banyak modal ansuransi yang kalian miliki. Kalau kau masih bersikeras tidak membatalkan Barier. Kali ini aku akan menembak bagian tersakit bagi pria sepertimu?"

". . . ."

DOR!

Kali ini naruto menembak di kemaluan president Company, sementara itu dari kejauhan Jee-han dan Sun-il meringis melihatnya.

"Bagaimana? Apa masih tidak mau merespon perkataanku? Kalau begitu aku akan menumpahkan racun kalajengking, cairan asam, atau racun lainya untuk menyiksa tubuhmu yang tersisa? Kukuku" ucap Naruto dengan nada Villain

"Bajinga-" dengan cahaya berpendar, tiba-tiba seluruh tubuh Presiden sembuh seketika, namun mendapat sambutan dari Naruto berupa timah panas dikepala.

DOR!

"Aku tidak memerlukan suara jelekmu. Aku hanya ingin kau membatalkan Barrier ini. Kau tahu, ini adalah hari terakhirku bisa bersantai di negara ini. Dan kau telah mengacaukanya!"

"Aku tidak ter-" tubuh president kembali beregenerasi, namun kembali kehilangan kepalanya.

DOR! DOR!

"Percuma, kau tidak bisa bergerak dalam cengkramanku. Kalau kau bisa menggunakan dengan cepat akan sihir yang bisa menghancurkan beberapa puluh bangunan sekaligus. Mungkin kau memiliki kesempatan. Sayangnya, kalian para penyihir memerlukan waktu untuk merapal mantra atau semacamnya hanya untuk sihir super seperti itu" ucap Naruto seraya mengeluarkan satu clip Magazine dari [Inventory] melalui saku celana untuk persiapan mereload pistol [Dessert Eagle] miliknya.

Naruto yang mencengkram president company dengan [Telekinesis + Paralel Thinking + Accelerated Thinking + Focus + Sense Danger + Prediction + Presence Detection + Area Detect + Magic Detection] dan beberapa skill lainya tidak akan membiarkan dia berteleport atau bergerak sedikitpun.

Setelah itu, tubuh presiden diregenarasi sebanyak 12 dan meledak 12 kali hingga akhirnya dia menyerah dan membatalkan barrier ini.

Naruto bukanya tidak bisa menghancurkan seluruh barrier dengan paksa.

Dengan skill baru miliknya, [Instant Dungeon Blast Level 1] dia bisa menghancurkan seluruh barier dengan mudah. Untuk 1 km persegi memerlukan 10.000 MP, untuk 2 km persegi memerlukan 20.000 MP, dan seterusnya.

Tapi, kalau dia meledakan seluruh ruangan, tentu dua adik imutnya yang saat ini berada di dalamnya bersama dirinya juga akan terkena efek ledakan. Karena itulah, Naruto tidak menggunakan skill penghancur dungeon ini.

Dalam salah satu sesi tanya jawab dengan president Company, Naruto juga sempat menembak beberapa tangan dan kaki milik anggota company lainya yang berusaha kabur atau berusaha menggunakan sihir.

Para penghuni abbys lainya yang ada disekitar kejadian penyiksaan ini sangat terheran-heran ketika melihat bagaimana organsiasai Company yang di kenal sebagai organisasi abbys yang patut menyandang gelar [Tenth Gate] atau nomer 10 Faction terbesar didunia tidak bisa berkutik dalam menghadapi seseorang yang bentuk dan rupanya tidak diketahui dengan jelas.

"A-aku sudah membatalkan Barrier ini. A-apa kau sudah puas? Sekarang bantu aku mencari orang yang telah menghancurkan dunge-"

DOR!

"Siapa juga yang mau menolong kriminal seperti kalian. Dan jangan salah sangka, kau pikir aku akan melepaskan penjahat sepertimu bebas begitu saja setelah melakukan kejahatan di dunia ini? Sekarang bersiaplah menerima hukuman kalian. Kuku" ucap Naruto lalu kembali menarik pelatuk dari pistol ditanganya.

DOR! DOR!

Naruto kemudian mengambil smarphone miliknya, sambil berpura-pura melakukan panggilan. Padahal dirinya menggunakan sistem [Voice Chat] dari system game.

"Kalian berdua, pulanglah terlebih dahulu. Onii-chan akan pulang belakangan. ..., Ah? Baik. Dan tolong beritahu pada Kaa-san dan Tou-san bahwa aku akan pulang larut. ..., Iya.. iya.. aku tidak akan melakukan hal yang berlebihan kok. ..., Hn.. kalian berdua hati-hati lah dijalan. ..., Daahh~" ucap Naruto melakukan Voice chat pada kedua adiknya (Karin dan Naruko) yang kali ini bisa pulang ke hotel.

"Oi, kalian berdua yang disana! Kesini! Ada yang ingin kutanyakan!" ucap Naruto kearah Sun-il dan Jee-han yang jaraknya sekitar 50 meter.

.

"A-apakah aku tidak salah dengar? Apa dia memanggil kita?" tanya Sun-il

"Jangan hiraukan! Lari!" Ucap Jee-han seraya menggunakan skill [Fly], untuk terbang namun-

""Gyaaaa~ Tidaaaa~k~"" tiba-tiba Sun-il dan Jee-han ditarik paksa oleh sesuatu yang tak terlihat kearah pemuda atau siapapun yang memegang pistol itu.

"Shi-yun! Bawa Yoo-Jin dan Sung-ah ketempat aman!" teriak Jee-han sebelum dirinya dan sahabatnya ditarik dengan cepat.

.

"Oi, Kenapa kalian berdua lari? Aku bukan orang berbahaya kok. Ah, dan kulihat kau bisa terbang. Bagaimana caranya?"

"Hei! Lepaskan ak-" president Company mencoba kembali untuk bergerak namun-

DOR!

"Sudah kubilang kau untuk diam! Aku tidak bertanya padamu!" ucap Naruto yang kesekian kalinya menembak kepala president company yang kembali beregenerasi.

'Orang ini benar-benar berbahaya!' pikir Jee-han dan Sun-il dengan tatapan horror.

"Ah, sudahlah. Ada yang ingin ku tanyakan pada kalian berdua. Kulihat sebelumnya kalian berdua bermusuhan dengan orang bertopeng badut dan mengaku-ngaku sebagai president organisasi besar atau semacamnya. Apakah itu benar?"

"Be-benar! Aku bukan temanya! Kami berdua sangat bermusuhan dengan president Company!" ucap Jee-han dengan cepat, takut-takut HP miliknya akan habis jika kepala miliknya meledak seperti president [Company]. Dan Sun-il yang ada disampingnya juga mengangguk cepat.

"Hn... benarkah? Ok, kalau begitu bisa kau ceritakan, dimana markas orang bertopeng jelek ini. Setahuku, dia dan pasukanya tidak pernah bisa mati selama mereka memiliki asuransi financial."

'Ah, benar juga. president Company tidak akan terbunuh selama mereka memiliki Uang. Tapi, darimana pemuda bertopeng ini tahu hal itu' pikir Jee-han, dia hendak bertanya, namun takut kepalanya ditembak.

"Su-sun-il? Apakah kau mengetahuinya? Aku masih baru di dunia Abbys."

"Tentu aku mengetahuinya. Tapi sebelumnya, aku ingin tahu. Apa yang ingin kau lakukan pada markas Company?" tanya Sun-il.

"GRRAA... tak akan kubiarkan kalian berdua mengacaukan-" president company kembali tewas karena-

DOR! DOR!

"Lama-kelamaan orang ini semakin menjengkelkan" Naruto lalu mengeluarkan salah drop satu item yang baru saja didapatnya dari meledakkan Labyrinth Dungeon [Phoenix Chain].

[Phoenix Chain], adalah artefak yang digunakan untuk mensegel kekuatan musuh dengan membelenggu mereka dengan rantai api biru. Bisa didapatkan dari random drop monster Lv 910, di lantai 91 dungeon Labyrinth.

"Fyuh, seharusnya aku melakukanya dari awal" ucap Naruto yang saat ini memegang salah satu ujung rantai yang melilit seluruh tubuh president company dari mulut hingga kaki.

"Oh, kau bertanya apa yang ingin kulakukan pada markas badut ini? Tentu saja aku akan melucuti semua barang berharga milik mereka. Tenang saja, kalau kalian berdua membantuku. Kalian akan mendapatkan 30% harta dari organisasi mereka? Bagaimana? Kalian setuju?"

"Ouh! Kalau begitu, senang berbisnis denganmu! Perkenalkan, namaku Han Jee-han!" ucap Jee-han yang matanya kini memperlihatkan lambang won (mata uang Korea).

"Hahhh~ kalau begitu, aku juga setuju. Dunia akan menjadi lebih baik tanpa keberadaan [Company]. Dan namaku adalah Shin Sun-il. Salam kenal" ucap Sun-il yang hanya bisa menghela nafas karena kali ini juga ditarik-tarik temanya Jee-han dalam masalah lain.

Tapi, dia juga tidak menyalahkan Jee-han. Di dunia Abbys Korea, yang paling berkuasa adalah uang. Jadi ini merupakan kesempatan emas bagi mereka untuk meraup keuntungan besar. Meskipun 30% dari seluruh aset company, itu juga bisa dijumlahkan dengan sangat besar.

Dan pastinya, sejak awal Sun-il juga tahu dia tidak bisa menolak tawaran atau perintah ini. Orang yang ada dihadapanya sangat berbahaya. Dan menolak perintahnya merupakan hal yang buruk.

"Kalian cukup memanggilku dengan [Naru], senang bekerja sama dengan kalian, Jee-han [The Gamer] dan Sun-il, Heir dari [Clan Chunbumoon]" ucap Naruto menyeringai dari balik topengnya karena dia sudah mengetahui status dan informasi mereka berdua dari skill [Analysis], dia juga sengaja tidak memberikan nama asli miliknya.

Sementara itu Jee-han dan Sun-il kembali dikejutkan karena orang misterius ini mengetaui jati diri mereka berdua.

"Hentikan keterkejutan kalian. Ayo cepat tunjukan jalanya. Saatnya kita merampok habis harta yang mereka miliki. Mari kita mulai permainan ini. Kuku Hahaha Huahahahaha!" tawa Vilain Naruto dan ini membuat Jee-han dan Sun-il bergidik ngeri.

Setelah itu mereka pun menuju markas pusat milik [Company] yang diketahui Sun-il.

Sementara Jee-han dan Sun-il terbang, Naruto berlari diudara mengikuti mereka sambil menyeret president company yang tidak bisa berkutik dalam belenggu rantai phoenix.

Dalam perjalanan, Sun-il bertanya beberapa hal pada naruto, seperti bagaimana cara berlari diurada, bagaimana dia mengetahui mereka berdua, bagaimana mengetahui kelemahan president company, kenapa dia tidak menunjukkan bentuk asli miliknya dan pertanyaan-pertanyaan lainya.

Naruto hanya menjawab semua itu dengan kata "Ra-ha-si-a". Begitu pula jawaban dari beberapa pertanyaan lainya yang malas dijawab dengan Naruto.

Dalam kesempatan ini, Naruto juga bertanya (mengintrogasi dan mengancam kalau tidak menjawab akan ditembak) tentang dunia supranatural, Abbys yang ada di korea dan seluruh dunia yang sebelumnya tidak dia ketahui.

Pada akhirnya, Jee-han dan Sun-il hanya mengetahui nama panggilan Naruto, [Naru] dan apa salah satu tujuan miliknya, yaitu "Menyelamatkan seluruh dunia dengan melucuti semua senjata dan teknologi yang berbahaya"

Perampokan besaran-besaran mereka berjalan dengan lancar. [Flash Bang] [Gas Air Mata] [Gas Tidur] [Peluru Bius] [Alat Kejut Listrik] dan beberapa peralatan milik Naruto lainya dengan mudah membereskan penjagaan markas musuh.

Sekuat apapun musuh kalau mereka tidak memiliki [Sleep Resistance], [Paralize Resistace] atau semacamnya akan takluk oleh Naruto yang tidak akan pernah bertarung dengan cara adil.

Sama seperti perampokan pada bank-bank dan beberapa markas yakuza di kebiasanya, kali ini juga semuanya berakhir dengan sukses berkat berbagai macam kombinasi skill milik Naruto.

"Whoa! Kau hebat sekali! Kau ahli dalam segala hal! Apakah kau James Bond atau Lupin?" tanya Jee-han yang saat ini memasukan tumpukan uang dari brankas besar kedalam Inventory miliknya.

Disampingnya terdapat Sun-Il yang memasukkan benda-benda berharga lainya kedalam karung yang nantinya akan dimasukkan kedalam inventory milik Jee-han.

"Hn? Bukan, aku hanya pemuda normal yang punya hoby menyelamatkan dunia. Itu saja." jawab Naruto sekenanya yang saat ini meng-hack akses keuangan milik Company di dunia maya.

Dia tidak akan menyisakan sepeserpun uang untuk organisasi jahat ini. Dia akan membuat mereka bangkrut sehingga mereka tidak bisa bangkit lagi. Hua ha ha!

Sekitar 3 jam kemudian, setelah membakar semua surat-surat penting dan membebaskan beberapa puluh tahanan yang dijadikan sandera sebagai sumber mana serta mengeluarkan semua pekerja normal yang disewa oleh [Company]. Naruto pun meruntuhkan seluruh bangunan markas Company dengan ledakan beratus-ratus TNT yang sudah disebar di tiap penjuru gedung pencakar langit itu.

DHUAAAARRR!

"Ta~ ma~ ya~... Seni adalah Ledakan! Mua ha ha ha!" tawa maniac Naruto sambil menyaksikan hasil dari karya seninya. Sementara itu Jee-han dan Sun-Il Sweatdrop dibuatnya.

"Ok, sekarang saatnya kita berpisah. Selamat ti-"

"Tunggu! Kau belum mengambil bagian harta milikmu!" ucap Jee-han mengingatkan.

"Dan kau melupakan president Company yang tergeletak disana"ucap Sun-il datar, karena tahu [Naru] akan bersikap baik kalau mereka juga bersikap baik.

"Ah? Mengenai harta, aku hanya bercanda dengan mengatakan akan memberi kalian 30% darinya. Kalian berdua bisa mengambil semuanya. Aku sama sekali tidak memerlukanya. Semua aset di dunia maya juga sudah kusumbangkan pada organisasi-organsisasi kemanusian diseluruh dunia."

"Yang benar saja! Lalu buat apa kau susah-susah melakukan semua hal ini?" Tanya Jee-han.

"Entahlah, aku cuma iseng melakukanya. Sudah kubilang diawal bahwa aku melakukanya untuk menyelamatkan dunia. Aku benar-benar serius akan hal ini."

"Tapi-"

"Dan kalau kau masih ragu untuk menerimanya. Anggap saja ini adalah pemberian dariku untuk tanda perkenalan sebagai sesama pembela kedamaian. Sejenis patnership atau semacamnya. Siapa tahu aku akan memerlukan bantuan kalian lagi nantinya"

"Hahh... ini akan berakhir merepotkan, Jee-han. Lalu, bagaimana dengan president Company?" tanya Sun-il.

"Hnn... apakah di dunia Abbys Korea terdapat semacam penjara bagi pelaku kejatahan sejenis dirinya?"

"Tidak, biasanya kami akan membinasakanya dengan segera. Penjahat semacam dia selalu saja bermunculan di dunia abbys tanpa henti. Kalau kami membuat tahanan untuk mereka, pasti sudah lama penuh." Jawab Sun-il.

"Hn.. Baiklah." Ucap Naruto dan-

DOR! DOR! DOR!

Setelah tiga kali tembakan, President Company yang tidak bisa berteriak karena mulutnya tersumpal rantai akhirnya tewas. Kali ini tubuh dan topeng yang dikenakanya berubah menjadi abu. Hanya menyisakan rantai yang tergeletak di tanah.

"Ok. Sepertinya kali ini dia benar-benar mati dan tidak bisa beregenerasi kembali karena semua asset yang dimiliknya telah kita ambil semuanya." Ucap Naruto seraya memasukkan [Phoenix Chain] kedalam [Inventory] melalui jaket olahraga miliknya.

"Sepertinya demikian" ucap Jee-han, yang masih heran. Kemana barang-barang [Naru] disembunyikan? Apakah sejenis kantung sihir, atau kantung celah dimensi?

Sebelumnya dia menanyakanya pada Naruto, dan hanya mendapatkan jawaban [Ra-ha-si-a] seperti biasanya.

"Lalu bagaimana dengan sisa anggota Company yang kita tinggalkan di taman ria?" Tanya Naruto kemudian.

"Tenang saja, Clan Chunbumoon dan klan lainya akan turun tangan jika mereka membuat kekacauan"

"Baiklah. Kalau begitu sampai jumpa lagi Jee-han dan Sun-il, [Boft!]" ucap Naruto yang diakhiri tubuhnya menghilang ditelan asap kabut layaknya ninja. (padahal dia cuma mengaktfikan kembali Skill [Stealth] [Hidden] dan lainya).

"". . . . ."" Jee-han dan Sun-il terdiam sejenak dibuatnya.

"Sun-il, ternyata dia bukan James Bond atau Lupin, tapi seorang Ninja!" ucap Jee-han dengan mata berbinar layaknya anak-anak yang melihat mainan baru.

"Entahlah..., Fyuuuhh~... yang jelas dia orang yang sangat berbahaya. Bisa kau bayangkan apa yang terjadi jika dia bisa muncul dan menghilang begitu saja seperti itu?" ucap Sun-il yang menghela nafas.

"Hei, yang jelas dia bukan orang jahat."

"Apakah kau yakin?"

"Err... entahlah. Semoga saja dia bukan orang jahat. Karena kita tidak akan selamat melawan orang yang levelnya lebih dari 100 seperti dia."

"Benar, dia orang paling mengerikan yang pernah kutemui. Sepertinya dia bahkan lebih hebat dari kakek-ku"

"Ya, mungkin orang itu juga lebih hebat dari guru Lolikeano. Ternyata masih banyak orang-orang kuat diluar sana. Dunia ini luas!"

"Hahh...~ sudahlah, ayo kita kembali ke guild. Setelah itu kita akan bagi dua hasil malam ini"

"Mue he he... tidak hanya tumpukan uang. Tapi banyak item sihir langka yang kita dapat dari markas Company! Sekarang aku akan menjadi lebih kuat. Yayy...!"

"Ayo pulang. Aku sudah lapar dan ingin makan malam dengan segera" ucap Sun-il.

"Ah, kita juga tidak boleh lupa untuk memeriksa keadaan Shi-yun, Sung-ah, dan ketua kelas" ucap Jee-han yang mengambil smarphone miliknya lalu menghubungi para gadis yang sore tadi bersamanya.

.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

.

Malam harinya, sambil makan malam Naruto membicarakan apa yang ditemukanya hari ini pada kedua orang tuanya dan kedua adiknya.

"Akhirnya kau telah menghancurkan organisasi Company itu ya? Baguslah, dengan begitu pemerintahan Jepang tidak perlu khawatir lagi dengan gangguan luar. Sejak awal, misi Tou-san dan Kaa-san di Korea ialah mengintai pergerakan organisasi-organisasi gelap di Korea" jelas Ayah Naruto, Namikaze Minato

"Jadi, benar dugaanku kalau Kaa-san dan Tou-san terlibat dengan dunia Abbys di Korea? Karena itulah kalian bersembunyi dua bulan yang lalu, bukan?"

"Tebakanmu benar Naru-chan. Maaf, sebenarnya aku dan Tou-san mu tidak ingin melibatkan keluarga dalam masalah ini. Tapi..., setelah kalian bertiga mengetahui semuanya. Tidak ada alasan lagi untuk menyembunyikanya." Ucap Ibu Naru, Namikaze Kushina sambil melanjutkan makanya.

"Okaa-san, bolehkah aku membantu mu? Aku sudah semakin kuat sekarang!" ucap Karin.

"Aku juga ingin membantu Kaa-chan dan Tou-chan!" lanjut Naruko.

"Tidak! Tou-san tidak akan membiarkan kalian terlibat bahaya. Jiraiya Jii-chan selaku ketua klan Namikaze juga pasti tidak setuju akan hal ini." ucap Minato

"Benar, kalian masih muda. Tidak seharusnya kalian terlibat dalam dunia gelap Abbys ini. Kalian harus lebih fokus pada sekolah." lanjut Kushina.

""Uuuu... "" Naruko dan Karin hanya bisa tertunduk lesu.

"Onii-chan, lakukan sesuatu" rengek Naruko kepada kakaknya yang selagi tadi santai menikmati makan malam terakhirnya di kota Seoul.

"Hn? Kenapa aku harus melakukan sesuatu? Sudah pasti aku juga menolak kalian terlibat dalam masalah dunia supernatural ini" ucap Naruto datar.

"Onii-chan..., please..." pinta Naruko

"Ruto..., pleasee..., demi dua imouto-mu ini" ucap Karin

"Err... meskipun kalian memohon aku tetap tidak bisa menolong kalian berdua. loh"

""Pleasee..."" ucap dua adiknya dengan mata memelas dan berkaca-kaca siap mengeluarkan air mata.

'Ughh... serangan [Puppy Eyes] yang tidak adil!' pikir Naruto dan Minato.

"Hahh..., Tou-san, apa yang terjadi jika mereka berdua menjadi jauuh lebih kuat dari sekarang? Apakah mungkin mereka bisa membantu?" ucap Naruto yang tidak tahan dengan serangan dua adiknya.

"Hnn.., kalau memang mereka bisa melindungi diri mereka tentu lebih bagus. Bagaimana menurutmu Kuu-chan?" tanya Mintao pada Kushina.

"Tentu anata, kalau mereka bisa jaga diri dan membuktikanya pada Jiraiya Jii-san. Mungkin pada akhirnya dia juga memperbolehkan." Senyum Kushina yang sebenanya juga luluh karena serangan dua anak gadisnya.

"Hn.. baiklah. Kalau begitu jawabanya cukup mudah. Naruko, Karin, setelah tiba di jepang nanti. Kita akan berlatih di dungeon untuk menaikan level kalian."

"Horee!"

"Yatta!"

"Yah..., rencanaku memang tidak terlalu berubah dari asal. Sebelum aku kembali berkeliling dunia, aku memang berencana ingin menaikan sedikit level kalian. Tapi sekarang aku akan menaikkanya lebih banyak sehingga membuat kita sekeluarga menjadi yang terkuat di Jepang!" seru Naruto

Malam terakhir di Seoul bagi Naruto dan dua adiknya pun akhirnya berlanjut dengan tenang.

Keesokan paginya, mereka sekeluarga pergi meninggalkan Korea menuju Tokyo. Dimana petualangan baru menunggu mereka.

.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

.

Di sisi lain, dengan runtuhnya [Company], organisasi-organisasi lainya pun mulai menunjukkan taring mereka. Bersaing untuk mengisi kekosongan kekuasaan di dunia Abbys Korea.

Organisasi-organisasi yang berada di negara penyandang gelar Faction Abbys terkuat di seluruh dunia pun mulai bergerak. Mereka dikenal sebagai [Nine Gate] yaitu: France, Europe, Germany, Russia, Indonesia, Japan, America, China, and Korea. (The gamer chapter 67)

.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

[To be Continued]

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Character Status terupdate:(tidak ada perubahan di chap ini)

Name: Namikaze Naruto
Lv: 519
Class: New Player
Title: [Siscon] [Skill Master] [Skill King] [Genius] [Logician] [Young Master] [Plunderer] [Schemer] [Collector] [Merchant] [Generous] [Hero] [Most Wanted] [Covert] [Destroyer] [Terrorist] [Annihilator] [Vicious Terrorist] [Nature Enemy of Monster] [Nature Killer] [Dungeon Conqueror] [Dungeon Smasher] [City Destroyer] [Calamity Bringer] [True Hero]
HP: 19375/19375 (Regen HP: 2082,8/menit)
MP: 46620/46620 (Regen MP: 7184,1/menit)
STR: 752 - VIT: 775 - DEX: 753
INT: 1036 - WIS: 1041 - LUK: 502
Point: 2580
Money: 2.965.500Yen + 951.040.000Won + 20.000.000Yuan + 1.000.000USD + 1.000.000Euro

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Main Quest terupdate:

[Quest Notification]
[From Alaya: The Main Quest!]
[Selamatkan ras manusia yang ada di bumi dari kepunahan untuk 1.000 tahun kedepan. Atau paling tidak selamatkan minimum 999,999,999,999 orang.]
[Completion Award: Up +9 Level, Exp 9,999,999,999]
[Total yang diselamatkan saat ini: 000,001,014,732 orang]*

* Bertambah setelah mengalahkan president Company dan organisasi miliknya.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Terima kasih kepada teman-teman yang masih sedia memberikan masukan, membaca, menulis review, bagi-bagi informasi, nge-PM, nge-Favorite, dan nge-Follow fic ini!

Kalau ada pertanyaan atau apapun yang ada dipikiran kalian. Silakan tulis lewat PM atau Review. See ya later..

Kishi, [Log Off]!