The Chosen Girl
Jeju-Do ( I )
cho kyuhyun as cho kyuhyun
Kim ki bum as kim ki bum
Shim changmin as shim changmin
Kim heechul as kim heechul
Lee hyukjae as lee eunhyuk
Rating: T berjalan sesuai alur
Genre: romance, action. kyuhyun, eunhyuk, heechul/GS
Pairing: kihyun,changkyu, kichul? etc
,,,,,,,
Zeezone
Kyuhyun menatap hamparan pasir putih disepanjang pantai, kedua telapak tagannya saling menggosok mengusahakan sebuah hantaran panas, lalu ditempelkan telapak tangan pada kedua sisi wajahnya. Uap putih bertiup selaras dengan hembusan nafasnya. Dipindahkannya kedua tangan hingga kini memeluk erat tubuh mungilnya. Surai hitannya dibiarkan berkibar tak beraturan mengikuti arah tiupan angin musim gugur, sekali lagi hanya helaan nafas yang terdengar diantara suara deburan ombak dan kicauan burung belibis yang sibuk mencari kudapan malamnya. Keheningan seketika terpecahkan ketika kyuhyun merasa sepasang lengan yang amat ia kenal memeluk erat tubuhnya dari belakang, kehangatan itu mulai ia rasakan diabalik punggungnya, kehangatan yang amat ia kenal, hingga akhirnya seseorang yang memeluknya mengeluarkan suara yang amat ia tunggu dan rindukan.
"kyunie, sedang apa disini?"
"Oka-sama, kyunie hanya sedang melihat laut tapi rasanya berbeda seperti dulu, ne oka-sama."
"Tentu berbeda, terakhir kali melihat laut saat musim panas, sedangkan sekarang musim gugur, tentu berbeda."
Kyuhyun sedikit menarik nafas menstabilkan nafasnya yang seketika menjadi sedikit lebih cepat, sekaligus meredam aliran air yang berasal dari mata indahnya.
"Hai, berbeda. Samui desu, dingin sekali, iie dingin dingin sekali, sangat berbeda." ujarnya lirih memeluk erat lengan seseorang yang dipanggilnya ibu tersebut.
"Jika terasa dingin, ayo kita masuk, oka-sama akan buatkan kyunie coklat hangat,heem.."
"Hai, oka-sama."
Kyuhyun membalikan badannya mengahadap wanita paruh baya yang dipanggilnya ibu itu, seorang wanita yang masih sangat cantik meski usia telah memakan sebagian keindahannya menyisakan senyuman yang tak seceria dulu serta pancaran mata yang kini mulai meredup dimakan zaman dan kesakitannya. Ditatapnya wanita yang telah melahirkannya dengan aliran airmata yang menganak sungan saking derasnya. Deru napas kyuhyun seakin terasa cepat ketika genggaman tangannya mulai tersa merenggang, jarak antara keduanya mulai terasa menjauh, semakin menjauh, hingga senyum itu semakin tak terlihat lagi, sampai semuanya benar-benar hilang.
"OKA-SAMAAAA, hah hah hah ..."
Mata karamel itu terbuka lebar dengan dada naik turun saking cepat aliran nafasnya, wajahnya dipenuhi keringat. Kyuhyun jelas melihat keberadaanya saat ini, ya kini ia tengah berada dalam pesawat yang membawanya ke pulau Jeju untuk sebuah tugas wawancara. Pandangannya beralih ke telapak tangan nya yang bergetar kencang hingga membuatnya harus menggenggam untuk meredakannya. Jiwanya semakin terkumpul ketika terdengar nada khawatir dari Ryeowook yang duduk disebelahnya.
"Kyuhyun-ah, gwenchana?"
"O, gwenchana, geokjeongma, hanya mimpi buruk."
"minumlah untuk menenangkan dirimu." Ryeowook memberikan botol air mineral yang disediakan oleh maskapai.
"Go.. gomawo ryeowookie." Kyuhyun memegang botol dengan kedua telapak tangannya yang masih bergetar, diminumnya air tersebut sehingga dapat sedikit meredakan ketakutannya.
"Kau bermimpi, tadi kau berteriak memanggik oka-sama, maksudmu ibumu?"
Kyuhyun tiba-tiba terdiam mendengar pertanyaan dari ryeowook, wajahnya yang biasa merona merah kini tampak memucat dengan tatapan mata yang sangat jelas mengatakan bahwa ia menolak menjawab pertanyaan rekan kerjanya itu.
"Ah Kyuhyuh-ah gwe..gwenchana tak usah kau pikirkan, lupakan apa yang kutanyakan tadi, terkadang mulutku ini suka berkata yang tidak benar, jeoseonghamnida."
Ryeowook merutuki mulutnya yang kelewat polos dan tidak bisa menebak situasi yang terjadi, hatinya jelas merasa tak enak kepada kyuhyun menanyakan hal pribadi sedangkan mereka bukanlah dua orang yang bisa dianggap akrab, ryeowook bahkan tak pernah tahu seperti apa kyuhyun, ia hanya tahu kyuhyun adalah karyawan magang sejak tiga bulan yang lalu dikantor tempat ia bekerja dengan kebiasan datang terlambat dan selalu melupakan jadwal tugas paginya, gadis yang akrab dengan kata-kata kasar dan tajamnya, tingkah menggemaskannya ketika tengah mengakui kesalahan sehingga menghindarkannya dari hukuman atau itu bisa disebut kelicikannya, namun ia juga dapat menyelesaikan seluruh pekerjaan dengan amat baik dan rapih, itulah kenapa eunhyuk sebagai atasannya tetap mempertahankan kyuhyun dan selalu mengganti tugas kyuhyun. Akhirnya kyuhyun selalu mendapat tugas meliput berita atau wawancara siang atau malam.
"Ryeowook-ah mianhae, telah membuatmu khawatir, nan gwenchana, jinja gwenchana."
Kyuhyun mengucapkannya tanpa melihat ryeowook membuat ryeowook atau bahkan siapapun tidak akan percaya apa yang ia katakan. Orang bilang ketika kita menebak perasaan jangan dengarkan kata-katanya tapi lihatlah gesturnya, karena kata-kata mudah berbohong sedangkan gestur seseorang adalah kejujuran yang terlihat. Dan sesuai dengan yang ryeowook lihat bahwa gadis disebelahnya ini tidak dalam keadaan baik-baik saja, ia terlihat sangat kacau saat ini, tangannya yang saat ini bertautan masih bergetar kuat, dadanya masih naik turun menandakan napasnya belumlah kembali normal, kelenjar keringatnya masih berekskresi hingga wajahnya dan lehernya masih terlihat basah. Matanya yang biasa terpancar keceriaan kini tengah mendung dan meredup. Melihat hal itu entah kenapa tubunya secara reflek menarik kyuhyun dalam pelukannya erat. Ia merasakan tubuh kyuhyun menegang menerima pelukannya, diusapkan tangannya pada punggung gadis yang kini terlihat amat rapuh dihadapannya, sambil diucapkannya sabil berbisik bahwa semuanya akan baik-baik saja.
"Kyuhyun baik-baik saja kan, aku tak perlu khawatir, begitu kan?"
"Hn, aku baik-baik saja, semuanya berjalan dengan baik, tak ada yang perlu diakhawatirkan, karena aku cho kyuhyun."
"Ne, kau cho kyuhyun." Ryeowook melepaskan pelukannya dan melihat tepat ke wajah kyuhyun, kini jelas kebenaran itu bukanlah dari sebuah kata-kata yang didengar tapi apa yang ia lihat jelas kini. Wajah pucat itu kini penuh air mata yanga mengalir, ia menangis, kyuhyun menangis dalam diamnya, ia yakin kyuhyun tidak sedang baik-baik saja, tapi ia hanya bisa diam dan tersenyum, ia mengerti bahwa ia tak bisa memaksa kyuhyun menceritakan apa yang tengah terjadi pada temannya itu, ini akan menjadi rahasia mereka berdua. Setidaknya kini ia tahu bahwa setiap orang pasti memiliki sisi rapuh dalam dirinya termasuk gadis seperti kyuhyun, dan ia bisa selangkah lebih dari orang lain dapat melihat sisi itu dari kyuhyun yang terlihat selalu tanpa beban. Kyuhyun akan menjadi temannya, ani seseorang yang akan ia jaga rahasia kesakitannya, bukan itu lebih berharga dari sekedar teman berbagi suka.
Sedangkan seorang pria yang duduk beberapa deret di belakang dari tempat kyuhyun dan ryeowook duduk hanya bisa mengepalkan tangannya menahan rasa kesal pada dirinya sendiri tatkala ia merasakan perasaan bersalah yang sangat besar, perasaan bersalah yang ia tanggung bertahun akibat dari sikap pengecutnya dulu, terlebih melihat apa yang ia lihat dan dengan kini.
"Kyu, gomenne, kali ini aku berjanji tak akan pernah menjadi pengecut seperti dulu."
"Changmin-ah wae?"
Pikiran pria yang dipanggil changmin itu seketika ditarik paksa kembali memenuhi raganya, melalui pertanyaan rekan disampingnya.
"Mwoga?"
"Cck, kau tiba-tba mngepalakan tanganmu seperti seseorang yang menahan marah, kemudian berucap menggunakan bahasa jepang yang aku sendiri tak mengerti yang kau ucapkan, lalu terloncak kaget dan bertanya balik padaku. Hari-ini kau terlihat tidak seperti biasanya, ada sesuatu yang terjadi?"
Changmin melepaskan kepalan tangannya dan mulai menyunggingkan senyuman yang membuatnya terlihat semakin tampan menyilaukan mata para gadis dan wanita yang melihatnya. Namun siapa sangka hal itu malah membuat orang disebelahnya memeragakan gestur ingin muntah.
"Yak, hentikan senyuman bodoh itu shim changmin, kau pikir aku gay yang bisa kau buat tergoda dengan senyum bodohmu itu. Aku baru tahu nama tengahmu kini shim jijik ."
"Hahaha, aku tidak sedang menggodamu minho-ya, tapi tak kusangka senyumanku bisa membuat tak hanya berhasil pada para gadis tapi juga pria. Kau terlihat manis minho-ya."
"Yak, Shim kau benar-benar menjijikan, kau tahu aku bahkan lebih suka payudara bulat dan sintal milik taemin, dibanding dada keras dan datar milikmu itu."
"Hah benarkah? Kau hanya belum mencobanya minho chagi, sekali mencoba kau pasti ketagihan."
Changmin dengan wajah usilnya mulai mendekati minho, membuat minho berusaha sekeras mungkin melayangkan pandangan marahnya, melihat korban keusilannya KO, changmin menjauhkan tubuhnya, dan melihat sekeliling, tapi tanpa disadari keduanya permainan yang ia rencanakan untuk menjahili minho membuat beberapa penumpang pesawat melihat padanya dengan pandangan aneh dan tatapan jijik.
Minho yang menyadari hal itupun segera melakukan konfirmasi bahwa yang dilakuan temannya itu hanya sebuah keusilan.
"Itu, hanya bercanda jangan dianggap serius, benarkan changmin?" tanya minho pada changmin, sedangkan si evil hanya mengangkat bahu enggan menanggapi, toh ia pikir dirinya tak mengenal orang-orang dalam pesawat ini jadi untuk apa ia harus meluruskan pa yang terjadi. Berbeda dengan minho, pria tampan dengan mata besar mirip tokoh kodok keroro itu ngotot menjelaskan bahwa ia adalah orang yang normal.
"Minho-ya sudahlah mereka bahkan sudah tidak memperdulikan lagi, lagipula tidak ada orang yang kita kenal disini."
"Yak, apa maksudmu, aku ini adalah model yang akan dikontrak SM Entertaiment dan akan segera menjadi bintang hallyu, dengan apa yang terjadi saat ini, kupikir habis sudah karir cemerlangku."
"Jika kau tidak bisa menjadi bintang hallyu, kau bisa jadi bintang dihatiku, aku punya banyak uang untuk membayarmu, bagaimana lebih menguntungkan bukan?"
"Kau benar-benar sakit shim changmin. aku gila bisa-bisanya berteman denganmu. Shim Evil min, kau tidak benar-benar gay kan?"
Changmin tertawa keras sampai orang-orang yang tadi memperhatikannya kini memperhatikanya kembali.
"Hhaha, astaga kau serius menaggapi hal tadi, itu benar-benar tak kusangka. Tentu saja aku masih menyukai wanita. Kau tahu jika Jun jihyun belum menikah aku pasti menikahinya, atau kim taehee, jika ia putus dengan Bi Rain kupastikan ia akan terpesona olehku."
"Otakmu benar-benar sudah rusak shim changmin. Lagipula Jun jihyun ataupun kim taehee tidak lebih memilih aku dibandingkan dirimu."
"Jika mereka menolakku aku masih punya seseorang yang akan ku perjuangkan."
"Maksudmu seorang gadis? Siapa gadis tidak beruntung itu?"
Changmin diam mendengar pertanyaan minho, digeserkan tubuhnya mendekat ke arah jendela pesawat hingga disandarkannya kepalanya dengan mata menerawang mengarah keluar jendela melihat hamparan awan putih.
"Seorang gadis yang sangat manis, kulitnya seputih salju, dengan rona merah yang menghiasi pipinya ketika ia malu atas sebuah pujian ataupun karena amarahnya, tapi ia terlihat semakin manis. Matanya indah besar , tajam dan cerah, ketika tersenyum matanya akan membentuk lengkungan sabit yang cantik, hidungnya mungil benar-benar cocok dengan komposisi wajahnya, bibirnya merah seperti buah plum, dahinya adalah sesuatu yang selalu ia sembunyikan sehingga ia selalu menggunakan poni apapun gaya rambutnya, dulu warna rambutnya hitam kini ia mengubahnya menjadi coklat sewarna matanya."
"Kubayangkan dia gadis yang luar biasa. Warna rambut berubah itu hal biasa bagi para gadis bukan"
Changmin tersenyum dan namun kini matanya mulai memejam dan membayangkan gadis yang ia ceritakan itu. Membayangkan perbedaannya kini selain warna rambutnya, tentunya karena semuanya kini telah berubah, gadis itu telah berubah dan ia tidak bisa menghalangi perubahan besar yang dialami gadis itu, bahkan ia adalah salah seorang yang telah merubah gadis itu.
"Ya, tapi sekarang tidak hanya warna rambutnya yang berubah minho-ya, segalanya telah berubahdulu ia sangat menyukai musim gugur, ia selalu mengatakan bahwa ia percaya seorang pangeran yang ditakdirkan untuknya pasti akan datang pada saat musim gugur, pangeran berkuda putih yang akan membawanya mengitari taman dengan daun maple berguguran dengan indahnya di sebuah pulau seperti di drama. Sungguh kekanakkan bukan. Tapi kini aku tak yakin apakah ia masih menyukai musim gugur, setelah pada musim itu ia hancur.
"Apa yang berbeda, ketika seseorang hancur ia akan bangkit dan mulai hidup dengan lebih kuat dibanding sebelumnya. Lagipula apa salah musim gugur, gugur datang setiap tahun, daun-daun berguguran dengan indahnya bahkan dinegara kita pada musim ini turis makin banyak datang untuk melihat keindahannya, hanya karena masalah datang pada musim gugur seseorang bisa membencinya. Apakah musim gugur selanjutnya pun ia tetap bermasalah. Jika itu masih terjadi itu artinya orang itu bahkan tidak menyelesaikan masalahnya, apa gunanya berganti musim jika ia hanya berhenti pada satu musim keterpurukannya."
"Terkadang apa yang kau katakan tidak bisa kumengerti choi minho, tapi kuakui kata-katamu bagus kali ini."
"Ck, changmin-ah jika gadis itu masih dipenuhi kesedihan dan kehancuran, seharusnya kau bisa menjadi pangeran berkuda dan menariknya dari kehancuran serta membawanya mengitari keindahan musim musim gugur itu, bukan?"
"Ya kau benar minho-ya, tak kusangka temanku benar-benar konsultan dalam hal ini, pantas saja taemin masih betah denganmu walaupun sudah berkali-kali kau terlibat peselingkuhan dengan banyak wanita."
"Sialan kau, ck. Lagipula gadis sekarang tak mungkin menyukai pangeran berkuda putih.. kupikir mereka akan lebih memilih pangeran dengan ferrari atau audy putih kan."
"Hahahaha, kau benar-benar choi minho."
Changmin kembali menatap jendela memandangi kumpulan awan mirip bulu domba, bibirnya yang tadi tersenyum in telah kembali menarik rata matanya terlihat serius memikirkan banyak hal, mendengar pa yang dikatakan minho dirinya benar-benar merutuki apa yang dilakukannya dua tahun ini. Ya dua tahun ini dirinya hanya diam dan tak melakukan apapun bagi seseorang yang amat berharga baginya, ia hanya sekedar menyesali apa yang telah terjadi dan tanpa bermaksud memperbaiki keadaan, kini dengan segenap jiwa raga ia bertekat memperbaiki segalanya. Membuat segalanya lebih baik, menjadi pangeran yang membuat senyuman untuk gadis itu, gadis yang mengambil seluruh perhatiannya sejak dulu, gadis yang menjadi sahabatnya dulu, gadis yang membuat hatinya pertama kali berdebar pertama kali, gadis yang duduk beberapa deret didepannya, gadis yang ia panggil kyu-chan.
,,,,,,,
Zeezone
Iring-iringan panjang mobil melintasi jalanan Jeju yang lengang, dari deretan panjang itu terdapat seseorang yang sangat penting, seorang menteri yang kini tengah menjadi buah bibir rakyat korea karena karisma yang dimilikinya, karena kacerdasan yang membuatnya disejajarkan popularisnya dengan presiden korea itu sendiri, ketampanannya yang tidak bisa dipungkiri lagi mampu menandingi aktor hallyu sekelas wonbin atau hyunbin sebagai idola seluruh wanita dikorea, dan seorang pria yang tidak ada sedikit orang tahu punya sisi gila terhadap senjata berbahaya yang menandingi kegilaan bethoveen ataupun mozart akan musik. Disebelahnya masih jelas tergambar seorang wanita cantik yang sibuk dengan gadgetnya melihat jadwal yang akan dilakoni atasan disebelahnya itu.
Iring-iringan kendaraan itu berhenti tepat di depan sebuah hotel bintang lima yang sudah amat terkenal akan kemewahan dan kenyamanan terlebih dengan sistem keamanan super ketat kelas dunia yang menjadikannya salah satu hotel teraman di dunia, tak heran banyak turis penting , presiden, atau pejabat negara lebih memilih reservasi di Jeju king hotel ketika mengadakan lawatan ke Jeju baik dalam rangka berlibur atau seseuatu hal yang katanya disebut tugas negara, meski hasilnya hanya sekedar mengobrol ringan dan kurang penting.
Dibukakan pintu penumpang oleh staf berseragam hotel lengkap, dan menyilakan sang menteri keluar dengan sopan, menteri kim kibum keluar dengan senyum manis di wajahnya yang lebih mirip disebut seringaian yang membuat staf wanita menundukan kepala menahan rona merah dipipi masing-masing. Seorang pria menghampiri menteri kim dengan sekretaris kim yang sudah berda di samping kanannya, kemudian memberi hormat dengan membugkukan kepalanya dan menyapa.
"Selamat datang menteri kim saya manajer Lee Myungbak, sebuah kehormatan bagi kami Jeju King Hotel dapat menyelenggarakan pameran alutsista darat dan juga menyambut kedatangan Anda."
"Ye, kamsahamnida kuharap segalanya berjalan dengan lancar, bisa kau tunjukan tempat pameran tersebut, manager Lee."
"Anda ingin langsung memantau? Apa tidak sebaiknya tidak istirahat terlebih dahulu?"
"Tidak usah, aku akan istirahat jika semua pekerjaaanku sudah selesai. Oh iya tuan Lee,untuk keamanan lakukanlah seperti biasa jangan terlalu berlebihan, kepolisian saja sudah merepotkan jika ditambah dengan keamanan disini yang sangat ketat aku tidak bisa bernapas."
"Ye, algeseumnida. Mari kami tunjukan ruangan pameran."
Kibum berjalan diringi menager Lee, staf kementerian dan dan staf hotel mengantarkan ke tempat dilaksanakannya pameran yang akan dibuka esok hari, segala persiapan tengah dilakukan dan dalam tahap penyelesaian dan pengecekan kembali termasuk jaringan keamanan terkait surat kaleng berisi ancaman pada kibum. Tapi kibum menolak sistem keamanan yang menurutnya berlebihan termasuk jumlah petugas keamanan yang disiagakan selama berkeliling kibum beberapa kali menelepon kepala polisi di Jeju untuk mengurangi jumlah personil keamanan termasuk petugas khusus anti terorisme, begitu pula sistem keamanan yang disediakan oleh pihak hotel, kibum mengcancel beberapa prosedur keamanan yang menurunya berlebihan seperti deteksi inframerah seluruh tubuh, menurutnya alat deteksi metal detector pun sudah cukup karena yang akan datang kebanyakan dari kalangan awam dan masyarakat biasa. Selain itu seorang kim kibum lebih bisa menjaga dirinya dibandingkan orang lain dan ia yakin teror padanya entah kenapa tidak akan terjadi pada pembukaan pameran esok hari, mungkin hari-hari setelahnya. Semakin serius terornya baginya semakin menyenangkan untuk bernain. How crazy man he is!
,,,,,,,
Zeezone
"Wah Jeju-do..."
"Oppa kau seperti baru pertama kali ke jeju"
"Ini memang yang pertama untukku."
"Benarkah aku sungguh tak menyangka, kau bahkan pernah ke praha dan london dan seluruh dunia, tapi ke jeju kau tidak pernah, benar-benar menyedihkan."
"Yak apa maksudmu kyuhyun-ah, coba salahkan bosmu itu ia bahkan tak pernah mau kuajak ke jeju untuk berlibur malah membuangku ke praha dan london untuk sebuah pekerjaan yang menyebalkan. Ck, lagipula entah kenapa sejak kecil aku tak pernah merasakan udara jeju."
"Oh baiklah aku akan mengatakan ke hyuk eonni kalau oppa tidak suka pekerjaan yang diberikannya."
"yak aku tidak mengatakan itu, ck sulit berbicara dengan iblis sepertimu."
"hahaha, oppa kau benar-benar tunangan takut tunangan , bagimana mungkin kau yang seorang presdir dari HanYang group, perusahaan yang memayungi Maehwa magazine mau-maunya dijadikan reporter freelance oleh tunangan yang menjabat menjadi eksekutif manager hampir 3 bulan ini."
"Ini yang dinamakan perjuangan mendapatkan cinta kyuhyun-ah, sekaligus permintaan maafku, sekaligus pengembalian jatahku."
"Donghae oppa apa maksudmu pengembalian jatah."ryeowook menyela kedua orang yang tengah beradu argumen membuat kedua terdian dengan si pria yang pipinya bersemu.
"Oppa hentai, yadong, menjijikan."
"yak kalian berdua, sudah lupakan apa yang kukatakan terakhir itu, intinya ini adalah perjuangan agar bos kalian mau menikah denganku."
"terserah padamu oppa, bagiku cinta hanya akan membawa kehancuran dan penderitaan." Sambil mengangkan bahunya tanda tak peduli.
"Aish anak itu, benar-benar iblis, ayo ryeowookie kita sudah sampai hotel."
"Kyuhyun-ah..."
Ketiganya turun dari mobil sewaan yang menjeput dibandara di depan hotel terdapat keramaian orang serta petugas keamanan yang bersiaga. Ketiganya menunggu keramaian itu, banyak orang yang berjubel mencuri lihat seseorang yang terlihat sangat dijaga ketat itu.
"Itu menteri Kim kibum?"
Kyuhyun bertanya pada ryeowook yang telah berada disebelahnya sambil membenarkan letak kopernya.
"Sepertinya iya, ia adalah menteri yang masih muda dan tampan pantas jika wanita-wanita ini penasaran melihatnya. Seorang menteri yang dijajarkan dengan hyunbin dan jo insung pasti sangat menarik perhatian bukan."
"Wookie kau banyak tahu tentangnya, apa kau juga penggemarnya?"
Ryeowook terdiam memandang wajah kyuhyun yang melihatnya sungguh berbeda dengan kyuhyun beberapa jam yang lalu saat berada di dalam pesawat, kyuhyun yang ia lihat saat ini adalah kyuhyun yang biasa ia lihat dalam keadaan sehari-hari, hatinya bertanya-tanya sebenernya yang mana kyuhyun yang asli itu. Lamunannya hilang ketika sebuah tangan bergerak-gerak di depan wajahnya.
"kie, wookie ,ryeowookie, gwenchana?"
"Ne gwenchana, aku bukan penggemarnya hanya saja aku pernah membaca artikel tentangnya."
"Usinya hanya berbeda 2 tahun darimu kyuhyun-ah, ia adalah seorang profesor." Seru donghae tiba-tiba masuk dalam pembicaraan kedua gadis itu.
"Hah, Jinja? Tidak mungkin oppa."
"Itu benar, ia seorang profesor dan sangat mungkin menjadi seorang menteri bukan?"
"Oppa itu hebat, maksudku aku tidak tahu orang yang akan kuwawancarai akan sehebat itu."
"Eunhyuk selalu tahu siapa orang yang cocok untuk sebuah pekerjaan, ia tahu aku yang terhebat dalam hal itu, itulah uri eunhyukkie."
"Ayo wookie kita pergi."
"Oppa yang kau katakan menjijikan." Seru ryeowook dengan wajah polosnya, sambil lalu dengan kyuhyun.
Kyuhyun menggandeng ryeowook masuk ke dalam hotel meninggalkan donghae yang mulai kembali mengomel pada kedua gadis yang lebih muda darinya itu.
"Astaga eunhyukkie chagi, membiarkanku bersama dua gadis yang tidak ada manis-manisnya."
,,,,,,,
Zeezone
The day of The Exhibition
"Dengan ini pameran ini dibuka, semoga pengunjung dapat menikmati dan mendapat pembelajaran baru terkait sistem pertahanan negara kita."
Prok prok prok prok
"Selamat menteri kim, sepertinya apa yang ditakutkan akibat teror itu tidak terjadi, pembukaan berhasil dilakukan. Teror itu hanya omong kosong."
"Presdir Lee, Anda salah waktu pameran masih ada sekita satu minggu dan saya di sini sampai tiga hari ke depan, terlalu dini mengatakan bahwa teror itu hanya omong kosong sedangkan waktu yang bisa digunakan untuk membunuhku masih sangat panjang. Permisi Presdir Lee, ayo sekretaris Kim."
"Ne Menteri Kim, Anyeonghaseo Presdir Lee."
Keduanya berjalan menjauhi orang tua yang dipanggil presdir Lee, salah satu pemilik perusahaan yang tawaran tendernya ditolak oleh kementerian yang dipimpin kibum, padahal sebelum kibum menjabat ia selalu mendapat proyek dari kementerian ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Huh, bocah sombong, kau akan lihat aku pasti tertawa ketika melihatmu benar-benar mati."
Sambil berjalan kibum bertanya jadwal yang kan dilakukannya di jeju termasuk wawancara yang ia tunggu-tunggu.
"kapan jadwal wawancaraku dengan Maehwa magazine?"
"pukul dua siang nanti, kau tampak bersemangat kibum-ah, apa ada hal yang menyenangkan dibalik wawancara itu?"
"Kau sudah lihat siapa yang akan mewawancaraiku?"
"Maaf, aku belum sempat melihat, terlalu banyak kesibukan yang menyita otak dan waktuku."
"Kau ceroboh heechul-ah, aku tidak suka orang ceroboh."
"Huh, tentu sayang aku sangat tahu siapa kau. Ini akan menjadi pertama dan terakhir kali."
Kibum berhenti dan membalikkan tubuhnya menghadap tepat kepada sekretaris cantiknya, dilangkahkannya kakinya lebih dekat ke arah heechul, dibungkukan kepalanya mengarah ke telinga heechul terlihat sangat intim memang, tapi tak semua orang tahu bahwa apa yang dikatakan kibum sangat...
"Karena kau sudah mengetahui siapa aku, kau seharusnya tidak ceroboh sayang, aku bahkan bisa merefresh otakmu dengan pisau bedahku sehingga ia tidak terlalu sibuk dan membuatmu ceroboh."
"Ck... tentu jika itu terjadi lagi dengan suka rela aku akan merestart otakku, kau puas?"
"Tentu kau selalu bisa memuaskanku dimanapun kau berada."
Kibum berjalan mendahui heechul yang masih berdiri terdiam ditempatnya, melihat punggung lebar nan kokoh itu semakin menjauh.
"Ck, benar-benar lucu bagaimana mungkin manusia berani mencoba membunuh iblis itu."
,,,,,
Zeezone
Interview
Kyuhyun berlari sambil membawa tape recorder serta lampiran bahan pertanyaanya dan sesekali melihat jam di pergelangan tangan kirinya. Napasnya berderu ketika ia sampai pada sebuah ruangan tertutup. Ia berdiri di depan pintu dan mulai merapikan diri, melihat jam pukul 13.45 masih ada waktu 15 menit, jelas ia tidak terlambat. Kyuhyun menarik napas dalam lalu dihembuskan pelan melalui mulutnya.
Tok tok tok
Kyuhyun mengetuk pintu itu, kemudian dengan sabar ia menunggu dibukakan pintu, ketika pintu dibuka kyuhyun membelakan matanya melihat seseorang yang berada tepat di depannya, seorang wanita cantik yang sangat familiar baginya, wanita yang selama ini menjadi salah satu alasan menghilang dua tahun ini. Wanita itu kini ada di depannya, tampak tidak berubah cantik, menggoda, sensual dan tampak angkuh. Seekspresi dengan kyuhyun wanita itu tampak sangat terkejut melihat siapa yang berda dihadapannya, ia kemudian dengan tergesa melihat lampiran kurikulum vitae yang berada di tangannya dengan yang bergetar hebat. Bibirnya bergetar matanya membelalak lebih besar membaca CV itu. Matanya kembali mentatap gadis di depannya, gadis di depannya yang memandangnya penuh kebencian.
"K kyu-hyun..."
"Nona Kim sudah lama kita tak berjumpa, Anda terlihat baik, animnida Anda terlihat mewah dan berkelas dari terakhir kali kita bertemu, tentu banyak sekali uang yang Anda gunakan untuk memperindah diri Anda benar."
"Ne teri-ma ka-sih, kau yang akan mewawancarai menteri kim?"
"Ye, Nona Kim, bolehkah sekarang saya masuk?"
"Tentu, Silakan!"
Wanita cantik itu, kim heechul meminggirkan tubuhnya membiarkan kyuhyun melewatinya, tubuh masih kaku, tangannya masih bergetar, raut wajahnya pucat. Kyuhyun berjalan namun tiba-tiba berdiam dan membalikan tubuhnya menghadap heechul. Dilangkahkan kakinya mendekati wanita cantik itu. Bibir plumnya menyunggingkan sebuah seringai mengerikan dihadapan heechul.
"Ku tampak lebih mewah dan berkelas, tapi itu tidak menghilangkan sisi menjijikan dalam dirimu Kim-Hee-Chul, wanita rendah tetap akan menjadi rendah semahal apapun dandanan dan pakaian yang ia gunakan."
Kyuhyun kembali berbalik menjauhi heechul menuju ruangan menteri kim berda sedangkan heechul terdiam dengan air mata mengalir di pipi putihnya, tangannya menggenggam gagang pintu, membukanya dan berlari meninggalkan ruangan itu.
Kyuhyun masih berjalan tangannya terkepal, raut marahnya terlihat jelas di wajah terlebih mata indahnya penuh dengan api yang berkobar, ia berhenti sejenak untuk mengatur napasnya, ia tak boleh gagal melakukan wawancara hanya karena seorang kim heechul. Kyuhyun masuk ke ruangan itu, ia melihat seorang pria dengan punggung kokoh lebar dan bahu tegap dibalut jas berwarna biru tengah mebelakanginya melihat ke arah balkon dimana disana panorama pantai dapat terlihat. Kyuhyun menelan ludah sebelum mengeluarkan sepatah katanya.
"Anyeonghasimnika menteri Kim, saya Cho kyuhyun yang akan mewawancari Anda dari maehwa magazine."
Pria itu membalikan badannya, menghadapkan paras sempurnanya dihadapan kyuhyun, raut datarnya menghiasi wajahnya yang rupawan, ia berjalan mendekat dan duduk di sebuah sofa tunggal berwarna coklat gelap itu menyilangkan kakinya, lalu menyilakan kyuhyun duduk.
Kyuhyun yang sedari tadi terdiam terkejut melihat siapa yang berada didepannya seseorang yang ia kenal, seseorang dengan predikat berarti tak berarti darinya.
"Kim Sensei..."
To be continued
Loha Zee disini, sorry banget gue agak lama apdetnya, alasannya beberapa hari ini gue diare dan masuk angin, baru kemarin di kerok sama nyokap, jadi agak enakan badan gue.
Oya thanks buat yang udah review gue ga bisa bales satu-satu ya sorry. Tapi ada satu yang bikin gue mau jawab pertanyaanya yang tentang kok kibum dari profesor bisa jadi menteri. Ini sebenernya bakal gue ceritain di ff, tapi kibum nelpon gue katanya dia males nyeritain masalah itu jadi nyuruh gue jawab disini, apa sih?
Ini mah sesuai dengan pengangkatan menteri di Indonesia tercinta ya, kan menteri itu bisa dipilih berdasarkan hak prerogatif presiden bisa bersal dari kalangan politik parpol, akademisi, atau para ahli, nah karena kibum sudah terbukiti seorang akademisi dan ahli yang sudah memberikan hasil penelitian salah satunya di bidang pertahanan yang nanti bakal gue jabarin nanti KALAU SEMPET dan kiyeng? di dalam cerita hehehe.
Nah kyuhyun udah ketemu tuh sama kibum, gila susah banget ngetemuin mereka berdua ya, oiya gue pikir ff ini berjalannya lambat banget, udah chap 3 masih sliwer aja kihyun chapternya panjang binggow capek gue ngetiknya tapi masih aja kihyun ketemunya di ending, hadeuh maklum author abal-abal.
Oiya yang ngasih saran kichul oke bisa buat masukan gue nih. Trus chapter ini baby changmin lumayan banyak dapet slot cerita menurut gue loh, lagi kebayang abs nya sih. Sedikit bromance Changmin-minho, kangen kyuline.
Makasih buat author yang udah duluan terjun di dunia perffan atas sarannya, gue akan berusaha keras, ganbare ne.
Sekian sambutan dari gue, kurang lebihnya gue minta review, terima kasih atas reviewnya juga. Pai pai oya gue edit sekilas aja jadi sorry typo bersliweran.
