.

.

.

Title: Why So Hard?

Chapter: 3 of 3

Author: Cndy Prissycatice

.

.

.

Warning : Yaoi story. SiChul couple

Jika anda tidak menyukai cerita bodoh yang tidak menarik, perubahan karakter tokoh secara besar-besaran, dan ending yang tidak memuaskan, saya sarankan agar anda tidak membacanya.

Satu lagi. Jika dari pertama anda sudah merasa tidak cocok dengan couple-nya, sebaiknya tidak usah melanjutkan membaca, karena anda akan merasa sangat kesal jika tetap membacanya.

-######-######-

.

.

.

"Jadi dia secara tidak langsung ingin bilang 'Karena hanya ada satu tempat tidur, kau tidur di sofa dan aku tidur di kamar.' Begitu? Ya, aku mengerti kok" batin Heechul. "Aku akan tidur di sofa"

"Nanti sofaku bisa rusak. Kau tidur di kamar bersamaku. Cuma ingin memberitahu agar kau tidak kaget" mendengar ucapan Siwon, Entah mengapa pipi Heechul kembali merona. Apa karena ia terlalu lama tinggal di bar sehingga otaknya menjadi berpikiran yang bukan-bukan? "Kenapa pipimu merah seperti itu? kau membayangkan aku menyerangmu?" tanya Siwon. Ia tersenyum licik sambil mengambil sebotol air putih dari dalam lemari es.

"Si-siapa yang!" Heechul jadi salah tingkah. Serangan yang begitu tiba-tiba.

"Wah, ternyata benar? Kau mesum sekali" Ucap Siwon yang langsung meneguk minumannya. Siwon berjalan mendekati Heechul, mendekatkan bibirnya ke telinga Heechul lalu berbisik "Maaf, tapi aku tidak berniat menyentuh seseorang yang memiliki jenis kelamin yang sama denganku, tuan Kim Heechul"

"A-aku juga tidak mau" balas Heechul "Hanya karena aku pernah tinggal di bar dan menjadi pelayan di sana, bukan berarti aku memiliki harga diri serendah itu, tuan koki menyebalkan" Heechul menatap Siwon dengan tatapan menantang

Siwon tersenyum melihatnya "Aku suka tatapan matamu. Tetaplah begitu"

-#######-########-

.

.

.

Suara-suara sibuk di dapur mulai terdengar. Seseorang tengah memasak dan menyiapkan sarapan untuk pagi ini. Siwon dengan tenang mencampur adukkan bahan-bahan makanan yang sudah dipotong-potongnya. Setelah selesai, makanan itu ditaruhnya ke dua buah piring datar di atas meja makan.

Siwon melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 7 pagi hari. Ia mencuci perkakas yang baru saja digunakannya untuk memasak lalu berjalan menuju kamar. Dilihatnya Heechul masih tertidur pulas di atas ranjangnya. Selimut masih menutupi tubuhnya sebatas bahu dengan posisi tidur menyamping menghadapnya.

"Apa anak ini benar-benar pria? Kalau sedang tidur seperti ini kelihatan seperti wanita sekali. kulit putih mulus dengan rambut yang panjang terurai, bibir soft pink dan tubuh yang ramping. Tuhan kau jahat sekali menciptakan seorang pria seperti ini." batin Siwon sambil memperhatikan Heechul.

Siwon duduk di tepi ranjang lalu menepuk-nepuk tubuh Heechul pelan. "Hei, bangun" ucap Siwon. Heechul hanya bergumam tidak jelas. "Hei, bangun. Kim Heechul, ini sudah siang" Siwon kembali menepuk-nepuk tubuh Heechul

"Sebentar lagi.. aku masih ngantuk.. kau tahu kan aku tidak tidur seharian kemarin… mmhhh.." gumam Heechul dengan mata yang masih terpejam dan tidak merubah posisi tidurnya sedikitpun.

"Tidak tidur seharian?" bingung Siwon. "Oh.. kalau begitu, malam sebelum dia bekerja di kafe dia masih kerja di bar? Lalu paginya langsung bekerja di kafe?" pikir Siwon. Ia menatap wajah Heechul "Anak ini hebat sekali. Pasti lelah bekerja dalam kondisi tubuh seperti itu. pantas saja pulang kemarin dia langsung tidur." Batinnya.

Siwon menyibak poni yang menutupi dahi Heechul. Memperhatikan setiap lekukan wajah pria cantik itu. "Aku sudah menyiapkan sarapan. Tidak akan enak kalau sudah dingin. Ayo bangun" ucap Siwon

"Mmhh.. tidak mau.. aku belum pernah merasakan kasur seempuk ini.. biarkan aku bermimpi indah seperti ini sebentar lagi.." balas Heechul masih dalam keadaan tidur.

Siwon tertegun "Kasihan sekali anak ini. tidak pernah merasakan kasur seempuk ini?" batin Siwon. "Tidak ada kata 'Pemalas' dalam hidupku" Siwon mengangkat tubuh Heechul lalu menaruhnya dipundaknya

"Ahhh! Kita mau kemana? Bantalku.. kasurku.. selimutku… hueenngg…" Heechul mencoba menggapai-gapai sesuatu dengan mata yang masih terkatup rapat.

"Semua itu milikku tahu. Enak saja ngaku-ngaku" balas Siwon. Heechul masih terus mengigau dan meracau tentang bantal, selimut, dan semacamnya. Siwon menggendong Heechul memasuki kamar mandinya. Mengambil air dengan telapak tangannya yang bebas, lalu mengusapkannya ke wajah Heechul.

"Uph! Uaaahhh!" Heechul berontak. "Air! Uh! Basah!" ia mulai mengelap wajahnya dan akhirnya matanya terbuka juga.

Siwon tersenyum menyadari Heechul sudah bangun. "Selamat pagi Heechul" sapanya.

Heechul langsung mendorong tubuhnya menjauh dari tubuh Siwon, membuatnya jadi sedikit turun dari gendongan Siwon. Heechul menatap Siwon dengan mata bulatnya "Apa yang kau lakukan padaku pada pagi buta seperti ini Siwon!" kesal Heechul

Siwon tersenyum lalu mengelap sisa air di wajah Heechul dengan telapak tangannya yang besar "Aku sudah menyiapkan makanan" ucapnya "Tidurmu semalam nyenyak sekali sepertinya sampai tidak sadar memeluk tubuhku dengan erat semalaman"

Pipi Heechul merona mendengarnya. "Apa benar yang dia katakan? Aku memeluknya semalaman? Tapi itu kan sedang tidur! Aku mana tahu apa yang kulakukan!" batin Heechul. Tanpa sadar Heechul meneguk ludahnya sendiri dan hal itu membuat Siwon tertawa.

"Kau ini memang lucu sekali. seperti seorang gadis yang sedang ketahuan jatuh cinta di depan orang yang disukainya." Siwon tertawa kecil sambil mengatakannya.

"Ya-Yack!"

Kejadian di pagi hari itu membuat pipi Heechul terus merona bahkan ketika ia bekerja di kafe. Masih sama seperti kemarin, ia masih diserbu dengan berbagai macam pertanyaan yang tidak mengenakkan dari para tamu. Tapi Heechul tidak ingin ambil pusing masalah itu. Toh itu hanya sandiwara. Dia bukanlah pacar Siwon yang sebenarnya. Jadi untuk apa memusingkannya?

Semakin lama, Heechul semakin terbiasa dan mulai menyukai kehidupannya yang sekarang. Tidak usah menghirup bau rokok dan minuman keras lagi, tidak ada suara berisik lagi, dan tidak ada yang menyentuh tubuhnya dengan sembarangan lagi.

Tiga bulan sudah berlalu sejak Heechul pertama kali bekerja di kafe. Itu berarti sudah tiga bulan juga Siwon dan Heechul hidup bersama. Semuanya baik-baik, memang sering terjadi masalah atau keributan kecil, tapi Heechul menyukainya.

"Siwon, aku senang bisa tinggal serumah dengan orang sepertimu." Ucap Heechul saat Siwon dan Heechul tengah makan malam bersama di meja makan di rumah Siwon.

"Kau orang yang berisik. Berantakan" balas Siwon yang lalu menyuap makanannya lagi.

Heechul menggembungkan pipinya lalu tersenyum "Kau yakin aku tidak perlu membayar?" tanyanya. Heechul selalu memikirkannya. Ia sudah bertanya kepada Siwon berulang kali apakah ia memang benar-benar tidak perlu membayar biaya sewa kamar dan lain-lain? Heechul bahkan tidak pernah membayar biaya makanan yang selalu disiapkan oleh Siwon. Bila biasanya Heechul senang berada dalam posisi seperti itu, entah kenapa sekarang ia merasa memiliki hutang.

"Kau itu kan sedang berpura-pura menjadi pacarku. Jadi tidak usah memusingkan hal-hal seperti itu" jawab Siwon tanpa menatap Heechul dan terus melahap makanannya.

Tiba-tiba saja Heechul merasakan hentakan keras. Hentakan keras itu berasal dari jantungnya sedetik setelah Siwon mengucapkan kalimat "Berpura-pura menjadi pacarku". Heechul terdiam menggenggam sendok yang sedang digunakannya. Seperti rasa sakit, tapi Heechul tidak mengerti.

"Nanti makan malammu keburu dingin. Cepat habiskan" suruh Siwon.

"Ah.." Heechul menatap lurus-lurus ke Siwon yang berada tepat di hadapannya "Ah iya. Makan malam hari ini enak sekali loh" Heechul tersenyum semangat mengatakannya.

"Aku tahu itu" balas Siwon.

Heechul memegangi dada kirinya "Ada apa tadi? Jantungku seperti diremas. Sakit.. apa aku kurang minum ya?" pikirnya

-######-

.

.

.

Heechul dan Siwon banyak menghabiskan waktu berdua. Semakin lama mereka semakin akrab. Mereka sering belanja untuk keperluan kafe bersama, belanja untuk makan malam bersama, dan menonton televisi di atas sofa yang sama.

Sebenarnya Heechullah yang merasa ingin selalu dekat dengan Siwon. Entahlah, tapi Heechul merasa nyaman saat ia berada di dekat pria bertubuh tegap itu. Heechul dari dulu tidak memiliki teman. Ia tidak pernah dekat dengan orang lain. Walau sudah bekerja selama 9 tahun di bar, tetap saja ia sendirian karena Heechul selalu berpindah-pindah kerja dari bar satu ke bar lainnya. Jadi wajar saja kan kalau sekarang ia merasa memiliki seseorang yang penting dalam hidupnya dan ingin terus berada di sisinya?

Awalnya Siwon sering marah-marah karena merasa Heechul selalu membuntutinya seperti anak kecil, tapi lama kelamaan ia lelah juga melarang karena biar sudah dilarang seperti apapun Heechul tetap mengikutinya.

Pernah suatu hari Heechul sakit dan hal itu membuat Siwon panik bukan main. Siwon juga orang yang terbiasa hidup sendiri. bila ia sakit, ia hanya perlu minum obat dan membaringkan tubuhnya di tempat tidur setengah hari, lalu kondisinya akan kembali baik seperti sedia kala. Tapi saat melihat Heechul yang sepertinya sangat sulit bernapas, dengan wajah pucat, tubuh lemas, dan keringat yang membanjir, Siwon menjadi berlari ke sana kemari untuk mengambil obat-obatan yang ia miliki dengan panik, membuat kompresan, bahkan sampai memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Heechul.

Saat dokter mengatakan "Dia baik-baik saja, tenanglah" Siwon baru bisa bernapas lega. Heechul tertawa kecil melihatnya. Ia senang karena baru kali ini ada orang yang sangat mencemaskan dirinya. Dan setelah dokter itu pergi, Siwon akan berlutut di lantai tepat di sebelah kasur, menggenggam tangan Heechul, lalu menundukkan kepalanya sambil berkata "Syukurlah…"

Hidup bersama Heechul membuat Siwon perlahan-lahan memperbaiki sifat buruknya. Tanpa disadarinya Heechul memaksanya untuk berperilaku menjadi seorang pria yang baik. Heechul akan balas memarahi Siwon bila Siwon membentaknya, baru kali ini ada yang seperti itu, dan Siwon mulai merasa bahwa 'Dibentak itu ternyata rasanya tidak enak' dan ia mulai berhenti membentak walau tidak selalu berhasil.

Tidak ada lagi kata 'Tidak peduli' seperti dulu. Hal itu terbukti dari betapa gusarnya Siwon ketika Heechul belum juga pulang ke 'rumah' setelah sekitar 2 jam yang lalu ia bilang akan pergi membeli sesuatu untuk keperluannya. Siwon akan terus mondar mandir di depan pintu apartemen sambil melirik jam tangan yang dipakainya.

Heechul akan bingung saat ia baru pulang dan melihat Siwon seperti itu lalu bertanya "Sedang apa kamu?". Dan saat melihat bahwa Heechul sudah pulang Siwon akan langsung memarahinya habis-habisan dan membuat Heechul hanya bisa bengong tidak mengerti kenapa Siwon marah-marah tidak jelas seperti itu. Saat Siwon sudah kehabisan napasnya Heechul akan tertawa. Siwon akan menatap Heechul lalu berkata "Lain kali jangan pergi sendirian. Aku akan ikut" dan hal itu akan membuat Heechul tersenyum terharu lalu melompat memeluk Siwon.

"Ternyata tidak buruk juga kalau sedikit ramai" kata Siwon saat Siwon dan Heechul tengah menonton tv dan duduk di atas sebuah sofa yang sama.

Heechul menatap Siwon "Aku juga berpikiran seperti itu" setuju Heechul sambil tertawa

-######-

.

.

.

"Leeteuk, kau tahu siapa wanita itu?" Heechul bertanya kepada Leeteuk sambil menunjuk salah satu tamu di kafe.

Leeteuk mengikuti arah tunjuk Heechul. "Ya aku tahu, kenapa?" tanya Leeteuk.

"Dari tadi Siwon memperhatikannya terus. Aku penasaran" jawab Heechul. Leeteuk terlihat ragu untuk mengucapkan sesuatu. Heechul menyadarinya lalu berkata "Aku tidak akan membocorkannya kepada Siwon"

Setelah cukup lama berpikir Leeteuk akhirnya mau bicara "Dia orang yang dari dulu disukai Siwon. namanya Im Yoona." Heechul kaget mendengarnya. Lalu Leeteuk kembali bicara "Siwon menyukainya secara sepihak. Mereka berteman sejak kecil. Tapi ternyata Yoona menyukai orang lain. Siwon yang mengetahui hal itu jadi enggan menemui Yoona. Yoona sering datang ke sini untuk menemui Siwon tapi Siwon tidak pernah mau menemuinya. Maaf untuk mengatakan hal ini padamu Heechul.. tapi kurasa Siwon masih menyukainya sampai sekarang. Setiap Yoona datang Siwon akan terus memperhatikannya dari kaca dapur dengan raut wajah sedih, wajah rindu.."

Air mata mengalir di pipi Heechul. Melihat itu Leeteuk langsung panik "Ma-maaf! Padahal kau pacarnya! Maafkan aku!" Leeteuk sangat merasa bersalah karena telah mengatakannya "Ja-jangan menangis Heechul! Kumohon!"

Heechul langsung membekap mulut Leeteuk. "Sssstttt.. tidak apa-apa. Leeteuk, sebenarnya aku ingin memberitahumu sesuatu. Aku ingin berhenti dari pekerjaan ini" mata Leeteuk membulat mendengarnya. "Bukan, bukan karena kejadian ini. Tapi sebenarnya aku laki-laki. Aku telah membohongimu.. maaf.. sebaiknya aku berhenti sekarang sebelum aku merasa lebih sulit untuk pergi. Sampaikan maafku untuk Siwon juga ya. Ah iya, aku tidak akan mengambil gajiku bulan ini, anggap saja aku membeli baju ini" setelah mengucapkan kata-kata itu, Heechul berlari keluar dari kafe sambil terus menangis.

"Dia.. laki-laki?" Leeteuk tidak percaya pada apa yang baru saja dia dengar.

Heechul terus berlari ke apartemen Siwon sambil menangis. Setelah sampai, ia langsung mengetik kode pintu dan masuk ke dalam. "Hhh.. bodohnya aku.. kenapa sedih sekali saat mengetahuinya..? Siwon mencintai wanita itu.. tentu saja, wanita yang sangat cantik.. kenapa.. aku harus jatuh cinta padanya..?" Heechul menangis tanpa suara dengan air mata yang masih terus mengalir membasahi wajahnya, menurun melewati dagunya dan jatuh membasahi lantai.

Dengan cepat Heechul merapikan baju-bajunya dan barangnya yang berada di dalam apartemen Siwon. Setelah ia mengganti pakaian maid yang tengah dikenakannya, Heechul bergegas keluar dari rumah itu. berlari sekuat-kuatnya tanpa berpikir kemana ia harus melangkah.

-######-

.

.

.

"Kau bilang dia berhenti! Berhenti bekerja dari sini!" Siwon membentak Leeteuk.

"Dia bilang.. dia bilang dia itu sebenarnya laki-laki" ucap Leeteuk dengan tangan yang bergetar.

Siwon menggebrak meja dapur "Aku tahu itu!" lalu ia berlari keluar dari dapur

"Dia.. tahu..?" bingung Leeteuk.

"Siwon!" Yoona memanggil Siwon saat melihatnya keluar dari dapur. Siwon menoleh kepada Yoona sebentar lalu kembali berlari keluar kafe, menuju apartemennya.

"Tidak ada.. barang-barangnya sudah tidak ada.." gumam Siwon saat ia memeriksa seluruh ruangan apartemennya. Tangannya mengepal kesal "KIM HEECHUL!"

-#######-

.

.

.

Sudah tiga hari berlalu sejak Heechul pergi dari kafe dan kehidupan Siwon. ia kembali ke kehidupan lamanya, bekerja di sebuah bar seperti dulu. "Hei, berikan aku rokok!" ucap seorang tamu.

"Baik!" ucap seorang pelayan wanita "Wah, rokoknya habis, bagaimana ini?" pelayan wanita itu membuka kotak rokok yang telah kosong.

"Kenapa?" tanya Heechul

"Rokoknya habis! Bagaimana ini? pelanggan itu pasti akan marah" pelayan wanita itu mulai gemetar

"Tenang saja, biar aku yang belikan" Heechul mengusap kepala gadis itu. "Bos, biar aku belikan sebentar, tunggu ya!" seru Heechul kepada tamu yang meminta rokok

"Jangan lama-lama!" balas pelanggan itu

"Baiklah!" seru Heechul sambil tertawa lalu keluar dari Bar. "Uh.. dingin sekali.. seharusnya aku memakai jaket.. ta..di…" Heechul berhenti bicara. "Kenapa.. kau.. bisa ada di si..ni..?" matanya membulat sempurna saat melihat seseorang di hadapannya.

"Kim Heechul. Kau datang sebagai seorang pelayan wanita di kafeku. Orang pertama yang berani membentakku. Orang yang memberikan banyak masalah dalam kehidupanku. Orang yang tidur seranjang denganku setiap hari. Orang yang membuatku harus membuat dua jatah makan di pagi, siang dan malam hari. Orang yang menonton tv di atas sofa yang sama denganku. Orang yang selalu mengoceh tentang sifatku. Orang yang mengaku bahwa tempat tidurku adalah miliknya. Bantalku adalah bantalnya. Orang yang selalu membuntutiku kemanapun aku pergi. Orang yang membuatku cemas setengah mati saat dia sakit dan saat ia tidak kunjung pulang ke rumah setelah bilang akan membeli keperluannya."

"Hentikan.." air mata Heechul mengalir begitu saja membasahi pipinya. "Jangan dilanjutkan lagi.. jangan lanjutkan!" Heechul menutupi bibirnya lalu berjongkok dan menangis. "Jangan ingatkan aku tentang semua itu.. jangan ingatkan aku tentang dirimu!" teriaknya di sela-sela isak tangis.

Siwon berjalan mendekati Heechul dan menarik lengan Heechul dengan paksa sehingga membuatnya berdiri. Heechul menatap Siwon dengan mata yang basah, Siwon membalasnya dengan raut wajah datar. "JANGAN PERGI DARI KEHIDUPANKU SESUKA HATIMU!" bentak Siwon. urat-urat kekesalan terlihat jelas di lehernya.

Heechul tersentak kaget "Aku.. aku.."

"Jangan pernah mempermainkan perasaanku! kau membuat mataku terus mencarimu kemanapun aku memandang lalu dengan seenaknya kau menghilang!"

Heechul merasakan udara mulai menjauhinya. Napasnya mulai sesak "Tapi kau mencintai gadis itu.."

"Itu dulu! Yoona adalah masa laluku!"

"Tapi kau selalu menatapnya dengan raut wajah rindu!" bentak Heechul histeris. Tenggorokannya terasa tercekat saat mengatakannya.

Siwon menarik Heechul ke dalam dekapannya "Aku melihatnya dengan tatapan bersalah karena aku tidak mau menemui teman kecilku dan membuatnya terus merasa bersalah kepadaku! Aku sama sekali tidak mencintainya!" Siwon mengeratkan pelukannya "aku bersumpah padamu Heechul, aku bersumpah aku tidak mencintainya. Aku bersumpah" Siwon menciumi seluruh wajah Heechul.

Heechul menggenggam erat-erat baju belakang Siwon dengan tangan yang gemetar "Jangan pernah membuatku ragu lagi.."

"Tidak akan, aku janji" bisik Siwon di telinga Heechul

"Kau mencintaiku?" tanya Heechul sambil tersenyum menatap Siwon

"Ya. Aku mencintaimu. Sangat!"

"kau bilang kau tidak akan mau menyentuh orang yang memiliki jenis kelamin yang sama denganmu" ledek Heechul

"Kau ini!" Siwon mengetuk kepala Heechul dan membuat Heechul tertawa keras. "Aku baru sadar setelah tidak ada kau di rumah, rasanya kesepian sekali. aku bahkan melihat bayanganmu di seluruh sudut rumah" Siwon bicara dengan napas berat "Kau yang sedang marah, sedang bengong, sedang tersenyum, semuanya, semuanya bayanganmu"

"Apa aku membuatmu gila?" tanya Heechul

"Ya, kau membuatku gila! Dan jangan pernah datang ke tempat seperti ini lagi! mulai sekarang Kembali ke kafe!"

"Seenaknya saja, memangnya kafe itu milikmu?"

"Memang kafe itu milikku" balas Siwon. Mata Heechul membulat mendengarnya. "Kenapa?"

"Bagaimana bisa? Kau harus menceritakannya padaku nanti!"

Siwon tersenyum lalu mengecup bibir Heechul "Tidak perlu buru-buru. Aku bisa menceritakan semuanya sepanjang kehidupanku. Jadilah milikku selamanya, Kim Heechul"

Bibir Heechul mulai bergetar dan ia langsung memeluk Siwon erat-erat. Heechul menangis bahagia mendengarnya, mendengar ucapan Siwon yang akan menuntunnya menuju kebahagiaan yang akan berlangsung selama-lamanya….

.

.

.

The End

.

.

.

.

.

Terima kasih telah bersedia membaca ff ini ^^

oh iya, kalau soal penghapusan FF itu, saya juga tidak tahu alasan mengapa pihak FFn menghapus FF saya

.

.

.