I Like You
Chapter 2
.
Chamwink
.
.
.
Background Music : Hide and Seek – ASTRO
.
.
.
.
Enjoy reading
.
.
"Woojin-ah!"
Woojin berhenti di depan Seongwoo dan Jihoon dengan napas tersengal lalu menyodorkan sebuah kunci di tangannya.
"Aigoo! Padahal kau tidak perlu berlari seperti itu," ucap Seongwoo khawatir
Woojin tersenyum kecil lalu mengalihkan pandangannya ke arah gadis mungil yang terpaku memandanginya.
Woojin menegakkan tubuhnnya lalu mengedipkan matanya beberapa kali
"Eoh! Kau!" kaget mereka berdua
"Kalian saling kenal?" tanya Seongwoo
"Ani!"
"Ani!"
Jawab Jihoon dan Woojin bersamaan, Seongwoo melirik keduanya lalu tersenyum jahil.
Jihoon langsung menundukkan kepalanya malu, ia yakin wajahnya sudah seperti kepiting rebus sekarang. Kenapa juga laki-laki ini harus ada di depannya sekarang!?
"Kalau begitu kalian kenalan saja sekarang!" sahut Seongwoo semangat
"Ne!"
Dalam sekejap Jihoon menegakkan kembali wajahnya, seketika itupun matanya bertemu dengan mata Woojin.
Glek
Kenapa dia tampan sekali... ucapnya dalam hati
"Ayo kenalan!" desak Seongwoo lalu menarik tangan Jihoon dan Woojin bersamaan untuk berjabatan. Keduanya tersentak kaget lalu berdiri berhadapan dengan canggung.
Woojin melirik ke arah Jihoon yang kembali menundukkan wajahnya.
"Ehem... Park Woojin, kelas 2A," ucapnya singkat lalu mengulurkan tangannya
Jihoon menegakkan kepalanya menatap ke arah Woojin.
Woojin merasa ia lupa cara bernapas ketika Jihoon menatapnya, melihatnya dari dekat membuatnya bisa melihat dengan jelas mata bulat hitam milik Jihoon dan bibir merah muda miliknya yang terlihat sangat... lembut.
"Aku Park Jihoon, aku juga kelas 2A!" balas Jihoon membuyarkan pikiran Woojin lalu menyambut uluran tangan Woojin
Woojin tersentak ketika kulit tangan Jihoon menyentuh tangannya. Tangan Jihoon sangatlah halus dan mungil, seakan tangan itu bisa saja tenggelam dalam tangan Woojin yang besar.
"Loh! Kalian ternyata sekelas!" seru Seongwoo
Seruan Seongwoo membuat keduanya sadar lalu cepat-cepat melepas jabatan tangan mereka.
"Ah... itu..."
"aku tidak aneh kalau kau tidak tahu Jihoon-ah, Woojin kan selalu tidur di kelas," jawab Seongwoo polos
"Ah! Noona!" kesal Woojin
Sedangkan Jihoon hanya tersenyum kecil melihat tingkah Seongwoo dan Woojin.
Ah, diakah yg selalu tertidur di pojok kelas?
.
.
.
.
.
Jihoon tidak tahu sejak kapan dan tidak tahu mengapa, ia mulai menaruh perhatian pada anak laki-laki yang duduk di bangku paling pojok kelas, yang selalu duduk dengan kepala yang tertunduk beralaskan kamus dengan kata lain tertidur.
Bahkan ketika bel istirahat berbunyi, Jihoon masih belum bisa melepaskan perhatiannya dari anak laki-laki itu.
"Jihoon-ah..." panggil Daehwi di sampingya
Namun, Jihoon masih tidak bergeming dari posisinya, ia masih saja asyik memperhatikan Woojin yang juga tidak bergerak dari tempatnya.
"Jihoon-ah!" teriak Daehwi di kuping Jihoon pada akhirnya
Jihoon buru-buru menutup kuping dengan kedua tangannya lalu membalikkan tubuhnya menatap ke arah Daehwi. Bukan hanya kupingnya sakit tapi juga kegiatan 'memandangi Woojin' nya terganggu.
"kenapa harus teriak-teriak sih?! Sakit tahu telingaku!" protes Jihoon
"Aku sudah memanggilmu sejak 6 menit yang lalu," balas Daehwi sarkastis sambil mengetuk-ketuk jam tangannya sendiri,
"lagipula kau ini memandangi apa sih Hoon, serius sekali," ujar Jinyoung
Jihoon tersentak kaget melihat Jinyoung yang entah sejak kapan sudah ada di samping Daehwi.
"Jinyoung oppa! Sejak kapan oppa ada disitu?!" kagetnya
"Aku sudah berdiri disini sejak 7 menit yang lalu," ucapnya santai sambil merangkul Daehwi disampingnya
Jihoon mencibir kesal, kenapa sih ia selalu terjebak diantara pasangan sarkastis ini,
"Lagipula kau ini kenapa sih? Sudah dipanggil daritadi tidak menyahut," lanjut Jinyoung lalu sibuk melihat ke arah pandang Jihoon barusan
Jihoon berdiri panik lalu mendorong keduanya berbalik ke arah pintu keluar kelas
"Ayo keluar, kalian mau makan siang kan, ayo kita makan siang!" desak Jihoon
"Tapi aku..."
"AYO!" desak Jihoon tanpa ampun mendorong keduanya keluar
Ia masih belum cerita apa-apa tentang Woojin pada Daehwi dan dia tidak mau Jinyoung menggodanya habis-habisan.
Sekilas Jihoon melirik ke pojok kelas tapi Woojin sudah tidak ada di tempatnya.
"Oh.. sejak kapan dia keluar?" ucap Jihoon tanpa sadar
"Siapa?" tanya Daehwi mendengar sahabatnya bicara sendiri
Jihoon buru-buru menggeleng
"Ani, bukan siapa-siapa," jawabnya cepat
"heum... kau aneh sekali dari kemarin," tambah Daehwi
"Sudah kubilang kan bukan apa-a.."
"Oh! Woojin-ah!"
Tap
Langkah Jihoon berhenti sekejap mendengar nama itu disebut, tak lama kemudian ia melihat Jinyoung oppa berjalan mendahului mereka menghampiri seseorang.
"Jihoon-ah, kenapa kau tiba-tiba berhenti jalan?" tanya Daehwi bingung, ia benar-benar kebingungan karena daritadi Jihoon bertingkah aneh sekali
Daehwi mengalihkan pandangannya ke arah Jinyoung yang berada di depan mereka,
"Oh, Woojin oppa ternyata," ujar Daehwi
"Kau kenal dia juga?" tanya Jihoon bingung
Daehwi mengangguk
"Dia teman mainnya Jinyoung oppa, kau kenal dia juga?" tanya Daehwi
Jihoon mengangguk pelan
Jadi selama ini Cuma aku yang tidak mengenal Woojin, sebenarnya kemana saja kau ini Park Jihoon! Rutuknya dalam hati
"Ayo kita kesana!" ajak Daehwi sambil menarik lengan Jihoon
"oh! Daehwi kan?" tanya Woojin memastikan ketika Daehwi dan Jihoon sampai di depannya
Daehwi mengangguk lalu tersenyum, "oppa masih ingat padaku ternyata," balas Daehwi
"tentu saja, Jinyoung tidak pernah berhenti membicarakanmu," jawab Woojin
Jinyoung yang mendengar perkataan Woojin lalu merangkul Daehwi dekat
"Tentu saja, dia kan putri bagiku," lanjut Jinyoung
Woojin memutar matanya kesal lalu mereka tertawa bersama
"oh tidak, kenapa kau jadi seperti Daniel hyung sih," ujar Woojin
Di tengah-tengah percakapan mereka apa yang terjadi pada Jihoon?
Ia masih diam mematung di belakang Daehwi, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan
Ia bahka tidak tahu kenapa ia harus bersembunyi seperti ini
"Oh, kau Jihoon kan?"
Dia mengenaliku
"Kau kenal Woojin juga Jihoon-ah?" tanya Jinyoung
Drama macam apa ini? Kenapa mereka semua saling kenal sih?
Sekarang semua mata memandangnya bingung, akhirnya Jihoon memutuskan untuk tersenyum manis.
"Oh, Woojin-ssi..." sahutnya
"Kok kalian bisa kenal sih?" tanya Jinyoung bingung
"Eum itu..."
"kita kan satu kelas oppa," jawab Daehwi lebih dahulu
Jihoon hanya mengangguk-angguk mengiyakan, padahal ia bahkan baru kenal Woojin kemarin.
"Ah, benar juga," tanggap Jinyoung
"Oiyah, Woojin-ah, kau belum makan kan? Mau ikut makan siang bersama?" ajak Jinyoung
Jihoon melotot kaget ke arah Jinyoung, sudah cukup ia mati kutu, sekarang Jinyoung mau mengajak Woojin makan bersama juga.
"Boleh juga," jawab Woojin
Oke
Jihoon ingin pingsan saat ini juga rasanya.
.
.
.
.
Park Woojin side
Woojin menggeliat pelan, telinganya menangkap suara berisik yang mengusik tidur siangnya. Entah kenapa suara itu terdengar lebih berisik daripada suara bel istirahat. Ketika ia membuka mata dilihatnya tiga orang tengah mengobrol seru di bangku barisan depan. Dilihatnya sekilas,
Oh Jinyoung? Pikirnya
Woojin hanya bangkit lalu berlalu ke kamar kecil, berniat membasuh wajahnya. Ketika ia berjalan kembali ke kelas, dilihatnya Jinyoung bersama pacarnya dan .. Jihoon ?
Belum selesai otak Woojin berputar mencerna siapa yang ada di depannya, Jinyoung sudah memanggil dan menghampirinya.
"Woojin-ah!" panggil Jinyoung
"oh! Jinyoung sunbae,"
"sedang apa kau disini?" tanyanya
"Aku baru kembali dari kamar kecil, sunbae sendiri?" tanya Woojin balik
"Ah, aku menjemput pacarku dan temannya, kami biasanya makan siang bersama," jelas Jinyoung lalu melirik ke belakang, ke arah Daehwi dan Jihoon yang sedang berjalan menghampiri mereka
Semakin dekat mereka semakin jelas Woojin dapat melihat gadis mungil itu. Ia benar Jihoon yang kemarin dikenalkan Seongwoo noona padanya, dan gadis mungil yang mengintipnya latihan kemarin.
"oh! Daehwi kan?" tanya Woojin memastikan ketika Daehwi dan Jihoon sampai di depannya
Pacar manis Jinyoung itu mengangguk lalu tersenyum,
"oppa masih ingat padaku ternyata," balas Daehwi
"tentu saja, Jinyoung tidak pernah berhenti membicarakanmu," jawabnya jujur,
Ia tidak mengada-ada, setiap kali mereka bermain basket bersama, Jinyoung tidak pernah berhenti membicarakan betapa manis pacarnya itu ditambah lagi Daehwi yang memang rajin menemani Jinyoung basket.
Tak lama kemudian Jinyoung tersenyum lalu merangkul Daehwi
"Tentu saja, dia kan putri bagiku," lanjut Jinyoung
Woojin memutar matanya kesal lalu mereka tertawa bersama
Tuh kan baru saja dia bilang, tampaknya ia memang sudah ditakdirkan untuk berasa di sekitar pasangan-pasangan yang hobi tebar kemesraan, kemarin Daniel dan Seongwoo Noona, sekarang Jinyoung dan Daehwi
"oh tidak, kenapa kau jadi seperti Daniel hyung sih," ujar Woojin
Di tengah percakapan mereka Woojin melirik ke arah Jihoon yang tampak menyembunyikan dirinya sendiri di balik tubuh mungil Daehwi, padahal Daehwi sendiri jauh lebih mungil darinya.
Imut sekali ucapnya dalam hati
Woojin tersenyum tipis lalu mengalihkan perhatiannya kearah Jihoon
"Oh, kau Jihoon kan?" ucapnya pura-pura baru menyadari keberadaan Jihoon disitu
Mata bulat Jihoon tampak kaget lalu perlahan 'keluar' dari tempat persembunyiannya di balik tubuh Daehwi.
"Kau kenal Woojin juga Jihoon-ah?" tanya Jinyoung
Woojin sendiri masih tidak melepaskan tatapannya dari Jihoon yang tampak kebingungan sendiri, tak lama kemudian Jihoon tersenyum manis ke arah Woojin
Deg
Deg
Manis sekali
Woojin tampak lupa cara bernapas saat itu
"Oh, Woojin-ssi..." sahutnya
"Kok kalian bisa kenal sih?" tanya Jinyoung bingung
"Eum itu..."
"kita kan satu kelas oppa," jawab Daehwi lebih dahulu
Dilihatnya Jihoon mengangguk-angguk lucu, membuat senyum kecil kembali terulas di wajahnya.
Ia bahkan tidak tahu mengapa, ia selalu tersenyum ketika melihat reaksi Jihoon.
"Ah, benar juga," tanggap Jinyoung
"Oiyah, Woojin-ah, kau belum makan kan? Mau ikut makan siang bersama?" ajak Jinyoung
Mata Woojin yang sebelumnya fokus memandangi Jihoon beralih ke arah Jinyoung lalu kembali ke Jihoon.
Dilihatnya Jihoon melotot kaget ke arah Jinyoung, namun sepertinya hanya dia yang sadar akan hal itu. Ingin sekali rasanya ia tertawa sekarang, tapi tampaknya situasi dan kondisi tidak memungkinkan.
Menarik sekali sih dia ini batin Woojin
"Boleh juga," jawab Woojin
Tidak ada salahnya mengenal gadis ini lebih lanjut kan, pikirnya lagi
Harus ia akui, tampaknya ia mulai tertarik pada gadis mungil ini.
.
.
.
.
.
Bel pulang berbunyi, sedangkan Woojin masih dalam posisi favoritnya.
Tidur beralaskan kamus.
Ia berdiri ketika ketua kelas menyuruh mereka berdiri untuk memberi salam pada wali kelas. Kemudian duduk kembali di bangkunya, tanpa sengaja matanya menatap ke arah Jihoon dan Daehwi yang sedang tertawa di bangku mereka.
Daehwi terlihat berkata sesuatu lalu Jihoon tertawa sampai pipinya memerah
Imut
Woojin menyandarkan punggungnya nyaman di kursi lalu melipat tangannya di dada, ini sudah waktunya pulang tapi entah kenapa tidak seperti biasanya ia tidak ingin cepat-cepat pulang. Ia malah asyik menonton Daehwi dan Jihoon.
Daehwi masih tampak sibuk membereskan barang-barangnya tanpa berhenti mengoceh ke arah Jihoon, sedangkan Jihoon sendiri selalu tertawa mendengar ocehan Daehwi.
Ujung bibir Woojin kembali tertarik, mengulas senyum tipis di wajahnya.
Kenapa aku tidak pernah sadar ada gadis semanis itu di kelas? Batin Woojin
Untuk pertama kalinya Woojin menyesali kenapa ia selalu tidur di kelas.
Tak lama kemudian dilihatnya Jinyoung temannya masuk ke kelas lalu merangkul kekasihnya keluar kelas, diikuti oleh Jihoon dari belakang.
Melihat yang menahan dirinya untuk pergi sudah pulang. Woojin pun memasukkan kamusnya ke dalam tas lalu menenteng tasnya keluar kelas.
.
.
.
.
Woojin hampir sampai di gerbang sekolah ketika dilihatnya Daehwi, Jinyoung dan Jihoon di depannya.
Daehwi dan Jinyoung tampak melambaikan tangannya ke arah Jihoon lalu berjalan ke arah yang berlawanan.
Jihoon melangkah menjauh dari gerbang sekolah, sementara Woojin tanpa sadar mengikutinya dari belakang.
Jihoon tampak tidak menyadari keberadaan Woojin di belakangnya, sementara Woojin sendiri berjalan menyesuaikan irama langkah Jihoon.
Jihoon tidak berhenti di halte bus atau pun berjalan ke arah subway, tapi ia terus melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki.
Ah mungkin rumahnya tidak jauh, pikir Woojin
Tanpa sadar Woojin terus mengikuti langkah Jihoon dari belakang. Tidak begitu perduli kalaupun Jihoon menyadari Woojin mengikutinya, toh ia tampaknya tidak sadar juga akan hal itu.
Terkadang Jihoon tersenyum lebar, menyapa beberapa orang yang ia temui di jalan, melambaikan tangannya dengan semangat. Saat itupun bibir Woojin akan tersenyum tipis.
Manis
Jihoon sangatlah manis, dan sejak saat itulah Woojin memutuskan untuk mengikuti Jihoon setiap pulang sekolah.
Memastikan ia pulang ke rumah dengan selamat..
Atau mungkin...
Agar dapat melihatnya lebih lama.
.
.
.
.
Jihoon menutup pintu pagar rumahnya lalu menyembunyikan tubuh mungilnya di balik pagar. Tak lama kemudian kepalanya mengintip dari balik pagar. Melihat seorang namja dengan tas yang ditenteng di satu bahunya, tersenyum tipis lalu berbalik dan berjalan menjauh dari rumahnya.
"Woojin?" ucapnya pelan
"Jihoon-ah! Kau sedang apa disitu?"
Jihoon berbalik kaget melihat eommanya sudah keluar dari rumah memandanginya bingung.
"Eoh! Eomma, ani ... bukan apa-apa," jawabnya lalu buru-buru berjalan masuk ke rumah.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued
.
.
.
.
Maafkan lama yaaa updatenyaaa...
Saya mau berterimakasih sebesar-besarnya sama semua yang udah review di FF abal-abal saya ini! Berhubung udah lama banget saya ga nulis FF, saya masih merasa karya saya yang baru ini pada ampas, tapi baca semua review kalian, saya jadi terharuuuuuuuu... ternyata banyak yang suka sama karya ga seberapa ini... aku akan berusaha untuk update secepatnya! JANJI!
Thanks for reading! Jangan lupa reviewnya yaaaa! Itu sumber semangat saya banget!
