Chap 3! Chap 3! Chap 3! Chap 3! Chap 3! Chap 3! *heboh*

Yah, sesuai request dari Akasuna no NiraDEI Uchiha, saia akan mengutamakan untuk menyelesaikan fic ini dulu! Fic multichap yang lain ntar nyusul! *readers: gak nanya!*.

Sebenarnya saia agak kecewa karena chap 2 Cuma sedikit yang riview! Apa dikarenakan kehadiran Lily yang mengganggu suasana? Yah, hanya readers lah yang tau.

Yasudah, tanpa banyak cang cong lagi, kita lanjutkan saja fic nya ok?

Warning: Aneh, GaJe, nista, AU, OoC dengan nama OC. Trus, terserah deh Sasuke FG mau baca atau nggak! Saia gak maksa kok! ^^\/

Disclaimer:

Lagi nggak ada ide. Jadi saia serius aja!

Naruto, Sakura, Sasuke, Akatsuki, dan chara-chara Naruto lainnya adalah milik Masashi Kishimoto selamanya!

Keterangan: Sasuke ama Itachi itu beda rumah, trus nama nama banci banci disini semuanya hasil imajinasi saia yang ancur ancuran. Makanya namanya gaje gaje semua. Trus semua banci bancinya berjumlah sepuluh ekor *digeplak* dan semuanya adalah pesuruhnya Itachi! Kalo yang jadi banci, kan saia baru nyebutin dua, trus nanti 8 lagi akan saia kupas satu persatu. Biar readers nggak penasaran!

Dua Jiwa chap three

"Emm, ngomong ngomong, rumah kamu dimana ya?" tanya Itachi pada cewek yang sedang berjalan dengan tenang disampingnya, yaitu Sakura.

Inner Sakura: dasar nekat!

"Hehe, itu! Rumahku belok kanan terus nyampe kok! Udah ya! Sampai disini saja!" jawab Sakura sambil memasang senyum yang dibikin bikin.

"Yakin?" tanya Itachi.

"Aku pergi ya! Bye!" Sakura langsung pergi dari tempat itu. Meninggalkan Itachi sendirian.

Keesokan harinya

"Hah! Mana ipod ku!" Sasuke teriak teriak gaje sambil melempari bantalnya, membuka spray tempat tidurnya, dan membongkar lemari, tidak lupa laci dan meja rias (?) nya.

"Kau mencari ini?" tiba tiba seseorang dengan seenaknya membuka pintu kamar Sasuke. Udah masuk rumah nggak permisi, malah langsung kekamar! Ckckck parah...

"Hah! Kok bisa sama kamu!" bentak Sasuke dengan tidak sopannya.

"Huh! Dasar! Makanya kalo kerja tuh yang bener!" Itachi balas nyolot.

Flashback on

"Keuchi! Ehm, Itachi itu beruntung sekali ya!" kata Sasori sambil memasang senyum termanisnya. Tapi tetap saja tidak membuat Keuchi blushing.

"Beruntung?" Keuchi penasaran.

"Iya! Beruntung! Beruntung punya adik semanis kamu!" Sasori merayu dengan rayuan mautnya. Dan sekali lagi sodara sodara! Hal itu juga tidak berhasil membuat Keuchi blushing. Malah Itachi yang bersin bersin di lain tempat.

"Dia bilang dia punya adik angkat. Cewek semua. Boleh aku tau siapa saja?" tanya Sasori.

"Em, lebih baik kamu langsung kenalan aja sama mereka! Itu! Itu! Itu! Itu! Itu! Itu! Itu! Dan itu!" jawab Keuchi sambil nunjuk nunjuk gaje semua pesuruh pesuruhnya Itachi satu per satu.

"Delapan? Satu lagi mana? Itachi bilang kan semua ada sepuluh!" tanya Sasori lagi sambil melihat jarinya yang berjumlah delapan (hah? Delapan?).

"Ah, er, itu! Satu lagi masih kecil! Jadi nggak ikutan!" jawab Keuchi asal. Sasori pun hanya ber oh saja.

"Keuchi!" Panggil salah satu dari yang Keuchi tunjuk tadi. Perempatan pun muncul di pelipis Sasori karna lagi lagi aktivitasnya tertunda.

"Maaf! Aku kesana dulu ya!" kata Keuchi sambil berlari kearah orang yang memanggilnya. Tak... sebuah beda berbentuk lepes terjatuh kabangku saat Keuchi berdiri dan berlari. Sasori mengambil benda itu. "Ipod?" gumamnya dalam hati.

Sementara itu, kita lihat dulu apa yang sedang Keuchi lakukan.

"Ah! Ngapain sih! Ganggu acara orang aja!" kata Sasuke a.k.a Keuchi pada orang itu. Orang itu adalah, em, kasi tau nggak ya~~ *digeplak* Gaara yang berganti nama menjadi Saara *Gaara FG mimisan* dengan model rambut mirip Kurenai berwarna merah hati, dan gaun warna coklat tua. Disertai kontak lens warna hitam. Dan untuk menyempurnakan penyamarannya, tentu saja tato 'Ai' di dahinya itu di hapus. Kalau udah pagi, giliran Kankurou yang bertugas menyablon (?) tato itu kembali.

"Itu loh! Cuma mau bilang, orang yang bersamamu itu... itu sepupuku!" jawab Gaara a.k.a Saara dengan wajah polos. Membuat Keuchi jengkel.

"Dasar! Kau mengganggu aktivitasku tauk! Kalau Ita (ban) chi tau aku bisa dihukum!" Keuchi nyolot dan langsung meninggalkan Saara yang pundung dibuatnya.

Tapi, tiba tiba penyakit amnesianya Keuchi kumat. Bukannya balik ke tempat Sasori, malah naik angkot (?) pulang kerumahnya.

"Lha? Keuchi mana?" tanya Itachi yang baru muncul setelah nganterin Sakura.

"Aku aja nungguin! Aku pikir dia sama kamu!" jawab Sasori.

"Ah, yasudahlah kalau begitu! Lagipula sekarang sudah jam satu! Aku pulang ya!" kata Itachi sambil ngeloyor pergi.

"Tunggu!" panggilan Sasori menghentikan langkah Itachi. "Hm?" Itachi membalikkan badannya.

"Ini! Kembalikan pada Keuchi!" kata Sasori sambil memberikan ipod yang tadi. "Bayarannya besok ya!" lanjut Sasori. Itachi pun melanjutkan langkahnya.

Sampai digerbang taman, Itachi berhenti dan mengirim SMS kepada seluruh pesuruhnya. Begitu SMS itu terkirim, satu per satu anak anak mendekati Itachi.

"Lho? Kok Cuma delapan?" tanya Itachi.

"Itu! Tadi Lee ketauan sama Sasori!" jawab Saara dengan entengnya.

"Huh, sudah aku duga anak itu tidak cocok jadi cewek. Yasudah! Masuklah ke limosin!" Kata Itachi. Anak anak itu pun langsung masuk ke limosin bobrok *dijitak Kakuzu* itu.

Flashback off

"Ah! Aku mau pergi! Udah jam tujuh!" kata Sasuke sambil merebut ipod tersebut dengan kasarnya dan langsung ngeloyor pergi. Dan dengan tersenyum Itachi menutup pintu rumah Sasuke yang Sasuke tinggal tanpa menutup pintu.

"Habata itara, modoranai to itte, mezashita no wa, aoi aoi ano sora..." Sasuke terus mendengarkan ipodnya sepanjang langkahnya menuju kelas. Sesampainya Sasuke kekelas, author pun binging mau nulis apa lagi.

TBC

Lagi lagi TBC. Udah gaje, ngegantung lagi. Otak saia lagi kehabisan ide. Mungkin chap four agak lama. Tunggu aja ya Akasuna no NiraDEI Uchiha! Juga mohon maaf pada Akuma Kyuketsuki dan para readers kalau chap ini nggak lucu. Juga untuk para riviewers yang dengan setia mendukung saia dan menyemangati saia untuk melanjutkan fic laknat ini. Jaa! Sayonnara! Jumpa lagi di chap depan ^^!

Mind to riview?