-XXX- Tanya Jawab –XXX-

Q : cepet up thor udh gak sabar nih buat nunggu kelanjutanya.

A : Ini udah Update.

Q : tapi kalau bisa cerita selanjutnya diperbanyak biar menikmati alur ceritanya.

A : Gak brani panjang-panjang takut malah alurnya kacau nanti.

Q : sebener nya aku ga ngerti sama ffn yg beginian tapi karna pair nya NaruSaku aku tetep baca. ohya thor Generation of Uzumaki kapan mw di lanjutin udh ga sabar nunggu lanjutan nya.

A : Nanti kalau selesai pemahaman Boruto The Movie hehe.

Q : Jadi Sakura lebih tua dari Naruto? Rias kan senpai'y, trus Sakura kakak'y Rias?

A : Tentu dong kan renkarnasi lebih dulu Sakura, dan Sakura itu Neechan Rias bukan Senpai.

Q : Oh, jadi matanya kaya mata Sasuke, gk da deskripsi detail soalnya.Heh, apakah kakaknya Rias itu Sakura? hohoReaksi Naruto bejimane yak?

A : Untuk Chap ini masih belum dipertemukan, tapi ntah nanti di chap depan hehe.

Q : Apa ingatan Naruto dan Sakura bisa kembali? Jangan sampai Sakura di dapat orang lain ya.

A : Lihat saja nanti.

Q : oh jadi sakura lahir di keluarga gemory tha

A : Ya.


-XXX- Tanya jawab END –XXX-

The Destiny of a Heart

Disclaimer : Naruto © Mashashi Kishimoto & Highschool DxD © Ichie Shibumi

Author : Namikaze Fansboy

Rated : T - M

Genre: Adventure/ Supernatural/ Other

Pair : [Naruto X Sakura X ...]

.

.

.

Chapter 3

[A/N : Semi Crosscover Hunter X Hunter]

Di ruangan Occult Research Club telah berkumpul Rias dan para Peeragenya tak lupa disana juga Rias mengundang kakak kembar dari Issei yaitu Naruto.

"Baiklah, karena semuanya sudah berkumpul, aku akan langsung saja menjelaskan kegiatan yang akan kita lakukan malam ini. Malam ini kita akan melakukan pembasmian iblis liar yang telah menyerang beberapa manusia." Rias mulai membuka perihal yang akan mereka lakukan.

"Iblis liar?" Tanya Issei.

"Ya, terkadang iblis mengkhianati atau membunuh tuannya sehingga mereka dapat hidup dengan melakukan apapun yang mereka mau. Itulah yang disebut dengan iblis liar" Ucap Rias yang memberikan penjelasan kepada Naruto.

"Lantas sebenarnya bagaimana sifat Iblis itu?" Tanya Naruto yang ikut dalam pembicaraan.

"Sebenarnya sifat dari iblis tidak berbeda jauh dengan manusia. Banyak juga iblis yang lebih menyukai hidup damai dan berdampingan dengan dengan manusia. Namun seperti manusia, ada juga iblis yang memiliki sifat jahat dan lebih mementingkan nafsu bertarung dan ego mereka. Dan diantanya adalah para iblis liar yang salah satunya akan kita basmi ini."

"Baiklah, karena semuanya sudah siap, sebaiknya kita langsung berangkat saja" ucap Rias.

"Tolong bawa Kunai ini karena aku tidak tahu lokasinya" Ucap Naruto pada Issei yang kemudian menyimpan Kunai itu di kantongnya

Kini Rias serta yang lainnya langsung meninggalkan ruangan tersebut dan berangkat menuju ke tempat iblis liar.

Kini Rias dan yang lainnya sudah sampai di lokasi iblis liar berada. Iblis liar ini tinggal di sebuah rumah kosong di pinggiran kota Kuoh.

"Baiklah kita sudah sampai." Ucap Rias yang memimpin kelompok tersebut.

"dari laporan yang aku terima, iblis ini telah banyak menyerang manusia. Cara yang digunakannya adalah dengan menggoda manusia untuk masuk ke dalam rumah tersebut lalu memakannya."

"Memakannya?" Ucap Issei ngeri.

"ya, dan misi kita malam ini adalah untuk memusnahkannya." Jawab Rias.

Sring!

Muncul kilatan kuning serta hembusan angin disamping Issei yang kemudian menampakkan sosok Naruto.

"Bagaimana?" Tanya Naruto.

"Semua sudah siap" Ucap Rias kemudian mereka semua memasuki gedung bekas pabrik itu.

"Naruto Issei, apa kau tahu permainan catur?" Tanya Rias yang di balas anggukan untuk keduanya.

"Yah, hampir seperti itu. Dalam dunia Iblis, digunakan sistem yang sama seperti pada permainan catur. Dan aku adalah bidak King. Selain itu ada bidak Queen, Knight, Rook, Bishop, dan Pawn. Iblis dari kaum bangsawan menetapkan bagian dari karakter bidak kepada para bawahan mereka."

"Bagian karakter bidak?" Tanya Naruto penasaran walau ia tahu tentang Evil Piece tapi ia tidak tahu cara kerjanya.

"kami menyebutnya Evil piece. Kalian amati saja bagaimana cara iblis bertarung." Ucap Rias

"baiklah," Jawab Naruto.

"dia datang," kini Akeno yang berucap.

"Aku mencium sesuatu yang buruk namun ini juga tampaknya lezat. Aku rasa malam ini aku mendapat banyak mangsa." Ujar sesosok iblis liar.

"Oppai ," teriak Issei yang maniak oppai dan mesum setelah melihat iblis yang bicara tadi, dan sontak saja Naruto memberikan pukulan mentak pada ubun-ubun Issei.

Duak!

"Iblis liar visor, Iblis yang telah membunuh tuannya dan melarikan diri untuk memenuhi nafsu keinginannya sendiri. Kau lebih layak untuk mati karena kesalahanmu dan pengkhiantanmu. Atas nama keluarga Gremory aku akan memusnahkanmu." Ucap Rias setelah melihat Iblis yang bernama Visor.

"Gadis yang kurang ajar, aku akan menutupimu dengan darah merah seperti warna rambutmu, sekarang terimalah ini." ucap visor yang mulai menembakkan sesuatu yang berasal dari dadanya tepatnya oppainya. Rias dan para Peeragenya berhasil menghindar, namun dari serangan tadi tercipta lubang-lubang di dinding yang seperti meleleh setelah terkena serangan dari visor.

"Ternyata dia adalah tipe melelehkan benda padat" Gumam Naruto yang melihat serangan dari Visor.

"Dan kalian Issei Naruto, kalian cukup melihat dan aku akan menjelaskan tentang Evil pieces kepada kalian" Ujar Rias kepada mereka berdua

"kalian semua jangan sampai lengah. Yuuto!" Kini Rias mulai member Perintah pada para Peeragenya.

"Ha'i Buchou." Kiba lalu bergerak dengan sangat cepat kearah visor dan berhasil meotong kedua tangan milik visor dengan pedangnya.

"Cepat sekali aku tidak bisa melihatnya." Ucap Issei setelah melihat kiba beraksi.

"Tentu saja, Yuuto adalah bidak knight, kemampuannya ada di kecepatan dan teknik pedangnya tapi tetap saja kau mungkin lebih cepat dalam hal kecepatan Naruto." Ucap Rias, sedangkan Naruto hanya meringis.

"Arrgh…." Ucap visor yang kesakitan.

"Kurang ajar kau, "Kini Visor menendang kiba hingga terpental beberapa meter.

"Cukup Kiba, Selanjutnya, koneko. Dia adalah Rook. Karakternya sederhana, kekuatan fisik yang luar biasa dan kemampuan bertahannya." kemudian Koneko berlari kebawah monster tersebuat dan meninju perut monster itu hingga iblis Visor merintih kesakitan

"Cukup Koneko, selanjutnya Akeno!" ucap Rias.

"Hai, Buchou", Jawab Akeno.

"Ara... ara Iblis liar yang telah mengkhianati tuannya harus di hukum fufufu" Ucap Akeno lagi dengan senyum sadis di wajahnya

"Akeno adala bidak Queen. Wakil Ketua yang menggabungkan semua kekuatan dari bidak-bidak lainnya. dia juga di kenal sebagai ultimate sadis karena suka meyiksa lawannya hingga tuntas." Ucap Rias dan itu sukses membuat Naruto bergidik ngeri.

'Wanita cantik memang menakutkan' Batin Naruto dan Issei.

"sepertinya kau masih memiliki tenaga, visor." Ucap Akeno yang kini ada di depan visor yang telah terluka parah Kemudian Akeno menyerang visor dengan petirnya

"Baiklah, cukup Akeno!" Ucap Rias lalu mulai mendekati Visor yang sekarat.

"Ara… ara… Buchou, aku belum puas dengannya. Ini sedikit menyedihkan" ucap Akeno pada Rias, dan tanpa memperdulikan ucapan Akeno Riaspun mendekati iblis Visor

"Apa ada kata-kata terakhir Visor?" Tanya Rias pada visor.

"Bunuh aku!" Jawab visor. "Baiklah jika itu maumu, maka dengan ini kau akan lenyap." Selanjutnya Rias merentankan tangannya ke depan lalu muncul sebuah lingkaran sihir merah berlambang keluarga Gremory,

"Checkmate" Rias lalu menyerang visor dengan Power of destruction dan membuat visor langsung lenyap tak berbekas tanda bahwa ia telah mati. "kita sudah selesai" Ucap Rias setelah menyelesaikan serangannya.

"Baiklah semuanya karena misi telah selesai ayo kita pulang" Ajak Rias pada para Peeragenya.

Wush!

Trank!

Dua bunyi besi berbenturan membuat semua terkejut karena dengan cepat Naruto berpindah kebelakang kelompok Rias untuk menangkis sebuah pisau kecil yang di lempar.

"Siapa kau! Tunjukan siapa dirimu?" Ucap Naruto yang kini pupul mata kanannya mulai berubah menjadi merah dengan tiga tomoe.

Sring!

Kemudian muncul tiga sosok berjubah hitam dengan Hodie dikepalanya yang berdiri tidak jauh dari posisi Naruto.

"Siapa kau?" Tanya Naruto.

"Kau melupakan aku Naruto?" Terdengar suara feminim dari salah satu sosok itu, sedangkan Naruto hanya mengerutkan dahinya merasa familiar dengan suara itu seperti pernah mendengarnya.

"Apa maksudmu? dan kenapa juga aku mengingat dirimu?" Tanya Naruto heran, kemudian ketiga sosok itu membuka hodienya dan menampakan gadis berambut pirang dengan iris ungu dan sontak saja Naruto yang melihat itu kaget.

"Shion?" Ucap Naruto kaget karena melihat sosok yang sudah lama tidak ia jumpai.

"Ya ini aku, bagaimana kabarmu sekarang?" Tanya Shion basa-basi, dan terlihat sekali Rias dan Peeragenya menatap keduanya heran.

'Apakah mereka berteman? kalau mereka berteman kenapa tadi ia menyerang kami?' Batin semuanya.

"Aku baik, dan apa yang kau lakukan disini? dan kenapa kau menyerang kami tadi?" Tanya Naruto beruntun.

"Kau lupa kalau aku ini adalah seorang Miko yang bertugas sebagai Hunter bagi makhluk supranatural yang meresahkan manusia, dan aku menyerang kalian karena aku merasakan seorang manusia yang berada di tengah para Iblis dan aku mengira kau itu sedang di keroyok" Ucap Shion memberikan penjelasan.

"Kukira kau adalah teman dari iblis liar tadi" Ucap Naruto pada Shion.

"Tidak, aku juga mengincar Iblis tadi tapi sepertinya kalian sudah membereskannya" Ucap Shion.

"Seperti itu, jadi apakah kau mau mampir terlebih dahulu?" Tawar Naruto.

"Tidak! lain kali saja karena kami masih ada urusan, sampai jumpa lagi Naruto" Ucap Shion kemudian ketiganya menghilang dalam kegelapan.

"Siapa dia Naruto?" Tanya Rias sesudah melihat kepergian Shion.

"Dia adalah Shion, salah satu Miko yang terpilih menjadi Hunter" Jawab Naruto.

"Hunter?" Tanya Rias tidak mengerti.

"Aku tidak bisa menjelaskannya, tapi aku tahu kalau Akeno-senpai tahu apa yang dimaksud Hunter karena dia dulunya seorang Miko" Ucap Naruto memandang Akeno.

"Kalau begitu aku ingin pulang terlebih dahulu, apakah kau mau ikut Issei?" Tanya Naruto pada Issei yang di balas anggukan oleh Issei.

"Aku duluan Buchou" Ucap Issei meminta izin yang disetujui oleh Rias.

= The Destiny of a Hearth =

Sedangkan ditempat lain atau lebih tepatnya Underworld terlihat seorang gadis berambut Soft Pink yang sedang menatap langit dunia bawah dengan pandangan sendu.

"Aku tidak ingin menerima perjodohan ini, tapi apa yang bisa aku lakukan?" Gumamnya pada dirinya sendiri.

Tok! Tok!

Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dan ia dengan segera memberikan izin bagi sang pengetuk pintu untuk memasuki ruangannya.

Cklek!

"Kau kenapa Sakura?" Tanya wanita paruh baya berambut coklat muda.

"Okaasama pasti tahu apa yang aku pikirkan" Jawab gadis bernama Sakura pada ibunya.

"Maafkan Okaasama yang tidak bisa berbuat apa-apa, karena ini adalah keputusan dari Otousamamu dan Oniisanmu" Jawab sang ibu yaitu Venelana merasa bersalah pada putrinya ini.

"Tak perlu meminta maaf Okaasama, karena tetap saja pernikahan itu akan berlangsung" Ucap Sakura.

"Kau jangan berkecil hati karena Grayfia memberitahu bahwa Rias tidak akan membiarkan kau menikah begitu saja dengan Raiser" Hibur Venelana pada Sakura.

"Aku tidak ingin Rias-chan membahayakan dirinya untukku ja-.." Ucapan Sakura terpotong oleh Venelana.

"Ya kau memang benar jika Rias akan sangat sulit untuk menghadapi kekerasan dan keegoisan Raiser tapi asal kau tahu Rias sangat menyayangimu dan ia akan melakukan apapun asal kau pertunangan ini dibatalkan karena kau tidak menginginkannya" Potong Venelana cepat.

"Tapi bagaimana caranya?" Tanya Sakura pada Venelana.

"Aku tidak tahu, tapi jika firasatku benar pasti akan diadakan Rating Game" Jawab Venelana yang sontak membuat Sakura terkejut.

"Tidak! Aku tidak akan mengizinkan adikku untuk melawan Raiser, Okaasama sendiri tahu bagaimana prestasi Raiser di Rating Game? sedangkan Rias belum pernah sekalipun mengikuti Rating Game" Ucap Sakura cemas dengann seifat adiknya yang kadang sulit diatur.

"Jika kau sayang padanya maka kau harus percaya pada adikmu" Ujar Venelana pada Sakura dan untuk pertama kalinya semenjak keputusan dimajukannya pesta pertunangan itu Sakura bisa tersenyum.

"Terimakasih Okaasama" Ucap Sakura yang masih tersenyum lembut pada ibunya.

"Tak perlu berterimakasih karena itu sudah menjadi kewajiban sebagai ibu dan tetaplah tersenyum karena kau sangat cantik saat tersenyum dan Okaasama tidak ingin kehilangan senyum itu, kalau begitu Okaasama mau keluar dulu" Ucap Venelana yang berjalan keluar dari kamar Sakura.

'Aku harus pergi kedunia manusia, tapi sebelum itu aku harus meminta izin pada Otousama dan Okaasama dan juga aku harus menyiapkan semuanya' Batin Sakura yakin.

= The Destiny of a Hearth =

Sakura tampak bimbang dan yang hanya bisa ia lakukan hanya mondar-mandir di dalam kamarnya berusaha menghilangkan rasa bimbangnya, sebenarnya alasan ia menolak perjodohan ini bukan hanya semata-mata karena ia tidak mencintai Raiser tapi ada alasan lain.

Beberapa bulan terakhir ini setiap tidur hampir setiap saat ia memimpikan dimana dirinya sedang meregangkan nyawanya di atas pangkuan seorang pemuda, tapi anehnya ia tidak bisa melihat dengan jelas apa yang ia impikan itu.

"Sebenarnya ada hubungan aku dengan pemuda itu? kenapa hampir setiap saat aku tidur aku memimpikannya dan kenapa juga saat memikirkan mimpi itu dadaku rasanya sesak sekali?" Sakura terlamun dengan pemikirannya sendiri hingga tanpa sadar kini dirinya berada di balkon kamarnya.

"Entah apapun itu yang pasti sekarang aku harus fokus untuk mencari cara untuk membatalkan pertunangan ini" Gumam Sakura dan setelah itu ia bergegas untuk keluar dari kamarnya untuk mencari keluarganya.

Saat ini keluarga Gremory sedang berkumpul di ruang keluarga, dan tampak mereka sedang membicarakan suatu hal yang penting, tak lama berselang mereka melihat Sakura keluar dari kamar dan sontak saja mereka menghentikan pembicaraannya.

"Otousama Okaasama bolehkan aku meminta sesuatu?" Tanya Sakura pada kedua orang tuanya.

"Memang apa yang kau inginkan?" Tanya sang ayah yang tidak lain adalah Lord Gremory.

"Aku ingin ke dunia manusia untuk mencari ketenangan akan pikiranku yang penuh ini" Jawab Sakura to the point dan tampak Lord Gremory hanya dapat meringis mendengar jawaban sang putri.

"Baiklah Otousama mengizinkan tapi kau harus kembali satu minggu sebelum acara pertunangan, apa kau setuju?" Tawar Lord Gremory pada Sakura.

"Baiklah itu lebih dari cukup" jawab Sakura kemudian.

"Lantas kau akan berangkat kapan?" Tanya Sirzech pada adiknya.

"Bukan urusanmu" Jawab Sakura tajam bernada sarkasm pada kakaknya karena jujur ia sangat kesal dengan kakaknya yang menjodohkan dirinya seenak jidatnya.

"Sakura kau tidak boleh bersikap seperti itu pada kakakmu" Ucap Venelana memperingatkan putrinya.

"Lantas kalau aku kurang ajar berkata demikian apa kata yang cocok untuk Niisan yang dengan seenaknya menjodohkan diriku?" Tanya Sakura yang kemudian meninggalkan ruang keluarga dengan kesal, sedangkan Sirzech hanya dapat memandang punggung adiknya dengan perasaan campur aduk.

'Maafkan aku Saki, aku tidak bisa menjadi kakak yang baik untukmu' Batin Sirzech tersenyum miris.

= The Destiny of a Hearth =

Saat ini para anggota di ruang Occult Research Club terdapat dua gadis berambut Crimson dan Darkblue yang tidak lain adalah Rias dan Akeno.

"Akeno" Panggil Rias pada Queennya.

"Ada apa Buchou?" Tanggap Akeno.

"Aku ingin bertanya seputar Hunter! sebenarnya apa itu Hunter?" Tanya Rias.

"Ara.. Bukankah kemarin Naruto sudah menjelaskan bahwa Hunter adalah pemburu bagi makhluk supranatural yang membahayakan bagi kehidupan manusia?" Tanya Akeno balik.

"Aku sudah tahu tapi aku ingin tahu secara mendetail" Ucap Rias pada Akeno dan sontak saja itu membuat wajah Akeno berubah sendu.

"Sebenarnya aku tidak ingin mendengar apapun lagi soal Hunter, karena selain Malaikat jatuh aku juga membenci Hunter karena dulunya ibuku adalah seorang Hunter dan karena ia terkenal dengan kekuatan membasmi para makhluk supranatural maka Malaikat jatuh memutuskan untuk membunuh Ibu" Ucap Akeno bergetar menahan tangis kala mengingat tragisnya kematian ibunya.

"Maafkan aku Akeno, aku tidak bermaksud untuk mengingatkanmu hanya saja aku ingin tahu seperti apa kekuatan Hunter?" Tanya Rias.

"Tak apa Buchou, aku akan menjelaskan perihal Hunter padamu. Hunter adalah manusia tapi ia memiliki kekuatan yang tidak dimiliki oleh manusia lain contohnya ibu, kekuatan Hunter berasal dari sebuah meteor yang jatuh di sebuah kota kecil kalau tidak salah nama meteor itu adalah Narushi Boshi" Ucap Akeno.

"Meteor apa itu?" Tanya Akeno.

"Meteor itu dapat menciptakan radiasi kekuatan disekitar ledakan itu, dan radiasi itu mengakibatkan orang yang berada di kota itu memiliki kekuatan bernama Nen, dan Nen itu sendiri bermacam-macam variasi ada yang berbentuk elemen ataupun yang lainnya" Jawab Akeno.

"Lantas kenapa jarang ada yang mengetahui Hunter?" Tanya Rias lagi.

"Karena mereka merahasikan identitas mereka, dan mereka membentuk organisasi yang bernama Hunter Faction, tapi tidak semua Hunter berkepribadian baik ada juga yang buruk, tapi diantara sekian banyaknya Hunter yang paling kuat adalah Hunter dari keluarga Zoldyck karena mereka terkenal dengan kecepatan mereka dalam membunuh musuhnya" Jawab lagi Akeno.

"Lantas bagaimana umur dari Hunter sama dengan manusia pada umumnya?" Tanya Rias yang dibalas anggukan oleh Akeno.

"Jadi ada yang ingin kau tanyakan Buchou?" Tanya Akeno yang dibalas gelengan oleh Rias.

'Sepertinya akan menarik jika aku memiliki Peerage seorang Hunter, aku harus meminta bantuan Naruto karena ini demi Neechan juga' Batin Rias yang berniat untuk merekrut seorang hunter.

Permbicaraannya itu terhenti kala mereka melihat lingkaran sihir berwarna Pink berlambang Gremory, Rias yang melihat itu tersenyum lebar, setelah muncul sesorang dari lingkaran sihir itu Rias tanpa babibu langsung memeluknya.

"Hey Rias-chan kau membuatku terkejut" Ucap kakak perempuan dari Rias yaitu Sakura.

"Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan Neechan" Ucap Rias manja pada kakaknya ini.

"Itu salahmu sendiri karena tidak pernah pulang ke rumah" Ucap Sakura pada adiknya.

"Itu karena aku ingin mencari anggota keluargaku disini" Jawab Rias.

"Lantas apakah semuanya sudah terkumpul?" Tanya Sakura.

"Belum, masih kurang 1 bidak Bishop dan 1 bidak Rook" Jawab Rias, sedangkan Akeno hanya menatap keduanya dengan tersenyum.

"Etto... apakah Neechan mau menginap atau hanya untuk melihatku saja?" Tanya Rias pada Sakura.

"Neechan mau tinggal disini untuk tiga minggu karena Neechan harus kembali sebelum pesta pertunangan" Jawab Sakura sedih.

"Neechan jangan bersedih pasti kita akan menemukan jalannya untuk membatalkan pertunangan itu" Ucap Rias.

"Pasti, pasti kita akan menemukan jalannya, etto siapa dia Rias-chan?" Tanya Sakura menunjuk kearah Akeno.

"Dia Queenku namanya Akeno Himejima" Ucap Rias memperkenalkan Queennya.

"Senang bertemu dengan anda Sakura-sama" Ucap Akeno memberi hormat pada Sakura yang merupakan kakak dari Kingnya.

"Panggil saja aku Sakura-nee seperti Rias, karena umurku dan Rias sebenarnya tidak terpaut jauh" Ujar Sakura memberitahu Akeno.

"Baiklah Sakura-nee" Jawab Akeno.

"Ngomong-ngomong tadi pembicaraan kalian serius sekali, memang apa yang kalian bicarakan?" Tanya Sakura mengalihkan pembicaraan.

"Kami sedang membicarakan Hunter" Jawab Rias membuat sedikit Sakura terkejut dengan topik yang dibicarakan oleh Rias.

"Kenapa kau ingin tahu tentang Hunter?" Tanya Sakura.

"Aku hanya ingin tahu saja, dan ternyata sejarah mereka ternyata begitu mengagumkan" Jawab Rias.

"Hunter ya, aku sedikit tahu tentang Hunter" Tanggap Sakura.

"Kalau begitu ceritakan" Ucap Rias senang karena jujur saja ia sangat menyukai topik tentang Hunter.

"Kekuatan Hunter itu berasal dari radiasi Meteor yang bernama Narushi Boshi membuat para manusia dapat berevolusi yang memungkinkan mereka memiliki ketahanan jauh lebih besar daripada Manusia dan regenerasi tubuh lebih cepat sekalipun itu mengenai pembuluh darahnya ataupun sel mereka dan sejak saat itu mereka menyebut dirinya Hunter, dan mereka mulai mengejar para makhluk supranatural karena Great war yang terjadi antara 3 fraksi membuat pihak manusia yang tidak mengetahui apa-apa sedikit banyak merasakan dampaknya, " Ucap Sakura yang menjeda untuk mengambil nafas.

"Jadi karena itu mereka memburu para Iblis liar dan Malaikat jatuh yang membangkang?" tanya Rias yang dibalas anggukan oleh Sakura.

"Ya karena itu para Hunter memburu iblis liar dan malaikat jatuh, tekanan energi Hunter dinamak Nen, dan variasi kekuatan Nen itu berbeda ada yang bertipe elemen ataupun yang lainnya. Dan satu yang harus kalian tahu Seorang Hunter akan melakukan apapun demi ideologi yang ia yakini" Ucap Sakura mengakhiri cerita panjangnya yang tidak jauh beda dari Akeno.

"Kenapa mereka mau melakukan apapun?" Tanya Akeno jujur saja ia penasaran, karena setahunya ibunya melakukan apapun untuk melindungi dirinya bahkan dengan nyawanya.

"Entah aku juga tidak tahu karena seperti itulah Hunter berbeda dengan manusia ataupun makhluk supranatural lainnya" Jawab Sakura tidak tahu, dan detik itu juga Rias teringat akan Naruto.

'Apakah Naruto seorang Hunter? tapi itu tidak mungkin mengingat Issei adalah manusia, tapi aku juga merasakan sebuah energi gelap tapi terkesan kuat yang ada dalam diri Naruto dan energi itu berbeda' Pikir Rias yang sibuk dengan pemikirannya sendiri.

"Apa yang kau pikirkan Rias-chan?" tanya Sakura.

"Tidak apa, aku hanya memikirkan tentang Hunter" Jawab Rias bohong, dan setelah itu ketiganya terlibat perbincangan ringan yang jauh lebih santai dari sebelumnya.

= The Destiny of a Hearth =

Disebuah tanah lapang yang jauh dari keramaian penduduk kota terlihat tiga sosok berjubah yang menggunakan Hodie yang berdiri pinggiran tanah lapan itu, tak lama kemudian pemuda bersurai pirang datang dan berjalan kearah mereka.

"Ada apa menyuruhku kemari?" Tanya Naruto pada ketiga sosok yang ia kenal yang tidak lain adalah Hunter.

"Jadi seperti ini sikapmu pada sahabat lamamu?" Tanya Shion.

"Bukan seperti itu, hanya saja setelah sekian lama tidak bertemu dan tanpa sengaja bertemu lagi kenapa kau memintaku datang kemari?" Jawab Naruto.

"Aku hanya ingin menitipkan adikku angkatku padamu karena keluarga Zoldyck tidak menganggapnya keluarga setelah pengkhianatan ayahnya yang bersekongkol dengan malaikat jatuh" Jawab Shion.

"Kenapa kau menitipkan padaku bukan pada yang lainnya?" Tanya Naruto heran.

"Karena aku tidak percaya pada siapapun, selama ini hanya kau yang aku percayai, dan andai kau tahu selama ini aku mencari keberadaanmu karena setelah aku memutuskan menjadi Hunter kita tidak pernah bertemu lagi" Jawab Shion.

"Baiklah aku bersedia, tapi bagaimana ciri-cirinya?" Tanya Naruto.

"Ia berambut silver dengan mata biru dan soal kekuatan ia termasuk dalam Assasin Class kekuatannya bertipe Listrik " Jawab Shion.

"Jadi namanya siapa?" Tanya Naruto lupa menanyakan nama.

"Killua Zoldyck"

= Tobe Continued =


Wah akhirnya Up juga cerita ini lama cukup lama gak up, dan maaf jika masih banyak kesalahan atau jalan ceritanya yang membosankan karena ini masih belum masuk klimaks masih intro, dan banyak dari kalian pasti sudah tahu jalan cerita ini hehe dan maaf saya memasukkan chara HunterXHunter karena saya suka itu hehe.

Dan selanjutnya mungkin upnya akan lama karena saya akan up dulu yang Generation of Uzumaki hehe. Jaa ne.

.

.

.

Dont Forget For Review :

9 Desember 2015 : Jangan lupa memilih calon pemimpin yang baik dan bukan sebagai Golput. Pilkada Serentak :D