S love J story

HunKai fiction

Don't Like Don't Read !

Happy reading !

-"love rain"-

.0.

.0.

"Hujan ya…"

Gumaman Jongin terdengar lirih di pendengaran Sehun. Pemuda dengan kulit tan manis itu kembali menyamankan tubuhnya dalam dekapan hangat pemuda lainnya. Lebih menyusupkan wajahnya dalam perpotongan leher hangat sang kekakasih.

"Memangnya kenapa kalau hujan, hum?" Tanya Sehun. Mengeratkan pelukan pada pinggang ramping Jongin. Ngomong-ngomong mereka sedang di ruang tamu sekarang. Duduk di sofa dengan selimut soft blue melingkupi tubuh mereka.

"Ugh, aku ingin pergi ke sungai han…"

"Huh? Bukankah kemarin kita sudah ke sana,"

"Aku belum puas Hunnie~"

Sehun hanya tersenyum kecil mendengar rajukan manja kekasih manisnya ini.

Yah. Memang mereka kemarin seharian jalan-jalan dari pagi dan setelah makan siang Jongin merengek ingin pergi ke Hangang Park dan sekalian jalan-jalan di sepanjang tepian sungai han. Merekapun menghabiskan waktu disana hingga malam.

"Hujan deras sekali. Kita tidak bisa pergi kemana-mana, sayang."

"Tapi aku bosan, Hun."

Sehun kembali terdiam, tidak tau mau menjawab apa. Jujur, ia juga bosan sebenarnya. Haah.. pemuda tampan itu hanya bisa menghela nafas. Mengusap sayang helaian coklat Jongin dan mencium puncak kepala itu dalam.

"Mau nonton?"

"Tidak,"

"Makan?"

"Aku masih kenyang…"

"Main?"

"Main apa?"

"Hum, main apa ya…"

Jongin menjauhkan wajahnya dari leher Sehun dan menatap polos sang kekasih. "Kau mengajakku main tapi tidak tau akan main apa," ujarnya datar.

"Hehehe, mianhe. Ah! Bagaimana kalau main game?"

"Tidak mau. Yang ada aku kalah terus. Menyebalkan!"

Jongin kembali merajuk, sedikit menggeser tubuhnya kebelakang dan membenamkan wajahnya pada dada bidang Sehun. Terdengar dentuman halus disana, membuat Jongin merasa damai mendengarnya.

Beberapa saat suasana hening menyelimuti mereka. Pemuda tampan itu membiarkan saja apa yang di lakukan kekasih manisnya itu. Jemari lentik Jongin bermain-main di dada bindangnya dan turun ke perutnya.

"Ada apa?"

"Tidak ada,"

Kembali, mereka terdiam. Hanya menikmati keberadaan masing-masing. Saling berbagi kehangatan.

Diluar masih hujan. Lebat. Dan gelap.

Beruntunglah tidak ada petir.

"Jongin ah,"

"Hum.."

"Saranghae."

Sesaat Jongin tak menjawab. Kedua maniknya tertutup, terbuai dengan debaran jantung Sehun dan belaian hangat jemari panjang sang kekasih.

"Love you too." Gumamnya pelan. Tersenyum manis. Meski Sehun tak melihat senyum itu tapi ia merasa sangat senang mendengar jawaban Jongin.

"Terima kasih sudah berada di sisiku,"

"Selamanya. Bukankah kita akan selalu bersama…"

"Ya. Bersama. Selamanya."

Hanya penggalan-penggalan kata yang bisa mereka ucapkan di saat-saat tenang seperti ini. Tak banyak atraksi dan untaian kata-kata, hanya merasakan keberadaan masing-masing dan saling memahami.

Setiap detik berlalu, hanya ketenangan yang diiringi jatuhan air yang membasahi jendela dan detak jarum jam.

Sehun dapat merasakan hembusan teratur di dadanya. Pertanda sang pemilik hati sudah terlelap. Pemuda tampan itu kembali tersenyum. Senyum bahagia untuk sang kekasih. Ia merasa lengkap dan di setiap hembusan nafasnya, hanya untaian syukur yang tak dapat ia ucapkan untuk sang pencipta karena ia telah membiarkan salah satu malaikatnya menjadi pendamping hidupnya. Menyayangi dan mencintai dirinya. Mengajarkan arti rasa suka dan duka dalam perjalanan hidupnya.

Dan janjinya untuk tidak membiarkan rasa sakit dan penyesalan hadir dalam perjalanan cintanya. Ia akan berusaha dan terus berusaha untuk membuat senyum di wajah manis itu selalu terukir indah. Tersenyum untuknya dan bahagia untuknya.

.

.

.

Dan Sehun selalu suka jika hujan hadir dalam perjalanan cintanya. Bersama Jongin. Bersama. Selamanya.

.

.

.

.End.

Ini fluff? Au ah. Dingin. Brrrr~ /nyelinap di tengah-tengah Hunkai/

Pai pai pai~ eh, oh ya ini end. Kalo end berarti end ._.v

*hilang*