Title : Spring Freckles

Cast : Youngjae, Daehyun /DaeJae, just MAYBE err.. DaeLo

Chapter : 3

Note : HIII…. I'm comeBACK, er-BUDDY! ;3

Just enjoy…

Daehyun menepis tangannya dan memasang sinyal bahaya, tapi ia dan orang itu hanya saling berpandangan.

Orang itu menyeringai kepada Daehyun. Matanya begitu merah, semerah darah. Daehyun menyadari bahwa ia lebih pucat dari yang ia kira. Daehyun hanya setinggi pundaknya membuat Daehyun merasa dirinya kerdil. Lalu orang itu melepaskan cengkramannya dari bahu Daehyun dan kemudian tersenyum menatapnya. Terasa hangat dan sangat polos bahkan pandangan Daehyun menjadi melunak karenanya.

"Ah, mungkin aku agak tidak sopan. Tetapi salam kenal namaku Junhong." Ia mengulurkan tangannya dan masih menyinggungkan senyum. Senyumnya begitu polos dan tampak tajam karena matanya yang berwarna tidak seperti kebanyakan orang. Tapi entah kenapa menjadi menarik di mata Daehyun. Daehyun pun membalas uluran tangan Junhong.

" dan kau, namamu Daehyun kan?. " Tanya Junhong. Daehyun hanya mengedip, mengedip, dan mengedip sebagai responsnya. Sepertinya wajah anak itu bersinar di matanya. Daehyun sadar apa yang dari tadi terpikir olehnya. Kulit pucat itu… dan semua aura tajamnya hanya milik vampir.

" kau siapa?." Tanya Daehyun masih agak curiga.

"eh?." Anak itu Junhong malah tersenyum imut. " aku." Anak itu menunjuki dirinya. " ah, apakah Himchan-hyung tidak memberi tahu apa-apa? Aku anak baru di tempatnya."

" HEEE…..!." Daehyun membulatkan matanya. Jadi benar anak ini salah satu dari mereka, bangsa vampir dan mereka akan tinggal bersama-sama. " ah, benarkah? Jadi kau datang dari mana?."

" Amerika." Jawab Junhong riang.

Amerika! Jauh juga. Pikir Daehyun. " baiklah, aku juga akan pulang. Ikut aku."

Mereka pun sampai di sebuah bangunan berlantai dua. Rumah itu memang berada pada lingkungan perumahan biasa, tetapi keadaannya agak sepi.

" aku pulang." Ucap Daehyun sambil membuka pintu kayu rumah itu sedangkan Junhong mengekor di belakangnya, tampak tertarik melihat-lihat isi ruangan.

" Daehyunie~~ itu kau-kah?." Seseorang tampak mendatangi mereka kemudian membulatkan matanya begitu melihat cowok berambut merah yang tampak menjulang di belakang Daehyun.

" Himchan-hyung." Ujar Junhong kemudian berlari kearah seseorang yang ia panggil Himchan-hyung itu kemudian memeluknya.

" hai Junhong-ah, kenapa kalian bisa datang bersama?."

" aku bertemu orang yang mirip Daehyun-hyung, ternyata ia memeng benar Daehyun-hyung."

" wah, kurasa kemampuanmu meningkat sekarang, tetapi lain kali kau harus lebih hati-hati. Jangan memanggil orang sembarangan. Arraseo."

" nde~~. Arraseo"

" kemarilah, ku tunjukkan letak kamarmu." Himchan pun mengandeng Junhong agar anak itu mengikutinya.

Sedangkan Daehyun berjalan menuju arah dapur dan menemukan sekotak cairan berwarna merah dari sebuah almari.

" apakah sekolahmu menyenangkan?." Kata Himcah-hyung yang tiba-tiba muncul.

" lumayan." Jawab Daehyun sambil menusukkan sebuah sedotan di salah satu sudut kotak itu lalu menyedotnya.

" kenapa hanya lumayan?. Kau belum dapat teman?."

" aku tidak tahu mereka menganggapku teman atau tidak."

Himchan hanya menggumam sebagai responnya dan mengawasi jendela.

" hyung, bagaimana rasanya darah manusia?." Daehyun bertanya tanpa memperhatikan Himchan yang segera menoleh kepadanya.

" aku tidak tahu, memang kenapa?." Jawab Himchan sekarang menyrengitkan keningnya.

" tidak. Hanya penasaran."

" hmm….. ada yang bilang jika sekali kau mencobanya maka kau akan kecanduan. Itu seperti addict bagi manusia." Jelas Himchan.

" oh." Ia kembali menatap langit sore yang samar terlihat di jendela. Kemudian terpikir dengan sekolahnya, kemudian Youngjae. Tiba-tiba hidungnya terasa ditusuk bau-bauan yang sering tercium pada saat pelajaran, saat berada di bus dan saat di dekat Youngjae.

Lama-lama hal itu membuatnya mual.

" Daehyun-ah, kau baik-baik saja."

" eoh?." Daehyun segera menolehkan kepalanya kearah hyungnya yang sekarang menatapnya heran

" apa ada masalah? Katakan saja."

" tidak apa-apa. Aku baik. Aku mau belajar." Ia pun meninggalkan dapur dan pergi ke kamarnya.

Tak biasanya sekolah seramai ini. Maksudnya banyak wajah berseri-seri dari berbagai sudut bercerita kepada temannya bahwa konon, ada anak pindahan baru yang berasal dari Amerika yang langsung mencuri seluruh perhatian orang-orang karena pesonanya.

Daehyun tahu, walaupun mereka tidak menyebutkan nama, yang mereka maksud adalah Choi [bukan marga asli] Junhong. Anak bermata ganjil yang mulai kemarin tinggal bersamanya.

" tapi sayang, ia agak sulit di dekati." Murid perempuan yang duduk bersama temannya di dekat Daehyun kembali bicara. Mereka sedang ada di perpustakaan sekolah.

" kau benar, ia diam sih." Temannya yang lain menimpali tampak kecewa.

Daehyun diam saja sambil membolak-balik buku yang ia ambil dari salah satu rak di perpustakaan sekolah untuk tugasnya. Dalam hati ia juga kagum, karena Junhong langsung terkenal begitu ia masuk sekolah [tidak dengan dirinya, tapi ia memang tidak menginginkan hal itu] dan ternyata ia seangkatan dengannya karena ternyata ia murid akselerasi.

Dari mana Himchan-hyung mendapatkannya ya?. Pikir daehyun masih sibuk dengan bukunya. Tapi kemudian konsentrasinya terganggu karena mendadak ia mencium aroma yang sangat mengganggunya dan seperti yang ia duga, Youngjae sedang mendekat kearahnya.

Ia merasa agak bahagia entah karena alasan apa. Tapi kemudian perasaan itu hilang seakan dicabut dari tubuhnya begitu ia melihat Jiho di belakang Youngjae.

Mereka pun hanya melewatinya tanpa tersadar kehadirannya di sana. Mereka tampak akrab, bercanda dan tertawa layaknya sahabat dan menghilang dibalik rak penuh buku.

Daehyun baru sadar bahwa ia sedang mengepalkan tangan dengan sangat erat. Hawa panas yang tiba-tiba mulai terasa dari tubuhnya perlahan luruh.

Aneh. Daehyun merasa sangat asing dengan dirinya karena baru pertama kali ini ia merasa seperti ini. Perasaan yang membuatnya seperti dikucilkan dan sendirian.

Youngjae. Ingatannya selalu memutar nama itu ketika ia merasakan perasaan aneh itu, tetapi tetap saja Daehyun masih tidak mengerti mengapa.

Kenapa aku sangat terobsesi dengan Youngjae?.

Ia bertanya pada dirinya sendiri. Mengapa hal ini yang terjadi?. Ini bukan tujuanku yang sesungguhnya berada di tengah manusia.

Ugh… memikirkan hal ini membuatnya mual.

Sekolah akhirnya usai. Langit tampak mendung dari jendela kelas. Mungkin sebentar lagi akan hujan deras. Beberapa siswa menyiapkan payungnya sambil berjalan keluar kelas.

Daehyun pun sedang mengepak barang-barangnya. Kembali, ia mendapat angka seratus pada fisika membuat murid lain menggumam padanya.

" Daehyun-ah, aku duluan." Teriak seorang siswi sambil melambai kearahnya. Ia adalah Ji Eun, siswi yang paling sering berbicara dari semua orang di kelas. Ia jadi agak akrab dengan gadis itu.

" ah, ya." Kata Daehyun membalas lambaiannya. Kemudian gadis itu pergi.

Kelas tampak lebih sepi. Hanya beberapa anak yang masih tinggal disana. Begitu pula dengan Youngjae. Daehyun tahu ia masih disana karena Daehyun masih bisa mencium aromanya yang tepat di belakang bangku Daehyun. Daehyun tidak ingin menyiakan kesempatan ini untuk mengajaknya pulang bareng lagi. Dan ketika ia berbalik, ternyata Youngjae juga sedang memandangnya. Sepertinya ia juga ingin menyapa Daehyun. Daehyun jadi agak tersipu. Tetapi ia buang jauh-jauh perasaan itu dan menyuruh mulutnya untuk bicara.

" apa kau naik bus hari ini?." Tanya Daehyun dengan senyum. Ia mencoba tersenyum sewajar mungkin walau perasaannya sedang diaduk-aduk.

" ah, tetapi hari ini aku akan kerumah Jiho untuk mengerjakan tugas dan arahnya berlawanan." Jawab Youngjae.

" oh, baiklah. Sampai jumpa." Daehyun pun melambai kearah Youngjae dan cepat-cepat berbalik dan berjalan keluar kelas menutupi mukanya yang mulai memanas. Di hatinya ia juga merasa agak kecewa.

Dan mungkin mulai hari ini ia akan membenci Jiho.

Ada pemandangan yang menarik ketika Daehyun keluar gedung sekolah menuju halaman. Ia melihat sosok jangkung berdiri disana yang tertunduk malu. Helaian rambutnya yang berwarna merah keunguan jatuh kebawah menutupi mukanya yang pucat. Berkali-kali beberapa siswi yang melewatinya menunjuk kearahnya dan tersipu-sipu.

Daehyun membatin, memang luar biasa pesona anak ini.

Ia pun berjalan menuju Junhong yang masih tertunduk kemudian menepuk pundaknya. Junhong pun mengadahkan wajahnya yang memerah.

" Daehyunie hyung~~." Ucapnya agak gembira menatap Daehyun dengan matanyanya yang sekarang berwarna hitam seperti orang lainya.

" apa kau menungguku?." Tanya Daehyun. Anak itu mengangguk-anggukan kepalanya.

" aku belum tahu Seoul, Himchan-hyung takut aku tersesat. Ia menyuruhku pulang bersama denganmu karena ia tidak bisa datang menjemput." Ungkap Junhong.

" baiklah, kaja… kita ke halte." Dan sekali lagi Junhong mengekor Daehyun dibelakangnya. Daehyun tidak tahu, mereka bisa berjalan beriringan tetapi Junhong pasti memilih berjalan di belakangnya.

Tepat saat mereka datang, sebuah bus tampak berhenti di depan halte. Daehyun yang ingin segera pulang pun langsung meraih lengan Junhong dan mengandengnya masuk ke dalam bus.

" kaja…." Ujar Daehyun kepada Junhong sambil menyeret lengannya dan memasuki bus.

Daehyun tidak tahu bahwa apa yang diperbuatnya telah membuat jantung anak itu berdengup kencang.

Apa yang sesungguhnya terjadi?!...

Yosh… akhirnya bisa upate story jugak….. o(TTwTT)o *menangis bahagia.

Mian ffnya nge-stuck selama hampir seribu taun *alah karena author mengalami eror yang berkepanjangan, bahkan rambut Zelo udah jadi keriting lagi (^wTT).

Terimakasih banyak karena mau baca sampai sini

dan terimakasih juga kalau ada yang mau komen *you're very welcomed (*A*).