Ero Daddy
.
SasuNaru
.
M
.
OlderNaru, Explicit, TeenSasu
Sasuke... Sasuke... Sasuke...
SA. SU. KE.
Tiga suku kata yang berhasil membikin pria dewasa gila karena berahi yang membuncah.
Erangan dan desahan keluar dari bibir tipis sang pria mapan. Egresif dan ingresif memenuhi kamar bercat biru malam. Tangan tan-nya menyusuri tubuh semi telanjang. Membelai dan menggosok miliknya hingga setengah menegang.
Iris biru indah tertutup nafsu dunia. Langit-langit kamar bak bintang di kala malam saat sensasi yang sudah lama tak dirasakan melanda sekujur tubuhnya.
"Ahh... haaah!"
Desah napas kembali pria itu lantunkan saat tiga jari panjangnya memasuki lubang di bagian selatan. Keringat dingin mengucur indah, seakan ikut mengerayangi tubuh berhias otot semi binaragawan.
Imajinasi tercipta tanpa diminta. Sang pria mapan membayangkan seorang remaja tak beribu sedang menjamah tubuhnya. Memilin gemas puting kecokelatan yang sudah ereksi sempurna. Menciumi wajah, leher dan titik-titik sensitif miliknya. Menggoda dengan kata-kata erotis hingga membangkitkan hasrat yang sudah lama ia pendam pasca ditinggal sang istri ke peraduan Tuhan.
"Emmpph... Sasukehh," panggil pria itu dalam desahannya.
Napasnya memburu cepat. Tak kalah dengan degup jantung yang semakin menggila. Elusan ringan telah berubah gaya. Tempo yang lambat menjadi cepat. Hingga zakarnya kini sudah menjulang. Membesar dua kali lipat dari ukuran awal, maupun saat setengah tegang.
Pria itu masih belum puas-tidak akan pernah puas lebih tepatnya. Dua jari yang menganggur ikut berpartisipasi. Menerobos paksa lubang yang telah terlubrikasi alami. Menjamah liar atas izin si pemilik diri.
Bibir kembali menyanyikan nada erotis karena lima jari sukses menemukan titik ternikmat yang ada di "lubang surgawi". Akal sehat semakin tak berfungsi seiring hasrat menguasai diri. Lima jari masih belum memuaskan tubuh haus sentuhan intim itu. Ia masukkan terus menerus, hingga pergelangan tangan yang tersisa.
Kelopak mata terbuka seutuhnya. Pupil melebar euforia. Sakit dan nikmat ia dapatkan secara bersama. Kilat nafsu memenuhi iris biru indah si lelaki mapan.
Otak kreatifnya kembali bekerja. Membayangkan bahwa tangan itu berubah menjadi zakar besar dan tegang milik remajanya yang siap memuaskan berahi sang duda ditinggal istri.
Ya, remajanya. Anaknya dengan mendiang istri tercinta, Uchiha Mikoto.
Erangan nikmat semakin tak dapat ia kontrol. Bibir seksi menutup dan membuka, melantunkan nama remaja tampan dengan nada menggoda. Kata-kata kotor pun tak mampu disensor.
Tubuh maskulin yang tercipta dari hasil latihan rutin itu bergetar hebat. Pergelangan tangan yang tertanam sempurna di dalam lubang analnya bergerak semakin gila. Pun, dengan telapak tangan lainnya yang memuaskan zakar perkasa. Matanya tertutup. Menikmati sensasi yang sudah lama tak ia dapatkan. Akal sudah pergi entah ke mana, yang ada di otak hanya keinginan meraih kepuasan jiwa dan raga.
"Emmpphh... Sasuke... Sasuke... Sasu—ahhh!"
Klimaks!
Sperma muncrat begitu banyak. Bak air mancur gedung parlemen yang akan segera dibagun oleh penguasa. Kental dan beraroma khas Bunga Akasia, lalu jatuh ke tubuh tan sang pelaku utama drama erotis tanpa biaya.
Napas pria itu memburu. Bibir cerah tersenyum puas karena libido tersalurkan, walau di dalam hatinya, pria itu ingin sang remaja kesayangan yang memberinya kepuasan.
"Ahh... ahh... Sasuke."
Desahan terakhir saat pria itu mengeluarkan tangannya dari lubang anal. Beberapa detik kemudian, napas teratur terdengar sebagai tanda sang lelaki dewasa menjemput mimpi indahnya. Meninggalkan seorang remaja lima belas tahun yang berdiri di luar kamar dengan tubuh bergetar-saat mendengar namanya disebutkan dengan erotis oleh sang ayah tersayang. Tangan berlapis kulit putih warisan sang ibu di surga menggenggam erat kemaluan yang masih tegak dan mengeluarkan sperma kental. Bibir remaja itu berucap lirih nama sang ayah setelah klimaks membawanya—menikmati surga dunia.
"Naruto—tou... san."
END
Pasti nanya/gak ada.
Kok Naruto tau punya Saskey besar. Kan masih remaja?
-Ya tau lah. Kan mereka sering ke bahu membahu menggosok punggung. Jadi pasti saling liat kan. Dan walaupun masih remaja, Saskey kan perkasa. ^_^
...
Kalau ada typo dan kesalahan penulisan, kritik saja ya. Saya menerima kritik dengan senang hati. Senang banget malah.
Ngeditnya subuh. Mata masih 5 watt pasca bangun. Takutnya ada nyempil kesalahan dalam penulisan ficlet ini ^^
Nantikan part 4-nya ya *wink
