Title: Tangan Gue Hilang
Chapter 3
.
Summary: Gara-gara ledakan gas elpiji yang dinyalain Professor Callaghan, Hiro kehilangan Tadashi dan sejak malam itu ia dihantui oleh sosok sang kakak. Tapi, ternyata dibalik semuanya ada sesuatu yang sangat Tadashi inginkan. Bukan Baymax, bukan pacar. Apakah itu?/Badsummary/OOC/Garing
.
.
Dengan sempoyongan Baymax berkali-kali menabrak tiang dan beton. Istilah low battery sudah membuat dirinya sangat-sangat greget pada balon marshmallow nggak enak ini. Sesudah beradu mulut dan juga beradu tanduk(?), mereka menyebrangi jalan raya yang lumayan sepi karena sore hari waktunya Car Free Day. Jadi, nggak ada peristiwa bundaran HI (baca: macet).
Sembari menopang maluk buntalan kentut itu, mereka melewati areal perkuburan yang sangat sepi dan horror. Hebat, kuburan ditengah-tengah kota futuristic dengan nuansa modern yang sangat memaksa. Ia dapat melihat kuburan kakaknya yang sengaja diberi router wi-fi dan modem, katanya kalau kakaknya kesepian bisa internetan. Nggak masuk akal'kan?
Angin dingin tiba-tiba berhembus, membuatnya merinding. Robot itu sudah merem-melek seolah habis meminum bir sampai overdosis. Sampai sesuatu yang Baymax katakan membuatnya hampir terjerembab ke jalan seiring dengan perasan bergidik yang menyetrum.
"Tadashi disini…"
Hiro dengan sebelah tangan merapatkan jaket dan mempercepat langkahnya. Perasaannya mengatakan bahwa perkataan itu sungguh membuatnya ajeb-ajeb bergidik. Andai saja Baymax masih 'normal' dan memindainya, bulu kuduk milik bocah itu sudah meremang semua. Sebuah benda terjatuh tepat depan keduanya membuat ia dan Hiro terjungkal kaget. Secara naluriah dan memori tajam 1000 gigabite(?), ia mengingat dengan cerita Tadashi tentang hantu yang menghuni areal angker luas ini.
Katanya, pas udah mau menjelang maghrib biasanya ada sesosok mahluk tak kasat mata yang suka menampakkan diri dan menagih sesuatu. Jika kamu tidak bisa memenuhi permintaannya, maka keesokan harinya nyawamu akan melayang dan…
"Baymax! Lariiii!" keduanya lari tunggang langgang ketika sesosok orang berdiri di areal perkuburan dengan tubuh menyeramkan. Sosoknya sangat horror, bahkan melebihi kehoror-an Kisame Hoshigaki, tokoh ninja di anime kesukaan bibinya. Sosok itu menggeleng-gelengkan kepala, dan melepas topeng yang ia kenakan.
"Ckckck…tuh bocah emang bandel bener ya. Udah ngintip gue pas nonton, eh, dia malah jalan-jalan sama cewek? Hadehh…" ternyata itu adalah Callaghan yang memakai topeng ANBU dengan tangan yang menopang pada sebuah batu nisan. Tiba-tiba sebuah suara terdengar dibalik batu-batu pemakaman. Bau hangus tercium menyengat, dan ia memilih untuk mengambil ancang-ancang untuk lari.
Sayang, tak semudah itu.
"T-tada..shi…" Profesor yang kini berubah status menjadi buronan alam kubur(?) yang dicari memelototkan mata pada salah seorang mahasiswa-nya. Benar. Yang berdiri didepannya sekarang adalah Tadashi Hamada. Tanpa malu dan sekaligus ketakutan, ia langsung sembah sujud memohon ampun.
"Mbaahhh…Mbah Tadashi..maafkan aye…" sejak kapan Profesor Callaghan belajar bahasa betawi?
Tadashi yang dimaksud ngangguk-ngangguk plus geleng-geleng, itu karena kepalanya mau copot—karena Callaghan langsung memandang lehernya—dengan ngeri. "Mbah, mbah. Pala'mu mbah peang? Ane maafkan ente, tapi ingat! Ada satu syarat…"
Callaghan sujud-sujud lagi, Tadashi keenakan karena baru seumur mati(?) dia melihat sensei-nya sembah-sembah gini. "Iya mbah-eh Tadashi?"
Tadashi nyengir. Gaya cucok banci taman lawang-nya Callaghan kambuh lagi. "Ihh bo! Suwer dah, cengirannya jelek banget! Eike ampe ngeri lohh.." si mahasiswa 'Masih Dunia Lain' itu bertambah cengo sekaligus kesel. Wah, dia dikatain cengiran jelek!
"Grr…oi professor jelekz! Sembarangan ngatain aye cengirannya jelek? Honey Lemon aja pernah kepincut sama ane eaa. Haha—gezz, hukumannya buat ente harus menyekrup kepala ane! Kalo nggak, ntar ane hantuin ente sampai modar! Khikhikhi~"
.
"Ya, Baymax, kita sampai!" Hiro segera membuka pintu belakang dan menarik Baymax seenaknya. Sampai-sampai ia menyadari bahwa..
"Kok rasanya kenapa…dingin? Kaku? Kayak…" ia menoleh ke belakangnya dan abrakadabra! Selamat bersenang-senang dengan miss hihi-haha yang sedang nyengir jelek(?) sembari menyisir rambutnya dengan satu tangan. Tanpa perlu dijelaskan lagi, si empunya segera tepar di pintu sampai bibi Cass menemukannya tergeletak di ambang pintu keesokan hari. Sedangkan Baymax sudah ditemukan oleh warga sekitar yang kebetulan melewati pemakaman. Ternyata robot aneh itu rupanya tertinggal.
.
.
Padang rumput hijau membentang seolah tanpa batas. Berbaris bunga lavender megitarinya, dan ia berjalan setapak demi setapak. Baru beberapa langkah, ia segera berlari dengan gembira. Tadashi! Kakaknya terduduk dibawah satu-satunya pohon sakura yang rindang di padang ini. Hiro menghampirinya guna melepas rasa rindu.
"Tadashi!"
Ia mendekatinya dan sang kakak tersenyum. Pakaiannya sungguh rapi dalam balutan jas. Ia memeluk dan melepas rasa rindu pada seme-tersayang-nya, sampai-sampai ia tidak menyadari bahwa Tadashi sesungguhnya sudah mati.
"Hiro?" ia mendongakkan wajah dan memandang wajah kakaknya. Tiba-tiba padang hijau itu berubah menjadi hitam, serta pohon sakura yang tiba-tiba melayu. Kelopak bunga menjadi serpihan abu, dan saat itu juga Hiro menyadari realitas sebenarnya.
"Tanganku…tanganku hilang, Bonehead! ARGHHHH!"
Saat itu juga ia terbangun dengan mochi di perutnya. Kucing gemuk itu memandangnya bingung ketika melihat tuannya yang terbangun dengan mata terbelalak dan bibir bergetar yang menggumamkan nama almarhum mendiang saudara coret seme-nya.
Baymax sudah pulih, dengan baterai yang 100%. Ia memindai Hiro dan memandangnya tanpa ekspresi. Hiro mengabaikan hasil scan Baymax, dan ia kembali mengingat bahwa saat pemakaman itu. Ada bagian tubuh kakaknya yang ia tidak lihat saat itu.
Tangan penuh dosa(?) Tadashi…masih belum ditemukan. Mungkin itu alasan mengapa ia sempat bermimpi menyeramkan tentangnya. Dan ia harus membuat sesajen dengan ajaran Mbah Fred. Ya, Fred adalah orang yang sebenarnya bermain dengan ilmu ghaib dan ilmu paranormal. Jadi, jangan bingung kalau ia sangat kaya karena itu adalah pesugihan(?) dan tampang seperti anak jalanan karena itu wangsit agar ia tetap makmur(?).
Pagi hari ini lah, ia melompat dari ranjang dengan satu lompatan ala ninja dan Mochi yang terpelanting kepada tubuh Baymax. Ala superhero kesiangan, ia memakai jaket baru cucinya dan berjalan melewati Bibi Cass yang menanyakan kabarnya. Keponakan kurang ajar, walah…
.
.
TBC to Chapter 4! Hahaha chapter dodol ini sukses bersambung lagi dengan hal yang pastinya lebih greget dan gila xD xD
Apakah Fred mau membantunya gratis? Bagaimana dengan Callaghan dan Tadashi yang sedang kelimpungan? Lalu, bagaimana nasib mikrobot? Apakah Baymax ada sangkut pautnya dengan perkataan 'Tadashi is here'-nya? Lanjutkan membaca kalian dan readers, terimakasih atas reviewnya ;3
See you again! Uoooo! *loncat dari kapal(?)*
