Hallo minna? Kangen sama aku? *tabok Readers.

Tak kusangka pada heboh dengan kata 'aniki'. Aku juga Heboh sendiri karena usulan itu adalah editorku. Awalnya bukan 'aniki' lo tapi Otou-san. HEH?! Tapi kalo dilihat-lihat benar kata editor ku. "memangnya Natsu umur berapa?" dan jadilah 'aniki'. Aku yakin kalo Otou-san pasti lebih heboh, coz pasti pada mikir, 'NIh Orang kok imajinasinya ngaco'… Lupakan.

OK gak usah banyak ngomong. Selamat Membaca dan Siap kan Hati kalian Setelah membaca ini. Aku peringatkan, disini ada Gore-nya, Tapi tidak separah yang aku pikirkan kok, Jadi tenang aja. Oh iya bagi pecinta salah satu 'karakter' yang akan mengenaskan, MAAF!

SELAMAT DATANG DI DUNIA IMAJINASI GAK JELAS AI_CHAN


"Cih! Kabur!" seru Natsu dingin. Senyuman menyeringai terpatri di wajahnya. Ia membalikan badannya dan menatap salah satu gang kecil. "Keluarlah…. Aku tidak akan menyerangmu…. Zeref." Kata Natsu. Pemuda rambut hitam kelam itu keluar dengan wajah datar. Matanya sedikit berkilat melihat Natsu.

"Kenapa kau memanggilku Natsu? Bukan…."sambil tersenyum ia melanjutkan, "Aniki?"


Fairy Tail © Hiro Mashima Sensei

..

Kuro Natsu Story By Sagara Ai

Kuro Natsu Editor By Shinigami Teru-chan

..

Rate : T

Warning: OOC, typo(s), GaJe, Semi Canon, Cover is Not mine

"Don't Like? Don't Read!"

Chapter 2 : Someone Has Die?!


POV NATSU ON

Gelap.

Sesak.

'Aku dimana?' tanyaku dalam hati.

Aku mencoba melihat ke semua arah untuk menemukan sebuah cahaya. Aku tak suka gelap. Aku menghela nafas lagi dan mencoba menarik kedua tanganku. Sial. Tanganku di borgol. Aku mencoba menarik kedua tanganku dengan kasar, tetapi hanya suara gemerisik dari rantai yang terdengar. Aku tahu kakiku juga di borgol walaupun aku tidak bisa melihatnya.

"Kau sudah bangun?" sebuah suara terdengar dari arah samping. Suaranya terdengar berat dan dingin tapi entah mengapa aku menyukai suaranya itu. Sepertinya aku telah lama mendengar suaranya itu.

'Siapa?' tanyaku. Mataku masih fokus ke arah sumber suara itu berasal. Tapi seberapa keras aku mencoba, aku tetap tidak bisa melihat sosok itu, karena ruangan tempat aku berada minim cahaya. Dia terkekeh pelan.

"Bukan siapa-siapa," ucapnya lagi. Huh?! Apa-apan jawaban itu! Kalau bukan siapa-siapa, harusnya dia tidak disini. Disini? Memangnya aku dimana? Aku menarik nafasku dan membuangnya perlahan.

'Lepaskan aku!' teriakku gusar sambil mencoba melepas kekang yang membelenggu kaki dan tanganku.

"Tidak!" ucapnya tidak kalah keras. Tubuhku langsung berhenti bergerak. Detak jantungku tak bisa diam. Sekilas tanganku gemetar tak karuan tapi aku alihkan dengan helaan nafas panjang.

Tiba-tiba sebuah layar besar berwarna putih muncul di hadapanku dan membuatku berpaling darinya. Aku melihat Lucy berada di layar ini. Wajahnya memerah karena kehabisan nafas.

'Ada apa ini? Lucy dicekik! Siapa yang melakukan ini?!' kataku bertubi-tubi. Sedikit panik melihat gadis blonde itu kesakitan.

"Kau."

Kata yang baru diucapkannya membuatku diam beberapa detik.

'Bukan aku! Lepaskan dia!' perintahku dengan nada penuh frustasi, namun tidak digubrisnya.

Aku menarik kedua tanganku agar bisa melepaskan borgol ini. SIAL! Masih tetap tidak bergeming. Sepertinya semua kekuatan sihirku dihisap oleh besi yang melilit kedua kaki dan tanganku.

Dengan sedikit kekuatan yang tersisa, aku berteriak memperingatkan Lucy.

'Lucy pergi dari sini!'

'Lucyyy!'

Setelah itu, mataku terasa berat, pandanganku kabur. Obyek terakhir yang kulihat adalah Lucy yang sudah pergi dibawa oleh salah satu kuncinya. Perlahan, layar putih itu padam dan sedetik itu juga pandanganku menggelap, mataku terpejam dan membuatku terbuai di alam mimpi.

POV NATSU OFF


Sinar rembulan menyelimuti seorang gadis stellar yang telah keluar dari tempat persembunyiannya. Setelah Aquarius mengeluarkan jurusnya, akhirnya ia terdampar di pinggiran kali kecil. Tempat itu biasanya digunakan untuk mengambil air dari sungai oleh penduduk di sana. Terdapat tangga kecil yang sudah berlumutan. Lucy yang sudah merasa bahwa keadaan telah aman, menaiki tangga tersebut. Tetes demi tetes air keluar dari baju dan rok mininya. Tak heran jika Lucy merasa kedinginan, karena angin malam ini berhembus kencang.

"Tinggal sedikit lagi," gumam Lucy sambil berjalan terseok-seok menuju guildnya.

Tak terasa ia sudah berada di depan guild yang megah itu. Lampu dalam guild masih terang benderang dan menandakan seseorang masih disana.

Krieettt!

Lucy membuka pintunya dengan pelan, tetapi sukses membuat berpasang-pasang mata menatapnya. Melihat keadaan Lucy yang mengenaskan, sontak anggota yang ada di dalam ruangan menghampirinya. Ternyata yang masih di guild hanyalah Erza, Wendy, Gajeel, Levy, Gray, Juvia, dan Mirajane. Lucy tahu bahwa mereka masih menyusun strategi tentang kemana Natsu pergi. Mengingat Natsu, Lucy jadi lemas dan kebingungan.

"Lu-Chan! kenapa kamu basah semua?!" seru Levy sambil mendekatinya. Ia memasang wajah khawatir dan itu membuat sedikit hati Lucy bergetar hangat. Ia takut apakah temannya akan mempercayai ceritanya tentang Natsu. Dari kejauhan Mirajane sudah mengambil handuk berwarna putih yang lumayan besar. Lucy tidak membalas ucapan Levy dan masuk kedalam Guild. Ia sudah tak kuat dengan angin yang menerpa tubuhnya. Gadis blonde itu duduk di salah satu meja terdekat dan diikuti teman-temannya duduk disebelahnya.

"Ada apa Lucy?" tanya sang titania, matanya meneliti setiap jengkal tubuh Lucy dan sedikit mengerutkan keningnya ketika melihat memar kemerahan di leher Lucy. Lucy sedikit jengah dengan tatapan Erza.

Mata karamelnya kemudian beralih ke arah Mirajane yang memberikan handuk dan segelas ocha hangat. Bibir Lucy memucat dan bergemelatuk dengan sendirinya. Perlahan-lahan ia mengesap ocha yang diberi Mira. Cairan hangat itu meluncur ketenggorokan dan membuat tubuh Lucy menghangat.

"Arigatou, Mira," ucap Lucy dengan tulus. Mira hanya mengganggukkan kepala.

"Kamu diserang ya?!" tanya Gray tiba-tiba dengan nada yang sangat tinggi. Lucy dan Mira langsung menoleh ke arahnya. Sedangkan Erza memincingkan matanya ke Lucy, berharap menemukan jawaban 'tidak'.

"Mungkin? Aku juga tidak tahu," jawab Lucy agak lama. Mata coklat Hazelnutnya sedikit meredup. Erza langsung menaikan alis kanannya dan mendecih pelan. Dia sedikit marah dengan Lucy karena jawaban yang diberikan Lucy tidak sesuai harapanya.

"Tadi aku bertemu dengan―" Lucy menghentikan ucapannya dan menunduk. "N―" lanjut Lucy tapi sayang terhenti karena benturan keras pintu guild menghalanginya.

BRAAKKK….!

"Huaaaaahhhhh!" teriak anak kecil berambut hijau tua. Tubuhnya terlumuri darah segar. Ia menangis tanpa henti. Semua anggota guild langsung menghampirinya.

"Ada apa? Kenapa menangis Asuka?" tanya Mirajane dengan lembut sambil memeluk tubuh Asuka yang bergetar.

"Ayah….. Hiks…. Ibu… Natsu-nii…..Hitam…. Hiks….. Mati…. Darah….Hiks… Hiks" ucap anak dari pasangan Bisca dan Alzack sambil menangis lebih keras.

Bulu kuduk Lucy berdiri, sebuah firasat buruk langsung muncul dan dengan cepat Lucy berlari menuju apartemennya. Melihat tindakan itu, semua yang tersisa di dalam Gulid mengikuti Lucy. Sementara itu Mira menggendong Asuka yang masih menangis mengikuti Lucy dari belakang.

Gray mendekati Lucy dan Erza juga mendekati Lucy yang berlari seperti kesetanan. Jalan menuju apartemen Lucy yang bisanya ramai kini sepi, membuat gadis pirang ini dengan leluasa untuk berlari.

"Ada apa Lucy?" tanya Gray ke Lucy sambil berlari menyamakan langkahnya dengan Lucy.

"Aku punya firasat buruk," ucap Lucy dengan raut wajah cemas dan marah.

Ia berbelok dan dapat melihat jembatan. Sedikit lagi mereka akan sampai. Setelah melewati itu, Lucy akan sampai di apartemennya. Beberapa langkah setelah melewati jembatan, Lucy mendapati dua sosok sedang berdiri berhadapan. Dari raut wajah mereka, Lucy tahu mereka sedang bertengkar. Sesosok pemuda berambut hitam legam dan pemuda berambut salmon ini tersinari oleh sang dewi malam.

Teman-temannya berhenti di belakang Lucy dan melihat kedua orang tersebut. Raut wajah mereka semua berubah drastis, mulai dari senang akibat Natsu telah ditemukan dan kaget karena ada sesosok pemuda kegelapan bersamanya. Lucypun mendekati Natsu dan diikuti teman-temannya.

"Natsu! Menyingkirlah dari situ!" teriak Erza sambil mengubah baju zirahnya menjadi Tenrin no Yoroi―sebuah baju zirah dengan besi melindungi dadanya dan sepasang sayap besi yang membantunya terbang.

Natsu melirik bosan. Pemuda berambut hitam itu langsung mendekati Natsu. Melihat gerakan itu, Natsu hanya tersenyum. Lucy yang mengenal sosok tersebut berteriak,

"Zeref! Kenapa bisa disini?!" pekik Lucy. Suara tangisan Asuka mengagetkan kelompok Lucy.

"Oh…. Bukannya dia itu anaknya dua orang tadi, nee Zeref?" tanya Natsu dengan nada sedikit di lembut-lembutkan.

"Apa maksudmu!" seru Gray. Natsu mendecih dan mengangkat tangan kanannya. Sebuah pusaran lubang hitam muncul dari atas.

Bruk

Keselebat bayangan muncul dari lubang itu dan terjatuh bertabrakan dengan tanah. Secapat kilat Mirajane menutup mata Asuka, menghalau pemandangan mengerikan itu dari manik hazel Asuka.

Pemandangan itu adalah tubuh-tubuh anggota Guild Fairy Tail―Bisca dan Alzack Connell― yang sekarang sudah terbujur kaku, tak bernyawa.

Mereka terbunuh dengan mengenaskan. Kepalanya terpisah dari badannya. Darah merah mengalir dari lehernya hingga membuat genangan merah. Baju mereka tersobek-sobek, bernoda hitam―warna darah yang mulai mengering, dan tangan kanan Bisca hilang!

Erza memalingkan wajahnya sambil memejamkan matanya, ia tak kuasa dengan apa yang ia lihat. Gray masih terpaku dengan apa yang ia lihat. Sedangkan yang lain berteriak histeris dan ada yang terisak karena itu. Bau amis dan karat membuat rasa mual muncul di perut Lucy. Tak tahan, ia pun mengeluarkan isi perutnya.

"A―apa yang kau lakukan!" teriak Gray sambil menebas angin di depannya. Zeref memalingkan wajahnya ke sungai. Suara tawa Natsu yang keras beralun di telinga mereka.

"Dia mengangguku," kata Natsu sambil tersenyum menyeringai.

Perkataan Natsu membuat darah Gray mendidih. Tanpa basa-basi Gray menyerang Natsu dengan sihirnya. Sebuah perisai hitam mengelilingi Natsu dan Zeref. Semua sihir yang Gray keluarkan, hancur karena perisai itu. Erza tak mau diam juga. Ia mengeluarkan sihir, seribu pedang mengelilingi Natsu dan Zeref. Suara siulan kagum keluar dari mulut sang pembantai Naga api merah ini. Dengan serentak, Semua pedang menghujam perisai Natsu.

Prang!

Perisai Natsu akhirnya pecah. Satu pedang yang tersisa berhasil mengenai tangan Natsu. Perlahan-lahan darah hitam keluar dari sobekan itu. Natsu menyeringai lagi. Ia mengesap darahnya sambil tersenyum.

"Cuma ini kemampuan kalian?" ejek Natsu sambil terkekeh.

Zeref yang dibelakangnya tidak terluka sama sekali. Ia masih termenung memikirkan sesuatu. Pemuda berambut salmon ini, langsung menyerang Erza dengan tendangannya. Erza terpental sangat jauh, hingga baju zirahnya harus remuk akibat tendangan Natsu . Karena serangan itu Erza tidak sadarkan diri. Setelah sang titania dikalahkan, Natsu menuju korban selanjutnya.

Natsu yang berdiri di daerah lawannya, mengarahkan tinju ke Gray. Gray yang tahu hal itu langsung mengeluarkan sihir perisai esnya. Sayang sekali, sihirnya hancur dengan mudahnya hingga ia harus terpental dan tercebur di sungai kecil.

"Gray-sama!" teriak Juvia sambil meloncat masuk ke dalam air sungai itu dan memeriksa keadaan si penyihir es. Juvia bergidik ngeri melihat luka-luka yang mengiasi dada bidang pria pujaannya itu. Ia tidak menyadari kalau Gray bisa dikalahkan dengan mudahnya.

Sementara itu, Mirajane yang melihat Gray dan Erza sudah kalah, langsung berubah menjadi monster dan terbang sambil membawa Asuka, menjauh dari pertarungan sesama anggota Fairy Tail itu. Dari atas, Mirajane bisa melihat kerusakan yang diakibatkan teman-temannya itu. Tembok-tembok hancur, pohon yang membeku akibat sihir Gray, lubang-lubang akibat sihir Erza, dan masih banyak lagi. Agak jauh dari Natsu berada, Mirajane bisa melihat Gajeel yang sedang melindungi Levy dan Wendy yang sedang menyembuhkan Lucy dari mualnya.

Dengan sangat terpaksa ia harus meninggalkan teman-temannya karena harus membawa Asuka ke tempat aman. Ia menatap gadis kecil yang sedang digendongnya. Tangisan Asuka sudah berhenti, namun bukannya lega, Mirajane merasa khawatir ketika melihat cahaya keemasan di mata Asuka meredup. Hampa, seolah-olah mati.

Setelah Mirajane pergi, Natsu berjalan mendekati anggota Fairy Tail yang tersisa. Seorang pembantai naga besi, dan tiga orang gadis.

"HAHAHAHA! Dasar Lemah!" ucap Natsu dengan tawa meremehkan sambil memegang kepalanya. Dia melihat Gajeel dengan posisi bertahan.

"Berikan gadis blonde itu!" seru Natsu sambil menunjuk Lucy. Lucy berusaha sekuat tenaga menghilangkan rasa mualnya untuk melihat Natsu. Gajeel tetap diposisi bertahannya sedangkan Levy dan Wendy dengan posisi menyerang. Natsu menghela nafasnya dan memejamkan matanya.

Aura gelap muncul dari kedua kakinya dan pelan-pelan merayap ke seluruh tubuhnya. Sebuah lapisan hitam mengelilingi tubuh Natsu, dan sedetik kemudian lapisan itu pecah berkeping-keping. Raut wajah Natsu berubah. Raut wajah yang biasanya memancarkan keceriaan dan kehangatan kini terpenuhi oleh kejahatan dan kelicikan. Rambut merah salmonnya berubah menjadi sehitam bayangan malam. Zeref yang merasakan itu langsung tersadar dari lamunannya. Gajeel, Wendy, Levy dan Lucy langsung mengumam tak percaya tentang perubahan Natsu.

Dengan cepat Natsu membuka matanya dan menatap tajam ketiga orang yang ada dihadapannya. Entah sihir apa yang dikeluarkan Natsu sehingga membuat Gajeel, Levy dan Wendy serasa ditatap oleh ribuan mata. Tubuh mereka menjadi kaku dan gemetar ketakutan. Natsu berjalan masuk kedalam pertahanan Gajeel dan menarik lengan Lucy dengan kasar. Tubuh Gajeel, Levy dan Wendy tidak bisa digerakkan, mereka hanya bisa melirik dan melihat Natsu menarik Lucy dengan kasar. Lucy meronta-ronta dan menarik tangannya.

"Aniki…. Sepertinya aku akan mengikuti rencanamu," kata Zeref sambil tersenyum datar dan sukses mebuat Natsu menghentikan langkahnya.

Natsu langsung melepaskan pegangannya ke Lucy dan menghampiri Zeref. Ia tersenyum menyeringai sambil menepuk bahu Zeref, dan berkata,

"Benarkah?! Ini baru Otouto ku."

.

.

.

.

.

.

.

.

.TBC.


Yatta *tebar Bengbeng Huzelnut!

Gila! Setelah baca chap ini, aku jadi bayangin kalo Natsu di komiknya bakal gini. Huah~ pengen liat Natsu jahat~~~

Ayolah, siapa yang bisa gambar karakter Natsu, Aku boleh request Natsu jadi jahat? Pasti gambarnya tak abadi kan…. HEHEHE… lupakan

Balas Review YUK ^_^

Ryuukazekawa: Ryuu-san terimakasih sudah nge-review lagi! ^0^. Untuk Natsu kerasukan apa, mungkin ada bocoran di chap berikutnya Semoga chap ini memuaskan.

Luna D'N. Jell: Ha…ha…ha… Thanks Luna-san. Maaf klo update lama ^_^

Guest (1): Ini udah update ^_^ maaf kalo telat. Thanks for RnR. :D

Ahaurats-FT: Ok, tak terusin. Thanks udah Read dan review ^o^

Marianne Gloria: Sepertinya bukan Zeref biang keladinya deh… Aku juga tidak tahu, setiap mikirin Fict ini, Selalu aja berubah plotnya. Contohnya kemarin, Sebenarnya aku maunya Natsu jadi ayahnya Zeref. Tapi oleh editorku di bilang gini "emangnya Natsu umurnya berapa?" setelah dengerin ucapan ini, Aku malahan ketawa terus. Trus Editor ku ngusulin Aniki aja. Ya udah jadinya aniki. Besoknya setelah di postkan. Kok malahan pengennya si Natsu itu Otouto? Wah galau aku. Siapapun Natsu nanti, pasti pada syok. Aku juga kadang-kadang syok ^o^.

Hanara Vg Ryuu: Itu rahasia ^_^. Hana-san tunggu di chap berikutnya, pasti bisa menjawab pertanyaannya. Pokoknya siapapun Natsu nanti, jangan marah ma aku ya. :D soalnya ini hanya imajinasiku yang liar. *Plak! Alay li Ai-chan. Thanks for review :D

Namikaze Dragfillia: Hehe…. Tunggu chap selanjutnya ya. Biar Nami-san tahu atau menjawab pertanyaannya :D. Kalau untuk ceritanya dipanjangin, aku tak janji soalnya ai-chan malas ngetiknya. Coba ada alat yang bisa langsung ngetik dengan berfikir saja. Weidih, tak kasih jempol empat deh itu yang buat. (2 jempol tangan dan 2 jempol kaki) ^0^

Gust (2): Memang gelangnya yang bikin Natsu begitu….Untuk akhir cerita, tergantung Guest-san yang memandangnya. Bisa sad, Happy atau Gantung. Thanks for review

Chiaki Heartfilia: Ok sekarang udah update. Untuk tamatnya tergantung dari sudut orangnya melihat looooo… Aku sekarang dilanda galau tamat nih….. hehehehe :D

Hm: Iya itu penyebabnya. Gelangnya hitam dan aneh membuat orang yang anehpun tambah aneh, Bisa dibayangkan kan? *dibakar Natsu. Thanks for review :D

Tia Ikkimaze-Chan: Selamat datang Di FiCt Ini! Terimakasih udah sempat baca Fict ini dan Fict BOF-ku. Benar kata Tia-chan bahwa di tubuh Natsu ada dua jiwa. Ao No Exorcist ya?! Wah mendengar namanya bikin aku kangen, Apa lagi cerita lepas adiknya yang memiliki banyak Tai lalat. Ngakak abis. Tapi sayang udah tamat. Aku Jadi pengen nonton animenya lagi….. Tia-Chan tahu anime kayak gitu? 07-Ghost juga bagus lo. Wah dilema… Thanks udah Review Yak! :D

Adera Heartfilia:OK ini udah Update, Maaf tlat updatenya. Thanks udah Review and Reading.:D

Alicia Usagi:Untuk Ending, Tergantung Alicia-san melihatnya ya. Bisa sad, Happy dan Gantung. Oh iya Alicia-san di Chap ini ada yang mati, sesuai dengan pemikiran Alicia-san. Makasih udah menambah inspirasiku ^_^

Kazuka Kujoyou Tsamia-Chan: Kalau kazuka-chan merinding pas Lucy di cekik, Aku merinding pas Natsu mengelus pipi Lucy. Gila! Bikin aku merinding dan susah ngetiknya. Ini pertama kalinya aku buat adegan NaLu dalam pikiranku sendiri! *Biasa wae* Dan aku sedikit syok dengan penuturan oleh Editorku sendiri. "itu mah biasa." What?! biasa? Atau aku memang gak bisa bikin Romance ya? Parah. Makasih udah baca dan Review! :D

ANYWAY THANKS FOR READ AND REVIEW!

Mind To Review?