Latar Belakang OC

Chapter 3

Dugonx and Saga..

By: CeleronM

A/N: Akhirnya Giliran saya yg ke tag buat ngelanjutin cerita.. dan sesuai dengan pesanan dari Makino karena dia mau liat gimana ancurnya kisah cintrong antara Dugonx dan Saga..wkwkwwkk.. oke deh buat semua yang baca jangan lupa sediain ember dan silahkan muntah-muntah dan bermabok-mabok ria pas baca ini dijamin ancur banget..(soalnya author ga jago bikin fic cinta yg bener2 romantis kalo pemerannya mesti author atau gak ya OC-nya sendiri..haha)

-selamat membaca..-


*Aku..

Namaku Dugonx (entah kau menganggap ini nama asli apa bukan, yang pasti ini nama dari penciptaku yang semena-mena ngasih nama ancur kayak gini), umur 23 tahun, dan berjenis kelamin wanita. Ya.. dilihat dari namaku yang aneh itu banyak orang yang bertanya-tanya kalau aku ini cewek atau cowok. Aku ini berdarah campuran BEL-ANG alias BELanda jepANG jadi emang bener-bener belang deh..haha..

Sejak umur 12 tahun aku sudah ditinggal pergi oleh orang tuaku mereka meninggal karena keduanya terserang penyakit kanker. Sebelumnya aku ini telah menetap di Indonesia tepatnya di Palembang, Sumatera Selatan. Ya, aku telah tinggal di Palembang selama 18 tahun dari umur 5 tahun bersama orang tuaku sampai akhirnya mereka dimakamkan disana.

Tapi, kehilangan mereka bukanlah akhir dunia. Aku masih bisa kok bertahan sampai saat ini. Pernah aku menjadi guru ekonomi di salah satu sma disana(hehehe.. disana aku ini guru termuda) dan lagi dirumahku, aku usaha jualan pempek lho.. kata orang pempek buatanku ini enak banget.. (jarang2 nih OC jualan pempek kayak gini wahahaha- aduh aku ini malah menjatuhkan nama OC banget haha).Jadi nggak heran juga sih sehari bisa dapet banyak pesanan. Dari dulu aku emang suka sama makanan khas Palembang ini. Maka dari itu, ketika aku berhenti jadi guru karena alasan pribadi entah datang dari mana tapi aku ingin menjadi female saint di Sanctuary. Aku dah siap di tempa segala ujian untuk menjadi female saint di Sanctuary. Sudah kuputuskan bulat-bulat walaupun nyawa taruhannya.

Rasa kangen akan kota Palembang apalagi pempeknya membuat aku kurang betah disini.. tapi lambat laun setelah aku bertemu seseorang lama-lama aku jadi betah juga berada disini hihihi.. wah dasar..

**Bagaimana Cinta Bisa Berawal Dari Sekotak Pempek

Setelah resmi menjadi female saint dan ditugaskan di kuil gemini bersama Saga. Setiap hari pemandangan jadi berubah drastis menjadi tempatpelatihan para Saint Muda yang layaknya hutan sih setiap hari kalau gak bantuin ngerjain tugas laporannya Saga ya pagi-pagi berlatih bersama Saga, sparring bareng kadang dia juga suka melatihku.

Trus pas lagi memperagakan jurus-jurus lainnya ya ampun kadang cengok ngeliatin mukanya sambil senyum-senyum tapi untungnya terhalang sama topeng. Kadang aku berpikir " Saga mukanya kayak Instruktur Senam.. ah coba dari dulu ada instruktur aerobik kayak dia" kadang berpikir juga "Gak nyangka Saga udah 28 tahun" lalu pikiran yang amat bodoh "apa Saga itu suka padaku ya?" " kenapa bisa suka sama Saga sih?". "Saga..Saga..Saga.. ampe pala gue peyang juga Saga mulu,, aduh dasar deh,, gini nih sindrom jatuh cinta maunya mikirin dia mulu ampe diri sendiri gak dipikirin"

Terkadang juga suka bersih-bersih kuil gemini bareng dia. Ya ampun udah serasa satu atap sama dia. Dia itu orangnya dewasa, jelas terlihat dari usiannya dan lagi dia itu baik banget, perhatian tapi kalau kumat dia bisa jadi devil yang nyeremin.. sebenernya dia itu punya dua kepribadian ya? Ah aku tak tahu yang penting aku suka sama dia..

Dan bagaimana caranya dia bisa suka padaku?

Sampai suatu hari entah ada angin apa dia mengajakku untuk pergi jalan-jalan

"Dugonx"

"Ya"

"jalan-jalan yuk be-te nih disini"

" oh jadi seorang saga bisa kenal be-te juga ya..kirain gak pernah empet di kuil mulu"

"kan gue juga manusia biasa dan lagi gue gak punya temen buat jalan-jalan"

Di hatiku aku ingin tertawa lebar dan rasanya tidak tahan untuk menahan tertawa geli.

"hahaha.."

"kok ketawa?"

"nggak apa-apa kok.."

"jadi kamu mau ga?"

"hahaha..iya.."

Tiba-tiba ia menyimpulkan senyuman ke arahku dan aku pun jadi pengen nyemprot mukanya dia pake baygon saking saltingnya ngelihat mukanya Saga.

Keesokan harinya aku dan dia jalan-jalan sambil memandangi indahnya laut dan pantai dari sebuah jembatan.

"akhirnya bisa memandangi lautan" katanya sambil tersenyum ke arah lautan.

"memangnya kamu gak pernah kesini?" tanyaku

"jarang..aku gak punya waktu kesini"

"Saga , kita duduk disana yuk, capek kan berdiri disini mulu"

"ya benar juga.."

Setelah kita pindah untuk duduk di sebuah bangku. Tiba-tiba angin sejuk berhembus.

" Ini.. Kalau mandangin laut lebih enak kalau sambil makan" lalu Dugonx menyodorkan sebuah kotak makanan ke Saga.

"apa ini?" tanya Saga

"Buka saja.." jawabku

Ketika Saga membuka kotak makanan ia tidak tahu makanan apa itu dan memasang tampang yang terheran-heran.

" ini makanan apa Dugonx?"

" itu namanya pempek, itu makanan khas Palembang cobain deh pasti kamu suka"

A/N: ciyee.. biasanya kan cewek-cewek ngasih bento atau cokelat yah pokoknya masih normal lah kalo Dugonx asli pempek tapi tetep nggak kalah enaknya dibandingin bento..

"pem-?"

"pempek"

"wah ini makanan baru ya, kok gak pernah liat ya? aku makan ya"

Komentar dugonx dalam hati " jelas lah lo gak pernah makan , orang jelas-jelas asli MADE IN PALEMBANG!!! "

Pas pempek buatanku dimakan sama Saga ya ampun rasanya melayang-layang kayak diterbangin angin. Dan rasa senang yang tak karuan ini seperti pintu surga firdaus terbuka lebar bagiku.

"gimana enak gak?" Tanyaku.

"enak, ini enak banget aku blom pernah nyobain makanan kayak gini, kamu ternyata pinter masak ya" puji Saga.

"oh ya, makasih" sebenernya dalam hati gue berkata lain "alah kampung banget lo.. baru makan pempek doank kayaknya seneng banget..hehe tapi makasih banget udah suka.. kyaaaa.." ///

Aku bangga banget ketika ia melahap pempek buatan aku. Bagaimana rasanya bila masakan kalian disukai oleh orang yg kalian cintai? Pasti emas segunung pun tak cukup untuk menggambarkan rasa senang dihati kalian.

Dan yang paling penting gimana gak seneng dan pengen deh tertawa geli kalo melihat seorang Gemini Saga ternyata suka makan pempek.

" aku suka pem- apa ya tadi namanya''

"pempek"

"iya, aku suka pempek buatanmu Dugonx rasanya pedes-pedes gitu tapi enak.. aku jadi mau tambah"

" soal itu, karena disini jarang banget yang jual ikan Tengiri makanya aku buatin cuman segitu doang.. tapi kalo kamu ke rumahku aku buatin pempek berapa pun yang kamu minta"

" tapi..walaupun sedikit, aku tetap suka sama masakanmu.. terimakasih ya Dugonx"

Wajahku seketika memerah padam dan lidahku tiba-tiba terucap dengan sendirinya

"a..aku juga suka..kalau kamu suka.."

"hmm.."

"tidak! Bukan apa-apa.." kemudian Dugonx membuang mukanya seketika.

Saga masih memandangiku lalu ia menutup kotak makanan itu dan segera berdiri

"ayo kita pergi dari sini" kata Saga.

"hei, mau kemana?"

"kita ke pantai, kita lihat sunset bersama"

"a..apa katamu?"

"ayo cepat..nanti kita terlambat"

"iya baik-baik"

Setelah itu kami berdua memandangi sunset bersama sebenernya romantis ya tapi aku gak bisa berpikir sisi romantisnya. Gara-gara masih inget Saga makan pempek.

"Dugonx.."

"Iya"

"kata orang kalau memandangi sunset itu romantis ya"

"iya..kali.."

"kau mau memandangi sunset bersamaku?"

"laaah kan kamu yang ngajak tadi.."

"iya maksudnya"

Tiba-tiba Saga menggenggam kedua tanganku

"maksudku memandangi seterusnya bersamaku?"

Aku masih tidak mengerti apa maksudnya.

"kau juga suka kan sama aku" kata Saga tiba-tiba.

Aku hanya terdiam sambil menatapnya. Komentar dalem hati sambil menaikkan sebelah alis ku " Tau dari mana lo!? Jangan-jangan lo dah baca-baca buku akuntansi gue kan ada coret-coretan gue love saga lah, saga ganteng, saga bego, mau tapi malu, tiada tuhan selain Allah, bumi adalah kita, ketika pasir berbisik, saat rumput bergoyang, terus ninja Saga, saga the ninja assassin, pokoknya goblok deh.."

"aku.." Saga menunduk dan terlihat bahwa ia seperti deg-degan.

"sebenernya aku.." tangannya gemetar saat menggenggam tanganku.

"iya sama, aku juga menyukaimu Saga" kata Dugonx sambil tersenyum.

"kalau begitu baguslah.." jawabnya senang

"maksudnya?"

"kalau begitu aku gak usah repot-repot bilang cinta padamu"

"dasar.. bilang aja gak berani.."

"enak aja.."

"huh..tapi kenyataannya kamu bilang gitu tadi"

Akhirnya aku dan Saga malah debat dengan gak jelas yang pasti kita jalan-jalan lagi sampai malam dan tak terhitung waktu lagi. Lagipula kapan lagi bisa berduaan sama Saga.. hehehe..

Yang pasti kita sudah resmi jadian lho kawan-kawan..hahaha.. ampuh kan jurus pempek buatan Dugonx.. ya ampun ancur banget deh nih cerita maaf ya soanlnya yang ini sudah kuringkas, dan maaf juga kalo banyolnya terkesan kurang, sebelumnya lebih panjang lagi.. Ya begitulah akhirnya maaf sekali lagi Author bener-bener gak jago bikin cerita cinta klo tokohnya OC atau author sendiri.

Semoga kalian suka ya.. ^^ hehehehe.. *,*

-END-

Selanjutnya Ku Tag: Lododeh dengan cerita bersama Shaka..