Posesif
Disclaimer : Bleach bukan milik saya melainkan punya Tite Kubo sensei, saya hanya meminjam karakter-karakternya untuk kepentingan pembuatan fic ini.
Note : AU, maybe OOC, DLL...
Pairing : Absolutely UlquiHime
Fic ini bercerita tentang masa kecil ulqui dan orihime.. karena aku lihat di fandom bleach blm ada cerita ttg ulqui m hime wkt mereka kecil. Fic pertamaku di bleach.. karena biasanya saya main di fandom naruto... mohon bimbingannya.. ulquiorra disini aku buat menjadi anaknya aizen dan hinamori ya... jadi jangan kaget kalau nama belakang ulqui bukan schiffer..
XXXXX
3 hari berselang setelah kejadian di taman waktu itu. Ulquiorra tampak serius sekali untuk membuat Orihime menjauh dari Ichigo bagaimanapun caranya. Cara pertama yang Ulquiorra tempuh adalah pindah di sekolah yang sama dengan Orihime. Bahkan Ulquiorra terus merengek pada orang tuanya supaya di pindahkan ke TK yang sama dengan Orihime. Ingat, Sedatar-datarnya raut wajah Ulquiorra tetap saja ia hanya seorang bocah laki-laki berumur 5 tahun yang akan merengek pada orang tuanya agar kemauannya di turuti oleh orang tuanya.
Sikap Ulquiorra yang aneh ini, membuat Aizen dan Hinamori selaku orang tua Ulquiorra bingung, tidak biasanya putra mereka merengek seperti ini hanya untuk di pindahkan di TK Karakura, sebuah TK biasanya dan kalah jauh dengan TK Hueko Mundo.
Di sekolah Ulquiorra juga telah melaksanakan rencananya yang lain, tidak hanya dengan Ichigo. Semua bocah laki-laki yang mendekati Orihime satu persatu ia jauhkan dari Orihime. Membuat posisi Ulquiorra menjadi nomor 1 yang menjadi teman laki-laki untuk Orihime. Kalau teman perempuan sih Ulquiorra membebaskan Orihime.
"Orihime ayo kita pulang."
"Hm," Orihime menganggukkan kepalanya menyanggupi ajakan Ishida yang mengajaknya pulang, belum pernah ada teman laki-laki selain Ulquiorra yang mengajaknya pulang bersama.
"Tidak Boleh!"
Sebelum Orihime melangkahkan kakinya keluar kelas, suara datar Ulquiorra menghentikan langkahnya mengikuti Ishida.
"Kenapa tidak boleh?" Ishida terlihat sedang menantang Ulquiorra, siapa coba Ulquiorra berani-beraninya melarang Orihime untuk pulang bersamanya.
"Dia temanku."
"Orihime juga temanku kan."
"Dia bukan temanmu."
"Temanku!."
"Bukan!"
"Temanku!"
"Bukan!"
"Tema-"
"STOP!" Akhirnya Orihime menghentikan perdebatan konyol kedua temannya ini.
"Aku benci kalian beldua." Orihime meninggalkan keduanya dalam diam, sadar kalau di tinggal Orihime, Ulquiorra langsung mengejar Orihime meninggalkan Ishida dibelakangnya yang nampak shock setelah di bentak Orihime.
"Onna, tunggu.." Orihime tidak mempedulikan Ulquiorra yang memanggil namanya. Ia terus berjalan, bersikap acuh tak acuh. Raut wajah Orihime tampak kesal, bibirnya juga mengerucut sehingga membuat wajahnya terlihat amat sangat imut. Didalam pikiran gadis kecil itu saat ini adalah 'Kenapa sih Ulqui selalu melalangku berdekatan dengan teman-temanku yang lain?'
Orihime hanya tak tahu kalau dirinya tengah di monopoli oleh Ulquiorra hanya untuknya seorang.
GREP
Ulquiorra menangkap tangan Orihime membuatnya terhenti. Orihime membalikkan badannya kebelakang menatap Ulquiorra.
"Jangan membenciku," Ulquiorra memandang Orihime dengan pandangan yang menggemaskan, datar bercampur sedih (?)
Tatapan Ulquiorra yang seperti itu mau tidak mau membuat Orihime luluh," Tapi kenapa aku tidak boleh dekat dengan teman laki-laki selain kamu Ulqui?"
Raut muka Ulquiorra kembali datar, saat mendengar Orihime menanyakan alasannya. Tidak, Ulquiorra hanya ingin memonopoli Orihime untuk dirinya. Sebuah pemikiran yang terlalu dewasa bagi anak berusia lima tahun.
"Karena kau Tuan putri, seorang Tuan putri tidak boleh berdekatan dengan rakyat jelata. Tuan Putri harus dengan pangeran yaitu aku," Orihime memiringkan kepalanya mencerna perkataan Ulquiorra.
"Um, jadi aku tuan putli dan kamu pangelannya?"
Ulquiorra tidak mengangguk dan juga tidak menggeleng, jika orang yang belum memahami Ulquiorra pasti mereka berpikir kalau Ulquiorra tidak menjawab tapi lain dengan orang yang sudah dapat memahami watak Ulquiorra jadi Orihime juga paham dengan bahasa tubuh Ulquiorra seperti apa saat ini.
"Ayo, kita pulang," tanpa menunggu jawaban dari Orihime, Ulquiorra segera menarik tangan Orihime keluar dari sekolah dan berjalan menuju gerbang sekolah dimana telah ada supir Ulquiorra yang telah menunggunya.
Supir itu membukakan pintu setelah ia melihat tuan mudanya datang bersama seorang gadis cilik yang membuatnya merengutkan alisnya sedikit. Tumben sekali tuan mudanya mempunyai teman seorang gadis selain Nelliel (sepupunya).
"Pak kita antar Orihime dulu lalu kita pulang."
"Ha'i Ulquiorra-Sama."
Selama perjalanan pulang ke rumah Orihime, di dalam mobil kedua anak kecil itu berkomunikasi, umm sebenarnya yang hanya berbicara dalam komunikasi mereka hanyalah Orihime saja, sedangkan Ulquiorra hanya mendengarkan semua yang di bicarakan oleh Orihime.
Nampaknya Ulquiorra terlarut dalam lamunannya memandangi wajah imut Orihime yang sedang mengoceh.
"Ih, Ulqui... kamu dengelin aku gak sih?" Orihime memukul pelan lengan Ulquiorra yang membuatnya tersadar kalau sedari tadi dia terus memandangi wajah Orihime atau lebih tepatnya mengagumi atau entahlah author juga bingung gimana jelasin tentang raut wajah Ulquiorra kalau memandangi Orihime.
"Aku mendengarkan Onna.."
"Benalkah?"
"Kalau gitu apa yang aku katakan tadi?"
'Mati aku.' Batin Ulquiorra. Memang dari tadi Ulquiorra sama sekali tidak berkonsantrasi dengan apa yang sedang Orihime bicarakan. Anak laki-laki itu terlalu berkonsentrasi memandangi wajah imut Orihime.
"Um, Tadi kau..."
"Kita sudah sampai Ulquiorra-Sama," mendengar suara dari sopirnya yang mengatakan kalau mereka sudah sampai di rumah Orihime membuat Ulquiorra menghela nafas lega karena terbebas dari pertanyaan Orihime. Sikap menghela nafas Ulquiorra tadi tak luput dari pengamatan sang sopir yang sedari tadi mengamati mereka berdua dari kaca spion.
Yang membuatnya mati-matian menahan tawa melihat tingkah tuan mudanya yang terlihat sekali sangat menyukai Orihime. Supir itu pun segera keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk teman tuan mudanya (calon kekasihnya kelak) diikuti oleh Ulquiorra yang juga ikut keluar mengantar Orihime.
"Ne, Ulqui telima kasih sudah mengantalku pulang," Orihime tersenyum manis ke Ulquiorra yang membuat pipi Ulquiorra terdapat semburat tipis berwarna merah yang mati-matian ia tutupi dengan wajah datarnya.
"Hm."
Saat Orihime hendak membalikkan tubuhnya untuk masuk ke rumah, Ulquiorra memanggilnya," Onna."
"Ya?" Ulquiorra maju kedepan hingga tepat berada di depan Orihime.
"Ingat, tuan putri hanya boleh bersama pangeran... tidak boleh bergaul dengan rakyat jelata." Orihime menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti dan ia pun tersenyum pada Ulquiorra.
"Iya, Ulqui-Kun..."
Ulquiorra mendekatkan wajahnya pada Orihime dan kemudia..
CUP
Entah sudah yang keberapa Ulquiorra telah mengambil kesempatan untuk mencium bibir Orihime lagi. Adegan ciuman yang di lakukan oleh tuan mudanya mau tak mau membuat sang sopir yang menyaksikan mereka ternganga. Ia benar-benar tak menyangka kalau tuan mudanya yang di kenalnya sejak kecil selalu berwajah datar dan kaku dapat berubah sedemikian besarnya karena gadis kecil itu.
Betapa hebatnya efek jatuh cinta pada seseorang, yah meskipun untuk kasus Ulquiorra, ia belum mengerti tentang arti jatuh cinta. Tapi, jika di lihat sekilas saja kan sudah tampak jelas kalau ia sedang jatuh cinta dengan Orihime di usianya yang masih amat sangat belia ini.
Setelah mencium Orihime ia kembali memasang wajah datar dan berpamitan pulang ke Orihime.
"Aku pulang dulu, Jaa.." Sang sopir yang telah sadar dari keterkejutannya segera membukakan pintu mobil untuk tuan mudanya. Dia membukukkan badan ke arah Orihime tanda ia juga berpamitan, yang di balas oleh Orihime dengan berojigi juga.
Mobil Ulquiorra pun segera menjauh dari rumah Orihime, meninggalkan Orihime yang melambaikan tangannya menatap mobil temannya itu,"Jaa, Ulqui.."
To Be Continue
A/N : Yo...Yo... Readers bagaimana kabar kalian semua?sehat-sehat kan? Saya kembali lagi untuk update fic ini.. makin geje ya fic ini? Huhuhuhu...T_T Gomen kalau saya updatednya telat banget dan ngaret.. tapi yang penting sdah updated kan *watados..
Oh ya gomen juga kalau kemarin saya lagi labil membuat orihime cadel pa gak... tapi saya telah memutuskan kalau orihime disini adalah cadel. Gomen buat chap kemarin ya readers...
Nah sekarang waktunya balas review.. (yang login pakek akun aku balas di PM ya):
Wely : hehehe gomen kakak kalau pendek... kalau ngaretnya ya tau ndri kan kakak gimana diriku *plak #banyak alasan.. yo kakak review lagi ya.
AnimeaLover Yaha : Yo, Arigatou... Ini sudah di lanjut.
Saya ucapkan terima kasih untuk readers semua... yang udah baca, fav dan mem follow ceritaku... tanpa kalian aku bukan lah siapa siapa...
Sampai jumpa di cerita ku yang lainnya.. jaa nee...
