(Naruto POV)
(Normal POV)
#backsound - So weightless, David Choi
Stage 3: Honeymoon
Semua orang menamakannya seperti ini, untuk alasan bagus tentunya. Dimana tahap ini merupakan waktu bagi kita untuk menunjukkan dan mengekspresikan seluruh perhatian serta perasaan antara satu sama lain, juga melakukan hal-hal yang dilakukan oleh sepasang kekasih.
Langit mulai menimbulkan gurat-gurat merah, pertanda matahari hampir terbenam. Di sore hari yang cerah, Naruto mengajak Sakura berjalan-jalan di atas jembatan, menikmati pemandangan sunset di ufuk barat. Mereka saling bergandeng tangan, sampai akhirnya Naruto memeluk gadis di sampingnya mesra, tak lupa sesekali ia menyentuhkan hidungnya di atas pipi mulus milik kekasihnya. Mereka terlihat sangat bahagia, tawa dan senyuman cerah terpancar jelas pada wajah mereka masing-masing.
Ini adalah mimpi menjadi kenyataan. Gadis yang aku inginkan, sangat sangat aku inginkan telah menjadi milikku.
Sepulangnya dari berjalan-jalan sore, Naruto sepakat mengajak Sakura menikmati se-cup yoghurt. Sambil menggendong Sakura yang sibuk menyuapinya dari belakang, Naruto berlari-lari dengan maksud menjahili Sakura. Mereka tertawa senang.
Tapi, api yang tadinya membara, perlahan-lahan menyusut, dan kami berdua kembali seperti biasa. Back to normal.
Minggu berikutnya, tidak ada lagi acara saling gendong ataupun suap-menyuap. Sakura menikmati yoghurtnya sendiri, begitu pula Naruto. Mereka saling bercerita tentang hari masing-masing, sesekali Naruto mencuil sesendok yoghurt Sakura.
Akhir dari semuanya, kami memiliki gambaran mengenai satu sama lain, tahu akan detail kehidupan sehari-hari antara kami—
Bola mata safir—yang biru sejernih langit siang—melirik gadis merah muda di sebelahnya. Kelihatannya ia tengah asyik menggerakan jemari lentiknya menekan tombol-tombol blackberry. Mungkin sedang asyik dengan seseorang bernama—Ino Yamanaka. Sekiranya itu yang tertangkap kedua mata Naruto. Pemuda itu kembali menyendok yoghurt dalam genggamannya, kembali mengacuhkan Sakura.
—dan seperti kebanyakan pasangan normal lain, kami memasuki tahap ke empat.
.
.
.
.
To be continued.
.
.
.
.
Author's note:
Lily Purple Lily, makasih sudah difave! Sy terharu *hiksshikss* :3 tiap chapter menggambarkan tiap-tiap stage, jadi skrg udh stage 3 berikutnya masuk stage 4 :)
Gui-gui, gomen. :O jadi awalnya jelek yah? Sy bingung jg sih mw menggambarkan bgmn. Jadi tatanan interiorny itu ala vintage, bukan modern. Meja buffet itu loh, yg biasa meja2 kecil yg ga segede meja makan pokoe. Hehehe, jinjja? :') senang kl gui-gui suka :3 iyaa, ini chap 3nya. Gomen ya kl pendek buanget. Tp emang segini sceneny :'( hiksshikss.
