"Dear Seokjin"

A BTS fanfiction

Top!Namjoon x Bot!Seokjin

Mostly fluff and romance stuff

Boys Love

Don't like don't read

BTS and all the members belong to

God, their family and BigHit Ent

Inspired by

"Hellogoobye - Dear Jamie"

and

"Mocca - Secret Admirer"

Sudah hampir 3 minggu Seokjin tak kunjung mendapatkan balasan. Setelah mengirimkan cokelat pada penggemar rahasianya, Ia memang mendapat balasan. Tapi sejauh yang Seokjin ingat, Ia sudah memberikan balasan berikutnya pada Hoseok lalu kemana penggemarnya?

"Hai Hoseok.." Seokjin menyapa seraya mengayunkan langkah gontai menuju meja resepsi perpustakaan. Melihat hyung nya yang tersenyum sedih itu membuat Hoseok tak enak hati. Sudah 2 minggu ini Seokjin mengunjunginya untuk sekedar bertanya apakah mungkin penggemarnya menitipkan surat balasannya atau apapun padanya.

"Hai hyung.. Apa kau masih menanti balasan dari penggemar rahasiamu?" Seokjin mengangguk lemah, sebuah senyum kecil menghiasi bibirnya, berharap Hoseok akan memberikan jawaban yang berbeda hari ini.

"Maaf hyung, hari ini pun aku tidak punya apapun untuk dirimu darinya.." Seokjin menghela nafas panjang. Ia pun melangkah masuk ke belakang meja resepsi dan mendudukkan dirinya di samping Hoseok meletakkan kepalanya di meja.

"Entah kenapa aku merindukannya.. Waktu keberangkatan ku juga semakin dekat.. Aku ingin menemuinya walau sekali saja sebelum aku berangkat.." Seokjin pun tanpa sadar menumpahkan isi hatinya. Ya, memang Ia memiliki Ken untuk bercerita, tapi sepertinya Ken sudah tidak punya nasihat apapun lagi karena Seokjin terus membahas hal yang sama 3 minggu ini. Setiap. Saat.

Hoseok yang sedang memindahkan data dari buku tamu ke tabel Excel pun hanya menepuk – nepuk pundak Seokjin simpati, sementara Seokjin masih terus menggumamkan semua keluh kesahnya tentang betapa Ia merindukan penggemar rahasianya.

Sementara orang yang menjadi bahan pembicaraan mendengarkan dengan seksama seraya terduduk di kursi tidak jauh dari meja resepsi, memegang sebuah buku tanpa sempat membacanya karena sibuk mendengarkan.

"Hoseokkie, apa dia sudah memiliki idola lain ya.."

"Tidak, hyung, bukan itu.." batin Namjoon.

"Atau karena aku terlalu banyak membahas makanan di surat kami? Atau aku mulai membosankan?"

"Hyung demi Tuhan bukan itu alasanku tidak menjawab surat mu.." Namjoon ingin sekali membalikkan tubuhnya dan menjawab agar Seokjin merasa tenang tapi ini bukan saat yang tepat. Belum.

"Hoseokkie, aku merindukannya.."

"Aku juga merindukanmu, hyung.. Bersabarlah.. Aku akan segera menemuimu.." Namjoon kemudian berdiri dan menuju meja resepsi, hendak meminjam saja buku yang gagal Ia baca tadi dengan berusaha agar wajahnya berekspresi sedatar mungkin.

"Hope-ah, aku ingin meminjam buku ini. Ah ini kartu anggota ku" Namjoon menyodorkan buku yang dibawanya beserta kartu anggota perpustakaan di atas nya pada Hoseok yang terlihat terkejut. Apa Ia tidak tahu orang yang berada di sebelahnya tidak lain adalah Seokjin?

"Ah- oh- iya sebentar" sementara Hoseok mengurus administrasi peminjaman buku, Seokjin mendongak dan matanya bertemu dengan tatapan Namjoon. Mereka berpandangan cukup lama dan Namjoon hanya membalas tatap dengan senyuman khas ber-dimple nya.

"Ini, jangan terlambat mengembalikannya ya" Hoseok memecah keheningan di antara mereka berdua seraya mengembalikan buku dan kartu anggota kepada Namjoon.

"Aku pergi dulu. Sampai nanti" Namjoon kembali melayangkan senyum pada Seokjin yang masih terdiam menatapnya hingga Namjoon keluar dari perpustakaan.

"Itu.. Siapa..?" Tanya Seokjin tanpa mengalihkan pandangannya dari arah kepergiaan Namjoon. Jika saja ada cermin di hadapannya saat ini mungkin Ia baru akan menyadari bahwa wajahnya merah merona.

Flashback 3 Minggu Yang Lalu

Namjoon melangkah senang menuju loker milik Seokjin untuk menyelipkan surat balasannya dan permen susu yang kemarin Ia berikan di dalam amplop. Karena merasa lorong sudah sepi, Ia tidak lagi melihat ke kiri ataupun ke kanan dan seenaknya menyelipkan suratnya ke dalam loker Seokjin, melewatkan sepasang mata yang memperhatikan nya sedari tadi.

"Oh jadi kau penggemar rahasia Seokjin hyung?" Namjoon terlonjak kaget dan melangkah mundur menjauhi loker Seokjin sebelum menemukan seseorang dengan kulit putih pucat berjalan menghampirinya dari sisi kanannya.

"Ah—itu- tidak-aku-" Namjoon tertangkap basah, dan Ia bukanlah seseorang yang ahli dalam berbohong atau mengelak. Pemuda yang diperkirakan Namjoon adalah teman sekelas atau kenalan Seokjin itu pun menyenderkan dirinya di loker sebelah milik Seokjin.

"Sudahlah tidak usah membela diri. Aku Min Yoongi, by the way, teman sekelas Seokjin hyung." Yoongi menarik tangan Namjoon yang dingin dan menjabatnya seakan pertemuan mereka memang hal yang wajar – wajar saja.

"Kim.. Namjoon.." ketika Namjoon menyadari Yoongi menaikkan sebelah alisnya, Ia baru menyesal memberitahu namanya pada Yoongi. Seharusnya Ia memberikan aliasnya saja bukan nama aslinya.

"Baiklah Namjoonie, kau sudah tertangkap basah. Dan aku yakin kau tidak ingin atau belum ingin Seokjin hyung mengetahui siapa dirimu yang sebenarnya. Betul?" Namjoon mengangguk pasrah dan memasang wajah memelas, sementara Yoongi tersenyum puas.

"Kalau begitu kau harus menuruti kata – kata ku mulai saat ini" mengabaikan perbedaan tinggi mereka yang lumayan, Yoongi merangkul bahu Namjoon dan membawanya pergi dari TKP.

"Oh ini akan sangat menyenangkan~"

Moodymonniej ututu lucu nya x'D Siap! Makasih review nya!

Aliyasepti AWW makasih~ XD salam kenal juga~! Makasih ya reviewnya!

Sonewbamin AWW sama sama :"D makasih juga udah kasih review! Aku ga bisa mikir plot yang ribet ribet suka ga selesai ujungnya U_U)"

Namjinnie ketemu gak ya? HEWHEWHEW~ Ditunggu ya lanjutannya~! Makasih juga udah kasih review!

Summer Chii jangaaan biarkan mereka berpisah biar merindu HEWHEWHEW~ makasih reviewnya!