VILLAGE OF LIGHT

~Light must be able to defeated a darkness and make all being bright~

.

Genre : Friendship, Family and Fantasy

.

Warning : Typo, Boring, GaJe, etc.,

Main Cast :

Leeteuk as Light of White

Heechul as Light of Red

Hankyung as Light of Nila

Yesung as Light of Gold

Kangin as Light of Maroon

Shindong as Light of Green

Sungmin as Light of Pink

Eunhyuk as Light of Orange

Donghae as Light of Blue

Siwon as Light of Brown

Kibum as Light of Silver

Ryeowook as Light of Yellow

Kyuhyun as Light of Violet

Zhoumi as Light of Gray

Henry as Light of Cyan

.

Story by LyELF

DON'T COPY ANYTHING WITHOUT MY PERMISSION


.

† V.O.Ł †

"Kyu, ireona. Kyunnie ireona palli!"

Suara lembut itu terus mengalun memenuhi sebuah kamar yang tidak terlalu besar itu. Seorang namja imut tengah berusaha membangunkan seorang namja yang tak kunjung membuka matanya meski sudah berulang kali di bangunkan.

Sungmin menghela nafasnya. Selalu seperti ini. Walau sudah bertahun-tahun tak bertemu, dongsaeng nya itu tak berubah, selalu susah di bangunkan jika sudah tertidur. Sungmin pun menggelengkan kepalanya, ia hanya berkacak pinggang memikirkan cara ampuh untuk membangunkan bocah itu. Setelah beberapa saat berpikir, seulas senyuman mulai terukir di sudut bibir nya. Sepertinya harus menggunakan satu cara yang biasa membangunkan namja tampan itu.

Cling.. Syuungg~

Sungmin meletakan telapak tangan kanan nya tepat di atas dahi Kyuhyun. Seberkas cahaya berwarna soft pink mulai terlihat. Awalnya hanya cahaya redup dan kecil. Namun, beberapa detik kemudian cahaya merah muda itu menjadi semakin terang –bahkan sangat terang—. Tak hanya itu, aura di sekitar tangan Sungmin pun mulai menghangat dan mulai memanas membuat Kyuhyun mulai menggeliat tak nyaman dalam tidurnya.

"Ish, Minnie Hyung! Jangan ganggu aku, aku masih mau tidur" gumam Kyuhyun masih dengan mata terpejam. Tangannya mulai menjulur berusaha menepis tangan Sungmin, membuat cahaya yang berasal dari tangan Sungmin tak mengenai wajahnya lagi. Sungmin tertegun sesaat mendengar gumaman Kyuhyun. Cahaya hangat itu pun hilang, terserap kembali ke dalam tubuh Sungmin.

Namja imut itu mulai duduk di pinggiran ranjang Kyuhyun. Ia mulai memegang kedua bahu Kyuhyun dan mulai menggoncangkannya dengan cukup kencang membuat tidur Kyuhyun semakin terganggu.

"Ya! Kyunnie ireona! Tadi kau bilang apa eoh? Kau sudah mengingatku? Kau sudah mengingat kami, Kyu? Ireona kyu ireona!" racau Sungmin senang. Gumaman Kyuhyun itu adalah salah satu kebiasaan Kyuhyun jika ia sudah di bangunkan oleh Sungmin jadi saat mendengar itu, Sungmin menduga Kyuhyun sudah mendapat ingatannya kembali.

Merasa tidur nya sangat terganggu dan menyebabkan jiwa nya enggan kembali ke alam mimpi, Kyuhyun pun mulai membuka matanya perlahan. Sedikit demi sedikit terbuka dan tiba-tiba matanya membulat sempurna.

"Huwaaa~! S-siapa kau? Kenapa berada di kamar ku—eh? Dimana aku?"

Kyuhyun langsung mendorong tubuh Sungmin dengan cukup keras namun namja imut itu hanya mundur beberapa centi dari posisi duduk awal. Sungmin mengerutkan dahinya saat melihat kelakuan Kyuhyun yang sekarang tengah memandang horror dan takut ke sekeliling ruangan. Sepertinya namja tampan itu tak mengingat kejadian yang terjadi kemarin karena efek bangun tidur. Sungmin menghela nafas beratnya, ada perasaan kecewa tapi ia tak bisa berbuat apa pun.

Ctak!

"Ya appo!"

Sungmin menyentil dahi Kyuhyun cukup keras. Kyuhyun hanya bisa meringis kesakitan sambil mengelus dahinya yang memerah.

"Jangan main-main lagi. Sejak kemarin kau sudah ada di V.O.L ini" ucap Sungmin.

Kyuhyun mengerjapkan mata nya memandang namja manis yang terlihat sedikit kesal itu kemudian mulai memandangi ruangan sekitar.

Ding Dong!

Kyuhyun ingat mengapa ia berada di tempat asing ini dan siapa namja manis yang ada di hadapannya saat ini, salah satu namja yang ia temui kemarin.

"Ah! Aku ingat. Kau Sung—min hyung kan?" ucap Kyuhyun sambil menjetikannya jari nya.

"Cepat bangun dan siap-siap. Aku akan mengantarmu menemui Teuki hyung, ia sudah menunggu mu" ucap Sungmin sembari bangkit dari duduknya.

"Memang ada apa?" tanya Kyuhyun, ia pun ikut bangkit dari ranjangnya dan sekarang ia berdiri sembari merapikan rambutnya yang berantakan.

"Mollayo. Nanti kau juga akan tahu"

Sungmin memperhatikan penampilan Kyuhyun yang berantakan. Ia memandang namja di hadapannya dari atas hingga bawah. Ia baru sadar Kyuhyun masih mengenakan pakaian manusia. Kyuhyun yang merasa di perhatikan hanya menatap Sungmin canggung.

"Kenapa? Apa ada yang salah denganku?" tanya Kyuhyun penasaran. Sungmin tertawa kecil melihat wajah polos Kyuhyun.

"Ingatan mu belum kembali, apa kau sudah bisa menggunakan light mu kyunnie?" tanya Sungmin membuat Kyuhyun mengerutkan dahinya.

"Light apa?"

"Cahaya milikmu sendiri. Kau sama seperti kami, seorang Light Human pasti memiliki light nya sendiri" ucap Sungmin.

"A-aku tidak mengerti, hyung"

Kyuhyun menggelengkan kepalanya, Sungmin menghela nafasnya. Seperti nya butuh waktu untuk menjelaskan semuanya pada Kyuhyun.

"Seperti ini!"

Cling…

Sungmin mengulurkan tangan kanannya ke hadapan Kyuhyun. Seberkas cahaya berwarna soft pink muncul dari telapak tangan itu.

"Ah pink! Cahaya ini sama seperti yang aku lihat saat malam itu" ucap Kyuhyun mengingat kejadian dimana ia mengejar sebuah cahaya aneh dan berakhir di tempat ini.

"Itu memang aku, Kyu. Aku bersama Donghae di tugaskan untuk mencari mu dan membawa mu kembali kemari" jelas Sungmin. Kyuhyun hanya menganggukan kepalanya pelan.

"Ada satu yang membuatku bingung. Kenapa cahaya kalian berwarna warni?" tanya Kyuhyun lagi.

"Karena itu adalah kepribadian sekaligus kekuatan kami. Warna dari cahaya menunjukkan karakter, kepribadian dan kekuatan dari masing-masing light human karena itu kami memiliki warna yang berbeda karena karakter kami pun berbeda" jelas Sungmin lagi.

Kyuhyun berusaha menangkap maksud dari penjelasan Sungmin. Sedikit mengerti walaupun bingung.

"Aku light human juga?"

Sungmin mengangguk pasti.

"Aku juga punya cahaya?" tanya Kyuhyun lagi dan Sungmin pun kembali mengangguk.

"Apa cahaya ku juga berwarna, hyung?"

"Tentu saja, Kyu"

"Lalu apa warna cahaya ku?"

Kyuhyun menatap Sungmin dengan raut penasaran. Sungmin mengulas sebuah senyuman manis.

"Kau akan mengetahui nanti. Aku tak bisa memberitahu mu sekarang" ucap Sungmin yang langsung membuat Kyuhyun mendengus sebal.

"Waeyo?"

"Itu adalah peraturan. Kau akan tahu saat kau bisa menggunakan light mu lagi jadi cepat temukan light mu itu" jawab Sungmin.

"Bagaimana caranya?"

Kyuhyun memperhatikan telapak tangannya dan Sungmin secara bergantian.

"Kau pasti akan cepat mendapatkannya kembali, percayalah" ucap Sungmin sembari menepuk pundak Kyuhyun.

"Tapi—Ah! Satu lagi. Pakaian mu dan ehmm, sayap. Apa kau memiliki sayap, hyung?" tanya Kyuhyun penasaran. Ia teringat akan Heechul dan Hangeng yang kemarin ia lihat mempunyai sebuah sayap.

"Tentu"

Seett… Poooff…

"Wooww~"

Mata Kyuhyun berbinar melihat sayap yang tiba-tiba keluar dari belakang punggung Sungmin. Sayap berwarna soft pink, masih terlihat berkas-berkas cahaya yang membuat sayap itu bersinar dengan sangat indah. Kyuhyun berjalan memutari Sungmin, ia terkagum akan sayap bersinar itu. Ia bisa melihat sayap itu dari dekat dan terlihat lebih menakjubkan.

"Keren hyung!" decak kagum Kyuhyun.

"Sayap dan pakaian yang kau gunakan— ah! warna mata mu juga akan sama dengan warna light mu dan hal itu menjadi pengenal sekaligus identitas dari setiap light human" jelas Sungmin.

"Kau bisa terbang juga, hyung?" tanya Kyuhyun lagi seakan tidak mendengarkan ucapan Sungmin barusan. Ia masih terkagum memperhatikan sayap itu. Sungmin hanya menghela nafas, sifat maknae nya itu tak pernah berubah.

Poofff

"Ya! Kenapa hilang? Aku belum puas melihat nya Min Hyung" protes Kyuhyun saat sayap itu menghilang. Sungmin berjalan santai menuju pintu.

"Segera temukan light mu dan sayap mu pun akan kembali, kau juga bisa terbang sesukamu. Tapi sekarang, ikut aku menemui Teuki hyung dulu, arrachi?" ucap Sungmin sembari memberikan senyum manisnya. Kyuhyun hanya mengelus tengkuknya dan mulai mendekati Sungmin dan akhirnya mengekori langkah Sungmin.

.

.

Terlihat 2 orang namja tengah duduk santai di sebuah ruangan dengan background hijau dan merah. Mereka berdua duduk di single sofa yang terlihat empuk. Seorang namja cukup cantik duduk sambil menerawang jauh ke depan –entah apa yang di lihatnya, sedangkan seorang lagi sosok namja manly yang tengah menyesap kopinya yang masih mengepulkan asap panas.

"Jadi ia benar-benar belum mendapatkan ingatan nya, hyung?" tanya namja manly itu.

Mendengar ucapan itu, Leeteuk –namja cantik— itu menoleh.

"Ne. Seperti dugaan kita, The Dark yang terlepas sudah mempengaruhi komunikasi kita ke dunia luar dan hal ini juga yang membuat ingatan anak itu seakan tak mau terbuka" jawab Leeteuk dengan nada santai nya.

"Lalu apa yang harus kita lakukan hyung? Kyu harus segera mendapatkan ingatan dan light nya agar segel itu bisa segera di perbaiki"

"Entahlah Siwonnie. Kita hanya bisa mengingatkan Kyuhyun dengan cara manual, menjelaskan semuanya dan melakukan hal-hal yang dulu sering kita lakukan. Ku harap itu sedikit membantu. Aku sudah mengirimkan energi ku untuknya tapi ada suatu penghalang yang membuat energi ku hanya dapat di serap sebagian" jelas Leeteuk. Ia melipat kedua tangannya di depan dada lalu menghela nafas beratnya.

"Jangan memaksakan diri mu hyung. Sepertinya kita memang harus bersikap biasa dan tidak terburu-buru. Aku dan yang lain akan berusaha membantu Kyu untuk mendapatkan light nya lagi walau ia belum bisa mengingat semuanya" ucap Siwon dengan senyuman manisnya. Leeteuk menganggukan kepalanya.

"Ne, kita harus berusaha bersama-sama"

Ckleek

Sreett

Pintu berwarna hijau-coklat itu terbuka. Leeteuk dan Siwon menatap kearah pintu dengan senyuman yang terukir di wajah keduanya. Mereka sudah tahu siapa yang akan muncul dari balik pintu itu. Dan benar saja, Sungmin muncul dengan Kyuhyun berjalan santai di belakangnya.

"Hyung, mianhae kami terlambat" ucap Sungmin sembari berjalan mendekati Leeteuk.

"Ah Wonnie, kau sudah pulang" tambah Sungmin saat melihat sosok Siwon di sebelah Leeteuk.

"Ne Min hyung. Heyo Kyu! Lama tak melihatmu"

Siwon menyapa Kyuhyun dengan mengangkat cangkir nya sedikit dan tersenyum lembut. Kyuhyun hanya tersenyum tipis, ia tak mengenal namja itu.

"Kyu, kenapa hanya berdiri di sana? Kajja, kemarilah" ucap Leeteuk sembari melambaikan tangannya memanggil Kyuhyun yang hanya berdiri di depan pintu. Kyuhyun pun mulai mendekati Leeteuk sambil menatap namja manly yang tadi menyapa nya dengan raut penasaran.

"Dia Siwon" ucap Leeteuk seakan tahu apa yang di pikirkan oleh Kyuhyun. Siwon kembali menunjukan senyuman manisnya sehingga kedua lesung pipi terlihat di pipi kanan dan kirinya. Kyuhyun menganggukan kepalanya dan membalas senyuman itu dengan senyuman tipis.

"Kau sudah besar dan tinggi sekali, kyunnie. haha" Siwon tertawa kecil.

"Benar. Dia terlihat tinggi dan kurus padahal dulu dia chubby dan pendek" celetuk Sungmin juga.

"Tapi aku semakin jenius dan tampan" balas Kyuhyun tidak terima membuat ketiga namja di hadapannya tertawa sambil menggelengkan kepalanya. Kyuhyun hanya menyengir lebar, toh itu kenyataannya.

"Lihat hyung, fisik nya memang berubah tapi sifatnya sama sekali tidak berubah. Terlalu percaya diri" adu Sungmin pada Leeteuk yang hanya manggut-manggut mengiyakan.

"Itu fakta Ming hyung dan percaya diri itu sangat di perlukan" balas Kyuhyun lagi.

"Ne, terserah kau saja Kyunnie"

Sungmin hanya menggelengkan kepalanya membuat Kyuhyun mengukir sebuah senyum kemenangan.

"Aku harus kembali pada tugasku. Aku pergi Teuki hyung, Siwonnie. Sampai nanti Kyu" tambah Sungmin lagi dan dalam 1 kedipan mata, namja imut itu pun menghilang.

Setelah kepergian Sungmin, Kyuhyun pun berjalan mendekati Leeteuk dan Siwon, Ia duduk di sebuah kursi kayu.

"Jadi, ada apa Teuki hyung memanggilku?" tanya Kyuhyun langsung.

Leeteuk menatap Kyuhyun dengan senyuman lembut.

"Apa tidurmu nyenyak, saeng?" tanya Leeteuk

Kyuhyun menaikan sebelah alisnya mendengar pertanyaan yang menurutnya basa basi itu.

"Hyung, tidak usah berbasa basi. Katakan saja ada apa?" tanya Kyuhyun to do point membuat Leeteuk menggelengkan kepalanya dan Siwon terkikik geli.

"Kau ini, ishh… Arrasso" ucap Leeteuk.

Kyuhyun pun menatap Leeteuk dengan serius. Dalam pikirannya, ia hanya ingin cepat-cepat menyelesaikan semuanya, membuat segel baru dan segera kembali ke keluarga dan sahabatnya.

"Karena ingatan dan light mu belum kembali, mulai hari ini kau akan memulai berlatih agar kau bisa segera menemukan light mu lagi" jelas Leeteuk.

"Ah! Minnie hyung tadi juga menanyakan tentang light ku. Aku jadi ragu jika aku memilikki nya" ucap Kyuhyun dengan pose seakan berpikir, tangan kanannya mengelus dagu nya dan raut ragu terlihat di wajah tampan itu.

"Tentu kau punya. Light mu sudah lama terkunci di alam bawah sadarmu selama bertahun-tahun jadi kau harus berlatih agar kunci itu segera terlepas dan kau bisa menggunakan light mu kembali" jelas Leeteuk lagi. Kyuhyun terdiam sejenak.

'Lalu, apa light ku juga berwarna seperti yang kalian miliki?" tanya Kyuhyun lagi.

"Kau sudah mengerti kenapa light kami berbeda warna?"

"Ne, Minnie hyung sudah menjelaskannya"

Leeteuk mengangguk. Ia cukup senang melihat Kyuhyun yang terlihat antusias. Ya, memang itulah sifat Kyuhyun, ambisius, penuh semangat dan percaya diri.

"Jadi apa warna light ku, hyung?" tanya Kyuhyun dengan mata berbinar. Ia masih sangat penasaran dengan cahaya yang ia miliki. Menurutnya warna cahaya dari yang Hyungdeul miliki itu sangat indah dan menarik.

"Kau akan tahu nanti" ucap Leeteuk dengan senyumannya.

Kyuhyun menghela nafas kecewa.

"Ayolah hyung beri tahu aku. Mungkin jika aku mengetahui nya, aku akan lebih cepat mengingat dan menemukan light ku. Atau jangan-jangan kalian tidak tahu ya?" selidik Kyuhyun.

Sreettt

"Kami tahu tapi kami tidak bisa memberitahu mu sebelum kau menemukannya. Itu adalah peraturan"

Kyuhyun mendongakan kepalanya saat merasakan sentuhan sebuah tangan kekar di kepalanya. Siwon sudah berdiri di belakang Kyuhyun sembari menyodorkan secangkir capucino kepada Kyuhyun. Ia langsung mengambil cangkir itu dan menyeruput capucino nya.

"Siwon akan menemani mu berlatih pengendalian diri" ucap Leeteuk lagi. Kyuhyun hanya menganggukan kepalanya. Ia sudah pasarah, toh percuna memaksa kedua hyung nya itu untuk memberi tahukan light nya dan tidak peduli dengan latihan apa saja yang akan ia jalani nanti.

"Kita akan berlatih mulai hari ini. Lebih cepat lebih baik" tambah Siwon yang kembali di balas dengan anggukan singkat dari Kyuhyun.

"Sepertinya maknae kita yang satu ini lebih penurut daripada sebelumnya, hyung" ucap Siwon kepada Leeteuk di iringi dengan tawa kecil keduanya. Kyuhyun mendelik kesal dan mencibir pelan.

BRAAKK

"Kui Xian Gege~!"

Tiba-tiba pintu terbuka dengan kasar menyebarkan suara debuman yang keras. Suara melengking langsung tertangkap oleh pendengaran Kyuhyun dan membuat namja yang tengah menikmati capucino nya hampir menyemburkan capucino di dalam mulutnya karena kaget.

Kyuhyun menolehkan kepalanya kesal. Seorang namja imut dengan pipi chubby tengah berdiri di ambang pintu dengan cengiran lebarnya. Di belakang namja imut itu terlihat seorang namja tampan nan tinggi yang terlihat bijaksana. Kyuhyun mengernyit bingung melihat dua namja yang tidak ia kenal lagi.

Trap.. Trap..

GREP

Namja imut itu langsung berlari kearah Kyuhyun dan memeluknya erat.

"Ya! Lepaskan! Apa-apaan kau ini!" protes Kyuhyun sambil berusaha melepaskan dirinya dari pelukan yang cukup erat itu.

"Bogoshipoyo gege~" ucap namja itu.

"Henly, lepaskan Kyunnie. Kau bisa membunuhnya" ucap Leeteuk sambil tersenyum geli melihat kedua maknae nya itu.

Mendengar itu, namja yang di panggil 'Henly' atau yang bernama Henry Lau itu pun melepaskan pelukannya dan menatap ceria Kyuhyun tanpa dosa yang dibalas dengan death glare dari Kyuhyun.

Sreett

"Senang melihatmu lagi Kyu" ucap namja yang bertubuh tinggi sembari menepuk nepuk kepala Kyuhyun seperti anak kecil.

"Nuguya?" tanya Kyuhyun sambil menatap kedua namja asing itu bergantian.

"Weh? Kau tidak mengingatku gege?" tanya Henry dengan tatapan kecewa.

"Kyuhyun belum mengingatnya" ucap Leeteuk sebelum Henry ingin mengeluarkan protesnya kembali.

"Aku mengerti. Yah, aku Zhoumi, Light of Grey"

Kyuhyun menatap Zhoumi sesaat lalu mengangguk mengerti. Ia pun mengalihkan pandangannya pada Henry yang masih memasang wajah kecewa nya.

"Aku sedikit sedih karena kau tak mengingat ku ge. Aku kira kita bisa langsung bermain lagi seperti dulu tapi aku senang kau sudah kembali" ucap Henry sambil tersenyum. Ia sedih tentu saja, Henry sudah mengklaim Kyuhyun sebagai salah satu Hyung kesayangan. Perbedaan umurnya dengan Kyuhyun yang tidak terlalu jauh membuat mereka dekat, sering bermain bersama dan tentu saja sebagai 'partner of crime the maknaes' bersama-sama dengan Ryeowook juga tentu nya.

"Henry Lau, Light of Cyan" tambah Henry lagi.

Kyuhyun menatap intens Henry. Ia mengerutkan dahi nya.

"Mochi…" gumam Kyuhyun pelan tapi mampu membuat ke empat namja di ruangan itu tertegun dan menatap Kyuhyun penuh harap.

"K-kau mengingatku, ge?" tanya Henry dengan mata berbinar. Leeteuk, Siwon dan Zhoumi pun menatap Kyuhyun yang masih terdiam seakan memikirkan sesuatu. 'Mochi' adalah salah satu panggilan yang di ciptakan Kyuhyun khusus untuk Henry, karena itulah mereka semua kaget dengan gumaman Kyuhyun.

"Eh? Aniyo. Hanya saja pipi mu mirip kue mochi" ucap Kyuhyun asal sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Leeteuk, Siwon dan Zhoumi hanya menghela nafas. Sepertinya cukup sulit untuk Kyuhyun mengingat V.O.L ini.

"Ya! Jangan mulai mengejekku ge!" protes Henry sambil menggembungkan pipinya yang bulat menjadi semakin bulat. Kyuhyun pun tertawa melihat itu.

"Jangan seperti itu –Hahaha wajahmu jadi lucu! Kau benar-benar mirip mochi" ucap Kyuhyun di tengah tawa nya.

"Aku ini bukan makanan! Kau dilarang memanggilku dengan panggilan itu jika belum mengingatku"

"Hahaha Mochi.. Lucu. Mochi berjalan! Hahaha"

"Ya! Kui Xian Ge! Berhenti tertawa"

"Kau—Haha Kau yang membuatku tertawa—Hahaha"

"Gege!"

"Balikkan badanmu, jangan perlihatkan wajahmu itu mochi—Haha"

"Mimi ge, Li Te ge, Shi Yuan ge! Dia lebih menyebalkan dari sebelumnya!"

Akhirnya ruangan itu pun ramai oleh kedua maknae tersebut. Kyuhyun yang tidak bisa menghentikan tawa nya saat melihat Henry dan Henry yang terus protes, kesal di tertawakan seperti itu.

"V.O.L akan kembali ramai dan trio maknae sudah berkumpul, tsk" gumam Siwon pelan yang di ikuti anggukan setuju dari Leeteuk dan Zhoumi. Mereka bertiga hanya memperhatikan Kyuhyun dan Henry yang terus berdebat. Seulas senyum lega dan senang terukir juga di wajah ketiga namja itu, mereka senang keluarga V.O.L kembali lengkap dan semoga keadaannya lebih menyenangkan dari sebelumnya.

.

.

† V.O.Ł †

Bruukkk

"Sudah, aku menyerah. Aku menyerah! Aku menyerah!"

Kyuhyun merebahkan tubuhnya di lantai kayu yang dingin dengan kasar. Ia sudah menyerah melakukan pengendalian diri yang entah apa gunanya itu. Ia hanya di suruh duduk bersila di atas lantai, memejamkan matanya dan memfokuskan pikiran untuk mencari light di dalam dirinya. Selama berjam-jam ia duduk di lantai dan tak menemukan apa pun. Ia tidak bisa hanya duduk diam dan focus akan sesuatu yang menurutnya membosankan itu.

Sudah 2 hari ia melakukan hal membosankan itu bersama dengan Siwon yang hanya duduk di kursi kayu dan menatap Kyuhyun intens.

"Ayolah Kyu. Coba lagi, kau masih belum bisa fokus. Cobalah untuk fokus sedikit saja, Kyu" ucap Siwon.

"Hyung, apa kau tak punya cara lain? Ini membosankan"

Kyuhyun bangkit dari rebahannya dan menatap Siwon dengan tampang memelas. Siwon menggeleng dan hal itu sukses membuat Kyuhyun menghela nafas.

Diam..

Kyuhyun hanya menundukkan kepalanya dan Siwon pun hanya terdiam memperhatikan Kyuhyun. Ia ingin membantu Kyuhyun namun tak ada yang bisa ia lakukan. Pengendalian diri ini tergantung dari pribadi masing-masing.

"Aku ingin pulang. Aku merindukan PSP ku, Appa, Umma, Ahra noona dan Changminnie" gumam Kyuhyun sambil memandangi awan yang berjalan lambat di atas sana. Ruangan tersebut memang hanya ada sebuah kaca sebagai atap, sehingga langit bisa terlihat jelas.

Sreett

"Kyu…"

Siwon muncul di samping Kyuhyun dan mengelus lembut surai kecoklatan namja yang masih menerawang jauh ke atas langit.

"Hyung, aku ingin pulang" ucap Kyuhyun lagi.

3 hari sudah ia berada di tempat ini. Tak salah kan jika ia merindukan orang-orang yang selalu menemani hari-hari nya sebagai manusia. Toh, hingga saat ini Kyuhyun belum bisa mengingat V.O.L .

"Aku tahu perasaanmu. Bersabarlah Kyu" ucap Siwon berusaha menenangkan.

Keheninganmu terjadi di ruangan tersebut. Siwon sengaja berdiam diri, membiarkan Kyuhyun yang masih asyik dengan pemikirannya sendiri.

"Jika aku tidak bisa menggunakan light ku lagi, bagaimana?"

Kyuhyun mengeluarkan suaranya memecah keheningan. Ia menatap Siwon meminta jawaban.

"Kau pasti bisa. Aku yakin kau pasti bisa menemukan dan menggunakannya kembali. Percayalah" jawab Siwon dengan senyuman manisnya. Kyuhyun hanya bisa membalasnya dengan senyuman tipis.

"Kenapa kau begitu percaya, hyung?" tanya Kyuhyun lagi.

"Karena kau adalah dongsaeng ku. Aku paham bagaimana sifat dan kemampuan mu Kyu" jawab Siwon pasti.

"Kau belum bisa fokus karena kau belum menemukan alasan mengapa kau harus fokus kan? Kau masih menganggap ini sia-sia dan tak ada guna nya. Aku mengerti itu" tambah Siwon lagi.

"Hyung, aku …" sesal Kyuhyun.

Ia tak mampu melanjutkan kata-kata nya dan memilih untuk menundukkan kepalanya. Semua yang di katakan oleh Siwon itu benar ada nya. Ia masih menganggap semua hal di tempat ini sebagai mimpi dan ia tak melakukannya dengan sepenuh hati.

"Kau tahu darimana hyung?" tanya Kyuhyun hati-hati. Siwon hanya tersenyum.

"Awalnya aku tak menyadari nya tapi kemarin Yesung hyung menemui ku dan memberi tahu ku semuanya" ucap Siwon.

"Ah! Sepertinya orang itu memang berbahaya. Aku harus mengontrol pikiran ku jika di dekatnya" gumam Kyuhyun.

"Haha, tidak seperti itu Kyu. Yesung hyung itu orang baik, dia memberi tahu ku agar aku bisa mengawasi mu dan mencari cara lain agar latihan ini berguna" jelas Siwon.

"Aku tahu itu.. Mianhae hyung" ucap Kyuhyun lirih.

"Gwenchana"

Siwon hanya mengacak rambut Kyuhyun gemas.

"Tapi aku sungguh harus hati-hati di dekat Yesung hyung. Aku tak mau ia membaca pikiran ku lagi" ucap Kyuhyun.

"Percuma. Mau kau menyembunyikan pikiranmu serapat apa pun, ia pasti bisa membaca nya kecuali pikiran mu sedang benar-benar kosong" balas Siwon.

"Jinjayo?" Kyuhyun menghela nafas pasrah.

"Tapi aku tahu bagaimana pikiran mu tak bisa di tembus olehnya" ucap Siwon membuat Kyuhyun menatap nya dengan penasaran dan antusias.

"Beritahu aku hyung!"

"Eum.. Jangan tatap iris matanya!"

"Mwo? Berarti aku tidak boleh melihat matanya bahkan saat berbicara dengannya?"

Siwon menganggukkan kepalanya, Kyuhyun hanya terdiam masih berpikir dengan cara tersebut.

"Tapi sepertinya kalian selalu menatap nya dan ia tetap tak bisa membaca pikiran kalian. Apa aku salah?"

"Ani, kau benar. Yesung hyung tak akan bisa membaca pikiran kami walaupun kami menatap matanya karena kami memproteksi nya dengan light yang kami miliki. Tak sembarang orang bisa memproteksi pikiran dengan light nya, kau juga harus berlatih" jelas Siwon membuat Kyuhyun tercengang.

"Aish, light lagi light lagi. Lalu bagaimana dengan ku?" tanya Kyuhyun frustasi.

"Sudah ku bilang, jangan tatap iris matanya secara langsung" ulang Siwon lagi.

"Baiklah, akan ku coba nanti" ucap Kyuhyun final.

"Oke. Latihannya cukup sampai sini saja. Aku harus menemui Kangin hyung sekarang"

Siwon berdiri dan mulai melangkah pergi saat Kyuhyun menganggukkan kepalanya mengerti.

"Ah! Wonnie hyung tunggu!" panggil Kyuhyun tepat saat Siwon hendak menghilang.

Siwon membalikan badan nya dan menatap Kyuhyun seakan bertanya.

"Tidak. Aku hanya ingin bertanya" ucap Kyuhyun sambil tersenyum canggung.

"Apa?"

"Itu… Apa kau punya PS atau PSP atau gadget apa lah itu. Aku ingin bermain game, sudah lama sekali aku tak memainkannya" ucap Kyuhyun lemas. Ia menatap Siwon penuh harap. Namun ia harus menghela nafas kecewa saat Siwon menggelengkan kepalanya.

"Tak ada hal seperti itu di sini, Kyu"

"Sudah ku duga"

Kyuhyun memang sudah menduga nya, bahkan PSP nya yang ia bawa kemana-mana sekarang lenyap saat berada di tempat ini. Siwon hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

"Coba temui Kibummie. Ia punya hal yang lebih menarik dari itu" ucap Siwon

"Benarkah?"

Siwon menganggukkan kepalanya membuat Kyuhyun tersenyum lebar. Setelah itu, Siwon pun menghilang dari pandangan.

Kyuhyun langsung berdiri dan setengah berlari ke luar ruangan menuju sebuah rumah yang sudah bisa di tebak sebagai tempat Kibum. Seorang namja manis, tenang, cool namun sedikit cuek dan hanya berbicara seperlunya.

.

.

Trang… Trang…

Cling …

Sreett… Trang~

Kilatan cahaya berwarna biru dan orange terus beradu satu sama lain seakan tengah melakukan pertarungan. Terkadang mereka akan saling beradu dalam bentuk cahaya yang sangat cepat dan terkadang mereka merubah wujud mereka sebagai light human yang tengah memegang sebuah pedang cahaya masing-masing berwarna biru dan orange sama seperti karakter cahaya mereka.

Ya, saat ini Donghae dan Eunhyuk tengah saling mengadu pedang cahaya nya. Tidak—mereka tidak sedang bertarung. Mereka hanya sedang melakukan latihan dalam pertarungan. Menguji kemampuan masing-masing mereka dalam melawan satu sama lain.

"Hae! Gerakan mu itu masih mudah di baca oleh ku" ucap Eunhyuk masih dengan sebuah pedang cahaya berwarna orange yang mengacung kearah Donghae dan siap untuk mengenai namja tampan itu. Donghae pun menghindar, ia menghilang tiba-tiba dan langsung muncul di belakang Eunhyuk hendak mengarahkan pedangnya pada Eunhyuk namun Eunhyuk yang sudah bisa membaca gerakan namja itu pun berbalik dan menepis pedang Donghae dengan pedang nya membuat suara benturan pedang cahaya yang cukup keras.

Eunhyuk dan Donghae mundur , saling menjauh. Mereka mengatur nafas mereka yang memburu karena kelelahan dan menghapus peluh yang sudah memenuhi kening mereka.

Prok… Prok… Prok…

Kedua namja yang masih berada di atas udara –terbang dengan kedua sayapnya— itu menundukkan kepalanya kebawah saat mendengar suara tepukan tangan.

"Kyu~"

Donghae langsung terbang ke bawah, menghampiri Kyuhyun yang sebenarnya sudah sejak tadi menyaksikan latihan mereka berdua. Kyuhyun hanya tersenyum membalas cengiran lebar dari Donghae.

"Sejak kapan kau di sini?" tanya Donghae

"Cukup lama. Kalian benar-benar hebat, hyung. Bahkan kadang aku tak bisa melihat pergerakan kalian" kagum Kyuhyun. Ya, baru kali ini ia melihat pertarungan seperti itu secara langsung, pertarungan yang biasa nya ia mainkan dalam game bisa ia lihat secara live.

"Ini belum apa-apa, Kyu. Ini hanya latihan dasar" ucap Donghae masih dengan cengirannya.

"Aniyo. Karena aku baru melihatnya, aku merasa kalian hebat" balas Kyuhyun lagi membuat Donghae menyengir malu.

Sreettt

"Ajaib sekali seorang Kyuhyun memuji kami. Ah senangnya~"

Eunhyuk tiba-tiba muncul di belakang Kyuhyun lalu mengacak rambut Kyuhyun senang. Kyuhyun menepis tangan Eunhyuk, ia tidak suka di perlakukan seperti anak kecil.

"Kalian tidak mau aku puji eoh? Yasudah aku tarik lagi ucapan ku" ucap Kyuhyun asal.

"Haha, aku hanya bercanda Kyu. Kami benar-benar senang dengan pujianmu"

Eunhyuk pun tersenyum lebar menunjukkan gummy smile nya sedangkan Donghae hanya terkikik geli.

"Ah! Hae, sudah ku bilang gerakan mu masih terbaca. Perbaiki gerakan mu lagi" ucap Eunhyuk pada Donghae. Donghae hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Aku bingung hyukkie" jujur Donghae membuat Eunhyuk menghela nafs.

"Nanti akan ku ajarkan lagi" ucap Eunhyuk yang di balas dengan anggukkan pasti dari Donghae.

"Apa latihanmu sudah selesai, Kyu?" tanya Donghae lagi. Kyuhyun mengangguk.

"Bagaimana kalau kita bermain?" tawar Eunhyuk namun Kyuhyun menggeleng.

"Bermain apa? Kalian pasti akan bermain di atas sana" ucap Kyuhyun sembari menunjuk keattas. Kyuhyun sering melihat Eunhyuk dan Donghae yang suka sekali terbang ke sana kemari tanpa mengenal rasa lelah.

"Hehe iyasih tapi kita bisa main sesuatu yang lain" ucap Donghae.

"Ani. Kalian lanjutkan saja latihan kalian. Aku mau menemui Kibum hyung" ucap Kyuhyun, ia mengibaskan telapak tangannya seakan menolak.

"Arrasso. Yasudah, kajja kita lanjutkan Hae-ya" ajak Eunhyuk yang langsung melesat ke udara.

Donghae pun ikut terbang mengikuti Eunhyuk setelah memberi salam pada Kyuhyun.

Kyuhyun pun melanjutkan perjalanannya. Ia berjalan santai di jalanan kayu yang di buat sembari melihat-lihat sekeliling. Banyak light human yang tengah melakukan aktivitasnya, ada yang latihan dan ada juga yang tengah memperbaiki rumah masing-masing. Tak jarang mereka memberi salam pada Kyuhyun walaupun Kyuhyun sendiri tak mengenal semua nya namun sepertinya predikatnya sebagai salah satu dari Prince of Light membuat nya cukup di kenal oleh para light human.

Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya Kyuhyun berhenti di sebuah pintu berwarna putih. Semua light human biasanya akan langsung masuk bahkan lebih sering melakukan teleportasi yang tak memerlukan waktu untuk berjalan dari satu tempat ke tempat lain namun bagi Kyuhyun yang belum menguasai kekuatan apa pun ia pun memutuskan untuk melakukan tata karma bertamu seperti di dunia manusia –mengetuk pintu terlebih dahulu—

Tok… Tok…

"Kibummie hyung~" panggil Kyuhyun, tangannya masih mengepal dan mengetuk pintu bercat putih itu.

Tok… Tok…

"Ish"

Kyuhyun mulai kesal karena tak mendapat jawaban apa pun dari pemilik rumah. Apa Hyung nya tidak ada?

Setelah memantapkan hati, dengan perlahan Kyuhyun mulai membuka pintu yang ternyata tak terkunci itu.

Cklek.. Sreeett~

Pintu pun terbuka sedikit demi sedikit dan akhirnya Kyuhyun menyembulkan kepalanya ke dalam dan mampu melihat ruangan yang tidak terlalu besar dengan gaya minimalis.

"Hyung~" panggil Kyuhyun sembari mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.

"Masuklah, Kyu"

Sebuah suara membuat Kyuhyun menatap seorang namja yang tengah duduk santai dengan buku cukup tebal di tangannya. Ya, Kibum sejak tadi tengah membaca sebuah buku dengan serius. Ia tahu jika Kyuhyun datang menemui nya dari aura Kyuhyun yang sudah ia tangkap beberapa meter sebelum Kyuhyun sampai di depan rumahnya. Ia pun tahu Kyuhyun mengetuk pintu nya berkali-kali namun ia terlalu malas untuk berpindah dan membuka kan pintu itu dan memilih untuk diam, toh ia yakin Kyuhyun juga akan masuk nantinya.

"Apa aku mengganggu mu?" tanya Kyuhyun masih dengan posisi nya di ambang pintu. Kibum pun mengalihkan pandangannya dari tulisan di buku berpindah ke Kyuhyun. Ia menggeleng lalu mengulas sebuah senyuman maut yang sangat manis membuat Kyuhyun membalas senyuman itu dan mulai memasuki rumah Kibum.

Kyuhyun pun menghampiri Kibum dan duduk di sebelah namja yang kembali membaca berderet tulisan dalam buku itu.

"Hyung~" panggil Kyuhyun yang hanya di jawab dengan gumaman dari Kibum.

Sebenarnya Kyuhyun masih canggung dengan Kibum. Ia baru bertemu dengan namja cuek ini kemarin dan sikap Kibum yang diam cukup sulit bagi Kyuhyun untuk dekat dengannya. Namun, Kyuhyun merasakan perasaan aneh bahwa sebenarnya ia pun dekat dengan Kibum, karena itulah ia selalu berusaha mengajak namja diam itu berbicara walau hanya di jawab dengan jawaban singkat.

Puk

Kibum menutup buku yang ada di tangannya setelah beberapa saat Kyuhyun tak membuka suara nya dan menyebabkan suasana hening di ruangan tersebut. Ia menoleh dan menatap Kyuhyun yang entah sejak kapan sudah berjalan-jalan mengelilingi rumahnya yang tidak luas itu. Kyuhyun memang sengaja tak berbicara dan memilih melihat-lihat apa saja yang ada di ruangan itu. Kyuhyun berniat membiarkan Kibum menyelesaikan buku nya itu terlebih dahulu.

"Eh? Sudah selesai hyung?" tanya Kyuhyun yang menyadari sepasang mata yang memperhatikannya.

Kibum melambaikan tangannya seakan menyuruh Kyuhyun menghampiri nya. Kyuhyun pun kembali duduk di tempatnya semula.

"Ada apa eum?" tanya Kibum dengan nada tenangnya.

"Hehe aniyo. Aku hanya bosan saja, makanya aku main kemari. Siwon hyung ada keperluan dengan Kangin hyung. Eunhyuk hyung dan Donghae hyung sedang berlatih. Akhirnya aku memutuskan untuk bermain ke rumahmu" jelas Kyuhyun dengan cengirannya. Kibum pun hanya tersenyum.

"Ah hyung. Siwon hyung pernah bilang kalau kau suka bermain game. Benarkah?" tanya Kyuhyun mulai membuka alasan utama ia datang kemari.

"Ne" jawab Kibum singkat membuat Kyuhyun menatapnya dengan mata berbinar.

"Berarti kau punya PSP?" tanya Kyuhyun lagi.

"PSP? Eum, aku tidak punya" jawab Kibum jujur yang membuat senyuman Kyuhyun mulai memudar tapi ia masih berpikiran positif.

"Ah! Pasti kau punya PS3 kan? Atau mungkin laptop? Ipad?" tanya Kyuhyun sangat berharap Kibum menjawabnya 'YA'. Sungguh ia merindukan gadget-gadget kesayangannya itu, ia merindukan semua game nya yang sudah tak tersentuh selama 4 hari. (T-T)

"Aku…" Kibum menggantung kalimatnya membuat Kyuhyun semakin menatap namja itu serius dan berharap.

"Tidak punya semua yang kau katakan itu"

Gubrak

Kyuhyun hanya bisa bersweatdrop ria menatap Kibum yang masih tersenyum tenang. Ia pun menghempaskan punggungnya menyentuh sandaran sofa dengan lemas.

"Aku mau pulang! Aku mau bermain game lagi~" gumam Kyuhyun dengan muka tertekuk.

"My lovely PSP, PS3, laptop~" dramatis Kyuhyun hiperbola. Kibum hanya menatap dongsaeng yang lebih muda setahun dengannya dengan senyuman geli.

"Aku memainkan sesuatu yang lebih menarik dari itu"

Ucapan Kibum membuat Kyuhyun menatap Kibum dengan rasa penasaran.

"Apa?" tanya Kyuhyun.

Kibum kembali tersenyum lalu ia mulai membenarkan posisi duduknya. Tatapan matanya lurus kedepan. Dan sedetik kemudian tubuh Kibum mulai bersinar. Cahaya berwarna silver tipis mulai mengelilingi tubuhnya seakan itu adalah aura yang melingkupi.

Kibum menjulurkan tangan kanan nya ke udara. Dan seakan tengah menyentuh udara, Kibum menggerakan tangannya dari kiri ke kanan.

Sriingg~

Sebuah cahaya mulai muncul dari pergerakan tangan Kibum dan membentuk sebuah layar berukuran 30x40 cm yang terlihat jelas di depan Kibum.

Kyuhyun membelalakan matanya melihat cahaya berbentuk layar tersebut. Matanya fokus memperhatikan layar tersebut dan senyuman lebar mulai terkembang di wajah tampannya kala melihat beberapa gambar visual mulai muncul dan ia sangat kenal dengan gambar-gambar itu.

"Starcraft!" pekik Kyuhyun antara senang, takjub dan tidak percaya.

Bagaimana sebuah cahaya bisa membuat replika game kesayangannya itu? Sungguh tidak bisa di percaya.

"Hyung! Keren, bagaimana bisa? Kau membuat replika game dengan cahaya?" tanya Kyuhyun kagum.

"Replika? Ah ini bukan replika, Kyu. Ini game sungguhan dan kita bebas memainkannya. Ini adalah Starcraft III, edisi terbaru yang baru keluar 1 minggu yang lalu" jelas Kibum. Mungkin ini adalah kalimat terpanjang yang baru Kyuhyun dengar.

"Mwo? Starcraft III? Aku baru memainkan yang kedua dan series lainnya. Aku tak tau jika yang ketiga sudah ada" ucap Kyuhyun

"Aku bisa mentransfer game-game yang bahkan belum di publikasikan di dunia manusia" jawab Kibum membuat Kyuhyun semakin berdecak kagum.

"Benarkah? Waaahh.. Tapi apa benar itu bisa di mainkan?" tanya Kyuhyun sembari menunjuk layar cahaya dengan berbagai gambar visual itu.

Kibum tak menjawab, ia justru mengulurkan tangannya mengklik sebuah tombol 'Start game' dan backsound dari game mulai terdengar memenuhi ruangan dan game pun di mulai. Gambar-gambar visual dengan senjata khusus di tangannya mulai di mainkan untuk menghabisi semua lawan yang ada. Kibum hanya memainkannya dengan santai dengan tangan yang bergerak seakan layar tersebut memiliki sensor dari pergerakan. Awalnya Kibum hanya menggunakan satu tangan namun seiring dengan lawan yang lebih kuat, ia mulai menggerakkan kedua tangannya seakan meraba udara.

Decak kagum tak pernah berhenti terlontar dari bibir Kyuhyun bahkan ia sempat berteriak gemas. Ia hanya bisa mengepalkan kedua tangannya yang sudah sangat gatal ingin ikut memainkan game tersebut.

LEVEL 1 COMPLETE

Setelah beberapa saat memainkan game tersebut, tercetaklah tulisan tersebut di layar dengan backsound kemenangan. Kyuhyun bertepuk tangan, sungguh game ini sangat menarik. Baru level 1 saja membutuhkan waktu yang tidak sebentar dengan lawan lebih kuat sebanding dengan lawan di level 10 edisi sebelumnya. Senyuman lega dan senang terukir di wajah kedua namja pecinta game tersebut.

"Hyung~ aku mau main. Aku mau memainkannya" rengek Kyuhyun pada Kibum.

"Kalau begitu cepatlah temukan light mu lagi dan kau bisa memainkannya" jawab Kibum santai

"Mwoya?"

Kyuhyun menatap Kibum dengan tidak percaya. Light lagi? Tidak bisakah ia memainkannya tanpa harus berlatih menemukan light itu? Ia terus menatap Kibum dengan segala jurus puppy eyes dan wajah super memelas.

"Seperti yang kau lihat, Kyu. Game ini di munculkan dari cahaya dan untuk bisa menyentuh atau memainkannya kau harus menggunakan cahaya mu. Game ini menggunakan sensor cahaya dari masing-masing light human" jelas Kibum membuat semangat Kyuhyun kembali menguap.

"Selain Starcraft III, aku juga punya edisi Starcraft limited edision yang tidak pernah di publikasikan. Lalu aku punya berbagai game lain yang—"

"Cukup hyung!"

Kyuhyun memotong ucapan Kibum yang tengah membeberkan koleksi game nya dan membuat Kyuhyun semakin panas dan ingin segera memainkan semuanya.

"Kalau aku sudah menemukan cahaya ku kembali, kau harus meminjamkan semua game itu!" ucap Kyuhyun seakan memerintah membuat Kibum tersenyum geli.

"Aku bisa mengajarkannya padamu cara memiliki semua game tersebut" ucap Kibum membuat Kyuhyun semakin bersemangat.

"Yaksok?" tanya Kyuhyun memastikan. Kibum hanya menganggukkan kepalanya.

Sreet

Kyuhyun langsung bangkit dari duduknya dan bersiap untuk pergi.

"Baiklah. Aku harus pergi sekarang. Gomawo sudah memberikan ku motivasi besar, hyung" ucap Kyuhyun dengan cengiran lebar.

Setelahnya namja tinggi itu pun segera melangkahkan kakinya.

"Ah! Kau harus mau jadi teman duel ku nanti, ne? Dan bersiaplah untuk kalah! Aku pasti mengalahkan mu" tambah Kyuhyun lagi dengan cengiran lebar dan tanpa menunggu jawaban Kibum, Ia pun berlari meninggalkan rumah Kibum.

Kibum yang diam sambil terkikik geli melihat Kyuhyun seperti itu.

"Sepertinya rencana kita berhasil Bummie"

"Wonnie hyung"

Cling…

Tiba-tiba muncul cahaya berwarna coklat dan sosok siwon segera terlihat dan duduk di sebelah Kibum. Ia tersenyum senang.

"Ne, hanya itu cara agar Kyuhyun semangat untuk latihan" ucap Kibum, Siwon menganggukkan kepalanya setuju.

Sebenarnya Siwon dan Kibum sudah membicarakan tentang masalah Kyuhyun kemarin. Kibum yang seperti nya mengerti hal apa yang membuat Kyuhyun semangat pun mengutarakan ide tersebut.

Ya, walaupun hanya demi sebuah game, seorang Cho Kyuhyun akan kembali—Ah! Bahkan semangat nya lebih membara dari sebelumnya untuk berlatih dan menemukan cahaya nya kembali sudah membuat Hyungdeul nya yakin bahwa tak lama lagi namja itu akan berhasil karena Kyuhyun adalah sosok yang ambisius dan penuh semangat untuk mencapai sesuatu yang di inginkan dan di mimpikannya.

.

.

† V.O.Ł †

14 namja tengah berkumpul di sebuah ruangan dengan meja panjang yang cukup besar dan cukup menampung semua namja itu. Berbagai makanan sudah terhidang di atas meja panjang dan terlihat begitu mengundang nafsu makan.

"Wookie~ makananmu selalu membuatku jatuh cinta" ucap Eunhyuk yang sudah siap memegang perlatan makannya. Ryeowook yang memang selalu memasak makanan untuk kelima belas orang yang sudah di anggap keluarga nya itu hanya tersenyum dan tersipu malu.

"Dimana Kyunnie?" tanya Leeteuk yang sedaritadi menatap sebuah kursi kosong di ruangan itu.

"Dia masih di ruang latihan, Hyung. Aku sudah memaksa nya untuk makan dulu tapi dia bilang nanti saja" ucap Sungmin yang biasa nya membujuk namja itu pun kali ini gagal membujuknya untuk makan.

"Bocah itu terlalu bersemangat" celetuk Heechul sembari meletakan daging di piringnya.

" Sejak kemarin ia terus berlatih. Ambisi nya melebihi dugaan ku" sesal Siwon.

Ya, tepat setelah pertemuannya dengan Kibum, Kyuhyun terus berada di ruang latihan dan melatih dirinya untuk melakukan pengendalian diri dan mencari cahaya yang tertidur di dalam diri nya itu. Tidak ada yang bisa mengusik atau pun menghentikan latihan itu, bahkan ia tidak pulang ke rumah dan membuat 13 hyungdeul dan Henry merasa khawatir dan cemas.

"Yang ada dalam pikirannya hanya nama-nama game, aku tidak bisa membaca hal lain selain itu" ucap Yesung sambil menggelengkan kepalanya.

"Hyung, aku takut ia terlalu memaksakan diri dan justru membahayakan dirinya" ucap Sungmin lagi.

Leeteuk yang terdiam mendengar kan ucapan dongsaengdeul nya pun mulai menghela nafas. Kyuhyun memang keras kepala dan sangat ambisius jika sudah ada sesuatu yang ia mau.

"Aku akan menemuinya" ucap Leeteuk.

"Sebaiknya kau habiskan makanan mu dulu, hyung" ucap Kangin saat melihat Leeteuk mulai bangkit dari kursinya. Leeteuk menggelengkan kepalanya.

"Aku tidak bisa makan, jika salah satu dongsaeng ku sedang berusaha sangat keras seperti itu" balas Leeteuk.

"Kalian selesaikan makan nya, nan—"

BRAAKKK

Suara pintu yang terbuka sangat keras itu memotong ucapan Leeteuk dan menginterupsi perhatian dari 14 namja di ruangan itu. Secara bersamaan, mereka mengalihkan pandangan ke pintu yang baru saja terbuka dan terkaget dengan sosok yang ada di ambang pintu. Mengapa mereka tak bisa merasakan aura dari namja itu tadi?

Kyuhyun berdiri di ambang pintu dengan cengiran lebar. Nafasnya memburu dan dada nya turun naik menandakan namja itu telah berlari kencang. Wajahnya terlihat senang namun sangat jelas raut kelelahan tercetak di wajah tampan itu.

"Kyu.." gumam beberapa orang di ruangan itu saat melihat Kyuhyun.

"A-aku.. hosh.. Aku—berhasil !" ucap Kyuhyun terbata karena nafasnya yang masih memburu.

Mereka mengernyit bingung mendengar ucapan Kyuhyun. Tentu saja kecuali Yesung yang sudah mengetahuinya sesaat sosok Kyuhyun terlihat oleh matanya dan Kibum yang sudah menebaknya. Mereka berdua hanya tersenyum tipis. Sedangkan yang lainnya masih bertanya-tanya maksud dari ucapan Kyuhyun.

"Aku berhasil. Aku bisa mengeluarkan Light ku!"

"Jinjayo?"

"Ne, Tapi—"

BRUUK

"KYU!"

.

.

~ To be Continued ~


Replying riview :

Blackyuline : ne ini sudah lanjut. Gomawo riview nya~

hanifElfkyu : evil? haha coba tanyakan pada Kyuhyun apakah ia ingin jadi evil di sini? :D oke, gomawo riview nya~

Anggie : Gomawo udah suka sama cerita ini. ini udah di lanjut ^ ^

kyukyu712 : hehe iya ini sudah di lanjut. gomawo riview nya~

asa : Kyunnie memang selalu lucu /cubit kyu/ hehe gomawo riview nya~

karin : wah mianhae chingu. di sini henry tetap saya buat lebih muda dari kyu cz kyu mau punya dongsaeng #eh ._.v gomawo riview nya~

arumfishy : ne ini sudah lanjut, gomawo~

Bella : iya nih kebanyakan nonton anime juga hehe gomawo riview nya~

Jeongmal gomawo untuk semua yang sudah berminat membaca ff ini. Gak nyangka masih ada yang berminat.

Jeongmal Kamsahamnida...

Mind for riview again? ^ ^ ~