Lari lari lari dan berlari sekencang mungkin, itulah yang difikirkan oleh gadis itu. Ia kabur dari pengawasan penjaga yang mengawal nya, ia hanya gadis miskin yang diserahkan oleh desa nya untuk pajak upeti yang kurang. Ia tidak mempunyai orang tua, ayah dan ibu nya meninggal ketika ia berusia sepuluh tahun karena sakit, mereka juga tidak mempunyai sanak saudara sebagai penitip untuk Hinata.

Dan disinilah, Hinata menjadi pengorban untuk desa yang sudah lama di tinggalinya. Menjadi orang yang akan diserahkan kepada daimyo yang berkuasa di desa kecil tempat nya tinggal. Ia yang tidak mau menerima takdir nya dengan seperti itupun pergi dari sana dengan kabur dan hanya membawa pakaian lusuh yang hanya dikenakan oleh tubuhnya saja.

Lari, hal yang menjadi periotas utama gadis itu. Hinata nama nya. Ia berlari berlari dan berlari dengan kecepatan maksimal nya dan sesekali menengok kebelakang, memastikan bahwa pengawal nya akan mengejar nya atau tidak. Dua ah tidak! Sepuluh orang lebih mengejar nya, tubuh nya sudah dipenuhi luka dan darah karena tergesek dengan ranting- ranting pepohonan.

Cahaya obor makin mendekati diri nya yang berarti bahwa para pengawal itu sudah berada dengan jarak yang dekat dengan nya. Kaki nya terasa mati rasa karena berlari dengan jarak tempuh yang tidak bisa dikatakan dekat. Baju nya yang terasa berat ditubuh nya makin menyusahkan kaki nya untuk berlari.

.

.

.

.

.

.

.

Disclamer Naruto is masashi kishimoto

Pair : SasuHina Lovers

Genre : Romance

Rate : T

.

.

.

.

.

Pesta perayaan digelar sangat mewah di istana. Para mentri menghadirkan satu persatu gadis cantik dari kalangan atas untuk sang Kaisar. Utatane Mitokado, yang paling bersemangat untuk ini, ia ingin agar sang Kaisar memilih salah satu nya dan bisa memberikan keturunan bagi Dinasti Uchiha yang akan dipimpin oleh putra nya nanti.

Ibu suri menatap mereka dengan pandangan bosan. Para gadis itu hanya berlagak anggun didepan Sasuke, sedangkan di luar, mereka seperti anjing jalanan yang sedang berebut ikan. Seperti hal nya dengan Shion dan Saraa, sekilas wajah dan keperibadian nya memang anggun dan lembut, Mikoto langsung menyukai nya, namun siapa sangka, sekarang mereka sedang cekikikan dan menunjuk- nunjuk wajah tetua Uchiha yang masih muda dan tampan dengan tidak elit nya. sungguh memalukan.

Kali ini Danzou Shimura memperkenalkan gadis yang bernama Shizuka dengan tenang namun tersirat kebahagiaan disana. Shizuka Shimura, keponakan dari Danzou Shimura, berambut hitam dan bermata emerald gelap. Berperawakan anggun, memang terlihat cocok dengan Sasuke, hanya saja terlihat dari mata nya, ia seperti nya tidak senang dengan perjodohan yang dilakukan paman nya ini.

"Shizu, bersikaplah sopan dengan memberikan tatapan kalem mu dihadapan Kaisar. " Bisik Danzou ditelinga Shizuka dengan volume kecil membuat Shizuka mendengus. Paman nya ini selalu saja mengatur dengan kehendaknya sendiri.

"Gomenesai, Kōtaigō- Denka, Kaisar- Heika. Tapi saya hanya disuruh oleh Ji- san untuk datang kemari dan saya tidak mencintai anda Kaisar, saya mempunyai pilihan saya sendiri. Jadi Gomen, saya harus pergi. dan Danzou- Ji, jangan mengatur kehidupan ku lagi. " Ujar Sizuka kalem dan sopan.

Danzou membulatkan mata nya dan menatap Shizuka dengan horror. Gadis yang baru menginjak umur dua puluh empat tahun itu melenggang pergi setelah membungkuk hormat ke arah ibu suri dan Kaisar. Danzou tersenyum canggung dan pamit untuk menyusul Shizuka yang tampak nya sudah malas dengan dirinya.

Mikoto tersenyum geli melihat nya, tampak nya gadis itu setia dengan kekasih nya sampai- sampai bisa menolak pesona Sasuke yang bahkan ia ragu untuk mengatakan bahwa tidak ada yang tidak terjerat dengan pesona putra nya itu.

"Aku akan pergi berburu. " Ujar Sasuke tiba- tiba sambil berdiri membuat Mikoto menolehkan pandangan nya dan menatap Sasuke tajam.

Kenapa Sasuke ingin pergi sementara pesta masih berlangsung. Ini kan acara untuk nya, dan yang ia kesali pasti nanti ia juga yang akan repot untuk mengurus para gadis yang pasti nya akan kecentilan saat dihadapan nya. Uh, rasa nya ia juga ingin pergi, namun yang ada jika ia pergi, ia akan diceramahi oleh para mentri mengenai dirinya dan Sasuke yang hilang saat pesta berlangsung.

"Jangan pergi dulu. Pesta masih berlangsung. " Ujar Mikoto menatap tajam putra semata wayang nya yang kini sedang menatap nya dengan tajam itu.

Sakura Haruno –Uchiha- yang memang dari tadi berada disamping kanan Sasuke menatap nya dengan pandangan yang sulit diartikan. Sebagian dari hatinya ingin agar Sasuke tidak memilih siapapun dan hanya tetap menjadi milik nya seorang, sedangkan setengah hatinya menginginkan agar dirinya tidak boleh egois dengan menahan Sasuke yang masih mempunyai masa depan dengan melanjutkan keturunan Uchiha.

Dia hanya bisa mendo'akan agar pilihan nya kali ini bisa berbuah baik dengan lahirnya Uchiha baru yang akan mewarnai ke Dinastian Uchiha.

Sasuke mengangkat bahu nya acuh dan mulai melangkah menjauhi kursi tahta. Mengindahkan pekikan dan teriakan Mikoto yang menyuruhnya kembali.

Naruto yang memang sedang ada di meja perjamuan mengikuti sahabat nya tersebut dalam diam. Ia tahu meski tanpa bicara pun Sasuke memanggilnya untuk mengikutinya, terlihat dari lirikan matanya saat tadi menatap nya. Jubah kekaisaran Uchiha yang berwarna Hitam dengan lambang hitam putih Uchiwa besar di belakang nya membuat nya makin terlihat gagah.

Pandangan nya yang menyorot dingin pada semua orang makin membuatnya terlihat angkuh meski hatinya terasa hampa. Meski umur nya sudah menginjak kepala empat, tidak ada kerutan diwajah nya, wajahnya masih mulus dan tampan meski sudah berumur.

"Sasuke, sebenarnya kita mau kemana? " Tanya Naruto yang kini sedang berjalan disamping Sasuke. Bola mata nya yang berwarna seindah batu sapphire menyapu sekeliling, banyak gadis muda dari daimyo terkenal yang sedang menari dengan anggun nya di ruangan itu.

Tidak sedikit yang menyapa dan mengerling pada Sasuke dan dirinya ketika mereka lewat. Naruto tau, itu hanya topeng mereka agar mereka diterima sebagai selir sang kaisar. Mereka hanya tidak tau, setelah mereka melahirkan dan hasil nya tidak sesuai dengan yang di inginkan oleh tetua atau mentri, mereka akan dibuang atau diasingkan meski mereka tetap tinggal di kerajaan Uchiha.

"Berburu. " Ujar Sasuke singkat. Naruto mengerutkan kening nya, kenapa pria didepan nya itu dengan seenak nya pergi meninggalkan pesta yang menentukan kelangsungan dinasti Uchiha. Meski tidak sepenuhnya karena jika para mentri gagal, para tetua yang akan mengambil tindak lanjut mengenai kelangsungan dinasti Uchiha.

Naruto hanya bisa mengangguk pasrah mendengar jawaban dari raja yang menjadi sahabatnya itu. Dari dulu ia memang selalu seenak hati nya, tidak memikirkan orang lain. Itu yang Naruto dapatkan ketika pertama kali berteman dengan Sasuke.

Kaki nya mulai menjajah keluar istana meski belum sampai keluar. Para pengawal yang sudah tau akan datang nya sang Kaisar dan Jendral langsung membungkukan badan nya sebagai tanda hormat.

"Kaisar ingin berburu. " Ujar Naruto singkat dengan cengiran khas nya. Tidak lama setelah itu pengawal membawakan sebuah tandu yang dipersiapkan khusus untuk sang Kaisar.

Sasuke memasuki tandu itu dengan anggun. Jubah nya ia kibaskan sedikit karena sedikit mengganggu. Duduk diam di singasana tandu nya yang besar sebelum pengawal yang bertubuh kekar membawa nya keluar dari wilayah Istana.

.

.

.

.

.

Perjalanan yang cukup jauh memerlukan waktu yang cukup lama untuk ditempuh. Selama perjalanan itu Sasuke hanya diam melihat lewat jendela kecil yang sudah dirancang sedemikian rupa agar memenuhi kebutuhan sang kaisar dalam memanggil pengawalnya.

Tandu yang besar itu diturunkan. Sasuke mulai menapakan kaki nya keluar setelah tandu itu benar- benar turun. Pepohonan yang tinggi dan suram menjadi hal pertama yang di lihatnya selain para pengawal yang menunduk hormat padanya.

Api obor yang dinyalakan oleh para pengawal sedikit goyah karena sapuan angin lembut yang membelainya. Wajah para pengawalnya terlihat sedikit remang karena pencahayaan yang kurang.

Naruto maju kehadapan sang Kaisar yang sedang melihat- lihat suasana hutan itu, ia mengangsurkan busur panah yang sejak tadi ia siapkan untuk keperluan sang Kaisar yang ingin berburu demi mengacuhkan pesta yang dibuat untuknya.

Busur panah yang diangsurkan oleh Naruto itu ia ambil. Pria itu mengaitkan tali yang melilit wadah panah nya ke bahu nya, kemudian ia menenteng panah itu dengan satu tangan sebelum berbalik menghadap pengawal- pengawal yang wajah nya sudah tidak asing baginya.

"Siapkan tenda disini. Ada yang mencari kayu untuk api unggun, dan ada yang menjaga tandu. Sementara Naruto, kau ikut aku berburu" Ujar Sasuke dengan nada memerintah nya yang angkuh.

Para pengawal yang sudah mengerti langsung mengangguk dan menunduk hormat saat Sasuke melangkah pergi di ikuti dengan Naruto yang ada dibelakangnya.

.

.

.

.

.

Naruto dan Sasuke berjalan dengan langkah tegap dan pasti. Obor yang ada di tangan Naruto digunakan sebagai pencahayaan untuk melihat hewan yang akan mereka buru untuk kali ini. Naruto maju selangkah di depan Sasuke dan melemparkan obor itu ke tumpukan daun kering yang ada disana.

Api dengan cepat menyebar sehingga menyebabkan api yang besar. Tidak akan ada kebakaran karena batang pada setiap pohon selalu lembab. Naruto dan Sasuke selalu melakukan ini saat berburu. Ini seperti menjebak para binatang datang untuk kehangatan api di hutan yang dingin ini.

Naruto dan Sasuke lalu bersembunyi di belakang pohon yang tinggi menjulang dan besar. Batang pada pohon itu saling merambat membuatnya seperti tidak ingin mempunyai celah sedikitpun agar sinar matahari masuk.

Tidak lama setelah itu, dugaan mereka tepat. Empat kijang berkawan sedang menuju tempat api tadi. Dua panah Sasuke disiapkan secara bersamaan ketika dua kijang yang sudah ia targetkan mendekat.

CTAKK

Teriakan dua hewan yang kesakitan menggema di hutan itu. Burung- burung yang ada di pohon langsung terbang entah kemana. Dua kijang kawanan mereka juga pergi ketika dua panah tepat menembus tubuh dua kijang teman nya itu.

Sasuke dan Naruto menghampiri nya setelah sebelumnya Sasuke menyerahkan busur panah nya terlebih dahulu pada Naruto. Ia berjalan dengan senyum angkuh diwajah nya, dua kijang berhasil ia dapatkan hanya dengan satu tarikan busur.

"TOLONG! TOLONG! AKHH LEPASKAN. " Teriakan itu sontak membuat Sasuke dan Naruto menoleh. Pandangan Sasuke menjadi tajam pada sekeliling nya. Kaki nya mulai berjalan menjauh meninggalkan Naruto yang sudah siap siaga dengan samurai nya yang selalu ia bawa kemana- mana.

Sasuke makin jauh berjalan. Naruto yang tidak merasakan kehadiran Sasuke pun mencari nya, tidak melihat apa- apa disekeliling, Naruto mengambil sepuluh ranting kayu yang masih kokoh dan mengikatnya dengan serabut kain dari celana nya yang sedikit ia sobek.

Ia memasukan sepuluh kayu itu kedalam api yang besar nya sudah mengecil karena kelamaan dibiarkan.

Api sudah dinyalakan sendiri oleh Naruto, kali ini menyusuri hutan yang lebat dengan pencahayaan yang minim. Tangan nya ia gerakan kesana dan kemari demi mencari keberadaan Sasuke. Tidak ada tanda- tanda dari pria itu selain tusukan panah yang sempat ia berikan kepada Kaisar sebelum melakukan buruan.

Ia mengambilnya kemudian mengamati. Kaki nya kembali berjalan, tidak jauh dari panah yang ia temukan, kali ini ada lagi panah yang ada ditanah, ia lalu mengambilnya kemabali. Ia tidak terlalu bodoh dengan mengganggap bahwa Sasuke menyia- nyiakan panah nya, otaknya hanya mampu mencerna bahwa ia harus mengikuti panah lain yang pastinya ia temukan.

Dan benar saja, dengan jarak kira- kira dua puluh meter satu panah. Kali ini tidak ada panah, melainkan yang ia lihat adalah sosok bayangan gelap yang sedang berdiri dengan tangan yang bertumpu pada pohon disamping nya. meski remang, lambang Uchiwa yang besar dapat membuat Naruto dapat melihat dengan jelas bahwa itu adalah jubah yang dikenakan oleh sang kaisar.

Ia lalu mendekati Kaisar yang sedang berdiri dengan khusyuk nya sampai tidak mendengar langkah kaki Naruto yang bergesekan dengan daun kering.

"Sasuke Teme. " Ucap Naruto menepuk bahu Sasuke membuat pria itu sedikit kaget dan cepat menoleh pada Naruto yang kini sedang berdiri di depan nya dengan alis yang mengernyit heran.

"Stthh " Sasuke meletakan jari telunjuk nya di depan bibir nya dan berdesis sebagai tanda bahwa dia harus diam. Sasuke berbalik lagi, membuat Naruto yang heran juga ikut menoleh ke arah pusat yang menjadi pandangan Sasuke.

Disana, seorang gadis sedang di ikat di sebuah kayu yang cukup besar sebagai penyangga nya.

.

.

.

.

.

"TOLONG! TOLONG! AKHH LEPASKAN " Teriakan itu membuat Sasuke dan teman nya menoleh. Ia lantas menatap sekeliling dengan tajam, tidak ada yang dilihatnya selain remang nya rindang hutan dan gelap pekatnya hutan bagian dalam ketika ia mencoba menelusuri dengan mata nya.

Suara itu dapat Sasuke rasakan sebagai seorang gadis yang sedang memekik. Untuk apa malam- malam disini, pertanyaan itu berputar dibenak Sasuke yang sedang kebingungan

Ia melangkahkan kaki nya berjalan mendekat ke asal suara meski suara itu sekarang sudah tidak terdengar. Feeling nya berkata bahwa ada seseorang yang membutuhkan pertolongan nya sekarang. Hati nya juga menyarankan agar berjalan melewati hutan ini dan berjalan ke bagian terdalam hutan.

Ia yang memang berniat menolong hanya mengikuti hati dan akal nya meninggalkan Naruto yang masih terdiam entah karena apa. Hati nya masih was was jika memang ada seseorang dihutan ini, untuk apa mereka ke hutan malam- malam. Pasti ada urusan nya, jika memang tidak, kenapa suara itu ada disini.

Satu sisi ia sebenarnya sedikit takut jika memang ada hantu yang berkeliaran di sekitar hutan, namun satu sisi nya membantah, ia seorang kaisar, kenapa harus takut pada hal mistik seperti itu. Itulah kata yang ia ucapkan dalam hati ketika sudah mencapai dua puluh meter tempat jarak nya pada Naruto.

Ia menengok ke belakang, Naruto masih tidak ada. Jadi ia memberikan tanda dengan menjatuhkan satu panah nya ke tanah. Ia tahu Naruto tidak akan sebodoh itu membedakan yang mana panah kerajaan dan panah biasa.

Ia terus melangkah dan sekitar jarak dua puluh meter ia berikan kode dengan panah yang ia jatuh kan. Ia berjalan semakin cepat setelah mendengar erangan kesakitan seseorang. Tubuh nya ia sandarkan ke pohon yang tinggi menjulang dihadapan nya sebelum melihat dengan jelas siapa yang ada disana.

Dengan bantuan cahaya bulan yang temaram dan lima obor yang orang dari kelompok itu bawa, Sasuke dapat melihat siapa yanga ada disana. Gadis dengan rambut nya yang berwarna hitam pekat kusut dan baju nya yang lusuh menjadi yang pertama Sasuke lihat saat melihat orang itu.

Tangan nya di ikat ke belakang, sedangkan mulut nya di sumpal dengan kain yang entah mereka dapatkan dari mana. Gadis itu tidak berhenti meronta, dapat Sasuke rasakan ketika air mata gadis itu jatuh hati nya terasa sedikit sakit. Seperti kulit nya yang terkena suntikan jarum.

"Sasuke Teme. " Tepukan di bahu nya membuat nya menoleh. Dibelakang nya, Naruto berdiri dengan menenteng dua panah yang tadi ia gunakan sebagai kode. Obor yang ada di tangan Naruto ia arahkan ke belakang pohon dan kemudian ia gesekan ke batang nya, cara tradisional untuk membuat api nya padam.

"Stthh. " Sasuke meletakan jari telunjuk nya di depan bibir nya sebagai tanda agar Naruto diam. Naruto mengangguk sebagai tanda paham.

Ia berbalik lagi tanpa mengindahkan Naruto yang tadi menatap nya dengan alis berkerut tanda ingin tahu. Ia berbalik dan melihat kembali apa yang terjadi. Sepuluh orang yang kira-kira berada disana kini tidak ada, yang ada hanya lah gadis yang sedang di ikat dengan air mata yang membanjiri wajah nya.

.

.

.

.

.

.

Lari, gadis itu tetap berlari meski tahu bahwa itu hanya lah sia- sia, awal nya ia fikir ia akan di jadikan pembantu oleh sang daimyo, namun jika ia diserahkan demi menjadi selir nya, ia tidak akan mau. Setidak nya ia tidak ingin menjadi selir orang yang tidak dicintai nya.

Baju nya yang lusuh memberatkan lari nya, kaki nya sudah berdarah dimana- mana karena tersangkut oleh ranting- ranting yang bertebaran tidak jelas di sisi samping pohon- pohon yang dilalui nya.

BRUKK

Sebuah batu menghambat lari nya hingga ia terjatuh. Sepuluh orang yang mengejar nya itu makin mendekat, ia tidak kuat untuk berlari lagi. kaki nya sudah tidak bisa diajak kompromi dengan luka yang dimana- mana. Tangan nya memegang luka yang ada di kaki nya dengan sedikit menekan nya agar darah nya tidak mengalir terlalu banyak, saat sepuluh orang itu makin mendekat ia mencoba berdiri. Namun ia terjatuh dan kaki nya tidak bisa digerakan.

Sepuluh orang yang menjadi pengawal daimyo itu mengejar nya hingga sampai di bagian hutan terdalam. Mata nya mengalir kan air mata, ia mencoba berdiri lagi, namun tidak bisa.

"Lihat! Ia disana! " Teriak satu orang itu menunjuk Hinata. Hinata yang ketakutan mencoba berdiri meski tidak bisa, ia menyeret kaki nya karena tidak bisa berlari meski harus terkejar oleh para pria yang ada dibelakang nya.

"Kau mau lari kemana! Hahaha. " Satu orang yang tadi berteriak itu menarik rambut Hinata kemudian menghempaskan ya dengan kasar membuat Hinata memekik. Tangis nya pecah sudah, saat rambut nya yang sudah kusut makin kusut karena dijambak kuat oleh orang itu.

"TOLONG! TOLONG! AKHH LEPASKAN. " Mulut nya meminta tolong meski ia tahu tidak akan ada yang menolong nya. Ia yang bernama Hinata itu berteriak kesakitan karena lagi- lagi rambut nya dijambak. Tubuh nya meronta kala dua pria berbadan besar membawa nya mendekat ke arah kayu yang di tancapkan dengan sembarangan namun terlihat kokoh itu.

"Percuma saja meminta tolong pun! Tidak akan ada yang mendengar mu! " Ujar satu orang yang Hinata yakini sebagai kepala pengawal. Tawa membahana Hinata rasakan ketika tangan dan tubuh nya diikat dan mulut nya disumpal oleh kain.

Kini, tidak ada lagi harapan untuk nya selain menjadi selir daimyo. Ia hanya berdoa agar seseorang datang untuk menyelamatkan nya dari sepuluh pria yang akan membawa nya memasuki neraka kembali.

"Hei. Kalian berdua jaga dia, aku dan yang lain nya akan pergi ke rumah Tanabi- sama. Setelah aku kembali kemudian bawa dia. " Ujar seorang pria bertubuh kekar hitam pada yang lain nya. mereka hanya mengangguk mengiyakan.

Dua orang yang tadi disuruh menjaga Hinata hanya diam melihat. Merea tidak cukup peduli dengan Hinata, yang mereka fikirkan hanya mendapat uang dengan menangkap gadis itu dan membawa nya ke bos mereka.

"Hei, bagaimana kalau kita cari kayu di hutan ini untuk membuat api unggun yang cukup hangat. Toh, lagi pula dia tidak akan lari kan. " Ujar seseorang pada teman nya yang sedang duduk di bawah pohon tidak jauh dari Hinata. Ia hanya menganggukan kepala nya dan berdiri melangkah mendekati teman nya sebelum melangkah menjauhi Hinata yang menangis.

.

.

.

.

.

Naruto dan Sasuke masih berdiri di tempat nya, masih melihat keadaan disekitar nya.

"Ayo kita pergi, setelah itu kita selamatkan dia. "

Naruto tau, Sasuke bukan orang yang suka ikut campur urusan orang lain dengan menolong orang yang tidak ia kenal sembarangan. Ia tahu jika Sasuke ingin menyelamatkan nya, paling- paling hanya menegur orang itu, bukan membawa sang gadis yang tidak tau asal usul nya itu pergi lari.

Sasuke melangkahkan kaki nya pergi dari sana meninggalkan Naruto yang masih mematung. Pandangan Sasuke tetap terfokus ke arah depan. Entah kenapa saat melihat nya pertama kali, ia sudah mulai merasakan berdebar- debar tidak pasti pada gadis yang sedang di ikat itu. Tanpa memastikan Naruto mengikutinya, Sasuke terus melangkah menjauhi tempat gelap tersebut, meninggalkan Naruto yang menatapnya dengan tajam.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

A/N : maaf kalo disini ngarepin ada adegan SasuHina. Di chapter depan mungkin ada. Seperti kata Lightning chrome, sekarang Yuko buat Sasu- chan nya suka lebih dulu, baru setelah pendekatan, Hinata baru suka dengan Sasu- chan, setuju setuju?

Balesan buat Review.

Animea Lovers Ya- Ha : Haha, makasih. Tapi kalo soal cepat Update nya Yuko nggak bisa menjamin karena keadaan Yuko sekarang lagi kurang Fit. Belum lagi tugas sekolah Yuko yang banyak membuat Yuko jadi nggak bisa menulis secara maximal.

Guest : Umh, ya. Hinata udah muncul kan di chapter ini. Dan kalo soal pertemuan sih menurut Yuko Cuma Sasuke aja yang nyadar. Hinata nya nyadar di chapter depan ketika kawanan Sasu nyelametin dia. Iya, sih. Banyak Fic Yuko yang belom Yuko Update. Do'a in aja supaya Reader nya banyak jadi Yuko semanggat buat lanjutin Fic nya. tapi Yuko Hiatus nggak lama kan..

Pororo90 : Hore, Review juga. Naru kayaknya bakalan benci deh sama Hina karena nanti bakalan ngebuat Saku sedih. Tapi pada akhirnya Naru juga bakalan Terimakasih sama Hina gara- gara Hina dateng dia jadi sama Saku.

IndigOnyx : maaf nih kalo nggak sesuai dengan keinginan nya. disini sebenernya yang bertemu Cuma Sasu aja, soalnya kan Hinata nggak sadar kalo disana ada Sasu. Dan terima kasih atas do'a nya.

Ayumimikoto : Ini saya juga udah Update kan. Makasih atas Review nya.

Anne Garbo : Wah senpai. Makasih atas Review nya ya.

Haruna Yukira : Nggak papa ko. Makasih atas Review nya ya, Itoko.

Lightning chrome : wah Yuko pake ide kamu ya.

Sana Uchiga : Hinata udah nongolkan meski belum bertemu dengan Sasu.

Yumiko Sayaka : Yuko udah balik lagi kan.

Azzahra : Hm, yap begitulah. Maaf juga kalo nggak mirip. Abis nya kemaren Yuko kurang sehat sih jadi nggak bisa terlalu menghayati Fic nya.

.

.

.

.

.

Makasih semua buat Review nya ya. Maaf kalo Feel nya kurang kerasa. Yuko nggak terlalu pintar menghayati sihh.

Buat: Anime Lover Ya- Ha, Guest, Pororo90, IndigOnyx, Ayumimikoto, Anne Garbo, Haruna Yukira, Lighting chrome,Sana Uchiga, Yumiko Sayaka dan Azzahra.

Makasih Review nya ya.