Setelah Lucy mengenakan bajunya yang indah dan anggun , Lucy pun turun tangga dengan menggunakan tongkat karena kesehatan fisik nya belum begitu pulih .

Lucy pun disambut oleh Ciel adiknya yang manis tersebut , ia dituntun ke meja makan dan duduk di kursi yang telah disiapkannya itu .

Lalu Ciel memangil Sebastian dan memulai pembicaraan

" Kakakku tersayang apakah kau sudah mengenal siapa pria di sebelah ku ini ? " senyum Ciel .

" Ya , aku sudah mengenalnya " sahut Lucy .

" Apakah kau tau dia berasal dari mana dan tujuannya ? " senyum Ciel .

" A-Aku tidak tau apa tujuannya dan aku tidak tau apa yang ia mau dariku " sahut Lucy .

Ciel pun beranjak dari kursi nya dan mendekati Lucy sambil memegang dagu nya

" Maka akan aku jelaskan " senyum Ciel .

" Dia adalah Sebastian Michaelis , dia berasal dari dunia iblis , dia datang ke sini untuk menjadi butler mu dan sebagai gantinya kau harus memberikan jiwa mu kepadanya "

Lucy pun hanya termenung mendengarkan kata kata adiknya tersebut , ia tidak mengerti apa yang ia katakan .

Dan Ciel pun akhirnya melepas dagunya dan jalan ke tepi jendela sambil tersenyum .

" Hah , kakakku tercinta kau memang tidak mengerti apa yang aku katakana tetapi suatu hari nanti kau akan mengerti " senyum Ciel sambil menengok ke arah Lucy .

Lucy pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke taman luar untuk mencari udara segar dan untuk melupakan omongan dari sang adik kecil , dan di sana ia melihat sosok seekor kucing kecil yang melihat ke dia dengan tatapan yang memelas .

" Hai kucing kecil sedang apa kau di sini ? "

Kucing tersebut pun lari menghindar darinya dan Lucy pun mengejar kucing tersebut sampai keluar mansion . Lucy pun lari terengah-engah dan ia tidak tau bahwa dia sudah berlari melebihi batas mansion tersebut .

Sesampainya kucing itu berhenti Lucy melihat ada sebuah rumah kecil di pinggiran kota , Lucy bermaksud untuk menghampiri rumah tersebut dan ketika ia sampai , Lucy membuka pintu rumah tersebut dan ketika ia membuka pintu tersebut , ia melihat betapa cerianya orang orang di dalam sana .

Dan tiba tiba ada seorang pria muda menghampirinya

" Hai nona masuk saja " sahut pria tersebut sambil tersenyum lebar