Jungkook keluar dari kamar mandi lalu mendudukan dirinya di tempat tidur sambil menyandar ke kepala tempat tidur tersebut.
Mata indahnya melihat kearah lengannya yang memiliki banyak bekas memar dan ada pun yang luka terkena tongkat kayu akibat pukulan dari eommanya. Air matanya keluar karena merasakan perih terutama di hatinya.
Dia mengambil foto eommanya yang ada di meja di samping tempat tidur dan mengelus wajah eommanya di foto tersebut. Dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang eommanya, bahkan yang memberinya kasih sayang hanya adik dari eommanya dan juga suami dari adik eommanya. Jaejoong pernah mengatakan kepada Jungkook bahwa eommanya sakit sebab itu dia seperti itu, sehingga jungkook memutuskan untuk menekuni jurusan psikologi agar bisa membantu eomma yang disayanginya. Dia berharap eommanya bisa kembali seperti yang di ceritakan oleh ahjummanya bahwa eommanya itu yeoja yang lembut.
Jungkook tidak tau sosok appanya,bahkan melihat foto appanya pun dia tidak pernah. Dia tidak benci dengan appa nya walaupun appa nya yang membuat eommanya seperti ini. Jungkook tidak berani mencari tau soal sosok tersebut karena dia takut akan ditolak oleh appanya, sudah cukup dia terima penolakan dari eommanya.
Terkadang dia iri dengan sepupunya Jung Changmin. Dia memiliki eomma seperti Jung Jaejoong yang baik hati dan juga appa seperti Jung Yunho yang terlihat tegas tapi sebenarnya penyayang. Ditambah lagi Changmin memiliki seorang pasangan yang selalu menemani dan menerima dia apa adanya. Kim Junsu namanya, dia telah menemani Changmin semenjak SMA hingga akhirnya Changmin bekerja di kantor milik appanya. Walaupun perusahaan itu milik appanya tetapi dia tidak menginginkan jabatan tinggi begitu saja, dia mau memulainya dari awal. Walaupun ada rasa iri, tapi Jungkook sangat menyayangi Changmin. Bagaimanapun Changmin telah menjadi sosok kakak bagi Jungkook walaupun mereka hanya sebatas sepupu.
/brak/
"yak bocah sudah ku katakan jangan cengeng" Changmin masuk seenaknya sambil membawa baskom lalu mengambil tisu setelah menaruh baskon kecil di meja dan mengelap air mata Jungkook dengan asal - asalan.
"aihhh evil bodoh, lap dengan baik" junsu muncul dengan membawa kotak P3K, tidak lupa Junsu menjitak kepala Changmin karena jengkel dengan ulah kekasihnya yang tidak pernah benar.
Jungkook tertawa kecil melihat interaksi hyung dan juga pacar hyungnya. Changmin walaupun terlihat kasar dan tidak peduli sebenarnya dia yang paling peduli. Junsu dan Changmin, keduanya cocok. Changmin yang kasar, bicara seenaknya ketemu dengan Junsu yang lembut dan juga sabar. Junsu sudah kebal dengan kata-kata pedas pacarnya ataupun tingkah laku barbar dari Changmin dan terkadang dia hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Junsu mendekat ke Jungkook dan mengobati luka Jungkook dan mengompres memar Jungkook agar segera hilang. Sedangkan Changmin ? jangan ditanya Evil yang satu itu. Dia lagi asik memakan kripik kentang yang dia ambil dari lemari Jungkook yang merupakan persediaan yang Jaejoong kasih untuk berjaga - jaga. Sebenarnya Changmin punya banyak, tapi bagi Changmin 'makanan yang bukan milik kita adalah yang terbaik'.
"nah sudah" Junsu sudah selesai mengopres memar dan mengobati luka Jungkook. Junsu merapikan P3K milik keluarga Jung. Jika ditanya apa Junsu menyayangi Jungkook, maka dengan senang hati Junsu akan mengatakan Iya. Bahkan Junsu menganggap Jungkook seperti adiknya sendiri.
"aiiihhh eviil !!! jangan makan terus" Junsu menghampiri Changmin yang asik makan keripik kentang yang eomma Changmin sediakan untuk Jungkook. Junsu mencubit - cubit badan Changmin dengan gemas karena terlalu kesal dengan pasangannya itu.
"aduh bebek, sakit!! iya iyaa dasar bebek berisik" Changmin mengecup bibir Junsu dan menggulung bungkus keripik kentang tersebut agar isinya tidak keluar dan memasukkan kedalam kantungnya.
"Jangan nangis lagi, kau makin jelek kalau nangis." kata Changmin dengan sadis sambil menoyor kepala Jungkook lalu keluar dari kamar milik Jungkook sambil membawa baskom yang di pakai untuk mengompres memar Jungkook.
"jangan dimasukan kedalam hati omongan tiang listrik evil itu" kata Junsu dan dibalas anggukan oleh Jungkook karena Jungkook sudah hapal sikap kakak sepupunya itu.
"Gomawo hyungiee" Jungkook memeluk Junsu, Junsu balas memeluk Jungkook dan tidak lupa tersenyum"
"neee, hyungie keluar dulu nee. Tau sendiri kan tiang listrik itu bagaimana" Junsu melepaskan pelukan dia dan Jungkook tidak lupa mengelus-elus sebentar rambut Jungkook. Junsu lalu mengambil P3K dan jalan keluar menyusul Changmin.
Setelah Changmin dan Junsu keluar, Jungkook mulai membaringkan dirinya di kasur dan tidak lupa menyelimuti dirinya. Dan mulai masuk kealam mimpinya.
.
.
.
.
.
.
"You can't see the light without darkness, take a look at the dark side of another point of view, you will find the meaning of darkness are essentially." - by Eldy Ryenanda
.
.
.
.
Jungkook sampai di kampusnya, dia menggunakan kemeja lengan panjang putih untuk menutupi badannya sehingga memar yang ummanya buat tidak terlihat.
Jungkook menggambar selagi menunggu dosen nya masuk. Selagi menggambar, dia beberapa kali melihat teman-teman sekelasnya satu persatu telah masuk. Dia memilih duduk di pojok karena merasa nyaman hanya ditempat tersebut.
Ketika dosennya telah datang, dia mencatat apa saja yang di jelaskan dosennya untuk berjaga-jaga mungkin saja dia membutuhkan itu nanti. Setelah dia melewati 2 mata kuliah dengan dosen yang berbeda. Ini saatnya jam istirahat, dia berjalan kearah taman yang kemarin dia tempati. Dia membawa bekal yang ahjummanya buatkan untuk dia, dia mengharapkan Jimin datang kembali.
Dia mulai memakan makanannya. Dia berhenti memakan makanannya ketika merasakan ada orang yang berdiri di belakangnya lalu membalikan badannya.
Yah itu Jimin dengan beberapa orang yang Jungkook tidak tau.
"annyeong Kookie-ah, heheh mian ini teman-temanku yang penasaran denganmu dan ingin berteman denganmu juga" kata Jimin sambil memasang pose peace.
"annyeong , Kim Seok Jin imnida, mahasiswa semester 5 jurusan kedokteran. Panggil Jin Hyung saja, astaga benar kata si bantet. Kau imut" kata Jin memperkenalkan diri sambil ke Jungkook dan mencubit pipi Jungkook gemas.
"haii, aku Choi Min Ki. Aku seangkatan dengan si bantet. Aku anak jurusan bisnis. Panggil saja ren" Kata ren memperkenalkan dirinya ke Jungkook yang mengelus-elus pipinya tetapi sambil tersenyum.
"aiiihh Ren !!! Kita hanya berbeda beberapa sentiii!!" Jimin mempoutkan bibirnya dan menatap Minki kesal.
"yang jelas kau pendek" Ren menjawab dengan santai tidak peduli Jimin menatapnya dengan jengkel.
Mereka menghabiskan waktu dengan bercanda dan berbicara sampai akhirnya mereka harus berpisah karena mereka ada jadwal kuliah masing - masing.
.
.
.
.
.
.
.
Jungkook naik bus untuk menuju rumah ahjummanya. Dia menginap ditempat tersebut untuk sementara sampai ummanya tenang.
/Ting/
Terdengan notif dari hp jungkook, hp ini pemberian ahjummanya. Ahjummanya merasa Jungkook membutuhkan ini untuk mencari materi tugasnya. Hp ini di berikan Jaejoong sebagai hadiah karena Jungkook berhasil masuk di Univ ternama sedangkan Yunho ahjussinya memberikannya sebuah Laptop. Jangan tanya Changmin memberikan apa ke Jungkook, Karena apapun dari Changmin tidak ada yang benar. Changmin memberikan kemeja buat Jungkook tetapi menggunakan ukuran badannya sehingga kemeja itu sangat kebesaran untuk Jungkook.
Dia melihat group baru yang berisi dia , Jimin , Ren dan Jin. Disitu sudah ada hampir 20 Notif dari mereka.
"permisi boleh saya duduk disini ? hanya ini yang masih kosong" ketika hendak membalas chat dari teman-temannya, dia terhenti karena mendengar suara bertanya kepadanya.
"um boleh, silahkan" Dia langsung mengiyakan sambil melihat ke arah penanya. Jungkook melihat seorang pria tampan di hadapannya, sangat tampan. mengenakan kemeja dan celana kain beserta jas yang dia lipat dan gantung di lengannya.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
