Kyūtobara

Warning : No Beta Reader, adanya Typo dan OOC.

Pairing : KanamexDita, ZeroxYuuki dan yang lainnya mungkin menyusul.

Disclaimer : Vampire Knight bukan milik Mini-chan! Mini-chan hanya mengklaim fanfic ini dan Dita, sang Original Female Character milik Mini-chan.

Full Summary : Karena perintah dari Asosiasi Hunter dan Para Senat dari Kaum Vampire. Kurosu Kaien terpaksa mengikutsertakan sekolahnya dalam Program Pertukaran Pelajar yang diselenggarakan oleh Pemerintah agar status sekolahnya resmi diterima. Akan tetapi, bisakah Kaien berserta kedua Prefek menjaga status para murid 'Kelas Malam' dari sang 'Murid Pertukaran' tersebut ketika 'Murid Pertukaran' itu memiliki penampilan yang dapat mengundang para Murid Kelas Malam untuk mendekati dirinya? Fat!OFC, Cute!OFC, KanamexOFC, ZeroxYuuki.

.

{ Kyūtobara }

.

AN: Halo, semuanya. Jumpa lagi dengan Mini-chan. Mohon maaf, karena Mini-chan telah membuat kalian semua lama menunggu. Seharusnya, Mini-chan bisa meng-update kisah ini pas lagi libur lebaran. Tapi, Mini-chan malah kena WB berkali-kali, jadinya gagal update, deh. Salahkan pada Yagari dan Kaito yang susah banget menuliskan karakter mereka. Yah, aku harap kalian yang merupakan fans dari Yagari dan Kaito tidak marah kalau Mini-chan buat mereka agak OOC. Nah, sekarang silahkan nikmati kisah ini~.

.

Special thanks to : Eureka-Cross, Yamada Koyuuki, akaisora hikari atas review-nya. Serta sherrysakura99 atas Follow-nya.

.

{ Kyūtobara }

.


~Rose 3~


Jam 17:43 sore, Jepang, Kurosu Gakuen, Ruang Kepala Sekolah.

"Ini gawat! Ini benar-benar gawat!" Gumam Kaien kepada kedua prefek yang ada di hadapannya. "Kenapa tidak ada yang mau mendaftarkan diri untuk mengikuti Program Pertukaran Pelajar ini!" Teriaknya penuh dengan kekesalan dan stres sambil mengacak-acak rambutnya.

"Huh, sejak awal memang mustahil membuat Murid Kelas Siang untuk mengikuti Program ini." Kata Zero yang sudah bosan mendengar teriakkan cempreng dari sang Kepala Sekolah.

"Tapi, Kiryuu-kun. Sudah sebulan berlalu sejak pengumuman itu dan sampai sekarang kita belum juga mendapatkan murid yang tertarik mengikuti program ini. Padahal, kita hanya membutuhkan 1 orang saja."

"Tetap saja itu mustahil. Selama mereka tetap mengidolakan para makhluk itu. Tidak akan ada yang mau mengikuti program yang mengharuskan mereka pergi dari sekolah ini selama setahun lamanya." Bentak Zero yang semakin kesal. "Walaupun, ada beberapa yang tidak mengidolakan mereka." Timpalnya.

"Yah, kau benar, Kiryuu-kun. Secara, para vampire-ku yang imut dan manis itu memang sulit untuk dihiraukan." Kaien berkata dengan wajah tersipu sambil mengingat ketampanan dan kecantikan dari semua Murid Kelas Malam.

" "Jangan memuji para brengsek itu di depan wajahku!" … Begitu pikirnya." Ucap Yuuki, menterjemahkan ekpresi marah dari rekannya kepada Kaien.

"O-okay…"

"Lagipula, kenapa anda mesti cemas, Kepala Sekolah? Bukankah, kita masih ada 1 bulan lagi sebelum batas waktu yang ditentukan?" Tanya Yuuki. "Aku yakin, nanti akan ada yang mendaftar." Katanya berusaha menyakinkan.

"Hm, aku juga berharap seperti itu. Akan tetapi, aku sedikit khawatir jika sampai batas waktunya tiba kita belum juga mendapatkan satu orang pun. Ada kemungkinan kita akan dikira menyepelekan tes ini dan dalam sekejam mereka akan menutup sekolah ini." Kata Kaien yang membuat Yuuki langsung panik.

"Kepala sekolah jangan langsung berpikir pesimis seperti itu! Aku yakin, pasti akan ada yang mau mendaftarkan diri." Ucap Yuuki panik. "Eto, bagaimana kalau kita mencoba mencari cara agar ada yang tertarik untuk mendaftar. Hm…, Mungkin dengan meminta bantuan dari Kaname-senpai untuk menyumbang idenya. Aku yakin, dia pasti punya 1 atau 2 ide."

"Oh! Itu ide yang bagus, Yuuki!"

"Jaa, kalau begitu. Aku akan pergi ke Asrama Bulan untuk meminta pendapatnya." Kata Yuuki yang langsung berlari keluar dari ruangan.

"Putri ku memang hebat. Dia memiliki ide yang sungguh bagus." Ucap Kaien sambil menangis terharu dengan kehebatan Yuuki. "Are, kau tidak mengejarnya, Kiryuu-kun? Biasanya kau tidak suka Yuuki dekat dengan Murid Kelas Malam. Terutama dengan Kaname-kun." Katanya pada Zero yang masih tetap diam di tempat.

Melihat Zero hanya diam menatapnya, Kaien langsung mengerti apa yang diinginkan pemuda yang sudah dia asuh sejak 4 tahun yang lalu.

"Aku mengerti. Memang sungguh keterlaluan kalau pihak Senat dan Asosiasi menggunakan manusia dari "Wilayah Bersih" sebagai bahan ujian. Akan tetapi, kita tidak punya pilihan. Yang bisa kita lakukan hanyalah melindungi mereka dari para vampire layaknya seperti Murid Kelas Siang lainnya." Katanya sambil berdiri dan berjalan menuju jendela yang ada di dekat meja kerjanya. "Lagipula, ada Yagari dan Kaito yang ikut serta dalam menyeleksi Murid Petukaran itu. Jadi, tak perlu khawatir." Ucapnya riang sambil kembali menatap Zero yang terlihat terkejut dengan perkataannya.

"Begitu... Shisou dan Kaito juga ikut serta." Gumam Zero pelan sebelum melangkah pergi menuju pintu. Akan tetapi, sebelum membuka pintu, dia sedikit menolehkan kepalanya untuk sekali lagi melihat Kaien yang masih menatapnya. "Kepala Sekolah, sejujurnya, aku tidak peduli dengan tes ini. Sampai kapan pun, aku tidak akan mempercayai kalau para makhluk itu bisa hidup dengan damai bersama manusia." Tegasnya sebelum pergi dari ruangan Kepala Sekolah tanpa menunggu tanggapan dari Kaien.

Setelah melihat Zero keluar dari ruangannya, Kaien kembali melihat pemandangan dari jendelanya. "… Aku mengerti perasaanmu, Kiryuu-kun. Akan tetapi, aku tetap percaya kelak manusia dan vampire bisa hidup bersama dengan damai." Ucapnya pelan.

'Ya, aku percaya… demi memenuhi keinginannya'

"Aku tidak tahu kenapa perasaan ini ada dalam diriku. Akan tetapi, aku merasa Murid Pertukaran yang akan datang kemari bisa mengubah jalan pikiran Kiryuu-kun." Katanya melihat langit biru dengan tatapan penuh harap.


{ Kyūtobara }


Jam 15:43 sore, Indonesia, Universitas Indonesia, Ruang Utama Peserta Program Kizuna.

[Dream]

"Okaasama, bagaimana caranya agar aku bisa mengetahui jika seseorang adalah Vampire Hunter atau bukan?" Tanya diriku kepada Okaasama yang sedang menyisir rambutku.

"*Tertawa kecil* kenapa kau ingin mengetahuinya, kucing kecilku?" Tanya Okaasama sambil meletakkan sisir di atas meja dan mengambil pita merah yang diikatnya ke rambutku.

"Soalnya, aku ingin melindungi Okaasama seperti layaknya Ichi'i." Jawabku sambil membalikkan badanku dan menatap mata merah muda Okaasama yang sangat aku suka.

"... Sepertinya anak kucingku ingin tumbuh menjadi anak singa, ya?" Tanya Okaasama padaku sambil memainkan rambutku dan menatapku dengan tatapan senang. "*Tapi, sayangnya... aku masih ingin melihatmu sebagai anak kucing yang manis."

"Okaasama!"

"Tapi, untuk menjawab pertanyaanmu tadi... kau hanya harus mempercayai sisi lain dari dirimu. Karena saat tidak ada yang bisa kau percayai, maka hanya dia yang bisa kau percayai."

"Mempercayai sisi lain dari diriku..."

[End Dream]

"... Dit-. Bagun, Dita." Minta seseorang yang menggoyangkan pundakku dan membuatku terbangun.

"Ng ... Nissa, ya? Loh, kapan aku tertidur?" tanyaku pada temanku yang juga ikuti tes pemilihan peserta program Pertukaran Pelajar, Kizuna.

"Kau tertidur sekitar 4 menit ketika pidato pembukaan di mulai. Untungnya tidak ketahuan oleh yang lain."

"Tidak ketahuan apanya? Sebenarnya, si Dita udah ketahuan kalau dia tertidur, sama pria yang pakai penutup mata itu, tahu." Kata Chandra yang membetulkan perkataan Nissa.

Mendengar perkataan Chandra membuat Dita mengerutkan alisnya '...Pria dengan penutup mata?'

"Ya ya, gile tuh orang kece banget loh, Dit. Aku jadi iri sama kamu yang dia terus lihat sepanjang acara pembukaan, loh~. Kayaknya nanti bakal ada yang bakal kasih kita-kita PeJe, nih~." Seru Soraya riang sambil meluk diriku dengan erat.

"Ih, apa sih. paling dia hanya kesal ada yang tidur di saat yang penting tadi," kataku sambil melepas diri, "Lagipula, mana mau aku sama om om begitu."

"Tapi, dia bukan om om kok, Dit. Kayaknya dia masih muda. Yah, paling baru sekitar 20 tahunan, deh." Jawab Nissa yang mengira-ngira usia pria tersebut yang disetujui oleh kedua temanku yang lain.

"*Mendesah* Yah, sudahlah. Yang penting sekarang kita mesti menuju ke ruang ujian 'kan?" tanyaku sambil mengambil barangku, " sampai nanti, ya," kataku sebelum pergi meninggalkan mereka karena ruanganku berbeda arah dengan mereka.

"Dah, Dita. Jangan lupa tanya nomor Handphone, email, dan biodata dirinya. Bahkan nama hotel dan nomor kamarnya, kalau ketemu sama si Mr. Eyespatch itu, ya," seru Soraya kencang yang membuatku langsung jadi pusat perhatian dan tertawaan semua orang.

'Duh, ini memalukan!'

Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya aku sampai di ruang ujian dan aku pun langsung duduk di meja yang memiliki nomor yang sama dengan kartu ujianku.

'Ternyata aku memang tidak satu ruangan dengan yang lainnya,' pikirku sambil mengeluarkan alat tulis dan melihat sekeliling ruangan yang dimana semua peserta sangat asing bagiku.

'Padahal, ada 10 orang yang dari sekolahku yang ikut ujian ini. Tapi, hanya aku yang tidak satu ruangan dengan siapapun,' pikirku lemas, 'Yah, mungkin ini namanya nasip.'

"...Tapi, kenapa aku bermimpi seperti tadi, ya?" gumamku pelan sambil mengingat kembali mimpi yang merupakan ingatan dari masa lalu.

Karena kau akan bertemu dengan salah satu dari mereka

"Huh?"

"Kalian semua, sekarang juga siapkan alat tulis kalian dan kumpulkan tas kalian di depan kelas!" perintah seorang pria yang memasuki ruangan sebelum meletakkan amplop besar yang tebal di atas meja dosen, "karena sebentar lagi ujian akan dimulai."

'Di-dia...'

Ya, dia salah satu dari mereka ... Seorang Vampire Hunter ...

"... Ke-kenapa bisa?" gumamku dengan tidak percaya sambil menatap pria yang kemungkinan adalah pria yang tadi dibicarakan oleh yang lain. Ya, aku sangat yakin pria ini lah yang tadi dibicarakan mereka. Memakai penutup mata di mata kanannya, dan memiliki rambut panjang bergelombang berwarna hitam legam dengan mata berwarna biru.

Dari sorot matanya aku bisa menduga bahwa pria yang ada di hadapanku adalah tipe pria yang tidak akan segan menghabisi lawannya.

'Tipe pria yang berbahaya…'

Sekaligus … tipe Vampire Hunter yang ideal.

"… Hei, kau yang di sana!" ucap pria Hunter itu yang membuatku tersadar dari lamunanku, "apa yang sedang kau lakukan? Segera letakkan tasmu seperti yang lain!" perintahnya yang membuatku sadar kalau ternyata tinggal diriku sendiri yang belum meletakkan tas.

"Ma-maaf," kataku sambil segera meletakkan tasku ke depan kelas sebelum duduk kembali.

"… Biar aku memperkenalkan diriku. Namaku Touga Yagari, pengawas ujian pertama kalian," katanya yang membuat nafasku langsung terhenti.

'A-a-apa? To-Touga Ya-Yagari? Maksudnya Yagari Touga, Shishou dari Ichi'i?' Pikirku panik, 'Ke-kenapa bisa ada Vampire Hunter kelas atas di tengah ujian!? Ba-bagaimana ini, Okaasama!'

Tenangkan dirimu, Kiryuu Dita Ocktavandi! Kalau kau menunjukkan kepanikan mu di hadapannya, dia bisa mencium adanya sesuatu yang kau sembunyikan.

Lagipula, aku akan melindungi dirimu. Kau harus percaya padaku.

'Percaya padamu …'

Benar. Seperti yang dikatakan Okaasama. saat tidak ada yang bisa kau percayai, maka …

'Hanya kau yang bisa aku percayai…'

Tepat. Karena itu tenangkan dirimu dan fokuslah pada soal ujian. Lakukan demi dirimu sendiri, demi teman-temanmu, demi saudara jauh mu dan demi dirinya.

"Ya, demi Okaasama." bisikku yang mulai menjawab soal ujian yang sudah dibagikan sejak tadi.

Sejujurnya, jika aku masih mencemaskan soal pria bernama Yagari itu. Mungkin aku akan menyadari kalau mata pria itu terus tertuju hanya padaku. Seolah-olah, dia tengah mencari sesuatu di dalam diriku.

Sesuatu yang seharusnya tidak boleh diketahui…

Sesuatu yang lebih baik terus tertidur abadi di kegelapan terdalam…


1 jam 30 menit kemudian...

KRIIIIIINGGG

"Waktu ujian sudah selesai. Segera kumpulkan soal dan jawaban kalian!" perintah Yagari yang membuat semuanya menurutinya sebelum merapikan barang mereka dan pergi dari ruang ujian.

'*Mendesah* untunglah aku sempat menyelesaikannya,' pikirku lemas, 'tanganku sampai pegal menghitamkan lembar jawabannya,' pikirku sambil memijat pergelangan tanganku yang pegal sambil berjalan menuju pintu kelas.

"Hei, Yagari-ops" sapa seorang pria yang menyapa Yagari. Akan tetapi, terhenti karena menabrak diriku ketika memasuki ruangan. "ma-akh, kau … Zero?" tanya pria itu dengan bahasa jepang setelah melihat wajahku.

'Atau mungkin mataku?' pikirku dengan bingung

"… Huh?"

"Kaito, Kenapa kau kemari?" tanya Yagari tanpa melihat pria yang ada di hadapanku dan lebih memilih merapikan kumpulan kertas jawaban sesuai dengan urutan.

"Pe-permisi," ucapku pelan dan beranjak pergi. Akan tetapi, sebelum bisa melangkah pergi, tanganku ditahan oleh pria berambut coklat di hadapanku ini.

"Tunggu! Apakah kau seorang Kiryuu?"

Mendengar pertanyaannya langsung membuatku terbujur kaku. Aku tidak menduga ada seseorang yang akan menanyakan hal ini secara tiba-tiba. Tidak, lebih tepatnya aku tidak menduga ada Vampire Hunter yang bisa langsung menduga kalau aku adalah seorang Kiryuu.

"Aa-"

"Dia bukan Kiryuu, Kaito," ucap Yagari yang membuat diriku dan pria bernama Kaito menatapnya, "kau seharusnya mengetahui kalau Keluarga Kiryuu tidak ada yang melahirkan anak perempuan. Jadi, berhenti mengganggunya."

"Ah, kau benar. mereka memang keluarga yang menyedihkan," ucap Kaito yang melepas tanganku dan berjalan menuju Yagari.

'… Keluarga yang menyedihkan.'

JANGAN DITA!

"Tarik ucapanmu tadi!" bentak ku pada pria bernama Kaito yang membuat dirinya dan Yagari menatap diriku, tanpa mempedulikan larangan dari sisi lain diriku.

"Apa?"

"Aku bilang tarik ucapanmu tadi! Jangan seenaknya menyebut keluarga Kiryuu sebagai-"

"Yo, Dita. Aku datang menjemputmu~" Seru Soraya yang menghentikan diriku sebelum aku bisa menyelesaikan perkataanku.

"Ah, astaga! Kau pria kece yang tadi terus memperhatikan Dita ketika di acara pembukaan," serunya riang ketika melihat Yagari.

"… Pria kece?" Tanya Yagari pelan sambil mengerutkan alisnya dan melirik Kaito yang hanya mengangkat bahunya.

"Waaaaaahhh, ternyata benar dugaanku, Dit. Bentar lagi kau bakal kasih kita-kita PeJe, nih." Seru Soraya senang sambil menyikut diriku yang sudah memerah karena malu.

"Duh, sudah hentikan! Lagipula, sudah aku katakan, aku tidak mau sama om om!" keluhku kesal tanpa menyadari kalau aku telah menyinggung Yagari dan membuat Kaito menahan tawa.

"Tapi, bukannya tipe yang kau suka adalah pria dewasa dan misterius?"

"I-itu…Ah, sudahlah ayo pulang!" perintahku sambil menarik Soraya.

"Eh, tapi kita belum tanya padanya di hotel mana dia menginap, Dit."

"Urusai, urusai!"

Setelah beberapa saat Dita dan temannya pergi meninggalkan Yagari dan Kaito sendirian, Yagari langsung menyenderkan badannya ke kursi dan menyalakan rokoknya.

"Ne, dia Kiryuu, 'kan?" Tanya Kaito menggunakan Bahasa Jepang.

"Jika kau menilainya dari aura tubuhnya yang berpotensi sebagai Vampire Hunter dan warna matanya yang ungu itu. Maka, yang aku bisa katakan sekarang adalah … mungkin." Yagari menjawab dengan bahasa Jepang juga sebelum menghembuskan asap rokoknya dari mulutnya.

"Hm, jika dilihat sepertinya dia mempunyai insting seorang Hunter. Walaupun, belum pernah dilatih sebagai Hunter." Kaito berkata sambil mengingat gerak gerik Dita, "tapi, sepertinya dia mengetahui soal Kiryuu… Apa lebih baik menyelidiki identitasnya?"

"… Aa, tapi jangan sampai diketahui oleh siapa pun," Yagari menjawab setelah lama terdiam, "semakin sedikit yang mengetahuinya, semakin bagus." Katanya sebelum bangkit dan beranjak pergi dari ruangan.

"Ya, sangat merepotkan jika mereka ikut campur," setuju Kaito dengan perkataan Shishou-nya, "Btw, aku suka gadis itu. Dia punya nyali yang besar seperti badannya," katanya yang membuatnya mendapat pukulan di kepala oleh pria yang lebih tua beberapa bulan darinya.

"Kalau dia menganggapku om om, maka kau yang lebih muda beberapa bulan dariku juga om om," geram Yagari kesal.

"Setidaknya aku tidak punya wajah menyeramkan seperti dirimu," gumam Kaito yang langsung membuat lehernya dicekik dengan lengan Yagari.

"Sepertinya malam ini aku harus mendidikmu untuk bisa menghargai orang yang lebih tua, ya, Kaito?"

"Heh, jadi kau mengaku sudah tua?"

"Hm, sepertinya kau membutuhkan pendidikannya sekarang juga," Yagari menyengir seram sebelum menyeret Kaito tanpa mempedulikan keluhan pemuda itu dan ditonton oleh semua orang.

.

..

Bersambung

..

.


{ Kyūtobara }


Penjelasan:

~ Wilayah Bersih :

Wilayah bersih adalah wilayah atau Negara yang pada dasarnya sulit untuk ditinggali oleh Kaum Vampire. Karena wilayah tersebut memiliki kondisi suhu panas yang tinggi atau karena cerahnya matahari. Biasanya wilayah ini adalah tempat-tempat beriklim tropis.

Oleh karena itu, Negara Indonesia yang termasuk negara yang beriklim tropis merupakan tempat yang sulit bagi vampire untuk tinggal menetap di sana. Walaupun begitu, Indonesia tetap biasa menjadi pilihan tempat untuk berlibur bagi sebagian Vampire.

Hal inilah yang membuat Vampire Hunter juga berada di Negara ini. Untuk menjaga agar para vampire yang datang tidak melakukan tindakan yang kelewatan saat mereka datang berkunjung ke Indonesia.

Little info : Mini-chan mendapatkan ide ini dari salah satu chapter spesial manga Vampire Knight yang di mana Yuuki, Zero dan Kaien berlibur ke pulau tropis. Lalu, Zero pingsan karena kelelahan setelah mencari Yuuki dan Kaien yang tersesat ke dalam hutan saat cuaca sangat terik.

Karena itulah, Mini-chan jadi berpikir kalau para Vampire di Vampire Knight mungkin bakal kesulitan jika mereka berada di Indonesia :D

...

~ Dita mengikuti ujian Program Pertukaran Pelajar :

Kalian mungkin tadi bertanya-tanya kenapa sekolah Dita mengirimkan 10 peserta untuk mengikuti program pertukaran tersebut? Bukannya setiap sekolah hanya perlu mengirimkan 1 peserta saja?

Awal penyebab hal ini terjadi karena Mini-chan tidak ingin membuat Dita bisa langsung terbang menuju jepang dan bertemu Kaname yang menyebabkan mereka langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dan akhirnya jadian. Lalu menikah dan punya anak. Please, deh. Ini bukan Twilight!

Lagipula, aku ingin sedikit demi sedikit menunjukkan identitas Dita. Seperti yang kalian semua tadi baca, kalau ternyata sisi lain dari Dita memanggilnya dengan tambahan kata Kiryuu di depan namanya. Yang berarti dia adalah Kiryuu. [Ya, dia memang berasal dari keluarga Kiryuu. Tapi, jangan bertanya bagaimana dia bisa menjadi Kiryuu. Kalian hanya perlu bersabar dengan membaca kisah ini.]

Kemudian, hal ini berdasarkan kehidupan dunia nyata. Jika ada program semenarik ini, biasanya walaupun dibatasi seperti layaknya dalam cerita ini, pihak sekolah pasti akan mengumpulkan murid-murid yang tertarik untuk ikut dan melakukan tes untuk bisa memilih yang terbaik untuk mengikuti program ini. Walaupun, kadang ada [atau malah tidak ada?] pihak sekolah akan langsung menentukan peserta yang ikut adalah dari murid mereka yang memiliki rangking/kepandaian yang tinggi tanpa memberikan kesempatan pada murid lainnya. [Dan hal ini biasanya sangat membuat Mini-chan kesal.]

...

~ Yagari dan Kaito yang mahir berbicara dalam Bahasa Indonesia :

Info yang mungkin sebenarnya tidak begitu penting, sih. Tapi, Mini-chan pikir mungkin tak masalah jika ada. Karena Yagari adalah Vampire Hunter kelas atas [No.1] jadi dia biasanya sering dikirim berbagai tempat untuk memburu Vampire Level E. Hal inilah, yang membuat dirinya mempelajari berbagai bahasa yang ada di dunia ini. Jika suatu waktu dia membutuhkannya.

Plus, Mini-chan berpikir kalau manusia yang diubah menjadi Vampire dan menjadi Level E, bukan hanya orang jepang saja. Bisa jadi ada turis asing yang terkena sial dan menjadi korban. Entah menjadi korban mangsa Level E atau menjadi Level E itu sendiri.

Dan hal ini juga berlaku untuk Kaito. Btw, Mini-chan malas memikirkan berapa banyak mereka menguasai berbagai bahasa. Kalian boleh menentukan sendiri jumlahnya, Ha ha ^_^;


{ Kyūtobara }


AN : Nah, bagaimana Minna-san? Apa chapter ini bagus? Sekali lagi, Mini-chan minta maaf kalau Yagari dan Kaito sangat OOC. Lalu, jangan terlalu cemas dengan adanya hint YagarixDita. Ini hanya iseng belaka. Plus, ending kisah ini tetap bakal menjadi KanamexDita, kok. Mini-chan gak sejahat itu pada kalian dan Kaname. Tapi, bicara soal YagarixOC. Apa ada yang tahu fanfic yang bagus soal pairing ini? [Dalam bahasa Indonesia dan Inggris, ya.] Kalau ada, Mini-chan sangat senang kalau kalian mau berbaginya dengan Mini-chan. Secara, mungkin suatu saat, Mini-chan bakal buat YagarixOC/Reader [Mungkin, loh!].

Karena saat ini, Mini-chan sedang membentuk ide untuk membuat RidoxOC/Reader dan KaienxOC/Reader. Jadi apa salahnya jika suatu saat nanti membuat YagarixOC/Reader, Ya 'kan?

Nah, sampai jumpa lagi, Minna-san. Sweet dream, my beautiful and cool reader~.

.

Give me a review, follow me and faforite me and this story. Thank you (˘‿˘ʃƪ)