Chapter 3! Chapter terakhir! Uwoh! Terima kasih atas reviewnya! Yeah! *nari dangdut* #sudah gila ya nak . Dan sayangnya, sy akan lembur nggak membuat fanfiction karna nggak ada ide jadi, hontouni sunimasen desu (_ _)
Ene: ya udah, yang penting nanti sy muncul kan?
Me: iya iya, kan udah janji
Ene: yey!
FANFICTION START NOW!
*FLASHBACK*
Lia pun berhasil dibuat pergi oleh Kido. Mereka pun melanjutkan diskusinya mereka
"Nah, sekarang ayo kita liat kakaknya punya pikiran"
"Semoga saja normal, gw nggak mau muntah lagi"
"Kami doakan keberuntunganmu"
Seto pun melihat pikirannya Ali. Dan ternyata, perkiraan mereka adalah ….
*END OF FLASHBACK*
Yang Seto liat:
.
.
.
.
"Shintarou itu TRAP. Dia keliatan seperti seme tetapi dia sebenarnya uke. Dia cocok sama laki-laki yang bermata pink dan rambut warna putihh itu. Tetapi kayaknya dia cocok sama si mata kucing itu…. Bukan bukan, kayaknya anak kecil itu cocok. Tunggu dulu, kayaknya laki-laki yang berpakaian seperti kodok(?) dan menatapiku cocok juga. Bah, sudah diputuskan saja. Shintarou cocok sama semuanya! Mereka seharusnya berciuman satu sama lain gitu, dll gitu"
.
.
.
Melihat hal itu, Seto nggak sempat pergi ke toilet, tapi muntah di tempat. Itu membuat semua anggota mekakushi dan tambah sweatdrops.
"Woah, Seto kun nggak apa-apa?"
"Oi Ene! Darimana saja kau?!"
"Gw nemenin Sei chan tadi. Sekarang saya diberikan kesempatan buat masuk juga~! Yippee!"
"Sei chan? Siapa itu?"
"Orang yang usek, pikirannya full of gaje, hikimori, bekas orang yang keluar dari rumah sakit jiwa, dan orang yang menghabiskan malam minggu di laptop karna masih jomblo. Hihihi"
Me: Oy Ene!
Ene: hehe~ sorry, Cuma bercanda~
Me: tidak, hampir semua yang kau katakana itu betul 0.0
Ene: eh?!
"Gw tebak, pasti pemikiran Ali lebih parah daripada Lia"
"Kenapa perasaan gw tambah nggak enak…"
"UWOH! KAKI GW!"
"Ah, maaf Kano, tadi karna injak Sei chan pake sepatu durian, aku lupa untk mengganti sepatuku"
"Se-Seto kun kau nggak apa-apa?"
"Negima mana negima…."
"apakah nggak ada pikiran lain selain negima, konoha?!"
"nggak ada"
"Oi Seto! Pastikan untuk bersihkan muntahanmu juga!"
"gw jadi mau muntah juga…."
"hihihi! Mekakushi dan seru seperti biasanya"
Setelah percakapan singkat(?) itu, pertama Seto mulai mengepel muntahannya itu. Kedua, Seto mau pergi kumur dulu. Dan ketiga, Seto pun menjelaskan apa yang dia liat.
.
.
.
Sehabis Seto menceritakan apa yang dia liat tentang pikirannya Ali, semuanya sweatdrops dgn tidak bisa berkata-kata dan berbodong-bondong memperebutkan toilet untuk muntah, kecuali Mary. Mata Mary mulai berbinar-binar dan bersemangat.
"K-Kamu!"
Mary langsung menghampiri Ali yang sedang serius membaca dan membuat Ali terkejut
"Hng? Kenapa anak kecil?"
"N-namaku Mary!"
"Iya, jadi?apa yang bisa saya bantu, nggg… siapa namamu lagi?"
"Mary!"
"Ya, Many, ada yang bisa saya bantu?"
"Bukan! Mary!"
"Bah, terserah, sekarang apa yang kau mau?"
"Eto…. K-kamu!"
"Kenapa saya?"
"Kamu f-fujoshi?!"
"E-eh? K-kenapa harus saya ja…."
"Dimohon untuk dijawab! Watashi wa kinirimasu!"(Yang biasa di Hyouka gitu, ada cwe yang selalu bilang gitu itu… nggak terlalu ingat… #plak)
"E-eh? Baiklah. Iya, saya ini fujoshi, tapi adikku yang usek nggak karna pikirannya selalu dipenuhi dengan cowo Shota dan mungkin dia sedang mengimanjinasikan cowo yang sedang crossdressing sekarang. Emang kenapa? Masalah? Itu hobiku sendiri, nggak usah kau urus. Anak sepertimu jangan dulu menjadi fujo, karna masih belum cukup umur"
"YAY!"
Teriakan kegirangan Mary membuat Ali terkejut lagi
"Oy, kenapa kau berteriak,hah?"
"Kita sama!"
"Hah?"
"Saya juga fujoshi!"
"Eh…..EH?! MAJI DE?! HONTOUNI MAJI DE?!WHAT?!"( Kepribradiannya tiba-tiba berubah)
"I-Iya.."(Kayaknya dia agak takut dengan Ali yang kepribadiannya tiba-tiba berubah)
"OMG! Jadi kita serasi dong!"
"Iya! Umm…. Manga apa yang kau suka?"
"Kuroshitsuji!"
"WHAT! SAMA!" (Kepribadiannya Mary jua tiba-tiba berubah)
"OH MY GAWD! "
(Ene: terima kasih telah membaca fanfic ini. Dan mohon maaf sebesarnya karna pembicaraan mereka sangatlah sadis bagi cowok dan kata-kata mereka sama sekali nggak dimengerti sama manusia biasa. Pembicaraan ini juga bisa menyebabkan cook nantinya pergi di toilet dan nggak keluar-keluar selama 1 hari penuh. Sebagai gantinya, mari kita dengarkan percakapan antara saya dan Sei chan)
Me: *mandi(?)*WOY! SIAPA YANG TARUH KAMERA DISINI HAH?!"
Ene: Bang Kano, Sei
Me: WHAT! KANO! TUBUH GW NGGAK SEKSI KOK!(?)
Ene: lah, kan sekarang masih dalam masa sensornya pembicaraan antar Mary dan Ali. Dan masa syuting juga lho
Me: JADI GW HARUS NGAPAIN?
Ene:…. Oh iya yah, nggak tau juga
Me: ENE!
Ene: Relax bro, eat a snicker(?)
Me: WHAT? WHY?
Ene: noh, Karna kalau kau marah-marah dikamar mandi nanti lo kepeleset tuh
Me: *makan snicker*
Ene: Better?
Me: Better~ *berpose alay*
Ene: *muntah 10 ember*… yah, kayaknya sudah aman dan nggak perlu disensor sekarang, bye~
Setelah mereka semua keluar dari toilet, Ali dan Lia berada di depan pintu toilet.
"Hei! Nggak baik lho, membaca pikiran orang lain! Itu nggak sopan!"
"Lia, karna mereka sudah melakukan hal yang nggak sopan yaitu membaca pikiran kami, kalian harus dihukum"
"Wah! Ide bagus!"
Semuanya langsung sweatdrops.
"Kayaknya Sei chan memanggilku… ahahaha…. Bye"
Ene langsung kabur dari hpnya Shintarou. Mary ketiduran di sofa karna kecapekan. Konoha masih makan negima(?).
"Nah! Mari kita hokum mereka!"
"Hmmm… tapi apa hukumannya mereka?"
"Hmm… betul juga…. Aha!Bagaimana kalau yang ada di pikiran kita, menjadi n-y-a-t-a~?"
Lia yang tadinya ceria langsung terliat kejam dan mengerikan
"Hmm, ide yang bagus, Lia"
"T-TOLONG KAMI!"
Suara mereka kedengaran sampai di gunung monas(?) dan membuat gunung berapi di Hawaii meletus (?)
(Ehm… Mari merenungkan apa yang kita buat slama ini dulu karna bagian ini terlarang dan sangat tidak masuk di otak. Kalau kalian mau tau kejadian apa yang terjadi, silahkan pikirkan sendiri….)
~SKIP TIME~
Sebelum diketahui oleh si kakak beradik itu, hari disana sudah sore.
"Yah, sudah sore.. padahal kita tadi bersenang-senang…."
"Yah, tapi memang harus kuakui saya sangat bersenang-senang tadi"
"Yah! Nanti kapan-kapan kita datang lagi ya, Mekakushi dan!"
"JANGAN DATANG KEMARI LAGI!"
Keadaan Mekakushi dan menjadi kacau
"Aku nggak akan nikah….aku nggak akan nikah…."
Shintarou sudah berkata begitu selama ! jam penu sambil mojok. Sedangkan Kano, Seto, dan Hibiya sudah jadi mayat(?) yang terletak di lantai. Konoha berbinar-binar karna dikasih negima lagi sama Lia, tetapi Konoha nggak sadar kalau dia memakai baju maid. Kido dan Momo kembali di toilet muntah(?). Mary masih tertidur. Dan sejak itulah, Lia dan Ali diberi julukan "2 Trouble sisters" sama Mekakushi Dan
Akhirnya selesai juga! Dan review yg dikasih sedikit -3- jadi yah, kubuat pengecualian kali ini saja. Sekarang, aku harus mengucapkan selamat tinggal!
Ene:*merinding*
Me: kenapa merinding? Dan kok kabur tadi?
Ene: Gw tobat masuk di fanficmu….
Me: oh. Ya udah beri salam sama pembaca sana
Ene: ok… BYE EVERYONE! Semoga kita bertemu lagi!
